Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar IPAS di Sekolah Dasar Hidayat. I Wayan Lasmawan. I Wayan Kertih. Mahasiswa S3 Pendidikan Dasar. Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja. Indonesia Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja. Indonesia *Coresponding Author: hidayat@student. Dikirim: 10-07-2025. Direvisi: 15-07-2025. Diterima: 20-07-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SDN 31 Dompu. Pendekatan saintifik yang diterapkan mencakup lima tahap, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman mereka terhadap materi IPAS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest one group design, yang melibatkan 15 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, serta observasi terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Skor rata-rata pretest sebelum penerapan pendekatan saintifik adalah 55, sementara skor rata-rata posttest meningkat Selain itu, jumlah siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan Minimal (KKM) juga meningkat dari 27% menjadi 73%. Keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahap pembelajaran berperan besar dalam peningkatan hasil belajar ini. Meskipun demikian, terdapat beberapa siswa yang tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang disebabkan oleh faktor individu. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 31 Dompu. Kata Kunci: pendekatan saintifik. hasil belajar. IPAS Abstract: This study aims to determine the effect of using the scientific approach on the learning outcomes of Science and Social Studies (IPAS) among fifth-grade students at SDN 31 Dompu. The scientific approach implemented in this study includes five stages: observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating, which are intended to enhance student engagement and their understanding of the IPAS material. The method used in this research is an experimental design with a one-group pretest-posttest design, involving 15 students as the sample. Data were collected through pretest and posttest assessments, as well as observations of student activities during the learning process. The results of the study show a significant improvement in students' learning outcomes. The average pretest score before the implementation of the scientific approach was 55, while the average posttest score increased to 78. Additionally, the number of students who met the Minimum Mastery Criteria (KKM) rose from 27% to 73%. Active student engagement in each stage of the learning process played a major role in this improvement. However, a few students did not show significant improvement due to individual factors. Overall, the findings of this study indicate that the scientific approach is effective in enhancing the IPAS learning outcomes of fifth-grade students at SDN 31 Dompu. Keywords: scientific approach. learning outcomes. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hidayat dkk. Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar IPASA PENDAHULUAN Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk pola pikir ilmiah siswa (Noviana et al. , 2. IPAS tidak hanya mengajarkan pengetahuan tentang alam semesta, tetapi juga menumbuhkan sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, kritis, dan logis (Kurniawan et al. , 2. Oleh karena itu, proses pembelajaran IPAS menuntut pendekatan yang tepat agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (Wahyuni et al. , 2. Seiring dengan diterapkannya Kurikulum 2013, pemerintah mendorong guru untuk menggunakan pendekatan saintifik dalam kegiatan belajar mengajar (Puspita, 2. Pendekatan saintifik menekankan pada lima langkah utama, yakni mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan (Nuzalifa, 2. Proses ini diharapkan mampu menumbuhkan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, yang pada akhirnya meningkatkan hasil belajar mereka (Agustiningrum et al. , 2. Namun, kenyataan di lapangan sering kali menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih berlangsung secara konvensional (Novi et al. , 2. Guru cenderung mendominasi kegiatan pembelajaran, sedangkan siswa hanya menerima informasi secara pasif (Julia et al. , 2. Akibatnya, minat belajar siswa rendah dan hasil belajar yang dicapai belum memuaskan (Trianasari et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan di kelas V SDN 31 Dompu, terlihat bahwa sebagian besar guru masih menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas tanpa memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada Proses pembelajaran tidak melibatkan kegiatan praktikum, diskusi kelompok, maupun eksplorasi langsung terhadap fenomena alam. Siswa hanya mencatat dan menghafal materi yang diberikan guru. Observasi tersebut juga menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih tergolong rendah. Siswa jarang mengajukan pertanyaan, enggan berdiskusi, dan kurang antusias saat pelajaran IPAS berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran masih bersifat satu arah, tanpa memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah. Selain itu, hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan bahwa lebih dari 45% siswa memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran IPAS. Siswa kesulitan menjawab soal-soal yang menguji pemahaman konsep, terutama pada materi yang membutuhkan analisis dan penerapan. Ini menjadi indikator bahwa pembelajaran belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui pendekatan saintifik, siswa diajak untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran (Ayu et al. , 2. Mereka dilatih untuk mengamati fenomena, mengajukan pertanyaan kritis, melakukan eksperimen sederhana, serta menyimpulkan dan mengomunikasikan hasilnya (Wahyu et al. , 2. Proses ini dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep IPAS secara lebih mendalam dan kontekstual. Hasil wawancara dengan salah satu guru kelas V di SDN 31 Dompu menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum terbiasa menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan guru mengenai strategi pembelajaran aktif, kurangnya pelatihan, dan keterbatasan fasilitas seperti alat peraga dan laboratorium sederhana di sekolah. Guru juga mengakui bahwa pendekatan saintifik membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang, sehingga beberapa guru lebih memilih metode ceramah agar pembelajaran lebih @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hidayat dkk. Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar IPASA cepat selesai. Padahal, pendekatan saintifik justru memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menantang bagi siswa, sehingga dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mereka. Berdasarkan paparan di atas, terlihat adanya kesenjangan antara pendekatan yang dianjurkan dalam kurikulum dengan praktik pembelajaran yang berlangsung di Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengimplementasikan pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPAS, khususnya di kelas V SDN 31 Dompu, guna meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Penggunaan pendekatan saintifik bukan hanya sekadar kewajiban kurikulum, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif dan berpusat pada siswa. Dengan pendekatan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif yang sangat dibutuhkan dalam era abad 21 (Siregar, 2. Dalam konteks sekolah dasar, pendekatan saintifik harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Kegiatan pembelajaran harus dirancang secara sederhana, menarik, dan menantang agar siswa mampu mengikuti setiap tahap proses saintifik dengan antusias. Hal ini menuntut peran guru sebagai fasilitator yang kreatif dan inovatif dalam menyusun kegiatan belajar. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji pengaruh penggunaan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas V di SDN 31 Dompu. Secara khusus, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar IPAS setelah diterapkannya pendekatan saintifik yang terdiri dari lima tahap, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui pendekatan tersebut dapat berkontribusi terhadap pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Di samping itu, penelitian ini berupaya mengidentifikasi berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat efektivitas penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai efektivitas pendekatan saintifik sebagai alternatif strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SDN 31 Dompu. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest one group design (Rahmi & Alfurqan, 2. Desain ini memungkinkan peneliti untuk memberikan tes kepada siswa sebelum dan setelah penerapan pendekatan saintifik, sehingga dapat dilihat perubahan yang terjadi pada hasil belajar siswa setelah penerapan pendekatan tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 31 Dompu, yang terdiri dari 15 orang siswa. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive, dengan mempertimbangkan bahwa kelas ini sesuai untuk menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPAS. Seluruh siswa dalam kelas ini bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian, dan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hidayat dkk. Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar IPASA karakteristik kelas ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang representatif mengenai pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar IPAS. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu tes hasil belajar dan lembar observasi. Tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda dan soal uraian yang dirancang untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi IPAS yang diajarkan selama periode penelitian. Tes ini diberikan kepada siswa pada dua waktu, yaitu sebelum pembelajaran dimulai . dan setelah pembelajaran dengan pendekatan saintifik . Selain tes, peneliti juga menggunakan lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa selama pembelajaran, khususnya yang berkaitan dengan keterlibatan mereka dalam tahap-tahap pendekatan saintifik, seperti mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Prosedur penelitian dimulai dengan pemberian pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa terhadap materi IPAS yang akan diajarkan. Setelah itu, pembelajaran IPAS dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan saintifik. Pembelajaran tersebut mencakup lima tahap, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, yang bertujuan untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Setelah seluruh tahapan pembelajaran selesai, siswa akan mengikuti posttest untuk mengukur perubahan hasil belajar mereka setelah penerapan pendekatan saintifik. Data yang diperoleh dari tes pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa antara pretest dan posttest. Selain itu, data hasil observasi akan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat keterlibatan siswa dalam setiap tahap pembelajaran dan bagaimana keterlibatan tersebut berhubungan dengan peningkatan hasil belajar Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengaruh pendekatan saintifik dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS di kelas V SDN 31 Dompu. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 31 Dompu setelah penerapan pendekatan saintifik. Berdasarkan data yang diperoleh dari tes pretest dan posttest, dapat dilihat perbedaan yang signifikan dalam skor rata-rata siswa. Skor rata-rata pretest sebelum penerapan pendekatan saintifik adalah 55, sementara skor rata-rata posttest setelah penerapan pendekatan saintifik meningkat menjadi 78. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 23 poin pada skor rata-rata hasil belajar siswa setelah penerapan pendekatan saintifik. Dari 15 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini, sebanyak 12 siswa . %) menunjukkan peningkatan skor yang signifikan pada posttest. Sedangkan 3 siswa . %) mengalami sedikit peningkatan namun masih berada pada kisaran skor yang sama dengan pretest. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berhasil meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPAS setelah diterapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Dalam hal ketuntasan belajar, data menunjukkan bahwa sebelum penerapan pendekatan saintifik, hanya 4 siswa . %) yang mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 75. Namun, setelah penerapan pendekatan saintifik, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 11 siswa . %). Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak siswa @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hidayat dkk. Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar IPASA yang berhasil menguasai materi IPAS setelah mereka belajar dengan pendekatan Prosentase peningkatan nilai siswa juga dapat dilihat dari hasil analisis data pretest dan posttest. Pada pretest, hanya 3 siswa . %) yang memperoleh skor lebih dari 75, sementara pada posttest, 11 siswa . %) berhasil memperoleh skor di atas KKM. Dengan kata lain, ada peningkatan sebesar 53% siswa yang mencapai KKM setelah penerapan pendekatan saintifik. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Selain itu, observasi terhadap keterlibatan siswa selama pembelajaran menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa . %) aktif dalam mengikuti setiap tahap pendekatan saintifik. Siswa terlibat dengan baik dalam tahap mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, yang terlihat dari antusiasme mereka dalam diskusi kelompok dan eksperimen sederhana yang dilakukan selama pelajaran. Aktivitas ini berdampak positif terhadap pemahaman konsep-konsep IPAS yang diajarkan. Dari segi waktu yang diperlukan untuk mencapai pemahaman materi, sebagian besar siswa . %) menunjukkan bahwa mereka lebih cepat memahami konsepkonsep IPAS setelah diterapkannya pendekatan saintifik dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional yang mereka terima sebelumnya. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal posttest rata-rata lebih singkat dibandingkan dengan pretest, menunjukkan bahwa mereka lebih memahami materi dengan pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis eksperimen. Penurunan skor yang terjadi pada 3 siswa . %) yang tidak mengalami peningkatan signifikan dapat dijelaskan oleh faktor-faktor eksternal seperti kondisi kesehatan siswa, gangguan konsentrasi, atau kurangnya partisipasi aktif dalam beberapa kegiatan eksperimen. Meskipun demikian, hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh manfaat yang besar dari penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPAS. Berikut disampaikan dalam bentuk grafik. Gambar 1. Grafik Pemahaman Siswa. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hidayat dkk. Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar IPASA Pembahasan Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang jelas bahwa pendekatan saintifik memiliki dampak positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 31 Dompu. Peningkatan skor rata-rata pretest dan posttest yang signifikan, yaitu sebesar 23 poin, menunjukkan bahwa metode pembelajaran ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Salah satu faktor yang mendukung peningkatan hasil belajar siswa adalah keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahap pendekatan saintifik (Riwan Putri Bintari et al. , 2. Aktivitas yang melibatkan observasi, percakapan, eksperimen, dan diskusi kelompok memungkinkan siswa untuk lebih memahami konsep-konsep IPAS melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini mengutamakan proses belajar yang berbasis pada pemecahan masalah dan eksperimen, yang memberi kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam pembelajaran secara menyeluruh, bukan sekadar menerima informasi dari guru. Peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM) juga menunjukkan keberhasilan pendekatan saintifik dalam meningkatkan kualitas Sebelum penerapan pendekatan saintifik, hanya 27% siswa yang memenuhi KKM, namun setelah penerapan pendekatan saintifik, jumlah tersebut meningkat menjadi 73%. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai materi yang diajarkan. Namun, meskipun mayoritas siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan, terdapat 20% siswa yang tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar bagi sebagian besar siswa, faktor-faktor individu, seperti kondisi psikologis, keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, atau tantangan eksternal lainnya, tetap mempengaruhi hasil belajar mereka (Nugraha et al. , 2. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mempertimbangkan kondisi setiap siswa secara individu. Selain itu, analisis terhadap keterlibatan siswa selama pembelajaran menunjukkan bahwa mayoritas siswa . %) aktif dalam mengikuti setiap tahap pendekatan saintifik. Keterlibatan ini sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar karena siswa belajar melalui pengalaman praktis, bukan hanya teori yang diberikan secara pasif (Umar et al. , 2. Ketika siswa terlibat dalam proses eksperimen dan diskusi, mereka tidak hanya memahami materi secara mendalam, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Salah satu hasil yang menarik dari penelitian ini adalah penurunan waktu yang dibutuhkan siswa untuk menyelesaikan soal posttest dibandingkan dengan pretest. Waktu yang lebih singkat dalam menyelesaikan soal posttest menunjukkan bahwa siswa lebih cepat memahami materi setelah menggunakan pendekatan saintifik (Riwan Putri Bintari et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga membantu siswa menjadi lebih efisien dalam memproses informasi. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua siswa mendapatkan hasil yang sama. Ada beberapa siswa yang mungkin memerlukan lebih banyak dukungan atau pendekatan yang lebih spesifik untuk mencapai pemahaman yang lebih baik (Ilham et al. , 2. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk terus mengevaluasi dan menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa, agar setiap siswa dapat memperoleh @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hidayat dkk. Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar IPASA manfaat maksimal dari pendekatan saintifik. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 31 Dompu secara signifikan. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran, yang pada gilirannya meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan saintifik memiliki pengaruh yang positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 31 Dompu. Penerapan pendekatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS, terbukti dengan peningkatan yang signifikan pada skor pretest dan posttest. Skor rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 23 poin setelah penerapan pendekatan saintifik, menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, pendekatan saintifik tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar secara keseluruhan, tetapi juga pada ketuntasan belajar siswa. Sebelum penerapan pendekatan ini, hanya 27% siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM), namun setelah diterapkan, persentase siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi Ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik membantu siswa dalam menguasai materi IPAS dengan lebih baik. Keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahap pembelajaran yang melibatkan observasi, eksperimen, diskusi, dan refleksi sangat berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar mereka. Aktivitas-aktivitas ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami konsep-konsep IPAS secara langsung melalui pengalaman, yang pada akhirnya mempermudah mereka dalam mengingat dan mengaplikasikan materi yang telah diajarkan. Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan, terdapat 20% siswa yang tidak mengalami peningkatan yang berarti. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi kemampuan belajar mereka, seperti kondisi fisik, emosional, atau tingkat partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih individual untuk mengatasi masalah yang dialami oleh siswa tersebut, agar mereka juga dapat meraih hasil yang optimal. Pentingnya pendekatan saintifik dalam meningkatkan hasil belajar IPAS juga tercermin dari pengamatan terhadap waktu yang dibutuhkan siswa untuk menyelesaikan soal posttest yang lebih singkat dibandingkan pretest. Ini menunjukkan bahwa siswa dapat memproses informasi dengan lebih cepat dan efisien setelah penerapan pendekatan saintifik, yang menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mereka. DAFTAR PUSTAKA