Amjad Salong. Hartika A. Gay. Gazali Far-Far: Kepuasan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring Kepuasan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring Di Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Pattimura Ambon Amjad Salong Pendidikan Ekonomi. FKIP Universitas Pattimura. Ambon. Indonesia. Email: thejais73@gmail. Hartika A. Gay Pendidikan Ekonomi. FKIP Universitas Pattimura. Ambon. Indonesia. Email: tikagay17@gmail. Gazali Far-Far Pendidikan Sejarah. FKIP Universitas Pattimura. Ambon. Indonesia. Email: farfargazali@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran secara daring di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pattimura Ambon, perubahan perilaku mendasar pada era pandemik Covid 19. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dengan instumen/kuisioner berisi 20 butir pertanyaan yang dikelompokkan menjadi 10 indikator utama. Pengolahan data menggunakan program MS Excel kemudian di analisa menggunakan statistic deskriptif. Display data menampilkan data skor tertinggi, rata dan skor terendah. Masing-masing kelompok skor dianalisa dengan aspek Aeaspek indikator teori maupun hasil temuan data peneliti Penetapan peneliti relevan yang dirujuk melalaui analisa literatur review bersumber dari jurnal dan buku yang bersumber dari hasil penelitian. Hasil analisis dalam penelitian ini berdasarkan lima dimensi indikator di atas, terkait kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran daring memiliki skor rata-rata dimensi tangible adalah 3,45 %, skor rata-rata dimensi reliability adalah 3,45 %, skor rata-rata dimensi responsiveness adalah 3,45 %, skor rata-rata dimensi assurance adalah 3,78 %, dan skor rata-rata dimensi empathy adalah 3,89 %. Secara keseluruhan responden memberikan skor rata-rata pada 24 item pernyataan positif dalam lima dimensi tersebut adalah 3,57%, sehingga berdasarkan kategori yang ditentukan, menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pattimura merasa puas mengikuti pembelajaran daring. Kata Kunci: Kepuasan. Mahasiswa. Pembelajaran Daring Kebijakan pemerintah mengenai larangan berkerumun (Social Distancin. bagi masyarakat patut diapresiasi dan dipatuhi karena upaya ini bertujuan untuk mengatasi penyebaran Covid-19 (Far-Far, 2. Termasuk Kemendikbud juga telah melarang perguruan tinggi untuk melakukan perkuliahan tatap muka . dan perkuliahan atau pembelajaran daring dengan mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud No. (Irwanto, 2. , hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun perlu disadari bahwa ada ketidaksiapan dalam menjalani proses pembelajaran daring saat ini. Pergeseran dari sistem pembelajaran tatap muka ke sistem pembelajaran daring sangat mendadak, tanpa persiapan yang matang. Pembelajaran online PENDAHULUAN Di tengah merebaknya kasus penyebaran virus Covid-19 yang terjadi di Indonesia ternyata membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan, (Monica, 2. Pandemi Covid-19 di Indonesia mulai terjadi pada Maret 2020, diawali dengan adanya korban positif di Kota Depok, (Argaheni. Virus Corona sendiri ditemukan di Wuhan. China, pada Desember 2019. Pandemi Covid-19 mengakibatkan kehidupan normal terpaksa berubah dalam berbagai aspek (Cahyawati, 2. Melihat perkembangan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, maka pemerintah membuat kebijakan pelaksanaan pendidikan tidak tatap muka untuk meminimalisir penyebaran Covid19 (Misran & Yunus, 2. , seperti lockdown, social distancing, dan berbagai tindakan protokol Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 112 - 118 berbeda dengan pembelajaran konvensional. Dalam pembelajaran sejarah metode konvensional ditandai dengan ceramah yang disertai dengan penjelasan dan pembagian tugas serta latihan. Menurut (Sadikin, 2. , pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Pembelajaran online adalah pembelajaran berbasis teknologi dengan materi pembelajaran yang dikirim secara elektronik kepada siswa jarak jauh dengan menggunakan jaringan komputer dan media berbasis komputer. Stockley dalam (Budhianto, 2. Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pembelajaran konvensional dinilai sangat riskan, oleh karena itu bentuk perkuliahan yang dapat dijadikan solusi di masa pandemi COVID-19 adalah pembelajaran daring. Namun pilihan untuk melakukan pembelajaran daring tidak mudah dilakukan karena diperlukan kesiapan perangkat teknologi, kesiapan pengetahuan dosen dan mahasiswa dalam penggunaan perangkat teknologi dan tentunya paket data internet, kualitas jaringan internet yang baik, dan lingkungan yang Keterbatasan aksesibilitas internet, hardware dan software, serta pembiayaan seringkali menjadi kendala dalam memaksimalkan sumber belajar online (Yaumi, 2. Beberapa mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring merasa lebih baik dari pada pembelajaran konvensional karena lebih memudahkan mereka tanpa perlu menguras tenaga, menghabiskan waktu lama di kampus, dan mereka bisa belajar dimana saja dan kapan saja dan juga dengan kuliah daring ini mereka bisa melamar pembelajaran era industri berbasis teknologi 4. Namun, tidak sedikit siswa yang mengeluh setelah menjalani pembelajaran daring. Menurut survey yang dilakukan oleh Priyono dan Aisah yang dipaparkan dalam (Huba, 2. , menunjukkan bahwa lebih dari 90% mahasiswa di beberapa perguruan tinggi merasa kebijakan pembelajaran daring ini kurang efektif. Ada beberapa hal yang dikeluhkan mahasiswa terkait penerapan sistem pembelajaran daring seperti tidak semua mahasiswa mendapatkan fasilitas wifi sehingga harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli kuota, masalah sinyal menjadi kendala bagi mahasiswa untuk mengakses modul perkuliahan, beberapa elektronik membutuhkan untuk disambungkan ke listrik, jika Tiba-tiba mahasiswa kesulitan untuk melakukan absensi, mahasiswa tidak leluasa dalam belajar karena tidak ada komunikasi dua arah antara mahasiswa dan dosen. Senada dengan hasil survey yang dilakukan oleh Priyono dan Aisah, hal tersebut juga dirasakan oleh beberapa mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pattimura Ambon. Berdasarkan pengalaman peneliti sendiri dan wawancara terbuka yang dilakukan dengan beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pattimura Ambon, sebagian besar yang ditanyakan memiliki keluhan dalam pelaksanaan pembelajaran daring, antara lain: proses belajar mengajar lebih singkat daripada tatap muka. muka, proses perkuliahan tidak sesuai dengan jadwal perkuliahan yang dijadwalkan, pembelajaran online dinilai lebih membosankan dibandingkan dengan perkuliahan tatap muka, tidak semua asrama mahasiswa memiliki kualitas jaringan yang baik mahasiswa terhadap pembekalan dari materi yang disampaikan oleh dosen, tidak semua mahasiswa memiliki fasilitas wifi sehingga harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli paket data, dan ada mata kuliah yang membutuhkan latihan sehingga menyulitkan mahasiswa karena tidak memiliki fasilitas penunjang di tempat tinggalnya. Perlu diketahui bahwa secanggih apapun teknologi yang digunakan saat ini, belum dapat menggantikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, karena metode interaksi tatap muka . masih jauh lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. pembelajaran online karena masih ada kendala seperti yang dikemukakan oleh (Yaumi. Saat ini yang harus dilakukan pemerintah adalah memuluskan penyediaan jaringan di wilayahwilayah di seluruh Indonesia yang hingga saat ini belum tersedia jaringan. Pangondingan et al . dalam (Hutabarat, 2. , dalam penelitiannya menyebutkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran daring di era revolusi industri 4. Salah satu faktornya adalah dukungan ketersediaan jaringan yang merata di setiap wilayah. Dengan begitu jaringan tidak menjadi kendala yang menghambat proses pembelajaran daring. Pemerintah juga bisa Amjad Salong. Hartika A. Gay. Gazali Far-Far: Kepuasan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring menyediakan salah satu aplikasi gratis yang bisa digunakan untuk pembelajaran daring sehingga tidak memakan banyak paket data, sehingga tidak memakan banyak biaya. Penelitian ini dilakukan di Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Unpatti dengan rumusan singkat materi pokok kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Average 3,71 4,09 3,77 2,93 2,73 3,13 3,40 3,50 3,79 2,67 4,09 3,23 4,10 2,94 3,97 2,60 3,64 3,57 4,13 3,94 3,99 3,97 3,66 3,45 Reliability Responsiveness Assurance 3,45 Emphaty HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut temuan kepuasan mahasiswa pada dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Tabel Kepuasan Mahasiswa pada Dimensi Tangible. Reliability. Responsiveness. Assurance, dan Empati. Items 3,50 Tangible METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Penelitian deskriptif adalah penelitian mendeskripsikan suatu peristiwa dengan variabel yang dapat dijelaskan dengan menggunakan angka maupun kata-kata. Punaji . alam Sugeng, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, angket dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan ekonomi FKIP Unpatti Amobon yang masih aktif kuliah sebanyak 225 orang, dengan rincian mahasiswa: angkatan . 99 orang, mahasiswa angkatan . 65 orang, dan mahasiswa angkatan . 61 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 responden . pendidikan ekonomi Universitas Pattimura Ambon. Hasil analisis dalam penelitian ini berdasarkan kelima dimensi indikator di atas terkait kepuasan siswa dalam pembelajaran daring rata-rata skor untuk dimensi tangible adalah 3,45%, skor rata-rata untuk dimensi reliabilitas adalah 3,45%, rata-rata skor untuk dimensi ketanggapan adalah 3,45%, ratarata skor untuk dimensi assurance adalah 3,78%, dan rata-rata skor untuk dimensi empati adalah 3,89%. Secara keseluruhan responden memberikan skor rata-rata sebanyak 24 item pernyataan positif pada kelima dimensi yaitu sebesar 3,57% sehingga sesuai dengan kategori yang ditentukan. Indicator 3,45 3,78 3,89 Average Indicator 3,57 Berdasarkan tabel di atas pada dimensi tangible rata-rata responden tertinggi ada pada item ke-3 dengan skor 4,09% . Dan rata-rata terendah responden ada pada item ke-6 dengan skor 2,73% . ukup pua. Selanjutnya pada dimensi reliabilitas, rata-rata responden tertinggi ada pada item ke-10 dengan skor 3,79% . Dan rata-rata terendah Average Per Indicator Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 112 - 118 responden ada pada item ke-7 dengan skor 3,13% . ukup pua. Pada dimensi daya tanggap yang terdapat pada tabel di atas rata-rata responden tertinggi ada pada item ke-14 dengan skor 4,10% . Dan rata-rata responden terendah ada pada item ke-17 dengan skor 2,60% . idak pua. Sedangkan pada dimensi assurance rata-rata responden tertinggi ada pada item ke-20 dengan skor 4,13% . Dan rata-rata responden terendah ada pada item ke-19 dengan skor 3,57% . , dan pada dimensi empati yang terdapat pada tabel di atas ratarata responden tertinggi ada pada item ke-22 dengan skor 3,99. % . Dan rata-rata responden terendah ada pada item ke-24 dengan skor 3,66% . Kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran daring diukur berdasarkan lima dimensi, yaitu dimensi tangible . ukti fisi. , dimensi reliabilitas . , dimensi daya tanggap, dimensi jaminan, dan dimensi empati. Pada temuan pada dimensi tangible rata-rata responden tertinggi menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi merasa puas dengan penampilan dosen dalam hal berpakaian yang memenuhi standar kesopanan. Hal ini didukung oleh studi empiris yang dilakukan oleh Parasuraman (Pontjorini, et al. , 2. yang dikutip oleh Ambrawati. , bahwa dalam dimensi tangible yang meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai/staf pengajar, dan sarana komunikasi. Misalnya sarana belajar . , sarana laboratorium, sarana perpustakaan dan sarana fisik lainnya, serta sandang untuk tenaga administrasi dan tenaga kependidikan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ambrawati. , ditemukan bahwa jika aspek dimensi tangible yang meliputi sarana fisik telah memenuhi harapan siswa maka siswa akan merasa puas. Begitu juga dengan temuan dalam penelitian ini yang menunjukkan respon positif terhadap kepuasan mahasiswa terkait penampilan dosen dalam hal berbusana. Dan rata-rata terendah responden pada item dimensi tangible menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi memberikan respon yang cukup puas terkait adanya wifi/hospot yang terkoneksi dengan handphone/laptop/komputer perkuliahan daring sehingga tidak Tidak perlu biaya banyak untuk membeli paket data. Selanjutnya pada dimensi reliabilitas, rata-rata responden tertinggi menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi puas terhadap dosen yang menyediakan bahan ajar . andout, emodu. untuk melengkapi materi yang diberikan. Hal ini didukung oleh studi empiris yang dilakukan oleh Parasuraman . alam Ambrawati. , bahwa dalam dimensi kehandalan yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera atau cepat, akurat dan memuaskan. Misalnya mata pelajaran yang benar-benar sesuai dengan pembelajaran yang akurat, penilaian yang objektif, bimbingan dan konseling, dan kegiatan lainnya yang semuanya untuk memperlancar proses belajar siswa. Dalam hal ini termasuk memberikan bahan ajar kepada mahasiswa, karena dengan demikian mahasiswa dapat mengkaji dan mempelajari kembali materi yang diberikan oleh dosen . empermudah proses pembelajaran mahasiswa/mahasisw. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Erni, 2. , yang menyatakan bahwa salah satu dampak positif dari penerapan pembelajaran daring bagi mahasiswa adalah mahasiswa dapat mereview dan mempelajari kembali materi yang diberikan dosen dalam bentuk PDF sehingga kapanpun mahasiswa dapat belajar . Dan rata-rata responden terendah pada dimensi reliabilitas menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi cukup puas dengan pelaksanaan perkuliahan daring tepat waktu dan sesuai dengan jadwal perkuliahan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, dimensi ketanggapan yang terdapat pada temuan rata-rata responden tertinggi menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi merasa puas terhadap dosen dalam menanggapi pertanyaan yang muncul selama perkuliahan daring. Hal ini didukung oleh studi empiris yang dilakukan oleh Parasuraman . alam Ambrawati. , bahwa dalam dimensi responsiveness yaitu kemauan/kesediaan staf untuk membantu siswa. Misalnya, guru pembimbing Proses pembelajaran yang interaktif memungkinkan siswa Amjad Salong. Hartika A. Gay. Gazali Far-Far: Kepuasan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring Terlihat dari respon positif yang diberikan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi bahwa dosen selalu merespon pertanyaan yang diberikan, hal ini tentunya merupakan upaya yang dilakukan dosen dalam membantu memperluas wawasan berpikir mahasiswa untuk memahami materi yang diberikan. Dan rata-rata responden terendah pada dimensi responsiveness menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi kurang puas dengan pernyataan kami bahwa mereka lebih antusias mengikuti kuliah daring daripada kuliah tatap muka, karena dimanapun kami berada tetap bisa hadir kuliah daring. Walaupun kuliah daring dapat dilakukan dimanapun mahasiswa berada, namun hal tersebut tidak membuat mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi memberikan respon positif bahwa mereka puas dengan kuliah daring. Hal ini didukung oleh hasil survei yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (Mahasiswa, 2. , yang menyatakan bahwa terdapat 58,4% responden dalam survei tersebut lebih memilih pembelajaran tatap muka sebagai metode pembelajaran yang paling efektif dibandingkan pembelajaran. karena berbagai kesulitan yang dialami responden selama pembelajaran online, seperti jaringan internet yang buruk, tidak memiliki paket atau kuota internet yang memadai, dan sebagainya. Mengikuti dimensi assurance, rata-rata responden tertinggi menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi merasa puas terhadap semua dosen yang mampu menggunakan aplikasi zoom/googel meet/class room untuk melakukan Hal ini didukung oleh kajian empiris yang dilakukan oleh Parasuraman . alam Ambrawati. AR 2. , bahwa dalam dimensi penjaminan . yang meliputi pengetahuan, kompetensi, penghargaan terhadap peserta didik, dan memiliki sifat dapat dipercaya, bebas dari bahaya dan keragu-raguan. misalnya, semua staf/dosen benar-benar berkompeten di bidangnya sehingga memiliki reputasi positif di mata masyarakat. Dilihat dari kondisi pandemi saat ini para staf/dosen dituntut untuk kbisa dan berkompeten dalam bidang teknologi, dan hal itu dibuktikan oleh para dosen Pendidikan Ekonomi yang meski penerapan pembelajarannya terkesan berani dadakan namun, semua dosen dengan cepat dapat melakukan penyesuaian sehingga proses pembelajaran berani dapat terlaksana dengan menggunakan ruang belajar melalui aplikasi zoom/google meet/class room. Dan rata-rata responden terendah adalah pada dimensi assurance yang menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi merasa puas dengan dosen yang mampu mengontrol aktivitas mahasiswa selama proses pembelajaran. Selanjutnya, dimensi empati yang terdapat pada temuan rata-rata responden tertinggi menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi merasa puas bahwa dosen menjelaskan arah dan tujuan dalam setiap pembelajaran daring. Dan rata-rata responden terendah menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi merasa puas terhadap dosen yang selalu memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang mengalami kendala jaringan di lokasi tempat Hal ini didukung oleh studi empiris yang dilakukan oleh Parasuraman . alam Pontjorini, et al. yang dikutip oleh Ambrawati. bahwa dalam dimensi empati . , yaitu kemudahan menjalin hubungan, berkomunikasi dengan baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan siswa. Dalam pembelajaran daring jaringan internet tidak selalu membaik, untuk itu jika ada mahasiswa yang mengalami kendala jaringan internet sehingga tidak dapat mengikuti perkuliahan, termasuk pada saat ujian tengah semester atau ujian akhir semester, dan ketika dosen memberikan empati dengan memberikan kesempatan lagi kepada mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan , ini sangat membantu Hasil analisis dalam penelitian ini berdasarkan kelima dimensi indikator di atas terkait kepuasan siswa dalam pembelajaran daring rata-rata skor untuk dimensi tangible adalah 3,45%, skor rata-rata untuk dimensi reliabilitas adalah 3,45%, rata-rata skor untuk dimensi ketanggapan adalah 3,45%, ratarata skor untuk dimensi assurance adalah 3,78%, dan rata-rata skor untuk dimensi empati adalah 3,89%. Secara keseluruhan responden memberikan skor rata-rata sebanyak 24 item pernyataan positif pada kelima dimensi yaitu sebesar 3,57%, sehingga berdasarkan kategori yang ditentukan menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pattimura merasa puas mengikuti pembelajaran daring. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 112 - 118 Hal ini perlu diapresiasi mengingat pembelajaran daring di Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Pattimura baru dilaksanakan sejak pandemi Covid19. Walaupun ada beberapa kendala yang dirasakan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran daring seperti membutuhkan penggunaan biaya yang lebih untuk membeli paket data dan gangguan jaringan di daerah tempat tinggalnya, sehingga penyampaian materi oleh dosen kurang jelas dan hal ini dapat menurunkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran daring. Hal ini didukung dengan wawancara yang dilakukan oleh peneliti. yang memiliki jaringan internet yang baik dan mendukung proses perkuliahan. Jika penelitian ini ingin dikembangkan, diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan rumusan masalah yang lebih mendalam terkait proses pembelajaran daring. DAFTAR PUSTAKA