Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 MANAJEMEN STRATEGIK PENGAWASAN ISI SIARAN TELEVISI SWASTASIARAN JARINGANDI BALIOLEH KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH BALI Emma Ratna Sari Moedy. Sos. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta - Denpasar e-mail : emmaratna@gmail. Abstrak. Sebagai salah satu media elektronik, televisi hadir di ruang paling privat dari ke televisi sesungguhnya hidup dari pengiklan. Masyarakat atau khalayak dalam hal ini ditempatkan pada satu posisi sebagai komoditas yang mampu menjaring pengiklan yang dapat memberi pemasukan bagi jalannya roda kehidupan stasiun televisi. hidupan manusia. Televisi hadir di ruang keluarga, bahkan kamar tidur. khalayak berhak menerima tayangan yang berkualitas serta berguna bagi mereka, dan bukan hanya mengutamakan keuntungan para pemilik stasiun televisi. Media selama ini sangat terpengaruh oleh rating sehingga penegakan kode etik sering kali diabaikan. Rating juga menyebabkan keseragaman jenis tontonan di stasiun televisi. Undang-Undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran lahir dari semangat kebebasan berpendapat dan mendapatkan informasi seluas-luasnya bagi Undang-Undang Penyiaran adalah undang-undang yang mengatur tentang prinsip - prinsip penyelenggaraan penyiaran yang berlaku di Indonesia. Hal itu mencakup tentang asas, tujuan, fungsi dan arah penyiaran nasional, mengatur tentang ketentuan Komisi Penyiaran Indonesia, jasa penyiaran. Lembaga Penyiaran Publik. Lembaga Penyiaran Swasta. Lembaga Penyiaran Berlangganan. Lembaga Penyiaran Komunitas. Lembaga Penyiaran Asing, stasiun penyiaran dan jangkauan siaran, serta perizinan dan kegiatan siaran. Asas dalam Undang- Undang Penyiaran ini diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, keberagaman, kemitraan, etika, kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. Kata Kunci : Media elektronik, siaran, asas penyiaran Abstract. As one of the electronic media, television is present in the most private space of television to actually live from advertisers. The public or the public in this case is placed in one position as a commodity that is able to capture advertisers who can provide income for the life of the television human life. Television is present in the family room, even the bedroom. audiences have the right to receive quality shows that are useful for them, and not only give priority to the benefits of television station owners. The media has so far been influenced by ratings so enforcement of the code of conduct is often ignored. Ratings also cause uniformity of type of viewing on television stations. Law No. 32 of 2002 concerning Broadcasting was born from the spirit of freedom of opinion and obtain the widest possible information for the community. The Broadcasting Law is a law governing the principles of broadcasting that apply in Indonesia. This includes the principles, objectives, functions and direction of national broadcasting, regulating the provisions of the Indonesian Broadcasting Commission, broadcasting services. Public Broadcasting Institutions. Private Broadcasting Institutions. Subscribed Broadcasting Institutions. Community Broadcasting Institutions. Foreign Broadcasting Institutions. Broadcasting Stations and broadcast coverage, and licensing and broadcast activities. The principles in the Broadcasting Law are held based on the Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia with the principles of benefits, fair and equitable, legal certainty, security, diversity, partnerships, ethics, independence, freedom, and responsibility. Keywords: Electronic media, broadcast, broadcasting principle Latar Belakang Masalah bertukar informasi, berbagi pengalaman dan berinteraksi secara tidak langsung. Salah satu Dewasa ini kehidupan manusia tidak media yang paling banyak dikonsumsi adalah lepas dari media. Lewat media manusia Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 Sebagai salah satu media elektronik, walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau televisi hadir di ruang paling privat dari secara umum orang akan ingat 85% dari apa kehidupan manusia. Televisi hadir di ruang yang dilihat di televisi setelah 3 jam kemudian keluarga, bahkan kamar tidur. Perbedaan dan 65% setelah 3 hari kemudian. Televisi karakteristik televisi membuatnya dapat membuat penontonnya duduk berjam- jam untuk mengikuti acara yang ditayangkan Menurut Asianwave. Net (Sumartono, 2014:. terdapat (Budi, 2004: . 12 stasiun televisi nasional dan 129 stasiun Tingginya televisi lokal di Indonesia. Data situs Wikipedia khalayak terhadap tayangan televisi membuat menyebutkan sampai saat ini jumlah stasiun televisi nasional menjadi 15 yang terdiri atas 1 memperebutkan khalayak. Dengan keberhasilan televisi publik dan 14 televisi swasta nasional. merebut hati khalayak menyebabkan semakin Gambar 1 Perkembangan Stasiun Televisi di Indonesia banyak porsi pendapatan iklan yang berhasil Dalam stasiunnya, pemilik stasiun televisi melakukan serangkaian cara dan memilih strategi yang pendapatan tadi. Kemudian, isi siaran dijadikan Sumber: https://id. org/wiki/Daftar_stasiun _televisi_di_Indonesia, akses 25 Agustus sarana bagi pemilik media untuk mendapatkan komoditas yang bermakna khalayak yang dapat Pola konsumsi masyarakat terhadap dijual kepada para pengiklan. Misi yang tayangan televisi sangat tinggi. Menurut Dwyer diemban televisi sebagai pemberi ruang dan (Hernawati, 2011: . , sebagai media audio visual, pesan atau informasi televisi masuk ke pendidikan, hiburan, dan lain-lain, dikalahkan dalam jiwa manusia dimasukkan lewat mata kepentingan ekonomi dan politik pemilik dan telinga. 50% dari apa yang mereka lihat dan stasiun televisi. dengar di layar televisi diingat seseorang Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Hakikatnya frekuensi sebagai sarana bukan hanya mengutamakan keuntungan para pemancarluasan siaran televisi adalah milik pemilik stasiun televisi. publik dan sifatnya terbatas. Untuk itu Rating adalah dewa bagi televisi Para Indonesia, yang digunakan sebagai ukuran untuk menilai seberapa banyak tingkat atau frekuensi bertanggung jawab pada ijin siaran persentase suatu acara televisi ditonton oleh yang telah diberikan dan bertanggung jawab pemirsa pada saat ditayangkan. Program sepenuhnya terhadap isi siaran yang disajikan. dengan rating tinggi merupakan produk yang Pendirian televisi swasta lebih banyak laris dijual kepada pengiklan. Banyaknya iklan didorong oleh kepentingan ekonomi politik yang masuk merupakan sumber pendapatan domestik-internasional, daripada inisiatif dari bagi pemilik stasiun televisi. Program dengan publik (Budi, 2004: 8-. Dengan sendirinya rating yang baik akan memiliki umur yang isi . dari televisi tersebut dapat Rating merupakan nilai ukur berdasarkan kuantitas, dan bukan untuk nilai Industri televisi swasta muncul lebih kualitas, dan kemudian dijadikan tolak ukur bagi sebuah program. Walaupun program kepentingan yang bersifat mendasar yaitu dengan kualitas baik dan mengandung nilai pengembangan masyarakat . Sebagai pendidikan yang baik, jika ratingnya rendah entitas bisnis, televisi sesungguhnya hidup dari bisa saja bertahan seumur jagung. Ironisnya Masyarakat atau khalayak dalam hal bahwa lembaga yang mengukur rating di ini ditempatkan pada satu posisi sebagai Indonesia hanya satu, dimonopoli oleh AC komoditas yang mampu menjaring pengiklan Nielsen. Bilamana survey AC Nielson menjadi yang dapat memberi pemasukan bagi jalannya satu-satunya acuan penayangan suatu program, roda kehidupan stasiun televisi. Sejatinya dengan jelas menunjukkan bahwa ada sebuah khalayak berhak menerima tayangan yang monopoli dari perusahaan asing terhadap dunia berkualitas serta berguna bagi mereka, dan pertelevisian Indonesia. ISSN : 2620-5173 Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Media selama ini sangat terpengaruh Undang No 32 tahun 2002 menjadi hal yang oleh rating sehingga penegakan kode etik Rating ISSN : 2620-5173 sulit terwujud. Masalah menyebabkan keseragaman jenis tontonan di televisi swasta Indonesia adalah jelas terlihat stasiun televisi. Tayangan di suatu televisi dalam isi siarannya memiliki keberpihakan yang mendapat rating tinggi, tidak lama frekuensi untuk kepentingan pemilik stasiun membuat tayangan seperti itu. Dampaknya. Belum