E-ISSN 2798-8678 SEGARA WIDYA Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Volume 13 No. 2, 2025 P134-142 Penerapan Metode Alma M. Hawkins Moving From Within dalam Penciptaan Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography di Hype Dance Crew Kota Pangkalpinang Tarindo1*. Rully Rochayati2, dan Auzy Madona Adoma3 1,2,3Program Studi Pendidikan dan Seni Pertunjukan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Palembang. Indonesia tarindo1244@gmail. Penelitian ini mengkaji proses penciptaan Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography oleh komunitas Hype Dance Crew di Kota Pangkalpinang sebagai respon terhadap popularitas modern dance di kalangan anak muda. Dengan latar belakang masuknya modern dance di Pangkalpinang melalui globalisasi budaya dan media sosial, penelitian bertujuan untuk mengetahui kreativitas koreografer dalam menciptakan koreografi hip-hop dan mendokumentasikan proses kreatif sebagai referensi bagi komunitas tari lainnya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama periode Maret-April 2025, penelitian ini menganalisis proses penciptaan koreografi menggunakan teori Moving From Within dari Alma M. Hawkins yang meliputi tahapan melihat, merasakan, menghayalkan, mengejewantahkan, dan memberi Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografer Lucky berhasil menciptakan empat motif gerak dasar dengan tema bajak laut yang terinspirasi dari film Roman Polanskis dan video YouTube, serta mengembangkan variasi pola lantai yang sesuai dengan jumlah tujuh penari, menghasilkan koreografi utuh berdurasi 4 menit 26 detik dengan iringan musik hip-hop yang energik. Kesimpulannya. Hype Dance Crew berperan signifikan dalam perkembangan modern dance di Pangkalpinang dengan menciptakan karya orisinal yang lahir dari eksplorasi gerak dan emosi, membuktikan bahwa seni tari modern dapat berkembang dinamis dengan generasi muda sebagai pelaku aktif yang mampu menciptakan karya seni berkualitas. Kata kunci: Komunitas. Proses Penciptaan. Koreografi This study examines the creative process behind the Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography by the Hype Dance Crew community in Pangkalpinang City as a response to the rising popularity of modern dance among youth. Against the backdrop of the emergence of modern dance in Pangkalpinang through cultural globalization and social media, the research aims to explore the choreographer's creativity in creating hip-hop choreography and to document the creative process as a reference for other dance Employing a qualitative descriptive method, the data were collected through observation, interviews, and documentation during the period of January to February 2025. The analysis adopts Alma M. HawkinsAo Moving From Within theory, which includes the stages of seeing, feeling, imagining, embodying, and shaping. The results reveal that choreographer Lucky successfully created four basic movement motifs with a pirate theme inspired by Roman Polanski's films and YouTube videos. He also developed floor pattern variations tailored to the group of seven dancers, resulting in a complete 4minute-and-26-second choreography set to energetic hip-hop music. In conclusion. Hype Dance Crew plays a significant role in the development of modern dance in Pangkalpinang by producing original works rooted in movement and emotional exploration, demonstrating that modern dance can evolve dynamically with youth as active agents capable of creating high-quality artistic works. Keywords: Community. Creative Process. Choreography Tarindo (Penerapan A) Volume 13 No. 2, 2025 PENDAHULUAN Tari Hip-Hop merupakan tari modern yang berkembang pada awal tahun 1970an New York Amerika Serikat. Dalam konteks tari, hip-hop tidak hanya menjadi medium ekspresi individual tetapi juga ruang untuk eksplorasi kreatif (Intrantony. Hype Dance Crew sebagai komunitas tari modern di Kota Pangkalpinang telah menunjukkan kontribusi aktif dalam mengembangkan koreografi hip-hop yang berakar dari budaya luar yang populer. Salah satu karya mereka yang menonjol adalah Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography sebuah koreografi bertema bajak laut dengan gerak dasar Hip-Hop . Penelitian ini berfokus pada proses kreatif penciptaan karya tersebut menggunakan pendekatan metode Moving From Within oleh Alma M. Hawkins, yang menekankan penciptaan tari dari pengalaman personal dan kesadaran Penelitian tentang proses kreatif dalam tari, khususnya dalam genre hip-hop, telah banyak dilakukan baik di tingkat internasional maupun nasional. Beberapa studi menyoroti pendekatan improvisatif dan teknik-teknik urban sebagai dasar utama dalam penciptaan koreografi hip-hop. Di Indonesia, penelitian terkait penciptaan koreografi mulai berkembang, namun sebagian besar masih berfokus pada bentuk pertunjukan, estetika, atau kompetisi. Kajian yang menggabungkan pendekatan somatik seperti Moving From Within masih sangat terbatas, terutama di konteks komunitas tari modern seperti Hype Dance Crew. Hal ini menunjukkan adanya celah penelitian dalam melihat bagaimana metode koreografi berbasis pengalaman batin dan intuisi tubuh dapat diterapkan dalam penciptaan karya hip-hop. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana proses kreatif koreografer di Hype Dance Crew dalam menciptakan karya Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography dapat dijelaskan dan dianalisis menggunakan metode Alma M. Hawkins Moving From Within. Penelitian ini dilakukan karena mampu memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan studi koreografi, khususnya dibidang tari urban. Di sisi teoritis, penelitian ini memperkaya wacana penciptaan tari dengan menggabungkan pendekatan somatik dan genre hip-hop, dua hal yang selama ini jarang disandingkan dalam literatur tari Indonesia. Sementara dari sisi praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi koreografer lokal untuk mengeksplorasi pendekatan baru dalam penciptaan karya tari yang lebih personal, reflektif, dan bermakna, tanpa kehilangan kekuatan ekspresi khas hip-hop. Secara teoritis, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendokumentasikan proses kreatif dalam penciptaan koreografi hip-hop melalui perspektif metode Moving From Within, yang menekankan pada kesadaran tubuh, pengalaman pribadi, dan ekspresi emosional sebagai sumber gerak. Secara praktis, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para koreografer, penari, maupun pengamat tari mengenai bagaimana pendekatan ini dapat diaplikasikan dalam penciptaan koreografi urban, serta menjadi rujukan dalam pengembangan metode penciptaan tari yang lebih kontekstual dan reflektif. Dengan mengkaji proses kreatif Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography di Hype Dance Crew menggunakan pendekatan Alma M. Hawkins, penelitian ini menempatkan diri di antara studi penciptaan tari berbasis somatik dan pengembangan koreografi hip-hop. Penelitian ini tidak hanya mengungkap sisi teknis, tetapi juga menggali dimensi batiniah dan naratif dalam penciptaan koreografi. Melalui pendekatan ini, diharapkan penelitian dapat menjadi sumbangan nyata dalam pengembangan ilmu tari, khususnya dalam menghubungkan antara teori penciptaan tari dan praktik lapangan di komunitas tari. Tarindo (Penerapan A) Volume 13 No. 2, 2025 (Susanti, 2. AuPenerapan Metode Alma M. Hawkins dalam Karya Tari Gundah KancahAy Penelitian ini mengaplikasikan metode Moving From Within dalam penciptaan karya tari AuGundah KancahAy, yang mengangkat isu sosial mengenai posisi perempuan dalam masyarakat. Pendekatan ini menekankan pada eksplorasi gerak yang bersumber dari pengalaman pribadi dan refleksi internal. Meskipun tidak dalam konteks hip-hop, penelitian ini menunjukkan bagaimana metode Hawkins dapat digunakan untuk menciptakan karya tari yang bermakna dan personal. Belum ada penelitian yang mengkaji penerapan metode Alma M. Hawkins Moving From Within dalam konteks Koreografi Hip-Hop. Penelitian ini dapat memperluas penerapan metode Moving From Within dalam genre tari Hip-Hop. (Bongga, 2. AyKreativitas Penciptaan Tari Hip-Hop di Brdige Dance Academy BandungAy studi ini mengeksplorasi proses kreatif dalam penciptaan tari hiphop di Bridge Dance Academy Bandung. Penelitian ini menyoroti penggunaan teknik eksplorasi, improvisasi, dan komposisi dalam