921 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 FAKTOR PENARIK ( PULL FACTOR) DAN PENDORONG ( PUSH FACTOR) WISATAWAN KE DESA WISATA SASAK ENDE LOMBOK TENGAH Adi Purna Irawan1. I Ketut Bagiastra2. Indrapati3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1adiirawan@gmail. com 2bagiastraktut@gmail. com & 3indrapati29@gmail. Article History: Received: 19-08-2025 Revised: 20-09-2025 Accepted: 23-09-2025 Keywords: Pengembangan,Sarana. Prasarana,Objek Wisata Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi dengan berbagai permasalahan terkait dengan Sarana dan Prasarana. Penelitian ini terdiri beberapa indikator, seperti toilet, ruang ganti pakaian, gazebo serta rumah makan yang belum di maksimal. Selain itu, jalan masuk ke Pantai Impos yang masih dalam kondisi rusak belum Paska gempa tahun 2018 kemarin,sejauh ini kondisi dari sarana dan prsarana kawasan wisata pantai impos banyak yang mengalami kerusakan dan beberapa dintaranya masih terlihat kurang terawat dan juga lahan parkir yang kurang luas, ketika musim rame para pengunjung memakirkan mobil atau motor nya di kebun warga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana di Daya Tarik Wisata Pantai Impos, mengetahui gambaran strategi EFAS dan IFAS dan mendeskripsikan faktor eksternal dan internal SWOT di Daya Tarik Wisata Pantai Impos dengan menggunakan matrik SWOT. Jenis penelitian merupakan deskriptif dengan data kualitatif dan metode survei. Teknik pemilihan informan yang digunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara dan analisisSWOT. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini keseluruhan menunjukkan bahwa sarana . eperti toilet, ruang ganti pakaian, penginapan yang belum tersedia serta restoran yang belum di maksima. dan Prasarana (Jala. berpotensi untuk dikembangkan di Daya Tarik Wisata Pantai Impos Kabupaten Lombok Utara dilihat dari kekuatan dan peluang yaitu masih adanya lahan kosong, pemandagan yang asri selama perjalanan ke Daya Tarik Wisata Pantai impos. Meskipun ada kelemahan dan ancaman yang terjadi seperti biaya yang cukup besar untuk dikembangkanan dan ancaman seperti kehilangan dan kerusakan pada kendaraan pengunjung. Sarana dan Prsarana bisa untuk dikembangkan jika Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara dapat bekerja a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 sama dengan baik bersama masyarakat sekitar daya tarik wisata dan juga Daya Tarik Wisata Pantai impos. PENDAHULUAN Pantai impos merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Dusun Karang Anyar. Desa Medana. Kecamatan Tanjung. Kabupaten Lombok Utara. NTB. Pantai Impos semakin menarik perhatian wisatawan karena memiliki berbagai macam daya tarik dan juga wisata kuliner yang sangat menggiurkan. Pemandangan Laut dengan ombak yang tenang dan hamparan Pasir putih serta kesejukan alam hingga menikmati panorama matahari tenggelam . membuat pengunjung menjadi merasa betah untuk berlama-lama di Pantai Impos. Selain itu kawasan wisata Pantai Impos juga memiliki beberapa spot foto dan atraksi wisata yang menarik seperti jembatan pelangi, ayunan kayu, bermain kano dan live musik. Untuk menuju ke pantai Impos sangat mudah karena hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dari kota Mataram yang merupakan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai Impos dikelola oleh kelompok sadar wisata . yang bernama AuPokdarwis Sejahtera Pantai ImposAy sejak tahun 2017. Untuk tahun pertamanya Pantai Impos berhasil menarik perhatian pengunjung sekitar 600. 000 dengan pendapatan kurang lebih 1. pokdarwis sejahtera Pantai Impo. Sekitar pertengahan tahun 2021 pokdarwis Pantai Impos bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Lombok Utara untuk memungut biaya retribusi dengan ketentuan untuk orang dewasa 2 (Du. ribu, anak-anak 1 . ribu serta biaya parkir Rp 2. untuk kendaraan roda 2 (Du. dan Rp. 5000 untuk kendaraan roda 4 (Empa. Pengelolaan sarana dan prasarana pariwisata yang ada di kawasan wisata Pantai Impos perlu dibenahi, hal ini dimaksudkan sebagai usaha untuk meningkatkannya kawasan yang representatif dengan mengangkat potensi yang ada dikawasan tersebut. Permasalahan yang ada saat ini adalah kondisi fisik kawasan wisata Pantai Impos sekarang ini masih jauh dari harapan, dimana sarana penginapan yang belum tersedia serta warung yang belum di maksimal. Selain itu, jalan masuk ke Pantai Impos yang masih dalam kondisi rusak belum teraspal. Paska gempa tahun 2018 kemarin sejauh ini kondisi dari sarana dan prsarana kawasan wisata pantai impos banyak yang mengalami kerusakan dan beberapa dintaranya masih terlihat kurang terawat dan kotor. Berdasarkan permasalahan di atas maka perlu dilakukan penelitian tentang AuPengembangan Sarana dan Prasarana Di Objek Wisata Pantai Impos Desa MedanaAy. LANDASAN TEORI Sarana Sarana wisata merupakan keseluruhan kawasan tujuan wisata yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan wisatawan agar dapat menikmati liburannya. Pengembangan sarana wisata di daerah tujuan wisata atau objek wisata tertentu harus disesuaikan secara kuantitatif dan kualitatif dengan kebutuhan wisatawan. Fasilitas wisata kuantitatif mengacu kepada kuantitas fasilitas wisata yang perlu dipersiapkan, sedangkan fasilitas wisata kualitatif mengacu pada mutu pelayanan terhadap wisatawan yang berkunjung pada suatu objek wisata. Menurut Lothar A. Kreck dalam (Yoet. , sarana wisata dibedakan dalam beberapa kategori, yaitu: Sarana Pokok Pariwisata (Main Tourism Superstructur. Sarana pokok pariwisata merupakan industri atau perusahaan yang kehidupan dan penghidupannya amat bergantung pada keberadaan wisatawan, seperti agen perjalanan dan tour operator, berbagai perusahaan angkutan wisata, hotel dan jenis akomodasi lainnya, a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 restoran dan bar, serta objek wisata dan tempat wisata lainnya. Nyoman S. Pendit menyebut sarana pokok pariwisata sebagai "perusahaan utama langsung" yang dibagi lagi menjadi objek sentra dan subjek sentra. Objek sentra, meliputi perusahaan industri atau akomodasi, perusahaan angkutan atau transportasi, tempat peristirahatan khusus bagi pengunjung yang sakit dan kliniknya, toko cinderamata, perusahaan manufaktur . arang kerajinan atau barang sen. , badan usaha yang menyediakan entertainment dan menyediakan pemandu dan penerjemah, serta agen promosi . Subjek sentra, seperti industri atau perusahaan penerbit pariwisata yang bertujuan untuk memajukan promosi pariwisata secara umum atau khusus, dan kantor yang membiayai pariwisata (Travel Bank. Travel Credit. Social Tourism, dan Youth Trave. , asuransi pariwisata . eperti sakit, kecelakaan, dan biaya rumah sakit saat bepergia. Sarana Pelengkap Pariwisata (Supplementing Tourism Superstructure. Sarana pelengkap pariwisata merupakan industri, perusahaan, atau lokasi yang mempersiapkan sarana rekreasi dengan tujuan bukan sekedar memenuhi sarana pokok pariwisata, tapi juga menarik wisatawan agar menetap lebih lama di suatu kawasan objek wisata. Kategori ini mencakup lapangan bola, kolam renang, tempat berburu, berlayar, dan selancar. Nyoman S. Pendit menyebut sarana pelengkap pariwisata sebagai Auperusahaan wisata sekunderAy karena tidak hanya mengandalkan keberadaan wisatawan dan juga diperuntukkan bagi masyarakat lokal yang membutuhkannya. Berikut ini adalah contoh usaha atau perusahaan wisata . Perusahaan yang memproduksi kendaraan khusus wisatawan seperti kapal, mobil, bus atau angkutan khusus wisaawan . Butik pakaian, toko perhiasan, toko perlengkapan, dan bisnis foto . Laundry, salon . , dan salon kosmetik, serta lainnya. Sarana Penunjang Pariwisata (Supporting Tourism Superstructure. Sarana penunjang pariwisata merupakan industri atau perusahaan yang mendukung sarana baik pokok maupun Fasilitas pendukung pariwisata tidak hanya berperan dalam mendorong wisatawan agar menetap lebih lama di suatu kawasan objek wisata, akan tetapi berperan penting dalam mendorong wisatawan untuk membelanjakan sebagian atau seluruh ditempat yang mereka Kategori ini mencakup antara lain klub malam, pemandian uap, kasino, dan hiburan. Prasarana Prasarana wisata merujuk pada fasilitas fisik dan infrastruktur yang dibangun atau disediakan untuk mendukung dan memfasilitasi kegiatan pariwisata. Prasarana ini mencakup berbagai elemen seperti transportasi, akomodasi, sarana rekreasi, dan fasilitas pendukung lain yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan wisatawan. Oleh sebab itu, prasarana pariwisata memiliki nilai yang besar untuk tujuan wisata. Berikut beberapa kategori dalam prasarana, yaitu: Aksesibilitas Aksesibilitas adalah aspek krusial pada proses perjalanan, merujuk pada kemudahan mengakses suatu destinasi wisata berdasarkan faktor seperti kondisi jalan dan waktu tempuh. Utilitas Termasuk di antara utilitas ialah listrik, toilet, dan mushollah. Jaringan pelayanan Jaringan pelayanan terdiri dari pelayanan kesehatan seperti pos kesehatan dan perbekalan pertolongan pertama. Keamanan, berupa pos pemeriksaan keamanan, petugas keamanan, dan tindakan lain yang dapat menjauhkan pengunjung dari aktivitas terlarang dan bahaya di kawasan wisata. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Prasarana wisata dapat berasal dari berbagai sumber, yaitu: Pemerintah Pemerintah mempunyai peran penting untuk membangun dan mengelola prasarana wisata. Mereka dapat membangun jalan dan jembatan untuk mempermudah akses ke destinasi wisata, membangun bandara atau pelabuhan untuk melayani transportasi udara atau laut, serta mengelola taman nasional, taman rekreasi, dan tempat wisata lainnya. Swasta Sebagai sektor yang berperan aktif dalam industri pariwisata, sektor swasta juga berkontribusi dalam membangun prasarana wisata. Mereka dapat berinvestasi dalam pembangunan hotel, vila, atau resort untuk akomodasi wisatawan. Selain itu, mereka juga dapat membangun tempat rekreasi seperti taman bermain, kolam renang, atau fasilitas olahraga untuk memenuhi kebutuhan hiburan wisatawan. Masyarakat lokal Masyarakat lokal juga dapat berperan dalam menyediakan prasarana wisata. Mereka dapat menyewakan penginapan rumahan, mendirikan warung makan atau kedai untuk melayani makanan dan minuman, serta memberikan layanan transportasi lokal seperti ojek atau jasa pemandu wisata. Organisasi non-pemerintah Organisasi non-pemerintah, seperti yayasan lingkungan atau lembaga konservasi, dapat berkontribusi dalam membangun dan menjaga prasarana wisata yang berkelanjutan. Mereka dapat terlibat dalam proyek restorasi alam, pengelolaan kawasan konservasi, atau pengembangan destinasi wisata berkelanjutan. Penting untuk mencatat bahwa pengembangan prasarana wisata harus dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, kebutuhan masyarakat lokal, dan perlindungan budaya serta warisan alam. Kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat lokal, dan organisasi nonpemerintah sangat penting untuk mencapai pengembangan prasarana wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif dengan data kualitatif menggunakan metode survey. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variable mandiri, baik hanya pada satu variabelatau lebih tanpamembuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabellainnya . ariabelmandiri adalah variabelyang berdiri sendiri, bukan variabelindependen, karena kalau variable independen selalu dipasangkan dengan variable depende. (Sugiyono, 2. Penelitian ini dilakukan di objek wisata pantai impos. Variabel dalam penelitian ini yakni Sarana dan Prasarana yang terdiri dari indikator Sarana . eperti toilet, ruang ganti pakaian, penginapan yang belum tersedia serta restoran yang belum di maksima. dan Prasarana (Jala. Informan dalam penelitian ini yakni Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Pasaman. Pengelolaan objek wisata pantai impos. Masyarakat dan Pengunjung di Daya Tarik Objek Wisata pantai impos. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan beberapa pertimbangan yakni orang yang telah berkunjung ke Daya Tarik Wisata Puncak Tonang lebih dari 1 kali. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Observasi. Wawancara dan Dokumentasi, penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang meliputi tiga alur kegiatan yakni reduksi data, peyajian data dan pengambilan kesimpulan dan analisis SWOT. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Kabupaten Lombok Utara memiliki pulau-pulau kecil yang berada di perairan laut yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Lombok Utara. Pulau-pulau kecil tersebut berjumlah 3 yang diantaranya adalah. Gili Air. Gili Meno. Gili Trawangan. Ketiga pulau kecil diatas merupakan destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Berbicara mengenai pariwisata. Kabupaten Lombok Utara meskipun masih terbilang sebagai Kabupaten yang paling muda, namun juga tidak kalah dengan Kabupaten dan Kota lainnya. Selain tiga Gili yang menjadi tujuan utama bagi para wisatawan baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara wisata pantai lainnya yang juga tidak kalah menarik yaitu Pantai Impos. Pantai Impos atau kadang disebut Sunset Beach, berlokasi di Tanjung. Ibu Kota Kabupaten Lombok Utara. Pantai yang satu ini menawarkan pengalaman alternatif berwisata untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, teman, dan sahabat. Sebelum terkenal seperti sekarang pantai ini dahulunya adalah tempat galangan kapal. Kemudian pada tahun 1980-an, para serikat pekerja yang tergabung di sana membentuk nama kelompok mereka Hipos, seiring berkembangnya waktu nama Hipos itu mengalami perubahan ejaan pelafalan menjadi Impos. Pantai Impos tidak terlepas dari terkenalnya Pantai Karang Atas yang merupakan tetangga dari Pantai Impos, karena lokasi Pantai Impos lebih ke arah barat sehingga memiliki pemandangan sunset yang indah sekaligus mudah dinikmati dan lebih strategis dari jalan utama Dengan inisiasi dari sekelompok orang pada tahun 2015 Pantai Impos ini resmi dibuka, dan mulai menarik minat masyarakat umum untuk berkunjung sebagai destinasi wisata pilihan Melihat antusias masyarakat yang cukup tinggi untuk berkunjung terutama di akhir pekan, menumbuhkan kesadaran masyarakat setempat untuk mengelola Pantai Impos. Masyarakat sekitar pantai yang tergabung dalam Pokdarwis AuSejahteraAy Desa Medana dan para serikat pedagang Pantai Impos melakukan kolaborasi dengan pemerintah desa dan pemerintah kabupaten untuk pengembangan dan mengelola Pantai Impos. Berdasakan hasil penelitian yang penulis lakukan di daya tarik wisata Pantai Impos menyajikan hasil analisis SWOT Sarana dan prasarana di daya tarik wisata Pantai Impos sebagai Sarana Toilet Eo Kekuatan (Strengh. Tersedianya lahan Sarana yang sangat dibutuhkan di daya tarik wisata Eo Kelemahan (Weakne. Anggaran yang terbatas Penegelola harus tetap memperhatikan sarana toilet agar bisa terawat Sumber air yang susah di dapatkan Lokasi toilet yang cukup jauh untuk pengunjng dan agak susah untuk menuju ke sarana toilet Eo Peluang (Opportunit. Membuat pengunjung yang datang merasa aman dan nayaman menggunakan sarana toilet Adanya minta pengunjung untuk berkunjung kembali toilet adalah sarana yang harus ada dan sesuai dengan jumlah pengunjung Eo Ancaman (Treat. Adanya pengunjung yang usil merusak sarana toilet a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Warung makan Eo Kekuatan (Strengh. Lahan yang masih tersedia Lokasinya asri dan alami, sangat cocok untuk bersantai sambil menikmati makaan pokok seperti nasi dan makanan daerah Memudahkan pengunjung mencari yang akan mencera konsumsi Adanya bahan baku untuk membuat makanan khas daerah Eo Kelemahan (Weakne. Terbatasnya anggaran Kurang minat untuk mambangun Warung Makan Warung makan yang masih representative Penyajian makanan yang terkesan biasa karena platingnya yang kurang menarik Eo Peluang(Opportunit. Membuka lapangan pekerjaan Memperkenalkan kulinr khas daerah kepada pengunjung Eo Ancaman(Threa. kunjungan yang tak menentu kurang diminatinya makanan khas Selera pengunjung yang berbeda Ruang ganti pakaian Eo Kekuatan (Strengh. Tersedianya lahan Sarana yang sangat dibutuhkan di daya tarik wisata Eo Kelemahan (Weakne. Anggaran yang terbatas lahan yang kurang Eo Peluang(Opportunit. Membuat pengunjung merasa nyaman dan aman ketika Mengganti pakaian Eo Ancaman(Threa. Adanya pengunjung yang usil mencoret coret tembok Tempat parkir Eo Kekuatan (Strengh. Masih adanya lahan yang kosong untuk mengembangkan sarana tempat parker Pengunjung yang datang rata-rata menggunakan kendaraan pribadi Pengadaan yang mudah dan tidak butuh biaya yang besar Eo Kelemahan (Weakne. Adanya pengunjung yang memarkirkan kendaraan di kebun warga ketika musim Belum ada atap di tempat parkir di Daya TarikWisata Eo Peluang(Opportunit. Menambah lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar Kendaraan pengunjung akan merasa lebih aman Menambah minat pengunjung untuk mengunjungi Daya Tarik Wisata Eo Ancaman(Threa. Minimnya kesadaran dan tingkat kedisiplinan pengunjung untuk tertib a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Adanya kehilangan dan kerusakan terhadap kendaraan pribadinya Adapun analisis swot prasarana adalaha sebagai berikut: Jalan Eo Kekuatan . Merupakan satu satunya jalan menuju Objek Wisata Pantai Impos Jalan yang sering digunakan masyarakat ke ladang. Mengurangi terjadinya kecelakaan saat berkendara Eo . Kelemahan (Weakne. Biaya yang cukup besar untuk mengembangkannya Berbenturan dengan lahan masyarakat Eo Peluang(Opportunit. Menguntungkan masyarakat yang lewat di areatersebut Meningkatkan jumlah kunjungan. Meningkatkan perekonomian masyarakat Eo Ancaman(Threa. Masyarakat kehilangan sebagian tanah akibat pengembangan jalan Tidak mematuhi Peraturan yang ditetapkan seperti mengganggu flora dan fauna di lokasi. Pertengkaranantar kaum maupun lapisanmasyarakat setempat Pengelola diharapkan mengembangkan Toiet di lahan yang tersedia agar Banyak Pengunjung Yang datang berkunjung,membangun tempat makan dilahan yang tersedia berupa lesehan dan pondok-pondok dengan desain yang unik di pantai impos banyak yang datang untuk Hal tersebut sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Yoeti bahwa saranapokok merupakan suatu perusahaan yang memberikan pelayanan berupa tempat-tempat seperti akomodasi, rumahmakan, restoran,dan lain-lain. Memanfaatkan lahan kosong untuk pengembangan tempat parkir untuk kendaraan pribadi pengunjung yang memarkirkan kendaraan di kebun warga dan melakukan pengembangan tempat parkir untuk menambah minat pengunjung untuk datang. Pengelola membuat kebijakan tentang tata tertib dalam meletakkan motor dalam memarkirkan kendaraan pengunjung juga memberdayakan masyarkat lokal untuk ikut serta dalam menjaga parkir yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, kemudian mengoptimalkan fungsi lahan yang tersedia untuk mengembangkan Pendopo/Gazebo, membuat Pendopo/Gazebo yang unik darikayu yang ada di Objek wisata pantai impos dengan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Melakukan negosiasi dengan Dinas Pekerjaan Umum agar memperbaiki kondisi jalan menuju Objek Wisata Pantai Impos . KESIMPULAN Faktor Internal yang menjadi kekuatan, yang menjadi kekuatan dalam pengembangan sarana dan prasarana Objek wisata pantai impos adalah:Tersedianya lahan untuk mengembangkan sarana toilet. Lahan yang masih tersedia di Pantia impos. Tersedianya beragam kuliner khas Lombok Utara. Adanya bahan baku untuk membuat makanan khas daerah. Lokasinya asri dan Faktor Internal yang menjadi kelemahan, yang menjadi kelemahan dalam pengembangan sarana dan prasarana di objek wisata pantai impos :Terbatas nya anggaran biaya untuk mengembangkan sarana dan prasarana,Penyajian makanan yang hanya terkesan biasa saja, sumber air yang susah didapatkan dan juga berbenturan dengan lahan masyarakat. Faktor Eksternal yang menjadi peluang, yang menjadi kelemahan dalam pengembangan sarana dan prasarana di objek wisata pantai impos adalah:Membuka lapangan kerja,Mengenalkan makanan khas kepada a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pengunjung yang datang berkunjung,meningkatkan perekonomian masyarakat, mempermudah untuk mempromosikan Objek wista pantai impos. Faktor Eksternal yang menjadi ancaman, yang menjadi ancaman dalam pengembangan sarana prasarana di Objek wisata panati impos :Lokasi perkampungan minim penerangan di malam hari sehingga berpotensi rawan kejahatan. Kurang di minatinya makanan khas Lombok utara,Selera wisatawan yang berbeda-beda,Oknum pengunjung yang merusak dan mencoret-coret toilet dan pendopo/gazebo. Pengunjung yang kurang menjaga kebersihan. Hewan liar yang memasuki Puncak TonangResiko longsor karena terletak di StrategiPengembanganSarana dan Prasarana di Objek wisata pantai impos, pengelola diharapkan untuk mengembangkan penginapan di lahan yang tersediaagar banyak wisatawan yang datang berkunjung. Pengelola diharapkan mengembangkan Toilet di lahanyang tersedia agar banyak pengunjung yang datang berkunjung,membangun tempat makan di lahan yang tersedia berupa lesehan dan pondok-pondok dengan desain yang unik di Puncak Tonangagarpengunjung banyak yang datang untuk makan. Sarana pokok merupakan suatu perusahaan yang memberikan pelayanan berupa tempat-tempat seperti akomodasi, rumah makan, restoran,dan lain-lain(Istiqomah, 2020. Kiswantoro & Susanto, 2. Memanfaatkan lahan kosong untuk pengembangan tempat parkir untuk kendaraan pribadi pengunjung yang memarkirkan kendaraan sembarangan dan melakukan pengembangan tempat parkir untuk menambah minat pengunjung untuk datang. Pengelola membuat kebijakan tentang tata tertib dalam meletakkan motor dalam memarkirkan kendaraan pengunjung juga memberdayakan masyarkat lokal untuk ikut serta dalam menjaga parkir yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kemudian mengoptimalkan fungsi lahan yang tersedia untuk mengembangkan Pendopo/Gazebo, membuat Pendopo/Gazebo yang unik. DAFTAR PUSTAKA