Economos :Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 8. Nomor 3. Desember 2025 p-ISSN. e-ISSN. 2655-321X PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA UMKM DI KOTA BIMA The Influence Of Green Accounting And Financial Technologyon Financial Perfprmance Of MSMEs In Bima City Nafisah Nurulrahmatiah. Aliah Pratiwi2 Email: nafisahrachmatia@gmail. , aliahpratiwi@ymail. Accounting Study Program. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima Jl. Wolter Monginsidi. Tolobali. Kelurahan Sarae. Kecamatan Rasanae Barat. Kota Bima. Provinsi Nusa Tenggara Barat Abstrak Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kontributor utama bagi perekonomian Indonesia, namun kinerja keuangan mereka semakin dipengaruhi oleh tanggung jawab lingkungan dan kemajuan teknologi. Penelitian ini menguji pengaruh green accounting . kuntansi hija. dan financial technology . eknologi keuanga. terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bima. Dengan menggunakan pendekatan survei penjelasan kuantitatif, data dikumpulkan dari 210 pemilik UMKM yang dipilih melalui probability random sampling. Kuesioner terstruktur dengan skala Likert enam poin digunakan dalam penelitian ini, dan data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling dengan pendekatan Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa green accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, yang menunjukkan bahwa praktik akuntansi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan berkontribusi pada efisiensi biaya, peningkatan citra bisnis, dan hasil keuangan yang Selain itu, financial technology juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan dengan meningkatkan akses ke pembiayaan, meningkatkan efisiensi transaksi, dan mendukung manajemen keuangan yang lebih efektif. Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa green accounting dan financial technology secara bersamasama menjelaskan 64,3% variasi dalam kinerja keuangan UMKM. Temuan ini mendukung teori pemangku kepentingan . takeholder theor. , yang menekankan bahwa integrasi praktik akuntansi berkelanjutan dan inovasi keuangan digital sangat penting untuk meningkatkan kinerja keuangan UMKM dan memastikan keberlangsungan bisnis jangka panjang. Kata Kunci: Green Accounting. Keberlanjutan Financial Technology. Kinerja Keuangan. UMKM. Abstract Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. are key contributors to IndonesiaAos economy, yet their financial performance is increasingly influenced by environmental responsibility and technological advancement. This study examines the effect of green accounting and financial technology on the financial performance of MSMEs in Bima City. Using a quantitative explanatory survey approach, data were collected from 210 MSME owners selected through probability random sampling. A structured questionnaire with a six-point Likert scale was employed, and the data were analyzed using Structural Equation Modeling with the Partial Least Squares (SEM-PLS) approach through SmartPLS 4. The findings reveal that green accounting has a positive and significant effect on MSME financial performance, indicating that environmentally responsible accounting practices contribute to cost efficiency, improved business image, and sustainable financial outcomes. In addition, financial technology also has a positive and significant influence on financial performance by enhancing access to financing, increasing transaction efficiency, and supporting more effective financial management. The results further show that green accounting and financial technology jointly explain 64. 3% of the variation in MSME financial performance. These findings support stakeholder theory, emphasizing that the integration of sustainable accounting practices and digital financial innovation is essential for improving MSME financial performance and ensuring long-term business sustainability. Keywords: Green Accounting. Financial Technology. Financial Performance. MSMEs. Sustainability PENDAHULUAN UMKM merupakan salah satu pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Menurut data Kementerian UKM per Desember 2024, terdapat 65,5 juta unit usaha mikro kecil di Indonesia dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 61% atau senilai Rp 9. 300 triliun. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap lebih kurang 117 juta pekerja atau 97% dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi (Ramadani et all. , 2. Sedangkan di Provinsi NTB sendiri terdiri dari 149. 962 pelaku UMKM, yang terdiri dari 131. 958 usaha mikro dan 18. 004 usaha Dan di Kota Bima terdapat 19. 263 UMKM yang terdiri dari 2. 290 kuliner, 2. 344 fashion, 336 otomotif, dan bidang lainnya sebanyak 14. 293 UMKM. Berdasarkan data tersebut. UMKM memiliki peran yang sangat penting, sehingga keberadaannya perlu diperhatikan karena peningkatan kinerja UMKM secara tidak langsung akan berpegaruh pada pertumbuhan ekonomi negara. Kinerja keuangan UMKM menunjukkan sebuah pencapaian pada suatu periode yang menggambarkan kondisi kesehatan keuangan UMKM. Kinerja keuangan dapat diukur dengan beberapa indikator seperti indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas (Trianto. Dalam usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangannya. UMKM dihadapkan dengan berbagai macam tantangan, diantaranya adalah lingkungan dan perkembangan teknologi informasi (Badriyah et al. , 2. Keberadaan UMKM selain memberikan dampak positif untuk perekonomian, secara tidak langsung juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sebagian besar UMKM lebih fokus pada keuntungan dan pendapatan dari usaha mereka dibandingkan dengan pengelolaan limbah yang dihasilkan. Dampak lingkungan dari usaha meliputi penggunaan bahan baku, proses produksi, serta polusi dan limbah yang dihasilkan. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat praktik UMKM yang tidak ramah lingkungan (Indriastuti & Mutamimah, 2. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan, namun tetap mempertimbangkan keuntungan atau kinerja keuangan adalah dengan menerapkan green accounting. Green Accounting sebuah paradigma baru dalam akuntansi yang berfokus pada proses akuntansi tidak hanya tertuju pada transaksi, peristiwa, atau objek keuangan, tetatpi pada objek, transaksi, atau peristiwa sosial dan lingkungan. Krisis ekologi atau krisis lingkungan yang telah menyebabkan ancaman terhadap keberlanjutan kelestarian lingkungan dan kehidupan sosial-ekonomi dari korporasi, masyarakat dan bangsa. Sementara disisi lain, sensivitas dan responsibiltas dari profesi akuntansi terhadap krisis tersebut masih sangat konservatif dan lamban. Sebab pada akuntansi konvensional lebih menekankan pada aspek laporan keuangan kinerja perusahaan dikatakan berhasil jika menghasilkan laba yang besar dan mengabaikan objek, fenomena, atau peristiwa lingkungan dan sosial yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan entitas korporasi dalam proses akuntansi (Sukirman et al. , 2. Green accounting merupakan suatu proses akuntansi yang ditujukan terhadap transaksi keuangan, sosial, dan lingkungan secara terpadu sehingga menghasilkan informasi akuntansi yang berguna bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan (Pratiwi et al. , 2. Green accounting adalah sebuah konsep di mana suatu bisnis fokus pada efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya jangka panjang dalam proses kegiatan usahanya. Penerapan green accounting menekankan pada konsep penghematan bahan dan energi yang digunakan dalam kegiatan usahanya (Indriastuti & Mutamimah, 2. Pengungkapan Green Accounting menandakan bahwa perusahaan peduli terhadap lingkungan sekitar dengan penghematan bahan dan energi yang digunakan dalam kegiatan usahanya serta melaporkan dampak lingkungan yang terjadi dari proses produksi yang dilakukan perusahaan. Perusahaan maupun UMKM dipercaya dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan menciptakan kestabilan di masa mendatang, sehingga kesan positif akan ditangkap oleh konsumen maupun Dengan demikian penerapan green accounting akan mempengaruhi kinerja keuangan melalui citra positif akibat penerapan green accounting (Nurulrahmatiah & Munandar, 2025. Tantangan penerapan akuntansi hijau pada UMKM di Kota Bima antara lain termasuk masalah lingkungan dalam operasionalnya terutama skala industri. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya dukungan peraturan perundangan-undangan, terbatasnya ketersediaan data lingkungan yang akurat, dan biaya tambahan yang terkait dengan pengembangan sistem akuntansi hijau. Namun, peran UMKM hanya memandang akuntansi hijau sebagai tambahan yang tidak terlalu penting dan tidak mempengaruhi kegiatan bisnis mereka (Silaban & Sitorus, 2. Selain isu lingkungan, perkembangan teknologi juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan UMKM, karena tidak dapat di pungkiri bahwa dengan pemanfaatan teknologi yang baik maka kegiatan usaha mulai dari produksi hingga pembukuan akan lebih efektif dan Financial Technology atau Fintech mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM di Indonesia melalui fitur P2P lending, equity crowdfunding, e-wallet dan personal finance (Suryanto et al. , 2. Fintech mengacu pada penggunaan inovatif platform digital dan teknologi canggih, seperti pembelajaran mesin, kecerdasan buatan (AI), aplikasi seluler dan blockchain untuk memberikan layanan keuangan yang di personalisasi, meningkatkan proses keuangan, dan meningkatkan akses ke keuangan khususnya untuk UMKM (Abu et al. , 2. Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Kota Bima sebelum adanya fintech cukup besar, diantaranya kurangnya akses terhadap pendanaan atau fasilitas kredit, promosi masih menggunakan cara-cara tradisional, transaksi jual beli masih menggunakan uang tunai, proses pencatatan akuntansi yang masih manual, dan fasilitas infrastruktur teknologi yang tidak memadai, sehingga berdampak pada meningkatnya biaya operasional dan menurunnya kinerja UMKM (Akanbi et al. , 2. Fintech diharapkan mampu membantu UMKM dalam mengatasi berbagai masalah bisnis seperti keterbatasan akses pendanaan, promosi yang terbatas, kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan, serta ketidakefisienan transaksi pembayaran tunai (Astari & Candraningrat, 2. Hal ini dapat mengarah pada peningkatan kinerja keuangan, karena dengan adanya fintech, perusahaan termasuk UMKM memiliki kemudahan dalam mengakses layanan keuangan seperti menabung dan berinvestasi. Penerapan fintech juga juga dapat meningkatkan efisiensi keuangan, karena dapat mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan kecepatan dan akurasi transaksi keuangan. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih efektif, hal ini juga akan mengarah pada peningkatan kinerja keuangan UMKM (Zhao et al. , 2. Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji pengaruh green accounting maupun financial technology terhadap kinerja keuangan UMKM, sebagian besar studi tersebut masih berfokus pada wilayah perkotaan besar atau sektor industri tertentu, serta cenderung meneliti masing-masing variabel secara terpisah. Penelitian yang secara simultan mengintegrasikan penerapan green accounting dan pemanfaatan financial technology dalam konteks UMKM di daerah berkembang seperti Kota Bima masih sangat terbatas. Selain itu, karakteristik UMKM di Kota Bima yang didominasi oleh usaha mikro dan sektor kuliner memiliki tantangan lingkungan dan adopsi teknologi yang berbeda dibandingkan daerah lain. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji secara empiris bagaimana green accounting dan financial technology secara bersama-sama memengaruhi kinerja keuangan UMKM di Kota Bima, guna mengisi kesenjangan penelitian . esearch ga. sekaligus memberikan bukti kontekstual yang relevan bagi pengembangan kebijakan UMKM berbasis keberlanjutan dan digitalisasi di tingkat METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survey eksplanatif dengan jenis asosiatif yaitu jenis survei yang digunakan untuk mengetahui situasi atau kondisi tertentu terjadi atau apa yang mempengaruhi terjadinya sesuatu. Dengan kata lain bermaksud untuk menjelaskan pengaruh atau hubungan antar variabel (Hair et all. , 2. Strategi survey jenis asosiatif dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif untuk menjawab 2 . tujuan penelitian yakni tujuan pertama adalah untuk menganalisis hubungan penerapan green accounting terhadap kinerja keuangan pada UMKM. Dan tujuan kedua adalah menganalisis hubungan fintech terhadap kinerja keuangan pada UMKM. Populasi merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang akan diteliti dan mempunyai karakteristik yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM yang ada di Kota Bima. Berdasarkan portal website Pemerintah Kota Bima terdapat 19. 263 UMKM yang tersebar di 5 Kecamatan. Sampel dalam penelitian ini yaitu 10 kali dari jumlah item pertanyaan dalam kuesioner (Hair et al. , 2. Oleh karena itu ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 10 x 21 = 210 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling yaitu pengambilan sampel dengan memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel dalam riset ini menggunakan random sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan cara acak (Sugiyono. Tabel 1 Indikator dan Variabel Penelitian Variabel Penelitian Green Accounting Financial Technology Kinerja Keuangan UMKM Total Item Pertanyaan Sumber : Data diolah 2025 Indikator Variabel Peneltian Dampak ekonomi lingkungan Dampak lingkungan langsung Kinerja lingkungan Pengungkapan dan keterlibatan Persepsi manfaat Persepsi resiko Kemudahan Pertumbuhan penjualan Pertumbuhan modal Pertumbuhan tenaga kerja Pertumbuhan pasar Pertumbuhan laba Jumlah Item Pertanyaan 21 item Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari sumber asli melalui survei kuesioner. Responden penelitian merupakan pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di Kota Bima, dengan kriteria: . UMKM aktif minimal satu tahun, dan . pemilik atau pengelola terlibat langsung dalam pengambilan keputusan usaha. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang disusun berdasarkan indikator-indikator variabel yang diadaptasi dari penelitian terdahulu yang relevan serta disesuaikan dengan konteks UMKM di Indonesia. Setiap konstruk diukur menggunakan beberapa item pernyataan yang merepresentasikan dimensi konseptual variabel penelitian. Seluruh item pernyataan menggunakan skala Likert enam poin . nterval 1Ae. untuk menghindari kecenderungan jawaban netral dan meningkatkan sensitivitas pengukuran. Skala 1Ae3 menunjukkan tingkat ketidaksetujuan responden, yaitu sangat tidak setuju . , tidak setuju . , dan agak tidak setuju . , sedangkan skala 4Ae6 menunjukkan tingkat persetujuan, yaitu agak setuju . , setuju . , dan sangat setuju . Sebelum kuesioner didistribusikan secara luas, dilakukan uji coba instrumen . ilot tes. terhadap 50 responden UMKM untuk memastikan kejelasan bahasa, kesesuaian indikator, serta menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Uji validitas dilakukan melalui analisis korelasi itemAetotal, sedangkan uji reliabilitas diukur menggunakan nilai CronbachAos Alpha, dengan bantuan software SPSS versi 20. Item pernyataan yang tidak memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dieliminasi atau direvisi sebelum digunakan pada pengumpulan data utama. Pengumpulan data utama dilakukan dengan metode survei terhadap 210 responden UMKM, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah Karakteristik responden dianalisis secara deskriptif meliputi jenis usaha, lama usaha, skala usaha, dan tingkat pendidikan pemilik/pengelola UMKM untuk memberikan gambaran umum profil responden penelitian. Selanjutnya, pengujian hubungan antarvariabel, baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung melalui mekanisme mediasi dan moderasi, dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software SmartPLS versi 4. Metode ini dipilih karena mampu mengakomodasi model penelitian yang kompleks serta sesuai untuk data dengan distribusi non-normal dan ukuran sampel menengah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Pengujian Convergent Validity Parameter yang digunakan untuk pengujian convergent validity yaitu dengan melihat nilai factor loading. Hasil uji validitas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada beberapa masing-masing indikator pada suatu konstruk di dalam model pengukuran telah memenuhi syarat. Hal tersebut dapat dilihat dari masing-masing indikator di suatu konstruk berbeda dengan indikator di konstruk lain dan mengumpul pada konstruk tersebut dengan nilai factor loading > 0,7. Terlihat dari gambar 1 bahwa ada beberapa indikator yang memiliki nilai factor loading < 0,7 sehingga indikator harus di keluarkan atau di hilangkan, adapun indikator yang dihilangkan yaitu GA8. GA9. GA10, dan FT4. Hasil evaluasi Outer model dapat terlihat seperti pada gambar berikut ini : Gambar 1. Evaluasi Model (Outer Mode. Tahap I Hasil pengujian setelah beberapa indikator di keluarkan dapat terlihat dari gambar 2 berikut ini: Gambar 2. Evaluasi Model (Outer Mode. Tahap II Berdasarkan hasil dari analisis PLS Algorithm Tahap II pada Gambar 2 diatas, menunjukkan bahwa nilai loading factor dari semua indikator dari masing-masing variabel memiliki nilai loading factor diatas 0,7 atau > 0,7. Artinya bahwa semua indikator pada masing-masing variabel dalam penelitian ini sudah memenuhi convergent validity. Disrciminant Validity Disrciminant validity dengan indikator reflektif dapat diuji dengan melihat nilai korelasi cross loading dengan variabel latennya harus lebih besar dari nilai korelasi terhadap variabel laten yang lain. Cara menguji validitas discriminant dengan indikator reflektif yaitu dengan melihat nilai cross loading untuk setiap variabel harus > 0,70. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh hasil bahwa nilai cross loading tiap indicator sudah > 0,70. Composite Reliability Composite reliability dilakukan untuk mengetahui sejauh mana alat pengukuran tersebut mempunyai akurasi dan ketepatan pengukuran yang konsisten dari waktu ke waktu. Reliabilitas instrumen ditentukan dari nilai composite reliability dan cronbachAos alpha lebih besar dari 0. Tabel 2 Composite Reliability dan CronbachAos Alpha Composite Cronbach Variabel Keterangan Reliability Alpha Green Accounting 0,906 0,899 Reliabel Fintech 0,825 0,817 Reliabel Kinerja Keuangan UMKM 0,850 0,850 Reliabel Sumber : Data diolah 2025 Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Inner model divaluasi dengan nilai R Square untuk konstruk laten endogen, dan digunakan untuk melihat kemampuan variabel eksogen untuk menerangkan penambahan variabel endogen. Nilai R Square dapat dilihat pada Tabel 2 berikut: Tabel 3 Nilai Koefisien Determinasi (R. Konstruk Kinerja Keuangan UMKM 0,643 Sumber : Data diolah 2025 Berdasarkan table 3 diatas menunjukkan bahwa nilai R 2 untuk nilai konstruk laten Kinerja Keuangan UMKM 0,643 yang berarti bahwa variable Green Accounting dan Financial Technology mempengaruhi Kinerja Keuangan UMKM sebesar 64,3% sementara 35,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Pengujian Hipotesis Evaluasi model struktural . nner mode. bertujuan untuk memprediksi hubungan antar variabel/konstruk laten. Hubungan yang dihipotesiskan dalam penelitian ini yaitu hubungan antara Green Accounting dan Financial Technology mempengaruhi Kinerja Keuangan UMKM. Untuk menguji hipotesis digunakan nilai yang ada pada hasil estimate for path coefficients . ilai koefisien jalu. yaitu nilai t statistik dibandingkan dengan nilai ttabel. Hipotesis akan diterima apabila nilai t statistik > t tabel . Cara lain yang dapat digunakan untuk mengetahui hipotesis diterima adalah dengan melihat nilai signifikansi p value dibandingkan dengan tingkat kesalahan yang ditetapkan dalam penelitian ini untuk uji satu sisi dengan alpha 5 persen . Jika p values < 0,05 berarti hipotesis terdukung. Hasil analisis estimate for path coefficients . ilai koefisien jalu. pada dilihat dari Tabel 3 berikut: Tabel 4 Nilai Path Coefficients Original Variabel/Konstruk T-Statistics P Values Keterangan Sample (O) Green Accounting E 0,378 3,684 0,000 Signifikan / Kinerja Keuangan UMKM Financial Technology E 0,491 4,554 0,000 Signifikan / Kinerja Keuangan UMKM Sumber : Data diolah 2025 Pembahasan Pengaruh Green Accounting Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Nilai path coefficient sebesar 0,378 dan nilai t-statistic . > t-tabel . , kemudian nilai p values < 0,05 . ,000 < 0,. menunjukkan bahwa Green Accounting berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Bima. Hasil ini menunjukan bahwa semakin besar aktivitas Green Accounting atau akuntansi hijau yang dilakukan UMKM, maka semakin besar pula kinerja keuangan UMKM tersebut. Hal ini menunjukan bahwa pelaku UMKM memiliki kesadaran terhadap lingkungan, terlihat dari penggunaan teknologi ramah lingkungan dengan cara pengolahan limbah produksi dan promosi produk ramah lingkungan dengan memanfaatkan media sosial serta menggunakan kemasan ramah lingkungan. Hal ini di dukung juga oleh pemerintah Kota Bima melalui surat edaran Nomor 200. 1/SE/IX/2025 yang menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah. BUMN. BUMD, instansi vertikal serta sekolah untuk tidak lagi menggunakan kotak konsumsi sekali pagai salam kegiatan rapat, pertemuan maupun acara lainnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Indriastuti & Mutamimah . yang menyatakan bahwa Green Accounting berpengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM. Penelitian lain yang dilakukan oleh Angelina & Nursasi . mengatakan bahwa green accounting berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur. Pengaruh Financial Technology Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Nilai path coefficient variabel Financial Technology atau Fintech sebesar 0,491 dan nilai t-statistic . > t-tabel . , kemudian nilai p values < 0,05 atau 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa Financial Technology berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Bima. Hal ini berarti bahwa semakin baik penggunaan fintech oleh UMKM yang ada di Kota Bima maka semakin baik pula kinerja keuangannya. Dimana pemanfaatan fintech dapat mempermudah UMKM dalam mengakses sumber pendanaan, pembayaran digital, memperluas cakupan pasar dan mengatasi masalah pelaporan keuangan sehingga dapat membantu UMKM meningkatkan kinerja mereka menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan yang mengarah pada integrasi praktik ekonomi sirkular yang lebih baik (Sholeha & Kharisma, 2. Pemanfaatan fintech oleh UMKM di Kota Bima dapat dilihat dari banyaknya UMKM yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana penjualan, selain itu pembayaran juga dapat dilakukan dengan Qris. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astari & Candraningrat . dan Sholeha & Kharisma . yang menyataka bahwa Financial Technology berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan UMKM. Secara teoretis, hasil empiris penelitian ini mengonfirmasi bahwa penerapan Green Accounting dan Financial Technology berperan sebagai mekanisme strategis dalam meningkatkan kinerja keuangan UMKM. Dalam perspektif Stakeholder Theory, praktik Green Accounting memungkinkan UMKM memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan terkait tanggung jawab lingkungan, yang berdampak pada peningkatan reputasi usaha dan kepercayaan konsumen. Reputasi lingkungan yang positif tersebut mendorong loyalitas pelanggan dan potensi peningkatan pendapatan. Selain itu, dari sudut pandang Resource-Based View (RBV). Green Accounting berfungsi sebagai kapabilitas internal yang membantu UMKM mengidentifikasi, mengendalikan, dan menekan biaya lingkungan, seperti efisiensi penggunaan bahan baku dan pengelolaan limbah, sehingga meningkatkan efisiensi biaya operasional. Sementara itu, pemanfaatan Financial Technology bertindak sebagai sumber daya berbasis teknologi yang meningkatkan efisiensi transaksi, transparansi pencatatan keuangan, serta akses pembiayaan, yang secara simultan memperkuat kinerja keuangan UMKM. Dengan demikian, temuan ini menegaskan bahwa integrasi praktik akuntansi berkelanjutan dan inovasi keuangan digital tidak hanya berdampak langsung secara empiris, tetapi juga memiliki landasan teoritis yang kuat dalam menjelaskan bagaimana keunggulan kompetitif dan kinerja keuangan UMKM dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Accounting dan Financial Technology terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bima. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan pendekatan Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS), diperoleh bukti empiris bahwa Green Accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan praktik akuntansi hijau, seperti pengelolaan limbah, efisiensi penggunaan sumber daya, serta penggunaan kemasan ramah lingkungan, mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional, memperkuat citra usaha, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja keuangan UMKM. Selain itu, hasil penelitian juga membuktikan bahwa Financial Technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Pemanfaatan fintech, seperti pembayaran digital, akses pembiayaan berbasis teknologi, serta penggunaan platform digital dalam transaksi dan pencatatan keuangan, terbukti mampu meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas jangkauan pasar, dan memperbaiki pengelolaan keuangan UMKM. Secara simultan. Green Accounting dan Financial Technology mampu menjelaskan 64,3% variasi kinerja keuangan UMKM, yang menegaskan bahwa integrasi praktik keberlanjutan lingkungan dan inovasi teknologi keuangan merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja UMKM di Kota Bima. Implikasi Teoretis Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat Stakeholder Theory, yang menyatakan bahwa keberhasilan dan kinerja organisasi tidak hanya ditentukan oleh pencapaian keuntungan finansial semata, tetapi juga oleh kemampuan entitas dalam memenuhi kepentingan para pemangku kepentingan, termasuk aspek lingkungan dan Penerapan Green Accounting mencerminkan komitmen UMKM terhadap tanggung jawab lingkungan yang dapat meningkatkan legitimasi dan kepercayaan stakeholder, sementara pemanfaatan Financial Technology berperan sebagai sumber daya strategis yang meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya literatur terkait kinerja keuangan UMKM dengan mengintegrasikan perspektif keberlanjutan dan digitalisasi dalam satu kerangka empiris yang utuh. Implikasi Praktis Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Bagi pelaku UMKM, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Green Accounting dan pemanfaatan Financial Technology bukan hanya bersifat normatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kinerja keuangan usaha. Oleh karena itu. UMKM diharapkan mulai mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dalam operasional usaha serta memanfaatkan layanan fintech secara optimal. Bagi pemerintah daerah, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program pendampingan UMKM yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan transformasi digital, melalui pelatihan, insentif, maupun regulasi yang mendukung adopsi green accounting dan fintech. Keterbatasan dan Saran Penelitian Selanjutnya Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, ruang lingkup penelitian hanya terbatas pada UMKM di Kota Bima, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas ke wilayah lain. Kedua, karakteristik responden didominasi oleh UMKM skala mikro dan sektor kuliner, yang memungkinkan adanya perbedaan hasil apabila penelitian dilakukan pada UMKM skala kecil dan menengah atau sektor manufaktur. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah penelitian, menambah variasi sektor usaha, serta memasukkan variabel lain seperti literasi keuangan, dukungan pemerintah, atau inovasi bisnis guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangan UMKM. DAFTAR PUSTAKA