PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DALAM MENULIS TEKS PUISI DI KELAS Vi SMP *Uut Andriani1. Eddy Pahar Harahap2. Hilman Yusra3. Maizar Karim4. Oky Akbar5 Universitas Jambi12345 Corresponding Author Email: uutandriani001@gmail. Abstak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Puisi di Kelas Vi SMP Negeri 12 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan cenderung menggunakan analisis karena penelitian ini beretujuan untuk menggambarkan suatu proses dan hasil yang didapat selama Hasil penelitian Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Puisi di Kelas Vi SMP Negeri 12 Kota Jambi berdasarkan langkah-langkah. Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) sudah terlaksana dengan baik, namun pada tahap monitoring kurang berjalan dengan baik karena keterbatasan waktu pembelajaran yang sedikit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Puisi di Kelas Vi SMP Negeri 12 Kota Jambi telah terlaksana sesuai langkah-langkah model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Modul Ajar yang dirancang guru sebelum proses pembelajaran. Kata Kunci: Penerapan. Model PjBL. Menulis Puisi Abstract This study aims to describe the application of the Project Based Learning (PjBL) Learning Model in Writing Poetry Texts in Class Vi of SMP Negeri 12 Jambi City. This research uses a qualitative approach with descriptive methods and tends to use analysis because this research aims to describe a process and the results obtained during the research. The results of the research on the Application of the Project Based Learning (PjBL) Learning Model in Writing Poetry Texts in Class Vi of SMP Negeri 12 Jambi City are based on the steps. The Project Based Learning (PjBL) learning model has been implemented well, but at the monitoring stage it is not going well due to limited learning time. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the Project Based Learning (PjBL) Learning Model in Writing Poetry Texts in Grade Vi SMP Negeri 12 Jambi City has been carried out according to the steps of the Project Based Learning (PjBL) learning model and Teaching Modules designed by the teacher before the learning process. Keywords: Application. PjBL Model. Writing Poetry PENDAHULUAN Seiring berjalannya waktu kurikulum terus berubah mengikuti kebutuhan Pendidikan. Setelah berhasil dengan kurikulum 2013, kini Pendidikan mulai menggunakan kurikulum yang terbaru yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka adalah metode pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Para peseerta didik dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai passion yang dimilikinya. Nantinya, guru memiliki kekuasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Kurikulum ini untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Proyek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran (Nugraha. , 2. Dalam kurikulum merdeka pada fase D yang berada di tingkat SMP capaian pembelajaran Bahasa Indonesia secara umum ialah peserta didik mampu memahami, mengolah dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Dari capaian pembelajaran tersebut terdapat empat elemen yaitu menyimak, membaca/memirsa, berbicara dan menulis. Keempat elemen tersebut merupakan keterampilam dalam berbahasa. Salah satu dari empat elemen tersebut ialah Menulis adalah kegiatan yang hampir setiap saat dilakukan oleh semua orang terutama peserta Seperti yang terdapat dalam tujuan elemen menulis yaitu peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untukberbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat banyak sekali jenis teks, salah satunya ialah teks puisi. Berdasarkan materi teks puisi dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia kurikulum merdeka dijelaskan bahwa tujuan pembelajran (TP) dalam menciptakan puisi adalah peserta didik mampu menciptakan puisi sendiri dan memasukan majas ke dalam puisinya. Puisi merupakan salah satu karya sastra yang gaya bahasanya memiliki banyak rima dan bait. Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengkonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya (Waluyo, 2002:. Dalam membuat teks puisi, guru membutuhkan metode pembelajaran yang cocok untuk peserta didik. Karena dalam kurikulum merdeka menuntut pesrta didik untuk lebih kreatif dan mandiri maka dalam pembelajaran puisi ini guru memerlukan pendekatan melalui model . Di mana model pembelajaran yang paling cocok dalam pembuatan puisi adalah model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). PjBL atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan (Grant, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Bahasa Indonesia Desni. Pd model pembelajaran PjBL sudah diterapkan di SMP Negeri 12 Kota Jambi, sehingga dari hasil wawancara tersebut peneliti dapat melakukan penelitian untuk melihat bagaimana penerapan Model PjBL dalam menulis teks puisi di kelas Vi SMPN 12 Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Puisi di kelas Vi SMP Negeri 12 Kota Jambi. Peneliti tertarik memilih model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Puisi karena peneliti ingin mengetahui bagaimana penerapan guru dalam mengunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang diperoleh langsung dari sumber pertamanya. Sumber utama dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas Vi SMP dan siswa kelas Vi SMP. Data sekunder adalah data untuk melengkapi dan memperkuat data primer yang merupakan data yang diperoleh langsung oleh peneliti, seperti dukomentasi yang terkait dengan model Project Based Learning (PjBL). Subjek dalam penelitian ini adalah Model Project Based Learning (PjBL) dalam menulis teks puisi pada siswa kelas Vi SMP Negeri 12 Kota Jambi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan suatu proses dan hasil yang didapatkan selama penelitian berlangsung. Selain itu penelitian kualitatif juga dapat dipahami sebagai metode penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa bahasa tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat diamati. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Amil. , dkk . Penelitian Amil. ialah mengenai Model Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Prosedur untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran guru sudah mengorientasi peserta didik dalam memecahkan dan menemukan sendiri informasi, serta meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis. METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan suatu proses dan hasil yang didapatkan selama penelitian berlangsung. Selain itu penelitian kualitatif juga dapat dipahami sebagai metode penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa bahasa tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat diamati. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang diperoleh langsung dari sumber pertamanya. Sumber utama dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas Vi SMP dan siswa kelas Vi SMP. Data sekunder adalah data untuk melengkapi dan memperkuat data primer yang merupakan data yang diperoleh langsung oleh peneliti, seperti dukomentasi yang terkait dengan model Project Based Learning (PjBL). Subjek dalam penelitian ini adalah Model Project Based Learning (PjBL) dalam menulis teks puisi pada siswa kelas Vi SMP Negeri 12 Kota Jambi. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif, maka pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan tiga pendekatan yaitu: Observasi. Wawancara, dan Dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Pada Kegiatan Pendahuluan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, aktivitas pembelajaran di kelas Vi 1 dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menulis puisi, hal tersebut dapat dilihat dari Modul Ajar yang telah dibuat oleh Sebelum memulai pembelajaran guru D menyiapkan bahan ajar yang sudah direncanakan seperti pada Modul Ajar, bahan ajar tersebut ialah buku pegangan guru dan buku siswa Bahasa Indonesia kelas Vi SMP Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan dibantu juga LKS serta daftar hadir peserta didik. Dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan fasilitas seadanya saja, seperti papan tulis dan spidol. Pada proses pembelajaran dimulai dengan membaca doa dan pemberian salam oleh peserta didik, kemudian guru D melanjutkan dengan mengisi daftar hadir peserta didik seperti biasa. Selanjutnya guru menanyakan materi apa hari ini dan juga mengulas kembali sedikit materi kemarin yang tentu berhubungan dengan kegiatan hari ini. Aktivitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Pada Kegiatan Inti Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Questio. Pada tahap penentuan pertanyaan mendasar pada peserta didik dibuka dengan menanyakan pertanyaan yang bersangkutan dengan materi hari ini dan sedikit mengulas kembali materi kemarin. Sebelum melakukan pertanyaan mendasar guru D membagi peserta didik menjadi 10 kelompok berdasarkan pilihan peserta didik sendiri. Setelah selesai membagi kelompok guru D mengatur duduk peserta didik berdasarkan kelompok yang sudah dipilih dan diurutkan dari kelompok 1 sampai 10. Selanjutnya guru D menanyakan pertanyaan mendasar kepada peserta didik. AuBaik anak-anak hari ini kita masih dalam materi puisi, apakah Ananda sudah pernah membuat puisi?Ay beberapa peserta didik pun menjawab Ausudah buAy. Selanjutnya guru D menghubungkan materi hari ini dengan materi sebelumnya sehingga peserta didik mampu memahami apa yang harus dilakukan dengan apa yang sudah mereka pelajari Guru D juga menunjukkan beberapa contoh dan cara membuat puisi yang ada pada buku pegangan siswa sehingga peserta didik dapat dengan mudah memahami materi yang guru D sampaikan. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Projec. Tahap kedua yaitu mendesain proyek yang dilakukan oleh guru bersama dengan peserta didik. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik. Dengan demikian peserta didik diharapkan akan merasa AumemilikiAy atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. Berdasar hasil penelitian pada tahap perencanaan proyek mengarahkan peserta didik untuk lebih memahami materi dan tema yang telah ditentukan dan membuat rancangan proyek yang akan dihasilkan. Selanjutnya peserta didik mendiskusikan untuk perencanaan pembuatan proyek, pembagian tugas individual, persiapan alat, bahan, media dan beberapa sumber yang Menyusun Jadwal (Create a Schedul. Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan Pada tahap ini peserta didik akan membuat timeline untuk mebuat proyek dan deadline untuk penyelesaian proyek. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka kegiatan pembuatan proyek peserta didik dilakukan pada tanggal 27 Februari 2023 dan deadline atau batas pengumpulan tugas dijadwalkan pada tanggal 6 Maret 2023 sebanyak 3 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama peserta didik akan membuat puisi secara perkelompok untuk membuka referensi pada puisi yang nanti akan dibuat proyek secara individual yang akan dimulai setelah menyelesaikan puisi kelompok diawal pertemuan pertama. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Projec. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain pengajar berperan menjadi mentor bagi aktivitas peserta didik. Pada proses pembelajaran guru memfasilitasi setiap kelompok yang mengalami kendala dalam keterbabatasan referensi dan pemahaman kelompok terhadap tema yang telah ditetapkan. Selain itu, guru juga memeriksa keaktifan dan perkembangan proyek dengan melihat dan menanyakan bagaimana tugas yang diberikan tersebut kepada setiap kelompok yang sudah dibagikan. Keaktifan monitoring pengajar dalam meninjaui kemajuan proyek sangat berpengaruh pada keaktifan peserta didik dalam pembuatan proyek yang dimana peserta didik akan lebih mudah mendapat referensi dari guru guna menambah bahan untuk membuat proyek yang lebih kreatif. Menguji Hasil (Assess the Outcom. Tahap menguji hasil dilakukan setelah selesai mengerjakan yang sesuai jadwal, yaitu pada pertemuan ketiga. Pada tahap ini peserta didik diharuskan untuk menyajikan produk mereka. Pada saat proses presentasi, guru mengambil nilai dari proyek yang dikerjakan peserta didik. Nilai hasil kerja peserta didik pada pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam menulis teks puisi Nama Jenis kelamin Nilai Abdillah Yuri Laki-Laki Alfridus Eduardo Nico P Laki-Laki Alvarechi Carera Laki-Laki Aura Damar Dwi Julia Perempuan Chathwan Hanif Rosyidi Laki-Laki Chelsea Aulia Pratiwi Perempuan Dendra Syaputra Laki-Laki Desty Dwi Aryani Perempuan Desty Maryani Perempuan Fabian Bintang Nugraha Laki-Laki Fadhil Hadi Laki-Laki Farel Cahya Delfisa Laki-Laki Filio Amzar Hamizan Laki-Laki Galaxy Bima Sakti Arafat Laki-Laki Hoirun Nagsabillah Laki-Laki Ibnu Fimas Laki-Laki Kenny Delvita Candra Perempuan Kirana Mozza Mecca Perempuan Sauqi Laki-Laki Al Fahridzy Laki-Laki Fahry Laki-Laki Opy Anjani Perempuan Putri Anggraini Perempuan Rachel Angellica Sianturi Perempuan Rasta Marley Perempuan Salsabilah Quaneisha Ramadiniy Perempuan Shireen Syira Pratiwi Perempuan Shofil Ardhana Saputra Laki-Laki Suci Ramadani Perempuan Syakira Yasmin Athirah Perempuan Zahara Adelia Ramadhan Perempuan Zhihandra Tito Laki-Laki Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience Pada tahap evaluasi pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dikerjakan. Proses refleksi dilakukan secara individual untuk membacakan puisi yang telah dibuat berdasarkan tema proyek. Pada tahap ini peserta didik yang lain dapat menyimak dan mengevaluasi diri terhadap hasil dari peserta didik yang lain. Setelah selesai presentasi maka peserta didik diminta untuk mengungkapkan bagaimana perasaan dan pengalaman yang dirasakan selama proses penyelesain proyek. Selanjutnya pengajar dan peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari tersebut. Aktivitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Pada Kegiatan Penutup Sebelum pengajar menyampaikan beberapa nama peserta didik yang mendapat nilai tertinggi atau hasil yang paling baik. Selanjutnya pengajar menyampaikan Kembali kesimpulan pada materi hari ini, setelah itu pengajar metutup pembelajaran dengan ucapan terima kasih dan salam. Pembahasan Pada penelitian yang telah dilakukan terdapat hasil yang menunjukan bahwa penelitian model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum merdeka di kelas Vi 1 SMP Negeri 12 Kota Jambi untuk menyelesaikan proyek pada materi menulis puisi. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah model pemebelajaran yang sudah ditentukan oleh pengajar sebelum melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam perencanaan pembelajaran pengajar membuat Modul Ajar untuk mencapai Tujuan Pembelajaran yaitu peserta didik mampu menciptakan puisi sendiri dan memasukkan majas ke dalam Modul Ajar yang disusun tersebut berisikan tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran, media pembelajaran, metode pembelajaran, sumber ajaran, langkah-langkah pembelajaran, rubrik penilaian dan lampiran LKPD yang akan diberikan pada peserta didik. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, kegiatan pembelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) di kelas Vi 1 yang sesuai dengan langkah-langkah model pembelajran Project Based Learning (PjBL) menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan . Langkah-langkah tersebut, yaitu . Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Questio. , . Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Projec. , . Menyusun Jadwal (Create a Schedul. , . Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Projec. , . Menguji Hasil (Assess the Outcom. , . Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experienc. Pada proses penelitian, kegiatan pembelajaran dimulai dengan mengajukan pertanyaan mendasar yang dilakukan oleh guru. AuBaik Ananda hari ini kita masih dalam materi puisi, apakah Ananda sudah pernah membuat puisi?Ay pertanyaan esensial ini harus selaras dengan topik atau tema yang akan dibahas, sehingga peserta didik dapat berpikir tentang tujuan atau manfaat dari pembelajaran (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2014:. Bagaimana bentuk pertanyaan esensial yang pendidik berikan sangatlah penting, karena jika pertanyaan esensial dapat diberikan dengan baik, maka siswa akan mendapat pemahaman yang jelas dan siswa menjadi terbiasa mengembangkan kebiasaan berpikir secara aktif dan kritis (McTighe & Wiggins, 2. Pertanyaan esensialpun harus selaras dengan kelanjutan proses pembelajaran yang akan dilakukan. Setelah selesai dengan pertanyaan esensial maka pendidik akan membuat kelompok terlebih dahulu sebelum pembuatan proyek dilakukan. Pada pembuatan kelompok ini peserta didik menentukan sendiri anggota kelompok dengan syarat tidak lebih dari 3 anggota. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir keributan pada proses pembelajaran berlangsung jika kelompok memiliki anggota yang cukup banyak. Kegiatan mendesain perencanaan proyek, pada kegiatan ini peserta didik akan mendiskusikan bagaimana perencanaan yang akan mereka lakukan, pembagian tugas individual, persiapan alat, bahan, media dan beberapa sumber yang dibutuhkan. Dalam kegiatan ini peserta didik mempunyai pengalaman pembelajaran mereka sendiri melalui inkuiri sebagai kerja kolaboratif untuk meneliti dan membuat proyek yang mencerminkan pengetahuan yang peserta didik miliki. Dari pengumpulan informasi baru, keterampulan penguasan teknologi, menjadi komunikator yang baik, dan menjadi pemecah masalah merupakan manfaat yang diperoleh siswa dari pendekatan pembelajaran proyek ini (Bell, 2. Hal itu selaras dengan tujuan (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2014:. dimana peserta didik diharapkan akan merasa AumemilikiAy atas proyek yang mereka kerjakan tersebut. Kegiatan selanjutnya ialah menyusun jadwal dimana pendidik dan peserta didik akan menentukan berapa lama proyek ini akan dikerjakan. Pada proses pembelajaran pendidik dan peserta didik membuat jadwal pembuatan proyek akan dilakukan pada tanggal 27 Februari sampai 6 Maret 2023 yang mana peserta didik harus sudah selesai membuat proyek tersebut. Pada proses pembuatan proyek pesrta didik akan dituntut untuk mengatur sendiri kegiatan belajarnya dengan membagi beban kerja di antara mereka dan mengintegrasikan tugas-tugas yang berbeda yang dikembangkan oleh masing-masing mahasiswa (Sutirman, 2. Dengan begitu, peserta didik akan lebih mudah meyelasaikan proyek sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pada saat pembuatan proyek pendidik akan memonitoring dan melihat sampai mana proses pembuatan yang dilakukan oleh peserta didik. Karena dalam hal ini pendidik hanya berperan sebagai fasilisator maka peserta didik akan menjadi lebih aktif dalam belajar guna menyelesaikan proyek (Wahyu. Pendidik sebagai fasilisator dan monitoring untuk peserta didik sangat berpengaruh pada proses pembuatan proyek, namun pada proses itu sedikit terhambat dengan kurangnya jam pelajaran sehingga peserta didik akan melanjutkan proyek yang mereka kerjakan diluar jam pelajaran. Meski demikian, peserta didik tetap akan mengumpulkan proyek sesuai dengan jadwal. Dalam pengujian hasil proyek maka peserta didik akan mempresentasikan produk yang telah mereka kerjakan. Peserta didik membacakan puisi yang telah mereka buat didepan kelas supaya peserta didik yang lain bisa mendengar dan menelaah puisi yang telah dikerjakan temannya. Peserta didik yang menyimak akan memeberikan tanggapan ataupun masukan kepada peserta didik yang mempresentasikan puisinya di depan kelas sehingga semua peserta didik dapat mengetahui kekurangan pada puisinya. Pada saat proses presentasi, pendidik mengambil nilai dari proyek yang dikerjakan peserta didik (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2014:. Penilaian yang dilakukan oleh pendidik berdasarkan rubrik penilaian yang telah disiapkan dan juga sudah ada pada Modul Ajar yang telah dibuat sebelum proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pendidik memberikan kebebasan pada peserta didik untuk membuat sebuah puisi yang sudah pendidik tentukan temanya. Pada proses pembelajaran berlangsung peserta didik menguasai penuh proyek yang mereka kerjakan karena pendidik telah memberikan kebebasan dan tanggungjawab kepada semua kelompok dalam pengerjaan proyek tersebut. Oleh karena itu, pada proses pelaksanaannya peserta didik dalam kelompok saling ketergantungan dalam menyelesaikan proyek dan antara peserta didik satu dengan peserta didik yang lain akan mencapai suatu tujuan jika dalam kelompok tersebut dapat mencapai tujuan bersama yang diharapkan (Slavin, 1995. Arends, 1998. Heinich et al. , 2002 dalam Santyasa, 2. Karena ketergantungan tersebut membuat peserta didik meningkatkan sikap kerja sama dan saling tolong menolong dalam kelompok yang akan membuat proses penyelesaian proyek jauh lebih mudah. Pada penerapan model Project Based Learning membuat peserta didik menjadi lebih mandiri dan inovatif karena peserta didik diharuskan membuat proyek mandiri dan mencari informasi sendiri yang dimana pendidik hanya berperan sebagai fasilisator dan monitoring saat proses pembelajaran Hal tersebut dapat dilihat Ketika peserta didik membuat puisi, menentukan rima, dan berbagai ketentuan dalam sebuah puisi berdasarkan tema yang sudah ditentukan. Setelah itu mereka juga harus mempresentasikan puisi yang telah mereka buat di depan kelas dan dilakukan