Jurnal Elektrika Vol. 18 No. 1 April 2026 P-ISSN 2085-0565 | E-ISSN 2580-8486 ANALISIS UPRATING PENGHANTAR JTM UNTUK PERBAIKAN NILAI DROP VOLTAGE DAN LOSSES PADA PENYULANG KAONAK PT PLN (PERSERO) ULP WAMENA KOTA Aslam Karomi. , dan Agus Adhi Nugroho. Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Islam Sultan Agung Jl. Kaligawe Raya No. Terboyo Kulon. Kec. Genuk. Kota Semarang. Jawa Tengah 50112 e-mail: aslam. karomi@gmail. adhi@unissula. 1, . ABSTRACT This study aims to evaluate the impact of uprating the Kaonak feeder conductor on energy distribution efficiency and voltage The methods used include literature review, documentation, and interviews to collect relevant data. The literature review covers theories of electric power distribution systems, documentation includes electrical data from PT PLN (Perser. UP3 Wamena, and interviews are conducted with related parties to obtain in-depth information regarding the planned configuration of the Kaonak feeder. Data from the calculation of energy distribution efficiency percentage and voltage drop percentage obtained from ETAP simulations are analyzed quantitatively and compared with the medium-voltage network criteria based on SPLN No. 72 of 1987. The results show that the energy distribution efficiency under existing conditions is 97. 34% and the voltage quality is 97. 75%, while after reconfiguration these values increase to 97. 81% and 96. 30%, respectively. This study implies that reconfiguration can improve energy distribution efficiency and voltage quality. Further research is needed to monitor the long-term implementation of the reconfiguration. Keywords: Efficiency. Energy. Voltage. ETAP ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak Uprating Penghantar Penyulang Kaonak terhadap efisiensi penyaluran energi dan kualitas tegangan. Metode yang digunakan meliputi studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara untuk mengumpulkan data yang relevan. Studi pustaka mencakup teori sistem distribusi tenaga listrik, dokumentasi mencakup data kelistrikan dari PT. PLN (Perser. UP3 Wamena, dan wawancara dilakukan dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai rencana konfigurasi Penyulang Kaonak. Data hasil perhitungan persentase efisiensi penyaluran energi dan persentase jatuh tegangan dari simulasi ETAP dianalisis secara kuantitatif dan dibandingkan dengan kriteria jaringan tegangan menengah SPLN No. 72 Tahun 1987. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase efisiensi penyaluran energi pada kondisi existing sebesar 97,34% dan kualitas tegangan sebesar 97,75%, sementara setelah rekonfigurasi meningkat menjadi 97,81% dan 96,30% masing-masing. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa rekonfigurasi dapat meningkatkan efisiensi penyaluran energi dan kualitas tegangan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memantau implementasi rekonfigurasi dalam jangka panjang. Kata Kunci: Efisiensi. Energi. Tegangan. ETAP. PENDAHULUAN ISTRIK adalah komponen terpenting dalam kehidupan manusia modern, hampir semua aktivitas manusia membutuhkan listrik sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa listrik merupakan nyawa bagi kehidupan manusia saat ini. PT PLN (Perser. ULP Wamena Kota memiliki 5 penyulang yang disuplai oleh PLTD Sinagma. Penyulang Kaonak merupakan salah satu penyulang open loop system distribusi 20KV yang di suplai oleh PLTD Sinagma. Penyulang Kaonak sendiri memiliki Panjang penyulang sebesar 76,17 km, juga memiliki hasil pengukuran tegangan ujung sekitar 18,421 kV dengan nilai Drop Voltage 7,90 % dan memiliki nilai Losses 2,66% . Hal itu menunjukan bahwa nilai jatuh tegangan pada penyulang tersebut melebihi nilai standart yang telah ditetapkan yaitu SPLN 72 : 1987 dan SPLN 1:1995 tentang jatuh tegangan yang diijinkan dan ketentuan variasi tegangan pelayanan adalah 5% & -10% dari tegangan serta memenuhi kriteria susut teknis jaringan konfigurasi spindel maksimal 1% dan susut teknis jaringan konfigurasi open loop dan radial maksimal 2,3% . Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu adanya Analisa nilai Dr AuAnalisis Uprating Penghantar JTM Untuk Perbaikan Nilai Drop Voltage Dan Losses Pada Penyulang Kaonak PT PLN (Perser. ULP Wamena KotaAy Penulisan tugas akhir ini menggunakan metode pengumpulan data Drop Voltage dan Losses, pengamatan langsung, dan wawancara dengan pihak terkait di PT PLN (Perser. ULP Wamena Kota, serta menganalisa Drop Voltage dan Losses melalui software Electric Transient and Analysis Program (ETAP) setelah dilakukan uprating penghantar pada Penyulang Kaonak . Referensi penulisan tugas akhir ini ada Jurnal Elektrika Vol. 18 No. 1 2026 P-ISSN 2085-0565 | E-ISSN 2580-8486 Received 8 Feb 2026. Revised 15 Mar 2026. Accepted 5 Apr 2026 DOI 10. 26623/elektrika. beberapa Penelitian yaitu: Jurnal tentang AuANALISA SUSUT DAYA DAN DROP TEGANGAN TERHADAP JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20KV PADA GARDU INDUK PANDEAN LAMPER SEMARANGAy yang disusun oleh Diva Adin Maulana. Dedi Nugroho, . Ir. H Budi Sukoco. jurnal ini membahas analisis susut daya dan drop tegangan terhadap jaringan tegangan menengah 20 kv pada Gardu Induk Pandean Lamper Semarang . Jurnal Tentang AuANALISIS RUGI DAYA DAN JATUH TEGANGAN PADA SISTEM KELISTRIKAN PT PERTAMINA LEDOK UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN SISTEMAy yang disusun oleh Adi Reski Ariangga. Subuh Isnur Hardyudo. Unit Three Kartini. Widi Aribowo. Tahun, 2021 jurnal ini membahas analisis rugi daya dan jatuh tegangan pada system kelistrikan PT Pertamina EP . Jurnal Tentang AuANALISIS PERBAIKAN JATUH TEGANGAN DENGAN UPRATING PENGHANTAR DI NR. 06 MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAPAy yang disusun oleh Yoga Andicka Deavy. Ade Bagas Fakhri. Maharani Putri, jurnal ini membahas perbaikan jatuh tegangan dengan uprating penghantar pada penyulang NR. 06 dengan menggunakan simulasi pada software ETAP . II. METODE PENELITIAN Penyusunan pada penelitian menggunakan metode berikut ini: Studi Literatur Metode yang dilakukan dengan mencari literatur buku perpustakaan, skripsi terdahulu, serta jurnal ilmiah yang dapat dijadikan panduan yang sebelumnya sudah dilakukan tinjauan pustaka sehingga bisa menjadi referensi yang relevan dalam penulisan proyek akhir ini. Konsultasi Konsultasi yang dilakukan dengan cara berdiskusi dengan penanggung jawab pekerjaan, supervisor, dan manager bagian Teknik ULP Wamena Kota mengenai masalah yang diteliti. Flowchart Penelitian Diagram alur dari penelitian yang akan dilakukan diperlihatkan pada gambar 1 berikut ini Gambar 1. Flowchart Penelitian Jurnal Elektrika Vol. 18 No. 1 April 2026 P-ISSN 2085-0565 | E-ISSN 2580-8486 HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Losses Penyulang Konak Esisting TABEL II DATA LOSSES PENYULANG KAONAK Kerugian Finansial Eksisting Penyulang Kaonak Berdasarkan hasil perhitungan Losses Eksisting Penyulang Kaonak maka bisa dihitung nilai losses selama 1 jam dengan rumus berikut : Esusut = P x t . Esusut = 82,44 kW x 1 Jam Esusut = 82,44 kWh Setelah dihitung nilai Energi Listrik dalam 1 jam maka bisa dihitung estimasi kerugiannya dengan perkiraan mayoritas pelanggan pada Penyulang Kaonak masuk dalam kategori golongan R-1/TR 1300 VA dengan Rupiah per kWh sebesar 1. 444,70, dengan persamaan berikut: Kerugian Finansial = Esusut x 24 jam x 30 hari x TDL . = 82,44 x 24 x 30 x 1. = Rp. Dapat disimpulkan kerugian Finansial Eksisting akibat Losses pada Penyulang Kaonak sebesar Rp. IV. SATUAN Berdasarkan hasil perhitungan susut teknis / losses PT PLN (Perser. ULP Wamena Kota Penyulang Kaonak memiliki rugi daya teknis atau losses sekitar 082 MW atau 2,66% Perencanaan Uprating Penghantar pada Software ETAP Untuk merencanakan uprating Penghantar pada ETAP kumpulkan data yang diperlukan seperti data pembebanan trafo dan data penghantar seperti dibawah TABEL i DATA PEMBEBANAN TRAFO Single Line Diagram Penyulang Kaonak Eksisting Berikut gambar 2 merupakan Single Line Diagram dari Penyulang Kaonak. TABEL IV DATA PENGHANTAR PENYULANG KAONAK Gambar 2. Single Line Diagram Penyulang Kaonak Kondisi Drop Voltage Penyulang Kaonak Eksisting TABEL I PERHITUNGAN DROP TEGANGAN NO PENYULANG V KIRIM TEGANGAN UJUNG % DROP TEGANGAN Kaonak 18,421 1,579 7,90 Nayak 19,18 0,820 4,10 Napua 19,212 0,788 3,94 Baliem 19,438 0,562 2,81 Byak 19,52 0,48 2,40 Hasil pengukuran tegangan ujung rendah, menyebabkan nilai Drop Voltage sebesar 7,90 % atau sekitar 18,421 kV dengan tegangan terima sebesar 20 kV. Titik Acuan M1 SINAGMA - M12 JL. SOSIAL M12 JL. SOSIAL WMN090 M12 JL. SOSIAL - LBS SMA 1 LBS SMA 1 - WMN025 WMN025 - WMN009 WMN025 - M12 BNI LAMA M12 BNI LAMA WMN056 M12 BNI LAMA - LBS BNI LBS BNI - M12 JL PATIMURA M12 JL PATIMURA WMN011 WMN011 - M12 JL SUDIRMAN M12 JL SUDIRMAN FCO PATIMURA FCO PATIMURA WMN125 M12 JL PATIMURA M12 ANWARUDDIN PATIMURA M12 ANWARUDDIN PATIMURA - WMN003 Panjang Penghantar Diameter Penampang Jenis Penampang 2,12 0,96 0,18 0,12 0,24 0,03 0,12 0,25 0,086 0,28 0,08 0,44 0,29 aCS aCS Jurnal Elektrika Vol. 18 No. 1 2026 P-ISSN 2085-0565 | E-ISSN 2580-8486 Received 8 Feb 2026. Revised 15 Mar 2026. Accepted 5 Apr 2026 DOI 10. 26623/elektrika. Setelah data terkumpul semua makan konfigurasi data Single Line Diagram Penyulang Kaonak kedalam software ETAP seperti gambar 3. Hasil Simulasi Sistem ETAP Setelah Uprating Penghantar Berdasarkan hasil studi aliran daya penyulang Kaonak kondisi setelah dilakukan Uprating Penghantar menggunakan perangkat lunak ETAP 12. 6, didapatkan hasil gambar 4 dan 5 hasil simulasi dibawah ini dan di uraian seperti tabel berikut. Gambar 4. Hasil simulasi Drop Voltage Gambar 3. Konfigurasi Single Line Diagram Penyulang Kaonak kedalam Software ETAP Tahap perencanaan pada software ETAP dengan melakukan Uprating Penghantar dari yang awalnya penghantar masih menggunakan luas penampang 70 mm2, di naikkan dengan luas penampang 150 mm2. Berikut adalah contoh data penghantar yang diperlukan perbaikan penghantarnya ke 150 mm2. TABEL V DATA PERENCANAAN UPRATING PENGHANTAR Titik Acuan M1 SINAGMA - M12 JL. SOSIAL M12 JL. SOSIAL WMN090 M12 JL. SOSIAL - LBS SMA 1 LBS SMA 1 - WMN025 WMN025 - WMN009 WMN025 - M12 BNI LAMA M12 BNI LAMA WMN056 M12 BNI LAMA - LBS BNI LBS BNI - M12 JL PATIMURA M12 JL PATIMURA WMN011 Panjang Penghantar Luas Penampang Luas Penampang Eksisting . Uprating . Jenis Penampang 2,12 0,96 0,18 0,12 0,24 0,03 0,12 0,25 0,086 aCS Gambar 5. Hasil Simulasi Losses TABEL VI URAIAN HASIL SIMULASI PADA ETAP Uraian Respon sistem Satuan Teg. Pangkal Teg. Nominal Teg. Ujung Penyulang 19,55 Beban 3,323 Losses 0,073 Perhitungan Efisiensi Penyaluran Kondisi Setelah Uprating Berdasarkan hasil simulasi ETAP seperti ditunjukkan tabel di atas bahwa losses atau rugi daya teknis yang terjadi pada sistem adalah sebesar 0,073 MW dari total daya tersalur atau demand sebesar 3,323 MW. Bisa dihitung dengan persamaan berikut: Jurnal Elektrika Vol. 18 No. 1 April 2026 %P = x 100% yayceycoycaycuycc P-ISSN 2085-0565 | E-ISSN 2580-8486 0,073 ycAycO ycu 100% 3,323 ycAycO = 2,19 % Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan persentase rugi daya teknis pada penyulang Kaonak sebesar 2,19 % dari daya tersalur. lalu dapat dihitung persentase efisiensi penyaluran energi penyulang Kaonak pada kondisi setelah uprating menggunakan persamaan (%)=100%-P(%) . (%)=100%-2,19% (%)=97,81% Dari hasil perhitungan diatas didapatkan persentase efisiensi penyaluran energi pada penyulang Kaonak skema rekonfigurasi adalah sebesar 97,81%. Dilihat dari