Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Analisis Bab 8 AuDi Sekitar RumahAy Berdasarkan Kelayakan Buku BSNP Keisya Bunga Sabrina1. Panca Dewi Purwati2. Annisa Wijayanti3. Indonesia Juan Fairly4. Nuril Qonain Pangestuti5 1Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang. Indonesia bungasabrina432@students. id, pancadewi@mail. nurilqonainp@students. id, indonesia13fairly@students. annisawijayanti83201@students. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian struktur kalimat dan kosakata pada buku Bahasa Indonesia Kelas I Sekolah Dasar berdasarkan standar kelayakan buku ajar dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui berbagai cara seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalau dianalisis secara mendalam untuk menemukan data dari makna tersebut, bukan sekedar angka. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini memuat kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan tampilan/kegrafikan. Berdasarkan kelayakan analisis yang sudah dilakukan , kelayakan isi sudah dapat dibilang sesuai dan actual dengan buku BSNP. Kelayakan bahasa masih membutuhkan perbaikan di beberapa bagian, terutama pada bagian fonologi. Kelayakan penyajian sudah dapat dibilang menarik dan juga lengkap. Terakhir yaitu kelayakan tampilan/kegrafikan yang perlu beberapa perbaikan yang dilakukan pada bagian tampilan gambar. Secara keseluruhan buku Bahasa Indonesia yang di terbiatkan pada tahun 2023 kurikulum merdeka terutama pada bab AuDi Sekitar RumahAy sudah memenuhi kriteria yang ada menurut BSNP. KATA KUNCI: Analisis. Buku Bahasa Indonesia. Ejaan. Kelayakan. BSNP ABSTRACT: This study aims to analyze the suitability of sentence structure and vocabulary in Indonesian language books for grade I Elementary School based on the eligibility standards of textbooks from the National Education Standards Agency (BSNP). The study was conducted with a qualitative approach, data was collected through various methods, such as observation, interviews, and documentation, then analyzed in depth to find the meaning of the data, not just numbers. The analysis carried out in this study includes the feasibility of content, language feasibility, presentation feasibility and appearance/graphics feasibility. Based on the feasibility analysis that has been carried out, the feasibility of the content can be said to be in accordance with and up to date with the BSNP book. Language feasibility still needs improvement in several parts, especially in the phonology section. The feasibility of presentation can be said to be interesting and also complete. Finally, the feasibility of appearance/graphics which needs some improvements made to the image display section. Overall, the Indonesian language book published in 2023, the independent curriculum, especially in the chapter "Around the House", has met the existing criteria according to BSNP. KEYWORDS: Analysis. Indonesian Language Book. Spelling. Eligibility. BSNP Diterima: DD-MM-y Direvisi: DD-MM-y Disetujui: DD-MM-y Dipublikasi: DD-MM-y Pustaka : Kutipan menggunakan APA : Baker. Judul Artikel. frasa : Jurnal bahasa, sastra dan pengajarannya 16. , 1-10. igunakan untuk memudahkan penulis lain mengutip artikel in. DOI : 10. 36232/frasaunimuda. PENDAHULUAN Buku teks pelajaran merupakan salah satu sumber utama dalam proses pembelajaran di Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Keberadaan buku ajar sangat penting untuk membantu guru dalam menyampaikan materi, sekaligus menjadi pegangan bagi siswa dalam memahami pelajaran secara mandiri. jenjang Sekolah Dasar (SD) khususnya pada kelas 1, buku teks memegang peranan yang sangat krusial karena siswa berada pada tahap awal dalam mengenal dunia literasi. Salah satu buku yang memiliki peranan sentral adalah buku Bahasa Indonesia, karena pelajaran ini tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran inti, tetapi juga sebagai dasar dari pembelajaran di semua mata pelajaran lainnya. Bahasa Indonesia digunakan sebagai alat komunikasi utama di sekolah, sehingga kemampuan siswa dalam berbahasa akan sangat menentukan keberhasilan mereka dalam proses belajar secara keseluruhan (Ummah & Syarifah, 2. Pada kelas 1 SD, siswa umumnya masih berada pada tahap transisi dari pembelajaran informal di taman kanak-kanak menuju pembelajaran formal di sekolah dasar. Oleh sebab itu, materi yang disajikan dalam buku Bahasa Indonesia harus mempertimbangkan kemampuan kognitif, psikologis, dan sosial-emosional anak usia dini. Buku teks yang baik bukan hanya menyajikan konten yang sesuai dengan kurikulum, tetapi juga harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami, menyajikan ilustrasi yang menarik, serta menggunakan metode penyampaian yang menyenangkan dan tidak membebani siswa. Sebagaimana dikemukakan oleh Madani. Utami, dan Humaeroh . , kelayakan isi dan bahasa sangat menentukan keterpahaman dan kebermanfaatan buku ajar bagi siswa kelas 1. Dalam konteks ini. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menetapkan standar kelayakan buku teks pelajaran untuk memastikan kualitas buku yang digunakan di sekolah. Evaluasi terhadap buku Bahasa Indonesia kelas 1 SD berdasarkan kriteria BSNP menjadi penting untuk menjamin bahwa buku tersebut layak digunakan dan mampu mendukung proses belajar-mengajar dengan optimal (Purnanto & Mustadi. Selain pentingnya materi ajar yang sesuai dengan perkembangan siswa, media dan metode pembelajaran juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam mendukung ketercapaian kemampuan berbahasa di kelas yang rendah. Misalnya, pada penelitian Dwi Haryanti dkk . menunjukkan bahwa penggunaan media Big Book dapat meningkatkan kemampuan membaca awal siswa sekolah dasar kelas satu. Menurut penelitian mereka, perhatian, kecermatan, dan pemahaman siswa terhadap materi bacaan semuanya ditingkatkan dengan pendekatan visual dan Hal ini menunjukkan bahwa cara buku teks disajikan dan tampak terkait erat dengan seberapa baik siswa mempelajari bahasa Indonesia, khususnya pada bab-bab awal yang mencakup materi dasar. Namun, studi Mieske . yang meneliti pemerolehan semantik dan fonologis anak usia 4 tahun menemukan bahwa gaya komunikasi dan keadaan kontekstual itu memiliki dampak yang signifikan pada kapasitas anak untuk memahami dan membedakan makna kata. Ketika kita meneliti bagaimana buku teks, khususnya di kelas awal, harus mempertimbangkan fitur linguistik anak secara keseluruhan agar lebih komunikatif dan mudah dipahami, penelitian ini menjadi Hal ini juga diperkuat oleh penelitian Leni Marlina dan Sholehun . yang menunjukkan bahwa faktor eksternal dan internal seperti lingkungan belajar dan strategi mengajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Indonesia. Aspek internal meliputi motivasi dan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, kemampuan buku untuk menarik minat baca, memberikan insentif belajar, dan sejalan dengan ciri-ciri psikologis siswa sekolah dasar kelas awal harus diperhatikan dalam menentukan layak atau tidaknya buku bahasa Indonesia. Permasalahan yang menjadi fokus dalam kajian ini adalah bagaimana tingkat kelayakan buku Bahasa Indonesia kelas 1 SD berdasarkan empat komponen utama yang telah ditetapkan oleh BSNP, yaitu kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan kegrafikan atau tampilan. Masih ditemukan buku teks yang belum sepenuhnya sesuai dengan perkembangan anak usia dini, baik dari segi kedalaman materi, struktur bahasa, sistematika penyajian, maupun dari aspek desain dan ilustrasi. Nugrahani et al. menemukan bahwa tingkat keterbacaan dalam beberapa buku Bahasa Indonesia kelas 1 masih belum ideal untuk usia pembaca awal, sehingga dikhawatirkan dapat menghambat proses pembelajaran dan menurunkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis dan evaluasi secara mendalam terhadap buku Bahasa Indonesia kelas 1 SD untuk mengetahui apakah buku tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan dan seberapa besar kontribusinya dalam menunjang ketercapaian kompetensi dasar siswa. Kajian ini yang pertama bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan isi buku Bahasa Indonesia kelas 1 SD berdasarkan kesesuaian materi dengan kompetensi dasar, kebenaran konsep, dan kebermanfaatan bagi siswa. Kedua, mendeskripsikan kelayakan bahasa dalam buku tersebut, yang mencakup keterbacaan, kejelasan, dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan kognitif siswa kelas 1 SD. Ketiga, mengevaluasi kelayakan penyajian, yang meliputi sistematika penyajian, konsistensi, serta strategi penyampaian materi yang mampu menarik minat belajar Keempat, menelaah kelayakan tampilan atau kegrafikan, termasuk aspek ilustrasi, tata letak, kombinasi warna, tipografi, dan daya tarik visual yang menunjang pemahaman dan motivasi siswa dalam membaca. Dengan kajian ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang menyeluruh tentang kualitas buku Bahasa Indonesia kelas 1 SD serta menjadi bahan masukan bagi pengembang kurikulum, penulis buku, dan penerbit dalam menyusun buku teks yang lebih layak dan berkualitas sesuai standar nasional pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan bagaimana kelayakan buku teks Bahasa Indonesia kelas 1 SD ditinjau dari empat aspek penting yang ditetapkan oleh BSNP, yaitu kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan tampilan grafis. Penelitian kualitatif lebih cocok digunakan karena fokusnya adalah memahami isi dan kualitas buku secara mendalam, bukan menghitung data secara statistik. Seperti yang dijelaskan oleh Sugiyono . , penelitian kualitatif adalah penelitian yang Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 dilakukan pada objek alami, di mana peneliti menjadi instrumen utama. Data dikumpulkan melalui berbagai cara, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara mendalam untuk menemukan makna dari data tersebut, bukan sekadar angka. Dalam penelitian ini, peneliti menelaah isi buku teks dan mencocokkannya dengan kriteria kelayakan dari BSNP. Data diperoleh dengan menganalisis isi buku Bahasa Indonesia kelas 1 SD yang digunakan secara resmi dalam pembelajaran. Peneliti membaca dan menelaah setiap bagian buku sesuai indikator kelayakan yang sudah ditentukan. Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data . emilih data yang releva. , menyajikannya dalam bentuk ringkasan atau tabel, dan akhirnya menarik kesimpulan. Proses ini dilakukan secara berulang dan mendalam sampai ditemukan gambaran yang utuh tentang kualitas buku yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelayakan Isi Dalam menilai buku teks atau bahan pelajaran, terdapat dua aspek penting yang perlu diperhatikan, yaitu kesesuaian isi dengan Elemen dan Capaian Pembelajaran (CP), serta keaktualan atau kemutakhiran materi. Pertama, dari segi kesesuaian isi dengan Elemen dan CP, terdapat tiga kualifikasi. Buku dikategorikan Sesuai (S) jika mencakup semua atau hampir semua materi yang ditentukan oleh Elemen atau CP, yaitu sebesar 80Ae100%. Jika buku hanya mencakup sebagian besar materi, yaitu sebesar 41Ae79%, maka dikategorikan Kurang Sesuai (KS). Sementara itu, jika buku hanya mencakup sebagian kecil materi yang ditentukan oleh Elemen atau CP, yakni O 40%, maka termasuk dalam kategori Tidak Sesuai (TS). Kedua, dalam aspek keaktualan atau kemutakhiran materi, terdapat pula tiga kualifikasi. Buku dikatakan Aktual (A) jika menyajikan materi atau peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu 0Ae5 tahun terakhir. Buku dikategorikan Kurang Aktual (KA) jika menyajikan materi atau peristiwa yang telah terjadi dalam rentang waktu 6Ae10 tahun. Adapun buku yang menyajikan materi atau peristiwa yang terjadi lebih dari 10 tahun lalu diklasifikasikan sebagai Tidak Aktual (TA). Kesesuaian isi dengan Elemen dan Capaian Pembelajaran (CP) dalam bab ini dikategorikan Sesuai (S) karena mencakup hampir semua materi yang ditentukan oleh Elemen/CP, seperti pengenalan kosakata baru, keterampilan berbicara, membaca, dan menulis yang sesuai dengan tahapan perkembangan siswa kelas 1 SD. Dari segi keaktualan atau kemutakhiran materi, buku ini termasuk dalam kategori Aktual (A) karena dalam bab ini terdapat pernyataan pada bagian kata pengantar yang menyebutkan bahwa AuBuku yang dikembangkan saat ini mengacu pada kurikulum yang berlaku, yaitu Kurikulum Merdeka. Ay Selain itu, berdasarkan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 instrumen kelayakan buku menurut BSNP, buku ini memenuhi kriteria aktual karena diterbitkan dalam rentang 0Ae5 tahun terakhir . , sehingga buku ini dinyatakan masih relevan dengan perkembangan pendidikan terbaru. Kelayakan Bahasa Menurut instrumen penilaian dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), kelayakan bahasa dalam buku pelajaran diukur dari beberapa aspek. Di antaranya adalah ketepatan penggunaan ejaan, kelugasan kalimat, serta penilaian berdasarkan teori linguistik seperti fonologi, morfologi, sintaksis, wacana, dan semantik. Penilaian aspek ketepatan penggunaan ejaan dapat diketahui melalui tiga kualifikasi. Buku dapat dikategorikan AuTepatAy (T) jika buku teks/pelajaran tersebut sudah benar semua/hampir benar semua dalam penggunaan huruf besar, huruf miring, dan tanda baca. Kemudian, dapat dikategorikan AuKurang TepatAy (KT) jika buku teks/pelajaran tersebut sebagian besar benar dalam penggunaan huruf besar, huruf miring, dan tanda baca. Lalu, dapat dikategorikan AuTidak TepatAy (TT) jika buku teks/pelajaran tersebut sebagian kecil benar dalam penggunaan huruf besar, huruf miring, dan tanda baca. Sementara itu, untuk penilaian aspek kelugasan, terdapat tiga kualifikasi yang berbeda. Kalimat yang digunakan dapat dikategorikan Au LugasAy (L) jika buku teks/pelajaran tersebut sudah semua/hampir semua menggunakan bahasa yang lugas/apa adanya dan tidak terbelit-belit. Jika buku teks/pelajaran tersebut sebagian besar menggunakan bahasa yang lugas/apa adanya dan tidak terbelit-belit, maka dapat dikategorikan AuKurang LugasAy (KL). Akan tetapi, jika buku teks/pelajaran tersebut sebagian kecil menggunakan bahasa yang lugas/apa adanya dan tidak terbelit-belit, maka dapat dikategorikan AuTidak LugasAy (TL) . Berdasarkan aspek ketepatan penggunaan ejaan, buku yang dianalisis sudah menunjukkan penggunaan ejaan yang tepat (T) mencakup penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan huruf miring yang sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) edisi ke-5. Hal ini penting agar siswat erbiasa dengan bentuk penulisan yang benar sejak dini. Namun, terdapat sedikit kesalahan penggunaan ejaan pada kalimat AuMenemukan petaAy yang mana seharusnya menggunakan huruf kapital pada kata AuPeta. Ay Berdasarkan aspek kelugasan, bahasa dalam buku dinilai cukup sederhana dan langsung pada intinya, sesuai dengan kemampuan berpikir siswa kelas 1 SD. Kalimat-kalimatnya pendek, tidak berbelit-belit, dan mudah dipahami, seperti pada kalimat AuSekolah sudah sepi. Ay Ini menunjukkan bahwa buku menyampaikan pesan secara apa adanya. Jadi bahasa dalam buku ini dinilai lugas (L). Selanjutnya, analisis linguistik turut memperkuat penilaian kelayakan bahasa. Dari segi fonologi, tidak ditemukan kesalahan pelafalan atau penulisan kata. Pada tataran morfologi, meskipun secara umum sudah baik, terdapat beberapa kata yang sebaiknya disederhanakan. Misalnya, kata AuDapatkahAy sebaiknya diganti dengan AuBisakahAy agar lebih mudah dipahami oleh siswa kelas 1 SD. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Struktur kalimat . pada tujuan pembelajaran kurang jelas dan sulit dipahami oleh siswa kelas 1 SD karena terdapat dua kalimat yang berbeda tetapi tidak diberikan keterangan angka pada awal kalimat. Selain itu, pada beberapa halaman terdapat penggunaan titik yang terlalu banyak untuk menandakan bagian yang rumpang. Sebaiknya, cukup gunakan garis yang panjang untuk menandakan bagian yang rumpang. Kemudian, pada aspek wacana dan semantik, disarankan untuk memperbaiki alur antar paragraf dan menggunakan kata yang lebih sederhana, seperti mengganti AumemanduAy dengan Aumengarahkan. Ay Jadi, berdasarkan instrumen kelayakan buku menurut BSNP, buku ini memenuhi kriteria kelayakan bahasa dengan adanya perbaikan Kelayakan Penyajian Menurut instrumen penilaian dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), kelayakan penyajian dalam buku ajar dinilai berdasarkan beberapa aspek. Kriteria yang diterapkan dalam penilaian kualitas penyajian materi dibagi menjadi dua aspek utama, yaitu daya tarik dan Dalam aspek daya tarik, terdapat tiga sub-kriteria. Pertama, jika suatu materi dinilai sebagai "Menarik" (M), itu menandakan bahwa materi tersebut berhasil menarik perhatian peserta didik, meningkatkan rasa ingin tahu dan membangkitkan motivasi belajar mereka untuk belajar lebih lanjut. Kriteria "Kurang Menarik" (KM) menunjukkan bahwa materi tersebut belum benarbenar mampu menarik perhatian peserta didik, sementara "Tidak Menarik" (TM) menandakan bahwa materi tersebut gagal menarik minat dan mungkin memerlukan perbaikan yang lebih Komponen kedua dari pendukung penyajian ini adalah contoh-contoh soal dalam setiap Terdapat tiga sub-kriteria. Materi dinilai "Lengkap" (L) jika menyajikan soal latihan disetiap akhir bab. Jika materi sebagian besar menyajikan soal latihan maka mendapat penilaian "Kurang Lengkap" (KL). Terakhir, penilaian "Tidak Lengkap" (TL) menunjukkan bahwa materi tersebut sebagian kecil menyajikan soal latihan disetiap akhir bab. Dengan menggunakan kriteria ini, proses penilaian dapat dilakukan dengan cara yang objektif, memberikan gambaran yang jelas tentang sejauh mana materi memenuhi standar yang diharapkan. Berdasarkan hasil analisis, buku Bahasa Indonesia kelas I SD pada bab-8 dinilai menarik (M) karena mengandung gambar yang memperkuat materi, sehingga mampu menarik perhatian peserta didik dan membangkitkan motivasi belajar mereka. Selain itu, terdapat pertanyaan reflektif dan latihan diskusi yang dibuat untuk melibatkan peserta didik secara aktif, menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif dan tidak hanya bersifat sepihak. Kualitas penyampaian materi juga tercermin dalam adanya soal-soal latihan di akhir setiap bab, yang meliputi berbagai aktivitas membaca, menulis, dan diskusi. Jadi, buku ini dinilai lengkap (L) karena terdapat soal-soal yang disusun untuk mengintegrasikan teori dengan praktik, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan yang sudah mereka Misalnya, pada halaman 198, terdapat petunjuk bagi peserta didik untuk memperhatikan tangan kiri dan kanan mereka, serta mengamati lingkungan untuk mengidentifikasi apa yang ada di sisi mereka. Dengan terdapatnya contoh-contoh soal, maka akan dapat membantu menguatkan pemahaman konsep yang ada dalam materi. Hal ini akan membuat peserta didik cepat paham dan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 mengerti dalam memahami pelajaran. Jadi, berdasarkan instrumen kelayakan buku menurut BSNP, buku ini memenuhi kriteria kelayakan penyajian sehingga mampu mendorong siswa untuk terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kelayakan Tampilan/Kegrafikan Berdasarkan instrumen penilaian dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), kelayakan tampilan/kegrafikan mencakup dua aspek utama, yaitu ukuran buku, jenis dan format huruf, serta penggunaan ilustrasi. Aspek pertama mencakup kesesuaian ukuran