JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. No. Februari 2022, pp. A 166 Pendampingan Belajar Secara Luring bagi Siswa Sekolah Dasar di Dukuh Bantarsari Desa Bangsri Offline Learing Assistance For Elemntary School Students in Bangsri First Elly Masyitoh1. Farhan Saefudin Wahid2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhadi Setiabudi. Indonesia e-mail: 1ellymasyitoh1@gmail. com , 2 farhansaefudinwahid@gmail. Abstrak Pandemi covid-19 masih menjadi kekhawatiran bagi masyarakat. Sejak merebaknya wabah covid-19 banyak aspek yang terdampak, diantaranya adalah aspek ekonomi, kesehatan dan Dalam aspek pendidikan. Indonesia mengeluarkan kebijakan baru yaitu melaksanakan pembelajaran daring. Namun, pada kenyatannya di lapangan mengalami kendala dalam pembelajaran daring, seperti akses jaringan internet yang lemah, kurangnya pemahaman siswa terkait materi, dan pendampingan orang tua yang kurang maksimal. Tujuan pengabdian pendampingan belajar secara luring sebagai upaya dalam membantu kesulitan belajar yang dialami siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam proses pendampingan belajar adalah secara luring atau tatap muka. Dengan melalui dua tahapan, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Proses pengabdian kepada masyarakat di mulai dengan berdoa, ice breaking, penjelasan materi, tanya jawab dan reward. Hasil yang diperoleh dari pendampingan belajar secara luring ini berjalan dengan lancar. Siswa merasa terbantu dalam memahami materi, tugas dapat terselesaikan dengan baik dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat serta meningkatnya hasil belajar siswa di sekolah. Kata kunciAicovid-19, pembelajaran daring, dan pendampingan Abstract The Covid-19 pandemic is still a concern for the community. Since the outbreak of the covid-19 outbreak many aspects are affected, including economic, health and education aspects. In the aspect of education. Indonesia issued a new policy that implements online learning. However, in fact in the field experiencing obstacles in online learning, such as weak internet network access, lack of understanding of students related to the material and parental assistance that is less than optimal. Therefore, learning assistance becomes a real form of community service as an effort to help the learning difficulties of elementary school students. The methods used in the learning mentoring process are offline or face-to-face. By going through two stages, namely the preparation stage and the implementation stage. The process of community service begins with prayer, ice breaking, material explanation. Q&A and reward. The results obtained from this offline learning assistance run smoothly. Students find it helpful in understanding the material and tasks can be well adjusted and get a positive response from the community. KeywordAicovid-19, online learning, and learning assistance PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih menjadi topik hangat dalam setiap perbincangan, baik dalam dunia maya maupun secara langsung. Covid-19 menjadi penyakit yang menakutkan bagi sebagian manusia, sebab penularannya yang begitu cepat. Covid-19 yaitu penyakit yang disebabkan oleh adanya virus dan menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini diketahui muncul pertama kali dari negara China di akhir tahun 2019. Penyebarannya yang Submitted: x 20xx. Accepted: x 20xx. Published: Agustus/Februari 20xx ISSN 2746-6345 . edia onlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. cepat, menyebabkan virus ini menyerang ke beberapa penjuru dunia, termasuk juga Indonesia. Indonesia pada tanggal 12 Maret 2020 akhirnya menetapkan virus covid-19 sebagai wabah pandemi oleh World Health Organization (WHO) (Dewantara & Nurgiansah, 2. Hingga saat ini kasus penyebarannya belum menunjukkan angka penurunan, dimana selalu meningkat di angka kasus yang terkonfirmasi covid-19. Dengan adanya wabah Covid-19 ini tentu berdampak pada segala aspek kehidupan manusia. Dampaknya telah berimbas di berbagai sektor, seperti sektor ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Salah satu dampak konkretnya yang berdampak adalah dunia pendidikan. Pendidikan menjadi hal yang utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berilmu. Pendidikan merupakan sebagai wujud dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkompeten (Yuhenita et al. , 2. Di masa pandemi ini pendidikan haruslah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kegiatan pembelajaran yang semestinya dilakukan secara tatap muka di sekolah dan bisa berinteraksi langsung dengan guru maupun teman sebaya, kini pembelajaran digantikan dengan metode pembelajaran daring dan pembelajaran luring. Kebijakan ini dilakukan di semua jenjang pendidikan, baik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Pertama. Sekolah Menengah Atas hingga Perguruan Tinggi yang ada di seluruh Indonesia. Pembelajaran daring ini diputuskan sebagai upaya untuk menghindari kontak fisik secara langsung sebagai salah satu dalam memutuskan resiko potensi tertularnya virus covid-19. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilaksanakan dalam jaringan dengan menggunakan askses internet serta pemanfaatan teknologi informasi. Banyak sumber belajar yang bisa dijadikan referensi dalam membantu belajar siswa di rumah, seperti dokumen, gambar, dan video pembelajaran. Sehingga sumber belajar inilah yang menjadi penunjang dalam pembelajaran daring (Oktafia dkk. , 2. Tetapi, dalam pelaksanaannya pembelajaran daring hanya sebatas pemberian tugas dari guru ke siswa tanpa penjelasan materi. Sedangkan pembelajaran luring yang dilaksanakan dengan waktu terbatas yaitu 3 kali dalam seminggu dan pembelajaran hanya 1 jam dalam sehari ini dirasakan kurang mencukupi bagi siswa. Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru. Dalam kenyataannya di lapangan banyak ditemukan kendala dalam pembelajaran Kendala pembelajaran daring yang terjadi diantaranya adalah kurangnya pemanfaatan penggunaan teknologi informasi oleh guru, sarana dan prasarana yang tidak mendukung, jangkauan askses internet yang lemah, kurangnya biaya kuota yang digunakan untuk pembelajaran daring (Nurmaya dkk. , 2. Berdasarkan observasi yang dilakukan kendala yang sering terjadi dalam pembelajaran daring pada siswa Sekolah Dasar di dukuh Bantarsari desa Bangsri diantaranya adalah ketidakstabilan jangkauan akses internet, kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, kurangnya pendampingan orang tua dalam proses belajar di rumah. Adapun kurangnya pendampingan orang tua di rumah disebabkan kurangnya pemahaman pengetahuan terhadap materi yang diajarkan. Sehingga ini menjadi kendala yang dialami oleh banyak orang tua dalam mendampingi proses belajar di rumah. Dimana orang tua merasa kesulitan dalam mengajari anaknya belajar di rumah. Kendala lainnya juga disebabkan karena orang tua yang tidak bisa mengoperasikan telepon android, sehingga dalam hal ini orang tua tidak bisa memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran daring. Dalam pembelajaran daring juga siswa merasa bahwa hingga saat ini pembelajaran tidak berjalan dengan efektif, yang mengakibatkan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan guru mengalami penurunan (Handayani dkk. , 2. Tentunya, keadaan seperti ini bisa menjadi penghambat siswa dalam menempuh pendidikan di masa pandemi Covid-19. Untuk mengatasi hal tersebut, maka upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan pendampingan belajar secara luring atau tatap muka bagi siswa Sekolah Dasar di dukuh Bantarsari Desa Bangsri. Proses pendampingan belajar secara luring bagi siswa Sekolah Dasar ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai bentuk peran mahasiswa dan mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan (Sulistyaningrum & Hakim, 2. Pengabdian kepada masyarakat diwujudkan dengan melakukan pendampingan belajar. Pendampingan belajar adalah bimbingan belajar yang dilakukan di jam pelajaran atau di luar jam pembelajaran yang dilakukan oleh Pendampingan Belajar Secara Luring bagi Siswa Sekolah Dasar di Dukuh Bantarsari Desa Bangsri (First Elly Masyitoh1. Farhan Saefudin Wahid. ISSN 2746-6345 . edia onlin. seorang pendamping. Pendampingan belajar merupakan kegiatan yang dilakukan untuk melakukan pengajaran dan pengarahan secara individu atau kelompok kecil yang bertujuan untuk mengontrol (Rahayu & Wulansar, 2. Salah satu program kerja yang dilaksaakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah pendampingan belajar dari rumah bagi siwa sekolah Dasar. Kegiatan pendampingan belajar secara luring ini bertujuan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pemahaman materi yang diajarkan guru dan memberikan motivasi belajar di masa Diharapkan ketercapaian hasil dari kegiatan program pendampingan belajar secara luring bagi siswa Sekolah Dasar adalah siswa mampu memahami materi yang diberikan guru dengan baik dan dapat membantu tugas-tugas yang diberikan oleh guru dapat diselesaikan dengan baik. METODE PELAKSANAAN Sasaran pengabdian kepada masyarakat dalam program pendampingan belajar secara luring bagi siswa Sekolah Dasar ini adalah siswa kelas 1sampai kelas 6 Sekolah Dasar di Dukuh Bantarsari RT 06 RW 07. Desa Bangsri, kecamatan Bulakamba. Kabupaten Brebes. Kegiatan pendampingan belajar secara luring dilaksanakan seminggu 2 kali yaitu di hari jumat dan hari Dengan ketentuan waktu hari jumat yaitu pukul 13. 00 Ae 15. 00 WIB dan hari minggu 00 Ae 10. 00 WIB. Indikator keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa mampu memahami materi yang diberikan guru secara maksimal dan membantu dalam pengerjaan tugas sekolah. Kegiatan pendampingan belajar secara luring melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan Pada tahap ini dimulai dengan izin kepada kepala desa dan menyerahkan surat serta izin kepada kepala dusun Bantarsari untuk melaksanakan program pendampingan belajar. Dalam hal ini juga kami mensosialisasikan kepada orang tua siswa Sekolah Dasar akan adanya program pendampingan belajar secara door to door yang akan dilakukan oleh mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Tahap pelaksanaan Pendampingan belajar secara luring dilaksanakan pada minggu ke-1, minggu ke-2, minggu ke-3 dan minggu ke-4 dimulai dari pelaksanaan KKN yaitu tanggal 12 Agustus sampai 12 September 2021. Dalam pelaksanaannya para pembimbing atau mahasiswa melakukan pendampingan belajar dengan pembagian kelas masing-masing dengan membantu kesulitan yang dialami dan memberikan pemahaman materi kepada siswa serta membantu mengarahkan dalam mengerjakan tugas sekolah. Proses pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan belajar dimulai dengan: BerdoAoa, setiap sebelum dan sesudah melakukan pendampingan belajar adalah berdoAoa BerdoAoa sebelum mulai belajar bertujuan untuk diberikan kelancaran dalam proses pendampingan dan diberikan ilmu yang bermanfaat ketika selesai proses pendampingan belajar. Ice breaking, ini dilakukan dengan kegiatan bernyanyi bersama yang bertujuan untuk membangkitkan semangat belajar siswa. Penjelasan materi, metode yang digunakan dalam proses pendampingan belajar adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Media pembelajaran yang digunakan adalah video berupa pemanfaatan youtube yang berisi edukasi dan gambar-gambar terkait materi Proses tanya jawab, hal ini bertujuan untuk melihat tingkat pemahaman siswa dalam penjelasan materi pelajaran yang diberikan dan pengajuan pertanyaan bagi siswa yang belum memahami terkait materi. JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 166 Ae 172 ISSN 2746-6345 . edia onlin. Reward, dalam pemberian reward ini berupa kata-kata pujian seperti pintar, bagus dan Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan belajar secara luring bagi siswa Sekolah Dasar melalui kegiatan bimbingan belajar. Pendampingan belajar secara luring ini dilaksanakan di Dukuh Bantarsari RT 06 RW 07 desa Bangsri, kecamatan Bulakamba. Kabupaten Brebes. Pendampingan belajar dilakukan secara luring atau tatap muka. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan untuk dapat membantu orang tua dalam proses pendampingan belajar siswa di masa pandemi saat ini. Mengingat, pembelajaran yang dilakukan di masa pandemi yaitu secara metode daring dan metode luring berjalan kurang Metode daring dilakukan dengan menggunakan aplikasi jejaring sosial Whatsapp dan digunakan sebagai sarana untuk pemberian tugas tanpa penjelasan materi. Sedangkan, metode luring dilakukan 3 kali seminggu dengan waktu yang terbatas hanya 1 jam sehari. Hal ini tentunya sangat berdampak pada siswa dengan tingkat pemahaman materi yang rendah selama proses pembelajaran di sekolah. Proses kegiatan pendampingan belajar secara luring ini dilakukan dengan memberikan materi yang sesuai dengan pembelajaran di sekolah maupun membantu anak dalam kesulitan yang dialaminya. Seperti, membantu mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah (PR) yang diberikan guru. Pendampingan belajar dilakukan secara luring juga dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam memahami materi dan pengerjaan tugas sekolah serta bisa berinteraksi secara langsung dengan pembimbing atau mahasiswa. Gambar 1. Proses pendampingan belajar Pelaksanaan pendampingan belajar secara luring dilakukan di rumah kepala dusun dukuh Bantarsari. Dalam pendampingan belajar siswa jarang yang menggunakan maskser, dikarenakan siswa merasa pernapasannya terganggu jika memakai masker. Namun, dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer. Pendampingan Belajar Secara Luring bagi Siswa Sekolah Dasar di Dukuh Bantarsari Desa Bangsri (First Elly Masyitoh1. Farhan Saefudin Wahid. ISSN 2746-6345 . edia onlin. Gambar 2. Proses pendampingan belajar Kegiatan pendampingan belajar secara luring dilaksanakan dengan menggunakan 6 tahapan, yaitu: BerdoAoa. Pada tahap ini sebelum memulai pendampingan belajar siswa melakukan pembiasaan berdoAoa secara bersama-sama. Ini bertujuan untuk menanamkan nilainilai keagamaan pada siswa serta pendampingan berjalan dengan lancar. Pembiasaan merupakan proses yang dilakukan secara berulang-ulang untuk menjadikan sebuah keharusan yang dilakukan (Rahayu & Wulansar, 2. Dalam kegiatan berdoAoa juga diberikan gerakan yang memotivasi siswa agar tidak monoton dalam berdoAoa. Ice breaking Menurut Lutfiyah dan Roviati . motivasi merupakan dorongan untuk diri sendiri atau orang lain agar mencapai tujuan tertntu. Sehingga memberikan motivasi belajar diperlukan untuk memberikan semangat kepada siswa dalam belajar melalui ice breaking. Dalam pemberian motivasi melalui ice breaking siswa bernyanyi bersama sebelum memulai belajar dan mengenalkan beberapa macam tepuk tangan. Hal ini memberikan dampak yang positif terhadap siswa dan mengurangi kebosanan. Semangat untuk memulai belajar menjadi tinggi karena siswa merasakan hati yang senang dan siap untuk belajar. Penjelasan materi Dalam menjelaskan materi saat pendampingan belajar menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait materi yang diberikan guru dengan menggunkan buku LKS. Kegiatan pendampingan dimulai dengan para pembimbing bertanya mengenai kesulitan apa yang sedang dialami oleh siswa terkait dengan materi yang diberikan Setelah mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam materi tersebut, barulah pembimbing atau mahasiswa memberikan penjelasan materi. Penjelasan materi yang dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan Metode ceramah merupakan pemberian materi yang disampaikan secara langsung dan lisan dari guru ke siswa (Wulandari & SyurAoaini, 2. Walupun metode ceramah termasuk metode konvesional, namun siswa lebih mampu memahami penjelasan dengan optimal. Pembimbing menjelaskan materi secara berulang dan mengaitkan dalam kehidupan sehar-hari. Pemanfaatan media youtube juga diberikan sebagai penunjang dalam memahami Dalam penjelasan materi pembimbing tetap mengacu pada buku pegangan siswa, agar materi yang diberikan tetap selaras dengan yang diberikan oleh guru. Kemudian, dilanjutkan dengan membantu membimbing tugas sekolah atau PR. Proses pengerjaan tetaplah yang mengerjakan anak, peran pendamping hanya mengarahkan bagaimana cara penyelesaiannya. JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 166 Ae 172 ISSN 2746-6345 . edia onlin. Tanya jawab Setelah selesai penjelasan materi maka diberikan sesi tanya jawab, ini bertujuan untuk melihat pemahaman anak terhadap materi yang diberikan. Proses tanya jawab dilakukan dengan pembimbing memberiakan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk soal mengenai materi yang diberikan, maupun siswa bertanya mengenai materi yang belum jelas. Dalam proses tanya jawab juga pembimbing dan siswa menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Reward Tahap ini bertujuan sebagai bentuk apresiasi kepada siswa, bisa berupa pemberian kata- kata pujian atau hadiah. Reward adalah suatu cara yang dilakukan oleh seseorang untuk memberikan suatu penghargaan kepada seseorang karena sudah mengerjkan suatu hal yang benar, sehingga seorang itu bisa semangat lagi dalam mengerjakan tugas tertentu dan lebih termotivasi dalam melakukan sesuatu hal yang lainnya serta lebih baik prosesnya sehingga seseorang tersebut mampu mencapai keberhasilan dari suatu hal yang ia kerjakan (Wulandari & SyurAoaini, 2. Pemberian reward ini diberikan ketika siswa mampu menjawab pertanyaan, atau mampu memahami materi dengan baik dan pemberian celengan juga diberikan sebagai bentuk hadiah. Dalam pemberian reward ini bisa memicu semangat siswa dan antusias yang tinggi dalam belajar. Hasil dari program pendampingan belajar secara luring ini adalah siswa merasa senang dan merasa terbantu. Dimana siswa merasa terbantu dalam pemahaman materi yang diberikan oleh pembimbing dan tugas sekolah yang dapat diselesaikan dengan baik. Pendampingan belajar secara luring ini juga mendapatkan respon yang positif dari orang tua anak yang mengikuti pendampingan belajar. Hal ini dikarenakan dapat membantu orang tua dalam proses mendampingi belajar dan tugas sekolah dapat terselaikan secara maksimal. KESIMPULAN Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan belajar secara luring bagi siswa Sekolah Dasar yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhadi Setiabudi adalah siswa mengikuti pendampingan belajar dengan baik dan berjalan dengan lancar serta antusias yang tinggi pada siswa dalam mengikuti program tersebut. Siswa merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN yang melakukan pendampingan belajar, sehingga dapat membantu dalam kesulitan yang dialami. Sehingga siswa lebih mampu memahami materi yang diberikan guru dan tugas sekolah dapat terselesaikan dengan baik. Selain itu, mendapatkan tanggapan yang positif dari orang tua siswa dan masyarakat dukuh Bantarsari. UCAPAN TERIMAKASIH Devi Ferdian Susanto. Pd selaku kepala desa Bangsri yang memberikan izin dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Alhabib Awan Bastian selaku kepala dusun Bantarsari yang berkenan memberikan tempat untuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Farhan Saefudin Wahid. Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan. LPPM Universitas Muhadi Setiabudi. Teman-teman mahasiswa KKN Universitas Muhadi Setiabudi desa Bangsri Pendampingan Belajar Secara Luring bagi Siswa Sekolah Dasar di Dukuh Bantarsari Desa Bangsri (First Elly Masyitoh1. Farhan Saefudin Wahid. ISSN 2746-6345 . edia onlin. DAFTAR PUSTAKA