Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 PENILAIAN KEBERKESANAN PROGRAM DIPLOMA TATABUSANA TERHADAP KETERAMPILAN BERWIRAUSAHA dan KEMAMPUAN MENGENAL PELUANG USAHA BAGI ALUMNI EFFECTIVENESS EVALUATION OF DIPLOMA PROGRAM FIELD OF STUDY FASHION SKILLS ENTREPRENEURSHIP AND THOUGHT ABILITY TO GRADUATE BUSINESS OPPORTUNITIES Ernawati1. Nor Aishah Buang2 Fakultas Pariwisata dan Perhotelan. Universitas Negeri Padang ernafppunp@gmail. Fakultas Pendidikan. Universitas Kebangsaan Malaysia chahbuang@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberkesanan program diploma terhadap keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha bagi alumni Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (TB FT UNP). Penelitian ini menggunakan model penilaian context, input, dan prosess (CIPP) oleh Stufflebeam et Populasi dalam penelitian adalah alumni program diploma TB FT UNP sejumlah 200 orang. Semua populasi dijadikan sampel penelitian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Kesahan instrumen penelitian diukur melalui korelasi nilai item dan rujukan pakar, manakala indeks kebolehpercayaan menggunakan nilai Cronbach Alpha yang menunjukkan nilai antara 0. 70 hingga 0. Kebolehpercayaan item adalah tinggi dan dapat diterima. Hasil penelitian tentang visi, misi dan tujuan program sesuai untuk keperluan program. Kurikulum, berkesan untuk pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha. Prasarana terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha adalah kurang berkesan. Proses pengajaran dan pembelajaran kurang berkesan terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha, tetapi berkesan terhadap pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha alumni. Pelaksanaan latihan industri berkesan terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha alumni. Kata Kunci: penilaian, keterampilan, kemampuan, berwirausaha dan alumni ABSTRACT This research aims to assess the efficacy of the diploma program, skills entrepreneurship and the ability to recognize business opportunities among the alumni of the Fashion Program of the Faculty of Engineering. Padang State of University. This research uses the evaluation context, input and process (CIPP) model by Stufflebeam et al 1971. The population in this research is the alumni of the diploma program of Fashion in total of Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 All of the population were taken as a sample. The data were analyzed by using descriptive statistic. The validity of the questionnaire had been measured through correlation value items and reference specialists, while the index of reliability using Cronbach Alpha value that indicates the range between 0. 70 to 0. Reliability is high and acceptable. The research findings on the vission, mission and purpose of the program is suitable for the needs of the program. The curriculum are effective for the formation of skill entrepreneurship and the ability to know business opportunity. Infrastructure in the formation of skill entrepreneurship and ability to know business opportunity is less The teaching and learning process is less memorable to the formation of entrepreneurship skills, but memorable towards the establishment of the ability to recognize business opportunities. The implementation of industry training is memorable towards the establishment of entrepreneurial skills and the ability to recognize the business opportunities of alumi. Keywords: Evaluation, skill, ability, entrepreneurship and alumni. PENDAHULUAN Indonesia sedang berada pada tahap perekonomian yang belum stabil karena ketahanan pada sektor tertentu yang masih lemah. Sektor tersebut adalah sektor yang berkaitan dengan berwirausaha dan perniagaan. Oleh karena itu pemerintah Indonesia menjalankan beberapa kebijakan dalam bidang ekonomi untuk meningkatkan sektor berwirausaha dan perniagaan. Firdaus . mengemukakan bahwa terdapat empat masalah tenaga kerja di Indonesia. Masalah pertama ialah peluang kerja yang kurang. Masalah kedua ialah kualitas lulusan Pendidikan Tinggi (PT) masih rendah, yang mana hanya sejumlah 9,72% yang mendapat pekerjaan, ini karena keterampilan dan kebolehpasaran yang juga masih rendah. Masalah ketiga ialah jumlah pengangguran yang masih tinggi yaitu 19,99% karena ketersediaan tenaga kerja yang tidak sejajar dengan keperluan industri. Masalah keempat ialah globalisasi dalam bidang barang dan jasa yang terkait erat dengan bidang tenaga kerja. Data tersebut menunjukkan bahwa keterampilan lulusan harus sejajar dengan keperluan pasar kerja dan industri supaya daya serap pasaran lulusan tersebut meningkat. Latar Belakang Masalah Sebagai negara berkembang. Indonesia dituntut untuk bersaing dengan negaranegara maju yang menguasai perekonomian di dunia. Menurut David McClelland, untuk menjadi negara maju dan sejahtera, sekurangnya terdapat 2% wirausaha dari keseluruhan Data kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2014 tentang jumlah wirausaha di beberapa negara. Indonesia hanya memiliki 1,65% wirausaha dari 253,61 juta penduduk. Amerika Syerikat 12%. Singapura 7,2%. Korea 4% dan Malaysia 2,1%. Dwi Aneka Jaya Kemasindo Witjaksono (Direktur Keuanga. , menyatakan jumlah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 wirausaha Indonesia tersebut sangat memprihatinkan, untuk itu Indonesia harus melahirkan lebih banyak wirausaha-wirausaha muda. Walau bagaimanapun, pembudayaan wirausaha merupakan satu proses waktu yang panjang dan terus menerus yang melibatkan golongan siswa disekolah menengah, alumni PT dan juga masyarakat (Ashmore 1990. Ronstadt 1. Banyaknya pengangguran serta kurangnya minat berwirausaha menjadi autokritik terhadap peranan pendidikan tinggi (PT). Pihak pemerintah berharap agar PT menjalankan peranan yang besar dalam mencipta alumni yang mempunyai pemikiran berwirausaha serta menanamkan sikap berwirausaha sehingga alumni tidak hanya pakar pada sesebuah bidang akademik saja, namun juga berkemampuan menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi wirausaha yang bersedia menjadi wira ekonomi. Wirausaha muda harus diciptakan dan direncanakan dengan baik agar dapat mengurangi jumlah penganguran di Indonesia. Seorang wirausaha merupakan orang yang agresif, inovatif untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Coulter . menjelaskan kepentingan wirausaha terdapat dalam tiga perkara iaitu inovasi, terwujutnya perniagaan baru dan peluang kerja. Menurut Fry . wirausaha adalah menumbuhkan sesuatu organisasi perniagaan baru atau mengembangkan usaha yang ada secara inovatif. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 melaporkan bahwa terdapat sejumlah 7,4 juta masyarakat Indonesia menganggur. Jumlah tersebut semakin meningkat 0,09 dari 7,15 juta orang menjadi 7,24 juta orang. Pada bulan Agustus 2015, jumlah pengangguran kebanyakan adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejumlah 12,65%. Manakala lulusan Sekolah Menengah Atas sebanyak 10,32%. Sarjana sebanyak 6,40%, sekolah menengah pertama dan sekolah dasar (SMP dan SD) masing-masing sebanyak 6,22% dan 2,74% dan lulusan program diploma 7,54%. Data ini menunjukkan bahwa pengangguran lulusan program diploma mengalami peningkatan secara signifikan dari 5,87% kepada 7,54%. Menurut Suryamin . epala BPS), pengangguran pada Februari 2015 mencapai 7,4 juta orang, dengan tahap pengangguran terbuka (TPT) yang meningkat bagi lulusan pendidikan tinggi. Beberapa pemerhati wirausaha di Indonesia dalam Siswoyo . berpendapat bahwa sebahagian besar lulusan pendidikan tinggi lebih berstatus sebagai pencari kerja . ob seeke. dari pada pencipta lapangan kerja . ob creato. Sebab sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia umumnya terfokus kepada ketepatan waktu menamatkan pendidikan dan kepantasan dalam memperoleh pekerjaan, tanpa memberi perhatian terhadap kemampuan untuk menciptakan peluang kerja. Selanjutnya. Bob Sadino dalam Siswoyo . menyatakan bahwa sistem pendidikan Indonesia kebanyakan masih menggunakan prinsip belajar untuk tahu, bukan belajar untuk melakukan sesuatu. Oleh sebab itu Ciputra . menghimbau mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu hendaknya jangan hanya diajarkan bagaimana dapat bekerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 dengan baik, akan tetapi mesti diperhatikan untuk dapat menjadi pemilik perusahaan sesuai dengan latar belakang ilmu mereka. Pendidikan wirausaha mesti dapat membekalkan mahasiswa dan alumni untuk mandiri dan bukan menjadi pencari kerja ketika mahasiswa tersebut menamatkan pendidikan. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai keberkesanan program diploma TB FT UNP bagi alumni dari tiga dimensi: . dimensi kontext, mengenalpasti kesesuaian program diploma dengan visi, misi dan tujuan program. dimensi input, mengenalpasti keberkesanan kurikulum dan prasarana terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha alumni TB FT UNP. dimensi proses, mengenalpasti keberkesanan proses pengajaran dan pembelajaran serta latihan industri terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha alumni TB FT UNP Stufflebeam dan Shinkfield . menyatakan bahwa penilaian merupakan satu semakan berterusan terhadap pelaksanaan program. Pertama, tujuannya ialah untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab tentang sejauh mana aktivitas-aktivitas program itu dijalankan mengikut seperti yang direncanakan dan melaksanakan proses pengajaran sesuai dengan keperluan dan mengikut sumber-sumber yang sudah ada dengan cara yang berkesan. Tujuan kedua ialah memberi panduan untuk menyesuaikan atau melaksanakan perencanaan seperti mana yang diperlukan. Tujuan ketiga, adalah menilai dari waktu ke waktu sejauh mana peserta-peserta program menerima dan dapat menjalankan peranan mereka. Akhirnya. Stufflebeam dan Shinkfield . pula menyatakan bahwa penilaian proses hendaklah memberikan rekod yang meluas terhadap program yang dijalankan, bagaimana pelaksanaan apakah sesuai dengan yang diharapkan atau yang ditetapkan, dan juga bagaimana para pemerhati dan peserta mempertimbangkan kualitas program tersebut. METODE PENELITIAN Subjek dalam penelitian ini adalah alumni program diploma tata busana mulai tahun 2002 sampai tahun 2010 yang berjumlah 200 orang. Rancangan penelitian Penelitian yang dijalankan ini menggunakan reka bentuk kajian penilaian program yang diadaptasikan dari model CIPP . Input, dan Prose. oleh Stufflebeam et al. Penilaian CIPP paling sesuai digunakan sebagai reka bentuk kajian penilaian program yang dijalankan dibandingkan dengan model-model penilaian lain. Selain itu model CIPP merupakan model yang komprehensif untuk memberi panduan dalam menjalankan kajian penilaian program (Stufflebeam et al. Populasi dan Sampel Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Populasi dalam penelitian ini adalah alumni program diploma TB FT UNP, dari tahun 2002 hingga 2010 sebanyak 200 orang terdiri dari alumni yang bekerja di industri, alumni yang berwirausaha, alumni yang berbagai pekerjaan dan alumni yang belum Semua anggota populasi digunakan sebagai responden penelitian. Menurut Sugiyono . , jika peneliti ingin hasil penelitiannya dengan kesalahan yang sangat kecil, sebaiknya semua populasi digunakan sebagai sampel. Prosedur penelitian Sebelum penelitian sebenarnya maka dilakukan uji caba instrumen. Uji coba instrumen dilakukan untuk menguji kesahan dan kebolehpercayaan soal selidik yang digunakan, menguji kefahaman sampel, khususnya dari segi ketepatan, kesesuaian istilah, struktur kalimat dan penggunaan bahasa, serta menentukan waktu yang diperlukan untuk menjawab semua item Ae item pada instrumen dan juga urutan item. Uji coba instrumen dijalankan ke pada 35 orang alumni yang bukan merupakan responden dalam penelitian, tetapi mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan responden penelitian. Mereka merupakan alumni tahun 2011. Semua set instrumen diterima kembali, namun peneliti hanya dapat merespon 30 set saja yaitu set yang telah diisi dengan lengkap untuk dianalisis dan membatalkan lima set lagi yang didapati kurang lengkap. Ini sesuai dengan saran Sabitha dan Marican . beliau mengemukakan kebanyakan pakar statistik setuju bahwa 30 orang adalah bilangan minimum yang diperlukan sebagai sampel untuk membolehkan satu penafsiran statistik yang bermakna dibuat. Setelah menjalankan Uji coba instrumen, item-item yang lemah, kabur atau sukar difahami diperbaiki, disesuaikan dan dimurnikan untuk menambahbaikkan mutu instrumen penelitian. Kejelasan setiap pernyataan adalah sangat penting dan dapat membantu responden menjawab dengan lebih berkesan (Rudzi Munap 2. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner/angket setelah melalui uji validitas serta reliabilitas. Validitas instrumen penelitian diukur melalui korelasi nilai item dan rekomendasi pakar, sedangkan indeks kebolehpercayaan menggunakan nilai Cronbach Alpha yang menunjukkan nilai antara 0,70 hingga 0,97. Kebolehpercayaan item adalah tinggi dan dapat diterima. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Menurut Mohd. Majid . , statistik deskriptif merupakan organisasi dan ringkasan data yang diperolehi dari hasil pemprosesan data. Hasilnya dapat ditampilkan berupa ilustrasi dalam bentuk tabel atau graf tentang data atau informasi. Untuk mengukur kesesuaian visi, misi dan tujuan program pada dimensi context, digunakan analisis deskriptif dengan mengikut interpretasi pada Tabel 1. Skor min 1. 33 menunjukkan tidak sesuai. Skor min 2. 34 hingga 3. 66 menunjukkan kurang sesuai, skor min 3. 67 hingga 5. 00 menunjukkan kesesuaian. Interpretasi ini berpedoman kepada interpretasi yang dibuat oleh Jamil . Walaupun beliau menggunakan interpretasi ini untuk menjawab permasalahan kajian mengenai budaya penyelidikan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 sekolah, tetapi pada dasarnya interpretasi ini dapat juga digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Untuk mengukur tahap keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha alumni pada dimensi input dan proses program mengikut interpretasi pada Tabel 2 yang diadaptasi dan disesuaikan dari interpretasi skor min yang dikemukakan oleh Jamil . Skor min 1,00 hingga 2,33 menunjukkan tidak berkesan atau kesannya pada tahap yang rendah. Skor min 2,34 hingga 3,66 menunjukkan kurang berkesan atau kesannya pada tahap sederhana, sedangkan skor min 3,67 hingga 5,00 adalah berkesan ini menunjukkan keberkesanan pada tahap yang tinggi. Tabel 1. Interpretasi Skor Min Tahap Kesesuaian Skor Min Interpretasi Skor Min 00 hingga 2. 34 hingga 3. 67 hingga 5. Tidak sesuai Kurang sesuai Sesuai Sumber: Jamil . Tabel 2 Interpretasi Skor Min Tahap Keberkesanan Skor Min Interpretasi Skor Min 00 hingga 2. 34 hingga 3. 67 hingga 5. Tidak berkesan/rendah Kurang berkesan/sederhana Berkesan/tinggi Sumber: Jamil . H A S I L D A N PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dibuat pembahasan tentang variabel penilaian keberkesanan program diploma tata busana terhadap keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha alumni sebagai berikut: Dimensi Konteks: Kesesuaian Program diploma dengan Visi. Misi dan Tujuan Program. Bahagian ini ditujukan untuk menjawab kesesuaian program diploma dengan visi, misi dan tujuan program diploma TB FT UNP. Kesesuaian Program Diploma dengan Visi, menurut persepsi alumni secara keseluruhan adalah sesuai dengan skor min 3. 68 dan sisihan piawai 0,77. Analisis terhadap item-item yang berkaitan menunjukkan bahwa visi program diploma untuk menghasilkan tenaga kerja profesional bidang busana adalah sesuai (M = 3. Visi program diploma menghasilkan tenaga kerja bidang industri, yaitu (M = 3. Sedangkan visi program untuk menghasilkan wirausaha adalah kurang sesuai dan untuk menghasilkan tenaga kerja profesional pada bidang industri juga kurang sesuai dengan nilai min yang sama yaitu (M = 3. , masing-masing dapat dilihat pada Tabel Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Tabel 3. Skor min dan sisihan piawai persepsi alumni tentang kesesuaian program dengan visi program Visi Program Menghasilkan tenaga kerja profesional bidang Menghasilkan usahawan Menghasilkan tenaga kerja profesional dibidang Keseluruhan Nota: N = jumlah responden SP = Sisihan Piawai S = Sesuai Min Iterpretasi KS = Kurang Sesuai TS = Tidak Sesuai . Kesesuaian Program Diploma dengan Misi Program, menurut persepsi alumni secara keseluruhan adalah sesuai dengan skor min 3,77 dan sisihan piawai 0,71. Dari enam item misi, semuanya menunjukan kesesuaian (Tabel . Tabel 4. Skor Min Dan Sisihan Piawai Persepsi Alumni Kesesuaian Program Dengan Misi Program Misi tenaga profesional bidang busana tenaga penyelidikan bidang busana tenaga pengabdian yang diperlukan masyarakat relevan dengan keperluan industri pengajaran dan pembelajaran berwirausaha relevan dengan keperluan stack holder Keseluruhan Nota: N = Jumlah Responden Min Iterpretasi P = Sisihan Piawai S = Sesuai KS = Kurang Sesuai TS = Tidak Sesuai . Kesesuaian Program Diploma dengan tujuan program, menurut persepsi alumni secara keseluruhan adalah sesuai dengan skor min 3,75 dan sisihan piawai 0,70. Dari delapan item tujuan program, lima item menunjukkan kesesuaian pada tahap tinggi dengan skor min 3,70 hingga skor min 3,99. Tiga item kurang sesuai item tersebut ialah . meningkatkan keyakinan diri dan sikap positif alumni terhadap program berwirausaha skor min 3,60 dan sisihan piawai 0,70. mencipta alumni menjadi usahawan skor min 3,75 dan sisihan piawai 0,77 . menghasilkan lulusan yang berkualitas menuju kecemerlangan hidup skor min 3,57 dan sisihan piawai 0,80, seperti pada Tabel 5. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Tabel 5. Skor Min Dan Sisihan Piawai Persepsi Alumni Tentang Kesesuaian Program Diploma Dengan Tujuan Program Tujuan Program memiliki pengetahuan di bidang busana memiliki sikap berwirausaha memiliki keterampilan berwirausaha memiliki pemikiran berwirausaha sikap positif mahasiswa dalam program berwirausaha alumni yang menjadi usahawan yang berkualitas menuju kecemerlangan hidup Mencipta alumni untuk bekerja di industri Keseluruhan Nota: N = jumlah Responden S. P = Sisihan Piawai S = Sesuai Min KS = Kurang Sesuai Iterpreta TS = Tidak Sesuai Dimensi Input . Keberkesanan Kurikulum Terhadap Pembentukan Keterampilan berwirausaha dan Kemampuan Mengenal Peluang Usaha Alumni TB FT UNP. Bahagian ini untuk menjawab dimensi input yaitu keberkesanan kurikulum terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha alumni TB FT UNP. Kesan kurikulum terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha secara keseluruhan adalah berkesan dengan skor min 93 sisihan piawai 0. Dari 25 mata kuliah, 19 mata kuliah berkesan. Enam mata kuliah kurang berkesan, seperti pada Tabel 6. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Tabel 6. Skor min dan sisihan piawai kesan kurikulum terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha Mata kuliah Manajemen Usaha Busana Konveksi Manajemen Usaha Busana Butik Desain Ragam Hias Manajemn Usaha Busana Modeste/Tailor Pengetahuan Tekstil 2 Pelengkap busana Pengetahuan busana Pengetahuan Tekstil 1 Teknologi busana Seni Rupa dasar Sulaman 1 Metode Penyuluhan KKM Konstruksi Pola busana Kerwirausahaan Praktek Kerja Busana Pria Desain busana 1 Desain busana 2 Pengetahuan dan Teknik busana dasar Pengantar Ekonomi Tailoring Lingeri Grading Metode Penelitian Keseluruhan Nota: S. P = Sisihan Piawai B = Berkesan Keterampilan berwirausaha Min Interpretasi KB = Kurang Berkesan TB = Tidak Berkesan Keberkesanan kurikulum terhadap pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha secara keseluruhan adalah berkesan dengan skor min 3. 95 dan sisihan piawai Dari 25 mata kuliah, 19 mata kuliah berkesan dan enam mata kuliah kurang berkesan kepada pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha. Mata kuliah tersebut seperti pada Tabel 7. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Tabel 7. Skor Min Dan Sisihan Piawai Kesan Kurikulum Terhadap Kemampuan Mengenal Peluang Usaha Mata kuliah MUB Konveksi MUB Butik Desain Ragam Hias MUB Modeste/Tailor Pengetahuan Tekstil 2 Pelengkap busana Pengetahuan busana Pengetahuan Tekstil 1 Teknologi busana Seni Rupa dasar Sulaman 1 Metode Penyuluhan KKM Konstruksi Pola busana Kerwirausahaan Praktek Kerja Busana Pria Desain busana 1 Desain busana 2 Pengetahuan dan Teknik busana dasar Pengantar Ekonomi Tailoring Lingeri Grading Metode Penelitian Keseluruhan Nota: S. P = Sisihan Piawai B = Berkesan Kemampuan mengenal peluang usaha Min Interpretasi KB = Kurang Berkesan TB = Tidak Berkesan . Bahagian ini untuk menjawab dimensi input berkaitan dengan tahap keberkesanan pra sarana yang disediakan jurusan untuk pelaksanaan program diploma terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha bagi alumni TB FT UNP. Keberkesanan prasarana terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha alumni secara keseluruhan adalah kurang berkesan, skor min 3,43 dan sisihan piawai 0,73. Dari empat belas item, sebelas item kurang berkesan dan tiga item berkesan, seperti pada Tabel 8. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Tabel 8. Skor Min Dan Sisihan Piawai Kesan Prasarana Terhadap Pembentukan Keterampilan Berwirausaha Item Keterampilan berwirausaha Min Interpretasi Jurusan menyediakan tempat latihan berwirausaha yang bersih dan asri Jurusan menyediakan tempat yang strategis untuk latihan berwirausaha Terjalinnya komunikasi antara dosen dengan Lingkungan kampus yang bersih membuat saya Aturan yang jelas dalam menjalankan aktivitas di Lingkungan kampus yang asri dan tertata dengan Jurusan menyediakan ruang kuliah yang sesuai dengan keperluan mahasiswa Jurusan menyediakan buku yang sesuai keperluan Jurusan menyediakan ruang baca yang sesuai dengan keperluan mahasiswa 10 Jurusan menyediakan alat yang diperlukan untuk latihan berwirausaha 11 Jurusan menyediakan bahan yang diperlukan mahasiswa untuk latihan berwirausaha 12 Jurusan menyediakan bahan bantu pembelajaran 13 Perlengkapan pada ruang kuliah sesuai dengan 14 Alat-alat untuk praktik busana tersedia Keseluruhan Nota: S. P = Sisihan Piawai B = Berkesan KB = Kurang Berkesan TB = Tidak Berkesan Tabel 9 menunjukkan keberkesanan prasarana terhadap kemampuan mengenal peluang usaha alumni secara keseluruhan kurang berkesan, dengan skor min 3,45 dan sisihan piawai 0,82. Dari empat belas item keseluruhannya kurang berkesan terhadap pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Tabel 9. Skor min dan sisihan piawai tahap kesan prasarana terhadap kemampuan mengenal peluang usaha Item Kemamp Mengenal Peluang Usaha Min Interpretasi Jurusan menyediakan tempat latihan berwirausaha yang bersih dan asri Jurusan menyediakan tempat yang strategis untuk latihan Terjalinnya komunikasi antara dosen dengan mahasiswa Lingkungan kampus yang bersih membuat saya nyaman Aturan yang jelas dalam menjalankan aktivitas di kampus Lingkungan kampus yang asri dan tertata dengan baik Jurusan menyediakan ruang kuliah yang sesuai dengan keperluan mahasiswa Jurusan menyediakan buku yang sesuai dengan keperluan Jurusan menyediakan ruang baca yang sesuai dengan keperluan mahasiswa Jurusan menyediakan alat yang diperlukan untuk latihan Jurusan menyediakan bahan yang diperlukan mahasiswa untuk latihan berwirausaha Jurusan menyediakan bahan bantu pembelajaran Perlengkapan pada ruang kuliah sesuai dengan keperluan Alat-alat untuk praktik busana tersedia Keseluruhan Nota: S. P = Sisihan Piawai B = Berkesan KB = Kurang Berkesan TB = Tidak Berkesan Dimensi Proses . Keberkesanan Proses Pengajaran dan Pembelajaran Terhadap Pembentukan Keterampilan berwirausaha dan Kemampuan Mengenal Peluang Usaha Alumni TB FT UNP. Bahagian ini ditujukan untuk menjawab dimensi proses berkaitan dengan pelaksanaan program yaitu keberkesanan proses pengajaran dan pembelajaran terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha alumni TB FT UNP. Proses pengajaran dan pembelajaran terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha secara keseluruhan kurang berkesan dengan skor min adalah 3,26 dan sisihan piawai adalah 0,71. Dari 24 item, terdapat 22 item kurang berkesan. Dua item berkesan terhadap pembentukan keterampilan Item tersebut ialah . dosen melaksanakan pembelajaran mengikut ringkasan materi. Aktivitas pembelajaran berpedoman kepada kurikulum yang disediakan jarusan dan fakultas, seperti Tabel 10. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Tabel 10. Skor Min Dan Sisihan Piawai Kesan Proses Pengajaran Dan Pembelajaran Terhadap Pembentukan Keterampilan Berwirausaha Item Pembelajaran kewirausahaan adalah sangat bermanfaat Mata kuliah kewirausahaan yang ditawarkan dapat menjadikan mahasiswa sebagai seorang wirausaha Dosen melaksanakan pembelajaran mengikut silabus Pembelajaran kewirausahaan memiliki aturan yang jelas Pembelajaran kewirausahaan membuat saya dapat menciptakan produk untuk generasi yang akan datang Pembelajaran kewirausahan dalam bidang busana menjadikan saya lebih bertanggung jawab Pembelajaran kewirausahaan membuat saya lebih percaya diri dalam membuat keputusan Dosen sering mengaitkan pembelajaran dengan isu-isu kewirausahaan terkini atau terbaru Dosen berusaha menimbulkan minat saya untuk membuka usaha dibidang busana Dosen menyajikan materi yang sesuai dan membuka wawasan mahasiswa untuk menjadi usahawan Dosen menggunakan materi pengajaran dan pembelajaran yang diperoleh dari berbagai sumber Dosen membimbing saya ketika menjalankan praktik kewirausahaan bidang busana Dalam proses pembelajaran sering menggunakan media Pembelajaran kewirausahaan sangat membantu saya dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan selera Komputer disediakan untuk memudahkan dosen melaksanakan pembelajaran kewirausahaan Aktivitas pembelajaran berpedoman kepada kurikulum yang disediakan prodi dan jurusan Saya dapat mengenalpasti ide-ide yang berpotensi Saya dapat menjangka pasaran baru Saya dapat mengaitkan keinginan masyarakat dengan idea untuk membaiki produk yang lebih baik Saya memiliki keterampilan dalam memilih bidang usaha yang diperlukan masyarakat Saya yakin berhasil berusaha dalam bidang busana Proses pembelajaran membuat saya lebih yakin untuk membuka suatu usaha Saya memiliki keterampilan membuat rencana usaha Pembelajaran kewirausahaan dalam bidang busana menjadikan saya lebih mudah menemukan peluang usaha Keseluruhan Nota: S. P = Sisihan Piawai = Berkesan Keterampilan berwirausaha Min Interpretasi KB = Kurang Berkesan TB = Tidak Berkesan. Kesan proses pengajaran dan pembelajaran terhadap pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha secara keseluruhan adalah berkesan dengan skor min 86 dan sisihan piawai adalah 0. Dari 24 item, 23 item berkesan terhadap pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha. Satu item kurang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 berkesan ialah dalam proses pembelajaran sering menggunakan media gambar dengan skor min adalah 3. 61 dan sisihan piawai adalah 0. 82, seperti Tabel 11. Tabel 11. Skor Min Dan Sisihan Piawai Tahap Kesan Proses Pengajaran Dan Pembelajaran Terhadap Kemampuan Mengenal Peluang Usaha Item Pembelajaran kewirausahaan adalah sangat Mata kuliah kewirausahaan yang ditawarkan dapat menjadikan mahasiswa sebagai seorang wirausaha Dosen melaksanakan pembelajaran mengikut Pembelajaran kewirausahaan memiliki aturan yang Pembelajaran kewirausahaan membuat saya dapat menciptakan produk untuk generasi yang akan Pembelajaran kewirausahaan dalam bidang busana menjadikan saya lebih bertanggung jawab Pembelajaran kewirausahaan membuat saya lebih percaya diri dalam membuat keputusan Dosen sering mengaitkan pembelajaran dengan isuisu kewirausahaan terkini atau terbaru Dosen berusaha menimbulkan minat saya untuk membuka usaha dibidang busana Dosen menyajikan materi yang sesuai dan membuka wawasan mahasiswa untuk menjadi Dosen menggunakan materi pengajaran dan pembelajaran yang diperoleh dari berbagai sumber Dosen membimbing saya ketika menjalankan praktik berwirausaha bidang busana Dalam proses pembelajaran sering menggunakan media gambar Pembelajaran kewirausahaan sangat membantu saya dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan selera masyarakat Komputer disediakan untuk memudahkan dosen melaksanakan pembelajaran kewirausahaan Aktivitas pembelajaran berpedoman kepada kurikulum yang disediakan prodi dan jurusan Saya dapat mengenalpasti ide-ide yang berpotensi Saya dapat menjangka pasaran baru Saya dapat mengaitkan keinginan masyarakat dengan idea untuk membaiki produk yang lebih Saya memiliki keterampilan dalam memilih bidang usaha yang diperlukan masyarakat Saya yakin berhasil berusaha dalam bidang busana Proses pembelajaran membuat saya lebih yakin untuk membuka suatu usaha Saya memiliki keterampilan membuat rencana Pembelajaran kewirausahaan dalam bidang busana menjadikan saya lebih mudah menemukan peluang Keseluruhan Kemam Mengenal Peluang Usaha Min Interpretasi Nota: S. P = Sisihan Piawai B = Berkesan KB = Kurang Berkesan TB = Tidak Berkesan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Keberkesanan Pelaksanaan Latihan Industri Terhadap Pembentukan Keterampilan berwirausaha dan Kemampuan Mengenal Peluang Usaha Alumni TB FT UNP. Bahagian ini ditujukan untuk menjawab permasalahan dimensi proses pelaksanaan program yaitu keberkesanan pelaksanaan latihan industri terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha dalam kalangan alumni TB FT UNP. Secara keseluruhan tahap keberkesanan pelaksanaan latihan industri terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha adalah pada tahap tinggi atau berkesan, dengan skor min 3,86 dan sisihan piawai 0,76. Dari 18 item keseluruhannya berkesan terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha, seperti Tabel 12. Tabel 12. Skor Min Dan Sisihan Piawai Tahap Kesan Pelaksanaan Latihan Industri Terhadap Pembentukan Keterampilan Berwirausaha Item Saya mendapat banyak pengetahuan berkaitan dengan proses produksi Saya dapat belajar mengenal peluang usaha ketika latihan Saya dapat belajar cara yang berkesan untuk mengatasi pengaduan pelanggan Pelaksanaan latihan industri membuat saya mahir tentang bagaimana untuk menjadi usahawan Latihan industri meningkatkan penguasaan bidang ilmu berwirausaha saya Latihan industri merupakan pembelajaran dalam keadaan Saya memiliki banyak waktu berinteraksi dengan pengusaha di industri Saya banyak mendapatkan informasi yang diperlukan oleh bidang studi Saya banyak mendapatkan inforasi tentang peluang usaha Saya banyak mendapat informasi tentang jenis mesin/teknologi yang sesuai untuk menghasilkan produk Saya dapat menerapkan pengetahuan yang dimiliki dengan jenis latihan yang dilakukan di industri Saya dapat mempelajari teknik-teknik baru yang dapat menambah keterampilan Latihan industri berguna untuk mensejajarkan pengetahuan dengan keterampilan Latihan industri menambah pengetahuan untuk memantapkan keterampilan saya Saya lebih yakin untuk bekerja sendiri setelah menjalani latihan industri Saya dapat meningkatkan keterampilan yang dipelajari sewaktu pelaksanaan latihan industri Latihan indusri telah menghilangkan sifat negatif dalam diri saya Aktivitas sewaktu latihan industri banyak memberi pengalaman baru Keseluruhan Nota: S. P = Sisihan Piawai B = Berkesan Keterampilan berwirausaha Min Interpretasi KB = Kurang Berkesan TB = Tidak Berkesan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Keberkesanan pelaksanaan latihan industri terhadap pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha pada tahap tinggi atau berkesan dengan skor min 3,88 dan sisihan piawai 0,78. Dari 18 item keseluruhannya berkesan terhadap pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha, seperti Tabel 13. Tabel 13. Skor Min Dan Sisihan Piawai Kesan Pelaksanaan Latihan Industri Terhadap Kemampuan Mengenal Peluang Usaha Item Saya mendapat banyak pengetahuan berkaitan dengan proses produksi Saya dapat belajar mengenal peluang usaha ketika latihan industri Saya dapat belajar cara yang berkesan untuk mengatasi pengaduan pelanggan Pelaksanaan latihan industri membuat saya mahir tentang bagaimana untuk menjadi Latihan industri meningkatkan penguasaan bidang ilmu berwirausaha saya Latihan industri merupakan pembelajaran dalam keadaan sebenarnya. Saya memiliki banyak waktu berinteraksi dengan pengusaha di industri Saya banyak mendapatkan informasi yang diperlukan oleh bidang studi Saya banyak mendapatkan inforasi tentang peluang usaha Saya banyak mendapat informasi tentang jenis mesin/teknologi yang sesuai untuk menghasilkan produk busana Saya dapat menerapkan pengetahuan yang dimiliki dengan jenis latihan yang dilakukan di industri Saya dapat mempelajari teknik-teknik baru yang dapat menambah keterampilan Latihan industri berguna untuk mensejajarkan pengetahuan dengan keterampilan Latihan industri menambah pengetahuan untuk memantapkan keterampilan saya Saya lebih yakin untuk bekerja sendiri setelah menjalani latihan industri Saya dapat meningkatkan keterampilan yang dipelajari sewaktu pelaksanaan latihan Latihan indusri telah menghilangkan sifat negatif dalam diri saya Aktivitas sewaktu latihan industri banyak memberi pengalaman baru Keseluruhan Kemam Meng Peluang Usaha Min Interpretasi Nota: S. P = Sisihan Piawai B = Berkesan KB = Kurang Berkesan TB = Tidak Berkesan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesesuaian Program Diploma dengan Visi, misi dan tujuan program menurut persepsi alumni secara keseluruhan adalah sesuai masing-masing dengan skor min 3. 68 dan 3,77 dan 3,75 Keberkesanan kurikulum terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha adalah berkesan masing-masing dengan skor min 3,93 sisihan piawai 0,89 dan skor min 3,95 dan sisihan piawai 0,91. Keberkesanan prasarana terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha alumni secara keseluruhan kurang berkesan, dengan skor masing-masing skor min 3,43 dan sisihan piawai 0,73. skor min 3,45 dan sisihan piawai 0,82. Keberkesanan proses pengajaran dan pembelajaran terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha secara keseluruhan kurang berkesan dengan skor min adalah 3,26 dan sisihan piawai adalah 0,71, tetapi berkesan terhadap pembentukan kemampuan mengenal peluang usaha secara keseluruhan adalah berkesan dengan skor min adalah 3,86 dan sisihan piawai adalah 0,73. Keberkesanan pelaksanaan latihan industri terhadap pembentukan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengenal peluang usaha secara keseluruhan adalah berkesan masing-masing dengan skor min 3,86 dan sisihan piawai 0,76 dan skor min 3,88 dan sisihan piawai 0,78. Saran Untuk meningkatkan keberkesanan program, beberapa langkah penting perlu diambil oleh pihak Program Studi. Jurusan. Fakultas dan Universitas. Langkah-langkah tersebut adalah : Menyediakan kurikulum yang responsif Menyediakan prasarana yang mutakhir Pengajaran dan pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha dan meningkatkan latihan untuk mengenal peluang usaha. Menjalin hubungan dengan pihak industri yang sanggup untuk menyertai program, mengadakan dialog secara terus menerus. Melahirkan wirausaha mudayang kreatif dan inovatif serta memiliki keterampilan berwirausaha dan memiliki kemampuan mengenal peluang usaha sebagai sebuah spirit bagi program diploma dalam membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 DAFTAR PUSTAKA