68 Pemahaman Hadis Melalui A. PEMAHAMAN HADIS MENGENAI ANJURAN MEMBUNUH CICAK Muhammad Syaiful1 Ilmu Hadis. Sekolah Tinggi Agama Islam Khozinatul Ulum Blora Jl. Mr. Iskandar No. 42 Mlangsen. Kec. Blora. Kabupaten Blora Email: syaiful070787@gmail. Abstract Rasulullah SAW is a prophet and apostle who should be used as a role model by humans for their behavior. Rasulullah SAW has a very commendable personality, one of which is because he has a compassionate nature to all Allah's creatures including animals. However, there is a hadith that contains a recommendation to kill an animal, namely a The lizard is said to be a fuwaisiq animal and it is recommended to kill it and even get a reward if you kill it with one, two, up to three strokes. As in the history of Muslim. Abu Dawud and Ahmad. This study aims to reveal the meaning contained in the hadith recommending killing The hadith recommending killing lizards is one of the hadiths that needs to be understood both in text and context. This hadith is widely used by Muslims as evidence to practice it in order to get a reward, but they do not understand the hadith in terms of text, context, and its relevance to today's era. This research is a literature study, this research understands the hadith about the recommendation to kill lizards textually, contextually, and its relevance to today's era so that it can be understood properly and correctly. After conducting research on the hadith recommended to kill lizards, the researchers came to some conclusions, that the hadith spoken by the Prophet about lizards was not the lizards we currently encounter in homes. However, the lizard or wazagh referred to in the editorial of the hadith is a type of large The background of the narration of the hadith is because wazagh here caused a lot of harm to human life at the time of the Prophet. one of which is that it can cause leprosy at that time. If it is correlated today, the large gecko-type lizard contains parasites that can cause various diseases. This proves that when the Prophet . recommends doing something not arbitrarily, it means that there is a specific purpose or purpose that can keep mankind from harm. Keywords: al-Wazagh (Lizar. Understanding Hadith. Suggestions for Killing Lizards IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful Abstrak Rasulullah Saw merupakan seorang nabi dan rasul yang patut dijadikan suri teladan oleh manusia atas perilakunya. Rasulullah Saw mempunyai pribadi yang sangat terpuji, salah satunya dikarenakan beliau memiliki sifat penyayang kepada semua makhluk Allah Swt termasuk kepada binatang. Akan tetapi ada sebuah hadis yang berisi anjuran untuk membunuh binatang yaitu cicak. Cicak dikatakan sebagai hewan fuwaisiq dan dianjurkan untuk membunuhnya bahkan mendapatkan pahala jika membunuhnya dengan satu, dua, hingga tiga kali Sebagaimana dalam riwayat Muslim. Abu Dawud dan Ahmad. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna yang terkandung pada hadis anjuran membunuh cicak. Hadis anjuran membunuh cicak merupakan salah satu hadis yang perlu dipahami secara teks maupun konteks. Hadis tersebut banyak dijadikan oleh para kaum muslim sebagai hujjah untuk mengamalkannya agar mendapatkan pahala, akan tetapi mereka belum memahami hadis tersebut secara teks, konteks, dan relevansinya terhadap zaman sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, penelitian ini memahami hadis anjuran membunuh cicak secara tekstual, kontekstual, dan relevansinya terhadap zaman sekarang agar dapat dipahami secara baik dan benar. Setelah melakukan penelitian terhadap hadis anjuran membunuh cicak, peneliti mendapatkan beberapa hasil kesimpulan, bahwa hadis yang disabdakan oleh Nabi Saw mengenai cicak bukanlah cicak yang sekarang ini kita temui di rumah-rumah. Akan tetapi cicak atau wazagh yang dimaksud dalam redaksi hadis tersebut merupakan jenis tokek besar. Adapun latar belakang diriwayatkannya hadis tersebut karena wazagh disini menyebabkan banyak madharat bagi kehidupan manusia pada zaman Nabi