mengembangkan kreativitas koreografi hip-hop. Meskipun tidak secara eksplisit menggunakan metode Moving From Within, pendekatan yang digunakan sejalan dengan prinsip-prinsip Alma M. Hawkins Moving From Within dalam menggali gerak dari pengalaman internal. (Eliza, 2. AuAngguk Ritual: Penciptaan Tari Berbasiskan Kesenian Angguk Menggunakan Metode Alma M. HawkinsAy Penelitian ini menerapkan metode Moving From Within dalam penciptaan tari AuAngguk RitualAy, yang berakar dari kesenian tradisional Angguk di Sumatera Utara. Melalui tahapan eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan, karya ini menggabungkan elemen tradisional dengan pendekatan somatik untuk menciptakan koreografi yang autentik dan bermakna. Meskipun tidak dalam genre hip-hop, penelitian ini menunjukkan fleksibilitas metode Hawkins dalam berbagai konteks tari. Penelitian mengenai menjadi signifikan untuk mengungkap pengalaman koreografer dalam proses penciptaan koreografi dengan pijakan gerak tari modern dengan gerak dasar utama Hip-Hop yang diwujudkan menjadi sebuah koreografi yang kemudian menjadi bahan ajar pada kelas Koreografi dan menjadi tarian utama di Hype Dance Crew Kota Pangkalpinang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kreativitas seorang koreografer dalam menciptakan koreografi dari pengalaman - pengalaman yang ia punya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi menggambarkan penhalaman manusia sebagaimana ia mengalaminya melalui pikiran, imajinasi dan emosi (Tumangkeng, 2. Pendekatan ini dipilih untuk memahami pengalaman subjektif para penari dalam proses penciptaan koreografi Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography di Hype Dance Crew di Kota Pangkalpinang. Pendekatan fenomenologi dipilih karena bertujuan untuk menggali makna terdalam dari pengalaman tubuh dan emosi penari yang terlibat dalam proses kreatif, sebagaimana dijelaskan dalam teori Alma M. Hawkins: Moving From Within, yang menekankan pentingnya ekspresi gerak yang bersumber dari dalam diri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang valid dari tempat penelitian dan informan secara langsung (Safarudin, 2. Observasi dilaksanakan pada tanggal 27 Maret dan 5 April 2025 untuk mengamati proses latihan, fasilitas, dan suasana di Hype Dance Crew. Wawancara dilakukan dengan Tarindo (Penerapan A) Volume 13 No. 2, 2025 informan termasuk founder Hype Dance Crew, koreografer, dan penari untuk memahami bagaimana proses penciptaan Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography dengan menggunakan metode penciptaan Alma M. Hawkins Moving From Within Melihat yang berarti mengamati dengan kesadaran baik secara visual maupun Merasakan yaitu mengalami dan mengenali sensasi tubuh dan emosi. Menghayalkan merupakan proses yang memunculkan bentuk gerak yang belum Mengejewantah berarti menghidupkan imajinasi ke dalam tubuh secara Memberi bentuk merupakan tahap akhir atau lebih dikenal komposisi gerak yang menjadi koreografi utuh. ANALISIS DAN INTEPRETASI DATA Analisis data dalam penelitian adalah suatu proses penelitian yang dilakukan setelah semua informasi yang diperlukan telah didapatkan secara valid (Milah, 2. Data yang didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode Moving From Within oleh Alma M. Hawkins, yang menekankan proses kreatif berbasis pengalaman tubuh dan kesadaran Data dianalisis melalui lima tahap utama: melihat, merasakan, menghayalkan, mengejewantah, dan memberi bentuk. Proses analisis dilakukan dengan mengkategorikan data-data reflektif, seperti catatan harian, dokumentasi video latihan, serta hasil eksplorasi gerak ke dalam masing-masing tahap tersebut. Setiap kutipan dan peristiwa kreatif ditelusuri maknanya sesuai dengan kesadaran tubuh, intuisi emosional, dan dinamika gerak yang muncul secara spontan maupun Melalui tahap AumelihatAy, peneliti mengenali momen-momen awal munculnya inspirasi. pada tahap AumerasakanAy, peneliti mengidentifikasi respon tubuh terhadap emosi dan lingkungan. Tahap AumenghayalkanAy dianalisis dari proses visualisasi gerak dan simbol dalam benak koreografer, yang kemudian diwujudkan dalam tahap AumengejewantahAy melalui latihan fisik yang