buku dengan standar yang berlaku, serta konsistensi dalam penggunaan jenis, ukuran, dan format huruf. Kualifikasi penilaian terhadap aspek ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Tepat (T) jika buku teks/pelajaran tersebut semua/hampir semua benar dalam penggunaan ukuran buku dan ukuran, jenis, dan format huruf sesuai dengan standar ISO. Selanjutnya Kurang Tepat (KT) jika buku teks/pelajaran tersebut sebagian besar benar dalam penggunaan ukuran buku dan ukuran, jenis, dan format huruf sesuai dengan standar ISO. Dan Tidak Tepat (TT) jika buku teks/pelajaran tersebut sebagian kecil benar dalam penggunaan ukuran buku dan ukuran, jenis, dan format huruf sesuai standar ISO. Berdasarkan hasil analisis, buku Bahasa Indonesia kelas I SD menunjukkan kelayakan yang tinggi pada aspek ini. Ukuran buku sudah sesuai dengan standar untuk jenjang sekolah dasar, dan huruf yang digunakan memiliki ukuran yang ideal, jenis huruf yang ramah bagi pembaca pemula, serta format yang konsisten di seluruh bagian buku. Hal ini menunjukkan bahwa buku layak mendapat kualifikasi AuTepatAy karena mendukung kenyamanan dan keterbacaan siswa dalam proses belajar. Aspek kedua adalah penggunaan ilustrasi. Mengacu pada kriteria BSNP, ilustrasi dinilai dalam tiga kualifikasi, yaitu Sesuai (S) jika buku teks/pelajaran tersebut semua/hampir semua menggunakan ilustrasi yang sesuai, jelas, dan menarik. Selanjutnya Kurang Sesuai (KS) jika buku teks/pelajaran tersebut sebagian besar menggunakan ilustrasi yang sesuai, jelas, dan menarik. Dan Tidak Sesuai (TS) Jika buku teks/pelajaran tersebut sebagian kecil/tidak menggunakan ilustrasi yang sesuai, jelas, dan menarik. Dalam analisis terhadap buku ini, aspek ilustrasi dinilai AuKurang SesuaiAy. Sebagian besar halaman menggunakan ilustrasi yang relevan, jelas, dan menarik secara visual, serta mampu memperkuat makna dari teks yang disajikan. Akan tetapi, pada bab 8 halaman 203, terdapat gambar polisi wanita atau kerap disapa AuPolwanAy, sedangkan dalam buku ditulis sebagai AuPolisiAy. Hal ini dapat membingungkan anak, dimana sapaan di kehidupan sehari-hari itu berbeda dengan apa yang diajarkan pada buku. Secara keseluruhan, tampilan dan kegrafikan buku Bahasa Indonesia kelas I SD pada bab yang dianalisis sudah sesuai dengan standar kelayakan BSNP. Buku ini dinilai tepat dalam hal ukuran dan format huruf serta sesuai dalam penggunaan ilustrasi, meskipun pengembangan lebih lanjut pada aspek visual dapat memberikan nilai tambah dalam menunjang proses belajar siswa secara lebih optimal. KESIMPULAN Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Berdasarkan hasil analisis terhadap buku Bahasa Indonesia kelas I SD pada bab 8 AuDi Sekitar RumahAy, dapat disimpulkan bahwa buku ini secara umum telah memenuhi standar kelayakan buku ajar yang ditetapkan oleh BSNP. Dari aspek kelayakan isi, materi yang disajikan telah sesuai dengan capaian pembelajaran dan perkembangan peserta didik, serta memuat konten yang aktual dan relevan. Dari sisi bahasa, struktur kalimat dan kosakata pada umumnya sudah tepat dan mudah dipahami oleh siswa kelas I, meskipun masih ditemukan beberapa bagian yang memerlukan penyempurnaan, khususnya pada aspek fonologi agar lebih sesuai dengan kemampuan berbahasa anak usia dini. Penyajian materi dinilai menarik dan interaktif, disertai dengan ilustrasi dan aktivitas pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi belajar siswa dan mendorong keterlibatan siswa secara aktif. Sementara itu, tampilan atau kegrafikan buku juga cukup sesuai, baik dari segi pemilihan jenis huruf, ukuran, tata letak, maupun penggunaan warna dan ilustrasi dengan adanya sedikit perbaikan untuk memudahkan pemahaman siswa. Dengan demikian, buku ini layak digunakan sebagai bahan ajar di Sekolah Dasar, dengan dilakukan perbaikan seperlunya agar kualitas pembelajaran dapat semakin DAFTAR PUSTAKA