: VOCAT Vol. No. Tahun 2024 Hal. 80 - 94 Jurnal Pendidikan Katolik Website: https://ejournal. id/index. php/vocat PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS Vi DI SMPN 4 SATU ATAP NANGA TAMAN Eka Nanak . Oktavianey G. Meman . Cenderato Gustaf Hariyanto4 1SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman Email: nana04tjs@gmail. STAKat Negeri Pontianak Email: memanrey@gmail. com , x67cool@gmail. com, gustafhariyanto@stakatnpontianak. Abstrak : Masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi, kurangnya semangat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, pada akhirnya hasil belajar peserta didik tidak mencapai KKM. Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan preeksperimental design one-group pretest-pottest. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman yang beragama Katolik. Instrumen yang digunakan adalah soal tes pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah model pembelajaran inkuiri. Pengambilan keputusan uji hipotesis menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan pada pengolahan data hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri adalah 56,67 atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 16,67%. Sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri mencapai 78,33 atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 83,33%. Berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji paired sample T-test bahwa nilai sig. -taile. < 0,05 atau 0. 020 < 0. 05 terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest dan berdasarkan perhitungan uji effect size diperoleh angka 1,65 atau 0,8 dengan kriteria besar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh besar terhadap hasil belajar peserta didik. Kata kunci: Pengaruh. Model Pembelajaran Inkuiri. Hasil Belajar Abstract : The problem in this research is the use of learning models that are less varied, the lack of enthusiasm of students in participating in the learning process, in the end the students' learning outcomes do not reach the KKM. This form of research uses a quantitative research approach with a pre-experimental design, onegroup pretest-pottest. The subjects of this research were class Vi students at SMPN 4 Satu Roof Nanga Taman who were Catholic. The instrument used is multiple choice test questions given before and after the inquiry learning model. Hypothesis testing decision making using the help of the SPSS application. Based on data processing, the research results show that the average score obtained by students before using the inquiry learning model was 56. 67 or students' learning completeness reached 16. After using the inquiry learning model, it reached 78. 33 or students' learning completeness reached 83. Based on decision making in the paired sample T-test, the sig. -taile. < 0. 05 or 0. 020 < 0. 05, it can be concluded that there is a significant difference between the pretest score and the posttest score. Based on the calculation of the effect size test, the number obtained is 1. 65 or Ou 0. 8 with large criteria. So it can be concluded that the inquiry learning model has a big influence on student learning outcomes. Keywords: Influence. Inquiry Learning Model. Learning Outcomes. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan untuk membantu peserta didik mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang di dalamnya terjadi proses pembelajaran dan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Proses pembelajaran dalam pendidikan membantu peserta didik untuk dapat memiliki kecerdasan, ahlak mulia, kepribadian, dan keterampilan. Pembelajaran merupakan proses perubahan yang dilakukan secara sadar dan disengaja yang menunjuk pada adanya sesuatu kegiatan yang sistematis dalam rangka menciptakan suatu perubahan dalam diri individu menuju ke hal yang lebih baik (Setiawan, 2017: . Pada dasarnya, pembelajaran tidak akan terlaksana dengan baik apabila pembelajaran tersebut tidak memiliki tujuan. Salah satu tujuan pembelajaran adalah peserta didik memperoleh hasil belajar yang baik. Guru dalam proses pembelajaran memiliki tugas atau tanggungjawab untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Menurut Winkel . alam Ramadhan, dkk, 2017: . Hasil belajar merupakan kemampuan yang baru atau penyempurnaan pengembangan dari suatu kemampuan yang telah Dikatakan berhasil dalam pembelajaran ketika terjadi perubahan pada tingkah laku peserta didik dalam kehidupannya sehari-hari. Selain pada tingkah laku, hasil belajar juga dilihat dari nilai yang diperoleh peserta didik ketika diberikan tugas atau ulangan. Nilai yang mencukupi atau dikatakan berhasil ketika nilai yang diperoleh dari tugas atau ulangan yang diberikan mencukupi KKM atau target yang ingin dicapai oleh guru itu sendiri. Hasil belajar dapat diperoleh ketika terjadi proses pembelajaran. Proses pembelajaran itu sendiri memerlukan model pembelajaran. Menurut Soekamto . alam Shoimin, 2014: . , model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. Model pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas secara langsung dapat membantu dan mempermudahkan guru dalam mendesain pembelajaran agar lebih kreatif dan inovatif sehingga tujuan dari pembelajaran itu dapat tercapai. SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman. Kabupaten Sekadau merupakan salah satu lembaga pendidikan yang terletak di Dusun Penyebrang Bala. Desa Semberawai. Kecamatan Nanga Taman. Kabupaten Sekadau yang juga mengajarkan pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kepada peserta didik termasuk pada peserta didik kelas Vi. Proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti berdasarkan pra-penelitian kurang optimal, karena dalam proses pembelajaran yang diberikan oleh Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (Guru PAK dan BP) masih konvensional atau masih menggunakan metode ceramah sepanjang mata Adapun kondisi pembelajaran di SMPN 4 Satu atap Nanga Taman yaitu guru masuk ke ruangan lalu menyapa peserta didik dan memeriksa kehadiran peserta didik sebagai bukti kehadiran kemudian memberikan materi dengan metode ceramah sepanjang mata pelajaran. Hal tersebut membuat peserta didik cenderung menjadi pasif, dan tidak melibatkan diri dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pra-penelitian terdapat lima peserta didik tidak mencapai KKM . pada ulangan harian dari enam peserta didik. Guru sebagai pengajar dalam proses pembelajaran dapat menggunakan model pembelajaran Menurut Sanjaya . alam Setyo. Wahjoedi, & Satyawan, 2019: . , inkuiri adalah salah satu model pembelajaran untuk mendapatkan informasi, menemukan, mengetahui, dan mendalami suatu konsep atau untuk memecahkan suatu permasalahan secara sistematis, kritis, logis, analitis, dan ilmiah. Artinya, dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri peserta didik diajak untuk aktif dan berfikir kritis, mencari dan menemukan sendiri jawaban untuk memecahkan masalah atau persoalan yang ada. Maka dari itu, keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat diharapkan dan peserta didik dapat secara bebas mengolah dan mengembangkan kemampuan berpikir dan mengutarakan pendapatnya secara langsung di dalam kelas. Model pembelajaran inkuiri telah digunakan penelitian terdahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Sigalingging, dkk . , dalam penelitiannya tentang AuPengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Hasil Balajar Peserta Didik pada Kelas IV SDAy. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik. diperoleh nilai rata-rata peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri adalah 66,72. Setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri nilai rata-rata hasil belajar peserta didik menjadi 81,44. Penelitian lain juga dilakukan oleh Setyo. Wahjoedi, & Satyawan . dengan judul AyPengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Hasil Belajar Sepakbola pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 SukasadaAy. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik tentang sistem gerak pada kelas VII di SMP Negeri 3 Sukasada. Nilai kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 77,00 dan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 60,00. Penelitian terdahulu dan penelitian ini sama-sama memberikan pengaruh positif bahwa penggunaan model inkuiri mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Adapun perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini bahwa penelitian terdahulu dilaksanakan di kelas IV SD dan kelas VII SMP sedangkan penelitian ini dilaksanakan di kelas Vi SMP. Selain itu, perbedaan penelitian terdapat pada desain penelitian yang digunakan. Penelitian terdahulu menggunakan desain penelitian True Experimental yang dilaksanakan pada dua kelas yaitu kelas control dan kelas eksperimen serta desain penelitian the posttest only control group design. Sedangkan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan pre-eksperimental design one-group pretest-pottest. Perbedaan lain dari penelitian terdahulu dan penelitian ini terletak pada materi pelajaran yang diteliti. Pada penelitian terdahulu, penelitian dilaksanakan pada materi Aupassing dan controlAy serta materi AuBangga Terhadap Daerah Tempat TinggalkuAy sedangkan dalam penelitian menggunakan materi tentang AuYesus Mewartakan Kerajaan Allah Melalui PerumpamaanAy. Langkah-langkah model pembelajaran inkuiri menurut Suko . 0: . sebagai berikut: . Observasi/mengamati berbagai fenomena alam. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik bagaimana mengamati berbagai fakta atau fenomena dalam mata pelajaran tertentu. Mengajukan pertanyaan tentang fenomena yang dihadapi. Tahapan ini melatih peserta didik untuk mengeksplorasi fenomena melalui kegiatan menanya baik terhadap guru, teman atau melalui sumber yang lain. Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban. Pada tahap ini peserta didik dapat mengasosiasi atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang . Mengumpulkan data yang terkait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan sehingga pada kegiatan tersebut peserta didik dapat memprediksi dugaan atau yang paling tepat sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan. Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasar data yang telah diolah atau dianalisis, sehingga peserta didik dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik kelas Vi sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri, perbedaan hasil belajar peserta didik kelas Vi sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri serta besarnya pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman. METODE Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . 7: 7-. , metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian analisis dan bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode ini disebut sebagai metode ilmiah karena sudah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yang kongkrit . enar-benar ad. , empiris . erdasarkan pengalama. , obyektif . eadaan yang sebenarny. , terstruktur, rasional . ikiran dan pertimbangan yang logi. , dan sistematis. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Penelitian ini menguji dua variabel yang saling berkaitan yakni variabel indepeden dan variabel dependen. Menurut Sugiyono . 7: . , variabel independen . ariabel beba. merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen . Variabel dependen . ariabel terika. merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel independen . ariabel beba. adalah model pembelajaran inkuiri sedangkan variabel dependen . adalah hasil belajar peserta didik. Lokasi penelitian yakni berlangsung di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman. Kabupaten Sekadau yang berjumlah delapan orang. Sampel pada penelitian ini ialah peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu Atap Nanga taman yang beragama Katolik. Jumlah sampel penelitian yakni enam peserta didik terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah menggunakan tes. Tes pada hakekatnya adalah suatu alat ukur yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek tertentu (Parsa, 2017: . Menurut Astiti . 7: . , tes adalah salah satu teknik penilaian yang terdiri dari sejumlah pertanyaan atau butir soal yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi melalui jawaban responden atau peserta didik di mana jawaban tersebut dapat dikategorikan benar atau salah. Tes digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan peserta didik terkhususnya kemampuan kognitif peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal ini selaras dengan pendapat Astiti . 7: . , yang mengatakan bahwa teknik penilaian tes biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif peserta didik. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes obyektif . ilihan gand. Menurut Astiti . 7: . , pilihan ganda adalah jenis tes yang umumnya terdiri dari dua bagian yaitu stem dan option. Stem adalah pokok soal yang terdiri dari satu atau beberapa kalimat yang mengandung pertanyaan atau pernyataan. Sedangkan option adalah alternatif jawaban. Dalam prosesnya, penelitian ini akan di desain menggunakan one-group pretest-posttest. Peneliti akan memberikan soal tertulis berupa tes pilihan ganda kepada peserta didik sebelum diberikan perlakukan . odel pembelajaran inkuir. yang disebut dengan pretest. Setelah itu soal-soal tertulis yang sama diberikan kembali setelah diberikan perlakukan . odel pembelajaran inkuir. yang disebut dengan posttest. Tujuannya adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Salah satu syarat yang digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan dalam penelitian dapat dipertanggungjawabkan yang disebut dengan uji instrumen. Uji Validitas Uji validitas adalah uji yang bertujuan untuk menilai apakah instrumen yang digunakan sudah valid atau tidak. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2017: . Pada proses uji validitas ini dilakukan validasi oleh validator yang kompeten dalam bidang agama dan pendidikan untuk kisi-kisi soal dan soal pretest dan posttest dan untuk memvalidasi Rencana Pelaksanaan Pebelajaran (RPP). Instrumen yang dinyatakan valid oleh ahli bidangnya . , selanjutnya diuji cobakan untuk melihat koefisen korelasi antara skor butir dan skor total. Menurut Djaali dan Muljono . alam Ananda & Fandhli, 2018: . , jika skor butir dikotomi maka untuk menguji validitas butir tes dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi antara skor butir dan skor total. Proses perhitungan berbantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Berikut rumus korelasi beserial untuk menghitung koefisien korelasi antara skor butir dan skor total: Oo Sumber: Ananda & Fadhli, 2018:. Keterangan: : Koefisien korelasi beserial antara skor butir soal nomor i dan skor butir soal total : Rerata skor skor total responden yang menjawab benar pada butir i : Rerata skor total seluruh responden : Standar deviasi dari skor total : Proporsi jawaban yang benar untuk butir soal nomor i : Proporsi peserta didik yang menjawab salah ( Berdasarkan hasil uji validitas soal pretest yang dihitung dengan berbantuan aplikasi SPSS terdapat 22 soal yang valid dan 8 soal yang tidak valid. Kemudian dari 22 soal pretest yang valid diambil 20 soal untuk penelitian. Kemudian berdasarkan hasil uji validitas soal posttest yang dihitung dengan berbantuan aplikasi SPSS terdapat 26 soal yang valid dan 4 soal yang tidak valid. Kemudian dari 26 soal posttest yang valid diambil 20 soal untuk penelitian. Kriteria validitas soal ditentukan dengan seberapa banyak jumlah sampel yang digunakan. Pada uji validitas ini peneliti menggunakan 15 sampel untuk menguji validitas soal pretest dan posttest. Berdasarkan tebel r product jika sampel yang digunakan untuk menguji validitas 15 peserta didik maka soal yang dinyatakan valid harus mencapai taraf signifikan 0,514. Jika sebaliknya taraf signifikan < 0,514 maka soal dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2017: . Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji yang digunakan untuk melihat data yang digunakan reliabel atau tidak. Menurut Sugiharto dan Situnjak . alam Wahyuning, 2021: . , reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkapkan informasi yang sebenarnya di lapangan. Peneliti melakukan uji reliabilitas dengan uji internal consistency. Dalam prosesnya, pengujian ini dapat dilakukan dengan teknik belah dua . plit hal. dari Spearman Brown. Menurut Yusup . , pengujian reliabilitas dengan uji internal consistency teknik split half dari Spearman-Brown dilakukan pada instrumen yang memiliki satu jawaban benar. Oleh sebab itu, teknik ini tepat digunakan peneliti untuk menguji reliabilitas karena instrumen yang digunakan hanya memiliki satu jawaban saja. Cara menguji reliabilitas dengan teknik ini ialah mencoba instrumen sekali saja pada subjek penelitian kemudian hasil uji dibagi menjadi dua. Pembagian ini biasanya didasarkan pada soal ganjil genap. Proses perhitungan berbantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Adapun rumus Spearman-Brown adalah sebagai berikut. (Sumber: Sugiyono, 2017: . Keterangan: : Reliabilitas internal seluruh instrumen : Korelasi product moment antara belahan ganjil dan belahan genap Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila nilai koefisien reliabilitas Spearman-Brown lebih dari 0,70 ( > 0,. Begitu juga sebaliknya, apabila reliabilitas Spearman-Brown kurang dari 0,70 (( < 0,. , maka jumlah soal ditambah dengan soal yang sesuai dengan aslinya (Yusup, 2018: . Berikut adalah hasil uji reliabilitas: Tabel 1. Reliabilitas Soal Pretest Reliability Statistics Part 1 Value N of Items Part 2 Value N of Items Total N of Items Correlation Between Forms Spearman-Brown Coefficient Equal Length Unequal Length Guttman Split-Half Coefficient Cronbach's Alpha Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa nilai koefisien reliabilitas spearman-brown dengan teknik split half sebesar 0. Jika dilihat kembali pengambilan keputusan, apabila nilai koefisien reliabilitas Spearman-Brown > 0. 70 maka instrumen dikatakan reliabel. Oleh Karena itu dapat disimpulkan bahwa soal pretest reliabel karena 0. 772 > 0. Tabel 2. Reliabilitas Soal Posttest Reliability Statistics Cronbach's Alpha Part 1 Value N of Items Part 2 Value N of Items Total N of Items Correlation Between Forms Spearman-Brown Coefficient Equal Length Unequal Length Guttman Split-Half Coefficient Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa nilai koefisien reliabilitas spearman-brown dengan teknik split half sebesar 0. Jika dilihat kembali pengambilan keputusan, apabila nilai koefisien reliabilitas spearman-brown > 0. 70 maka instrumen dikatakan reliabel. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa soal posttest reliabel karena 0. 785 > 0. Uji Normalitas Data Uji normalitas data berguna untuk membuktikan data dari sampel yang dimiliki berasal dari populasi berdistribusi normal atau data populasi yang dimiliki berdistribusi normal (Cahyono, 2015: Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan kurang dari 50. Maka, untuk menguji normalitas data digunakan metode Shapiro-Wilk. Metode Shapiro-Wilk merupakan metode pengujian normalitas data dengan data dasar yang belum diolah atau disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, kemudian dibagi ke dalam dua kelompok untuk dikonversikan dalam Shapiro-Wilk (Ramadhani & Bina, 2021: . Proses perhitungan berbantuan statistical product and service solitions (SPSS). Rumus uji normalitas data menggunakan metode Shapiro-Wilk dapat dilihat sebagai [Oc (Sumber: Ramadhani dan Bina, 2021: . Dengan Oc( (Sumber: Ramadhani dan Bina, 2021: . Keterangan: : Koefisien tes Shapiro-Wilk : Angka kepada data : Data urutan ke- pada data : Rata-rata data Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan uji normalitas apabila nilai signifikan > 0,05 maka data berdistribusi normal. Jika sebalinya nilai signifikan < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal (Ramadhani & Bina, 2021: . Uji Hipotesis Hipotesis penelitian ini adalah: : Tidak terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu atap Nanga Taman. : Terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman. Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Dalam menguji hipotesis peneliti menggunakan uji-t berpasangan . aired sample t-tes. Menurut Nuryadi, dkk. , . 7: . , uji-t berpasangan adalah salah satu metode pengujian hipotesis di mana data yang digunakan tidak bebas . Walapun dalam penelitian menggunakan individu yang sama, peneliti tetap memperoleh dua macam data sampel. Hal ini dikarenakan peneliti memberikan dua perlakukan. Data dari perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua. Proses menghitung uji paired sample t-test berbantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Sehingga hipotesis dari kasus ini dapat ditulis: (Sumber: Nuryadi, 2017: . Keterangan: : Hasil belajar peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri : Hasil belajar peserta didik sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri Rumus uji-t berpasangan adalah sebagai berikut: Oo (Sumber: Nuryadi, 2017: . Dengan catatan: ( ) Oc( (Sumber: Nuryadi, 2017: . Keterangan: : nilai hitung : rata-rata selisih pengukuran 1 dan 2 : standar deviasi selisih pengukuran 1 dan 2 : jumlah sampel Singnifikan Signifikan , maka , maka Sedangkan untuk menghitung besarnya pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik menggunakan rumus effect size. Menurut Cohen . alam Khairunnisa, 2022: . , effect size digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh setelah diberikannya perlakuan. Rumus cohenAos d effect size adalah sebagai berikut: (Sumber: Umam & Jiddiyyah, 2021: . Keterangan: : CohenAos d effect size : Rata-rata skor pretest : Rata-rata skor posttest : Standar deviasi gabungan Standar deviasi gabungan bisa didapatkan dari persamaan berikut: Oo (Sumber: Umam & Jiddiyyah, 2021: . Keterangan: : Varians skor pretest : Varians skor posttest Tabel 3. Kriteria Interpretasi Nilai CohenAos d Effect Size CohenAos d Effect Size Kriteria Besar 0,5 Sedang Kecil (Sumber: Cahyani. Dantes, & Rati, 2020: . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman. Pertemuan pertama, dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 31 Agustus 2023. Peneliti memberikan materi tentang AuYesus Mewartakan Kerajaan Allah Melalui PerumpamaanAy untuk dibaca dan sebagai pengetahuan dasar peserta didik untuk mengisi tes dengan waktu kurang lebih 20 menit. Setelah itu peserta didik mengerjakan soal pretest dengan waktu kurang lebih 40 menit. Setelah peserta didik selesai mengerjakan soal pretest peneliti membagikan peserta didik menjadi dua kelompok. Satu kelompok terdiri dari tiga peserta didik. Setelah pembagian kelompok selesai peneliti menjelaskan proses pembelajaran pada pertemuan selanjutnya, yakni mengenai langkah-langkah model pembelajaran Terakhir melakukan operasi semut . embersihkan ruangan kela. dan doa penutup untuk menutup kegiatan pembelajaran. Berikut ini adalah hasil belajar peserta didik kelas Vi sebelum diberikan perlakuan model pembelajaran inkuiri menggunakan soal tes berupa pilihan ganda sebanyak 20 butir soal pada pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada sub tema AuYesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perumpamaanAy. Tabel 4. Hasil Pretest No. Kode Peserta Didik CSP KTO Total Nilai Tabel 4 menunjukan data hasil belajar peserta didik sebelum diberi perlakuan model pembelajaran inkuiri. Tes yang berupa butir soal pilihan ganda diberikan untuk mengetahui nilai peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri. Adapun hasil yang diperoleh terdapat satu peserta didik yang tuntas dan lima peserta didik yang tidak tuntas atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 16,67% di mana Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 1 September 2023. Pertemuan ini difokuskan pada langkah pertama sampai langkah keempat model pembelajaran inkuiri, yaitu mengamati, menanya, mengajukan dugaan dan mengumpulkan data. Langkah pertama mengamati, pada proses ini peneliti membagikan gambar tentang Gambar tentang perumpamaan ada enam. Peneliti membagi gambar tersebut pada masing-masing kelompok. Kelompok satu mendapatkan gambar 1-3 dan kelompok dua mendapatkan gambar 4-6. Peneliti mengajak setiap kelompok untuk mengamati gambar yang telah dibagikan. Langkah kedua menanya, peneliti mengajak peserta didik untuk membuat pertanyaan dari gambar Pada tahap ini peneliti mewajibkan peserta didik membuat lima pertanyaan dari masing89 masing kelompok. Peneliti memberikan waktu untuk peserta didik membuat pertanyaan. Langkah ketiga mengajukan dugaan. Pada langkah ini peneliti mengajak perserta didik untuk berdiskusi untuk menanggapi pertanyaan yang telah diajukan. Pada langkah ini peserta didik kelihatan kebinggungan. Peneliti menjelaskan tentang langkah ini, yakni, pada langkah ini peserta didik membuat kemungkinan jawaban sesuai yang peserta didik pahami dan ketahui. Dugaan yang peserta didik ajukan yakni gandum adalah sejenis kue . Karena bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat di Meromo. Desa Semberawai. Kecamatan Nanga Taman. Kabupaten Sekadau untuk menyebut roti adalah Langkah keempat mengumpulkan data, pada langkah ini peneliti membagikan materi tentang AuYesus Mewartakan Kerajaan Allah Melalui PerumpamaanAy dalam bentuk print-out dan membagikan Kitab Suci sebagai sumber untuk peserta didik mengumpulkan data dari pertanyaan yang peserta didik ajukan pada langkah kedua. Peserta didik berkerjasama dalam kelompok untuk mendiskusikan jawaban dari pertanyaan yang peserta didik ajukan sebelumnya. Setelah berdiskusi dan mendapatkan hasil peserta didik menuliskan jawabannya di buku tugas masing-masing. Setelah itu peneliti memberikan penegasan mengenai proses pembelajaran pada pertemuan itu dan memberikan penjelasan mengenai pertemuan berikutnya. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 8 September 2023. Pada pertemuan ini, peneliti memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pada langkah ini peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas yang dimulai dari kelompok satu. Proses presentasi kelompok satu dan dua sama-sama diawali dengan mengucapkan salam, kemudian menjelaskan hasil diskusi peserta didik dengan membaca hasil diskusi peserta didik yang sudah ditulis pada kertas. Peserta didik secara bergantian menjelaskan hasil diskusinya. Setelah selesai presentasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kemudian, peneliti memberikan penegasan mengenai materi yang dibahas. Setelah memberi penegasan peneliti membagikan soal posttest dan peserta didik mengerjakan soal posttest tersebut. Setelah peserta didik selesai mengisi soal posttest peneliti memberikan penegasan supaya peserta didik semangat untuk terus mengejar mimpi-mimpinya. Setelah itu, melakukan operasi . embersihkan ruangan kela. semut dan doa penutup untuk menutup proses pembelajaran. Berikut ini adalah hasil belajar peserta didik kelas Vi sesudah diberikan perlakuan model pembelajaran inkuiri menggunakan soal tes berupa pilihan ganda sebanyak 20 butir soal pada pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada sub tema AuYesus Mewartakan Kerajaan Allah Melalui PerumpamaanAy. Tabel 4. Hasil Posttest No. Kode Peserta Didik Nilai CSP KTO Total Tabel 4 menjunjukkan data hasil belajar peserta didik sesudah diberi perlakuan model pembelajaran inkuiri. Tes yang berupa butir soal pilihan ganda yang sama indikator tetapi berbeda dalam bentuk kalimat diberikan kembali untuk mengetahui nilai peserta didik sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri. Adapun hasil yang diperoleh terdapat lima peserta didik yang tuntas dan satu peserta didik yang tidak tuntas atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 83,33%, di mana kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 75. Berikut ini adalah nilai rata-rata peserta didik kelas Vi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada sub tema AuYesus Mewartakan Kerajaan Allah Melalui PerumpamaanAy. Perhitungan untuk mencari nilai rata-rata pretest peserta didik berbantuan aplikasi SPSS. Tabel 5. Nilai Rata-Rata Pretest . Pretest Valid Missing Mean 56,67 16,931 Std Deviation Berdasarkan tabel 5 diketahui nilai rata-rata pretest atau mean sebesar 56,67 dengan jumlah responden (Vali. sebanyak 6 peserta didik dan diketahui standar deviation sebesar 16,931. Hasil ratarata pretest ini menunjukan bahwa nilai peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri masih di bawah KKM 75. Tabel 6. Nilai Rata-Rata Posttest . Posttest Valid Missing 78,33 7,528 Mean Std Deviation Berdasarkan tabel 6 diketahui nilai rata-rata posttest atau mean sebesar 78,33 dengan jumlah responden . sebanyak 6 peserta didik dan diketahui standar deviation sebesar 7,528. Hasil ratarata posttest ini menunjukan bahwa nilai peserta didik sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri mengalami peningkatan dengan memperoleh hasil di atas KKM 75. Uji Normalitas Uji statistik pada penelitian ini adalah shapiro wilk dengan menggunakan SPSS. Alasan peneliti menggunakan shapiro wilk karena jumlah responden di bawah 50. Berikut adalah hasil uji normalitas: Tabel 7. Hasil Output Normalitas Tests Of Normality Hasil Statistic Sig. Statistic Hasil Hasil This is a lower bound of the true significance Lilliefors significance correction Hasil Sig Hasil output pada tabel 7 diketahui nilai signifikansi shapiro-wilk untuk pretest sebesar 0,698 dan posttest sebesar 0,212. Diketahui bahwa 0,698 > 0,05 dan 0,212 > 0,05 sehingga data dapat dikatakan berdistribusi normal. Data berdistribusi normal menjadi syarat dalam uji paired sample T91 test. Hasil uji normalitas yang berdistribusi normal dapat dilanjutkan dalam menghitung paired sample T-test. Uji Paired Sample T-Test (Uji T) Uji paired sample T-test atau Uji T sample berpasangan digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua sampel berpasangan, dua sampel yang dimaksud adalah dua sampel yang sama namun memiliki dua data atau dua perlakuan. Uji Sampel ini diolah berbantuan aplikasi SPSS. Pai Pretes Tabel 8. Hasil Uji Paired Sample T-Test Paired Sample T-T Paired differences Mean Std. Deviation Error Confidence Mean Interval of the Diferrention Lowe Upper Sig . Hasil output pada tabel 8 diketahui bahwa nilai sig. -taile. Jika dilihat kembali penentuan dalam pemgambilan keputusan yaitu jika nilai Sig . -taile. < 0. 05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik sebelum diberi perlakukan dan sesudah diberi perlakuan. Diketahui bahwa 0. 020 < 0. 05 artinya 0 ditolak dan 1 di terima atau hipotesis penelitian diterima. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman pada sub teman AuYesus Mewartakan Kerajaan Allah Melalui PerumpamaanAy dapat diketahui melalui Uji effect size. Uji effect size digunakan untuk mengukur seberapa besar penagaruh hubungan antara dua variabel dalam pop ulasi. Uji Effect Size digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh setelah diberikannya perlakuan. Rumus Effect Size sebagai berikut: Oo Keterangan: : CohenAos d effect size : Rata-rata skor pretest : Rata-rata skor posttest : Varians skor pretest : Varians skor posttest Oo Oo Oo Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh effect size sebesar 1,65, maka hasil perhitungan ini masuk pada kriteria besar. Artinya model pembelajaran inkuiri yang digunakan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil belajar peserta didik KESIMPULAN Berdasarkan hasil belajar peserta didik yang diperoleh melalui hasil pretest dan posttest, kesimpulan secara umum membuktikan bahwa terdapat adanya perbedaan yang signifikan model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman. Adapun kesimpulan secara khusus adalah hasil belajar peserta didik kelas Vi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri yang disebut dengan pretest memperoleh nilai rata-rata 56,67 atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 16,67%. Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri mengalami peningkatan dengan memperoleh nilai rata-rata peserta didik 78,33 atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 83,33%. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman. Hasil uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan yang signifikan anatara hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri memperoleh nilai sig . -taile. sebesar 0,020 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri. Hasil perhitungan uji effect size besaran pengaruh model pembelajaran inkuiri yakni 1,65 dan masuk pada kriteria besar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran inkiuri memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman. DAFTAR PUSTAKA