Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Case Report Pada Primigravida Trimester i dengan Letak Lintang dan Anemia Ringan di Wilayah Puskesmas Tongguh Case Report in Third Trimester Primigravida with Transverse Lie and Mild Anemia at Tongguh Public Health Center Sofia Sarira1*. Sri Wayanti2. Siti Anisak3. Suryaningsih4 Mahasiswa Program Studi Di Kebidanan Bangkalan. Poltekkes Kemenkes Surabaya 2,3,4 Dosen Program Studi Di Kebidanan Bangkalan. Poltekkes Kemenkes Surabaya *Corresponding : sarirasofia@gmail. ABSTRAK Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai dengan angka kejadian yang cukup tinggi, termasuk di Jawa Timur . ,58%) dan Bangkalan . ,07%). Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin, terutama bila disertai kelainan posisi janin. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan kebidanan pada ibu primigravida trimester i dengan janin posisi lintang dan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Tongguh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 33Ae34 minggu dengan kadar Hb 10,2 g/dL. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi SOAP, kemudian dilakukan asuhan kebidanan dalam tiga kali kunjungan. Hasil kunjungan pertama menunjukkan keluhan nyeri perut bawah dengan pemeriksaan janin posisi lintang dan Hb 10,2 g/dL. Pada kunjungan kedua, keluhan nyeri masih dirasakan dan disertai edema pada tungkai bawah. Kunjungan ketiga menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi 11,3 g/dL meskipun nyeri semakin terasa. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi keteraturan konsumsi tablet Fe, anjuran pola makan bergizi, latihan posisi sujud untuk membantu perbaikan letak janin, serta anjuran posisi tidur yang nyaman. Disimpulkan bahwa pendampingan secara berkesinambungan dapat meningkatkan kadar Hb dan mendukung kesehatan ibu serta janin, meskipun posisi lintang tetap memerlukan pemantauan intensif. Kata kunci: letak lintang, primigravida, anemia, kehamilan, asuhan kebidanan ABSTRACT Anemia during pregnancy is a common health problem with a relatively high prevalence, including in East Java . 58%) and Bangkalan . 07%). This condition increases the risk of maternal and fetal complications, particularly when accompanied by abnormal fetal presentation. This case report aims to describe midwifery care for a third-trimester primigravida with transverse fetal lie and mild anemia in the working area of Tongguh Public Health Center. A descriptive case study design was applied. The subject was a pregnant woman G1P0A0 at 33Ae34 weeks of gestation with hemoglobin level of 10. 2 g/dL. Data were collected through interviews, physical examinations, and SOAP documentation. Midwifery care was provided over three visits. At the first visit, the patient complained of lower abdominal pain, with findings of transverse lie and Hb 10. 2 g/dL. At the second visit, pain persisted accompanied by lower limb The third visit revealed an increase in Hb level to 11. 3 g/dL, although abdominal pain was more Article History: Received: August 8 ,2025. Revised: September 11, 2025. Accepted: October 15, 2025 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Interventions included education on adherence to iron supplementation, recommendations for a balanced diet, knee-chest position exercises to support correction of fetal lie, and advice on comfortable sleeping positions. In conclusion, continuous midwifery care can improve maternal hemoglobin levels and support maternal and fetal health, although transverse lie requires ongoing close monitoring. Keywords: transverse lie, primigravida, anemia, pregnancy, midwifery care PENDAHULUAN Primigravida adalah ibu yang mengalami kehamilan pertama dan memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap berbagai komplikasi (Fitria et al. Salah satu masalah yang kerap dijumpai ialah anemia pada kehamilan, yaitu kondisi ketika kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dL (Wahyuni et al. , 2. Anemia pada ibu hamil dapat persalinan prematur, bahkan kematian ibu maupun janin (Simorangkir et al. , 2. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2023, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 10,58%. Di Kabupaten Bangkalan tercatat sebesar 9,07%, sementara di wilayah Puskesmas Tongguh prevalensinya lebih tinggi, yaitu 27% ibu hamil mengalami anemia. Selain anemia, kelainan letak janin, seperti letak lintang, juga berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Letak lintang merupakan keadaan di mana janin berada secara melintang di dalam rahim. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus, terutama bila dialami oleh primigravida dengan anemia (Manuaba, 2. Atas dasar tersebut, penulis menyusun laporan kasus untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu primigravida trimester i dengan janin letak lintang disertai anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Tongguh. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus . ase repor. yang bertujuan memberikan gambaran mendalam mengenai asuhan kebidanan pada ibu primigravida trimester i dengan janin letak lintang disertai anemia ringan. Subjek penelitian adalah seorang ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 33Ae34 minggu dengan kadar hemoglobin 10,2 g/dL berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tongguh. Kecamatan Arosbaya. Kabupaten Bangkalan, selama periode Januari hingga Mei 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara untuk memperoleh informasi subjektif, pemeriksaan fisik guna mendapatkan data objektif, serta pencatatan asuhan kebidanan menggunakan format SOAP (Subjective. Objective. Assessment. Pla. Seluruh pemberian manfaat, menghindari tindakan yang merugikan, dan menjunjung tinggi keadilan (Fadhallah, 2. Pasien telah memberikan persetujuan tertulis . nformed consen. setelah mendapat penjelasan mengenai tujuan, prosedur, dan manfaat penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Asuhan kebidanan pada Ny. I, seorang primigravida trimester i usia kehamilan 33Ae34 minggu dengan kadar hemoglobin 10,2 g/dL, dilaksanakan melalui tiga kali kunjungan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tongguh. Pada kunjungan pertama, ibu mengeluhkan nyeri perut bagian bawah sebelah kiri. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum baik, kesadaran compos mentis, tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 84 x/menit, suhu 36 AC, frekuensi pernapasan 24 x/menit, tinggi fundus Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 uteri sesuai usia kehamilan, janin dalam posisi lintang, denyut jantung janin 140 x/menit, dan kadar Hb 10,2 g/dL yang dikategorikan anemia Intervensi yang diberikan berupa edukasi kepatuhan konsumsi tablet Fe, anjuran pola makan seimbang dengan meningkatkan asupan zat besi (Safitri et al. , 2. , serta latihan posisi sujud untuk membantu perbaikan posisi janin (Azizah et , 2. Pada kunjungan kedua, keluhan nyeri masih dirasakan, disertai oedem tungkai bawah. Pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 100/80 mmHg, nadi 84 x/menit, pernapasan 24 x/menit, dengan peningkatan berat badan 2,5 kg dari kunjungan sebelumnya, dan janin tetap berada dalam posisi lintang. Edukasi diberikan terkait cara meninggikan kaki saat beristirahat untuk mengurangi oedem (Ratnawati & Diansari, 2. , menjaga pola makan, serta anjuran konsumsi tablet Fe pada malam hari untuk meningkatkan absorpsi (Safitri et al. , 2. Kunjungan ketiga menunjukkan kadar Hb meningkat menjadi 11,3 g/dL, menandakan perbaikan anemia, meskipun nyeri perut semakin sering terutama saat istirahat. Kondisi umum ibu baik, dengan DJJ dalam batas normal. Edukasi difokuskan pada posisi tidur yang lebih nyaman (Siswosuharjo & Chakrawati, 2. , konseling Fe, pemeliharaan pola makan sehat, serta pentingnya kontrol antenatal rutin. Mengingat janin tetap berada dalam posisi lintang, ibu dianjurkan mempersiapkan persalinan di fasilitas rujukan (Simorangkir et al. , 2. Peningkatan Hb dari 10,2 g/dL menjadi 11,3 g/dL menggambarkan keberhasilan edukasi mengenai suplementasi tablet Fe dan perbaikan diet, sejalan dengan rekomendasi (Kemenkes RI, 2. yang menetapkan konsumsi minimal 90 tablet Fe selama kehamilan. Edukasi konsisten terbukti meningkatkan kepatuhan ibu dalam suplementasi sehingga berdampak positif terhadap status hematologis. Namun, posisi janin yang tetap lintang hingga trimester i menempatkan ibu pada risiko tinggi komplikasi persalinan, seperti ruptur uteri, prolaps tali pusat, persalinan lama, hingga asfiksia janin. Sesuai dengan pendapat (Manuaba, 2. , letak lintang pada kehamilan aterm umumnya merupakan indikasi persalinan perabdominal atau sectio caesarea karena tidak memungkinkan dilahirkan pervaginam. Oleh karena itu, selain penanganan anemia, bidan juga perlu mempersiapkan rujukan ke rumah sakit agar proses persalinan berlangsung aman. Temuan ini menunjukkan bahwa nyeri perut berkaitan dengan tekanan janin akibat posisi Edukasi mengenai posisi tidur nyaman dan latihan posisi sujud dapat membantu mengurangi memperbaiki posisi janin. Dengan demikian, kasus ini menegaskan pentingnya asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil risiko tinggi, mencakup deteksi dini, edukasi, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta perencanaan persalinan di fasilitas kesehatan yang memadai. Pendekatan ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu melalui peningkatan kualitas pelayanan antenatal. KESIMPULAN DAN SARAN Asuhan kebidanan pada primigravida trimester i dengan janin letak lintang dan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Tongguh menunjukkan hasil positif, khususnya pada perbaikan status hematologis ibu. Setelah tiga kali kunjungan, kadar hemoglobin meningkat dari 10,2 g/dL menjadi 11,3 g/dL. Perbaikan ini dipengaruhi oleh kepatuhan ibu dalam mengonsumsi tablet Fe sesuai rekomendasi serta penerapan pola makan Walaupun anemia berhasil diatasi, posisi janin yang tetap lintang menempatkan ibu pada kelompok risiko tinggi. Hal ini menegaskan bahwa penanganan tidak hanya Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 pemantauan ketat, edukasi tanda bahaya, serta persiapan persalinan di fasilitas kesehatan rujukan. Berdasarkan temuan tersebut, ibu hamil dengan anemia ringan dianjurkan memperoleh pendampingan intensif dari tenaga kesehatan, khususnya bidan, melalui edukasi keteraturan konsumsi tablet Fe, penerapan pola makan seimbang, serta latihan posisi sederhana yang dapat mendukung perubahan letak janin. Selain itu, ibu dengan kondisi risiko tinggi seperti letak lintang perlu diberikan perhatian lebih serius, termasuk rekomendasi persalinan di fasilitas kesehatan dengan layanan obstetri emergensi. Bagi tenaga kesehatan, kasus ini menjadi kebidanan tidak hanya ditentukan oleh perbaikan mendeteksi dini komplikasi dan menyusun rencana persalinan yang aman serta tepat sasaran. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembimbing akademik yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama penyusunan laporan kasus ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak Puskesmas Tongguh yang telah memberikan izin serta dukungan dalam pelaksanaan asuhan kebidanan, khususnya kepada bidan dan tenaga kesehatan yang turut membantu kelancaran Penghargaan yang tulus juga ditujukan kepada Ny. I dan keluarga yang telah bersedia menjadi subjek penelitian serta memberikan kepercayaan penuh kepada penulis dalam proses asuhan kebidanan. Tanpa dukungan semua pihak, penelitian ini tidak dapat terselesaikan dengan Barat. Jurnal Riset Ilmiah, 1. , 15Ae18. Fadhallah. Wawancara. UNJ PRESS. Fitria. Ulfah. , & Hasanudin. Prosiding. Kehamilan Pada Ibu Primigravida Dengan Anemia, 24Ae27. Manuaba. Pengantar Kuliah Obstetri. Ratnawati. , & Diansari. Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny AuNAy G1P0A0 Di Praktik Mandiri Bidan Muhartik Continuity of Care To Mrs AuNAyG1P0A0 At Private Maternity Clinic Muhartik Regency. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga, 4. , 74Ae83. Safitri. Norhapifah. Anam. , & Masyita. Pengaruh Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester i di Puskesmas Gunung Sari Ulu Kota Balikpapan. 5, 3539Ae3555. Simorangkir. Aprilita. Br. Sitepu, & Gunny N. Gambaran Deteksi Dini Anemia pada Ibu Hamil di Klinik Helen Tarigan Tahun 2021. Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1. , 36Ae48. Siswosuharjo. , & Chakrawati. Panduan Super Lengkap Hamil Sehat. Wahyuni. Hartati, & Wanda. Analisis Resiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Professional Health Journal, 4. , 303Ae313. https://doi. org/10. 54832/phj. DAFTAR PUSTAKA