Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN PEER-ASSISTED LEARNING (PAL) TERHADAP PENGETAHUAN TINDAKAN PEMASANGAN INFUS EFFECTIVENESS OF PEER-ASSISTED LEARNING (PAL) LEARNING METHOD ON KNOWLEDGE OF INFUSION INSTALLATION ACTION Virginia Syafrinanda* | 2 Tori Rihiantoro | 3 Siti Fatonah 1,2,3 Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Bandar Lampung *Corresponding Author: virginia@poltekkes-tjk. ARTICLE INFO Article Received: October, 2024 Article Accepted: December, 2024 Article Published: Maret, 2025 ABSTRAK Latar belakang: Salah satu keterampilan dasar yang dimiliki oleh mahasiswa keperawatan adalah tindakan pemasangan infus. Tindakan pemasangan infus merupakan salah satu keterampilan dasar yang perlu diketahui oleh calon perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien. Upaya meningkatkan pengetahuan mahasiswa melalui metode peer assisted learning yang merupakan metode pembelajaran sesama teman sejawat serta saling membantu sesama teman untuk belajar. Tujuan: untuk menilai tingkat pengetahuan mahasiswa pada tindakan pemasangan infus melalui metode PAL Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimen berupa rancangan Aupretest-posttest with one group designAy dengan menilai tingkat pengetahuan pemasangan infus pre dan post dilakukan penerapan PAL. Sebelum memulai praktikum, dosen terlebih dahulu memberikan pre-test kemudian dosen mendemonstrasikan praktikum kepada seluruh mahasiswa. Setelah itu dosen akan menentukan siapa yang akan menjadi peer tutor. Setelah terpilih menjadi peer tutor, maka langsung mempraktekkan kepada teman sekelompok. Setelah itu dosen akan memberikan post-test. Pengukuran pengetahuan dengan kategori baik dan kurang. Populasi penelitian adalah Mahasiswa keperawatan Tingkat-1 berjumlah 98 orang. Sampel responden berjumlah 46 orang. Teknik sampling menggunakan purposive Analisis data menggunakan Uji statistik Wilcoxon signifikansi < 0,05 Hasil: Tingkat pengetahuan tindakan praktikum pemasangan infus pre dan post penerapan PAL didapatkan pengetahuan baik sejumlah 5 orang . 9%) menjadi 36 orang . 3%) dan pengetahuan kurang sejumlah 41 orang . 1%) menjadi 10 orang . 7%). Hasil uji statistik Wilcoxon memperlihatkan nilai yuU value = 0. uU value < Implikasi: Penerapan PAL sangat membantu dalam mengembangkan keterampilan mahasiswa dengan dibuktikan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa dalam pembelajaran praktikum mandiri Kata Kunci: Pengetahuan. Pemasangan Infus. Peer Assisted Learning ISSN (Prin. : 2088-6098 ISSN (Onlin. : 2550-0538 Website: https://jurnal. E-mail: jkmmalang@gmail. DOI: https://doi. org/10. 36916/jkm Copyright A The Author. ABSTRACT Background: One of the basic skills possessed by nursing students is the act of inserting an IV. The act of inserting an IV is one of the basic skills that prospective nurses need to know in meeting patient needs. Efforts to improve student knowledge through the peer assisted learning method which is a method of learning between peers and helping each other to learn. Purpose: to assess the level of student knowledge in the act of inserting an IV through the PAL method Methods: This study uses a pre-experimental research design in the form of a "pretest-posttest with one group design" design by assessing the level of knowledge of inserting an IV before and after the implementation of PAL. before starting the practicum, the lecturer first gives a pre-test then the lecturer demonstrates the practicum to all students. After that the lecturer will determine who will be the peer after being selected as a peer tutor, they will immediately practice it with their group members. After that the lecturer will give a post-test. Measurement of knowledge with good and poor categories. The population of the study was 98 Level1 nursing students. The sample of respondents was 46 people. The sampling technique used was purposive sampling. Data analysis using the Wilcoxon statistical test, significance < 0. Result: The level of knowledge of the pre- and post-implementation of PAL infusion installation practical actions obtained good knowledge of 5 people . 9%) to 36 people . 3%) and poor knowledge of 41 people . 1%) to 10 people . 7%). The results of the Wilcoxon statistical test showed a value of A value = 0. 