lagi atas nama efisiensi dan baik langsung maupun tidak langsung adalah efektivitas, televisi Indonesia menyiarkan pada masyarakat. program-program instan yang memiliki konsep Rating yang muncul dan hasilnya stasiun-stasiun dan estetika yang rendah. Televisi dalam hal ini hanya menjalankan fungsinya sebagai media merupakan hasil survey di 10 kota besar Padahal fungsi hiburan televisi Indonesia. ttp://w. net, akses 18 hanyalah fungsi tambahan. Seharusnya televisi Agustus 2. Acuannya hanya terbatas pada menjalankan berbagai macam fungsi sosial, beberapa kota besar di Indonesia sehingga yakni media informasi, pendidikan, kontrol konsekuensinya melahirkan wajah televisi Indonesia seperti saat ini. Indikasi tersebut merupakan tantangan bagi pertelevisian swasta menggambarkan Jakarta atau Jawa (Jakarta Indonesia di tengah kucuran rupiah yang masuk sentris atau Jawa sentri. Padahal penonton lewat pendapatan iklan. Dalam 1 tahun seluruh televisi Indonesia dari Sabang sampai Merauke televisi komersial atau swasta mendapatkan Realitas seperti yang disebutkan di atas harusnya dapat menjadi suguhan buat mereka. pendapatan iklan (Dialog Titik Temu TVRI. Diversity of conten t. eragaman isi siara. yang Media Televisi: antara Idealisme dan Bisnis, 4 Maret 2. Sebuah nilai yang fantastis namun penyiaran seperti yang tertuang dalam Undang- bukan berarti harus mengorbankan publik satu jiwa sebagai pemilik frekuensi. Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Undang-Undang No. 32 tahun 2002 Penyiaran informasi seluas-luasnya bagi masyarakat. Undang-Undang Penyiaran adalah undangundang yang mengatur tentang prinsip-prinsip Proses ISSN : 2620-5173 Penyiaran diselenggarakan dengan integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia. Indonesia penyelenggaraan penyiaran yang berlaku di menempatkan publik sebagai pemilik dan Indonesia. Hal itu mencakup tentang asas, pengendali utama ranah penyiaran. Karena tujuan, fungsi dan arah penyiaran nasional, frekuensi adalah milik publik dan sifatnya mengatur tentang ketentuan Komisi Penyiaran terbatas, maka penggunaannya harus sebesarIndonesia, jasa penyiaran. Lembaga Penyiaran besarnya bagi kepentingan publik. SebesarPublik. Lembaga Penyiaran Swasta. Lembaga besarnya bagi kepentingan publik artinya Penyiaran Berlangganan. Lembaga Penyiaran adalah media penyiaran harus menjalankan Komunitas. Lembaga Penyiaran Asing, stasiun fungsi pelayanan informasi publik yang sehat. penyiaran dan jangkauan siaran, serta perizinan Dasar dari fungsi pelayanan informasi yang dan kegiatan siaran. Asas dalam Undangsehat adalah seperti yang tertuang dalam Undang Penyiaran Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 2002 yaitu Diversity of Content . rinsip Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 keberagaman is. dan Diversity of Ownership dengan asas manfaat, adil dan merata, kepastian . rinsip Kedua hukum, keamanan, keberagaman, kemitraan, prinsip tersebut menjadi landasan bagi setiap etika, kemandirian, kebebasan, dan tanggung Pernyataan tersebut tertuang dalam KPI. Pelayanan Pasal 2 Bab II Undang - Undang Republik berdasarkan prinsip keberagaman isiadalah Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 tentang tersedianya informasi yang beragam bagi Penyiaran. Dalam pasal 3 Bab II Undangpublik, baik berdasarkan jenis program maupun Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun isi program. Sedangkan prinsip keberagaman 2002 tentang Penyiaran disebutkan: Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 merupakan ranah publik harus dikelola oleh kepemilikan media massa yang ada di sebuah badan independen yang bebas dari Indonesia tidak terpusat dan dimonopoli oleh campur tangan pemodal dan kepentingan segelintir orang atau lembaga saja. Prinsip ini juga menjamin iklim persaingan yang sehat KPID dipilih oleh Dewan Perwakilan antara pengelola media massa dalam dunia Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi. penyiaran di Indonesia. Pengelolaan sistem Demikian pula KPID Bali. KPID dibiayai oleh penyiaran yang merupakan ranah publik harus APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daera. dikelola oleh sebuah badan yang bebas dari masing-masing provinsi. Masa jabatan setiap periode Komisioner adalah 3 . tahun dengan batasan 2 . kali masa jabatan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berturut-turut maupun tidak berturut-turut pada berdiri sejak tahun 2002adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang kedudukannya . ttp://w. id/index. php/2012-05-03- setingkat dengan lembaga negara lainnya yang 14-44-06/2012-05-03-14-44-38/profil-kpi, berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan akses 18 Agustus 2. penyiaran di Indonesia, berdasarkan Undang- Adanya Undang-Undang No. 32 tahun Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. KPI terdiri atas Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusa. keberpihakan media pada publik. Masalah dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah seperti yang telah dipaparkan di atas kerap kali (KPID) yang bekerja di wilayah setingkat Provinsi. Wewenang dan lingkup tugas KPI pertelevisian kita. KPI dan KPID termasuk KPID Bali yang merupakan representasi negara diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran belum mampu melindungi publik dari tayangan Publik. Lembaga Penyiaran Swasta, dan yang tidak sehat. Rendahnya kualitas isi media Lembaga Penyiaran Komunitas. Semangatnya dan konsentrasi kepemilikan media pada adalah pengelolaan sistem penyiaran yang segelintir orang merupakan pekerjaan rumah keberadaan KPI KPID Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 bagi KPI dan KPID. Kegagalan undang-undang aduan masyarakat mengenai tayangan televisi penyiaran dalam menjamin penyiaran yang melalui laman Rapotivi. Berikut adalah tabel lebih demokratis karena ketiadaan lembaga jumlah aduan terhadapa siaran televisi pada regulator yang progresif (Rianto, 2012: . kurun waktu Januari-Agustus 2016 yang Sebuah disampaikan masyarakat kepada Rapotivi. komunikasi yang cakupan kerjanya meliputi penelitian, advokasi, dan penerbitan bernama Remotivi memiliki data mengenai jumlah Bulan Agustus 2016 Juli 2016 Juni 2016 Mei 2016 April2016 Maret 2016 Februari 2016 Tabel 1 Jumlah Aduan Masyarakat Jumlah Total Kategori Aduan Kesusilaan & Kesopanan Politik Kesusilaan & Kesopanan Klasifikasi tayangan Kekerasan Klasifikasi tayangan Privasi Eksploitasi Seksual Lainnya Kekerasan Privasi Kesusilaan & Kesopanan Politik Lainnya Privasi Kekerasan Pelecehan Kesusilaan & Kesopanan Eksploitasi Seksual Kekerasan Privasi Pelecehan Lainnya Kesusilaan & Kesopanan Kesusilaan & Kesopanan Jumlah Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Januari 2016 Kekerasan Politik& lainnya Kesusilaan & Kesopanan Kekerasan Politik Privasi Sumber: http://w. org/index. php?r=home/ tabulasi&m=8&y=2016, akses 13 Oktober Pengulangan aduan dari masa ke masa Om Swastyastu Pak Bu saya memang hanya mahasiswa biasa di salah satu universitas swasta saya hanya anak angkatan 90an yg merindukan tayangan yg lebih berkualitas misalnya saja kartun. Saya tidak mengerti kenapa semakin kesini malah semakin banyak sinetron-sinetron tidak jelas yang menurut saya lebih banyak negatifnya Seperti sinetron Anak Jalanan dan masih banyak lagi sinetron atau ftv lainnya . iasanya tayang di SCTV). Tidakkah Bapak atau Ibu menyadari banyak tersebar di sosial media foto-foto anak di bawah umur yang sudah punya gandengan alias pacar?Anda tau kenapa?Karena dari pagi sampai sore yang kebanyakan di tayangkan di televisi hanya sinetron-sinetron dan ftv-ftv dengan latar belakang cinta. Saya sering bertanya-tanya kemana larinya kartun-kartun yg dulu sering kali di tayangkan. Kalau sudah begini siapa yang akan disalahkan kalau makin banyak generasi yang terlihat melenceng dari budaya timur kita? Dan ada lagi sinetron tentang harimau-harimau itu sungguh menurut saya itu hanya sinetron pembodohan masal benar-benar pembodohan animasi yang masih ngambang. Manusia yang tiba-tiba berubah jadi binatang kalau tujuannya untuk memperkenalkan bela diri kenapa tidak dengan acara talk show atau apapun yang dikhususkan untuk bela diri di Indonesia. Sering kali bila ada satu acara di salah satu stasiun televisi yang ratingnya tinggi pasti stasiun tv yang lainnya akan membuat acara seperti itu juga. Selain sinetron ada juga acara Katakan Putus Trans TV ini lagi benarbenar pembodohan sudah jelas terlihat dari cara bicara mereka ini memakai skenario memuakkan yg menurut saya amat sangat Pembawa acaranya itu sebenarnya mau membantu atau memperkeruh suasana. pembawa acara sering kali emosinya malah Lebih baik acara Termehek-Mehek dulu daripada Katakan Putus ini. Sekian pendapat saya sebagai remaja yang benar benar miris melihat perkembangan sinetron di ditunjukkan dengan hasil aduan masyarakat yang masuk lewat laman Rapotivi tentang Anak Jalanan ditayangkan oleh SCTV. Tabel 2 Jumlah Aduan Masyarakat Tentang Program Anak Jalanan Bulan Jumlah Juli 2016 Juni Mei 2016 April2016 Maret 2016 Februari 2016 Januari 2016 ISSN : 2620-5173 Sumber: http://w. org/index. php?r=home/ tabulasi&m=7&y=2016, akses 13 Oktober Masalah yang sama juga menjadi aduan masyarakat Bali melalui KPID Bali. Salah satu aduan tentang sinetron Anak Jalanan juga nampak di situs KPID Bali yang diunggah tanggal 16 Mei 2016 pukul 11:39:37. Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Indonesia. Terimakasih banyak. Om Santih Santih Santih Om. ttp://w. id/index. php/lihat-saran/67/Lebihbaik-banyak-kartun-daripada-sinetron-dengandrama-berlebihan-konflik-tidak-jelas-danminim-hikmah, akses 18 Oktober 2. Banyaknya laporan masyarakat tentang tayangan yang sama Membantu pusat dan daerah, antar wilayah Indonesia. Indonesia Bahkan acara tersebut terus ditayangkan. serta arus informasi yang harmonis antara tidak membuat acara bidang penyiaran yang tertib dan teratur tersebut mendapat sanksi yang sepadan. Mencermati ISSN : 2620-5173 Membangun iklim persaingan usaha di disebutkan di atas maka dibutuhkan manajemen strategik dalam rangka pengawasan isi siaran Mewujudkan program siaran yang sehat, televisi swasta siaran jaringan di Bali oleh cerdas dan berkualitas untuk pembentukan KPID Bali dalam rangka melindungi publik intelektualitas, watak, moral, kemajuan dari siaran yang tidak sehat. bangsa, persatuan dan kesatuan serta Profil KPID Bali KPID Bali pertama kali dibentuk pada nilai-nilai Indonesia tahun 2004, . eriode 2004 Ae 2. dan periode Menetapkan perencanaan dan pengaturan II tahun 2008 Ae 2010 serta periode tahun 2011- serta pengembangan SDM yang menjamin 2013 ditetapkan dengan Keputusan Gubernur profesionalitas penyiaran. Bali Nomor : 1346 / 05 Ae G / HK / 2010. Dalam menjalankan tugasnya KPID Tanggal 27 Desember 2010, tentang Penetapan Bali memiliki fungsi, kewenangan, tugas dan Anggota KPID Periode Tahun 2011 Ae 2013. kewajiban dalam rangka melakukan pengaturan Visi KPID Bali mewujudkan sistim penyiaran yang berkeadilan, bermartabat dan bermanfaat Fungsi bagi terwujudnya Bali Dwipa Jaya. Sedangkan Sebagaimana yang diatur dalam pasal 8 misi KPID Bali adalah: Membangun UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran bahwa KPI dan KPID sebagai wujud peran informasi yang adil, merata dan seimbang serta masyarakat berfungsi untuk mewadahi Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 aspirasi serta mewakili kepentingan masyarakat ISSN : 2620-5173 Ikut membangun iklim persaingan yang sehat akan penyiaran. antarlembaga penyiaran dan industri terkait . Memelihara tatanan informasi nasional yang Wewenang adil, merata, dan seimbang KPI dan KPID memiliki wewenang . Menampung, meneliti, dan menindaklanjuti sebagai berikut: aduan, sanggahan, serta kritik dan apresiasi . Menetapkan standar program siaran . Menyusun pedoman perilaku penyiaran . iusulkan oleh . Menyusun asosiasi/masyarakat penyiaran kepada KPI) . Mengawasi sumber daya manusia yang menjamin profesionalitas di bidang penyiaran pedoman perilaku penyiaran serta standar Sebagaimana fungsi KPID Bali dalam program siaran mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat . Memberikan sanksi terhadap pelanggaran akan penyiaran, maka keanggotaan KPID Bali peraturan dan pedoman perilaku penyiaran terbagi kedalam 3 bidang yaitu: serta standar program siaran . Melakukan koordinasi dan/atau kerjasama Bidang Perijinan dengan pemerintah, lembaga penyiaran, dan Tanggung jawab pada bidang perijinan ini meliputi: Tugas dan Kewajiban Melaksanakan tahapan proses perijinan. Tugas dan kewajiban yang diemban Melaksanakan kegiatan KPID Bali yang KPI meliputi: berkaitan dengan penjaminan kesempatan . Menjamin masyarakat untuk memperoleh masyarakat untuk memproleh informasi informasi yang layak dan benar sesuai dengan yang layak dan benar sesuai dengan hak hak asasi manusia azasi manusia melalui penyiaran. Ikut membantu pengaturan infrastruktur Melaksanakan program dan kegiatan KPID bidang penyiaran Bali yang berkaitan dengan pengaturan infrastruktur penyiaran. Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Melaksanakan ISSN : 2620-5173 Melaksanakan persaingan yang sehat antar lembaga penyiaran dan industri terkait. masyarakat serta pihak internasional. Bidang pengawasan isi siaran Tanggung Melaksanakan perencanaan pengembangan sumber daya manusia yang profesional di pengawasan isi siaran ini meliputi: bidang penyiaran. Melaksanakan penyusunan peraturan dan Berdasarkan Keputusan Gubernur keputusan KPID yang menyangkut isi Nomor 528/05-G/HK/2014, komisioner KPID Bali Periode tahun 2014 -2017 adalah Melaksanakan pengawasan dan penegakan Anak Agung Rai Sahadewa. SH ( Ketu. peraturan KPI/ KPID yang menyangkut isi Made Nurbawa. SE (Wakil Ketua/Bidang Perijina. Melaksanakan I Gst. Agung Ngr. Alit Sumantri. SE. MM, informasi yang adil, merata dan seimbang. Ak (Koordinator/Bidang Perijina. Melaksanakan kegiatan KPID Bali dalam Ni Nyoman Sri Mudani,SH. menampung, meneliti dan menindaklanjuti Koordinator/Bidang Kelembagaa. aduan, sanggahan, kritik dan apresiasi I Nengah Muliarta. Si. Si ( Bidang Kelembagaa. I Wayan Yasa Adnyana. SH. MH Bidang kelembagaan Tanggung (Koordinator/ Bidang Pengawasan Isi Siara. pengawasan isi siaran ini meliputi: Ni Putu Suaryani. ST ( Bidang Pengawasan Melaksanakan penyusunan, pengelolaan dan Isi Siara. pengembangan organisasi KPID. Analisis Faktor Lingkungan KPID Bali Melaksanakan penyusunan peraturan dan Faktor lingkungan yang mempengaruhi KPID Keputusan KPID Bali yang berkaitan Bali, yaitu lingkungan internal yang merupakan dengan organisasi. kondisi di dalam KPID Bali dan lingkungan eksternal yaitu kondisi di luar KPID Bali yang Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 berpengaruh secara langsung maupun tidak KPID Bali. ISSN : 2620-5173 Jumlah SDM bagian monitoring isi siaran Faktor kurang memadai. lingkungan internal mengidentifikasi kekuatan Jumlah SDM bagian monitoring isi dan kelemahan yang dimiliki KPID Bali. siaran sebanyak 12 orang yang melakukan Sedangkan monitoring terhadap isi siaran seluruh televisi menggambarkan kondisi lingkungan di luar dan radio di Bali selama 24 jam, 7 hari KPID Bali, yang dibedakan menjadi peluang Petugas terbagi ke dalam 3 shift yaitu dan ancaman. , sore . dan 1 Lingkungan Internal malam . Jumlah tersebut masih Terdiri atas 2 . hal, yaitu : belum ideal untuk memenuhi tugas monitoring Kekuatan yang dimiliki oleh KPID Bali isi siaran 7 hari 24 jam, sesuai dengan data dari hasil wawancara dengan Bapak I Nyoman Eka Struktur organisasi yang memadai. Putra. Sos. MAP (Kasubag Komunikasi selaku Sejak pertama kali dibentuk pada tahun PPTK Kegiatan Monitoring Pengawasan dan 2004 sesuai Keputusan Gubernur Bali Nomor : Pengendalian Lembaga Penyiaran KPID Bal. 1346 / 05 Ae G / HK / 2010. KPID Bali telah pada tanggal 27 Oktober 2016. memiliki struktur yang memadai yang terbagi 2 Lingkungan Eksternal, terdiri dari : dalam 3 bidang yaitu bidang perizinan, bidang Peluang kelembagaan dan bidang isi siaran, dibantu oleh Tersedianya dana dari APBD. kesekretariatan yang merupakan bagian dari Anggaran KPI berasal dari APBN, dan SKPD yang dibentuk oleh pemerintah Provinsi. anggaran KPID berasal dari APBD. Anggaran Teamwork yang solid. dari APBD tersebut dipergunakan untuk Sebagai sebuah kesatuan kerja KPID operasional dan pembiayaan program-program Bali terdiri dari 7 orang komisioner, 20 orang di KPID Bali. Terkait dengan pengawasan isi pegawai sekretariat dan 12 orang tenaga siaran KPID mengajukan dana revitalisasi monitoring isi siaran. peralatan monitoring televisi dan radio di tahun Kelemahan 2016 sebesar Rp. Pengajuan ini sehubungan dengan Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 monitoring yang telah dipakai sejak tahun 2012 ISSN : 2620-5173 Literasi dengan pemakaian non-stop 24 jam . ota dinas penguatan bagi publik untuk membentengi diri Sekretariat KPID Bali No 090/1133/KPID). dari tayangan-tayangan yang tidak sehat. Dukungan pemerintah melalui kebijakan. Literasi media bagi publik dilakukan kepada Dukungan publik pekerja media dan publik sebagai kebijakan anggaran dan penguatan lembaga pemirsa televisi. Literasi kepada para pekerja melalui perbantuan SDM melalui SKPD media berupa sosialisasi P3SPS agar mereka pemerintah Provinsi untuk ditempatkan di mampu menghasilkan tayangan yang sehat kesekretariatan KPID Bali. sesuai dengan aturan yang berlaku. Literasi Perkembangan teknologi informasi. kepada para pemirsa televisi dilakukan KPID Masyarakat saat ini lekat dengan Pesatnya Bali melalui kerjasama dengan sekolah- sekolah, universitas dan lembaga-lembaga tersebut menjadi peluang sebagai sarana untuk Identifikasi Isu-isu Strategis tanggapan berupa aduan terkait isi siaran Dari hasil analisis SWOT diperoleh televisi melalui website, email, hotline KPID beberapa strategi alternatif yang merupakan Bali. perpaduan antara faktor internal dan faktor Ancaman / Tantangan eksternal organisasi. Minimnya literasi media bagi publik Tabel 3 Analisis SWOT KPID Bali INTERNAL STRENGTS(S) Struktur WEAKNESSES (W) organisasi yang memadai. Jumlah SDM Teamwork yang solid. monitoring isi siaran kurang EKSTERNAL OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) Tersedianya dana dari APBD. Meningkatkan kondisi Dukungan pemerintah melalui Melakukan pelayanan Perkembangan teknologi STRATEGI (WO) Mengembangakan kerja sama dengan universitas negeri atau swasta untuk pengadaan SDM monitoring isi siaran melalui tenaga magang Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (ST) Minimnya literasi media bagi 1. Kerjasama Peningkatan kualitas SDM masyarakat media dan bagian monitoring untuk sosialisasi literasi media melalui sekolahsekolah/ banjar/desa dan sekolah P3SPS gratis Berdasarkan hasil analisis SWOT di media dan untuk sosialisasi literasi media atas dapat diidentifikasi isu-isu strategis yang dihadapi KPID Bali berkaitan dengan upaya sekolah P3SPS gratis. Isu-isu strategis yang diperoleh dari kelemahan dan ancaman (WT) berjaringan di Bali yaituisu strategis yang adalah upaya peningkatan kualitas SDM bagian diperoleh dari kekuatan dan peluang (SO) yaitu melalui peningkatkan kondisi keuangan dan Isu-isu sekolah-sekolah/ banjar/desa dan Tahap berikutnya adalah melakukan evaluasi terhadap semua isu strategis yang telah Tujuannya strategis yang diperoleh dari kelemahan dan mengetahui tingkat strategis dari sebuah isu. peluang (WO) adalah upaya mengembangakan Untuk mengetahui tingkat strategisnya sebuah kerja sama dengan universitas negeri atau isu, maka akan dilakukan tes Litmus terhadap swasta untuk pengadaan SDM monitoring isi masing-masing isu. Tes tersebut dilaksanakan siaran melalui tenaga magang. Isu-isu strategis dengan mengajukan 13 . iga bela. pertanyaan, yang diperoleh dari kekuatan dan ancaman (ST) adalah upaya kerjasama dengan masyarakat Pertanyaan Kapan peluang/tantangan isu anda hadapi Seberapa luas pengaruh isu Seberapa besar biaya yang Tabel 4 Tes Litmus OperasionalStrategik Sekarang Tahun depan Lebih dari 2 Unit atau divisi Beberapa divisi Seluruh 10% kurang dari 25 dari Di atas 25% dari anggaran Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Apakah pilihan isu memerlukan hal berikut : Pengembangan program layanan baru Perubahan signifikan dlm Penyesuaian terhadap Penambahan terhadap fasilitas utama Penambahan tenaga kerja/staf/karyawan Pendekatan terbaik bagi pemecahan isu Tingkat keputusan untuk menangani isu Konsekwensi salah menangani isu Dampak terhadap bidang/ dinas/ instansi lainnya Sensivitas isu thd aspek sosial, politik, ekonomi ISSN : 2620-5173 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Siap Bidang kerja Gangguan Tidak ada Lunak Agak detail Terbuka luas Koordinator Agak kacau Ketua KPID Bali Kacau sekali Ada . -3 bidang/ dinas/ Sedang Lebih dari 4 bidang/ dinas/ Keras Skor untuk jawaban adalah antara 1 sampai 3. Isu yang bersifat Moderat = 14 Ae 26 Penilaian skor adalah sebagai berikut : Isu yang bersifat Staregis = 27 Ae 39 Skor 1 : untuk isu yang bersifat operasional Dari hasil tes litmus tersebut ada isu yang Skor 2 : untuk isu yang cukup strategis/ strategis yaitu isu untuk meningkatkan kondisi keuangan dan isu kerjasama dengan masyarakat Skor 3 : untuk isu yang sangat strategis media dan untuk sosialisasi literasi media Sebelum sekolah-sekolah/ banjar/desa dan dahulu dijumlahkan skor totalnya. Berdasarkan sekolah P3SPS gratis. Ada isu yang cukup hasil perkalian antara jumlah pertanyaan strategis atau bersifat moderat yaitu isu dengan skor jawaban terendah diperoleh nilai melakukan pelayanan dengan memanfaatkan 22 dan untuk jawaban tertinggi diperoleh nilai 35, diterapkan kategorisasi sebagai berikut : Isu yang bersifat Operasional = 1 Ae 13 universitas negeri atau swasta untuk pengadaan Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 SDM monitoring isi siaran melalui tenaga ISSN : 2620-5173 Isu magang dan isu peningkatan kualitas SDM memanfaatkan perkembangan teknologi bagian monitoring. informasi memiliki total nilai 25 berada di Berikut ini akan dijelaskan untuk isu yang quadran 1 pada posisi SO. Perkembangan sifatnya strategis dan isu yang sifatnya cukup teknologi informasi mempercepat dan strategis yaitu sebagai berikut : mendekatkan publik dengan KPID Bali Isu untuk meningkatkan kondisi keuangan terutama dalam hal membantu KPID Bali memiliki total nilai 35 . Isu tersebut merupakan isu yang sangat strategis berada proaktif publik melaporkan isi siaran pada quadran 1 yaitu pada posisi SO televisi swasta. dengan posisi yang menguntungkan karena Isu mengembangakan kerja sama dengan memiliki kekuatan dan peluang yang universitas negeri atau swasta untuk mendorong untuk menangkap peluang pengadaan SDM monitoring isi siaran yang ada. Kondisi keuangan yang semakin melalui tenaga magang dan isu peningkatan baik akan dapat memaksimalkan ruang kualitas SDM bagian monitoring memiliki gerak KPID Bali dalam melaksanakan total nilai masing-masing 22 berada di aktivitasnya dalam rangka pengawasan isi quadran 2 dan 4. Isu ini dalam upaya peningkatan kualitas pengawasan isi siaran Isu kerjasama dengan masyarakat media dan untuk sosialisasi literasi media melalui jumlah tenaga pengawas dan peningkatan sekolah-sekolah/ banjar/desa dan sekolah P3SPS gratis memiliki total nilai 29. Isu P3SPS tersebut merupakan isu yang berada pada pedoman dalam pengawasan isi siaran. quadran 3 yaitu pada posisi ST dengan KESIMPULAN posisi yang memiliki kekuatan dan namun Berdasarkan hasil pembahasan yang merupakan tantangan untuk menjadikan telah disampaikan sebelumnya, maka dapat publik melek media. disimpulkan bahwa : Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Analisis manajemen strategis pengawasan ISSN : 2620-5173 melalui tenaga magang dan isu peningkatan isi siaran televisi swasta siaran berjaringan kualitas SDM bagian monitoring. di Bali oleh KPID Bali melalui analisis Isu kekuatan berupa struktur organisasi yang menunjang pengawasan isi siaran televisi swasta berjaringan di Bali. KPID Bali faktor internal dan eksternal, diperoleh kelemahan berupa jumlah SDM bagian monitoring isi siaran kurang memadai. SARAN peluang berupa tersedianya dana dari Meningkatkan APBD, stakeholders. emerintah, pihak televisi/ kebijakan dan perkembangan teknologi media. LSM, dunia pendidikan, publik/ ancaman atau tantangan berupa minimnya literasi media bagi publik. merealisasikan program KPID Bali untuk Berdasarkan hasil tes litmus untuk menguji menunjang pengawasan isi siaran televisi kestrategisan isu maka diperoleh ada isu yang sangat strategis yaitu isu untuk program yang termasuk dalam isu strategis. Penguatan Bali kerjasama dengan masyarakat media dan meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM untuk sosialisasi literasi media melalui sekolah-sekolah/ banjar/desa dan sekolah P3SPS gratis. Ada 2 isu yang cukup strategis televisi swasta berjaringan di Bali. atau bersifat moderat yaitu isu melakukan Realisasi program melalui lobi-lobi dan komunikasi perkembangan teknologi informasi, isu dengan pihak DPRD Provinsi Bali. Daftar Pustaka