ANALISA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI (D. I) TEPIAN BUAH KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR Pembimbing I : Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari. MT. Pembimbing II : Viva Oktaviani. ST. MT. Kaelisma Anjarwati : 13. Fakultas Teknik. Jurusan Teknik Sipil. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Jl. Ir. Juanda No. Samarinda Ulu. Kalimatan Timur E-mail : kae_dan_lisma@rocketmail. Abstrak Keberadaan Daerah Irigasi Tepian Buah diharapkan mampu memicu dan mendukung roda pertumbuhan ekonomi serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Berau. Untuk mendukung harapan keberadaan Daerah Irigasi tersebut, harusnya didukung oleh system irigasi yang baik dan Penelitian ini dilakukan mengikuti tahapan berikut. perhitungan debit andalan pada daerah irigasi Tepian Buah, . perhitungan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk keperluan irigasi . perhitungan dan penentuan dimensi saluran irigasi yang efisien untuk mengairi daerah irigasi Tepian Buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar debit andalan pada daerah irigasi Tepian Buah yang terbesar terjadi pada bulan oktober sebesar 0,739 m3/det dan dari hasil analisa di dapatkan pola tanam untuk D. I Tepian Buah yaitu pola tanam Padi - Palawija Ae Padi dengan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk padi I adalah 1,782 m3/det, palawija sebesar 0,365 m3/det dan untuk padi II sebesar 1,612 m3/det serta dimensi saluran irigasi D. I Tepian Buah yang terbesar terdapat di saluran primer tepian buah 7 dengan lebar saluran dasar . adalah 1,3 m dan tinggi air adalah 0,650 m dan tinggi total saluran adalah 1,050 m dengan kemiringan saluran sebesar 0,0016307. Kata Kunci : Jaringan Irigasi. Debit Andalan. Pola Tanam Abstract Tepian Buah irrigation system is expected to trigger and to support economic growth for the Berau food self-sustaining. Such condition requires well organized and well maintained irrigation This study has been performed by implementing the following procedure . calculation of dependable flow on the irrigation area of the Tepian Buah, . calculation of maximum water retrieval requirement for irrigation purposes, and . calculation and determination of the dimensions of an efficient irrigation channel to irrigate the irrigation area of the Tepian Buah. The results of analysis showed that the maximum of dependable flow in the irrigation area of the Tepian Buah occurred in October of 0,739 m3/s and from the results of analysis got cropping pattern for D. I Tepian Buah is rice Ae palawija Ae rice with the need for maximum water retrieval for rice I is 1,782 m 3/s, palawija is 0,365 m3/s and for rice II is 1,612 m3/s and the dimensions of irrigation channels of irrigation area of Tepian Buah, the largest there is in primary irrigation channels of Tepian Buah 7 with base channel width . is 1,3 m and high water is 0,650 m dan total channel height is 1,050 m with channel slope is 0,0016307. Keywords: Irrigation network, dependable flow, cropping pattern PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Kebutuhan pangan yang terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk memerlukan upaya peningkatan produksi pangan secara terus menerus dan berkelanjutan. Bidang irigasi sebagai salah satu faktor penting produksi pangan, khususnya beras bagi penduduk Indonesia, menjadi unsur yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Desa Harapan Jaya. Desa Tepian Buah dan Desa Gunung Sari merupakan 3 desa yang terletak di Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau yang memiliki potensi sumber daya air dan potensi lahan pertanian yang belum DI. Tepian Buah memiliki sebuah bendung yang berada di aliran Sungai Lawing yang dibangun pada Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2015 memiliki luas areal baku untuk irigasi seluas 1. 672 HA dan areal irigasi potensial seluas 1. 060,30 HA. Dengan melihat fungsi saluran irigasi yang sangat penting dalam sistem irigasi teknis, maka dalam perencanaannya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan efisien. Perencanaan saluran irigasi menghasilkan suatu perencanaan saluran irigasi yang nantinya apabila dibangun akan berdampak pada pemasokan air diharapkan dapat meningkatkan sektor pertanian dalam hal ketersediaan Salah satu parameter yang terpenting dalam sempurnanya suatu perencanaan jaringan irigasi adalah terpenuhinya kebutuhan air untuk mengairi seluruh area persawahan serta ukuran saluran yang efisien untuk mengairi area persawahan. Masalah sampai atau tidaknya air ke petak-petak sawah dapat diakibatkan karena ukuran saluran yang terlalu sempit atau terlalu lebar yang tidak sesuai dengan ketersedian air pada daerah irigasi Dimensi saluran, kebutuhan air, tata pola tanam serta debit andalan harus dianalisis sedemikian rupa agar dapat mengalirkan air ke petak-petak sawah. 2 Rumusan Masalah Permasalahan yang akan di bahas dalam perhitungan kebutuhan air prehitungan kebutuhan air pada D. Tepian Buah antara lain. Berapakan debit andalan pada daerah irigasi tepian buah ? Berapakan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk keperluan irigasi D. Tepian Buah ? Berapakan dimensi saluran yang diperlukan untuk mengaliri daerah irigasi tepian buah ? 3 Batasan Masalah Dari sejumlah permasalahan yang timbul seperti diatas, maka pada penelitian ini permasalahan yang akan dibahas dibatasi, yaitu : Menghitung debit andalan pada daerah irigasi tepian buah. Menghitung kebutuhan pengambilan air maksimal untuk keperluan irigasi I Tepian Buah. Menghitung dimensi saluran yang diperlukan untuk mengairi seluruh daerah irigasi tepian buah. 4 Maksud dan Tujuan Untuk mengetahui perhitungan pengambilan air maksimal serta mengetahui perhitungan dimensi saluran yang dibutuhkan agar tercapainya pemeratan pola tanam sehingga para petani dapat memperoleh keuntungan. TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian Irigasi Irigasi adalah penambahan kekurangan kadar air tanah secara buatan yakni dengan memberikan air secara sistematis pada tanah yang diolah, kebutuhan air irigasi untuk pertumbuan tergantung pada banyaknya atau tingkat pemakaian atau efisiensi jaringan irigasi yang ada. (Kartasaputra, 1991: . Irigasi adalah memyalurkan air yang perlu untuk pertumbuhan tanaman ke tanah yang diolah dan mendistribusikan tanaman ke tanah yang diolah dan mendistribusikannya secara (Sosrodarsono dan Takeda, 2 Jaringan Irigasi Jaringan irigasi yaitu prasarana irigasi, yang terdiri dari bangunan air dan saluran pemberi air pertanian beserta pelengkapnya. Tabel 2. 1 Klasifikasi Jaringan Irigasi 5 Pola Tanam Untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman, penentuan pola tanam Tabel dibawah ini merupakan contoh pola tanam yang Tabel 2. 2 Pola Tanam 3 Debit Andalan Debit andalah . ependable flo. adalah debit minimum sungai untuk kemungkinan terpenuhi yang sudah ditentukan yang dapat dipakai untuk irigasi, dengan kemungkinan terpenuhi ditetapkan 80% . emungkinan bahwa debit sungai lebih rendah dari debit 20%). (Standar Perencanaan Irigasi KP-01, 1. Dimana: nomor urut jumlah data 4 Kebutuhan Air Irigasi Kebutuhan air irigasi adalah jumlah volume air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan evaporasi, kehilangan air, kebutuhan air untuk tanaman dengan memperhatikan jumlah air yang diperikan oleh alam melalui hujan dan kontribusi air tanah. (Sostrodarsono dan Takeda, 2. Kebutuhan air sawah untuk padi ditentukan oleh faktor-faktor berikut : Penyiapan Lahan Penggunaan Konsumtif Perkolasi dan Rembesan Pergantian Lapisan Air Curah Hujan Efektif 6 Efisiensi Irigasi Dalam praktik irigasi seting terjadi kehilangan air yatu sejumlah air yang diambil untuk keperluan irigasi tetapi dalam kenyataannya bukan digunakan oleh tanaman. Efisiensi di saluran dan bangunan pada saluran primer = 0. Efisiensi di saluran dan bangunan pada saluran sekunder = 0. Efisiensi di saluran dan bangunan pada saluran tersier = 0. 7 Perencanaan Saluran Untuk pengaliran air irigasi, saluran berpenampung trapesium adalah bangunan pembawa yang paling umum dipakai dan ekonomis. Saluran tanah sudah umum dipakai untuk saluran irigasi karena biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan saluran pasangan. (Irigasi dan Bangunan Air, 1. Gambar 2. 1 Saluran Irigasi Menurut buku Pedoman Kriteria Perencanaan Teknis Irigasi, 1980. lebar dasar saluran minimum 30 cm. Tabel 2. 3 Lebar Dasar Saluran Debit yang mengalir di dalam saluran. Dimana: Q = debit air yang mengalir, m3/det A = luas penampang basah saluran, m2 V = kecepatan rata-rata aliran, m/det Tabel 2. 6 Koefisien Kekasaran Dasar Saluran Kemiringan talud adalah perbandingan antara panjang garus vertikal yang melalui puncak saluran dan panjang garis horizontal yang melalui tumit Tabel 2. 4 Kemiringan Talud Tinggi jagaan yaitu jarak vertikal tanggul saluran dengan tinggi muka air saat debit maksimum. 9 Dimensi Saluran Saluran direncanakan sebagai saluran terbuka yang berbentuk Tabel 2. 5 Tinggi Jagaan Q = debit saluran, m3/det = V. 8 Perhitungan Saluran Aliran yang terjadi di dalam saluran dianggap sebagai aliran seragam . niform flo. Dipakai rumus manning: Dimana: V = kecepatan rata-rata aliran, m/det n = nilai koefisien kekasaran Manning R = jari-jari hidrolis, m S = kemiringan saluran METODOLOGI Secara Administrasi Daerah Irigasi Tepian Buah berada di 3 desa yakni. Desa Harapan Jaya. Desa Gunung Sari dan Desa Tepian Buah Kecamatan Segah Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur. Batas wilayah Kecamatan Kaubun adalah sebagai Sebelah Utara : Jalan Poros Labanan Tepian Buah. Sebelah Selatan : Sungai Lawing Sebelah Timur : Jalan Poros Labanan - Tepian Buah. Sebelah Barat : Rencana areal Tepian Buah 2 (Pekerjaan SI Lanjuta. Gambar 3. 1 Peta Lokasi Penelitian kelembapan relatif . , kecepatan angin . , penyinaran matahari (S). Mencari nilai ea Dengan cara menginterpolasi nilai temperatur dengan nilai ea. Nilai ea dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 4. 1 Nilai Tekanan Uap Jenuh . Dalam suatu penelitian perlu adanya suatu desain penelitian yang sesuai dengan variabel-variabel yang terkandung dalam tujuan dan hipotesis penelitian untuk diuji kebenarannya. Mencari nilai ed Gambar 3. 2 Bagan Alir Pekerjaan Mencari nilai f. Mencari nilai f(T) Dengan cara menginterpolasi nilai temperatur dengan nilai f(T). Nilai f(T) dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 4. 2 Nilai f(T) Mencari nilai f. Mencari nilai f. /N) Mencari nilai Rn1 PEMBAHASAN 1 Evapotranspirasi Potensial Perhitungan potensial menggunakan metode Mock dengan rumus empiris dari Persamaan Penmann di bulan Januari tahun 2007 dengan data terukur temperatur (T). Menghitung Ra Dengan cara menginterpolasi nilai garis lintang dengan nilai Ra. Nilai Ra dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 4. 3 Nilai Ra Menghitung Rs Tabel 4. 5 Nilai W Menghitung Rn Menghitung Eto Menghitung Rns Menghitung Usiang Perhitungan nilai Eto pada bulan berikutnya dapat dilihat di tabel 12. Tabel 4. 6 Nilai Eto Menghitung C Dengan cara menginterpolasi nilai kelembaban dengan nilai C. Nilai C dapat dilihat pada tabel 10. Tabel 4. 4 Nilai C 2 Evapotranspirasi Aktual Dari hasil perhitungan didapat nilai evapotranspirasi aktual di peroleh hasil debit aliran sungai dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2016 sebagai Tabel 4. 7 Nilai Evapotranspirasi Aktual Pada Tahun 2007 Menghitung W Dengan cara menginterpolasi nilai temperatur dan evelasi dengan nilai W. Nilai W dapat dilihat pada tabel 11. Tabel 4. 8 Nilai Evapotranspirasi Aktual Pada Tahun 2016 5 Meneghitung Curah Hujan Andalan dan Curah Hujan Efektif Curah hujan efektif ditentukan besarnya R80 yang merupakan curah hujan yang besarnya dapat dilampaui sebanyak 80% atau dengan kata lain dilampauinya 8 kali kejadian dari 10 kali Perhitungan curah hujan andalan dan efektif sebagai berikut : Tabel 4. 12 Curah Hujan Andalan 3 Menetukan Debit Andalan Setelah di urutkan dari yang terkecil didapat nilai debit andalan (Q. sebagai berikut : Tabel 4. 9 Rekapitulasi Debit Andalan Tabel 4. 10 Penentuan Debit Andalan Curah hujan efektif untuk padi sebesar 70% dan untuk palawija sebesar 50%. Tabel 4. 13 Curah Hujan Efektif 4 Menghitung Penyiapan Lahan Untuk perhitungan kebutuhan irigasi selama penyiapan lahan, digunakan metode yang dikembangkan oleh Van de Goor dan Zijlsha . Di gunakan tengah bulanan. Tabel 4. 11 Penyiapan Lahan 5 Pola Tanam Pola tanam yang ditentukan adalah padi- palawija-padi. Pola tanam memperhatikan kebiasaan turunnya hujan dan ketersediaan air di sungai. Kondisi mempengaruhi pola tanam rencana, matahari, kecepatan angin dan suhu. Tabel 4. 14 Pola Tanam Diambil pola tanam padi-palawija-padi alternatif 5 karena jumlah maksimum luas areal yang dapat diairi yang terbesar yaitu 2062,05 m2. 6 Luas Areal Untuk mengetahui berapa hektar luas areal sawah yang dapat diairi. Menentukan Nilai Koefisien Kekasaran Dasar Saluran Diambil n adalah 0. 015 karena saluran dengan pelindung beton. Menentukan Perbandingan B/h Diambil B/h adalah 1 karena nilai debit 077 m3/dt kurang dari 0. m3/det. Menentukan Kemiringan Talud . Diambil m adalah 1 karena karena nilai debit saluran 0. 077 m3/dt kurang dari 1. m3/det. Menentukan Kecepatan Aliran (Vstanda. Dapat dilihat tabel 4. 16 dari nilai debitrencana di dapat kecepatan aliran standar dengan cara menginterpolasi. Tabel 4. 16 Kecepatan Aliran Standar Tabel 4. 15 Luas Areal Menghitung Luas Penampang Basah Saluran (A) Menghitung Tinggi Air . 7 Dimensi Saluran Luas areal sawah yang pada saluran primer Tepian Buan 1 Kanan adalah 8 HA Jumlah Debit Maksimum Dibagi Efisiensi Irigasi = 3. 390 : 0. = 5. 215 m3/dt Menghitung Debit Rencana = DR x A = 5. 215 x . 8 x 1. = 0. 077 m3/dt Ao Menghitung Lebar Dasar Saluran . B=h B = 0. Karena dalam pelaksanaan lebar dasar saluran harus dibulatkan menjadi kelipatan 5 cm agar mudah dalam Bdesain = 0. hdesain = 0. Menghitung (Adesai. Luas Penampang Menghitung (Vdesai. Kecepatan Tabel 4. 17 Perhitungan Dimensi Saluran Aliran Menghitung Keliling Basah (P) Menghitung Jari-Jari Hidrolis (R) Menghitung Kemiringan Saluran (S) Menentukan Tinggi Jagaan . Diambil tinggi jagaan adalah 0. karena nilai debit rencana yaitu 0. lt/dt kurang dari 0. 3 lt/dt. Menghitung Tinggi Saluran (H) H = hdesain fb H = 0. H = 0. Menentukan Lebar Tanggul (W. Diambil lebar tanggul sebesar 3 m karena adanya jalan inspeksi. Perhitungan dimensi saluran pembuang sama dengan perhitungan dimensi saluran irigasi. Tabel 4. 18 Perhitungan Dimensi Saluran Pembuang PENUTUP 1 Kesimpulan Setelah penyusunan tugas akhir yang berjudul AuAnalisa Jaringan Irigasi Pada DI. Tepian Buah Kabupaten Berau Kalimantan TimurAy ini, maka dapat kami simpulkan sebagai berikut: Debit andalan (Q. pada DI. Tepian Buah maksimum adalah 0,739 m3/det yang terjadi pada bulan oktober. Ditentukan untuk pola tanam adalah Padi-Palawija-Padi dengan kebutuhan pengambilan air maksimum untuk untuk padi I sebesar 1,782 m3/det, palawija adalah 0,365 m3/det, dan padi II adalah 1,612 m3/det. Diambil alternatif 5 karena jumlah maksimum luas areal yang dapat diairi yang terbesar yaitu 2062,05 m2. Dimensi saluran irigasi terbesar pada I Tepian Buah adalah pada saluran primer tepian buah 7 dengan ukuran lebar dasar saluran . adalah 1,3 m dan tinggi air sebesar 0,650 m sehingga tinggi total saluran adalah sebesar 1,050 m dengan kemiringan saluran sebesar 0,0016307. Untuk di saluran pembuang yang terbesar adalah saluran pembuang primer dengan ukuran lebar dasar saluran . adalah 0,650 m, dengan tinggi air yaitu 0,950 m dan tinggi total saluran yaitu 1,050 m dengan kemiringan saluran sebesar 0,0002432. 2 Saran Pada saat menentukan pola tanam sebaiknya untuk padi di pilih bulan yang intensitas hujannya tidak terlalu tinggi karena jika padi ditanam pada saat intensitas hujannya tinggi akan menyebabkan banjir disawah dan padi tidak dapat tumbuh. Untuk mendimensi saluran irigasi sebaiknya dihitung secara efisien agar dimensi saluran irigasi tidak terlalu besar ataupun tidak terlalu sempit sesuai dengan ukuran standar yang didapat pada perhitungan dimensi saluran irigasi. Sebaiknya untuk ukuran saluran irigasi dibuat typical atau sama agar mempermudah pada saat pengerjaan. Jaringan Irigasi Terhadap Kebutuhan Air Pada Tanaman Padi. Riau: Jurnal Teknik Sipil Universitas Pasir Pengairan. Ahmad Wahyudi. Nadjadji Anwar, dan Edijatno. Studi Optimasi Pola Tanam pada Daerah Irigasi Warujayeng Kertosono Program Linier. Surabaya: Jurnal Teknik Potmits Vol. 3 No. Anton Priyonugroho. Analisis Kebutuhan Air Irigasi. Palembang: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan VO. No. Dina Septyana. Dhemi Harlan dan Winskayati. Model Optimasi Pola Tanam untuk Meningkatkan Keuntungan Hasil Pertanian Program Linier. Bandung: Jurnal Teknik Sipil. Vol. 23 No. Direktorat Jenderal Pengairan. Standar Perencanaan Irigasi : Kriteria Perencanaan Bagian Jaringan Irigasi KP. CV. Galang Persada. Bandung Nathasia Eunike Langoy. Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi Daerah Irigasi Tababo. Laporan Akhir Politenik Negeri Manado. Purwanto dan Jazaul Ikhsan. Analisis Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Bendung Mricani. Yogyakarta: Jurnal Ilmiah Semesta Teknika. Vol. 9 No. 1, 206: 83-93. Prof. Ir. Sidharta S. Irigasi dan Bangunan Air. Penerbit Gunadarma. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA