E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Hubungan Konsep Diri Dan Keterbukaan Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Perantau Di Universitas Persada Indonesia Y. Annisa Amalia Achmad 1. RR. Dini Diah Nurhadianti 2 Fakultas Psikologi. Universitas Persada Indonesia Y. Email: amaliannisa95@gmail. com 1 , dinidiahn@gmail. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsep diri dan keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sample penelitian ini berjumlah 50 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling dengan karakteristik : mahasiswa aktif Universitas Persada Indonesia Y. I serta merupakan mahasiswa perantau yang berasal dari luar Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan arah positif yang signifikan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal sebesar r = 0,636 dengan p = 0,000 dan terdapat hubungan dengan arah positif yang signifikan antara keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal sebesar r = 0,787 dengan p = 0,000. Selanjutnya, hasil analisis data dengan multivariate correlation menggunakan SPSS 25. 0 for Windows diperoleh koefisien determinasi R Square sebesar 0,626 dan berdasarkan regresi korelasi multivariat diperoleh nilai koefisien korelasi R = 0,791 dan p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara konsep diri dan keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal. Konsep Diri. Keterbukaan Diri ABSTRACT The purpose of this study was to determine the relationship of self-concept and self disclosure with interpersonal communication to overseas students at University of Persada Indonesia Y. This research is a quantitative research. The sample of this study amounted to 50 people. The sampling technique was carried out using the snowball sampling method with the following characteristics: active students at Persada Indonesia University Y. I and overseas students from outside Jakarta. The results of the study indicate that there was a relationship with a significant positive direction between self concept and interpersonal communication of r = 0. 636 with p = 0. 000 and there was a relationship with a significant positive direction between self disclosure and interpersonal communication of r = 0. with p = 0. Furthermore, the results of data analysis with multivariate correlation using SPSS 25. for Windows obtained a coefficient of determination R Square of 0. 626 and based on multivariate correlation regression obtained a correlation coefficient value of R = 0. 791 and p = 0. 000 which means there is a relationship of self-concept and self disclosure with interpersonal communication to overseas students at University of Persada Indonesia Y. Keywords: Interpersonal Communication. Self Concept. Self Disclosure Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive PENDAHULUAN Dalam jenjang pendidikan, kuliah merupakan jenjang pendidikan tertinggi yang dapat diraih seorang individu, yang dimana merupakan masa transisi siswa sekolah menengah atas (SMA) atau siswa menengah kejuruan (SMK) menuju mahasiswa, dan demi mendapatkan pendidikan yang berkualitas terkadang individu dapat merantau ke kota-kota lain yang lebih jauh dari tempat tinggal asalnya, termasuk merantau ke kota DKI Jakarta. Menurut Choirunisa dan Marheni . , mahasiswa perantau adalah mahasiswa yang berasal dari suatu tempat atau wilayah tertentu dan pindah sementara menuju wilayah lainnya. Perbedaan budaya dan bahasa dapat menyebabkan mahasiswa perantau menjadi tidak nyaman karena dapat menyebabkan proses bersosialisasi menjadi terhambat, salah satunya adalah komunikasi interpersonal yang merupakan salah satu bentuk proses bersosialisasi yang penting untuk menjalin relasi dengan sesama teman maupun dosen dan karyawan di kampus. Menurut Devito . alam Maulana & Gumelar, 2. , komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh individu dan penerimaan pesan oleh individu lain, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik yang segera. Hasil wawancara singkat untuk mengidentifikasi masalah dengan 12 orang mahasiswa perantau fakultas psikologi di Universitas Persada Indonesia YAI mengungkapkan bahwa sebagian dari responden bahkan memiliki waktu menyesuaikan diri dengan budaya dan bahasa di Jakarta. Lalu dari sebagian responden juga masih ada yang kesulitan untuk mencari teman karena sulitnya memahami bahasa di Jakarta serta pernah Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 merasa cemas untuk berkomunikasi dengan teman-teman di kampus. Seperti contoh, perihal arti bahasa seperti kata AusemalamAy dalam bahasa Batam yang artinya kemarin, sedangkan penggunaan kata bahasa AusemalamAy di Jakarta yang berarti pada malam hari, lalu perihal tidak mengerti arti kosakata bahasa serta merasa minder dengan logat bahasa yang aneh dan penggunaan bahasa yang baku dan terkesan Membahas mengenai komunikasi interpersonal, terdapat faktor-faktor yang komunikasi interpersonal pada individu. Salah satunya adalah konsep diri. Menurut Rahmat . alam Novilita dan Suharnan, 2. konsep diri merupakan konsep yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku individu, yakni individu akan bertingkah laku sesuai dengan konsep diri yang di miliki. Salah satu faktor lain yang memengaruhi komunikasi interpersonal adalah self disclosure atau keterbukaan Menurut Altman dan Taylor . alam Septiani. Azzahra. Wulandari dan Manuardi, 2. keterbukaan diri merupakan kemampuan yang di miliki individu untuk menyatakan infromasi tentang dirinya kepada individu lain yang tujuannya untuk mencapai hubungan yang METODOLOGI Metode statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan dengan teknik analisis Bivariate Correlation dan Multivariate Correlation pengolahan data menggunakan SPSS versi 0 for windows. Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive dimana teknik tersebut diibaratkan sebagai bola salju yang awalnya sampelnya sedikit lama-lama semakin banyak. Sampel yang mahasiswa perantau dari berbagai prodi yaitu Prodi Psikologi. Ilmu Komunikasi. Akuntansi. Manajemen dan Teknik. Dalam penelitian ini komunikasi interpersonal sebagai dependent variable, konsep diri sebagai independent variable, dan keterbukaan diri sebagai independent Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala komunikasi interpersonal, skala konsep diri, dan skala keterbukaan diri dengan model Likert TINJAUAN PUSTAKA Komunikasi Interpersonal Menurut Devito . alam Maulana & Gumelar, 2. , komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh individu dan penerimaan pesan oleh individu lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik yang Sedangkan menurut Deddy Mulyana . alam Suranto, komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antar individu secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi individu lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal. Lalu, menurut Buber . alam Woods, 2. , komunikasi interpersonal merupakan proses transaksi . yang selektif, sistemis dan unik, yang memampukan individu untuk merefleksikan dan mampu membangun Selanjutnya, menurut Mulyana . alam Abubakar, interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang menangkap reaksi orang lain secara langsung baik secara verbal maupun non Demikian pula komunikasi interpersonal sebagai suatu keadaan interaksi ketika individu . mengirimkan stimuli . iasanya simbolsimbol verba. untuk mengubah tingkah laku individu lain . , dalam sebuah peristiwa tatap muka yang di kemukakan oleh Hovland . alam Hasanah. Berdasarkan uraian dari berbagai tokoh di atas, dapat di simpulkan bahwa komunikasi atau penyampaian pesan oleh individu kepada individu lain atau kepada sekelompok kecil individu secara tatap muka yang memungkinkan setiap individu tersebut menangkap reaksi individu lain secara langsung serta mampu membangun pengetahuan bersama orang lain. Menurut Devito . , aspek-aspek dalam komunikai interpersonal terdiri dari lima kualitas umum, yaitu : Keterbukaan (Opennes. Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari Pertama, interpersonal yang efektif harus terbuka kepada individu yang di ajaknya berinteraksi. Aspek yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang Individu yang diam, tidak kritis dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang menjemukan. Aspek AukepemilikanAy Empati (Empath. Menurut Henry Backrack . alam Devito, mendefinisikan empati sebagai Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Aukemampuan individu untuk mengetahuiAy apa yang sedang di alami individu lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang individu lain itu, melalui kacamata individu lain. Bersimpati di pihak lain adalah merasakan menjadi individu lain atau merasa Sedangkan sesuatu seperti individu yang mengalaminya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama. Individu yang empatik mampu memahami motivasi dan perasaan dan sikap individu lain, serta harapan dan keinginan Sikap Mendukung (Supportivenes. Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung. Sikap Positif (Positivenes. Individu sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan sedikitnya dua cara, yaitu menyatakan sikap mendorong individu yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi Pertama, komunikasi interpersonal terbina jika individu memiliki sikap positif terhadap diri individu itu sendiri. Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Kesetaraan (Equalit. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya Artinya, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk di Aspek-aspek berkaitan dengan komunikasi interpersonal yang dikemukakan oleh Iswandi . Persepsi Pribadi (Self Perceptio. Proses psikologis diasosiasikan dengan interpretasi dan pemberian makna terhadap individu lain atau objek tertentu dikenal sebagai Cohen dan Fisher . alam Iswandi, 2. mendefensikan persepsi interpretasi berbagai sensasi sebagai representasi dari objek eksternal, jadi persepsi adalah pengetahuan tentang apa yang ditangkap oleh indra dan mental individu. Kesadaran Pribadi (Self Awarenes. Pemahaman terhadap konsep diri individu memandang diri individu itu sendiri. Pada umumnya, individu menggolongkan dirinya karakteristik atau sifat pribadi, karakteristik atau sifat sosial, dan peran sosial. Keterbukaan Diri (Self Disclosur. Proses merupakan proses membuka informasi diri individu kepada individu lain. Sidney Jourard alam Iswandi, 2. menandai interpersonal dengan melihat keterbukaan yang terjadi dalam E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Menurut Rakhmat . ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya komunikasi interpersonal, yaitu : Persepsi Interpersonal Sudah jelas bahwa perilaku interpersonal amat bergantung pada persepsi interpersonal. Bila individu di beritahu bahwa dosennya galak dan tidak senang di kritik, individu tersebut akan berhati-hati dalam mengajukan Bila memersepsi temannya sebagai orang yang cerdas, bijak dan senang membantu, maka individu tersebut akan banyak meminta nasihat padanya. Konsep Diri Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal karena setiap individu bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya atau bisa di sebut sebagai nubuat yang di buat Atraksi Interpersonal Sudah di ketahui bahwa pendapat dan penilaian individu tentang individu lain tidak semata-mata Manusia juga makhluk Karena itu, ketika individu menyenangi individu lain, individu juga cenderung melihat segala hal yang berkaitan dengan dia secara positif. Sebaliknya, jika individu membencinya, individu karakteristiknya secara negatif. Hubungan Interpersonal Pola-pola interpersonal mempunyai efek yang berlainan pada hubungan Tidak anggapan individu bahwa makin komunikasi interpersonal dengan hubungan antarindividu tersebut. Yang menjadi soal bukanlah berapa kali komunikasi di lakukan. Akan komunikasi itu di lakukan. Bila antara dua individu berkembang sikap curiga, maka semakin sering dua individu itu berkomunikasi semakin jauh jarak antara dua individu tersebut. Konsep Diri Dalam pemaparan menurut Brooks . alam Subaryana, 2. , mendefinisikan bahwa konsep diri adalah persepsi fisik, sosial dan psikologis tentang dirinya sendiri yang ia dapat melalui pengalaman dan interaksi dengan orang lain. Selanjutnya, menurut Rahmat . alam Novilita dan Suharnan, 2. konsep diri merupakan konsep yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku individu, yakni individu akan bertingkah laku sesuai dengan konsep diri yang di miliki. Pernyataan tersebut di dukung oleh Burns . alam Novilita dan Suharnan, 2. yang menyatakan konsep diri akan memengaruhi cara individu Berdasarkan uraian yang telah di paparkan di atas, dapat di simpulkan bahwa konsep diri adalah persepsi fisik, sosial dan psikologis tentang pengetahuan akan dirinya serta apa yang dirasakan individu yang di dapat melalui pengalaman dan interaksi sosial dengan individu lain yang dapat memengaruhi bertingkah laku di dalam masyarakat. Aspek-aspek konsep diri menurut Fitts . alam Zulkarnain. Asmara dan Sutatminingsih, 2. , yaitu : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Aspek Pertahanan Diri (Self Defensivenes. Pada menampilkan dirinya, terkadang muncul keadaan yang tidak sesuai dengan diri yang sebenarnya. Keadaan ini terjadi di karenakan individu memiliki sikap bertahan dan kurang terbuka dalam Hal ini dapat terjadi, di karenakan individu tidak ingin mengakui hal-hal yang tidak baik dalam dirinya. Aspek Penghargaan Diri (Self Estee. Berdasarkan label-label simbol-simbol yang ada dan di berikan pada dirinya, individu akan membentuk penghargaan sendiri terhadap dirinya. Semakin baik label atau simbol yang ada pada dirinya, maka akan semakin baik pula penghargaan yang di berikannya pada dirinya sendiri. Aspek Integrasi Diri (Self Integratio. Aspek integrasi ini menunjukkan pada derajat integrasi antara bagian-bagian dari diri . Semakin terintegrasi bagianbagian diri dari individu, maka akan semakin baik pula individu Aspek Kepercayaan Diri (Self Confidenc. Kepercayaan diri individu berasal dari tingkat kepuasannya pada dirinya sendiri. Semakin baik dirinya, maka semakin percaya individu tersebut akan kemampuan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 Lalu, aspek-aspek konsep diri selanjutnya yang dikemukakan oleh Hurlock . alam Novilita dan Suharnan, 2. , yaitu: Aspek Fisik Meliputi sejumlah konsep yang penampilan, kesesuaian dengan jenis kelamin, arti penting tubuh, dan perasaan gengsi di hadapan individu lain yang disebabkan oleh keadaan fisiknya Aspek Psikologis Meliputi terhadap keadaan psikis dirinya, seperti rasa percaya diri, harga diri. Keterbukaan Diri Pengertian keterbukaan diri menurut Devito . adalah merupakan jenis mengungkapkan informasi diri pribadi yang biasanya individu sembunyikan kepada individu lain. Keterbukaan diri dapat berupa berbagai topik seperti informasi perilaku, sikap, perasaan, keinginan, motivasi dan ide yang sesuai dan terdapat dalam diri individu yang Lalu, menurut Rime . alam Gamayanti. Mahardianisa dan Syafei, 2. keterbukaan diri adalah ketika individu mengungkapkan informasi pribadi mengenai dirinya kepada individu lain. Selanjutnya, menurut Altman dan Taylor alam Septiani. Azzahra. Wulandari dan Manuardi, 2. keterbukaan diri merupakan kemampuan yang di miliki individu untuk menyatakan informasi tentang dirinya kepada individu lain yang tujuannya untuk mencapai hubungan yang Berdasarkan uraian yang telah di paparkan di atas, dapat di simpulkan bahwa keterbukaan diri adalah pengungkapan informasi pribadi atau menyatakan E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive informasi diri pribadi yang biasanya disembunyikan yang berupa perasaan, ide, dan lain-lain kepada individu lain dalam suatu hubungan yang tujuannya untuk mencapai hubungan yang akrab. Dimensi-dimensi keterbukaan diri menurut Devito . terdapat lima dimensi, yaitu : Kuantitas (Amoun. Kuantitas dari pengungkapan diri dapat di ukur dengan mengetahui frekuensi dengan siapa individu mengungkapkan diri dan durasi dari pesan self-disclosing atau waktu yang di perlukan untuk individu lain. Penilaian dari Penyingkapan Diri (Valence Self-Disclosur. Merupakan hal yang positif atau negatif dari penyingkapan diri. Individu dapat menyingkapkan diri hal-hal menyenangkan mengenai dirinya, memuji hal-hal yang ada dalam dirinya atau menjelek-jelekkan diri individu sendiri. Ketepatan/Kejujuran (Accuracy/Honest. Ketepatan dari pengungkapan diri individu di batasi oleh tingkat dimana individu mengetahui dirinya sendiri. Pengungkapan diri dapat berbeda dalam hal kejujuran. Individu dapat saja jujur secara total atau di lebih-lebihkan, melewatkan bagian penting atau Keluasan Pengungkapan Diri (Intentio. Seluas mengungkapkan diri tentang apa yang ingin di ungkapkan, seberapa besar kesadaran individu untuk mengontrol informasi-informasi yang akan di katakan pada individu Keakraban (Intimac. Kedekatan dan keintiman individu yang dapat mengungkapkan halhal yang bersifat pribadi dan halhal yang di rasa sebagai peripheral atau impersonal. Lalu, terdapat juga beberapa dimensi keterbukaan diri yang dikemukakan oleh Culbert et al . alam Gainau, n. ), yaitu: Ketepatan Ketepatan mengacu pada apakah informasi pribadinya dengan relevan dan untuk peristiwa di mana individu terlibat atau tidak . ekarang dan di sin. Motivasi Motivasi berkaitan dengan apa yang menjadi dorongan individu untuk mengungkapkan dirinya kepada individu lain. Dorongan tersebut berasal dari dalam diri maupun luar diri. Waktu Waktu yang digunakan dengan individu lain akan cenderung Pemilihan waktu yang tepat sangat penting untuk menentukan apakah individu dapat terbuka atau tidak. Keintensifan Keintensifan kepada siapa individu tersebut mengungkapkan diri, apakah kepada teman dekat, keluarga, atau orang yang baru dikenal. Kedalaman dan keluasan Aspek ini memiliki dua dimensi, yaitu keterbukaan diri yang dalam dan yang dangkal. Keterbukaan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive diri yang dalam, dicerminkan oleh individu yang menceritakan hal-hal tentang dirinya kepada individu terdekatnya, sedangkan untuk keterbukaan diri yang dangkal, dicerminkan oleh individu yang hanya bercerita seadanya kepada individu yang baru dikenal. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Bivariate Correlation pertama antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal diperoleh korelasi r = 0,636 dan p = 0,000 < p = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal ke arah yang positif. Artinya, semakin tinggi tingkat konsep diri maka semakin tinggi pula tingkat komunikasi interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat konsep diri maka semakin rendah pula tingkat komunikasi interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Hal ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yohana . dalam jurnalnya yang berjudul AuHubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri JakartaAy, disebutkan bahwa terdapat hubungan positif antara interpersonal dengan rincian semakin tinggi konsep diri individu, akan semakin tinggi pula komunikasi interpersonal individu tersebut. Berdasarkan Bivariate Correlation kedua antara keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal diperoleh korelasi sebesar r = 0,787 dan p = 0,000 < p = 0,05. Hal ini menunjukkan terdapat Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal ke arah yang positif. Dengan demikian, semakin tinggi keterbukaan diri maka semakin tinggi tingkat komunikasi interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat keterbukaan diri maka semakin interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Hal ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tri et al. dalam jurnalnya yang berjudul AuHubungan Antara Self Disclosure dengan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Yang Menggunakan Media Sosial LINEAy, disebutkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal, dengan rincian semakin besar nilai keterbukaan diri mahasiswa, maka semakin meningkat pula nilai komunikasi interpersonal mahasiswa Dari hasil analisis Multivariate Correlation antara konsep diri dan keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal diperoleh korelasi sebesar R = 0,791 dan R2 = 0,626 dengan p = 0,000 < p = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Artinya, semakin tinggi tingkat konsep diri dan keterbukaan diri maka semakin tinggi pula tingkat komunikasi interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat konsep diri dan keterbukaan diri maka semakin rendah pula komunikasi interpersonal pada mahasiswa E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive perantau di Universitas Persada Indonesia Kontribusi keterbukaan diri terhadap komunikasi interpersonal yaitu sebesar 62,6%, dan 37,4% dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti interpersonal, dan lain-lain. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal ke arah yang positif pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Terdapat hubungan yang signifikan antara keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal ke arah yang positif pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan keterbukaan diri dengan komunikasi interpersonal pada mahasiswa perantau di Universitas Persada Indonesia Y. DAFTAR PUSTAKA