AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. KANDUNGAN NILAI PENDIKAN KARAKTER PENDIDIK DALAM KITAB TAAoLMUL MUTAAoALLIM DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM RAUDHATINUR Guru SDN 3 Lembah Sabil. Aceh Barat Daya. rraudhatinur@gmail. Abstract Education is an effort made to acquire knowledge. To obtain this knowledge, there is a process called learning. Because learning is a process, several things in it that support the process to reap good results. Among the things that support the success of the learning process are characters. The method used in the discussion of this article is a descriptive method that is supported by data obtained through library research. By using library research, can examine, study, and study a variety of literature that is closely related to the problem discussed. The results of this study indicate: . the values of the character education of educators in Ta'lmul Muta'allim include the values of fatherhood, dignity, gentleness, gentle son. the relevance of the values of character education contained in the book Ta'lmul Muta'allim have identical relevance, character education and Islamic education are one part. The values of character education contained in the book Ta'lmul Muta'allim are very suitable when implemented in the world of formal education in Indonesia because they will form a virtuous national character. Abstrak Pendidikan merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Untuk memperoleh ilmu pengetahuan tersebut terdapat proses yang disebut belajar. Karena belajar merupakan sebuah proses, maka didalamnya terdapat beberapa hal yang mendukung agar proses tersebut menuai hasil yang baik. Diantara hal yang mendukung berhasilnya proses belajar adalah karakter. Metode yang digunakan dalam pembahasan artikel ini adalah metode deskriptif yang ditunjang oleh data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan . ibrary researc. Dengan menggunakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. , dapat menelaah, mengkaji, dan mempelajari RAUDHATINUR Al-Mabhats with CC BY-SA license. Copyright A 2019, the author. AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. berbagai literatur yang erat kaitannya dengan masalah yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan : . nilai-nilai pendidikan karakter pendidik dalam TaAo lmul MutaAo allim mencakup nilai kebapakan, berwibawa, lemah lembut, penyabar. relevansi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab TaAo lmul MutaAo allim memiliki relevansi yang identik, pendidikan karakter dan pendidikan Islam merupakan bagian yang Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab TaAo lmul MutaAo allim sangat cocok bila di implementasikan dalam dunia pendidikan formal di Indonesia ini karena akan membentuk suatu karakter bangsa yang berbudi luhur. Pendahuluan Pendidikan merupakan hal yang penting untuk kehidupan Pendidikan Islam utamanya pendidikan yang memberikan bekal kepada manusia . eserta didi. untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Oleh karena itu, semestinya pendidikan agama Islam selalu diperbarui konsep dan aktualisasinya dalam rangka merespon perkembangan zaman, agar peserta didik dalam pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan dunia, namun juga berorientasi kepada akhirat. Pendidikan merupakan kegiatan yang mengandung proses. Salah satu proses yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah proses belajar. Dalam kegiatan belajar juga terdapat proses dan perangkat yang mendukung untuk kegiatan pendidikan. Menurut Muhibbin Syah, . 0, . AuPendidikan dalam pengertian yang agak luas dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku sesuai dengan kebutuhanAy. Dengan demikian guru dan peserta didik harus mempertimbangkan cara atau metode, strategi, media, pendekatan, dan lain sebagainya agar proses pendidikan berhasil dengan baik. Terlebih pada zaman modern seperti sekarang ini yang ditandai kemajuan sains dan teknologi. Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. tentunya mengajar dan belajar juga harus mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman tersebut. Salah satu yang menjadi pertimbangan dalam melakukan kegiatan belajar adalah sebuah metode yang dijadikan pedoman atau sebuah jalan agar seorang peserta didik mendapatkan keberhasilan dalam belajar. Dewasa ini . aman moder. banyak sekali cara belajar . embelajaran kontempore. dengan berbagai macam metode yang variatif dengan menimbang dan memperhatikan aspek- aspek psikologis dan pembentukan karakter. Pendidikan merupakan sarana dalam menciptakan manusia yang berkualitas. Proses pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik hendaknya berjalan dengan seimbang. Namun, pada kenyataannya pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata seimbang. Pembelajaran yang disampaikan cenderung formalistik dan hanya mementingkan capaian akademik saja. Model pendidikan yang lebih mementingkan capaian akademik akan menciptakan pemimpin dan cendekiawan yang cerdas dan terampil, namun tidak memiliki mental dan karakter yang Karakter yang seharusnya dikedepankan untuk menjadi perhiasan diri manusia dan menjadi pembeda antara manusia dan hewan saat ini kurang diperhatikan. Apabila model pendidikan yang demikian dilestarikan, maka degradasi moral tidak akan dapat Penanaman moral dan spiritual perlu ditumbuhkan sejak dini secara kontinu. Kondisi kemerosotan yang terjadi menegaskan bahwa guru harus memiliki perhatian khusus dan perlu menekankan pentingnya pendidikan karakter pada peserta didik. Pendidikan karakter bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan Indonesia, dalam Tujuan pendidikan sudah dijelaskan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional yang tertuang dalam pasal 3 yang mana tujuan pendidikan nasional mengacu pada pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang mengacu pada tumbuh kembang potensi peserta didik. Pada proses RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. pembentukkan karakter bisa dilakukan oleh sekelompok ataupun seseorang, namun pendidikan karakter hanya bisa dilakukan apabila seseorang atau kelompok orang yang sudah mengetahui aspek-aspek pendukung pembentukan karakter tersebut. Pembentukan karakter merupakan aspek penting yang harus mendapatkan prioritas dalam dunia pendidikan. Pendidikan saat ini memang cenderung teoritik dan dirasa kurang relevan dengan lingkungan dimana peserta didik tinggal. Oleh karena itu, pendidikan karakter seyogianya mendapatkan perhatian khusus, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan pendidikan Nasional. Masa kejayaan Islam pada abad keempat, banyak pemikirpemikir pendidikan Islam bermunculan. Salah satunya adalah Burhanuddin Az-Zarnuji, beliau adalah pemikir Islam yang banyak menyoroti tentang akhlak. Dalam karyanya, beliau lebih mengedepankan akhlak dalam proses pendidikan. Dengan melihat permasalahan-permasalahan akhlak diatas, penulis bermaksud mencoba memberikan solusi dari permasalahan tersebut dengan merujuk kepada kitab TaAo lmul MutaAo allim yang menjadi dasar membina akhlak dalam menuntut ilmu. Konsep pendidikan yang ditawarkan kitab TaAo lmul MutaAo allim, menurut penulis harus mendapatkan sorotan karena konsep yang dipaparkan menjadi dasar dalam konsep pendidikan karakter. TaAo lmul MutaAo allimadalah kitab karangan dari Syaikh azZarnuji, kitab ini merupakan kitab yang berisi pemikiran pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Syaikh az-Zarnuji. Dalam TaAolim al-MutaAoallim Tariq al-TaAoallum (V. Grunebaum dk. Kitab al-Zarnuji tersebut sudah diterjemahkan oleh orang Barat dengan alasan kitabnya tidak terlalu tebal dan isinya hanya masalah pendidikan. Dua karya besar ahli pendidikan Islam pada abad pertengahan yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris adalah Burhan al-Din al-Zarnuji dengan judul AuInstruction of Student: The Methode of LearningAy. Kemudian Ibnu JamaAoa dengan judul AuThe Memoir of The Listener and The Speaker in The Training of Teacher and StudentAy. Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim terkandung tata cara belajar yang merupakan pedoman bagaimana agar seorang yang menuntut ilmu atau pelajar dalam hal ini peserta didik mendapatkan ilmu dengan mudah. Metode atau cara belajar menurut kitab ini merupakan satu hal yang sangat penting untuk dilakukan, karena keberhasilan mencari ilmu itu salah satunya tergantung pada bagaimana cara Hanya saja menurut Aly AsAoad,. AuKitab TaAolim alMutaAoallim sangat populer di setiap Pondok Pesantren, seakan menjadi buku wajib bagi setiap santri. Sedang di madrasah luar pesantren atau di sekolah umum, kitab ini tidak diajarkan dan baru sebagian kecil yang mengenalnya sejak buku tersebut dialih bahasanya ke bahasa IndonesiaAy. Dalam TaAolim al-MutaAoallim al-Zarnuji mengungkapkan bahwa banyak para penuntut ilmu yang sudah bersungguh-sungguh dalam menuntut sebuah ilmu, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Ini terjadi karena mereka tidak mengetahui metode yang tepat untuk mendapatkan ilmu yang dituntutnya. Oleh karena itu, jika mereka mempunyai metode atau cara yang tepat tentu mereka akan mendapatkan ilmu dengan berbagai kemudahan. AlZarnuji . 7, . dalam kitab TaAolimnya mengungkapkan cara-cara bagaimana seharusnya seorang siswa belajar untuk meraih ilmu dengan mudah. Ini bisa digunakan dan dipedomani peserta didik dalam belajar. Berkaitan dengan strategi dan metode belajar yang pada zaman modern ini sangat variatif dan mempertimbangkan serta meninjau dari berbagai aspek peserta didik seperti aspek psikologis peserta didik, tidaklah karya Syaikh al-Zarnuji dianggap sudah usang dan ketinggalan zaman, atau sudah tidak pantas lagi dalam hal dijadikan pedoman dalam belajar. Tetapi, dengan adanya perkembangan yang lebih maju. TaAolim al-MutaAoallim karya Syaikh alZarnuji tetap menarik untuk dianalisis bahkan dikritisi, atau dijadikan sebagai pembanding terhadap metode dan cara belajar yang berkembang sekarang ini. Menurut Aly AsAoad salah seorang yang menerjemahkan kitab TaAolim al-MutaAoallim, dalam pendahuluannya RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. beliau mengatakan bahwa AuAl-Zarnuji tampak mencoba merumuskan metode belajar yang komprehensif holistik. yaitu metode dengan perspektif teknis dan moral bahkan spritual sebagai paradigmanyaAy. Berdasarkan metode belajar yang komprehensif dan holistik tersebut. Syaikh al-Zarnuji dalam hal cara belajar berdasarkan konsep yang dibuatnya tentu mempertimbangkan berbagai aspek. Syaikh az-Zarnuji kitab yang ditulis yaitu TaAo lmul MutaAo allimdan tersebut berisikan tentang nilai-nilai akhlak dan kebaikan. Sehingga dalam pembahasan yang beliau tulis relevan dengan pendidikan karakter yang pada saat ini mulai mengalami Serta dapat memberikan kemanfaatan dalam peningkatan karakter anak bangsa. Nilai Pendidikan Karakter yang terdapat dalamTaAo lmul MutaAolim memiliki relevansi yang layak untuk dipertimbangkan, diaktualisasikan dan diimplementasikan, sehingga dapat membangun dan memberikan kontribusi dalam pengembangan potensi peserta didik melalui pengalaman belajar yang potensial. Terminologi karakter Dony Koesoema . menjelaskan bahwa penggunaan istilah karakter dalam konteks pendidikan baru muncul pada abad 18, terminologi ini biasanya merujuk kepada sebuah pendekatan idealisspiritualis dalam pendidikan yang juga dikenal dengan teori Pendidikan normatif. Namun, pada dasarnya pendidikan karakter sudah lama menjadi inti sejarah pendidikan itu sendiri. Menurut Wyyne, istilah karakter berasal dari kata Yunani yang berarti "To Mark" . , yang lebih terfokus pada melihat tingkah laku atau Kemudian Wyyne . alam Hernowo, 2005, . menyatakan bahwa ada dua pengertian tentang karakter. Pertama, ia menunjukan tingkah laku seseorang apabila seseorang berperilaku kejam, rakus, atau, tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk, sebaliknya apabila seseorang berperilaku suka menolong, jujur. Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya dengan "personality" seseorang baru bisa disebut orang berkarakter "a person of Character" apabila tingkah laku sesuai kaidah moral. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . 8: . , karakter bermakna watak, tabiat. sifat sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Berkarakter artinya berkepribadian: berwatak dan bertabiat. Ay Karakter memang sulit didefinisikan tetapi lebih mudah dipahami melalui uraian-uraian berisikan pengertian. Berikut ini beberapa pengertian karakter yang saling isi-mengisi dan memperjelas pemahaman kita tentang arti Menurut Sigmund Freud dalam Sudarsono . 7: . "Character is a striving system which underly behaviour". Karakter dapat diartikan sebagai kumpulan tata nilai yang mewujud dalam suatu sistem daya juang yang melandai pemikiran, sikap dan perilaku. Sedangkan karakter menurut Prof. Dr. Conny R. Semiawan, karakter adalah keseluruhan kehidupan psikis seseorang hasil interaksi antara faktor-faktor endogin dan faktor eksogin atau pengalaman seluruh pengaruh lingkungan. Pengertian karakter dalam agama Islam lebih dikenal dengan istilah akhlak, seperti yang dikatakan oleh Imam Al-Ghazali: akhlak adalah sifat yang tertanam atau menghujam di dalam jiwa dan dengan sifat itu seseorang akan secara spontan dapat dengan mudah memancarkan sikap, tindakan dan perbuatan. Sudarsono . 7: . Pengertian karakter menurut Webster New Word Dictionary adalah distinctive trait . ikap yang jela. , distinctive quality . ualitas yang tingg. , moral strength . ekuatan mora. , the pattern of behaviour found in an individual or group . ola perilaku yang ditemukan dalam individu maupun kelompo. Di dalam bukunya Alisuf Sabri . 3: 92-. disebutkan bahwa Aucharacter is personality evaluated. If by saying some one has AupersonalityAy you meant that he is friendly,enthusiastic, moderate, honest, open or loving, you are really refering to characterAy. Watak merupakan RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. kepribadian yang bernilai . aik menurut standarmoral dan kode eti. seperti: ramah tamah, bersemangat, tabah, tulus hati, terbuka, penyayang dan sebagainya. Menurut Ibnu Miskawaih dalam Yatim Abdullah . 7: . , karakter . merupakan suatu keadaan jiwa. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa dipikir atau dipertimbangkan secara mendalam. Dengan demikian dapat dikatakan juga bahwa karakter pendidik/guru adalah kualitas mental atau kekuatan moral, akhlak atau budi pekerti pendidik/guru yang merupakan kepribadian khusus yang harus melekat pada pendidik. Seseorang dapat dikatakan berkarakter apabila telah berhasil menyerap nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyarakat, melekat sebagai perilakunya serta digunakan sebagai kekuatan moral di dalam hidupnya. Mengenal syaikh al-zarnuji dan karyanya kitab taAolim Al-Zarnuji yang memiliki nama lengkap Burhanuddin al-Islam al-Zarnuji adalah salah seorang ulama Islam abad pertengahan yang memulai kiprahnya dalam peradaban Islam pada abad ke- 13 M. Menurut Wilhelm Ahlwardt dalam katalog Perpustakaan Berlin no. 111 sebagaimana yang dikutip oleh Dzikri Nirwana mengatakan bahwa al-Zarnuji memulai karir kehidupannya sekitar tahun 620 H/1223 M. Data tersebut didasarkan atas informasi Mahmud Sulayman al-Kaffawi dalam kitabnya AAolam al-Akhyar min Fuqoha Madzhab an-NuAoman al-Mukhtar sebagaimana yang dikutip oleh Plenssner yang memasukan al-Zarnuji sebagai generasi Hanafi yang Menurut Dzikir Nirwana . 4: . Al-Zarnuji adalah seorang ulama yang hidup dan berkembang di wilayah Persia, dan beliau adalah seorang yang pakar dalam bidang fiqh bermazhab Hanafiyah yang dikenal luas di daerah Timur Laut Persia (Khurasa. dan Transoxiana. Oleh karenanya, maka dalam karya monumentalnya Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. yaitu kitab TaAolim banyak mengutip perkataan-perkataan yang dilontarkan oleh imam Hanafi. Satu-satunya karya al-Zarnuji yang ada sampai sekarang adalah kitab TaAolim al-MutaAoallim. Keberadaan kitab tersebut yang merupakan karya satusatunya al-Zarnuji, bersumber pada kitab Kasyf al-Zhunun karya Hajji Khalifah yang memuat sekitar 15. 000 judul literatur yang mengemukakan dan menjelaskan bahwa kitab TaAolim adalah satu-satunya karya al-Zarnuji. Namun Dzikir Nirwana . , pada penjelasan tersebut kitab TaAolim tidak diberikan keterangan mengenai penerbitannya. Kitab TaAolim hanya dijelaskan oleh Khalifah bahwa kitab tersebut telah diberi syarh oleh Ibn IsmaAoil yang kemugkinan juga dikenal dengan an-NawAoi yang diterbitkan pada tahun 996 H/1587 M. Menurut Affandi . 3: . dalam uraian thesisnya tentang kitab TaAolim mengatakan bahwa kitab TaAolim pertama kali diterbitkan di Mursidabad pada tahun 1265 H/1848 M. Kemudian diterbitkan di Tunis tahun 1286 H/1869 M dan 1290 H/1873 M. Diterbitkan di Kairo tahun 1281 H/1864 M, 1307 H/1889 M, dan 1318 H/1900 M. Diterbitkan di Istanbul tahun 1292 H/1875 M. Diterbitkan di Kasyan tahun 1316 H/1896 M. Selain itu, lebih lanjut Affandi . 3: . mengutip dari Brockelman yang mengatakan bahwa kitab TaAolim telah diberi catatan komentar (Syar. dalam tujuh penerbitan, masing-masing atas nama: An-NawAoi, tanpa keterangan tahun penerbitan. Ibrahim ibn Ismail pada tahun 996 H/1588 M. As-SyaAorani, pada tahun 710-711 H/ 1215-1216 M. Ishaq ibn Ibrahim ar-Rumi Qili, pada tahun 720 H/1225 M dengan judul MirAoatu ath-Thalibin. Qhadi Zakariya alAnshari As-Syaf, tanpa keterangan tahun penerbitan. Othmanpazari, pada tahun 1407 H/1986 M dengan judul Tafhim alMutafahhim. seorang yang tidak diketahui identitasnya, tanpa nama dan keterangan tahun terbit. Dalam catatan Affandi . 3: . Kitab TaAolim juga sudah dialih bahasa atau dilakukan penerjemahan ke dalam beberapa bahasa diantaranya bahasa Arab. Inggris. Prancis. Turki. Urdu dan Indonesia. RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Dalam Bahasa Arab kitab TaAolim diterjemahkan dengan judul TaAolim al-MutaAoallim Thariq al-TaAoallum, terbitan Musthafa al-Babi al-Halabi wa Awladuh. Mesir tahun 1367 H/1948 M yang berjumlah 63 Kitab TaAolim edisi bahasa Prancis ditulis oleh Ibrahim Salamah pada tahun 1983, kemudian diterbitkan kembali edisi terbarunya pada tahun 1991 dengan judul Instruccion del Estudiante. Metodo de Aprender (TaAolim al-MutaAoalli. Adapun dalam bahasa Turki. Kitab TaAolim ditulis oleh Abd al-Majid ibn Nushuh ibn Israil dengan judul Irsad at-TaAolim fi TaAolim al-MutaAoallim. Dan diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu pada tahun 1930 dalam dua edisi, masing-masing oleh Imtiyaz Ali AoArsyi dan Mohd. Moinuddin. Dzikri Nirwana . 4: . Kemudian yang terakhir ke dalam Bahasa Indonesia diantaranya kitab TaAolim diterjemahkan oleh Aly AsAoad dengan menggunakan judul Bimbingan bagi Penuntut Ilmu Pengetahuan, terbitan Menara Kudus pada tahun 1978. Affandi Mokhtar . Berdasarkan dari pemberian komentar catatan . dan penerjemahan ke dalam beberapa bahasa, menunjukan bahwa kitab TaAolim al-MutaAoallim karya Syaikh al-Zarnuji sangat populer dan masih perlu untuk diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam kegiatan pendidikan. Perhatian dan kepopuleran kitab TaAolim telah terjadi dari sejak kitab ini dibuat sampai sekarang. Bahkan, kepopuleran TaAolim ternyata juga diakui oleh para sarjana Barat ketika melakukan survei terhadap sumbersumber literatur kependidikan Islam klasik dan abad pertengahan. Menurut mereka kitab TaAolim yang terdiri dari tiga belas bab itu mungkin karya kependidikan yang paling terkenal daripada beberapa karya kependidikan yang berhasil ditemukan. Selain itu, menurut informasi Muidh Khan, sebagaimana yang dikutip oleh Affandi . 3: . , sejak publikasi perdana kitab TaAolim di Barat sekitar tahun 1907 M, para sarjana dan orientalis Barat mulai tertarik untuk mengkaji prinsip-prinsip pendidikan Islam. Oleh karena itu Dzikri Nirwana ( 2014: . tidaklah mengherankan jika kitab TaAolim kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan menjadi Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. referensi dan rujukan penting dalam tulisan-tulisan mereka tentang pendidikan Islam. Al-Zarnuji mengemukanan Secara umum, materi yang terdapat dalam kitab TaAolim terdiri dari tiga belas bab atau fasal yang mencakup pedoman belajar, ketiga belas bab tersebut adalah: Bab tentang hakikat ilmu dan fiqih serta keutamaannya. Bab tentang niat diwaktu belajar. Bab tentang memilih ilmu, guru dan teman. Bab tentang menghormati ilmu dan ahlinya. Bab tentang kontinuitas, tekun dan minat . ita-cit. Bab tentang permulaan, ukuran, dan tata tertib belajar. Bab tentang tawakkal. Bab tentang masa belajar yang efektif. Bab tentang kasing sayang dan nasihat. Bab tentang mencari faidah. Bab tentang waraAo ketika belajar. Bab tentang faktor penyebab hafal dan lupa dalam belajar. Bab tentang faktor yang mendatangkan dan penghalang rezeki serta factor penyebab panjang dan pendek umur. Komposisi tersebut nampaknya tidak terlepas dari latar belakang penulisan kitab TaAolim yang didorong oleh kekecewaan terhadap penuntut ilmu yang pada waktu itu tidak begitu sukses dalam menuntut ilmu. Meskipun ilmu yang dituntut sangatlah banyak, namun pada praktiknya dan ketercapaian pada hasilnya nihil. Kesalahan tersebut, menurut al-Zarnuji terletak pada cara belajar yang diterapkan. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah format pembelajaran yang tepat guna yang sesuai dengan ajaran Islam tanpa melanggar tata krama sebagai seoarang pelajar. Dalam pengantarnya, al-Zarnuji menyatakan sebagai berikut: AAEI O EO II E EEI OA i OOI uOE EEI OEOAEOI O II IIAN OINA A OEE II EOCAUAONO EIE N OEI OIOI IE NII O OCN OEO NA A A O I IO NEI OC EEI EO I O OAAUA OEOIE IECAO CE O EAUAEA RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. UA IEEAIOAUA E OE II EIO AONAUAEE OI II OO OOE EEI OEEIA AEOI IEEI OCA: A OIONAUA I NEE OE AONAUAEAO OEEA OA OOI EOIA AEEIA AuKetika saya memperhatikan para pelajar . , sebenarnya mereka telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi banyak dari mereka tidak mendapat manfaat dari ilmunya, yakni berupa pengalaman dari ilmu tersebut dan menyebarkannya. Hal itu terjadi karena cara mereka menuntut ilmu salah, dan syarat-syaratnya mereka tinggalkan. Karena, barang siapa salah jalan, tentu tersesat tidak dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu saya ingin menjelaskan kepada santri cara mencari ilmu, menurut kitab-kitab yang saya baca dan menurut nasihat para guru saya yang ahli ilmu dan hikmah. Dengan harapan semoga orang-orang yang tulus ikhlas mendoAoakan saya sehingga saya mendapatkan keuntungan dan keselamatan di Begitu doAoa saya dalam istikharah ketika akan menulis kitab Dan Kitab ini saya beri nama TaAolimul MutaAoalim Thariq alTaAoallumAy. Dengan demikian al-Zarnuji sangat memberikan perhatian dan petunjuk kepada para penuntut ilmu agar mereka bukan hanya banyak menuntut ilmu, melaikan juga meraihnya dengan mudah sehingga dapat bermanfaat dan diamalkan. Perhatian dan petunjuk alZarnuji terhadap penuntut ilmu juga bias dilihat atau ditelaah dari kata-kata anjuran dan perintahnya dengan menggunakan kata-kata kunci seperti ungkapan A A a aA( EAmesti/sangat diharuska. , dan ungkapan A( OIOAseyogyany. Menurut penulis, kata atau ungkapan yang dijadikan sebagai petunjuk yang dikemukakan al-Zarnuji tersebut mengandung kelembutan dan penuh kasih sayang, yang membuat pembaca dari kitab TaAolim seakan-akan dinasehati dengan baik, tidak merasa dimarahi atau dipaksa. Sehingga penuntut ilmu yang sungguh-sungguh ketika membaca kitab TaAolim merasa ikhlas untuk mengikuti arahan dan petunjuk al-Zarnuji. Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Secara umum, aspek yang diutamakan al-Zarnuji dalam TaAolim adalah akhlak. Namun. Menurut Aly AsAoad . salah seorang yang menerjemahkan kitab TaAolim al-MutaAoallim, dalam pendahuluannya beliau mengatakan bahwa Au al-Zarnuji tampak mencoba merumuskan metode belajar yang komprehensif -holistik. yaitu metode dengan perspektif teknis dan moral bahkan spritual sebagai paradigmanyaAy. Jadi, dalam TaAolim al-Zarnuji di dalamnya memuat konsep etika dan pedagogik bagi penuntut ilmu. Dari aspek materi yang terdapat dalam kitab TaAolim al-Zarnuji, menurut Muidh Khan sebagaimana yang dikutip oleh Dzikri Nirwana( 2014: . , terdapat tiga aspek kependidikan yaitu pandangan dasar tentang ilmu, klasifikasi mata pelajaran, dan metode Selain itu. Dzikri juga mengutip pendapat dari Von Grunebaum dan Abel yang telah menelaah kitab TaAolim yang memberikan komentar bahwa TaAolim karya al-Zarnuji sangat menarik, bukan hanya dilihat dari sudut sosiokultural, namun juga dilihat dari sudut pendidikan dan psikologisnya. Oleh karena itu, konsep yang ditawarkan oleh al-Zarnuji dalam TaAolim sangatlah holistik, dalam artian, konsep yang dikemukakan begitu komprehensif, menyeluruh, dan melibatkan semua aspek, baik aspek akhlak dan tuntunan tata cara belajar. Karaketer guru dalam kitab TaAolmul MutaAoallim Para ahli pendidikan Islam sangat memperhatikan budi perangai atau sifat sifat yang baik yang harus dimiliki oleh guru di samping harus mengetahui ilmu atau pengetahuan yang akan diajarkan kepada muridnya. Dengan sifat-sifat yang baik tersebut diharapkan apa yang disampaikan oleh guru bisa didengar dan dipatuhi, tingkah lakunya dapat diteladani dan ditiru dengan baik. Atas dasar ini para ahli sepakat menetapkan sifat-sifat tertentu yang harus dimiliki oleh guru. Untuk menjadi orang yang pantas ditaati dan diikuti, tidaklah salah apabila sebagai guru menengok kembali apa yang telah diungkapkan Az-Zarnyjy bahwa: RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Al-AAolam . ebih ali. Munawwir . 2: . Secara bahasa, kata ulama adalah bentuk jamak dari kata alim. Alim adalah isim fail dari kata dasar: alima yang artinya Aiyang terpelajar, sarjana, yang berpengetahuan, ahli ilmu. Jadi alim adalah orang yang berilmu dan ulama adalah orang-orang yang punya ilmu. Sedangkan kata aAlam merupakan isim tafdhil yang berarti lebih alim. Syekh Ibryhim bin IsmyAoil memberikan penjelas tentang kata aAlam yang dimaksud oleh Az-Zarnyjy, yaitu Yang dimaksud lebih alim yaitu guru yang ilmunya selalu bertambah. Bilakita menganalisis dari segi bahasa bahwa kata aAlam merupakan isim tafdhil yang berarti lebih alim. Jadi sosok guru yang diinginkan oleh Az-Zarnyjy adalah guru yang tidak hanya sekedar alim tetapi guru yang lebih alim yang ilmunya selalu bertambah. Di sisi lain, kata Aalim dapat juga disamakan dengan kata ulu al-albyb, ulu alnuha, al-mudzakki, dan al-mudzakkir. Oleh karena itu, dengan mengacu makna yang terkandung dalam kata-kata tersebut, guru yang Aalim sesuai dengan kata ulu al-albyb berarti dia harus memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi sehingga mampu menangkap pesan-pesan ajaran, hikmah, petunjuk, dan rahmat dari segala ciptaan Tuhan, serta memiliki potensi batiniah yang kuat sehingga dia dapat mengarahkan hasil kerja dan kecerdasannya untuk diabdikan kepada Tuhan. Ulu al-nuha, berarti guru harus dapat mempergunakan kemampuan intelektual dan emosional spiritualnya untuk memberikan peringatan kepada manusia lainnya, sehingga manusia-manusia tersebut dapat beribadah kepada Allah swt. Al-mudzakki, berarti seorang guru harus dapat membersihkan diri orang lain dari segala perbuatan dan akhlak yang tercela. Abudin Nata . 