Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio PENGARUH NPK DAN POC ASAL Crotalaria Juncea TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jac. FASE MAIN NURSERY Yahyauddin Lubise. Zulman Harja Utama. Jamilah Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa. Padang. Sumatera Barat ECorresponding auditor email : yahyauddinlubis@gmail. Submetted : 10 Agustus 2025 Reviced: 30 Agsstus 2025 Apccepted: 14 Oktoer 2025 ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik pupuk NPK dan POC asal Crotalaria juncea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, untuk mendapatkan konsentrasi pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan untuk mendapatkan konsentrasi perlakuan POC asal Crotalaria juncea terhadap pertumbuhan bibit kelapa Penelitian dilaksanakan di UD. Multi Maju yang berlokasi di Lubuk Minturun. Kec. Koto Tangah. Kab. Kota Padang. Prov. Sumatera Barat. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, dengan perlakuan NPK 15:15:15 (N) dengan 3 taraf yaitu 0 g/bibit (N. , 15 g/bibit (N. , 30 g/bibit (N. dan pupuk organik cair asal Crotalaria juncea dengan 3 taraf yaitu 0 ml/L (C. , 50 ml/L (C. dan 100 ml/L (C. Selanjutnya perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu perlakuan 2 sampel sehingga diperoleh 54 populasi. Data hasil pengamatan yang dianalisis dengan sidik ragam pada taraf nyata 5% dan 1%. Jika F hitung > F tabel 5% dilanjutkan dengan DuncanAos Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5% dan 1%. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi yang nyata pada pupuk NPK dan POC asal Crotalaria juncea terhadap pertambahan tinggi bibit dan warna daun. Perlakuan NPK tunggal yang berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi bibit, tinggi bibit, pertambahan diameter batang, diameter batang, pertambahan jumlah daun, jumlah daun, pertambahan panjang daun, panjang daun, pertambahan lebar daun, lebar daun, jumlah daun yang membelah dan warna daun. Perlakuan POC asal Crotalaria juncea tunggal yang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun yang membelah dan pengamatan warna daun. Kata Kunci : NPK. POC asal C. Bibit Kelapa Sawit. Main Nursery //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 98 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio PENDAHULUAN p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio legalitas lahan yang dihadapi petani serta Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jac. merupakan salah satu tanaman ketersedian bibit yang terbatas (Sawit. Masalah perkebunan yang mempunyai peranan bagi sub sektor perkebunan. Tahun 2024 dihadapi oleh petani kelapa sawit adalah luas lahan kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,3 juta ha oleh karena itu berkualitas, dan daya tumbuh yang Salah satu penyebabnya adalah (Replantin. Adapun kekurangan ketersediaan unsur hara pada media pembibitan (Afrida et al. , 2. chipping, gali akar, tutup lubang akar. Pembibitan menurut Simanihuruk dan pancang stacking, pancang parit, stacking. Nusantara . merupakan serangkaian pembuatan parid, pancang tanam, tanam kegiatan dapat memperoleh bibit sawit LCC, lubang tanam, dan tanam kelapa yang baik untuk ditanaman ke lapangan. Bibit kelapa sawit umumnya diperoleh Peremajaan merupakan salah satu program strategis menggunakan biji. Menurut Fahredzi dan Mutia . untuk menghasilkan bibit perkebunan kelapa sawit dengan menjaga yang berkualitas diantaranya diperlukan luasan lahan agar perkebunan kelapa media yang kaya dengan bahan organik sawit dapat dimanfaatkan secara optimal. Menurut Limanseto diperlukan tanaman. mengatakan pada tahun 2021 pemerintah Manalu . mengatakan yang menargetkan program peremajaan sawit tidak kalah penting, adalah penyediaan rakyat (PSR) dari tahun 2020 Ae 2022 media tanam pembibitan yang memiliki dapat terealisasi seluas 540 ribu ha di karakteristik fisik, kimia, biologi yang Indonesia. Pada tahun 2024 luasan lahan baik sehingga bibit dapat tumbuh sehat peremajaan mengalami penurunan dari tahun 2021 Ae 2022 sejumlah 300 ribu ha. dipindahkan ke lapangan. Salah satu cara Sebagian untuk meningkatkan ketersediaan hara //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 99 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio bagi tanaman adalah dengan pemberian roboh dan tidak tahan terhadap penyakit. pupuk organik cair seperti hijauan dan Unsur P bagi tanaman berfungsi untuk anorganik yaitu pemberian pupuk NPK. Namun tanaman kelapa sawit merupakan tanaman tahunan yang memerlukan unsur . embelahan Se. dan tahan terhadap hara dalam jumlah banyak untuk masa Unsur K memiliki peran yang pertumbuhan dan perkembangan khusus sangat penting dalam mengatur turgor sel akibat tekanan osmotik dan sangat vital kandungan unsur hara yang tinggi dan Pupuk NPK merupakan pupuk yaitu dalam proses fotosintesis (Sirait et , 2. cukup lengkap (Ramadhan dan Nasrul Pupuk (POC) anorganik yang majemuk mengandung kebutuhan tanaman di dalam tanah. Pupuk (Siahaan dan Pratama 2. Pupuk NPK (Ekstra. pada pemupukan jelas lebih yang dipakai adalah NPK 15:15:15 merata tidak terjadi konsentrasi pupuk, dengan ketentuan dosis 0 g/bibit, 15 sehingga pupuk 100% larut dan merata. g/bibit, dan 30 g/bibit (Agri, 2. Keunggulan pupuk organik cair adalah Pupuk mampu memacu pertumbuhan tanaman dengan kebutuhan dari jenis tanaman yang akan dipupuk karena setiap jenis tanaman yang berasal dari pupuk buatan tanaman memerlukan perbandingan N. P, hingga 50%. Semua hasilnya cukup dan K tertentu. Unsur N berperan untuk mampu memacu pertumbuhan tanaman merangsang pertumbuhan vegetatif dan dan meningkatkan hasil. Keistimewaan dari penggunaan pupuk organik cair penyusun bahan klorofil daun, lemak dan antara lain, pupuk dapat diberikan saat Namun jika kandungan terlalu yang tepat dan sesuai sasaran. Hal ini tinggi akan menyebabkan pembungaan disebabkan karena pupuk organik cair dan pembuahan terhambat, batang mudah tersebut diaplikasikan langsung dengan //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 100 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio menyemprot ke bagian tajuk tanaman, ml/L. Sedangkan atau ke bagian tanaman yang sangat Crotalaria juncea membutuhkannya (Jamilah et al. , 2. yang menjadikan perlakuan penelitian belum ada peneliti Crotalaria juncea dapat menjadi yang diaplikasikan ke bibit sawit di main sumber bahan organik karena dapat nursery, oleh karena itu penulis mencoba menghasilkan biomassa dengan cepat, meneliti perlakuan POC asal Crotalaria tinggi kandungan air dan N juga membuat Diharapkan penggunan perlakuan perakaran yang dalam sehingga dapat pupuk organik cair ini meningkatkan mendorong unsur hara ke permukaan tanah, tanaman leguminosa yang mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara mengikat N secara bebas dari udara. pada media pembibitan main nursery. Crotalaria Tujuan percobaan ini adalah untuk ketersediaan hara nitrogen tanah yang mendapatkan interaksi terbaik pupuk NPK dan POC asal Crotalaria juncea meningkatkan produksi tanaman yang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, untuk mendapatkan konsentrasi pupuk tersebut adalah mampu memfiksasi N NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa bebas dari udara dengan bakteri penambat sawit dan untuk mendapatkan konsentrasi N sebagai kadar N yang terkandung di pemberian POC asal Crotalaria juncea dalam tanaman relatif menjadi tinggi. terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Crotalaria juncea mempunyai kandungan METODE PENELITIAN Keunggulan N yang tinggi yaitu 3,01% N (Sudarta. Penelitian dilaksanakan di UD. Multi Maju Lubuk Diharapkan pemupukan POC ini Minturun. Kec. Koto Tangah. Kab. Kota bisa mengurangi kebutuhan pupuk NPK Padang. Prov. Sumatera Barat dengan pada fase main nursery. Budiyono . dilaksanakan pada bulan Desember 2024 POC eceng gondok terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery dengan Rancangan Acak dosis yaitu 0 ml/L, 50 ml/L, dan 100 Lengkap (RAL) //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Percobaan Page 101 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio perlakuan NPK 15:15:15 (N) dengan 3 (MSP) taraf yaitu 0 g/bibit (N. , 15 g/bibit (N. , perlakuan kedua diberikan 1 kali dalam 30 g/bibit (N. dan pupuk organik cair Selanjutnya perlakuan diulang asal Crotalaria juncea dengan 3 taraf sebanyak 3 kali dan setiap satu perlakuan yaitu 0 ml/L (C. , 50 ml/L (C. dan 100 2 sampel sehingga diperoleh 54 populasi. ml/L (C. Perlakuan pertama diberikan 2 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Pertambahan tinggi bibit kelapa sawit fase main nursery umur 2 bulan 2 minggu sampai umur 6 bulan dengan perlakuan NPK dan POC asal C. NPK g/bibit POC Asal Crotalaria juncea . 5,19 Ac 4,58 Ab 5,52 Ab 8,85 Ab 9,20 Aa 5,63 Bb 12,13Aa 9,35 Ba 11,15 ABa 18,30% Angka-angka pada baris diikuti huruf besar dan angka pada kolom di ikuti huruf kecil sama tidak berbeda menurut uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Tabel 1 memperlihatkan pada maksimal terhadap pertambahan tinggi perlakuan 0 g/bibit NPK secara umum Hasil penelitian Mukhtaruddin et al, menghasilkan pertambahan tinggi bibit . menunjukkan bahwa perlakuan terrendah dibandingkan dengan perlakuan pupuk NPK dengan dosis 15 g dan 30 g 15 g/bibit dan 30 g/bibit, pertambahan tinggi bibit terdapat pada perlakuan 0 pertambahan tinggi bibit kelapa sawit. Aji ml/l, 50 ml/l dan 100 ml/l masing Ae et al. , 2025 mengatakan ketersediaan masing yaitu 5,19 cm, 4,58 cm dan 5,52 unsur hara tanaman akan tumbuh dengan baik apabila unsur hara yang dibutuhkan membutuhkan pupuk NPK, sedangkan cukup tersedia dalam tanah yang diserap pertambahan tinggi bibit tertinggi terdapat oleh tanaman. Hal ini terjadi karena di pada perlakuan 30 g/bibit yaitu 12,13 cm dalam pupuk NPK mengandung unsur terdapat pada perlakuan 0 ml/l, hal ini hara N. P, dan K sehingga dapat berfungsi disebabkan tanpa perlakuan pupuk POC sebagai sumber penyediaan hara bagi Perlakuan g/bibit sekalipun bibit bisa tumbuh dengan //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 102 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio pertambahan tinggi bibit (Ramadhan dan perlu juga dibantu dengan perlakuan Nasrul, 2. NPK. Sedangkan pertambahan tinggi Tabel 1 memperlihatkan pada bibit tertinggi pada perlakuan 100 ml/l perlakuan 0 ml/l POC menghasilkan yaitu 11,15 cm terdapat pada perlakuan pertambahan tinggi bibit terrendah pada 30 g/bibit hal ini di sebabkan perlakuan yaitu 4,58 cm terdapat pada perlakuan 0 NPK g/bibit hal ini dikarenakan menggunakan POC saja tidak memenuhi unsur hara menentukan perlakuan NPK terhadap yang ada pada kandungan POC. Mulyati pertambahan tinggi bibit lebih besar dan SyaAoban, . mengatakan bahwa pengaruhnya dibandingkan dengan POC. POC C. juncea memenuhi persyaratan Berikut laju perameter tinggi bibit mulai minggu ke 0 sebelum pindah tanaman berperan sebagai bahan pembenah tanah (SPT) sampai minggu ke 16 setelah dan dapat meninggikan tinggi bibit dan pindah (MSP) disajikan pada Gambar 1. g/bibit Tinggi Bibit . N0C0 N0C1 N0C2 N1C0 N1C1 N1C2 N2C0 N2C1 Minggu ke 10 11 12 13 14 15 16 Gambar 1. Grafik tinggi bibit kelapa sawit dengan perlakuan NPK Gambar 1. memperlihatkan tinggi bibit Pupuk memegang peran penting dalam berbagai akhir penelitian minggu ke 16 NPK Unsur menghasilkan tingkat perbedaan tinggi yang berbeda nyata dengan kombinsi permbentukan sel tanaman, jaringan dan tinggi terbaik yaitu 28,97 cm organ tanaman. Oleh karena itu unsur kombinasi terrendah adalah 27,04 cm. nitrogen dibutuhkan dalam jumlah yang //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 103 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio cukup besar. Terutama pada saat bibit mempercepat dan meningkatkan tinggi sawit memasuki fase vegetative untuk bibit kelapa sawit (Marpaung et al. , 2. Tabel 2. Pertambahan diameter batang bibit kelapa sawit fase main nursery umur 2 bulan 2 minggu sampai umur 6 bulan dengan perlakuan NPK NPK g/bibit POC Asal Crotalaria juncea . Rerata a. 11,40 9,98 10,82 10,73 c 16,37 16,78 13,95 15,70 b 19,00 17,63 19,35 18,66 a Rerata 15,59 14,80 14,71 11,75% Angka-angka pada kolom di ikuti huruf kecil sama tidak berbeda nyata menurut uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Tabel 2 memperlihatkan bahwa mempengaruhi pertambahan parameter perlakuan secara tunggal NPK terhadap diameter batang. pertambahan parameter diameter batang Perlakuan adalah perlakuan 30 g/bibit NPK meningkatkan jumlah diameter batang, dengan hasil 18,66 mm, perlakuan 30 g/bibit berbeda nyata dengan perlakuan tanaman yang sangat cepat. Diameter 15 g/bibit dan dan 0 g/bibit masing Ae batang diakibatkan oleh pertumbuhan masing 15,70 mm dan 10,73 mm. tanaman yang cukup baik, karena unsur Sedangkan hara yang dibutuhkan cukup tersedia. terdapat pada perlakuan 0 g/bibit yaitu Karbohidrat 10,73 mm. pada perlakuan 0 ml/l, 50 ml/l ditranslokasi lewat floem dan dapat dan 100 ml/l POC memperlihatkan tidak digunakan untuk memacu pertumbuhan terdapat perbedaan yang nyata masing Ae sekunder yaitu perluasan sel batang dan masing 15,59 mm, 14,80 mm dan 14,71 diindikasikan dengan diameter batang Perlakuan tunggal yaitu NPK dapat yang lebih lebar (Safitri Adnan et al. Tabel 3. Pertambahan jumlah daun bibit kelapa sawit fase main nursery umur 2 bulan 2 minggu sampai umur 6 bulan dengan perlakuan NPK //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 104 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio NPK g/bibit POC Asal Crotalaria juncea . Rerata a. helai dauna. 4,33 5,67 4,33 4,78 b 5,50 6,17 5,67 5,78 ab 6,67 6,17 6,83 6,56 a Rerata 5,50 6,00 5,61 13,28% Angka-angka pada kolom di ikuti huruf kecil sama tidak berbeda nyata menurut uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Tabel 3 memperlihatkan bahwa helai daun. Perlakuan tunggal yaitu NPK perlakuan secara tunggal NPK terhadap parameter jumlah daun. Hal ini di dukung adalah perlakuan 30 g/bibit oleh pernyataan Harahap . yang dengan hasil 6,56 helai daun, pada menyatakan bahwa pemberian air yang perlakuan 30 g/bibit dengan 15 g/bibit belum termasuk kondisi kering masih tidak berbeda nyata dengan hasil 5,78 dan memungkinkan bagi bibit kelapa sawit 30 g/bibit dengan 0 g/bibit berbeda nyata dengan hasil 4,78 helai daun. Sedangkan perlakuan kurang bagus terdapat pada perlakuan 0 g/bibit yaitu 4,78 helai daun. pada perlakuan 0 ml/l, 50 ml/l dan 100 ml/l POC memperlihatkan tidak terdapat mengalami penurunan turgor . egangan perbedaan yang nyata masing Ae masing dalam se. dan terhambatnya pembelahan 5,50 helai daun, 6,00 helai daun dan 5,61 Tabel 4. Pertambahan panjang daun bibit kelapa sawit fase main nursery dengan umur 2 bulan 2 minggu sampai umur 6 bulan perlakuan NPK NPK g/bibit Rerata POC Asal Crotalaria juncea . Rerata a. 3,30 1,95 2,87 2,71 c 4,50 3,98 4,17 4,22 b 7,03 5,42 7,28 6,58 a 4,94 3,78 4,77 16,35% //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 105 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio Angka-angka pada kolom di ikuti huruf kecil sama tidak berbeda nyata menurut uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Tabel 4 memperlihatkan bahwa perlakuan secara tunggal NPK terhadap tunggal yaitu NPK dapat mempengaruhi pertambahan parameter panjang daun. pertambahan parameter panjang daun Tarigan, . adalah perlakuan 30 g/bibit pertambahan pertumbuhan sangat erat dengan hasil 6,58 cm, perlakuan 30 kaitannya dengan unsur hara makro g/bibit berbeda nyata dengan perlakuan seperti nitrogen, fosfor dan kalium. 15 g/bibit dan dan 0 g/bibit masing Ae Penambahan unsur hara nitrogen dapat masing 4,22 cm dan 2,71 cm. Sedangkan merangsang pertumbuhan vegetatif yakni perlakuan kurang bagus terdapat pada cabang, batang dan daun yang merupakan perlakuan 0 g/bibit yaitu 2,71 cm. komponen penyusun asam amino, protein perlakuan 0 ml/l, 50 ml/l dan 100 ml/l dan pembentuk protoplasma sel yang POC perbedaan yang nyata masing Ae masing pertumbuhan tanaman. 4,94 cm, 3,78 cm dan 4,77 cm. Perlakuan Tabel 5. Pertambahan lebar daun bibit kelapa sawit fase main nursery dengan umur 2 bulan 2 minggu sampai umur 6 bulan perlakuan NPK NPK g/bibit POC Asal Crotalaria juncea . Rerata a. 3,10 3,77 2,80 3,22 c 5,32 5,45 5,13 5,30 b 6,55 6,17 6,37 6,36 a Rerata 4,99 5,13 4,77 19,47% Angka-angka pada kolom di ikuti huruf kecil sama tidak berbeda nyata menurut uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Tabel 5 memperlihatkan bahwa 6,36 cm, perlakuan 30 g/bibit berbeda perlakuan secara tunggal NPK terhadap nyata dengan perlakuan 15 g/bibit dan pertambahan parameter lebar daun terbaik dan 0 g/bibit masing Ae masing 5,30 cm adalah perlakuan 30 g/bibit dengan hasil dan 3,22 cm. Sedangkan perlakuan //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 106 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio kurang bagus terdapat pada perlakuan 0 Utoyo et al. , ( 2. menyatakan g/bibit yaitu 3,22 cm. pada perlakuan 0 Nitrogen ml/l, 50 ml/l dan 100 ml/l POC penyumbang protein yang diperlukan memperlihatkan tidak terdapat perbedaan tanaman dalam pertumbuhan vegetatif yang nyata masing Ae masing 4,99 cm, memliki peranan yang sangat nyata dalam 5,13 cm dan 4,77 cm. Perlakuan tunggal mengoptimalkan pertumbuhan tanaman NPK pertambahan parameter lebar daun. tanaman yang abnormal. Tabel 6. Jumlah daun yang membelah bibit kelapa sawit bibit kelapa sawit fase main nursery umur 2 bulan 2 minggu sampai umur 6 bulan dengan perlakuan tunggal NPK dan perlakuan tunggal POC asal C. NPK g/bibit POC Asal Crotalaria juncea . Rerata a. helai dauna. 2,50 2,83 1,83 2,39 c 4,17 3,67 2,83 3,56 b 5,67 4,83 4,83 5,11 a Rerata 4,11 a 3,78 b 3,17 b 16,72% Angka-angka pada kolom di ikuti huruf kecil sama tidak berbeda nyata menurut uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Tabel 6 memperlihatkan bahwa ml/l berbeda nyata dengan perlakuan 50 perlakuan secara tunggal NPK terhadap ml/l dan dan 100 ml/l masing Ae masing parameter jumlah daun yang membelah 3,78 helai daun dan 3,17 helai daun. Sedangkan adalah perlakuan 30 g/bibit dengan hasil 5,11 helai daun, perlakuan terdapat pada perlakuan 0 g/bibit NPK yaitu 2,39 helai daun dan perlakuan 100 g/bibit perlakuan 15 g/bibit dan 0 g/bibit masing POC 3,17 Ae masing 3,56 helai daun dan 2,39 helai Perlakuan NPK Pada perlakuan POC asal C. perlakuan tunggal POC asal C. terhadap parameter jumlah daun yang dapat mempengaruhi jumlah daun yang membelah terbaik adalah perlakuan 0 ml/l dengan hasil 4,11 helai daun, perlakuan 0 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 107 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio Tabel 7. skala warna daun bibit kelapa sawit bibit kelapa sawit fase main nursery dengan umur 2 bulan 2 minggu sampai umur 6 bulan perlakuan NPK dan POC asal C. NPK POC Asal Crotalaria juncea . g/bibit 4,67 Ba 4,67 Bb 6,33 Aa 5,17 ABa 6,00 Aa 4,00 Bb 5,17 Aa 6,17 Aa 5,00 Ab 18,30% Angka-angka pada baris diikuti huruf besar dan angka pada kolom di ikuti huruf kecil sama tidak berbeda menurut uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Tabel 7 memperlihatkan pada Tabel 7 memperlihatkan pada perlakuan 0 g/bibit NPK secara umum perlakuan 0 ml/l POC menghasilkan skala menghasilkan skala warna daun terrendah warna daun terrendah yaitu 4,00 . ijau dibandingkan dengan perlakuan 15 g/bibit kunin. terdapat pada perlakuan 15 g/bibit. Sedangkan skala warna daun terrendah terdapat pada perlakuan 0 ml/l, tertinggi pada perlakuan 0 g/bibit yaitu 50 ml/l masing Ae masing yaitu 4,67 . ijau 6,33 kunin. , 4,67 . ijau kunin. berbeda perlakuan 100 ml/l, hal ini perlakuan nyata dengan perlakuan 100 ml/l yaitu POC 6,33 . aitun kusa. Perlakuan 0 g/bibit menghasilkan skala warna daun terbaik. sangat membutuhkan pupuk NPK untuk Sementara fungsi dari unsur N skala warna daun dan ditambah dengan memicu warna hijau pada daun yang POC g/bibit, . aitun NPK Sedangkan skala warna daun tertinggi kekurangan unsur N diindikasikan dengan pada perlakuan 30 g/bibit yaitu 6,17 warna daun yang kuning (Ramanda, . aitun kusa. terdapat pada perlakuan Berikut adalah Gambar warna 50 ml/l, hal ini perlakuan NPK dan perlakuan POC bisa menghasilkan skala warna daun terbaik. //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 108 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Gambar 2. Warna daun Keterangan 3KH (Kuning hija. , (Hijau p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio HZT UCAPAN TERIMAKASIH (Hijau Pada asparagu. , 6ZK (Zaitun kusa. , 7HZT mengucapkan terimakasih pada bapak H. (Hijau zaitun kusa. , 8HH (Hijau huta. Munir 9HV (Hijau verdu. perusahaan CV. UD. Multi Maju yang KESIMPULAN DAN SARAN telah mengizinkan penulis penelitian di Marpaung Berdasarkan percobaan yang telah perusahaan tersebut sehingga penulis dilakukan dapat disumpulkan terdapat dapat melakukan penelitian untuk bahan interaksi yang nyata pada pupuk NPK dan POC asal Crotalaria juncea terhadap DAFTAR FUSTAKA pertambahan tinggi bibit dan warna daun. Afrida. Setya Anggara Hadi. Dan Yonny Arita Taher. AuPengaruh POC Urin Kambing Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. ) Pada Fase Main Nursery Untuk Menekan Biaya Produksi. Ay Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Dharma Andalas 24 . : 13Ae Perlakuan NPK tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi pertambahan jumlah daun, pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, jumlah daun yang membelah dan warna Perlakuan POC asal C. pengamatan warna daun. Saran untuk