berulang dan mendalam. Akhirnya, data pada tahap Aumemberi bentukAy dianalisis sebagai proses penyusunan gerak menjadi struktur koreografi utuh. Analisis ini memungkinkan pemahaman mendalam tentang bagaimana pengalaman personal dan intuisi tubuh menjelma menjadi karya seni melalui proses kreatif yang reflektif dan somatik. Dalam penciptaan Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography menggunakan metode Alma M. Hawkins yaitu Moving From Within yang terdiri dari tahapan melihat, merasakan, menghayalkan, mengejewantahkan, dan memberi bentuk. Tahap-tahap penciptaan: Melihat Pada tahapan melihat. Lucky terinspirasi dari gerakan-gerakan Hip-Hop yang ditemukan di media sosial YouTube yang kemudian dikembangkan menjadi gerakan baru versi dirinya sendiri. Selain itu, tema bajak laut yang diusung dalam karyanya terinspirasi dari konsep bajak laut dalam film Roman Polanskis. Seperti yang diungkapkan Lucky dalam wawancara . , "Pada awal proses penciptaan dance ini saya sendiri terinspirasi untuk menggunakan tema bajak laut dari sebuah film yang saya tonton yaitu Roman Planskis, dan untuk gerakan, saya sendiri mencoba melihat dan mengamati gerakan-gerakan yang ada di video youtube, namun setelahnya saya rubah gerakan tersebut menjadi versi saya sendiri. "Proses pengamatan gerakan dan pembentukan konsep ini dilakukan Lucky kurang lebih dua hari sebelum ia meyakinkan diri untuk menggunakan tema dan gerakan tersebut. Tarindo (Penerapan A) Volume 13 No. 2, 2025 Merasakan Pada tahap merasakan. Lucky mencoba menempatkan dirinya dalam imajinasi sebagai bajak laut yang berada di tengah laut, sehingga memunculkan ide tentang bagaimana dirinya dan para penari dapat berekspresi dan memerankan para bajak laut dalam bentuk gerak tarian. Proses ini melibatkan pengalaman mendalam yang mencakup emosi, tubuh, dan intuisi untuk mengembangkan gerakan yang ekspresif. Lucky berhasil menerjemahkan perasaan seperti keberanian, kebebasan, dan kekuatan yang identik dengan karakter bajak laut ke dalam koreografi yang Menghayalkan Selanjutnya pada tahap menghayalkan. Lucky berusaha mengingat kembali gerakan-gerakan yang pernah ia ciptakan sebelumnya dan membentuknya menjadi gerakan baru yang sesuai dengan konsep bajak laut. Lucky menyatakan, "Menghayalkan dalam mencari gerakan baru tentunya saya kembali mengingat gerakan-gerakan yang dulu pernah saya gunakan dan saya perbarui sesuai dengan tema, proses ini membuat saya harus berfikir lebih kreatif sehingga menghasilkan gerakan yang bagus" (Wawancara. Lucky: 2. Tahap ini membutuhkan waktu yang tidak singkat karena menuntut seorang koreografer untuk berpikir lebih dalam dan memanfaatkan pengalaman-pengalaman yang dimilikinya untuk menciptakan sebuah tarian yang kohesif dan bermakna. Setelah melalui proses menghayalkan. Mengejewantah Lucky melanjutkan ke tahap mengejewantahkan, di mana ide dan konsep yang telah terbentuk diwujudkan ke dalam gerakan yang utuh. Pada tahap ini Lucky mempraktikkan gerakan-gerakan yang muncul dari konsep yang telah dipikirkan, baik itu gerakan tangan, badan, kaki, maupun ekspresi wajah. Proses ini memerlukan konsentrasi tinggi dalam membentuk gerakan dan mengatur tenaga. Revisi dan penyempurnaan gerakan dilakukan berulang kali untuk memastikan gerakan yang dihasilkan sesuai dengan konsep bajak laut yang ingin disampaikan. Memberi Bentuk Lucky mulai menyusun setiap gerakan yang telah ia pikirkan menjadi sebuah koreografi utuh dengan empat gerak dasar yang dapat dikembangkan. Ia berusaha menyelaraskan gerakan dengan musik yang telah ditentukan dan terus mengeksplorasi gerakan hingga menemukan kombinasi yang tepat, sehingga ide gerak terbentuk secara alami. Lucky juga mengatur pola lantai untuk tujuh penari, menentukan arah hadap, serta merancang aksi dan interaksi antar penari. Revisi dan penyempurnaan terus dilakukan bersama para penari untuk memastikan koreografi yang diciptakan memiliki nilai estetika dan bobot yang sesuai dengan konsep bajak Para penari juga dilibatkan dalam memberikan ide-ide kreatif, sehingga terbentuklah koreografi yang utuh dan layak untuk ditampilkan. Koreografi tersebut kemudian diberi nama "Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography", sesuai dengan konsep bajak laut yang digunakan. Pada tahap memberi bentuk ini. Lucky berhasil menemukan beberapa motif gerak yang terinspirasi dari penari profesional dan pengalaman pribadinya melalui proses amati, tiru, dan modifikasi. Gerakan tersebut kemudian menjadi gerak dasar dan gerak utama yang dikembangkan menjadi rangkaian gerakan dalam koreografi. Terdapat empat motif gerak dasar dalam Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography yang menjadi fondasi dari keseluruhan koreografi. Lucky juga menciptakan variasi Tarindo (Penerapan A) Volume 13 No. 2, 2025 pola lantai yang berfungsi untuk menciptakan keindahan visual dan memperjelas makna tarian. Pola lantai adalah formasi atau susunan posisi penari yang bertujuan untuk menciptakan dinamika dalam pertunjukan. Lucky merancang berbagai macam pola lantai seperti garis lurus, diagonal, horizontal dan kombinasi dari berbagai bentuk lainnya. Pemilihan pola lantai disesuaikan dengan jumlah penari, yaitu tujuh Gambar 1. Pola Lantai Bentuk Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography Tujuh penari membentuk posisi dua baris kiri dan kanan, empat penari berada di barisan kiri dan tiga penari berada di barisan kanan. Penari membentuk tangan seribu dengan gerakan Hip-Hop Arm waving yaitu tangan bergerak seperti gelombang yang mengalir gerakan tangan seribu ini menunjukkan kekuatan dan energi dari penari. Penari membentuk posisi horizontal dengan posisi tangan diangkat ke atas. Pada bagian ini gerakan Hip-Hop Body Wave yaitu gerakan badan bergelombang dan sedikit sentuhan Hit yaitu gerakan badan dengan hentakan setelah bergelombang. Gerakan ini digunakan untuk melambangkan aliran energi dan emosi. Gambar 2. Adegan Pembukaan Posisi enam penari membentuk dua baris dengan masing-masing tiga penari dan satu penari laki-laki berada di depan. Keenam Tarindo (Penerapan A) Volume 13 No. 2, 2025 penari membungkuk dengan posisi kaki ditekuk dan menghadap ke bawah menunjukkan level sedang, sementara satu penari melakukan gerak freestyle. Gerakan freesytle merupakan gerakan spontan dimana penari melakukan gerakan bebas sesuai dengan ketukan musik, gerakan ini menunjukkan kebebasan penari agar lebih bebas dalam bergerak dan berekspresi. Lima penari dengan posisi penari laki-laki di ujung kiri dan kanan menghadap belakang, posisi badan membungkuk dan saling merangkul menunjukkan level sedang, sementara satu penari laki-laki berada di bahu penari laki-laki lain dengan posisi level tinggi. Gerakan Hip-Hop power moves dimana penari diangkat diatas penari lainnya dan footwork merupakan gerakan kaki dengan pola kaki ke depan dan ke belakang. Formasi ini menggambarkan solidaritas dan kerja sama antar bajak laut, dengan satu penari yang berada di level tinggi merepresentasikan pemimpin atau kapten bajak laut. Dua penari perempuan berada di samping kanan dan kiri dengan posisi badan membungkuk dan kaki lurus menunjukkan level sedang. Dua penari laki-laki melakukan koreografi yang sama, sementara satu penari laki-laki di tengah melakukan gerakan freestyle. Formasi ini menciptakan keseimbangan visual dan memberikan kesempatan bagi penari di tengah untuk menunjukkan keahlian Tujuh penari dengan posisi tiga penari membentuk segitiga di sebelah kiri dan tiga penari membentuk segitiga di sebelah kanan, serta satu penari berada di tengah Ketujuh penari mengangkat kaki kiri dan diayunkan ke depan dengan posisi tangan kanan diangkat ke atas dan digenggam menggunakan gabungan teknik hiphop footwork dan power moves. Gerakan serempak ini menciptakan kesan kuat dan menunjukkan kebersamaan para bajak laut dalam menjalankan misi mereka. Pada bagian ini gerakan back spin hip-hop yaitu bagian dari gerakan power moves dengan rotasi punggung menjadi poros sebagai simbol kekuatan dan kendali. Putaran ke belakang mencerminkan siklus energi yang terus bergerak, gerakan ini juga menjadi simbol ketegangan dan klimaks yang menghubungkan transisi ke kontrol kebebasan. Gambar 3. Adegan Inti Tarindo (Penerapan A) Volume 13 No. 2, 2025 Bagian ini menggunakan teknik tubuh hip-hop vibration yaitu gerakan tubuh dengan getaran dari seluruh badan dengan kontraksi otot berulang namun intens yang dapat menciptakan efek visual seperti tubuh yang bergetar karena energi, gerakan ini juga digunakan sesuai dengan bagian dari musik yang beat. Formasi ini menciptakan kesatuan visual dan menunjukkan kekompakan para penari. Ke enam penari dengan posisi level sedang tanpa ada koreografi yang dalam istilah Hip-Hop disebut freeze. Freeze adalah posisi tubuh yang ditahan dan diam untuk menonjolkan keseimbangan tubuh dan kontrol. Gerakan ini mempresentasikan kekuatan keseimbangan dalam diam, dimana gerak berhenti sebagai bentuk Gambar 4. Adegan Penutup Musik Iringan Murik iringan adalah musik yang digunakan untuk mengiringi dan mendukung gerakan tari sehingga menciptakan keselarasan antara irama dan gerak tari (Raharja. Musik iringan yang digunakan dalam Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography merupakan gabungan dari beberapa musik yang diedit menjadi satu kesatuan dengan durasi 4 menit 26 detik. Musik-musik yang digunakan antara lain "Spinnin" oleh Connor Price & Bens, "Plain Jane" oleh A$AP Ferg featuring Nicki Minaj, dan "HUMBLE. (SKRILLEX REMIX)" oleh Skrillex & Kendrick Lamar. Pemilihan musik ini disesuaikan dengan tema bajak laut dan gaya hip-hop yang ingin ditonjolkan dalam Ritme dan tempo musik yang energik mendukung gerakan-gerakan hiphop yang dinamis dan ekspresif. SIMPULAN Penelitian ini menemukan bahwa penerapan metode Moving from Within oleh Alma M. Hawkins dalam proses penciptaan Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography di Hype Dance Crew Kota Pangkalpinang mampu memperdalam ekspresi emosional para penari dan menghasilkan koreografi. Metode ini memfasilitasi proses eksplorasi gerak berdasarkan pengalaman pribadi dan refleksi batin, yang menjadikan setiap gerakan memiliki nilai simbolis dan emosional yang kuat. Selain itu, pendekatan ini meningkatkan kesadaran tubuh dan kreativitas individu, sehingga memperkaya kualitas koreografi secara keseluruhan. Secara praktis, temuan ini menunjukkan bahwa metode Hawkins dapat diterapkan dalam komunitas tari non-akademik untuk meningkatkan kualitas ekspresi dan kedalaman karya tari, tidak hanya terbatas pada genre tari kontemporer, tetapi juga gaya urban seperti hip hop. Implikasi teoritis dari penelitian ini menguatkan bahwa koreografi dapat menjadi ruang penciptaan yang bersifat personal dan reflektif, memperluas perspektif koreografi sebagai media ekspresi subjektif yang melampaui batas-batas gaya. Penelitian ini juga menambah Tarindo (Penerapan A) Volume 13 No. 2, 2025 wacana dalam bidang studi tari mengenai pendekatan somatik dan psikologis dalam penciptaan gerak, membuka peluang untuk pengembangan teori koreografi berbasis pengalaman pribadi dan konteks sosial budaya lokal. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk menerapkan metode Moving from Within pada genre tari yang berbeda atau dalam kelompok usia dan latar belakang budaya yang beragam, guna menguji konsistensi efektivitas metode ini. Penelitian lanjutan juga dapat memperluas pendekatan dengan menambahkan analisis kuantitatif untuk melihat perubahan keterampilan atau emosi secara terukur sebelum dan sesudah proses penciptaan. Selain itu, studi komparatif antara metode Hawkins dan metode penciptaan tari lainnya juga dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan. DAFTAR RUJUKAN Bongga. Kreativitas Penciptaan Tari Hip-Hop di Bridge Dance Aacademy Bandung. Ringkang. Eliza. Penciptaan Tari Berbasiskan Angguk Menggunakan Metode Alma Hawkins. IN LABORATORY JURNAL. Intrantony. Presepi Masyarakat Kei Tentang Hip-Hop Dance di kota Tuai. Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Milah. Analisis Data dalam Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa. Raharja. Musik Iringan Tari Pengembaraan Panji Inukertapati Bermisi Perdamaian dan Toleransi. Jurnal Resital, 13-23. Safarudin. Penelitian Kualitatif. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research. Susanti. Penerapan Metode Alma M. Hawkins dalam Karya Tari Gundah Kancah . Ekspresi Seni. Tumangkeng. KAJIAN PENDEKATAN FENOMONOLOGI: LITERATUR REVIEW. Jurnal Pembangun Ekonomi dan Keuangan Daerah.