1: 44-. Adapun arti kata al-mudzakkir, maka seorang guru harus berfungsi sebagai pemelihara, pembina dan pengarah, pembimbing, dan pemberi bekal pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan kepada orang yang memerlukannya. Jadi guru harus selalu menanambah pengetahuannya. Jika pengetahuan guru tidak bertambah maka tidak akan mungkin berhasil dengan baik. Jangan sampai ilmu guru lebih rendah dari Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. muridnya apalagi di zaman modern seperti sekarang ini di mana peserta didik bisa mengakses lewat internet seperti google dan sebagainya yang kemungkinan peserta didik sudah tahu terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai. Oleh karenanya guru harus sudah siap sebelum mengajar dan selalu menambah ilmu pengetahuannya, seperti mualah untuk materi yang akan disampaikan kepada muridnya dan Al-AwraAo (Menjaga Dir. Selanjutnya, syarat yang kedua, menurut Az-Zarnyjy, bahwa guru harus wara Ao hal ini jelas mengandung muatan moral. Mengenai pengertian waraAo sudah dibahas pada bab akhlak belajar siswa. Terkait dengan guru. Syekh Ibryhim bin IsmyAoil . t: . mengungkapkan bahwa guru yang waraA berarti guru yang dapat menjauhi dari pembicaraan yang tidak bermanfaat, senda gurau dan menyianyiakan umur atau waktu, menjauhi perbuatan ghibah . enuturkan kejelakan orang lai. dan bergaul bersama orang yang banyak bicara tanpa membuahkan hasil dalam pembicaraan, ngobrol, dan omong Begitu jeli Az-Zarnyjy menguak kepekaan sosial ini, sampaisampai, sesuatu yang seringkali kita pandang sebagai yang biasa-biasa ternyata memiliki efek yag panjang. Pandangan semacam ini, pasti susah dijumpai dalam epististimologi masyarakat Barat. Bagi mereka persoalan ilmu adalah masalah yang lain, sedangkan kepekaan sosial dalah masalah yang lain lagi. Sehubungan dengan hal ini, seorang guru hendaknya memiliki kepribadian dan harga diri. Ia harus menjaga kehormatan, menghindari hal-hal yang rendah dan hina, menahan diri dari sesuatu yang buruk, tidak membuat keributan, dan tidak berteriak-teriak minta dihormati. Selain itu seorang guru harus memiliki sifat-sifat khusus sesuai dengan martabatnya sebagai seorang guru. Umpamanya dia harus menjaga kehebatannya dan ketenangannya RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. dalam mengajar. Abudin Nata . Untuk menciptakan situasi seperti ini seorang guru harus mempunyai pretise dan terhormat. Al-Asanna (Kebapaka. Dalam hal ini Az-Zarnyjy memang tidak memberikan penjelasan yang lebih spesifik, akan tetapi kita bisa menganalisis dari apa yang dimaksudkan oleh Az-Zarnyjy. Yang pasti guru harus lebih tua atau dewasa dibanding muridnya karena guru yang lebih tua lebih mengerti dan ilmunya lebih luas. Dan di dalam pengertian pendidikan itu sendiri ada unsur bimbingan oleh orang dewasa terhadap peserta Oleh karenanya pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan apabila tidak dilakukan oleh orang yang dewasa. Ibryhim bin IsmyAoil memberikan sedikit penjelasan tentang hal ini dalam mensyarahi kitab TaAlym, yaitu sebagai berikut: Yang dimaksud lebih tua, yaitu guru yang bertambah umur dan hal ini mungkin tepat karena mengingat bahwa posisi guru adalah sebagai pendidik, dan mereka adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak atau karena guru mempunyai makna sebagai seseorang yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mendidik peserta didik dalam mengembangkan kepribadian, baik di sekolah maupun di luar Demikian pula, bahwa menjadi guru berarti mereka dituntut harus memiliki keahlian sebagai guru, memiliki kepribadian dan terintegrasi, memiliki mental yang sehat, berbadan sehat, dan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas. Tugas mendidik adalah tugas yang sangat penting karena menyangkut perkembangan seseorang. Oleh karena itu, tugas itu harus dilakukan secara bertanggung jawab. Itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang lebih dewasa. Di negara kita, seseorang dianggap dewasa sejak ia berumur 18 tahun atau ia sudah kawin. Menurut ilmu pendidikan adalah 21 tahun bagi laki-laki dan 18 tahun bagi Bagi pendidik asli, yaitu orang tua anak, tidak dibatasi umur minimal. bila mereka telah mempunyai anak, maka mereka Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. boleh mendidik anaknya. Dilihat dari segi ini. Ahmad Tafsir . 4: . sebaiknya umur kawin ialah 21 bagi laki-laki dan minimal 18 bagi Kemudian menurut Muhammad Athiyah al-Abrasyi . bahwa guru harus memiliki sifat kebapakanAikarena seorang ayah sudah bisa dikatakan dewasa--sebelum menjadi guru. Dia harus mencintai murid-muridnya seperti halnya ia mencintai anak-anaknya dan memikirkan mereka sama seperti memikirkan anak-anaknya Berwibawa Az-Zarnyjy memasukkan sifat wibawa sebagai karakter guru karena tanpa adanya kewibawaan seorang guru maka pendidikan tidak akan berhasil dengan baik. Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di kelas maupun efeknya di luar kelas. Guru harus pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . 8: 1. wibawa berarti Aipembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi, dihormati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengundang kepemimpinan dan penuh dengan daya tarik. Guru yang berwibawa berarti guru yang dapat membuat siswanya terpengaruhi oleh tutur katanya, pengajarannya, patuh kepada nasihatnya, dan mampu menjadi magnet bagi siswanya sehingga siswanya akan terkesima dan tekun menyimak pengajarannya. Dalam melaksanakan tugas sebagai guru, hal penting yang harus diperhatikan bagi seorang guru adalah persoalan kewibawaan. Guru harus meliliki kewibawaan . eluasan batin dalam mendidi. dan menghindari penggunaan kekuasaan lahir, yaitu kekuasaan semata-mata pada unsur kewenangan jabatan. Kewibawan justru menjadikan suatu pancaran batin yang dapat memimbulkan pada pihak lain untuk mengakui, menerima dan menuruti dengan penuh RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. pengertian atas kekuasaan tersebut, tetapi tidak sampai guru dijadikan sebagai sesuatu yang sangat agung yang terlepas dari kritik. Kewibawaan itu ada pada orang dewasa, terutama pada orang Kewibawaan yang ada pada orang tua itu bisa dikatakan asli. Karena orang tua langsung mendapat tugas dari Tuhan untuk mendidik anak-anaknya. Ngalim Purwanto . Orang tua atau keluarga mendapat hak untuk mendidik anak-anaknya, suatu hak tidak dapat dicabut karena terikat oleh kewajiban. Hak dan kewajiban yang ada pada orang tua tidak dapat dipisahkan. Ngalim Purwanto . kewibawaan guru berbeda dengan kewibawaan orang tua, karena guru mendapat tugas mendidik bukan dari kodrat . ari Tuha. , melainkan dari pemerintah. Ia ditetapkan dan diberi kekuasaan sebagai pendidik oleh negara dan masyarakat. Al-Hilm (Santu. Sifat pokok lain yang menolong keberhasilan pendidik atau guru dalam tugas kependidikannya adalah sifat santun. 108 Dengan sifat santun anak akan tertarik pada gurunya sebab anak akan memberikan tanggapan positif pada perkataannya. Dengan kesantunan guru, anak akan berhias dengan akhlak yang terpuji, dan terhindar dari perangai yang tercela. Ciri-ciri santun adalah: lembut dalam katakata, perintah, maupun larangan. penyayang terhadap sesamanya apalagi terhadap orang-orang yang lebih lemah dan orangorang yang lebih tua. menjadi penolong pada saat orang lain memerlukan pertolongannya. Kita harus mengakui bahwa saat ini kita hidup pada masamasa krisis kasih sayang. Pembahasan kasih sayang seakan telah tertutup dan hanya menjadi dongeng manis, imajinasi atau kumpulan kisah seribu satu malam. Sifat kasih sayang telah langka dan jarang ditemukan, bahkan di antara kaum muslimin sendiri, kecuali orangorang yang memperoleh rahmat Allah. Tiada daya dan upaya kecuali dengan bantuan-Nya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . 8: 1. santun berarti Aihalus dan baik . udi bahasanya, tingkah lakuny. , sabar dan tenang. Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. sopan, penuh rasa belas kasih, suka menolong. Az-Zarnyjy dalam kitab TaAlym-nya menginginkan guru yang halymanAijamak dari kata hilmAi yang artinya banyak kasih sayangnya, sebagaimana Hammyd bin Aby Sulaiman yang dipilih oleh Imam Abu Hanifah sebagai gurunya sehingga ia menjadi berkembang ilmu pengetahuaanya berkat kasih sayangnya dalam mengajar dan membimbing. Pada dasarnya, sifat ini bermuara dari dalam jiwa manusia, yaitu menyayangi sesama mereka. perasaan yang kemudian mengundang kasih sayang Allah. Hati orang mukmin secara alamiah memiliki sifat kasih sayang kepada orang lain. Ia yakin bahwa dengan menyayangi orang lain, ia akan memperoleh balasan kasih sayang yang jauh lebih besar dan luas di dunia dan Penyabar Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "sabara", yang membentuk infinitif . menjadi AisabranAn Dari segi bahasa, sabar berarti Aimenahan, tabah hati. Totok Jumantoro dan Samsul Munir . 5: . Sedangkan dari segi Istilah, sabar adalah keadaan jiwa yang kokoh, stabil dan konsekuen dalam pendirian. Jiwanya tidak tergoyahkan, pendiriannya tidak berubah bagaimanapun berat tantangan yang dihadapi. Ar-Raghib berkata, "Sabar adalah kata umum". Mutawalli Sya'rowi . 6: . Nama atau sebutannya bias berubah sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing. Sehingga istilahnya pun berbeda-beda. Ketika seseorang mendapatkan musibah, dia harus bersabar yang lawannya adalah jaza'u . eluh kesa. Ketika dia hidup berkecukupan atau berlebihan, dia harus mengendalikan nafsu yang disebut dengan zuhud yang kebalikannya adalah serakah . l-hirsh. Jika dia menghadapi peperangan, kesabarannya disebut syaja'ah . , bukan Jubnu . akut,pengecu. , jika dia sedang marah kesabarannya adalah lemah lembut . l-hilm. yang lawannya adalah emosional . , jika dia menghadapi bencana,sabarnya adalah lapang dada, jika dia menyimpan perkataan . , sabarnya RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. adalah kitmanus sirri, jika dia memperoleh sesuatu yang tidak banyak, sabarnya adalah qona'ah . Az-Zarnyjy bukan hanya mensyaratkan guru harus sabar melainkan beliau menggunakan kata Shabyran yang bentuk jamak dari kata al-Sabru yang berarti banyak kesabarannya. Karena menjadi guru pasti bergaul dengan anak muridnya,dengan watak dan pemikiran yang berbeda. Ada di antara mereka yang baik dan ada pula yang Hal itu merupakan suatu kewajaran bagi seorang guru ketika ia hadir dan mengajar mereka sehari-hari. Bersamaan dengan itu, begitu banyak problem yang dipikul oleh murid ataupun hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan guru. Karena itulah seorang guru sangat dituntut untuk bisa bersabar dan bertanggung jawab. Kesabaran tidak gampang diraih, ia butuh kontinuitas hingga bisa Tidak adanya kesabaran bagi seorang guru akan berdampak negatif pada psikologinya. Sifat ini juga yang membuat Imam Abu Hanifah berkembang ilmu pengetahuannya saat ia berguru kepada Hammad yang sangat penyabar. Saat ini masih banyak guru yang kurang memperhatikan sifat sabar dalam mendidik, yang terpenting baginya kewajibannya telah Padahal seorang guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesionalisme melainkan juga harus memiliki kompetensi kepribadian. Tidak salah apabila Az-Zarnyjy mensyaratkan agar guru harus memiliki sifat sabar karena begitu pentingnya sifat sabar bagi seorang guru. Setiap orang memiliki rasa sifat sabar, apakah ia orang baik atau tidak, beriman atau tidak. Hanya saja, sifat mana yang lebih awal muncul ketika dihadapi masalah, apakah sabar yang akan menghadapi masalah tersebut atau emosi. Jika ia memiliki keimanan yang kuat disisi Allah, dengan menjauhi segala larangan-Nya dan mengerjakan segala perintah-Nya, maka kesabaranlah yang akan lebih dahulu muncul ketika dihadapi cobaan, begitu pula sebaliknya. Relevansi Nilai-Nilai Pendidikan karakter pendidik dalam kitab TaAolmul MutaAoallim Dengan Pendidikan Agama Islam Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Kitab TaAolmul MutaAoallim menjelaskan bahwasannya seorang pendidik haruslah memiliki karakter yang kuat sesuai tuntutan islam, karena karakter akan menjadikan seorang pendidik lebih bernilai dan tentram bagi orang yang memilikinya. Az-Zarnuji mengkhususkan pada ilmu-ilmu agama yang mana akan membantu dalam ibadah dan Dalam pembahasannya, az-Zarnuji menjelaskan nilainilai karakter yang harus dimiliki pendidik, misalnya berwibawa, penyabar, dan lain sebagainya. Dengan demikian, besar kemungkinan seorang pendidik mencapai kesuksesannya dalam mengajar. Melihat kondisi saat ini, yang mana kemajuan teknologi dan informasi semakin maju, hal ini harus disikapi dengan bijak agar tidak mengakibatkan dampak negatif yang lebih besar daripada dampak Banyak sekali kejahatan, pencurian, dan pengikisan moral yang dilakukan melalui pengaruh kemajuan teknologi. Degradasi moral, korupsi, dan kasus-kasus pelajar yang kurang memiliki akhlak terhadap guru dan oarangtua mulai menjadi kasus yang merajalela. Ditinjau dari nilai pendidikan karakter yang ada pada pendidikan agama Islam yakkni nilai religius, kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, saling menghargai, peduli pada lingkungan dan cinta tanah air. Dengan demikian, melihat kondisi yang sangat relevan apabila nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kitab TaAolmul MutaAoallim dijadikan acuan di dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam. Nilai-nilai pendidikan karakter seperti, kebapakan, waraAo, lemah lembut, penyabar, dan lain sebagainya, apabila telah tertanamkan kepada pendidik, maka diharapkan keberhasilan dalam dunia pendidikan Islam akan tercapai. Penutup Adapun karakter guru dalam penelitian kitab TaAolimul mutaAoallim ini ialah Kepemimpinan kepribadian guru yang ditawarkan oleh alZarnyjy melalui kitab TaAolym-nya seperti lebih alim, lebih waraAo. Kebapakan, berwibawa, santun dan penyabar tidak bisa ditawar lagi RAUDHATINUR AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. karena hal tersebut merupakan dua kompetensi, yaitu kompetensi professional dan kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh guru Dari kesimpulan di atas, adapun implikasinya adalah pemerintah dan lembaga pendidikan hendaknya membuka diri, mau melakukan pengembangan karakter baik secara metode, kurikulum, maupun keilmuwan. Sehingga krisis kemerosotan moral yang terjadi di Negara ini dapat diminimalisir dengan diadakannya pembinaan akhlak di sekolah-sekolah untuk peserta didik dengan dituntun oleh guru yang berkarakter. Dan perlu juga diadakan pembinaan tujuan belajar bagi para penuntut ilmu. Karena pada saat ini ilmu hanya menjadi fashion yang diperbincangkan dari mulut ke mulut, ilmu tidak menjadi berguna sama sekali. Tidak untuk perkembangan peradaban, tidak untuk kesejahteraan manusia, apalagi mengubah dunia. Ilmu tidak mampu menolong pemiliknya untuk semakin mendekat kepada tuhan. Dan akhirnya, penulis menyrankan Pertema, bagi guru agama Islam sebaiknya lebih memperhatikan karakter atau akhlak yang harus ia miliki ketika menjalankan profesinya, karena segala gerak gerik dan tingkah laku guru akan dijadikan patokan tingkah laku semua murid. Kedua, akhlak belajar dan karakter guru yang dikembangkan oleh al-Zarnyjy perlu adanya kontekstualisasi dengan keadaan sekarang. Ketiga, untuk civitas akademika, penulis berharap agar dapat melanjutkan dan mengembangkan pemikiran serta menjalankan gagasan Syekh. Az-Zarnuji, untuk berperan yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan Islam. Keempat, bagi lembaga pendidikan hendaknya bisa menerapkan konsep pembelajaran yang tertuang dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim. Kelima, bagi guru hendaknya juga bisa berpedoman pada kitab TaAolim, karena dalam kitab tersebut bukan hanya untuk penuntut ilmu, melainkan juga untuk yang memberikan atau menyampaikan ilmu. Kandungan Niai Pendikan Karakter Pendidik Dalam Kitab TaAolmul MutaAoallim Dan Relevansinya Dengan PAI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Daftar Pustaka