EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA DALAM MENGIKUTI KELAS BAHASA INGGRIS NI WAYAN NOVITA YANI1. DEDI AGUNG SUSANTO PUTRA ITP Markandeya Bali e-mail: yaninovita350@gamil. com , agungdedi04@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan gaya belajar Bahasa Inggris siswa, dengan subjek 26 orang siswa Kelas VI . SD N Belancan yang mengikuti kelas Bahasa Inggris ditinjau dari tingkat motivasi intrinsik dan gaya belajar yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui observasi langsung, angket dan wawancara. Memahami gaya belajar adalah cara yang konsisten bagi siswa untuk memahami, mengingat, berfikir, dan memecahkan masalah dengan ransangan dan informasi. Gaya belajar adalah suatu proses dalam menerima, mengolah, mengingat dan menerapkan informasi dengan cepat (Febi Dwi Widayanti, 2. Gaya belajar ada tiga macam yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditori dan gaya belajar kinestik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa memiliki gaya belajar beragam baik itu visual, auditori dan kinestetik. Akan tetapi gaya belajar yang dominan digunakan oleh siswa yaitu visual dan auditori. Kata kunci: gaya belajar siswa, pembelajaran bahasa inggris, auditori, visual, kinestik ABSTRACT The aim of this research was to determine differences in students' English learning styles, with the subject being 26 students in Class VI . of SD N Belancan who took English classes in terms of their level of intrinsic motivation and learning styles. This research uses qualitative methods by collecting data through direct observation, questionnaires and interviews. Understanding learning styles is a consistent way for students to understand, remember, think, and solve problems with stimulation and information. Learning style is a process of receiving, processing, remembering and applying information quickly (Febi Dwi Widayanti, 2. There are three types of learning styles, namely visual learning style, auditory learning style and kinesthetic learning style. The results of this research show that students have various learning styles, including visual, auditory and kinesthetic. However, the dominant learning styles used by students are visual and auditory. Keywords: learning style, english lesson, auditory, visual, kinestetic PENDAHULUAN Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap pengetahuan dan bagaimana informasi atau pengetahuan yang di peroleh diatur dan diproses. Pendapat ini sejalan dengan pendapat (Febi Dwi Widayanti, 2. yang mengemukakan Gaya belajar adalah suatu proses dalam menerima, mengolah, mengingat dan menerapkan informasi dengan cepat. Dengan kata lain gaya belajar merupakan kunci sukses untuk mengembangkan kinerja dalam belajar, ini bisa diterapkan dalam teknik memperoleh pengetahuan ataupun informasi secara individua tau dalam dunia kerja sekalipun. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, sangat penting bagi seorang guru untuk memberikan pengenalan gaya belajar siswa. Bagi seseorang guru amat sangat penting untuk mengetahui gaya belajar setiap siswa, karena dengan itu guru dapat menerapkan teknik dan strategi yang tepat baik itu dalam pembelajaran maupun dalam proses pengembangan diri peserta didik. Tidak hanya guru, siswa juga harus mengetahui gaya belajar mereka, karena dengan itu mereka bisa mengetahi kemapuan dan mengetahui kebutuhannya. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Dengan pengenalan gaya belajar baik dari siswa maupun guru akan memberikan pelayanan dan kebutuhan yang tepat sehingga menciptakan pembelajaran yang optimal. Gaya belajar siswa merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami oleh masingmasing guru, karena dengan itu guru dapat merancang kegiatan pembelajaran dengan beragam model, strategi dan metode yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan siswa itu sendiri. Cara siswa menyerap informasi di kelas maupun di luar kelas akan mempengaruhi hasil belajar mereka dalam konteks apapun (Pangesti Wiedarti, 2. Perlu adanya beragam kegiatan untuk menciptalan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Penting bagi seorang guru untuk mengetahui gaya belajar siswa, karena akan mempermudah guru dalam menyediakan lingkungan yang mendukung dan siswa juga mudah untuk menyerap informasi secara maksimal. Gaya belajar siswa sangat beragam, mulai dari gaya belajar visual . , auditori . dan kinestetik . Masingmasing gaya belajar tersebut memiiliki ciri-ciri yang bisa mengkategorikan tipe gaya belajar dari siswa. Seperti yang dikemukakan (Febi Dwi Widayanti, 2. Gaya belajar terbagi menjadi 3 yaitu: Visual Gaya belajar visual adalah gaya belajar yang terfokus pada penglihatan. Dengan kata lain siswa harus diperlihatkan bukti-bkti nyata terlebih dahulu agar mereka lebih paham. Gaya belajar visual memiliki ciri-ciri berikut : A Lebih mengingat dengan gambar A Cenderung lebih suka membaca daripada dibacakan A Berbicara dengan tempo yang cukup cepat A Cenderung melihat sikap dan gerakan guru yang sedang mengajar A Biasanya lebih suka menggambar Auditori Gaya belajar auditori adalah gaya belajar yang dimana siswa dalam menyerap informasi atau ilmu pengetahuan cenderung mengandalkan pendengaran sebagai alat utamanya. Gaya belajar auditori memiliki ciri-ciri berikut: A Suka mengingat dari apa yang didengar A Mudah terdistraksi oleh keramaian A Senang membaca dengan keras dan mendengarkan A Lebih mudah belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan A Suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu Kinestetik Gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang dimana siswa lebih mudah menyerap informasi dengan begerak ata menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu sehingga siswa lebih mudah memahaminya. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik, yaitu: A Senang belajar dengan metode praktek A Menyukai aktifitas yang melibatkan gerakan tubuh, seperti permainan dan aktifitas fisik A Menghafal dengan berjalan atau melihat A Sulit untuk berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak. Gaya belajar siswa yang beragam ini seringkali membuat guru kesulitan dalam memberikan pembelajaran kepada masing-masing siswa yang bersangkutan, oleh karena itu disini guru dituntut untuk bisa menciptakan pembelajaran yang nyaman dan kondusif sehingga siswa yang memiliki gaya belajar yang beragam bisa mengerti dengan materi yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan. Selain itu perlu adanyam penguasaan karakteristik belajar siswa sehingga guru bisa mendidik, mengajar, membimbing, serta mengarahkan siswa, agar Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational terciptanya kegiatan belajar dan mengajar secara lebih optimal. Pemahaman karakteristik siswa akan memudahkan para guru dalam menyusun atau mendesain materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan gaya belajar siswa (Dina Hafizha, dkk, 2. Dengan adanya pemahaman gaya belajar siswa atau karakteristik siswa maka guru bisa mendapatkan hasil belajar yang baik dari siswa sehingga tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Rumusan masalah dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui gaya belajar siswa kelas VI SD N Belancan. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Variabel dari penelitian ini adalah AuGaya belajar siswa kelas V SD N Belancanm dalam pembelajaran bahasa inggrisAy. Penelitian ini bersifat deskriptif di mana tingkat gaya belajar siswa . isual, auditori dan kinesteti. ini diuji dengan tes, wawancara dan observasi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat penemuan, dimana data yang diperoleh cenderung bersifat deskriptif dan menggunakan analisis sebagai riset (Ismail Suardi Wekke, dkk, 2. Penelitian yang bersifat deskriptif apat diartikan sebagai prosedur pengumpulan data atau pemecahan masalah mengenai suatu objek yang diteliti sehingga dapat diolah untuk memperoleh gambaran mengenai suatu masalah yang ada. Untuk lebih jelasnya menurut (Rusandi & Muhammad Rusli, 2. Penelitian deskriptif merupakan suatu cara untuk menyelidiki berbagai kejadian, fenomene kehidupan, individua atau kelompok untuk menceritakan kehidupan mereka. Kemudian informasi ini akan diceritakan kembali oleh peneliti berdasarkan kronologi deskriptif. Penelitian ini, menggunakan teknik analisis data dengan observasi, angket dan wawancara terhadap siswa yang bersangkutan. Penlitian ini dilakukan di SD N Belancan dan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan seluruh siswa yang dipilih menjadi anggota sampel yaitu berjumlah 26 orang siswa. Teknik pengumpulan data pertama yaitu menggunakan teknik observasi langsung, dimana pengumpulan informasi dan data yang relevan dengan cara mengamati objek yang menjadi pusat penelitian dan biasanya teknik ini mengupayakan penelitian lebih natural. Kemudian ada teknik pengumpulan data dengan angket, tenik ini merupakan teknik pengumpulan data atau informasi dari responden dengan cara lisan maupun tertulis. Dalam penelitiian ini angket dilakukan dengan cara memberikan angket berupa 5 buah pertanyaa kepada siswa yang menjadi sampel penelitian. Kemudian hasil dari angket tersebut dijabarkan ke dalam bentuk tabel. Penelitian yang terakhir yaitu dengan teknik wawancara. Teknik wawancara berarti memberikan pertanyaan langsung kepada narasumber terkait dengan suatu permasalahan yang akan diteliti, disini peneliti langsung melakukan wawancara terhadap siswa yang menjadi fokus penelitian. Teknik pengumpulan data dengan angket dan wawancara digunakan untuk memeperoleh data yang akurat. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dan menganalisis gaya belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris siswa kelas VI SD N Belancan. Untuk memperoleh data peneliti melakukan observasi, tes dan wawancara. Observasi, anget dan wawancar ini dilakukan untuk melihat kondisi pembelajaran siswa kelas VI SD N Belancan dalam mengikuti pembelajara bahasa inggris. Dari penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil berikut: Observasi Kegiatan observasi ini dilakukan guna mengamati gaya belajar siswa dalam mengikuti pembalajaran bahasa inggris. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa siswa kelas VI SD N Belancan memiliki gaya belajar yang beragam, mulai dari visual, auditori dan kinestetik. Tetapi kebanyakan dari mereka memiliki gaya belajar visual dan auditori Dikatakan seperti itu, karena pada saat jam pembelajaran, terlebih lagi ketika Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational pemaparan materi, kebanyakan dari mereka cenderung lebih fokus mendengarkan atau menyimak materi dan mereka juga lebih suka mencatat dan membaca materi berulang-ulang agar lebih mengingatnya. Tidak jarang mereka juga menyukai pembelajaran yang melibatkan aktifitas fisik seperti permainan atau game. Beberapa dari mereka juga aktif untuk angkat tangan guna menjawab pertanyaan yang diberikan. Teknik observasi ini menunjukan gaya belajar yang sering dilakukan di kelas menunjukan kombinasi gaya belajar visual, auditori, dan kinestik, dan khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris siswa lebih senang melihat, menyimak dan mendengarkan. Angket Teknik angket merupakan suatu teknik pengumpulan data untuk memperoleh suatu informasi dari responden dengan cara lisan maupun tertulis. Berikut merupakan tabel hasil dari angket yang telah diberikan: Tabel 1. Hasil angket siswa kelas VI Gaya Belajar Jumlah siswa Visual Aditori Kinestetik Dari tabel diatas menunjukan bahwa siswa dengan gaya belajar visual berjumlah 10 orang, kemudian siswa dengan gaya belajar auditori berjumlah 12 orang dan siswa dengan gaya belajar kinestetik berjumlah 4 orang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil pengumpulan data melalui teknik angket yaitu, siswa kelas VI SDN Belancan kebanyakan menggunakan gaya belajar visual dan aditori, hal ini bisa dilihat dari tabel di atas bahwa hasil dari angket menunjukan jumlah gaya belajar visual dan auditori yang lebih dominan. Ini dikarenakan kebanyakan dari mereka lebih suka mencatat dan menyimak pembelajara guna bisa memahami materi dengan baik. Wawancara Teknik pengumpulan data dengan wawancara merupakan teknik yang dilakukan peneliti guna mendapatkan informasi dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, bertujuan untuk memperoleh data yang lebih terperinci. Siswa yang dijadikan sampel dalam teknik wawancara yaitu berjumlah 12 orang dari kelas VI SD N Belancan, hasil dari wawancara bisa dilihat dalam tabel dibawah ini: Initial IKWDP IWW NWRY NWRA NNDS NKIF NPPS IMM IKPA IGSTW NNSW NNS Tabel 2. Hasil wawancara siswa kelas VI Gaya Belajar yang dimiliki Kinestetik Auditori Kinestetik Visual Auditori Auditori Visual Visual Visual Visual Visual Auditori Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Dari tabel hasil wawancara di atas bisa diketahui bahwa 6 orang siswa memiliki gaya belajar visual, 4 orang siswa memiliki gaya belajar auditori dan 2 orang siswa lainnya memiliki gaya belajar kinestetik. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil dari wawancara ke 12 siswa kelas VI SD N Belancan yaitu mereka cenderung memiliki gaya belajar visual dan auditori. Dimana dalam memahami atau menyerap materi pembelajaran mereka lebih suka membaca , mencatat dan mendengarkan penjelasan guru. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya belajar yang cenderung digunakan siswa kelas VI SD N Belancan dalam mengikuti kelas Bahasa Inggris yaitu, 10 orang dengan gaya belajar visual, 12 orang dengan gaya belajar auditori dan 4 lainnya dengan gaya belajar kinestetik, ini terbukti bahwa gaya belajar yang lebih dominan di miliki oleh siswa kelas VI SD N Belancan yaitu visual dan auditori. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan hasil wawancara dan observasi yang juga merupakan bagian dari teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Kecenderungan gaya belajar siswa antara lain mendengarkan penjelasan guru, melihat dan mengerjakan soal dengan berdiskusi atau berkelompok dengan teman sekelas, beberapa siswa juga aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan guru yang merupakan keaktifan dalam pembelajaraan. Akan tetapi dari semua teknik pengumpulan data yang dilakukan, menunjukan bahwa siswa kelas VI SD N Belancan lebih cenderung memiliki gaya belajar visual dan auditori, ini dikarenakan sebagian besar dari mereka lebih suka menyimak penjelasan guru dan mencatatnya untuk lebih paham dengan apa yang telah disampaikan. DAFTAR PUSTAKA