Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt MANAJEMEN PEMBELAJARAN AL-QURAN HADITS DI MADRASAH Satriyadi1. Eka Bayu Syahputra2 Abstrak Al-quran hadits adalah salah suatu rumpun pembelajaran pendidikan agama islam di madrasah yang bertujuan agar siswa dapat untuk memahami al-quran dan hadits-hadits nabi Muhammad SAW. , serta mengaplikasikan sunnah-sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya profesionalitas guru al-quran hadits di madrasah dalam hal menyiapkan silabus dan RPP pembelajaran Al-quran hadits, dan kurangnya penggunaan metode pembelajaran dan metode penyampaian dari sumber belajar yang bervariasi sehingga pembelajaran al-quran hadits masih kurang efektif, hal tersebut dapat dilihat dari metode dan model penyampaian materi yang masih monoton yang membuat siswa jenuh dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, penilaian serta tindak lanjut pembelajaran alquran hadits di madrasah dalam menguatkan nilai-nilai karakter serta hasil peningkatan karakter peserta didik melalui manajemen pembelajaran alquran hadits di madrasah. Manajemen pembelajaran al-quran hadits ini dilakukan dengan merencanakan pembelajaran yang dibuat oleh guru mata pelajaran alquran hadits yang sesuai dengan kurikulum, kemudian guru melaksankan rencana pembelajaran tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan, serta guru melaksanakan penilaian akhir terhadap siswa yang telah mengikuti pembelajaran dengan aktif, serta mewujudkan pencapaian pembelajaran yang ingin di capai, dan mempersiapkan fasilitas media pembelajaran yang ingin digunakan. Dengan adanya manajemen pembelajaran yang baik dan cukupnya penggunaan metode penyampaian yang bervariasi terhadap pembelajaran al-quran hadits dan banyaknya sumber belajar yang bervariasi membuat penyampaian guru al-quran hadits dalam penyampaian pembelajaran tidak monoton sehingga membuat pembelajaran yang efektif dan mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran al-quran Kata kunci: Manajemen pembelajaran. Al-quran hadits. Madrasah STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai, satriyadi@ishlahiyah. bayusyahputra@ishlahiyah. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Abstract Al-Quran Hadith is one of the learning clusters of Islamic religious education in madrasas which aims to enable students to understand the Koran and the hadiths of the Prophet Muhammad SAW. , and apply the sunnahs of the Prophet in everyday life. Lack of professionalism of Al-Quran Hadith teachers in madrasas in terms of preparing syllabus and lesson plans for learning Al-Quran Hadith, and the lack of use of learning methods and delivery methods from various learning sources so that learning of Al-Quran Hadith is still less effective, this can be seen from the method and the model of delivery of material that is still monotonous which makes students bored in learning activities. The purpose of this article is to find out the steps for planning, implementing, evaluating and following up on learning the Koran hadith in madrasas in strengthening character values and the results of improving the character of students through learning management of the Koran hadith in madrasas. Learning management of the Koran hadith is carried out by planning lessons made by the subject teacher of the Koran hadith in accordance with the curriculum, then the teacher implements the learning plan to achieve the desired results, and the teacher carries out the final assessment of students who have participated in learning with active, as well as realizing learning achievements that you want to achieve, and preparing learning media facilities that you want to use. With good learning management and sufficient use of various delivery methods for learning the Koran and hadith and the many varied learning resources make the delivery of teachers of the Koran hadith in the delivery of learning not monotonous so as to make learning effective and achieve the learning objectives to be achieved in learning Al-Quran Hadith. Keywords: Learning management. Al-Quran hadith. Madrasah Pendahuluan Manajemen pembelajaran di madrasah harus memenuhi dan sesuai, karena tujuan dari manajemen pembelajaran adalah terlaksananya pembelajaran yang disampaikan oleh guru mata pelajaran, namun pada kenyataannya masih banyak guru yang belum menyiapkan silabus dan RPP pembelajaran untuk pengajaran al-quran hadits di madrasah, sehingga pembelajaran tergolong monoton karena kurangnya metode pengajaran dari sumber-sumber yang bervariasi, dengan adanya manajemen pembelajaran yang baik, siswa akan dengan mudah menerima apa yang disampaikan oleh guru mata pelajaran al-quran hadits di madrasah sehingga tujuan yang ingin dicapai terlaksana dengan sangat Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Dilihat dari asal katanya, kata manajemen berasal dari bahasa latin manus yang berarti tangan, dan agere yang berarti melakukan. Dari dua kata tersebut digabungkan menjadi kata kerja managere yang berarti melakukan dengan tangan atau menangani. Dalam bahasa Inggris kata manager diterjemahkan dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management. Sedangkan orang yang melakukan kegiatan manajemen disebut manager. Selanjutnya dalam bahasa Indonesia, kata management diterjemahkan menjadi manajemen atau mengelola. (Utomo, 2018:. Manjemen adalah proses untuk mencapai suatu capaian dari tujuan suatu organisasi dengan melakukan kegiatan dari fungsi-fungsi manajemen Kemudian manajemen juga mempunyai arti lain yaitu suatu proses khusus yang terdiri dari perencanaan (Plannin. , pengorganisasian (Organizin. , penggerakan . , dan pengendalian . , yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya. (Sewang, 2015:. Manajemen merupakan suatu aktivitas manusia yang dapat dijumpai dalam setiap organisasi formal, baik yang sederhana sifatnya maupun sampai pada organisasi yangkompleks, organisasi pemerintah, dan swasta, termasuk organisasi pendidikan, organisasi bisnis maupun organisasi nir (Gemnafle, 2021:. Manajemen dalam dunia pendidikan dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajemen sebagai aktivitas agar seorang kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban misi atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar. (Tamsoa, 2019:. Dengan adanya manajemen yang baik dari seorang guru Al-quran hadits yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian yang dilakukan oleh guru mata pelajaran al-quran hadits maka tujuan atau capaian pembelajaran yang ingin dicapai akan terlaksana dengan baik, tentunya dengan metode penyampaian yang menarik dan bervariasi sehingga tidak membuat siswa jenuh dalam proses pembelajaran Al-quran Hadits. Manajemen pembelajaran Al-quran hadits menekankan guru untuk membuat perencanaan, pelaksanaan dalam pembelajaran al-quran hadits dalam mewujudkan capaian pembelajaran yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran Al-quran hadits di madrasah. Dengan adanya silabus dan RPP yang memenuhi sebagaimana materi dari Al-quran hadits maka tujuan yang akan dicapai oleh pembelajaran al-quran hadits tersebut akan tercapai, dan model atau metode pengajaran yang bervariasi sehingga Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt membuat siswa tidak jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran agar tercapainya capaian pembelajaran al-quran hadits yang diinginkan. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode komperatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Sedangkan jenis penelitian ini termasuk penelitian hukum kepustakaan (Library Reasearc. dengan cara meneliti bahan-bahan pustaka berupa literature dari buku, jurnal dan dari artikel internet yang terpercaya. Penelitian kualitatif adalah tradisi dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana manajemen pembelajaran al-QurAoan Hadits di Madrasah. (Buna`i, 2012:. Dengan metode ini peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber referensi dan literature yang berbeda-beda sehingga peneliti dapat menyimpulkan mengenai manajemen pembelajaran Al-quran Hadits di Madrasah. Langkah-langkah penggunaan Metode . alam pengajaran mater. Manajemen Pembelajaran Manajemen pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang didalam pelaksanaanya melibatkan guru dan siswa. Menurut Ajat Rukajat manajemen pembelajaran adalah kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan penilaian pelaksanaan pembelajaran agar mencapai hasil belajar yang efektif. (Rukajat, 2018:. Secara teknis pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah atau kegiatan belajar mengajar (KBM) ada beberapa hal yang harus terpenuhi yaitu: Pengelolaan tempat belajar/ruang kelas, pengelolaan bahan ajar atau rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan dan waktu pembelajaran, pengelolaan siswa, pengelolaan sumber belajar yang bervariasi serta pengelolaan model penyampaian atau model pembelajaran yang guru sampaikan kepada siswa sehingga siswa tidak jenuh. Pengelolaan tempat belajar adalah ruang kelas yang memadai, dengan adanya ruang kelas yang memadai sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik, penataan ruang belajar yang baik dan memenuhi kriteria seperti ruang belajar yang menarik dan memudahkan mobilitas guru dalam menjelaskan bahan ajar terhadap siswa sehingga siswa dengan mudah menerima apa yang disampaikan oleh guru, dan penataan ruang kelas yang baik akan sangat membantu guru dan siswa untuk berinteraksi dengan baik. Pengelolaan bahan ajar seorang guru harus merencanakan bahan ajar dan media pembelajaran yang sesuai dengan adanya perencanaan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt bahan ajar maka tujuan dan capaian pembelajaran akan mudah di tuju. Dalam perencanaan bahan ajar guru dituntut dalam profesionalitas dalam mengajar dengan membuat pertanyaan kepada siswa sehingga siswa dapat mampu terlibat dalam proses pembelajaran yang efektif secara fisik maupun mentalnya, dan dengan adanya guru yang kreatif dengan modelmodel penyampaian yang disampaikan oleh guru sehingga penyampaian yang disampaikan oleh guru tidak monoton dan membuat siswa tidak merasa jenuh dengan adanya model pembelajaran yang bervariasi. Pengelolaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus sesuai dengan tingkat kemampuan dari siswa, guru harus bisa mengukur seberapa tinggi tingkat kemampuan peserta didiknya, menurut Hardi Tambunan di dalam bukunya peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 disebutkan bahwa waktu pembelajaran untuk pendidikan dasar atau menengah harus memenuhi syarat, diantara syaratnya ialah alokasi waktu jam tatap muka bagi SD/MI selama 35 menit. SMP/MTs selama 40 menit dan SMA/MA selama 45 menit. (Tambunan, 2021:. Pengelolaan siswa dalam belajar hendaknya bervariasi dan tidak monoton, pengelolaan ini seperti membuat pengelompokan siswa dalam pembelajaran, secara perseorangan, berpasangan atau pengelompokan yang membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Pengelolaan ini harus disesuai kan dengan karakteristik bahan ajar yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), serta guru harus mendorong siswa untuk ikut berperan dalam proses pengelolaan tersebut, guru harus memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak aktif untuk lebih aktif lagi dengan adanya pengelolaan siswa ini akan memudahkan seorang guru untuk lebih mengontrol siswa yang aktif dan tidak aktif dalam proses pembelajaran agar mencapai suatu tujuan yang diinginkan dalam capaian pembelajaran. Dalam pengelolaan sumber belajar guru dituntut untuk kreatif dalam model penyampaian yang disampaikan oleh seorang guru sehingga penyampaian tersebut menarik bagi siswa dan tidak membuat siswa menjadi jenuh dalam proses pembelajaran. Guru harus mempertimbangkan media dan sumber belajar yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk proses pembelajaran, pemilihan media pembelajaran adalah salah satu dari pengelolaan sumber belajar yang baik. Guru juga harus dapat memanfaatkan sumber-sumber lain seperti lingkungan. AJat Rukajat di dalam bukunya lingkungan tidak hanya berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian . umber belaja. penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar siswa akan membuat anak merasa senang dalam Pemanfaatan lingkungan dapat dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati . eluruh panca indr. , mencatat, berhipotesis, mengklasifikasikan, membuat tulisan dan membuat gambar/diagram. (Rukajat, 2018:. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Pengelolaan Muhammad afandi di dalam bukunya model-model pembelajaran terbagi menjadi 5 bagian: Model pembelajaran langsung. Model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran konstektual. Model pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasanga. Model pembelajaran kooperatif. (Afandi, 2013:. Model Pembelajaran Langsung Pembelajaran mentransformasikan ilmu pengetahuan secara langsung tatap muka kepada peserta didik, pembelajaran ini berorientasikan kepada tujuan dan telah distrukturkan oleh guru. Model pembelajaran langsung ini adalah proses pemindahan ilmu pengetahuan dari guru terhadap para peserta didik dengan model seperti ceramah, demonstrasi dan tanya jawab terhadap para peserta didik. Pendekatan pada model ini terpusat oleh guru yang memberikan materi pembelajaran dalam format yang sangat terstruktur, mengarahkan kegiatan para peserta didik, dan mempertahankan fokus pencapaian pembelajaran. Model Pembelajaran Berbasis Masalah Istilah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) diadopsi dari istilah Inggris Problem Based Instruction (PBI). Model pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John Dewey. Dewasa ini, model pembelajaran ini mulai diangkat sebab ditinjau secara umum pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inquiri. (Trianto, 