e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 4 (No. : Halaman: 126-133 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Anemia Di Puskesmas Pulo Brayan The Influence of Health Education on Pregnant Women's Knowledge of Anemia Prevention at Pulo Brayan Community Health Center Yulia Safitri1. Wilda Yunita2. Febri Yusnanda3 & Susy Hariaty Situmorang 1,2,3,4 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora Disubmit: 17 Maret 2025. Diproses: 17 Maret 2025. Diaccept: 30 Maret 2025. Dipublish: 31 Maret 2025 *Corresponding author: E-mail: yuliasafitri. 0321@gmail. Abstrak Konsumsi zat besi sangat diperlukan oleh Ibu hamil yang ditujukan untuk mencegah ibu dan janin dari anemia, dan faktor risiko lainnya. Masih banyaknya ibu hamil yang tidak mengonsumsi tablet Fe salah satu faktor penyebabnya yaitu pengetahuan. Pemberian pendidikan kesehatan diduga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia. Jenis penelitian ini menggunakan desain one group pretest and posttest design. Populasi penelitian sebanyak 32 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian ini bahwa Sebelum diberi pendidikan kesehatan . sebagian besar berpengetahuan cukup . ,0%), sebagian kecil berpengetahuan kurang . ,3%). Setelah diberi pendidikan kesehatan . sebagian besar berpengetahuan baik . ,3%), sebagian kecil berpengetahuan cukup . ,8%). Terdapat pengaruh . yang signifikan pengetahuan ibu tentang pencegahan anemia sebelum diberikan pendidikan kesehatan . dan setelah diberi pendidikan kesehatan . , p = 0,000 < 0,05. Saran untuk tenaga kesehatan untuk rutin memberikan informasi tentang pencegahan anemia melalui penyuluhan atau pendidikan kesehatan yang diberikan pada ibu hamil setiap melakukan kunjungan. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan. Pengetahuan. Ibu Hamil. Pencegahan Anemia Abstract Iron consumption is essential for pregnant women to prevent anemia and other risk factors. One of the contributing factors is knowledge, as many pregnant women do not consume iron tablets. Providing health education is thought to improve the knowledge of pregnant women. The purpose of this study was to determine the effect of health education on pregnant women's knowledge about anemia prevention. This study used a one-group pretest and posttest design. The study population consisted of 32 people, all of whom were sampled. Data analysis was conducted using a paired sample t-test. The results of this study showed that before receiving health education . , most had sufficient knowledge . 0%), while a small number had insufficient knowledge . 3%). After receiving health education . , most had good knowledge . 3%), and a small number had sufficient knowledge . 8%). There was a significant difference in mothers' knowledge about anemia prevention before receiving health education . and after receiving health education . , p = 0. 000 <0. Suggestions for health workers to routinely provide information about anemia prevention through counseling or health education provided to pregnant women at every Keywords: Health Education. Knowledge. Pregnant Women. Anemia Prevention DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi :Yulia. Wilda. Y, & Febri. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Anemia Di Puskesmas Pulo Brayan . Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 4 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Pendahuluan Anemia adalah kekurangan kadar hemoglobin (H. dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb Sebagian besar anemia ini disebabkan karena kekurangan zat besi (F. hingga disebut anemia kekurangan zat besi atau anemia gizi besi (Kemenkes RI, 2. Laporan World Health (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 56% dari seluruh jenis anemia diperkirakan akibat dari defisiensi besi. Selain itu, 36% karena defisiensi mikronutrient . itamin A. B6. B12, riboflavin dan asam fola. dan sisanya 8% karena faktor kelainan keturunan seperti thalasemia dan sickle cell disease juga telah diketahui menjadi penyebab anemia. Target pemberian tablet Fe pada ibu hamil pada tahun 2015 adalah 85% (Fatimah, 2. Sebanyak mempunyai cadangan zat besi yang cukup selama kehamilannya, sehingga risiko defisiensi zat besi atau anemia meningkat bersama dengan kehamilan. Hal ini telah dibuktikan berdasarkan penelitian pada tahun 2015 di Thailand bahwa penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah karena defisiensi besi . ,1%). Disamping itu, studi di Malawi ditemukan dari 150 ibu hamil terdapat 32% mengalami defisiensi zat besi dan satu atau lebih mikronutrient. Demikian pula dengan studi di Tanzania memperlihatkan bahwa anemia ibu hamil berhubungan dengan defisiensi zat besi, dan status gizi (LILA) (Aritonang, 2. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015 bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 24,5%. Keadaan ini mengindikasikan bahwa anemia gizi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penanggulangan masalah anemia gizi besi saat ini terfokus pada pemberian tablet tambah darah (F. pada ibu hamil. Ibu hamil mendapat tablet tambah darah 90 tablet selama kehamilannya (Kemenkes RI, 2. Cakupan mendapatkan tablet tambah darah (F. selama tahun 2013-2014 terlihat ada kecenderungan turun, tetapi pada tahun Cakupan Fe1 dan Fe3 tahun 2016 masing-masing sebesar 71,1% dan 64,5%, sedangkan pada tahun 2015 turun menjadi 53,1% dan 48,1%. Pada tahun 2016 cakupan pemberian Fe1 naik menjadi 76,9% dan Fe3 naik menjadi 68,7%. Pada tahun 2015, terdapat 71,2% ibu hamil yang mendapatkan tablet besi sementara targetnya adalah 80% (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan Profil Kesehatan Sumatera Utara kabupaten/kota di Sumatera Utara, yaitu Kota Medan. Binjai. Deli Serdang dan Langkat diketahui bahwa 40,50% pekerja wanita menderita anemia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan prevalensi anemia adalah dengan pemberian tablet besi (F. sebanyak 90 tablet selama masa kehamilan. Cakupan ibu hamil yang mendapat 90 tablet besi di Sumatera Utara menunjukkan kenaikan yaitu 33,03% tahun 2015, naik menjadi 53,09% tahun 2016 dan menjadi 76,67% di tahun 2015, namun belum mencapai target yang ditentukan yaitu 80% (Dinkes Propsu, 2. Data kasus anemia pada ibu hamil di Kota Medan menunjukkan bahwa pada tahun 2015 terdapat sebanyak 1357 kasus meningkat pada tahun 2016 menjadi 1424 kasus. Untuk pemberian tablet besi Fe-1 tahun 2016 395 orang . ,78%), sedangkan pemberian tablet besi Fe-3 262 orang atau . ,60%). Dari jumlah kasus ibu yang mengalami anemia tersebut sebagian besar dialami e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes oleh ibu hamil pada trimester i, hal ini menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil masih tinggi (Dinkes Kota Medan, 2. Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. Anemia gizi dapat mengakibatkan kematian janin di dalam kandungan, abortus, cacat bawaan. BBLR, anemia pada bayi yang morbiditas dan mortalitas ibu dan kematian perinatal secara bermakna lebih tinggi. Pada ibu hamil yang meningkatkan risiko morbiditas maupun mortalitas ibu dan bayi, kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan prematur juga lebih besar (Lubis, 2. Konsumsi diperlukan oleh Ibu hamil yang ditujukan untuk mencegah ibu dan janin dari anemia, dan faktor risiko lainnya. Diharapkan mengonsumsi tablet Fe lebih dari 90 Masih banyaknya jumlah ibu hamil yang tidak mengonsumsi tablet Fe selama masa penyebabnya diduga adalah faktor pengetahuan ibu hamil yang kurang. Hal tersebut juga disebabkan karena masih kurangnya penyuluhan atau pendidikan kesehatan pada ibu hamil tentang pencegahan anemia (Arisman, 2. Hasil penelitian yang dilakukan Kiftiyah . di wilayah kerja Puskesmas Megaluh Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang bahwa berdasarkan hasil uji analisis dengan uji wilcoxon sign rank test dan menggunakan bantuan software SPSS ditemukan sig. berarti H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan pada ibu hamil tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia selama kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Megaluh Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang. Penelitian lainnya oleh Solehati . di posyandu Cipamokolan Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Rancasari Bandung. Hasil penelitian rata-rata pengetahuan sebelum intervensi dalam kategori kurang . %), cukup . ,2%), . ,8%) intervensi menjadi cukup . ,3%) dan baik . ,7%). Pada analisis lanjut rata-rata pengetahuan sebelum intervensi dari 60 menjadi 90 . =0,. Kesimpulan meningkatkan tingkat pengetahuan kader kesehatan. Studi pendahuluan yang penulis lakukan di Puskesmas Pulo Brayan Kota Medan diperoleh data bahwa jumlah ibu hamil per 31 Desember 2017 yaitu 532 orang, sedangkan jumlah ibu yang mengalami anemia sebanyak 247 orang . ,4%). Berdasarkan data Puskesmas Gebang bahwa jumlah ibu hamil pada bulan Oktober 2018 sebanyak 114 orang yang terbagi menjadi ibu hamil trimester I sebanyak 64 orang, ibu hamil trimester II sebanyak 27 orang, dan ibu hamil trimester II sebanyak 23 orang. Survei yang peneliti lakukan dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan anemia pada 10 orang ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Pulo Brayan, hanya 4 orang yang dapat menjawab dengan baik sedangkan sebanyak 6 orang kurang mengetahui dan memahami dengan baik tentang anemia dan cara melakukan pencegahannya. Ibu hamil juga kebingungan ketika ditanyakan tentang berapa kadar hemoglobin ibu hamil agar tidak mengalami anemia. Berdasarkan wawancara dengan tenaga kesehatan Puskesmas Pulo Brayan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes bahwa penyuluhan jarang dilakukan pada ibu hamil karena banyaknya tugas-tugas yang diemban dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden. Sebagian besar responden berumur 20-35 tahun sebanyak 22 orang . ,8%), sebagian kecil berumur <20 tahun sebanyak 3 orang . ,4%). Sebagian (SMA) sebanyak 17 orang . ,1%), sebagian kecil responden berpendidikan atas . erguruan tingg. sebanyak 5 orang . ,6%). Sebagian besar responden tidak bekerja . bu rumah tangg. sebanyak 23 orang . ,9%), sebagian kecil responden bekerja sebagai pedagang sebanyak 2 orang . ,3%). Sebagian besar responden memiliki 2 orang anak sebanyak 15 orang . ,9%), sebagian kecil responden memiliki 4 orang anak sebanyak 3 orang . ,4%). METODE PENELITIAN Penelitian bersifat penelitian analitik menggunakan pendekatan one group pretest and posttest design dengan rancangan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimen. Lokasi penelitian ini di Puskesmas Pulo Brayan. Populasi penelitian seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Pulo Brayan sebanyak 32 orang. Dan seluruhnya dijadikan sampel sebanyak 32 orang. Data yang digunakan adalah data primer, dan sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan dua sampel berpasangan . aired sample t-tes. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Umur < 20 tahun 20-35 tahun > 35 tahun Total Pendidikan Dasar (SD/SMP) Menengah (SMA) Atas . erguruan Tingg. Total Jumlah Jumlah Persentase (%) 1 00,0 Persentase (%) Jumlah Persentase (%) Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Petani Pedagang Pegawai Total Jumlah Anak Jumlah Persentase (%) 1 orang 2 orang 3 orang 4 orang Total e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Analisis Univariat. Berdasarkan variabel yang diteliti bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar sebanyak 24 orang . ,0%), sebagian kecil responden berpengetahuan kurang sebanyak 2 orang . ,3%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden berpengetahuan baik sebanyak 26 orang . ,3%), sebagian kecil responden berpengetahuan cukup sebanyak 6 orang . ,8%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Anemia Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan (Pretes. Pengetahuan Jumlah Persentase Baik Cukup Kurang baik Total Pengetahuan Baik Cukup Kurang baik Jumlah Persentase Total Analisis Bivariat. menunjukkan bahwa nilai t-hitung (-8,. < t-tabel . dan nilai signifikan . ,000 <0,. maka terdapat pengaruh . yang signifikan pengetahuan ibu tentang pencegahan anemia sebelum diberikan pendidikan kesehatan . dengan pengetahuan setelah diberi pendidikan kesehatan . Nilai negatif pada hasil uji-t berarti rata-rata nilai sebelum diberi pendidikan kesehatan lebih pendidikan kesehatan. Tabel 3. Tabel Uji T Sampel Berpasangan Pengaruh Pendidikan Kesehatan TerhadapPengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Anemia di Puskesmas Pulo Brayan Pengaruh Penkes Mean Sebelum Standar Deviasi 2,394 Sesudah 11,81 1,674 95%CI Lower Upper t-hitung p-value -4,214 -8,597 0,000 -2,598 e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PEMBAHASAN Berdasarkan dengan menguji pengetahuan responden sebelum dan setelah diberi pendidikan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh . yang signifikan pengetahuan ibu tentang pencegahan anemia sebelum diberikan pendidikan kesehatan . dengan pengetahuan setelah diberi pendidikan kesehatan . , p = 0,000 < 0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Kiptiyah . di Wilayah Kerja Puskesmas Megaluh Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang mendapatkan hasil bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan pada ibu hamil pencegahan anemia selama kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Megaluh Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang dengan tingkat signifikansi 0. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Solehati . di Cipamokolan Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Rancasari Bandung menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kader kesehatan. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui pancaindera manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba (Notoatmodjo, 2. Menurut Wawan dan Dewi . salah satu faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah umur, pendidikan, pekerjaan dan informasi. Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa dipercaya dari orang yang belum tinggi Hal ini sejalan dengan hasil yang telah didapatkan yaitu sebagian besar responden berumur 20-35 tahun dimana pada umur tersebut sudah dikatakan matang. Pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan pendidikan kesehatan, masih Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan ibu tentang pencegahan anemia sebelum diberikan pendidikan kesehatan . di Puskesmas Pulo Brayan menunjukkan berpengetahuan cukup sebanyak 24 orang . ,0%), sebagian kecil responden berpengetahuan kurang sebanyak 2 orang . ,3%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil pengetahuannya tentang pencegahan anemia dalam kategori cukup, karena jika dilihat dari jawaban responden mereka yang mendapatkan skor antara 6-10. Sementara ibu yang berpengetahuan baik lebih sedikit hanya 18,8%, dan hal tersebut yang mendorong perlunya diberikan penyuluhan atau pencegahan anemia pada ibu hamil agar pengetahuan mereka meningkat. Pengetahuan setelah mendapatkan penyuluhan atau pendidikan kesehatan, terbukti dari hasil penelitian ini bahwa pengetahuan ibu tentang pencegahan anemia setelah . di Puskesmas Pulo Brayan menunjukkan bahwa sebagian besar sebanyak 26 orang . ,3%), sebagian kecil responden berpengetahuan cukup sebanyak 6 orang . ,8%). Sejalan dengan penelitian Solehati . di Cipamokolan Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Rancasari Bandung rata-rata pengetahuan setelah intervensi sebagian besar menjadi baik . ,7%) dan pengetahuan cukup . ,3%). e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Menurut peneliti, berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden yang bertambah penyuluhan atau pendidikan dari tenaga kesehatan tentang pentingnya melakukan Setelah anemia, maka ibu hamil melakukan pencegahan anemia yang tampak pada kebiasaan ibu hamil yang menjadi terbiasa makan makanan yang banyak mengandung zat besi, asam folat, biasa mengkonsumsi vitamin C yang lebih banyak, biasa menghindari minum kopi dan teh, tidak menghindari penggunaan alcohol dan obat-obatan/ zat penenang, biasa minum suplemen zat besi . ulfa ferrosu. 90 tablet selama kehamilan, biasa menghindari aktivitas berat, biasa mineral agar tubuh tidak kekurangan cairan dan dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan pendidikan membuktikan bahwa pengetahuan dapat informasi atau penyuluhan secara benar dan hal tersebut penting diberikan pada ibu hamil yang memang membutuhkan gizi dan nutrisi yang baik untuk dirinya dan bayi yang dikandungnya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi atau mengonsumsi tablet besi (F. Pemberian informasi melalui dilakukan oleh tenaga kesehatan agar pengetahuan ibu menjadi baik seluruhnya. Ibu hamil sendiri juga perlu lebih aktif untuk bertanya kepada tenaga kesehatan tentang pencegahan anemia dan dampak dari anemia yang dapat terjadi pada ibu hamil dan mengakibatkan komplikasi pada ibu dan bayi jika selama masa kehamilan ibu mengalami kekurangan darah atau kekurangan zat besi dalam Dengan bertanya hal-hal yang kurang dipahami, membuat ibu menjadi melakukan pencegahan anemia selama masa kehamilan. SIMPULAN Sebelum diberi pendidikan kesehatan . sebagian besar berpengetahuan . ,0%), berpengetahuan kurang . ,3%). Setelah diberi pendidikan kesehatan . sebagian besar berpengetahuan baik . ,3%), sebagian kecil berpengetahuan cukup . ,8%). Terdapat pengaruh . yang signifikan pengetahuan ibu tentang pencegahan anemia sebelum diberikan pendidikan kesehatan . dan setelah diberi pendidikan kesehatan . , p = 0,000 < 0,05. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih Kepada Yayasan Flora Karna telah memberikan motivasi dan bantuan sehingga dapat terlaksananya penelitian ini. Terima kasih kami ucapkan kepada Kepala Kepala Puskesmas Pulau Brayan karna telah memberikan izin bagi saya untuk melaksanakan penelitian Terimakasih Kepada semua pihak yang terciptanya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA