Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANAMAN HIAS PADA UD. PUTU GARDEN AND SOLUTION FEASIBILITY ANALYSIS OF ORNAMENTAL PLANT BUSINESSES AT UD. PUTU GARDEN AND SOLUTION Erna Agustina1. Baiq Rika Ayu Febrilia2 1, 2 Universitas Mataram 1 rika. febrilia@unram. id, 2 aagustinerra@gmail. Masuk: 21 Mei 2024 Penerimaan: 02 Desember 2024 Publikasi: 14 Desember 2024 ABSTRAK Salah satu unit dagang (UD) tanaman hias di wilayah Ampenan NTB adalah Putu Garden and Solution yang mana usaha ini berfokus pada pemasaran tanaman hias serta solusi pertamanan. Putu Garden and Solution menghadapi beberapa permasalahan yang perlu diatasi untuk memastikan kelangsungan dan kesuksesan jangka panjang. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kelayakan suatu usaha dapat berlanjut atau tidak dengan melakukan analisis kelayakan pada usaha tanaman hias ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan yang diperoleh serta menilai kelayakan usaha tanaman hias Putu Garden and Solution. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerimaan yang diperoleh Putu Garden and Solution adalah sebesar Rp616. 000 sedangkan pendapatan yang diperoleh yaitu sebesar Rp198. Nilai R/C Ratio yang diperoleh yaitu sebesar 1,47. Artinya usaha tanaman hias Putu Garden and Solution dinyatakan layak diteruskan. Kata kunci: tanaman hias, pendapatan, kelayakan usaha. Putu Garden and Solution. ABSTRACT One type of the ornamental plant trading units (UD) in the Ampenan area of NTB is Putu Garden and Solution, where this business focuses on selling ornamental plants and gardening solutions. Putu Garden and Solution faces several issues that need to be addressed to ensure long-term sustainability and success. Therefore, it is crucial to determine whether a business can continue or not by conducting a feasibility analysis of the ornamental plant business. The purpose of this research is to analyze the income and feasibility of the Putu Garden and Solution ornamental plant business. The research results show that the revenue obtained by Putu Garden and Solution was IDR 616,500,000 while the income obtained was IDR 198,157,277. The R/C Ratio value obtained is 1. This means that the Putu Garden and Solution is declared worthy of continuing the business. Keywords: ornamental plants, income, business feasibility. Putu Garden and Solution. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 PENDAHULUAN Tanaman hias memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan menambah nilai estetika tempat tinggal karena tanaman hias menyediakan berbagai keuntungan bagi ekosistem, seperti pembersihan udara dan air, daur ulang nutrien, penyerbukan, serta pembentukan tanah subur (Francini, et al, 2. Tanaman hias juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan emosional atau mental, kesehatan fisiologis dan interaksi sosial (Rihn, et al. Hal ini sejalan dengan pendapat Purwantoadi & Saino, . bahwa melakukan penanaman tanaman hias menambah kegiatan di rumah dan mengurangi stress akibat adanya fenomena Covid-19 yang mengubah gaya hidup masyarakat serta arahan pemerintah untuk melakukan aktivitas dari rumah (Work from Hom. telah mendorong sebagian masyarakat memiliki hobi baru, yaitu dengan menyalurkan hobi berkebun dengan tanaman hias. Budidaya tanaman hias tidak hanya dianggap sebagai suatu kegemaran, namun juga sebagai kegiatan yang memiliki aspek komersial dan nilai ekonomi (Septiadi & Yusuf, 2. Tanaman hias menjadi salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan prospek yang menjanjikan sebagai komoditas unggulan untuk ekspor dan pemasaran domestik. Perkembangan bisnis tanaman hias lokal terkait dengan penambahan pendapatan konsumen, keindahan pekarangan rumah dan lingkungan, pembangunan kompleks dan pertamanan perumahan, perhotelan dan perkantoran, serta perkembangan industri Meningkatnya penggunaan tanaman hias menyebabkan permintaan pasar domestik tumbuh cukup kuat selama empat tahun terakhir, akibatnya usaha tanaman hias semakin aktif di berbagai daerah dan melihatnya sebagai suatu peluang dalam memenuhi kebutuhan konsumen (Agung et al. , 2. Selain itu, tanaman hias berkontribusi pada fitoremediasi, proses penggunaan tanaman untuk menghilangkan kontaminan dari lingkungan, dan memiliki potensi untuk meningkatkan estetika daerah yang tercemar untuk tujuan ekowisata (Kaushal et al. Nusa Tenggara Barat memiliki potensi dalam pengembangan budidaya tanaman hias ke arah Agribisnis karena didukung oleh faktor geografisnya, terutama kota Mataram. Produksi yang cukup besar tanaman hias yang ada di Kota Mataram juga dikarenakan pemerintah Kota Mataram telah mencanangkan untuk memaksimalkan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang akan mendorong pertumbuhan lebih luas terhadap budidaya tanaman jenis hias (Mahacakri, 2. Kota Mataram sebagai pintu gerbang masuknya wisatawan dan pusat pemerintahan terus dibenahi dan dipercantik melalui pembuatan taman-taman kota serta menata Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 keindahan serta kebersihan lingkungan. Fenomena tersebut membawa dampak terhadap peningkatan kebutuhan tanaman hias dan pada gilirannya dapat mendorong perkembangan usaha budidaya tanaman hias (Muflihun, 2. Ampenan merupakan wilayah yang memiliki banyak penggiat usaha tanaman hias yng berada di kota Mataram yang menawarkan produk serupa, menjadikan industri tanaman hias memiliki persaingan yang cukup tinggi. Salah satu Unit Dagang (UD) tanaman hias di wilayah ini adalah Putu Garden and Solution, sebuah usaha yang berfokus pada penjualan atau pemasaran tanaman hias dan solusi pertamanan. Meskipun Putu Garden and Solution memiliki potensi yang baik dalam industri tanaman hias, usaha ini masih menghadapi beberapa permasalahan yang perlu diatasi untuk memastikan kelangsungan dan kesuksesan jangka panjang, salah satunya terkait persaingan yang ketat. Dengan banyaknya penggiat usaha tanaman hias yang berada di wilayah ini, tentu memiliki risiko serta tantangan yang perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kelayakan suatu usaha dapat berlanjut atau tidak dengan melakukan analisis kelayakan pada usaha tanaman hias. Penelitian ini menggunakan pendekatan finansial melalui analisis R/C (Revenue/Cos. untuk menganalisis perbandingan antara total pendapatan dan total Hal ini sejalan dengan pendapat Suparyana et al. , . yang menyatakan bahwa sebagai langkah umtuk menjaga kelangsungan operasional produksi perusahaan di tengah persaingan ketat perlu dilakukan analisis biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima untuk meminimalkan kerugian dalam kegiatan produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan yang diperoleh serta menilai kelayakan usaha tanaman hias Putu Garden and Solution. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Putu Garden and Solution yang berada di Jl. Saleh Sungkar. Bintaro. Kec. Ampenan. Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat selama bulan April 2023. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan pertimbangan bahwa kecamatan tersebut memiliki sejumlah besar penggiat usaha tanaman hias aktif dan teknik penentuan sample penelitian dilakukan secara accidental sampling, yaitu pemilihan sample yang kebetulan berada di tempat tertentu pada waktu tertentu yang kebetulan bertemu peneliti, tanpa kriteria khusus atau proses seleksi yang disengaja (Francini et al. , 2. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Pendekatan analisis yang diterapkan peneliti adalah pendekatan finansial melalui analisis R/C (Revenue/Cos. untuk menganalisis perbandingan antara total pendapatan dan total Menurut Barokah et al. , . , pendapatan merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya usahatani. Pendapatan usahatani dihitung dengan rumus berikut. Pd = TR-TC di mana. Pd = Pendapatan (R. TR = Total Penerimaan (R. TC = Total Cost (Biay. yang dikeluarkan (R. Untuk melakukan perhitungan dalam analisis pendapatan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menghitung total biaya dan total penerimaan (Mulyadi et al. , 2. Suparyana et al. , . dalam penelitiannya menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap mencakup biaya untuk faktor produksi yang tidak berubah, seperti biaya perawatan sewa, bunga modal, dan biaya penyusutan alat, sedangkan biaya variabel mencakup biaya untuk faktor produksi yang bertambah seiring penambahan volume produksi, seperti pupuk, bibit tanaman, dan sebagainya. Total Cost (TC) adalah total biaya tetap dan total biaya variabel. Dapat ditulis persamaan matematis sebagai berikut. TC = FC VC di mana. TC = Total Cost (R. FC = Fixed Cost (R. VC = Variable Cost (R. Selanjutnya, penerimaan merujuk pada nilai yang dihasilkan dalam penjualan sebelum dikurangi total pengeluaran (Fadhilah & Rochdiani, 2. TR = Q. di mana. TR = Total Revenue/Penerimaan (R. Q = Quantity atau jumlah produk P = Price/harga jual (R. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Menurut Septiadi, et al. , . , bahwa analisis yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi tingkat kelayakan usaha tanaman hias yaitu dengan menggunakan rumus R/C R/C = TR/TC Adapun kriteria kelayakan usaha adalah sebagai berikut. Apabila R/C >1, maka usaha dikatakan layak Apabila R/C = 1, maka usaha berada di titik impas. Apabila R/C < 1, maka usaha dikatakan tidak layak dilanjutkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Biaya Tetap Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan yang besarnya tidak dipengaruhi oleh produksi yang dihasilkan (Kurniawan, 2. Komponen yang dikeluarkan oleh Putu Garden and Solution meliputi biaya PBB (Pajak Bumi dan Banguna. , biaya penyusutan alat, biaya tenaga kerja tetap, dan biaya listrik. Tabel 1. Biaya Tetap. Keterangan Penyusutan alat Upah Tenaga Kerja Tetap Pajak PBB Biaya Listrik Total Sumber: Data Primer . Jumlah biaya(Rp/bula. Tabel 1 menunjukkan bahwa total biaya tetap yang harus dikeluarkan Putu Garden and Solution sebesar Rp7. 389/bulan. Biaya Variabel Biaya Variabel adalah biaya yang besarnya bergantung dengan jumlah produksi (Kurniawan, 2. Biaya variabel yang harus dikeluarkan Putu Garden and Solution selama menjalankan usaha pada bulan April 2023 meliputi biaya tenaga kerja harian . idak teta. , pembelian bibit/benih tanaman hias, pembelian tanaman tanduk rusa, pembelian pohon moringa, sewa transportasi . ruk pus. , service, saprotan dan lain-lain. Biaya variabel yang dikeluarkan Putu Garden and Solution pada bulan April 2023 dapat dlihat pada Tabel 2 berikut. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Tabel 2. Biaya Variabel. Keterangan Tenaga Kerja Harian . idak teta. Pembelian Bibit/Benih Tanaman Hias Pembelian Tanaman Tanduk Rusa Pembelian Pohon Moringa Sewa Transportasi (Truk Pus. Service Saprotan Lain-lain Total Sumber: Data Primer . Jumlah biaya (Rp/bula. Tabel 2 menunnjukkan bahwa total biaya variabel yang harus dikeluarkan Putu Garden and Solution pada April 2023 adalah sebesar Rp410. Biaya variabel terbesar yang harus dikeluarkan adalah biaya pembelian Pohon Moringa sebesar Rp340. 000, sedangkan upah tenaga kerja harian . idak teta. setiap bulannya selalu berbeda tergantung dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan setiap proyek. Total Biaya Total biaya adalah penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel (Rahman & Utomo, 2. Berikut total biaya yang dikeluarkan Putu Garden and Solution pada April 2023 yang dapat dilihat dalam Tabel 3 berikut. Tabel 3. Total Biaya. Keterangan Biaya tetap Biaya variabel Total Sumber: Data Primer . Jumlah biaya(Rp/bula. Tabel 3 menunjukkan bahwa total biaya tetap Putu Garden and Solution sebesar Rp7. 389/bulan. Penerimaan Penerimaan usaha nilai yang dihasilkan dalam penjualan sebelum dikurangi total pengeluaran (Fadhilah & Rochdiani, 2. Besarnya jumlah penerimaan usaha yang didapat Putu Garden and Solution berasal dari penjualan tanaman hias daun dan tanaman hias bunga serta diperoleh dari pengerjaan proyek taman. Penerimaan yang diperoleh dalam usaha tanaman hias Putu Garden and Solution tertera pada Tabel 4. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 Tabel 4. Jumlah Penerimaan. Keterangan 1 Proyek 2 Non Proyek Tanaman Tanduk Rusa Medium Tanaman Tanduk Rusa Besar Pohon Moringa Total Sumber: Data Primer . ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Jumlah Harga Satuan (R. Penerimaan (R. Berdasarkan Tabel 4, dapat dilihat besar penerimaan yang diperoleh dari pengerjaan proyek sebesar Rp350. 000, sedangkan penerimaan dari non proyek sebesar Rp266. dengan rincian hanya penjualan tanaman tanduk rusa dan pohon moringa. Sehingga total penerimaan yang diperoleh Putu Garden and Solution sebesar Rp616. Pendapatan Menurut Barokah et al. , . , pendapatan merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya usahatani. Berikut pendapatan yang diperoleh usaha tanaman hias Putu Garden and Solution yang tertera pada tabel 5. Tabel 5. Total Pendapatan. Keterangan Total Penerimaan Total Biaya Pendapatan Sumber: Data Primer . Jumlah (R. Tabel 5 menunjukkan bahwa penerimaan yang diperoleh Putu Garden and Solution pada bulan April 2023 yaitu sebesar Rp616. 000, sedangkan total biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp418. 723, sehingga pendapatan yang didapatkan Putu Garden and Solution pada bulan April 2023 adalah sebesar Rp198. 277 yang menunjukkan usaha tanaman hias ini memiliki keuntungan yang menjanjikan. Hasil ini didukung oleh hasil penelitian (Septiadi & Yusuf, 2. yang menganalisis kinerja ekonomi usaha tanaman hias di UD. Yuka Garden Kota Mataram dengan hasil rata-rata penerimaan usaha sebesar Rp. 667/bulan. Hal ini berarti apabila biaya produksi yang dikeluarkan semakin tinggi, maka total pendapatan yang dihasilkan akan semakin kecil (Igga et al. , 2. Jadi total biaya memberikan pengaruh terhadap pendapatan usaha tanaman hias UD. Yuka Garden. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Analisis R/C Ratio Menurut Septiadi et al. , . bahwa analisis kelayakan usaha digunakan dalam mengidentifikasi tingkat kelayakan suatu usaha tanaman hias dimana total penerimaan dibagi total biaya produksi. Hasil analisis R/C Ratio usaha Putu Garden and Solution pada April 2023 yang tertera pada Tabel 6 berikut ini. Tabel 6. Kelayakan Usaha R/C Ratio. Keterangan 1 Proyek Non Proyek Tanaman Tanduk Rusa Medium Tanaman Tanduk Rusa Besar Pohon Moringa Total Penerimaan Non Proyek Total Penerimaan keseluruhan 3 Total Biaya Produksi 4 R/C Ratio R/C Ratio Proyek R/C Ratio Non Proyek R/C Ratio Keseluruhan Sumber: Data Primer . Jumlah Harga Satuan (R. Penerimaan (R. Nilai 0,84 0,64 1,47 Berdasarkan Tabel 6 didapatkan bahwa nilai R/C Ratio keseluruhan Usaha Putu Garden and Solution sebesar 1,47 yang menunjukkan bahwa setiap Rp100. 000 biaya yang dikeluarkan, maka Usaha Putu Garden and Solution telah memberikan penerimaan sebesar Rp147. Maka secara ekonomi, usaha tanaman hias Putu Garden and Solution menguntungkan atau layak untuk dilanjutkan. Sebagaimana hal ini selaras dengan hasil penelitian (Septiadi & Yusuf, 2. yang menganalisis kinerja ekonomi usaha tanaman hias UD. Yuka Garden Kota Mataram dengan hasil tingkat kelayakan usaha (R/C rati. tanaman hias di UD. Yuka Garden Kota Mataram mencapai nilai 2,78 yang berarti usaha ini layak untuk diusahakan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan, didapatkan kesimpulan tersebut yaitu penerimaan yang diperoleh Putu Garden and Solution adalah sebesar Rp616. 000 sedangkan pendapatan yang didapatkan yaitu sebesar Rp198. Nilai R/C Ratio yang diperoleh yaitu sebesar 1,47. Artinya usaha tanaman hias Putu Garden and Solution dinyatakan layak diteruskan. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 DAFTAR PUSTAKA