secara Dalam proses pembelajaran yang dilakukan telah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Project Based Learning (PjBL) menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan telah sesuai dengan Modul Ajar yang dirancang oleh guru. Proses tersebut dapat dilihat saat guru memulai pembelajaran dengan melakukan pendahuluan dengan menyapa peserta didik dengan sedikit menanyakan materi sebelumnya dan materi hari ini, menyiapkan semua kebutuhan yang akan diperlukan pada saat proses pembelajaran, dilanjutkan dengan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memonitor peserta didik dan kemajuan proyek, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman. Setelah itu proses pembelajaran ditutup dengan kesimpulan dari pendidik mengenai pembelajaran yang telah dilakukan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian penerapan Project Based Laerning (PjBL) dalam menulis teks puisi dapat ditarik kesimpulan yaitu, penerapan Project Based Laerning (PjBL) telah terlaksana dengan baik sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Project Based Laerning (PjBL), mulai dari pertanyaan mendasar yang dilakukan pendidik untuk memulai proses pembelajaran, dilanjutkan dengan mendesain perencanaan proyek dimana pendidik berkolaborasi dengan peserta didik, kemudian menyusun jadwal dimana pendidik dan peserta didik menentukan timeline dan deadline proyek, selanjutkan pendidik memonitor peserta didik dengan melihat sejauh mana proyek yang sudah mereka kerjakan dan pendidik juga membantu peserta didik dengan menfasilitasi peserta didik imformasi yang lebih luas guna membantu pembuatan proyek, setelah selesai dengan produk yang peserta didik buat sesuai deadline maka pendidik akan menguji hasil pada peserta didik dengan mepresentasikan karya sastra puisi yang telah dibuat, terkahir adalah refleksi yang dilakukan peserta didik dengan mepresentasikan puisi dan ditanggapi oleh peserta didik yang lain kemudiab pendidik akan memberi nilai pada puisi yang telah peserta didik buat serta pendidik akan menutup dengan kesimpulan materi yang telah dipelajari. DAFTAR RUJUKAN Bell. Project-Based Leraning for The 21st Century: Skills for The Future. The Clearing House, 83, 39-43. Grant. Getting A Grip of Project Based Learning: Theory. Cases and Recomandation. North Carolina: Meredian A Middle School Computer Technologies. Journal. Vol. Hal: 1-3, . Gunarto. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: Unissula Press. Kemendikbud. Model Pembelajaran Project Based Learning. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Lestari. Tutik. Peningkatan Hasil Belajar Kompetensi Dasar Menyajikan Contoh-Contoh Ilustrasi dengan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Metode Pembelajaran Demonstrasi Bagi Siswa Kelas XI Multimedia SMK Muhammadiyah Wonosari. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. McTighe. , & Wiggins. Essential questions opening doors to student understanding Alexandria. VA: ASCD. Miles. Huberman. , dan Saldana. Qualitatif Data Analysis (Terjemaha. Jakarta: UI Press. Nugraha. Mengenal Tujuan Kurikulum Merdeka. Pahami Bedanya dengan Kurikulum Sebelumnya. Online/daring (Dalam Jaringa. Di akses pada 08 Desember 2022. Ruslan & Nazriani. AoPelatihan Menulis Puisi Siswa Kelas VI SDN 1 BaubauAo. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri Vol. 2 No. Saddhono. , & Slamet. Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia Teori dan Implikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Santyasa. W . Pembelajaran Inovatif: Model Kolaboratif. Basis Proyek, dan Orientasi NOS. Makalah. Semarapura: Universitas Pendidikan Ganesha. Suroto. Apresiasi Sastra Indonesia: Teori dan Bimbingan . ntuk SMU). Jakarta: Erlangga. Sutirman. Media & Model Ae model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Graha Ilmu. Tarigan. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Thomas. A Review of Research on Project Based Learning. California: The Autodesk Foundation. Wahyu. Rahma. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dengan Model Project Based Learning (PJBL) Pada Mata Pelajaran Matematika di SMP As-Salam Batu. Skripsi Universitas Muhammadiyah Malang. Waluyo. Herman J. Apresiasi Puisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.