2010:. Pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang memerlukan proses berpikir tingkat tinggi karena dengan model ini grur memberikan suatu masalah kepada siswa kemudian siswa tersebut memikirkan bagaimana cara memecahkan masalah tersebut sehingga mereka dapat mengembangkan cara berpikir terhadap masalah yang dihadapinya, mengembangkan kemandirian, dan percaya diri bahwa dirinya mampu dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru. Model pembelajaran ini guru memberikan pertanyaan sebuah masalah yang timbul di lingkungan ataupun dalam proses pembelajaran kepada peserta didik kemudian peserta didik dapat berdiskusi untuk menyelesaikan masalah secara individu maupun kelompok. Model pembelajaran konstektual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learnin. atau CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan siswa secara nyata. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt sehingga siswa mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. (Afandi, 2013:. Model konstektual ini merupakan materi atau pembelajaran yang berkaitan dengan dunia kehidupan siswa, sehingga siswa dapat mampu menghubungkan kejadian yang terjadi di lingkungan sekitarnya dengan materi pembelajaran yang sedang berlangsung. Model pembelajaran ini cukup efektif karena siswa diajak untuk berpikir akan kejadian-kejadian disekitarnya dengan memasukan atau menganologikan kejadian tersebut terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung. Model pembelajaran Index Card Match Model pembelajaran Index Card Match . encari pasanga. adalah model pembelajaran yang cukup menyenangkan, digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan catatan peserta didik diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu sehingga peserta didik ketika masuk ruangan kelas sudah memiliki bekal pengetahuan. Dengan model pembelajaran Index Card Macth, peserta didik dapat belajar aktif dan berjiwa mandiri. Walaupun dilakukan dengan cara bermain, model pembelajaran Index Card Macth dapat merangsang peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar secara bertanggung jawab dan disiplin sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan prestasi belajar dapat (Zaini, 2008:. Model pembelajaran ini adalah salah satu model yang mencari pasangan dalam pembelajaran, model pembelajaran ini sangat menyenangkan dan digunakan untuk pengulangan materi yang telah disampaikan oleh guru, sehingga model pembelajaran ini sangat cocok untuk mengulang materi dengan cara yang menyenangkan, dengan model pembelajaran ini siswa tidak merasa jenuh dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Model Kooperatif . ooperative learnin. Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok Model pembelajaran ini berbasis kelompok dimana para setiap anggota kelompok dari para peserta didik harus saling bekerjasama didalam memahami materi pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa menjadi lebih baik dan dapat membentuk jiwa tolong menolong dalam perilaku sosial. Pembelajaran ini dapat memotivasi siswa dalam berinteraksi didalam kelas pada proses pembelajaran agar lebih efektif, tidak hanya unggul dalam membantu siswa memahami materi yang sulit, tetapi juga sangat berguna untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan membantu teman. Dalam cooperative learning, siswa terlibat aktif pada proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt dapat terlaksana sesuai dengan capaian yang diinginkan dalam perencanaan proses pembelajaran. Dengan adanya model-model pembelajaran yang bervariasi dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan tujuan atau capaian dari pembelajaran yang diinginkan akan tercapai, dan siswa tidak merasa jenuh dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Al-Quran Hadits Al-quran hadits merupakan salah satu rumpun pembelajaran di madrasah Tsanawiyah maupun Aliyah, al-quran hadits adalah mata pelajaran yang memahami secara mendalam mengenai al-quran dan hadits-hadits nabi Muhammad SAW. , mata pelajaran al-quran hadits sangat penting bagi pendidikan di madrasah Tsanawiyah maupun Aliyah, karena Al-quran hadits membahas secara mendalam ayat-ayat Allah dan haditshadits nabi Muhammad. Al-Qur`an Hadits adalah bagian dari mata pelajaran pendidikan agama islam yang diberikan untuk memahami dan mengamalkan Al-Qur`an sehingga mampu membaca dengan fasih, menerjemahkan, menyimpulkan isi kandungan, menyalin dan menghafal ayat-ayat yang terpilih serta memahami dan mengamalkan hadits-hadits pilihan sebagai pendalaman dan perluasan kajian dari pelajaran Al-Qur`an Hadits dari