002 (A value < | Page 9 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. Implication: The application of PAL is very helpful in developing student skills as evidenced by an increase in student knowledge in independent practicum learning Keywords: Knowledge. Infusion Installation. Peer Assisted Learning LATAR BELAKANG Pengetahuan, sikap dan keterampilan dasar sesuai dengan bidang kompetensi keperawatan merupakan kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa yang berperan dalam membentuk karakter, memperluas pengetahuan, serta mengembangkan keterampilan individu (Rahmat, 2. Keterampilan didapatkan melalui pengalaman praktikum di laboratorium dan praktik klinik di rumah sakit. Pengalaman belajar praktikum ini akan mengembangkan sikap, pengetahuan, serta skill dasar profesional yang melekat pada diri mahasiswa (Miniati. Lestari. Lita, 2. Tindakan pemasangan infus merupakan salah satu keterampilan dasar keperawatan yang perlu diketahui oleh calon perawat. Tindakan ini sebagai terapi intravena dalam pemenuhan kebutuhan pasien. Beberapa terapi yang memerlukan pemasangan infus seperti pemberian cairan melalui IV, pemberian obat, dan transfusi darah (Salsabila et al. Berdasarkan pengambilan data melalui wawancara pada beberapa mahasiswa jurusan keperawatan di Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang didapatkan bahwa beberapa mahasiswa belum memiliki pengalaman dalam tindakan pemasangan infus serta mahasiswa mengalami kesulitan dalam menentukan area penusukan jarum infus. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pengalaman mahasiswa dalam melakukan tindakan prosedur klinik berhubungan dengan tingkat kecemasan yang dapat menentukan keberhasilan dalam melakukan prosedur di praktik klinik (Iswati, 2. Salah satu upaya yang bisa diterapkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam melakukan tindakan pemasangan infus yaitu menggunakan metode peer assisted learning (PAL). Metode PAL merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan sesama teman sebaya yang bukan termasuk tutor professional, saling menolong dalam pembelajaran dan memperoleh pengalaman pada diri sendiri dengan cara memberikan pengajaran kepada sesama teman sebaya (Ndama. , & Supetran, 2. Metode PAL diakui sebagai pendekatan yang sangat bermanfaat dalam pembelajaran praktikum. Penggunaan metode ini dapat menghasilkan efektivitas yang positif bagi mahasiswa Copyright A The Author. 2025 | Page 10 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. keperawatan, terutama dalam hal perkembangan psikologis, keterampilan motorik, serta peningkatan rasa percaya diri (Cole et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin melihat efektifitas dari metode peer assisted learning (PAL) terhadap pengetahuan mahasiswa keperawatan di Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang dalam pemasangan infus. METODE Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test with one group design yang bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan mengenai tindakan pemasangan infus. Prosedur implementasi PAL mencakup beberapa langkah: Pertama, sebelum memulai praktikum, dosen akan memberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai tindakan pemasangan infus. Selanjutnya, dosen akan melakukan demonstasi praktikum di hadapan seluruh mahasiswa dengan menerapkan setiap langkah yang akan dilakukan secara Setelah demonstrasi, dosen akan memilih mahasiswa yang menjadi perwakilan sebagai tutor sebaya di setiap kelompok berdasarkan hasil pre-test yang menunjukkan kemampuan mereka dalam menguasai tindakan praktikum. Kemudian, dosen akan membagi mahasiswa ke dalam beberapa kelompok kecil, masing-masing terdiri dari 4-5 Mahasiswa yang terpilih sebagai tutor sebaya . eer tuto. kemudian akan mendemonstrasikan tindakan praktikum kepada anggota kelompoknya. Selama proses pembelajaran praktikum mandiri, mahasiswa yang bertindak sebagai tutor sebaya akan memberikan evaluasi penilaian praktikum serta melaporkan perkembangan dan masalah yang dihadapi kepada dosen selama pelaksanaan praktikum. Setelah pembelajaran, dosen akan memberikan post-test kepada semua mahasiswa untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka selama proses pembelajaran tersebut. Pengukuran tingkat pengetahuan pemasangan infus dengan kategori baik dan kategori Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus-September 2024 di Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Reguler 1 dan Reguler 2 Tingkat-1 berjumlah 98 responden. Sampel responden berjumlah 46 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi antara lain: bersedia menjadi responden, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, usia responden 16 -18 tahun dan kriteria eksklusi antara lain: tidak bersedia menjadi responden, usia responden >18 tahun. Analisis data yang dilakukan yaitu analisa univariat yang digunakan Copyright A The Author. 2025 | Page 11 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. untuk mengetahui data frekuensi dan persentase setiap variabel dan analisa bivariat yang dilakukan untuk uji statistik Wilcoxon dengan tingkat signifikansi < 0,05. HASIL Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 1 dapat diketahui mayoritas jenis kelamin responden perempuan sebanyak 37 orang . 5%) dan mayoritas usia responden 18 tahun sejumlah 36 orang . 3%). Tabel 1. Demografi karakteristik responden berdasarkan Jenis Kelamin. Usia Karakteristik Frekuensi . Persentase (%) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 17 Tahun 18 Tahun Sumber: Data Primer 2024, n=46 Pada tabel 2 dapat dilihat mayoritas tingkat pengetahuan pemasangan infus pre dan post penerapan PAL terjadi peningkatan kategori baik sejumlah 36 orang . 3%). Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan tingkat pengetahuan tindakan pemasangan infus Pre dan Post penerapan PAL Variabel Nilai Skor Pre Penerapan PAL Post Penerapan PAL Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase (%) (%) Pengetahuan 51 Ae 100 (Bai. 10 Ae 50 (Kuran. Total Sumber: Data Primer 2024, n=46 Pada tabel 3 menunjukkan nilai yuU value = 0. uU value < 0. , artinya ada perbedaan bermakna terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan setelah penerapan PAL pada responden Mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Tingkat-1 Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Tabel 3. Perbedaan tingkat pengetahuan tindakan pemasangan infus pre dan post penerapan PAL Mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Tingkat-1 Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Variabel Mean yyI value Pengetahuan tindakan pemasangan infus . re penerapan PAL) Pengetahuan tindakan pemasangan infus . ost penerapan PAL) Sumber: Data Primer 2024, n=46 Copyright A The Author. 2025 | Page 12 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. PEMBAHASAN Pada tabel 2 menunjukkan nilai tingkat pengetahuan sebelum melakukan penerapan praktikum pemasangan infus mayoritas kategori kurang. Kurangnya pengetahuan dapat memungkinkan seseorang sulit mendorong keinginan untuk mengetahui suatu informasi dikarenakan pengetahuan merupakan komponen yang paling penting dalam memperoleh suatu informasi yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran (Darsini. et al. , 2. Ketercapaian tingkat pengetahuan dalam melakukan tindakan pemasangan infus dapat dilihat terhadap penguasaan keterampilan yang dimiliki mahasiswa. Penguasaan keterampilan didapatkan pada saat pembelajaran praktikum dan di tempat praktik klinik yang bertujuan untuk mendapatkan pengalaman mahasiswa dalam mengasah keterampilan mahasiswa tindakan keperawatan menjadi kompeten (Hutapea, 2. Oleh karena itu, diperlukan adanya pembelajaran praktikum secara berkala kepada mahasiswa sehingga mahasiswa semakin terampil dalam tindakan keperawatan (Widianingtyas & Bella, 2. Tindakan pemasangan infus merupakan suatu prosedur memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah vena dengan tujuan menghubungkan aliran cairan infus kedalam tubuh pasien yang mengalami gangguan kebutuhan cairan (Salsabila et al. , 2. Tindakan pemasangan infus membutuhkan keterampilan dasar yang wajib dipenuhi oleh mahasiswa. Hal tersebut karena tindakan pemasangan infus merupakan salah satu tindakan yang sering mengalami kegagalan serta sering menimbulkan rasa takut atau tremor yang berlebihan dengan penggunaan jarum suntik. Keterampilan mahasiswa dalam tindakan pemasangan infus harus dilaksanakan dengan tepat dan aman untuk mengurangi timbulnya permasalahan tersebut sehingga dapat mengurangi rasa takut yang dirasakan serta meningkatkan rasa percaya diri oleh mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan harus dilatih secara intensif dalam keterampilan tindakan pemasangan infus (Rachmadita et al. , 2. Pembelajaran praktikum adalah bentuk pembelajaran yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang dirancang untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam praktikum didunia Pendidikan Metode ini dapat diatur untuk memberikan gambaran dalam merepresentasikan situasi dan kondisi nyata dilapangan (Kusdhiarningsih & Sundari, 2. Mahasiswa memiliki rasa percaya diri yang menjadi aspek penting dalam mengembangkan keterampilan keperawatan. Sehingga mahasiswa berkeinginan memiliki semangat dan motivasi yang lebih tinggi untuk menerapkan keterampilan tersebut dalam praktik keperawatan (Sari & Sundari, 2. Copyright A The Author. 2025 | Page 13 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. Setelah dilakukan penerapan PAL terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori Peningkatan nilai pengetahuan terjadi karena timbulnya keaktifan mahasiswa keperawatan selama proses pembelajaran praktikum. Mahasiswa keperawatan yang mengalami kesulitan dan belum memahami materi yang diajarkan akan memberitahukan kepada peer tutor dimana letak kesulitan sehingga peer tutor akan membantu kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa tersebut. Belajar bersama peer tutor membuat mahasiswa menjadi lebih proaktif ketika pembelajaran yang tidak dimengerti serta mendorong mahasiswa untuk saling diskusi, saling membimbing dan bersama-sama menyelesaikan masalah yang ada (Lolita, 2. Pengembangan keterampilan klinis dalam praktikum keperawatan perlu dilakukan yang bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam memperoleh pengalaman nyata yang akan dihadapi mahasiswa (Missen et al. , 2. Selain keterampilan psikomotor, mahasiswa juga perlu menguasai kemampuan dalam pengambilan keputusan, menyelesaikan permasalahan dengan berpikir kritis yang merupakan bagian penting dalam praktikum klinis (ZarifSanaiey et al. , 2. Mahasiswa kemampuan praktis yang komprehensif untuk menjalankan profesi mahasiswa dalam tindakan keperawatan. Tingkat pengetahuan dan kepercayaan diri yang rendah membuat mahasiswa kesulitan untuk memasang infus hanya dalam satu atau dua kali percobaan dan membantu rekan mereka dalam pemasangan infus yang sulit. Hal ini menunjukkan perlunya pembelajaran dan instruksi yang lebih baik, termasuk pengenalan vena yang lebih baik (Kaliyaperumal et al. , 2. Pada penerapan peer assisted learning (PAL) didapatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan tindakan pemasangan infu sesudah dilakukan penerapan PAL. Metode PAL merupakan suatu proses belajar antar sesama teman sebaya yang saling memotivasi, saling membimbing serta menjadi lebih proaktif dalam berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam pembelajaran (Ndama. , & Supetran, 2. Pemilihan metode pembelajaran PAL perlu mempertimbangkan bahwa metode tersebut berperan dalam mendukung mahasiswa untuk menambah ilmu pengetahuan, skill dan meningkatkan interaksi antar mahasiswa dalam proses pembelajaran, sehingga memperoleh pengalaman melalui praktikum pembelajaran (Hakim et al. , 2. Metode pembelajaran PAL merupakan salah satu metode belajar yang membantu mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman dalam proses pembelajaran dengan melibatkan peer tutor dalam memperoleh suatu pengalaman yang berharga (Putri. Copyright A The Author. 2025 | Page 14 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. Sumartini. Rahmi, 2. Peran peer tutor sangat bermanfaat dalam proses pengetahuan,memberikan bantuan ketika tutee mengalami kesulitan serta membantu tutee berpikir kritis dalam memecahkan suatu permasalahan (Pyulsson et al. , 2. Pada tabel 3 perbedaan tingkat pengetahuan tindakan pemasangan infus pre dan post penerapan PAL menggunakan uji statistik Wilcoxon memperlihatkan nilai yuU value = 0. uU value < 0. , artinya adanya perbandingan bermakna terhadap tingkat pengetahuan tindakan pemasangan infus pre dan post penerapan PAL pada responden. Dengan kata lain bahwa penerapan PAL sangat bermanfaat bagi responden dengan melihat hasil uji statistik bahwa adanya signifikan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penerapan PAL. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penerapan PAL dengan munculnya keaktifan antara peer tutor dengan teman sebaya . dan saling memberikan pertanyaan tentang hal-hal yang belum dimengerti dan lebih fokus dalam memanfaatkan metode pembelajaran PAL Melalui peer tutor yang disebut sebagai teman sebaya, mahasiswa yang kurang mengerti tidak segan untuk memberitahukan tingkat kesulitan yang dihadapinya. peer tutor akan lebih proaktif memberitahukan kepada dosen praktikum jika selama pembelajaran mengalami kesulitan dalam membimbing teman sebayanya (Ndama. , & Supetran, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, terdapat peningkatan yang signifikan terkait tingkat pengetahuan dalam pemasangan infus sebelum dan setelah penerapan PAL. Pre penerapan peer assisted learning (PAL) didapatkan sejumlah 5 orang . 9%) kategori baik dan post penerapan peer assisted learning (PAL) kategori baik sejumlah 36 orang . 3%). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai yuU value = 0. uU value < 0. , yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan dalam penerapan PAL dalam tindakan pemasangan infus. Keterbatasan penelitian ini terletak pada hasil penelitian dengan jumlah responden penelitian yang relatif sedikit sehingga mengurangi kemampuan dalam memaparkan hasil penelitian ini. Maka perlu adanya penelitian secara berkelanjutan terkait penerapan PAL di seluruh mahasiswa sehingga penerapan ini dapat diterapkan proses pembelajaran praktikum di kalangan pendidikan tinggi. Implikasi penelitian ini dengan hasil pengujian Copyright A The Author. 2025 | Page 15 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. hipotesis yang telah memberikan bukti secara empiris bahwa penerapan PAL sangat bermanfaat kepada mahasiswa keperawatan dalam pembelajaran praktikum pemasangan infus dengan meningkatkan pengetahuan dan skill lab pada mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA