Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 12 No. April 2021 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Layang Kering di UD. Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kabupaten Probolinggo Business Feasibility Analysis Of Dried Scad Mackerel (Decapterus sp. Processing at UD. Mutiara Laut Sumberanyar Village Probolinggo District Ismi Jasila. Ramli. 1Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Fakultas Sains dan Teknolog Universitas Ibrahimy Penulis korespondensi : Email : ismijazila@gmail. (Diterima Februari 2021/ Disetujui Maret 2. ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the business feasibility of the dried scad mackerel (Decapterus spp. ) processing At UD. Mutiara Laut. This research uses the case study method and was conducted in February 2020. The data collection method uses observation and interviews with business owners. The data used are primary and secondary data. The results showed that the profits of the dried scad mackerel processing at UD. Mutiara Laut in one month amounting to IDR 63,887,479. R / C ratio of 1. This means that the dried scad mackerel processing at UD. Mutiara Laut is profitable and feasible to be developed. Keywords: the feasibility study, profit analysis. Decapterus spp, fish processing ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan ikan layang kering (Decapterus spp. ) di UD. Mutiara Laut. penelitian ini menggunakan metode studi kasus . ase stud. dan dilakukan pada bulan Februari 2020. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Data yang digunakan adalah data primer dan data Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan usaha pengolahan ikan layang kering di UD. Mutiara Laut dalam satu bulan sebesar Rp 63. R/C ratio sebesar 1. Hal itu berarti usaha pengolahan ikan layang kering di UD. Mutiara Laut menguntungkan dan layak untuk Kata kunci : studi kelayakan, analisis keuntungan, ikan layang, pengolahan ikan PENDAHULUAN Perikanan merupakan sub sektor pertanian yang mempunyai peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani. Sebagai salah satu sumber protein hewani, harga ikan lebih murah dibandingkan daging sapi atau daging ayam. Oleh Karena itu ikan menjadi pilihan banyak masyarakan dalam memenuhi kebutuhan protein hariannya. Kebutuhan masyarakat akan ikan semakin hari semakin meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya protein serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan hasil perikanan, sehingga hal tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat dalam hal perbaikan gizi serta berdampak positif bagi pelaku usaha perikanan dalam hal peningkatan kesejahteraan. Salah satu produk olahan ikan yang diminati banyak masyarakat adalah ikan layang kering. Harga ikan kering yang lebih murah dibandingkan ikan segar memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memenuhi kebutuhan proteinnya. Harga ikan kering yang murah bukan berarti ikan kering produk murahan, dari segi kandungan gizi, ikan kering tidak kalah dengan produk olahan ikan To Cite this Paper: Jasila. Ramli. Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Layang Kering di UD. Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kabupaten Probolinggo. Samkia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 52-58. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI lainnya seperti ikan asap. Saat ini produk ikan kering telah diterima oleh masyarakat gologan menengah ke atas, bahkan produk produk ikan asin kering tertentu dikategorikan sebagai makanan mewah (Kadarisman et al. , 1. hal ini bisa dilihatdaribanyaknya varian ikan kering yang di jual di swalayan dan super market yang merupakan pasar untuk kalangan social menengah ke atas. Usaha pengolahan ikan kering merupakan usaha yang menjanjikan karena perputaran modalnya cukup cepat. Hasil penelitan Soejono . menunjukkan bahwa pengolahan ikan menjadi ikan kering dapat meningkatkan nilai tambah sebesar 29. 6 %. Namun demikian harga ikan kering yang fluktuatif di pasar menyebabkan usaha pengolahan ikan kering sangat rentan dalam Peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan dan kerugian dalam usaha ini kemungkinannya sangat besar, dan bahkan tidak sedikit usaha pengolahan ikan kering mengalami kerugian hingga akhirnya menyebabkan usaha gulung tikar. Bagi setiap usaha, sasaran utama dalam menjalankan kegiatan usahanya adalah mendapatkan keuntungan yang besar dan berkelanjutan, tidak terkecuali bagi usaha pengolahan ikan kering, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha tersebut. untuk mencapai sasaran utama usaha khususnya usaha pengolahan ikan layang kering diperlukan langkah upaya, salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan mengetahui kelayakan usaha pengeringan ikan Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan usaha pengolahan ikan layang kering di UD. Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2020 di UD Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus . ase stud. dengan pertimbangan UD Mutiara Laut merupakan salah satu usaha pengolahan ikan kering yang cukup besar di Kabupaten Probolinggo yang sudah lama berdiri dan tetap bertahan sampai sekarang. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pelaku usaha / pemilik usaha pengolahan ikan kering UD. Mutiara Laut. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis Data analisis data yang dilakukan adalah sebagai berikut: Analisis deskriptif usaha pengolahan ikan layang kering dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap UD. Mutiara Laut guna mengetahui keadaan lokasi usaha serta proses pengolahan ikan layang kering. Analisis keuntungan usaha ikan layang kering UD. Mutiara Laut dihitung dengan rumus yang di formulasikan oleh Soekartawi . sebagai berikut: Oe Dimana : = Keuntungan = Total penerimaan (Rp per periode produks. = Produksi (Kg per periode produkds. = Harga output (Rp per k. = total biaya (Rp per periode produks. = Biaya tetap (Rp per periode produks. = Biaya tidak tetap (Rp per periode produks. To Cite this Paper: Jasila. Ramli. Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Layang Kering di UD. Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kabupaten Probolinggo. Samkia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 52-58. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Analisis kelayakan usaha pengolahan ikan layang kering dilakukan dengan menghitung R/C Ratio (Revenue Cost Rati. Untuk mengetahui efisiensi usaha dapat digunakan analisis R/C Menurut soekartawi . efisiensi usaha dapat diketahui dengan menbandingkan antara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan, sehingga efisiensi usaha dapat dirumuskan: / = Dimana: = Total penerimaan (RP) = Total biaya (RP) Kreteria penilaian R/C ratio sebagai berikut: R/C ratio > 1, usaha pengolahan ikan kering layak dikembangkan / efisien R/C ratio =1, usaha pengolahan ikan kering tidak untung dan tidak rugi / impas R/C ratio < 1, usaha pengolahan ikan kering tidak layak dikembangkan / tidak efisien. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Usaha Profil UD. Mutiara Laut UD. Mutiara Laut merupakan usaha pengolahan ikan layang kering yang terletak di Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. UD. Mutiara Laut memulai usaha pada tahun 2010 diatas lahan seluas 2 ha, dimana lokasi usaha tersebut dikelilingi oleh pagar tembok terbuat dari batako. Lahan yang ditempati merupakan lahan sewa milik pemerintah yang berada persis di tepi pantai. Sebelah selatan dan sebelah barat lokasi usaha berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk, sedangkan sebelah utara dan sebelah timur lokasi usaha berbatasan langsung dengan pantai. lahan seluas 2 ha tersebut terdiri dari 1 unit gudang merangkap kantor, 1 unit cool room, 1 unit ruang produksi serta tempat penjemuran ikan dengan lantai paving. Proses Pengolahan ikan layang kering Tahapan kegiatan pengolahan ikan layang kering adalah sebagai berikut: Pembersihan Pada tahap ini, ikan yang akan dibersihkan terlebih dahulu ditempatkan pada keranjang besar yang sudah disediakan, selanjutnya dicuci dengan menggunakan air yang mengalir. Setelah bersih bahan baku ikan dimasukkan kedalam tempat penampungan yang sudah disediakan, yaitu berupa kolam/bakberukuran kurang lebih 1 x 2. 5 meter yang terbuat dari semen. Penggaraman Ikan yang sudah dibersihkan dan ditampung di kolam-kolam kecil kemudian direndam dengan air garam selama kurang lebih 3 jam. Perbandingan antara banyaknya ikan dengan garam yaitu 10:1, jadi untuk merendam 10 kg ikan layang dibutuhkan 1 kg garam yang dilarutkan dengan sejumlah air. Fungsi penggaraman dalam pengolahan ikan kering adalah sebagai pengawet. Sebagai pengawet, sifat garam adalah menyerap air. Oleh karena itu, garam menyebabkan sel-sel mikroorganisme mati karena dehidrasi. Selain itu garam juga menghambat dan menghentikan reaksi autolisis yang dapat mematikan bakteri di dalam ikan. Penggunaan garam yang murni akan menghasilkan ikan menjadi asin dan berwarna putih serta bertekstur lunak. Jika direndam dalam air, ikan asin akan cepat menyerap air sehingga bila digoreng akan berasa seperti ikan segar (Astawan, 2. Perebusan Proses selanjutnya yaitu perebusan. Ikan yang telah direndam dengan air garam kemudian ditiriskan dan langsung direbus dengan menggunakan bejana besar yang sudah berisi air panas. Bejana tersebut terbuat dari kuningan. Proses perebusan cukup singkat yaitu kurang lebih 8 menit saja dengan suhu yang sangat tinggi. Tujuan perebusan yaitu membunuh dan mengurangi bakteri melalui To Cite this Paper: Jasila. Ramli. Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Layang Kering di UD. Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kabupaten Probolinggo. Samkia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 52-58. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Penjemuran Pada tahap ini ikan layang yang telah direbus selama kurang lebih 8 menit kemudian ditata di atas sloko untuk dijemur di tempat penjemuran yang sudah disediakan. Sloko terbuat dari anyaman bamboo yang menyerupai gedek. Tempat penjemuran berupa area terbuka yang bebas dari naungan dengan tujuan agar ikan yang dijemur mendapatkan sinar matahari secara langsung. Pada saat proses penjemuran ikan harus di balik paling sedikit 2 kali dalam sehari dengan tujuan supaya ikankering merata. Sebelum ikan betul betul kering, setiap sore sloko-sloko yang berisi ikan tersebut disusun rapi sejumlah tertentu kemudian ditutup menggunakan plastik agar supaya aman dari hujan. Proses penjemuran umumnya selama 2-3 hari atau bahkan lebih tergantung dari keadaan cuaca Analisis Keuntungan Modal Usaha Modal adalah barang atau uang yang bersama sama factor produksi tanah dan tenaga kerja menghasilkan barang barang baru. Modal dapat berasal dari milik sendiri atau pinjaman dari luar dan modal yang berasal dari luar biasanya merupakan kredit (Mubyarto, 1. Sumber modal UD. Mutiara laut berasal dari modal sendiri dan modal pinjaman ke bank. Dimana modal sendiri lebih banyak dibandingkan modal pinjaman yaitu 73% dari total modal dan sisanya 27 % adalah modal UD. Mutiara laut memiliki modal tetap dan modal tidak tetap. Modal tetap adalah jenis modal yang dapat digunakan dalam jangka waktu panjang dan digunakan berulang ulang seperti bejana untuk merebus ikan, tungku dan timbangan. Modal tidak tetap adalah jenis modal yang digunakan perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan sehari hari seperti bahan baku ikan, kardus, kayu bakar, garam. Tabel 1. Modal usaha pengolahan ikan layang kering di UD. Mutiara Laut. Rincian Modal Tetap Unit/m/ Rp/Kg Harga Bangunan gudang 17,000,000 17,000,000 Bangunan cool room 36,000,000 36,000,000 Tempat merendam ikan 1,000,000 6,000,000 Tungku 1,000,000 6,000,000 Bejana untuk merebus ikan 5,500,000 33,000,000 Timbangan digital 1,300,000 1,300,000 Timbangan duduk 2,500,000 2,500,000 Selang air 20,000 1,000,000 Pompa air 1,700,000 1,700,000 Keranjang 27,000 1,350,000 Tong 1,500,000 7,500,000 Gerobak 3,000,000 3,000,000 Sloko . empat jemur ika. 25,000 175,000,000 Sewa tanah 10,000,000 10,000,000 Bunga modal 1,750,000 1,750,000 303,100,000 Jumlah Modal Tidak Tetap Total Ikan Gaji pekerja rebus dan Gaji pekerja kemas ikan 5,000 600,000,000 150,000 76,500,000 60,000 72,000,000 Garam 7,800,000 Kayu bakar 600,000 2,400,000 Listrik 5,000,000 5,000,000 To Cite this Paper: Jasila. Ramli. Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Layang Kering di UD. Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kabupaten Probolinggo. Samkia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 52-58. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Biaya transpor Kardus untuk kemasan Jumlah 7,000,000 42,000,000 5,000 20,000,000 825,700,000 Total Modal Sumber: data primer diolah . Dari table di atas dapat dilihat bahwa total modal usaha UD. Mutiara laut sebesar Rp 1. 000,yang terdiri dari modal tetap Rp 303. 000 atau 26. 85% dari total modal dan modal tidak tetap Rp 000 atau 73. 15% dari total modal. Pada modal tetap, sloko . empat jemur ika. merupakan factor produksi yang mempunyai persentase terbesar yaitu 57. 74%, sedangkan pada modal tidak tetap persentase terbesar adalah bahan baku ikan yaitu sebesar 72. Biaya Produksi Tabel 2. Biaya Usaha Pengolahan Ikan Layang Kering UD Mutiara Laut Selama Satu Bulan Bangunan gudang 17,000,000 Penyusutan per bulan 275,000 Bangunan cool room 36,000,000 587,500 Tempat merendam ikan 6,000,000 111,111 Tungku 6,000,000 152,778 Bejana untuk merebus ikan 33,000,000 533,333 Timbangan digital 1,300,000 33,333 Timbangan duduk 2,500,000 95,833 Selang air 1,000,000 27,083 Pompa air 1,700,000 44,444 Keranjang 1,350,000 140,625 Tong 7,500,000 102,778 Gerobak 3,000,000 69,444 Sloko . empat jemur ika. 175,000,000 4,847,222 Sewa tanah 10,000,000 833,333 Bunga modal 1,750,000 1,750,000 Rincian Biaya Tetap Total Jumlah 9,603,819 Ikan Modal Tidak Tetap 600,000,000 Upah pekerja rebus dan jemur 76,500,000 Upah pekerja kemas ikan 72,000,000 Garam 7,800,000 Kayu bakar 2,400,000 Listrik 5,000,000 Transportasi pemasaran 42,000,000 Kardus untuk kemasan 20,000,000 Jumlah 825,700,000 Total Biaya Produksi Per Bulan 835,303,819 Sumber: data primer diolah . To Cite this Paper: Jasila. Ramli. Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Layang Kering di UD. Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kabupaten Probolinggo. Samkia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 52-58. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Biaya usaha pengolahan ikan layang kering adalah seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi berlangsung. Dalam satu kali proses produksi biaya yang dikeluarkan terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap yang dikeluarkan UD Mutiara Laut meliputi biaya penyusutan, biaya sewa lahan dan bunga modal. Biaya tidak tetap yang dikeluarkan oleh UD Mutiara Laut meliputi biaya pembelian ikan, upah pekerja, pembelian kayu bakar, garam, biaya listrik, transportasi pemasaran dan biaya pembelian kardus kemasan. Jumlah biaya yang dikeluarkan Oleh UD Muti laut dalam satu bulan proses pengolahan ikan kering adalah Rp 835. biaya terbesar adalah biaya pembelian bahan baku ikan yaitu sebesar Rp 600. 000 atau 71. 83% dari total biaya dan diikuti oleh upah pekerja sebesar 17. 76% yang terdiri dari upah pekerja rebus dan jemur sebesar 16 % dari total biaya dan upah pekerja mengemas ikan 8. 60% dari total biaya. Penerimaan Penerimaan yang diterima UD. Mutira Laut diperoleh dari perkalian antara harga ikan layang kering dengan jumlah produk ikan layang kering yang dihasilkan. Jumlah produksi ikan layang kering setiap bulan sebanyak 40 ton, jumlah ini sesuai dengan permintaan pelanggan di wilayah Lampung dan Jambi. Harga ikan layang kering per kilo gramnya sebesar Rp 22. 500 sehingga jumlah penerimaanyang diperoleh UD Mutiara Laut dalam satu bulan sebesar Rp. Keuntungan Keuntungan usaha diperoleh dari selisih antara penerimaan dan biaya yang dikeluarkan. Jika selisih tersebut benilai positik maka usaha pengolahan ikan layang kering dapat dikatakan untung. Sebaliknya jika nilai selisih tersebut negative berarti usaha tersebut rugi. Table 3. Menunjukkan bahwa usaha UD. Mutiara Laut menguntungkan. Selama satu bulan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 64. Dengan keuntungan sebesar itu maka UD. Mutiara laut dikenakan pajak sebesar 15% per tahun atau Rp 800. 702 per bulan, sehingga setelah dikurangi pajak keuntungan UD. Mutiara Laut selama satu bulan sebesar Rp 63. hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan palupi et. bahwa pendapatan dari usaha pembenihan ikan kerapu cantang di Kabupaten Situbondo setelah dikurangi dengan biayanya menghasilkan nilai positif sebesar Rp hal itu berarti usaha tersebut menguntungkan. Junianingsih . dalam penelitiannya menuliskan total penerimaan setelah dikurangi total biaya dalam usaha pengolahan ikan tongkol asap juga menghasilkan nilai yang positif sebesar Rp 130. artinya usaha tersebut menguntungkan sebesar Rp 130. Table 3. Total pendapatan usaha pengolahan ikan layang kering UD. Mutiara Laut Keterangan Penerimaan Harga (RP) 22,500 Jumlah . 40,000 Nilai (R. 900,000,000 Biaya 835,303,819 Keuntungan sebelum pajak 64,696,181 Pajak pendapatan . % per tahu. 9,704,427 Pajak pendapatan per bulan 808,702 Pendapatan setelah pajak 63,887,479 Sumber: data primer diolah . Analisis kelayakan usaha Analisis R/C ratio Analisis R/C ratio dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah usaha pengolahan ikan layang kering UD. Mutiara Laut layak dikembangkan atau tidak. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai R/C rasio sebesar 1. Hal itu berarti setiap pengeluaran sebesar Rp 1. 000 penerimaan yang didapat sebesar Rp 1. Hasil analisis tersebut tidak berbeda dari hasil penelitian Junianingsih . dimana R/C rasio dari usaha pengolahan ikan kering di Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo sebesar 1. sementara itu dalam penelitian Hendrik . tentang analisa kelayakan To Cite this Paper: Jasila. Ramli. Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Layang Kering di UD. Mutiara Laut Desa Sumberanyar Kabupaten Probolinggo. Samkia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 52-58. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI usaha pembuata ikan asin di kabupaten tapanuli tengah diberoleh R/C ratio sebesar 1. Nilai R/C ratio > 1 menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan menguntungkan. Oleh karena itu pengolahan ikan layang kering UD. Mutiara Laut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Table 4. Nilai R/C ratio usaha pengolahan ikan layang kering UD. Mutiara Laut Keterangan Jumlah Penerimaan 900,000,000 Biaya 835,303,819 R/C Sumber: data primer diolah . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil penelitan diketahui pendapatan yang diperoleh dari usaha pengolahan ikan layang kering dalam satu bulan sebesar Rp 63,887,479. Hasil perhitungan R/C ratio diperoleh nilai sebesar 1. sehingga dapat disimpukan usaha pengolahan ikan layang kering UD. Mutiara Laut layak untuk Saran Usaha pengolahan ikan layang kering UD Mutiara Laut yang berlokasi di Desa Sumberanyar kecamatan Paiton kabupaten probolinggo layak untuk dikembangkan lebih lanjut. DAFTAR PUSTAKA