Madrasah dan sebagai bekal untuk mengikuti jenjang pendidikan berikutnya. (Ar Rasikh, 2019: . Pembelajaran Al-Qur`an dan hadits di Madrasah, menekankan proses kegiatan belajar yang berorientasi pada kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang Muslim terhadap kedua sumber ajaran tersebut. Di antaranya adalah kemampuan dalam membaca, menulis, mengahafal, mengartikan, memahami, dan mengamalkan Al-Qur`an dan hadits. Untuk dapat memenuhi target pembelajaran bagi siswa Madrasah tersebut, seorang guru tentunya harus mempersiapkan pendekatan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan dalam menyampaikan materinya. Selain itu, seorang pendidik yang baik juga dituntut untuk mempersiapkan sumber belajar dan media pembelajarannya dengan baik demi tercapainya tujuan pembelajaran yang akan disampaikan. Manajemen pembelajaran Al-quran Hadits Di Madrasah Pembelajaran al-quran hadits di madrasah harus mempunyai rancangan pembelajaran, pengawasan kemudian penilaian sehingga pembelajaran al-quran hadits di madrasah dapat berjalan dengan sesuai yang diinginkan dalam proses pencapaian pembelajaran tersebut. Manajemen pembelajaran adalah suatu kegiatan yang ada pada proses pembelajaran al-quran hadits, manajemen pembelajaran kegiatan yang dimulai dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan penilaian pelaksanaan pembelajaran agar mencapai hasil belajar yang Sehingga dengan adanya manajemen pembelajaran ini Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt pembelajaran al-quran hadits pada madrasah akan berjalan dengan apa yang ingin dicapai oleh guru. Manajemen pembelajaran dapat dipahami sebagai pembelajaran peserta didik dari perencanaan sampai penilaian pembelajaran yang merupakan bagian dari strategi pengelolaan pembelajaran. Sebagai bagian dari strategi proses pembelajaran, manajemen Alquran yang efektif dan efisien merupakan salah satu faktor pendukung tercapainya tujuan pembelajaran Alquran di Madrasah untuk melahirkan generasi qurAoani. Melihat keadaan saat ini, banyak siswa yang terpengaruh oleh arus modernisasi yang mengakibatkan mereka mengesampingkan dan bermalas-malasan dalam mempelajari Alquran sehingga banyak orang tua yang mengeluh bahwa anak mereka belum mampu membaca Alquran, padahal seharusnya pada tingkat sekolah menengah mereka telah mampu membaca Alquran. Merujuk pada hal tersebut maka seorang guru selaku pendidik harus mempunyai bekal kemampuan membaca Alquran yang Guru bertanggung jawab sebagai seseorang yang mengerti dan mengajarkan pengetahuan yang ia miliki kepada peserta didik yang belum (Hasriati, 2022:. Dalam membina masyarakat biasa menjadi sebuah negara menunjukkan kemampuan luar biasa. Hal ini menjadi petunjuk keberhasilan Nabi Muhammad Saw. Dimana beliau yang bukan asli penduduk Madinah mampu dan berhasil merubah pola kehidupan masyarakat Madinah menjadi suatu sistem pemerintahan . di bawah kepemimpinan nya dengan Sahifah Madinah. (Hemawati, 2022: . Pembelajaran yang efektif layaknya seperti suatu pemerintahan dengan adanya aturan dan tujuan yang ingin dicapai maka pembelajaran harus mempunyai manajemen yang baik. Manajemen yang baik ditandai dengan adanya suatu rancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta penilaian akhir pembelajaran Al-quran hadits, sehingga dengan adanya manajemen pembelajaran tersebut tujuan atau capaian pembelajaran al-quran hadits di madrasah akan tercapai. Kesimpulan Pembelajaran al-quran hadits di madrasah guru harus mempunyai rancangan pembelajaran sebagai bentuk dari tanggung jawab guru terhadap capaian pembelajaran al-quran hadits. Dengan adanya manajemen pembelajaran yang terdiri dari rancangan, pelaksanaan, dan penilaian akhir dari pembelajaran, maka tujuan atau capaian yang ingin di capai akan tercapai apabila manajemen pembelajaran yang baik. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan guru al-quran hadits di madrasah dapat membuat manajemen pembelajaran yang baik, sehingga capaian-capaian pembelajaran akan tercapai dengan hasil yang sangat Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 20 Ae 29 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Dengan memakai pendekatan kualitatif maka akan sangat mudah bagi peneliti dalam menumpulkan data-data yang akurat dari guru-guru alquran hadits di madrasah melalui wawancara langsung terhadap guru-guru Al-quran hadits di Madrasah Aliyah maupun Tsanawiyah. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti melalui sumbersumber buku yang di miliki oleh peniliti dan melalui wawancara langsung yang dilakukan terhadap guru-guru al-quran hadits di madrasah. DAFTAR PUSTAKA