gambar diatas Mengacu pada standar SPLN No 72 Tahun 1987, yang diatur di dalam SPLN No 72 Tahun 1987 yang mengatur desain jaringan tegangan menengah harus memenuhi kriteria rugi daya teknis jaringan konfigurasi open loop dan radial maksimal 2,3% dan efisiensi penyaluran energi sebesar 97,7%. Skema dilakukan uprating memenuhi kriteria rugi daya teknis dan efisiensi penyaluran energi jaringan konfigurasi open loop dan radial dengan efisiensi penyaluran energi sebesar 97,81% atau mengalami peningkatan sebesar 0,47% dari kondisi existing. Analisa Kualitas Tegangan Setelah Uprating Penghantar Untuk Analisa Effisiensi dengan skema rekonfigurasi Uprating Penghantar ditampilkan pada grafik gambar 7 Kualitas Tegangan Setelah Uprating Untuk mencari nilai kualitas tegangan setelah uprating bisa menggunakan persamaan berikut: OIycO = ycOycuycu Oe ycOycu OIycO = 20 ycoycO Oe 19,55 ycoycO OIycO = 0,45 ycoycO Dari perhitungan diatas dapat dihitung persentase selisih tegangan penyulang menggunakan persamaan OIycO %OIycO = ycOyc y 100 % %OIycO = . 0,45 ycoycO y 100 % 20 ycoycO %OIycO = 3,7 % Analisa Efisiensi Penyaluran Energi Setelah Uprating Untuk Analisa Effisiensi dengan skema rekonfigurasi Uprating Penghantar ditampilkan pada grafik gambar 6 Gambar 7. Grafik Perbandingan Kualitas Tegangan Setelah Uprating Dilihat dari gambar diatas diketahui simulasi setelah dilakukan uprating menghasilkan nilai persentase kualitas tegangan yang memenuhi standar SPLN No 72 Tahun 1987 yang mengatur desain jaringan tegangan menengah harus memenuhi kriteria persentase jatuh tegangan dari tegangan nominal saluran distribusi 20 kV konfigurasi open loop dan radial maksimal 5% dan persentase kualitas tegangan sebesar 95%. Kerugian Finansial Setelah Uprating Penghantar Penyulang Kaonak Berdasarkan hasil simulasi Losses Uprating Penyulang Kaonak maka bisa dihitung nilai losses selama 1 jam dengan rumus berikut : Esusut = P x t . Esusut = 73 kW x 1 Jam Esusut = 73 kWh Setelah dihitung nilai Energi Listrik dalam 1 jam maka bisa dihitung estimasi kerugiannya dengan perkiraan mayoritas pelanggan pada Penyulang Kaonak masuk dalam kategori golongan R-1/TR 1300 VA dengan Rupiah per kWh sebesar 1. 444,70, dengan persamaan berikut : Gambar 6. Grafik Perbandingan Effisiensi Energi Setelah Uprating Jurnal Elektrika Vol. 18 No. 1 2026 P-ISSN 2085-0565 | E-ISSN 2580-8486 Received 8 Feb 2026. Revised 15 Mar 2026. Accepted 5 Apr 2026 DOI 10. 26623/elektrika. Kerugian Finansial = Esusut x 24 jam x 30 hari x TDL . = 73 x 24 x 30 x 1. = Rp. Dapat disimpulkan kerugian Finansial Eksisting akibat Losses pada Penyulang Kaonak sebesar Rp. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan dan analisis yang telah penulis lakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai Berdasarkan hasil simulasi ETAP persentase efisiensi penyaluran energi pada kondisi penyulang Kaonak uprating penghantar sebesar 97. mengalami kenaikan sebesar 0,47% dari kondisi penyulang Kaonak Eksisting. Hal ini menunjukan penyulang Kaonak sudah melebihi standar efisiensi penyaluran energi dan pada SPLN No 72 Tahun 1987. Nilai Kualitas tegangan setelah dilakukannya Uprating Penghantar Penyulang Kaonak berdasarkan Simulasi ETAP yaitu sebesar 96,3% dan mengalami kenaikan cukup drastis sebesar 4,2% dari kondisi Penyulang Kaonak Eksisting. Sudah memenuhi standar SPLN No 72 Tahun 1987. Kerugian Finansial estimasi dalam 1 bulan yang diakibatkan oleh Losses setelah dilakukan uprating Penghantar Penyulang Kaonak yang awalnya Rp. 088 menjadi Rp. Hal ini mampu menekan nilai kerugian sebesar Rp. 656 dengan persentase sebesar 11%. Penulis Uprating Penghantar Penyulang Kaonak segera diterapkan karena telah memenuhi standar SPLN No 72 Tahun 1987 dan juga bisa menekan nilai kerugian Finansialnya, dengan catatan menyesuaikan kondisi di lapangan. DAFTAR PUSTAKA