Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 170-180 DOI: https://doi. org/ 10. 55606/jurrimipa. Implementasi Kurikulum Merdeka: Kendala dan Penanganannya dalam Pembelajaran di Sekolah Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti1. Aulia Andin Kinanti2. Ade Sekar Anggraini3. Adyla Syukhraini Marwi4. Putri Agustina Anggreni Arwira5. Raini Dahriana Pulungan6 1,2,3,4,5,6Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: Ummiafinni@uinsu. Auliakinanti@gmail. com2, adesekaranggraini@uinsu. adylamarwi12@gmail. Pagustina463@gmail. Rainidahrianapulungan@uinsu. Abstract. The independent curriculum is a curriculum that has various learning topics and is more flexible for teachers and students. In fact, the government gives full authority and responsibility to all schools to create a curriculum that suits their needs and culture. The purpose of this research is to find and explain the obstacles faced by teachers in implementing the independent curriculum. Thus, research schools can determine the appropriate method to overcome this obstacle. This research uses descriptive qualitative The data collected is based on interviews and literature reviews from journals that discuss the independent curriculum. The results of the study show that teachers face a number of challenges in implementing an independent curriculum. Some of these challenges include the government not socializing the independent curriculum, preparing teachers to switch to an independent curriculum, and the availability of educational resources available to teachers, which are still focused on textbooks and handbooks. Keywords: Implementation, 2013 curriculum and Independent Curriculum Abstrak. Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang memiliki berbagai topik pembelajaran dan lebih fleksibel untuk guru dan siswa. Pada kenyataannya, pemerintah memberikan kewenangan dan tanggung jawab penuh kepada semua sekolah untuk membuat kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan budaya mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menjelaskan hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka. Dengan demikian, sekolah penelitian dapat menentukan metode yang tepat untuk mengatasi hambatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan didasarkan pada wawancara dan tinjauan literatur dari jurnal-jurnal yang membahas kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi sejumlah tantangan dalam menerapkan kurikulum merdeka. Beberapa dari tantangan tersebut termasuk pemerintah yang tidak mensosialisasikan kurikulum merdeka, persiapan guru untuk beralih ke kurikulum merdeka, dan ketersediaan sumber pendidikan yang tersedia bagi guru, yang masih berfokus pada buku pelajaran dan buku pedoman. Kata kunci: Implementasi. Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Received Mei 30, 2023. Revised Juni 30, 2023. Accepted Juli 22, 2023 * Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti. Ummiafinni@uinsu. Implementasi Kurikulum Merdeka: Kendala dan Penanganannya dalam Pembelajaran di Sekolah LATAR BELAKANG Untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan, pembelajaran sebagai suatu sistem terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait. Komponen ini termasuk guru, siswa, kurikulum, strategi, pendekatan, metode, model, media, dan asesmen atau Belajar juga terkait dengan proses belajar siswa. Penilaian adalah bagian penting dari penyampaian pembelajaran karena menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa (Divanda et al. , 2. Pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan suatu bangsa. Suatu bangsa akan maju bila memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kualitas suatu bangsa di masa depan tergantung dari pendidikan yang diberikan kepada generasi saat ini. Perkembangan pendidikan yang terus berubah setiap tahunnya menghadirkan tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas (Rostika, 2. Berbagai komponen tercakup dalam dunia pendidikan, dengan setiap komponen saling berkaitan erat, salah satu komponen tersebut adalah kurikulum. Silabus tahun 2013 adalah evolusi dari Silabus Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Silabus ini dianggap konsisten dengan program pendidikan dan berbasis kompetensi dan karakter. Beberapa aspek kurikulum 2013, seperti pendekatan keilmiahan dan penilaian pembelajaran otentik, menunjukkan perbedaan tersebut. Setelah uji coba kurikulum di beberapa sekolah terpilih pada Juli 2013, kurikulum 2013 dilaksanakan serentak di semua jenjang pendidikan formal pada tahun ajaran 2014/2015 (Saraswati & Safitri, 2. Di penghujung tahun 2022, ada kebijakan baru dalam dunia pendidikan Indonesia yaitu perubahan kurikulum pada jenjang SD dan SMA. Kebijakan ini menimbulkan perbedaan pendapat . , yang dapat dibedakan menjadi dua pendapat, yaitu: pendapat yang setuju . dan pendapat yang tidak setuju . Demikian juga masih sedikit informasi tentang persepsi guru biologi itu sendiri, padahal guru adalah aktor utama dalam kurikulum. Perbedaan persepsi menimbulkan sikap pro dan kontra di berbagai kalangan. Mereka yang mendukung melihat perubahan kurikulum sebagai langkah menuju peningkatan kualitas pendidikan. Jika kurikulum tidak diubah, lulusan yang dihasilkan akan menjadi lulusan usang yang tidak terintegrasi dengan dunia kerja. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 170-180 Analisis, penilaian, prediksi, dan berbagai masalah yang dihadapi baik di dalam maupun di luar organisasi menentukan kebijakan untuk perubahan kurikulum. Sebagai produk politik, kurikulum bersifat kontekstual, dinamis, dan relatif dalam konteks ini (Jono, 2. Tidak henti-hentinya berubah, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan tahan terhadap kritik. Contextual karena sangat penting dan relevan dengan konteks saat itu, dan relatif karena pedoman kurikulum yang dibuat dianggap baik atau sempurna pada saat itu dan tidak relevan pada saat berikutnya. Oleh karena itu, prinsip dasar kebijakan kurikulum adalah transformasi dan konsistensi perubahan terus menerus (Daniel, 2. Kurikulum merupakan poros utama pendidikan di Indonesia, kurikulum merupakan alat untuk mencapai proses pembelajaran yang optimal, cocok untuk mengarahkan pembelajaran yang dilakukan (Dewanta et al. , 2. Kurikulum merupakan sumber belajar siswa yang perlu kreatif, dinamis, dan dinilai secara teratur untuk mengikuti perkembangan zaman dan memberikan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat (Barlian et al. , 2. Silabus merupakan acuan bagi setiap pendidikan dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Indonesia merupakan salah satu negara yang telah melakukan beberapa kali perubahan kurikulum hingga saat ini. Kurikulum mandiri merupakan kurikulum baru yang diharapkan mampu mencapai tujuan pendidikan (Manalu et al. , 2. Melihat realita yang ada di masyarakat. Indonesia memiliki masalah learning crisis yang berujung pada kesenjangan mutu pendidikan. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi (Kemendikbudriste. telah mengambil kebijakan pengembangan kurikulum mandiri dalam rangka penyelenggaraan rekreasi belajar pada tahun 2022Ae2024 untuk meningkatkan kualitas pendidikan (Barlian et al. , 2. Kurikulum mandiri ini dikembangkan sebagai kerangka kurikulum adaptif sebagai bagian dari reformasi pembelajaran dengan penekanan pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa (Kemendikbud, 2. Kurikulum mandiri ini diharapkan mampu mensyaratkan siswa memiliki kemandirian dan kebebasan dalam mengakses ilmu yang diperoleh, dengan tujuan menjawab tantangan pendidikan di era Revolusi Industri 4. 0, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah, kreatif dan inovatif serta menguasai kemampuan berbahasa siswa (Manalu et , 2. Hal ini memungkinkan siswa memiliki keterampilan yang akan berguna dalam kehidupannya di masa depan, terutama di bidang bahasa. Implementasi Kurikulum Merdeka: Kendala dan Penanganannya dalam Pembelajaran di Sekolah KAJIAN TEORITIS Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbu. No. 65 Tahun 2013 mengatur standar proses, termasuk perencanaan proses pembelajaran. Untuk memastikan bahwa pengajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar, guru diwajibkan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara menyeluruh dan sistematis. RPP guru dibuat untuk membantu guru merencanakan pembelajaran yang Mereka dapat digunakan untuk memaksimalkan kecerdasan majemuk setiap siswa dan memfasilitasi proses pembelajaran. Membuat RPP membantu guru menjadi lebih baik dalam merancang pembelajaran sebagai bagian dari keterampilan pedagogik Tujuan pembelajaran, materi yang diajarkan, metode yang digunakan, dan penilaian telah direncanakan dari sudut pandang yang berbeda, sehingga guru lebih percaya diri dalam pembelajaran (Mubin, 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut Harahap & Nazliah, 2. merupakan rencana pembelajaran mengacu pada Kompetensi Dasar (KD) tertentu yang ada dalam kurikulum atau silabus. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dibuat untuk membantu guru dalam mengajar sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih baik sesuai dengan KD yang telah ditetapkan. Kurikulum 2013 Di Indonesia sendiri, lahirnya kurikulum revisi 2013 ini merupakan kurikulum terakhir setelah sepuluh besar pergantian kurikulum. Di satu sisi, proses perubahan kurikulum dapat dipahami sebagai dinamika yang konstruktif, mengingat setiap pakar pendidikan dan pembuat kebijakan pendidikan memiliki pandangan yang berbeda tentang Selain itu, perubahan kurikulum perlu dilaksanakan secara terus menerus karena merupakan konsekuensi logis dari tuntutan dan tantangan zaman (Pahlawan et al. Kurikulum 2013 merupakan program baru pemerintah di bidang pendidikan yang diharapkan dapat mengatasi kesulitan dan permasalahan negara Indonesia. Dibandingkan dengan silabus sebelumnya, silabus tahun 2013 ini mengalami perubahan yang cukup signifikan pada tingkat unit pelaksanaannya. Kurikulum ini diajarkan di tingkat SD. SMP dan SMA, serta di sekolah kejuruan. Perubahan lain dapat diamati pada keseluruhan JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 170-180 desain kurikulum 2013. Dalam hal ini, untuk menjamin terjadinya pembelajaran melalui keseimbangan ketiga aspek tersebut, maka kurikulum diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini berbeda dengan sebelumnya, dimana pembelajaran lebih ditekankan pada aspek kognitif. Sebagai konsekuensi langsung dari kerangka konseptual kurikulum 2013, penilaian pembelajaran harus disesuaikan dengan kerangka kurikulum itu sendiri. Oleh karena itu, penilaian juga harus didasarkan pada ketiga aspek ini: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, silabus 2013 mengandung perubahan signifikan dalam praktiknya (Rawi et al. , 2. Kurikulum Merdeka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengusulkan program kebijakan baru yang disebut "Merdeka Belajar". Kebijakan belajar mandiri yang dipilih Nadiem adalah pilihan yang tepat. Sebabnya adalah temuan dari Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2019: hasil penilaian siswa Indonesia hanya menempati peringkat keenam dari bawah. dari 79 negara. Indonesia menempati urutan ke-74 dalam hal literasi dan matematika. Karena itu. Nadiem membuat kemajuan dalam penilaian keterampilan minimal, termasuk numerasi, literasi, dan karakter. Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan untuk menganalisis teks dan memahami ide-ide di baliknya. Merdeka belajar bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Secara umum, program ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan program yang sudah ada, tetapi tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Kebebasan belajar yang diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih mudah. Firdaus menjelaskan penyederhanaan pelaksanaan pembelajaran seperti: . RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang dibuat oleh guru tidak lagi harus terlalu besar dan rumit seperti dulu, . sistem zona waktu penerimaan siswa baru yang sudah berjalan beberapa tahun proses akan tetap berjalan namun lebih fleksibel dalam pelaksanaannya, . mulai tahun 2021 ujian nasional yang membebani peserta didik diganti dengan asesmen kompetensi minimal dan asesmen karakter, dan . Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diubah menjadi penilaian berkelanjutan sebagai portofolio . ugas kelompok, karya tulis, magang, dl. (Pahlawan et al. , 2. Jika sebelumnya telah dijelaskan bahwa asesmen belajar mandiri bertujuan untuk asesmen berkelanjutan, maka dapat disepakati bahwa asesmen Implementasi Kurikulum Merdeka: Kendala dan Penanganannya dalam Pembelajaran di Sekolah autentik yang diterapkan dalam kurikulum 2013 masih relevan untuk diintegrasikan ke dalam program. METODE PENELITIAN Penelitian deskriptif kualitatif ini dirancang sebagai studi kasus. Menurut Sugiyono . penelitian deskriptif adalah suatu metode yang berguna dalam memberikan deskripsi, gambaran, atau lukisan yang akurat tentang karakteristik dan hubungan fenomena yang diselidiki. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk menjelaskan beberapa hambatan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka. Studi ini dilakukan di Laboratorium Madrasah Aliyah UINSU dan akan dimulai pada bulan Juli Data diambil dari studi pustaka, penelitian, dan kebijakan kurikulum merdeka. Wawancara dengan guru dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum yang menerapkan kurikulum merdeka adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Data primer penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru untuk mengetahui hambatan dalam penerapan kurikulum merdeka. Data sekunder untuk pendukung diperoleh melalui pencarian kata kunci kurikulum merdeka di internet. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebenarnya, tidak semua sekolah dan guru setuju dengan kurikulum yang terus berubah, karena guru adalah bagian penting dari penerapan kurikulum (Isthofiyani, 2. , ada sekolah yang hanya menerima perubahan kurikulum dan menganggapnya baik bahwa pemerintah sudah mempertimbangkan banyak hal untuk mengubah sistem pendidikan, terutama kurikulum. Namun, ada sekolah lain yang merasa perubahan kurikulum terlalu banyak dan berbeda-beda dalam pelaksanaannya karena letak geografis yang berbeda. Sebagaimana penelitian yang telah dilakukan (Dewanta et al. , 2. tentang hasilnya menunjukkan bahwa literasi, referensi, akses ke digital, kemampuan guru, dan pengelolaan waktu adalah beberapa faktor yang menjadi hambatan bagi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka di sekolah. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 170-180 Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Laboraturium UINSU tahun Ajaran 2023/2024 dengan subjek penelitian yaitu guru. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Berikut akan di deskripsikan hasil wawancara tersebut: Bagaimana proses peralihan Madrasah Aliyah Laboraturium UINSU untuk kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka? Dijawab: Untuk saat ini sekolah Madrasah Aliyah Laboraturium UINSU menggunakan Kurikulum Merdeka. Akan tetap masih terdapat beberapa fasilitas yang belum memadai untuk pertukaran dan banyaknya ketertinggalan pembelajaran yang kurang merata dan sudah banyaknya juga dana masuk di kurikulum 2013 ini. Dan seiring berjalannya waktu sekolah MA Laboraturium UINSU ini dalam proses belajar mengajarnya mengalami peningkatan sebab. Kurangnya Persiapan Guru Untuk Beralih ke Kurikulum Merdeka Dengan mengetahui bahwa mereka tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam penggunaan perangkat pembelajaran dalam proses belajar mengajar, guru harus memperoleh pengamalan baru untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan profesional mereka (Ihsan, 2. Banyak lembaga pendidikan harus kembali menggunakan kurikulum yang berbeda karena mereka baru saja menerapkan kurikulum revisi 2013. Dalam kurikulum 2013, kompetensi yang dituju tercantum dalam KD yang harus dicapai setiap tahun, tetapi dalam kurikulum merdeka, kompetensi tersebut tercantum dalam capaian pembelajaran yang disusun perfase. Fase A terdiri dari SD kelas 1 dan 2. Fase B terdiri dari SD kelas 3 dan 4. Fase C terdiri dari SD kelas 5 dan 6. Fase D terdiri dari SMP. Fase E terdiri dari SMA kelas X, dan Fase F terdiri dari SMA kelas 11 dan 12 (Kemendikbudristek, 2. Di kurikulum merdeka juga ada proyek P5, yang berarti Penguatan Profil Pelajar Pancasila. P5 adalah kegiatan kokurikuler yang dilakukan di luar jam pelajaran wajib dan dapat dilakukan dengan berbagai macam muatan, kegiatan, dan waktu (Deni, 2. Peralihan dari kurikulum lama ke kurikulum baru membutuhkan waktu dan persiapan yang lebih baik lagi. Namun, seiring berjalannya waktu, guru juga harus berkomitmen. Dengan waktu, guru akan menjadi lebih beradaptasi dan siap untuk memaksimalkan pembelajaran di kelas. Studi yang dilakukan di SMA Implementasi Kurikulum Merdeka: Kendala dan Penanganannya dalam Pembelajaran di Sekolah Negeri 7 Padang menemukan bahwa guru penggerak tidak siap untuk menerapkan kurikulum sekolah penggerak, menunjukkan bahwa guru tidak siap untuk Dengan kondisi new normal, guru menghadapi tantangan tersendiri dalam menerapkan kurikulum bebas ini. Mereka harus menggunakan sistem yang terbatas secara daring, luring, atau tatap muka (Putri, 2. Efek terhadap guru dan murid saat perubahan peraturan dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka? Salah satu dampak positif yang dirasakan siswa dari perubahan kurikulum ini adalah perubahan pada pembelajaran siswa. Kurikulum merdeka memberikan siswa kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan minat mereka dalam belajar, yang bertujuan untuk membentuk siswa dengan jiwa kompetensi dan karakter yang baik. Di sisi lain, guru memiliki kemampuan untuk berkelanjutan bagi siswa mereka. Sumber Belajar Hanya Terbatas di Buku Paket Saja Karena kurikulum merdeka belum menjadi kurikulum nasional, buku paket yang dibeli sekolah belum lengkap sepenuhnya karena kurikulum ini masih dalam tahap percobaan dan menerima umpan balik dari sekolah yang telah Akibatnya, sekolah memutuskan untuk tidak membeli buku paket kurikulum merdeka dengan edisi lengkap dan juga tidak memilikinya di toko buku terdekat. Dunia pendidikan harus mengikuti perkembangan zaman, karena teknologi berkembang pesat. Pembelajaran harus berpusat pada siswa dan guru, dan guru dan siswa harus bekerja sama (Darise, 2. Kurikulum merdeka seharusnya membuat pelajaran lebih menyenangkan dengan sumber belajar yang dapat diakses dari apa pun, tidak monoton, dan inovatif. Selain itu, guru masih bingung tentang media pembelajaran mana yang paling cocok untuk mengajar siswa mereka, tetapi guru terus berusaha untuk membuat bahan ajar dan media pembelajaran menarik. Ini menunjukkan bahwa soft skill, yang merupakan kemampuan untuk mengelola diri dan berinteraksi dengan orang lain, harus dipelajari dengan baik. Guru yang kreatif dan inovatif akan menghasilkan siswa yang jauh lebih inovatif dan kreatif daripada siswanya (Sasmita et al. , 2. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 KESIMPULAN DAN SARAN p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 170-180 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Laboraturium UINSU telah berusaha dengan baik untuk menerapkan kurikulum merdeka. Karena kurikulum merdeka baru, diperlukan pembelajaran tambahan dan penyesuaian. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi guru saat menerapkan kurikulum merdeka, seperti kurangnya sosialisasi pemerintah tentang kurikulum merdeka ke sekolah-sekolah dan kurangnya persiapan guru untuk beralih ke kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka, yang dirancang untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, dapat diterapkan melalui kolaborasi antara sekolah dan dinas pendidikan setempat. Ini membutuhkan guru yang memahami bagaimana kurikulum merdeka ini diterapkan dalam pembelajaran. Implementasi Kurikulum Merdeka: Kendala dan Penanganannya dalam Pembelajaran di Sekolah DAFTAR REFERENSI Barlian. , & Solekah. Implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan mutu pendidikan. JOEL: Journal of Educational and Language Research, 1. , 2105-2118. Daniel. Education and the COVID-19 pandemic. Prospects, 49. , 91-96. Darise. Implementasi Kurikulum 2013 Revisi Sebagai Solusi Alternatif Pendidikan Di Indonesia Dalam Menghadapi Revolusi Industri Gina Nurvina Darise Pendahuluan. 13, 41Ae53. Deni. Kurikulum Merdeka dan Paradigma Pembelajaran Baru (V. Renika . )). Penerbit Yrama Widya. Dewanta. Sutama. , & Wisudariani. Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Di Sma Negeri 1 Singaraja. , 275Ae286. Divanda. , & Suwandi. Implementasi Penilaian Autentik dalam Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Bahasa Indonesia (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Gemolon. BASASTRA, 6. , 1-9. Harahap. , & Nazliah. Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Biologi Kurikulum 2013 Kelas X Semester 1 Tahun Ajaran 2016/2017 di MAS Islamiyah Gunting Saga Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Dan Biologi, 2. , 194Ae200. Ihsan. Kesiapan Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. 37Ae46. Isthofiyani. Prasetyo. , & Sukaesih. Persepsi guru biologi Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap kurikulum 2013. Journal of Biology Education, 3. Jono. Studi implementasi kurikulum berbasis KKNI pada program studi pendidikan bahasa inggris di LPTK se-kota Bengkulu. MANHAJ: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 4. Kemendikbudristek. Perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka Jenjang SMP / SMPLB / MTs. Manalu. Sitohang. Heriwati. , & Turnip. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar. 80Ae86. https://doi. org/10. 34007/ppd. Mubin. Analisis Kompetensi Guru Dalam Merencanakan Dan Melaksanakan Pembelajaran Kimia Berbasis Kurikulum 2013 Studi Kasus Di Kelas X Sma Negeri 6 Pontianak. Ar-Razi Jurnal Ilmiah, 6. , 53-60. Pahlawan. Tambusai. Firdaus. Laensadi. Matvayodha. Siagian. , & Hasanah. Jurnal Pendidikan dan Konseling. 4, 686Ae692. Putri. Kesiapan dan Kendala Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Penggerak Se-Kota Padang (Doctoral dissertation. Universitas Negeri Padan. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 170-180 Rawi. Salsabila. Ainun. Harahap. Akmalia. Lubis. , & Rachman. Peralihan Kurikulum 2013 Menjadi Kurikulum Merdeka Pada Siswa Sma Melalui Inovasi Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5. , 5969-5976 Rostika. , & Zulkarnain. Analisis Implementasi kurikulum 2013 dengan sistem kredit semester. Manajemen Pendidikan, 25. , 191-199 Saraswati. , & Safitri. Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013. , 120Ae128. Sasmita. , & Darmansyah. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kendala Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka (Studi Kasus: Sdn 21 Koto Tuo. Kec. Bas. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4. , 5545-5549 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. CV. Alvabeta