Saw. salah satunya yaitu dapat menyebabkan penyakit kusta pada zaman itu. Jika dikorelasikan pada zaman sekarang cicak berjenis tokek besar tersebut mengandung parasit yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Hal ini membuktikan bahwa ketika Nabi Saw menganjurkan untuk melakukan sesuatu tidak sewenang-wenang, artinya terdapat tujuan atau maksud tertentu yang dapat menjauhkan umat manusia dari bahaya. Kata Kunci: al-Wazagh (Cica. Pemahaman Hadis. Anjuran Membunuh Cicak E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. Pendahuluan Rasulullah Saw merupakan seorang nabi dan rasul yang patut dijadikan suri teladan oleh manusia atas perilakunya. Rasulullah Saw mempunyai pribadi yang sangat terpuji, salah satunya adalah memiliki sifat penyayang kepada semua makhluk Allah Swt, yaitu kepada manusia dan makhluk lainnya, salah satunya Manusia adalah makhluk terbaik yang Allah Swt. ciptakan yang diangkat menjadi khalifah dimuka bumi ini untuk menjaga kemakmurannya. Sebagai khalifah dimuka bumi ini manusia diperintahkan untuk berbuat kebajikan dan dilarang untuk berbuat kerusakan. Rasulullah Saw. memerintahkan kepada manusia agar dapat berlaku baik terhadap makhluk ciptaanNya. Rasulullah Saw. juga memperlakukan binatang dengan baik, memeliharanya dengan baik, bahkan Rasulullah Saw. pun mempunyai sifat kasih sayang terhadap binatang. Rasulullah Saw melarang orang untuk membunuh hewan dengan sembarangan. Bentuk patuh kaum muslimin terhadap agama diwujudkan dengan perilakunya yang menyayangi binatang, karena hal tersebut merupakan salah satu perintah dari panutan kita yaitu Rasulullah Saw. Akan tetapi ada sebuah hadis yang berisi anjuran untuk membunuh binatang yaitu cicak. Cicak dikatakan sebagai hewan fuwaisiq dan dianjurkan untuk membunuhnya bahkan mendapatkan pahala jika membunuhnya dengan satu, dua, hingga tiga kali pukulan. Sebagaimana dalam riwayat Muslim. Abu Dawud dan Ahmad. Imam Abu Dawud meriwayatkan dalam kitabnya mengenai pahala membunuh cicak, dengan redaksi sebagai berikut: aCaEa a eaO EaaEEA:aNeO sEa eIaaeO aNa eIa eaa NaaOeaCaEA a AaOaIaa aII ae IaaEAA AaEe a IauaeeO Eae IaE aaOa eI A s a a aIaIa aCaaEa aaOa:aEaOaEEa aaEaOa aNa a aOaEaIA a aEaeaEaIaaOaEaNaEa e AA e aA a aOIa eIa aCaaEaNAUa aOEa aeaEaNaEaOaEaIa a a aEaa a eaO aIaaEaIaaOa aAUaEaeaEaEaEaNaaEaOEaIa e a a aOua eIaaCaaEaNAUaEa a eaOIaa eEaeaOEAUAaOEaIa Artinya: AuTelah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah Al Bazzaz berkata,telah menceritakan kepada kami IsmaAoil bin Zakariyya dari Suhail dari ayahnya dari Abi Hurairah berkata, bahwa Nabi Saw. bersabda: Siapa yang Usiono. Potret Rasulullah sebagai Pendidik. UIN Sumatera Utara: Jurnal ANSIRU/ Vol. No. 1 (Juni 2. , hlm. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful membunuh wazagh pada pukulan pertama, maka dia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini. Siapa yang membunuhnya pada pukulan kedua, maka dia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini, kurang dari pahala yang pertama. Dan jika ia membunuhnya pada pukulan ketiga, maka ia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini, kurang dari yang kedua. Ay2 Hadis yang semakna dengan hadis di atas juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi: s eaIa eOaa EaaOA aIa a eaO aEAUa eIa eaa aNaOeaUa eIaeOa aNAUasa eIaa aNaeOa aEae aIa eaEaUa eIaa a eAaOaIAUaIaaOEaaeOaA:aCaEAUa a a aEaeaEaIaaOa e a aua eIaaCaaEaNAUaIa eIaaCaaEaOaEaea eEaeaOEaaEaIaaEaNaEaOEaIaA:aAEEaEaOaEEaEaeOaNaa aOaEaIaaCaEA aEaeaEaEa aEaIaaEaNaaEaOEaIaA e a aua eIaaCaaEaNAUaAEaIaaEaNaaEaOEaIaA Artinya: AuAbu Kurayb telah menceritakan kepada kami, dia berkata: WakiAo telah menceritakan kepada kami, . erita itu berasa. dari sufyan dari Suhail ibn Abi Salih dari ayahnya dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw. Siapa yang membunuh wazagh pada pukulan pertama, maka dia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini. Siapa yang membunuhnya pada pukulan kedua, maka dia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini, kurang dari pahala yang pertama. Dan jika ia membunuhnya pada pukulan ketiga, maka ia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini, kurang dari yang kedua. Ay3 Selain teks hadis, mitos tentang cicak juga menjadi hal yang tabu di kalangan masyarakat Indonesia khususnya Jawa. Mereka percaya bahwa jika seseorang yang kejatuhan cicak maka dikategorikan orang yang akan mengalami musibah, kesialan, ataupun rezeki yang tidak lancar. Bahkan kesialannya pun berbeda-beda tergantung di bagian tubuh mana yang kejatuhan cicak, padahal secara ilmiah cicak adalah hewan yang memiliki kemampuan menempel dan berjalan di dinding. Dengan begitu banyak orang mengira bahwa cicak tidak akan jatuh jika sedang berjalan di atap atau di dinding. Sulaiman bin Al-AsyAoats As-Sijistani. Sunan Abu Dawud. Bab Membunuh Cicak. No. Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah at-Tirmidzi. Sunan at-Tirmidzi. Bab Membunuh Cicak. No. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. Hadis mengenai anjuran membunuh cicak ini perlu dipahami secara mendalam baik tekstual maupun kontekstual, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memaknainya. Adapun yang menjadi objek kajian peneliti di sini adalah: apakah wazagh . yang dimaksud dalam teks hadis tersebut sama dengan cicak-cicak yang sering kita jumpai sekarang. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyebutkan bahwa Rasulullah Saw memerintahkan untuk membunuh cicak dan bersabda: Ausesungguhnya ia meniup . terhadap IbrahimAy. Hal ini mengindikasikan bahwa cicak adalah hewan yang berbahaya dan Akan tetapi bila dikontekstualisasikan dengan zaman sekarang ketika kita menemui cicak yang tidak seperti disebutkan demikian . engganggu atau membahayaka. apakah hadis tersebut relevan untuk dijadikan sebuah Selain dua riwayat hadis di atas, terdapat narasi yang sama dalam Kitab Sunan Abu Daud hadis no. Kitab Sunan Ibnu Majah hadis no. Imam Ahmad ibn Hanbal juz 2 hal. Kandungan makna dari keempat hadis tersebut juga diperkuat oleh hadis di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari yang diriwayatkan oleh Ummu Syarik yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw. untuk membunuh wazagh. Adapun redaksinya sebagai berikut: aa a a a s AaIaIaa aOA aAEa eIaaEIaa aEaOA e Aa aeOae aIaeO a eIaeOae aIaEe IO a e A Aa eAO Iae IaO eO Ia eIaeaEIeOae aI A A I A aAEEaEaeOa aNaa aOaEaIaIaaNaCaea aEaa eEaeaOa aA Artinya : Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah dari SaAoid bin Al-Musayyab dari Ummu Syarik dari Nabi shallallahu Aoalaihi wasallam, bahwa Nabi Saw. memerintahkan untuk membunuh (HR. Ahma. Apabila diperhatikan redaksi matan dari kelima hadis tersebut mengenai persoalan pahala membunuh wazagh, terdapat perbedaan lafadz satu dengan Mukhlis. Skripsi: AuPemahaman Tekstual Dan Kontekstual Tentang Hadis-Hadis Anjuran Membunuh CicakAy,(Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2. , hlm. Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal As-Syaibani. Musnad Ahmad. Bab Hadis Ummu Syarik Radliyallahu Aoanha, no. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful perbedaan yang ditemukan yaitu hanya pada lafadz Aufi awwali dharbatinAy . iwayat Muslim. Abu Daud, dan Ibn Maja. dan Aubi dharbatin alulaAy . iwayat Tirmidzi dan Ahmad Ibn Hanba. , akan tetapi perbedaan dari kedua lafadz tersebut tidak merubah makna hadis. Maka, periwayatan hadis ini dapat digolongkan periwayatan dengan metode bil maAona. Berdasarkan riwayat kelima hadis diatas disebutkan bahwa adanya pahala yang didapatkan jika membunuh wazagh, dan setiap kali pukulan berbeda tingkatan pahalanya. Maksudnya, apabila pada pukulan pertama wazagh tersebut terbunuh, maka pahalanya lebih banyak dari pada pukulan kedua atau ketiga. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Tirmidzi. Abu Daud. Ibn Majah. Imam NasaAoi dan Imam Ahmad bin Hanbal menyebutkan adanya pahala jika membunuh wazagh, berbeda dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang mengatakan bahwa adanya perintah untuk membunuh wazagh. Sehingga hadis Shahih Al-Bukhari lebih tegas lagi menyatakan bahwa wazagh harus dibunuh. Ibn Hajar mengatakan, bahwa telah disebutkan melalui Aisyah bahwa dirumahnya terdapat anak panah yang siap digunakan untuk membunuh wazagh . Ketika hal tersebut ditanyakan maka Aisyah menyebutkan bahwa Rasulullah Saw. mengabarkan ketika Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api, tidak ada binatang melata di muka bumi yang berusaha memadamkan api selain cicak. Ia justru meniup api tersebut hingga besar. Dari pernyataan tersebut hal ini merupakan asbabul wurud munculnya hadis ini, karena peristiwa tersebut yang menyebabkan hadis ini disampaikan dan secara jelas Rasulullah Saw. memerintahkan untuk membunuh wazagh. Dalam memahami sebuah hadis hal yang perlu diperhatikan adalah sebab apa yang melatarbelakangi keluarnya hadis tersebut. Untuk dapat memahami hadis dengan benar, tentunya harus mengetahui kondisi pada masa diturunkannya hadis tersebut dan untuk apa tujuannya mengucapkan hadis tersebut. Agar Arif Budiman. Studi Hadis Tentang Keutamaan Membunuh Tokek, (Padang: Jurnal Studi alQurAoan dan Hadis/ Vol. No. 2, . , hlm 2-4 E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. terhindar dari berbagai perkiraan yang menyimpang sangat perlu mengetahui asbabul wurud dalam hadis. Rasulullah Saw. merupakan seseorang yang memiliki sifat penyayang, beliau menghimbau kepada umatnya agar tidak sembarangan membunuh hewan. Namun jika hewan tersebut memang berbahaya bagi kehidupan manusia maka beliau memperbolehkannya, adapun hewan-hewan yang dianjurkan untuk dibunuh menurut beliau yaitu kalajengking, ular, gagak, tikus, elang, anjing, sekalipun anjing adalah binatang yang haram, namun Rasulullah Saw. bersabda Auberbuatlah baik sekalipun terhadap anjingAy. Allah Swt. menyiapkan pahala yang sangat besar, selama keikhlasan menyertai tentu balasan kebaikan itu jauh lebih dahsyat lagi. Meskipun anjing merupakan hewan yang haram dimakan dagingnya namun berbuat baik terhadap hewan tersebut sangat dianjurkan, seperti yang telah tercantum dalam kutipan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim kaitannya dengan memulyakan hewan bahkan anjing sekalipun yang mayoritas umat syafiAoiyah menganggapnya sebagai hewan yang bernajis mugholadzoh atau najis terberat, karena menyayangi setiap makhluk hidup termasuk hewan merupakan anjuran Rasulullah Saw. Seperti hadis berikut sa a aOaIaaCaEaOa aNaIaa ea sOaaIaaOEa eEa saIaEaEaIA aa aIa eIa eA e s aIaaCaaeOae aIaeOa eIaaIaEaEae aIaIA e e e e e e aOaeaIaaEaeOaNaA a aANaaOeaIa a eaO EaaEEaEaOaEEaEaeOa aNaa aOaEaIaaCaEaeOaIaIA Aa aEa aOaea eOaOae aCaa eaEaeOaNaaEaeaae A a AEA a eaCaEaa aE a EaaEaCa eaEaNaEaeEaEeaIaIaaEaeaA a eaAOaIaIaaEaeaA aIaae EaaEa aaOA a aOae Ea EA a auaEaEeaOaEeaNa A aNaaIa a eIaaEaNaeOa aNa aaCaaOaCaOaEaeEaEeaEaEEaaEaNaEaNaaCaEaeaOaaOA AEaIaEaIa aIaIaaEaaEaeaaeaIaEa A a a aNa aaNaEaeaNaIaaEa eaCaEa ea Ea aEaEaa saeasa eaA e a a a eaOEaaEEaa aOuaIaaEaIA Artinya : AuTelah menceritakan kepada kami Qutaibah bin SaAoid dari Malik bin Anas dari apa yang telah dibacakan kepadanya dari Sumayya budak Abu Bakr dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: AuPada suatu ketika ada seorang laki-laki sedang berjalan melalui Yusuf Qardhawi. Bagaimana Memahami Hadis Nabi Saw. Penj. Muhammad Al-Baqir. Bandung: Karisma, hlm 132, 1992 IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful sebuah jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia menemukan sebuah sumur, maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar dari sumur, dia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena Orang itu berkata dalam hatinya. Alangkah hausnya anjing itu, seperti yang baru ku alami. Lalu dia turun kembali ke sumur, kemudian dia menciduk air dengan sepatunya, dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada anjing itu. Maka Allah Swt. berterima kasih kepada orang itu . iterimaNya amalny. dan diampuni-Nya dosanya. Para sahabat bertanya. AuYa Rasulallah Saw. ! Dapat pahalakah kami bila menyayangi hewan-hewan ini? Jawab Rasulullah Saw. AuMenyayangi setiap makhluk hidup adalah berpahalaAy. Di dalam hadis lain juga diceritakan bahwa ada seorang perempuan tuna susila yang memberi minum seekor anjing, atas perbuatannya tersebut akhirnya dia masuk surga. Hal ini telah jelas bahwa menyayangi atau menghormati binatang merupakan ajuran yang sangat ditekankan oleh Rasulullah Saw, berikut adalah hadisnya: s AaN sIaI A a A Ia O eE a aIaO a Ia OaEa sEeaIA aNOeaa eIaEIaEOaEEaEeO aNA aIIa eIaa e A e e e eAA e AA eAA a s s a AaE eEA a eae saC ea eEaEaIN aaI eIaEeA AaEaN aeOCaNaA aEaA e a A e AaIaaOaA aO eOIaaOeO A e AOEIaaIA Artinya:AyTelah menceritakan kepada kamu Abu Bakr bin Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al Ahmar dari Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu Aoalaihi wasallam bahwa di suatu hari yang sangat panas seorang wanita pelacur melihat seekor anjing, anjing tersebut mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan, maka kemudian wanita tersebut mencopot sepatunya dan memberi minum anjing Allah Swt. pun kemudian mengampuni dosa-dosa pelacur ituAy. Dari kutipan kedua hadis diatas dapat disimpulkan bahwa hadis tersebut sangat menganjurkan untuk memuliakan hewan sekalipun itu anjing. Namun hadis tersebut bertentangan dengan hadis mengenai anjuran membunuh cicak. Imam Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim. Shahih Muslim. Bab Keutamaan Memberi Minum Hewan yang Diharamkan. No. Imam Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim. Shahih Muslim. Bab Keutamaan Memberi Minum Hewan yang Diharamkan. No. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. Terdapat kontradiksi antara keduanya yaitu memuliakan hewan dengan anjuran Jika demikian pasti ada sesuatu yang melatar belakanginya, karena jika tidak maka hal itu akan mengakibatkan menurunnya ekosistem di muka bumi ini. Oleh karena perlu adanya solusi yang tepat untuk menyelesaikan hadis-hadis tersebut dengan melakukan pendekatan yang sesuai dengan kandungan matan hadis tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti akan melakukan penelitian lebih lanjut lagi mengenai hadis anjuran membunuh cicak, karena peneliti merasa sangat penting mengkaji tema ini agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami hadis tersebut. Apakah wazagh yang disebutkan dalam hadis nabi sama jenisnya dengan cicak-cicak yang kita temui saat ini? Dan bagaimana pemahaman hadis mengenai anjuran membunuh cicak? Untuk mengetahui pemaknaan hadis tersebut, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul AuPemahaman Hadis Mengenai Anjuran Membunuh CicakAy. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful Metode Penelitian Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian sebagai berikut: Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. yaitu suatu kegiatan penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dalam perpustakaan antara lain karya-karya yang sesuai dengan penelitian. Seperti buku-buku yang sesuai dengan tema tersebut, jurnal, artikel, dan lain Sumber Data Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Kutubut TisAoah atau kitab induk hadis meliputi: Shahih Bukhori. Shahih Muslim. Sunan anNasaAoi atau As-Sunan As-Sughra. Sunan Abu Dawud. Sunan at-Tirmidzi, dan Sunan ibnu Majah. Peneliti menggunakan data sekunder berupa buku-buku yang berkaitan dengan tema yang penulis teliti, jurnal, artikel, tesis dan lain ) Metode Pengumpulan Data Peneliti menggunakan metode Deskriptis analisis. Metode deskriptif analisis adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari atau mengumpulkan data, menyusunnya dengan sistematis dan akurat dalam fakta-fakta mengenai penelitian yang sedang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hadis tematik (Maudhu. ) Metode Analisis Data Teknik analisa penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Menurut Lexy J. Moleong analisa deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena ilmiah maupun fenomena manusia. 10 Dengan metode ini diharapkan nantinya akan Lexy. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. diperoleh pemahaman yang tepat, sistematis dan terarah terhadap datadata yang telah diteliti. Metode deskriptif-analisis dirasa lebih tepat digunakan dalam penelitian ini karena tidak terbatas pada pengumpulan dan penyusunan data saja, namun juga usaha klasifikasi data, analisa data dan interpretasi tentang arti data yang diperoleh sehingga dapat menghasilkan gambaran yang utuh dan menyeluruh. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful Hasil Penelitian dan Pembahasan Pengertian al-Wazagh . Secara bahasa, dalam kamus besar bahasa Arab kata A EOAatau AOA memiliki makna kata binatang cicak. 11 Pakar ahli bahasa Arab menuturkan bahwa binatang dengan kata A EOAadalah AucicakAy adapun A I adalah hewan AutokekAy keduanya merupakan kelompok hewan sejenis. Tokek merupakan jenis cicak besar, mereka para pakar bahasa bersepakat bahwa cicak termasuk dari reptil yang mengganggu. Jamak dari kata A EOAadalah A OAdan AOIA. Secara terminologi cicak adalah anggota Familia Gekkonidae, merupakan kelompok hewan melata yang lebih dikenal sebagai cicak dan Anggota familia Gekkonidae memilki dua pasang tungkai, typanun, dan tulang dada. Hewan ini dapat dijumpai di berbagai habitat yang berbeda dari daerah hutan hingga ke perumahan. Salah satu fakta menarik dari kehidupan hewan ini adalah mereka akan melepaskan ekor mereka jika terancam predator dan dapat menubuhkan ekornya kembali dalam satu bulan. Dan fakta lain yang dapat kita lihat seara nyata adalah cicak dapat mengurangi populasi serangga karena ia memangsa lalat, nyamuk, dan serangga lainnya. Jenis-Jenis Cicak Para ilmuan sains telah membagi jenis-jenis cicak dan cirinya dalam beberapa pembagian yang termasuk pada suku Gekkonidae, diantaranya: Cyrtodactilus marmoratus (Gray, 1. Jenis ini merupakan individu dewasa dengan memiliki ciri: panjang 8 cm, kepala besar, pipih, adapun lubang telinganya berbentuk oval. Pada bagian kepala sisiknya berbentuk granular . utiran-butiran keci. , tenggorokan dengan sisik granular yang sangat kecil. Dagu dengan dua hingga tiga pasang sisik. Bagian dorsal . tertutup dengan sisik granular kecil, bercampur dnegan sedang, bulat, bertunas lemah. Jenis Mahmud Yunus. Kamus Bahasa Arab Indonesia, (Ciputat: PT Mahmud Yunus wa Dzuriyyah, 2. , hlm. An-Nawawi. Syarah Shahih Muslim, (Jakarta: Darus Sunnah Pres. Jilid 10, hlm. https://w. id/news/2016/08/17/10-fakta-menarik-mengenai-cicak. html, diakses pada 19 Januari 2022 pukul 16. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. Cyrtodactylus Marmoratus ini memiliki ekor panjang yang meruncing kebagian ujung. Ekor dengan corak coklat tua sedangkan pada ekor baru akan hilang dan kadang digantikan oleh garis hitam, adapun warna tubuhnya coklat muda dibagian dorsal, dengan bintik coklat gelap sepanjang tubuh, kadang-kadang membentuk coklat silang. Pada jari kakinya tidak memiliki lamela . apisan tipi. namun berupa jari langsing yang berbentuk seperti busur panah dengan cakar disetiap ujung jari. Gambar jenis Cyrtodactylus Marmoratus. Gehyra Mutilata (Wiegman, 1. Jenis cicak ini ditemukan dan diklasifikasikan oleh seorang pakar sains yaitu Wiegman pada tahun 1834, adapun ciri-cirin pada jantan dewasa gebya mutilata memiliki ciri dengan panjang 4,2 cm. kepalanya lebih panjang dari pada leher tubuhnya, lubang telinga sedang atau lebar, bagian punggung dan tenggorokan tertutup oleh sisik bulatan kecil, lebih lebar dan pipih di bagian punggung. Sisik pada perut luas dan tumpang tindih. Pada punggungngnya berwarna keabu-abuan, coklat muda hingga coklat tua atau bervariasi dengan coklat lebih tua. Adapun pada ibu jarinya meruduksi tanpa Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy. Masyarakat Zoologi Indonesia, hlm. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAyAA. , hlm. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful Gambar gehyra mutilata. Cosymbotus Platyurus (Cicak Tembo. AEO EA Panjang jenis cicak ini berkisar antara 4-6,3 cm. Kepalanya dengan moncong lebih panjang dari jarak mata ke lubang telinganya. Lubang telinganya kecil berbentuk oval . Jenis cicak ini memiliki tubuh yang pipih dengan sisik kecil pada bagian punggung dan melebar di bagian Cosymbotus Platyurus memiliki pelebaran kulit dari aksila hingga pangkal tungkai belakang. Pada bagian perutnya memiliki sisik yang tumpang tindih. Ekornya pipih dengan sisi yang tajam tertutup oleh sisik kecil seragam. Warna tubuh jenis cicak ini pada umumnya coklat abu-abu dengan corak marmer yang bervariasi dari terang hingga gelap di bagian dorsal . Jenis ini juga memiliki corak hitam memanjang dari mata hingga ke pangkal tungkai depan. 18 Adapun kehidupan jenis cicak ini pada umumnya dijumpai di hutan primer maupun sekunder, makanannya berupa serangga. Hewan ini aktif pada malam hari . dan umumnya hidup dia atas pohon . Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Anton Ario. Mengenal Lengkap Satwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, (Jakarta: Conservation International Indonesia, 2. , hlm. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. Gambar Cosymbotus Platyurus. Hemidactylus Frenatus (Dumeril & Bibron 1. Cicak ini memiliki panjang antara 4,2-5,7 cm. kepalanya lebih panjang dari pada jarak mata hingga lubang telinganya. Lubang telinganya berbentuk kecil dan membulat. Pada bagian kepala hewan ini tertutup oleh sisik granuler . ulatan keci. yang melebar di bagian moncong. Pada ekor Frenatus berbentuk silindris memanjang dengan ujungnya yang runcing. Bagian jari dari jenis cicak ini memipih dengan pelebaran bagian ujung yang terdiri atas beberapa lamela . apisan tipi. Adapun warna tubuh dari jenis ini yang pertama, bagian punggung berwarna coklat kemerahan . , kadang dengan beberapa corak gelap. Pada bagian kepala terdapat corak coklat gelap memanjang. Bagian ventral lebih pucat dengan titik coklat di bagian sisiknya. Jenis cicak ini pada umumnya dapat dijumpai di bangunan-bangunan Hewan ini aktiv pada malam hari . dan sering terlihat berada dekat lampu sambil menunggu mangsa berupa serangga yang mendekati lampu. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Anton Ario. Mengenal Lengkap Satwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, (Jakarta: Conservation International Indonesia, 2. , hlm. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful Gambar Hemidactylus Frenatus. Gekko Gecko (Linnaeus, 1. Gecko Gecko merupakan nama latin dari jenis ini yang memiliki panjang 11,3- 16,2 cm. memiliki lebar sebanding dengan dua kali jarak moncong hingga ke mata dan mata ke lubang telinga. Moncong triangular, tumpul, lebih panjang dari pada diameter mata. Lubang telinganya berbentuk kecil, oblique, diameter vertical setengah dari diameter mata. Kepala tertutup sisik polygonal. Pada bagian sisik labial atas berjumlah 1215 dan labial bawah 10-13. Bagian mental terdapat sisik yang lebih kecil dari pada sisik labial, seragam dan berjumlah 4 hingga 5 pasang. Bagian dorsal dengan sisik kasar yang pipih dan biasanya terdapat 12 sisik granuler besar di sepanjang bagian dorsal. Sisik ventral pipih melebar dan tumpang Jantan dengan 13 praeanal pores dalam susunan pendek. Bagian ekornya berbentuk silindris, meruncing dnegan pola cincin tertutup sisik granuler halus. Tiap cincin terdapat 5-6 baris sisik di bagian dorsal dan 3 di Sedangkan bagian dorsal terdapat sisik yang lebih kasar sebanyak 6 buah secara longitudinal. Tungkai dengan lamella yang menyatu . anpa pemisa. di tiap jarinya. Jenis ini memiliki warna dasar abu-abu dengan corak terang dari oranye sampai merah. Ekor dengan pola cincin. Ekor baru dengan warna abu-abu polos tanpa corak cincin. Bagian ventral lebih terang, biasanya abu-abu muda. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy. Masyarakat Zoologi Indonesia, volume 11. No. Desember 2012, hlm. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. Gambar Gekko Gecko. Ptychozoon Kuhli (Stejneger, 1. AEO ECOIA Jenis cicak ini disebut dengan tokek purba atau nama latinnya Ptychozoon Kuhli, memiliki kepala pipih berbentuk bulat telur dnegan moncong lebih panjang daripada jarak antara mata dengan lubang telinga, lubang telinga lebar dan membulat. Memiliki panjang antara 8-9 cm, adapun bagian sisik berukuran ukup besar membentuk kulit yang melebar terdapat diantara lubang telinga hingga bagian leher. Sisik kepala kecil, rostral sangat besar, kuadranguler. Terdapat dua pasang sisik supranasal dengan bagian yang dekat dengan rostal berukuran lebih besar. Sisik labial atas 10-15 buah dan labial bawah 10-12 buah. Tubuhnya sangat pipih sengan sisik granuler kecil dan beberapa tuberkel yang melebar. Jantan dengan 20-22 praenal pores tersusun melengkung. Ekor panjang dan pipih dengan lembaran kulit. Tungkai kuat dengan pelebaran selaput jari. Warna tubuh abu-abu hingga coklat kemerahan dengan corak hitam di bagian dorsal. Warna coklat gelap terdapat di sepankang mata hingga corak hitam pertama . agian belakang tungkai depa. Bagian ventral lebih terang dengan warna kekuningan. Seperti jenis lainnya, cicak purba ini juga aktiv pada malam hari . , penyebaran jenis cicak ini di Indonesia belum terlalu banyak hanya terdpaat di pulau Sumatera. Jawa. Mentawai, dan Kalimantan. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Anton Ario. Mengenal Lengkap Satwa. , hlm. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful Jenis cicak ini adalah cicak yang dijelaskan pada hadis Nabi Saw atau pada masa Nabi Saw, jenis ini dinamakan tokek purba, dan klasifikasinya sedikit ditemukan di Indonesia. Gambar Ptychozoon Kuhli. Hemiphyllodactylus (Bleeker, 1. Ciri-ciri jenis cicak ini memiliki jari dengan bagian ujung terpisah menjadi dua buah lamella yang menyatu, dipisahkan oleh alur median. Bagian ibu jari mereduksi. Tubuh langsing memanjang dengan sisik kecil. Pupil vertikal. Adapun kepalanya lebih panjang dari pada tubuhnya, berbentuk buat telur. Moncong dengan panjang sama dengan jarak mata hingga lubang telinga. lubang telinga sangat kecil, oval, oblique. Tungkai langsing dan panjang. Warna tubuh bagian dorsal coklat dengan corak marmer, terdapat corak hitam dari moncong hingga ungkai depan. Bagian ekor berwarna coklat muda dengan bintik putih memanjang. Bagian ventral tubuh lebih terang dengan bintik-bintik coklat memanjang. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. Gambar Hemiphyllodactylus. Dari penjelasan diatas mengenai jenis-jenis cicak maka dapat disimpulkan bahwa tidak semua jenis cicak itu dianjurkan untuk dibunuh menurut hadis yang disabdakan Nabi Saw, namun ada kriteria dan jenisnya Adapun wazagh atau cicak yang dimaksudkan Nabi Saw sejauh pengetahuan peneliti adalah cicak jenis Ptychozoon Kuhli. Jenis cicak ini disebut dengan tokek purba. Gambar Ptychozoon Kuhli. Analisis Hasil Penelitian Dalam penelitian yang membahas mengenai anjuran membunuh cicak ini terdapat banyak hadis yang berkaitan dengan anjuran untuk membunuh serta tingkatan pahala kebaikan yang diperoleh ketika membunuhnya. Salah satu hadis perintah untuk membunuh cicak adalah sebagai berikut: aa a a a s AaIaIa aOA aAEa eIaaEIaa aEaOA e Aa aeOae aIaeO a eIaeOae aIaEe IaO a e A Aa eAO Iae IaO eO Ia eIaeaEIeOae aI A A I A aAEEaEaeOa aNaa aOaEaIaIaaNaCaea aEaa eEaeaOa aA Artinya : Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah dari SaAoid bin Al-Musayyab dari Ummu Syarik dari Nabi shallallahu Aoalaihi wasallam, bahwa Nabi Saw. memerintahkan untuk membunuh (HR. Ahma. Ketika memahami hadis diatas yang dimaksud dengan wazagh adalah termasuk jenis cicak atau tokek, karena dalam riwayat lain hewan yang Mohammad Irhan, dkk. AuFauna IndonesiaAy,AA. , hlm. Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal As-Syaibani. Musnad Ahmad. Bab Hadis Ummu Syarik Radliyallahu Aoanha, no. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful diperintahkan untuk dibunuh adalah cicak, dan dalam riwayat lainnya menyebutkan tokek dengan menggunakan redaksi yang sama yaitu AyAAyEOA Dalam kamus Besar Bahasa Arab kata wazagh dalam bentuk mashdarnya adalah al-wazagh yang berarti tokek atau sammun abrasu. 32 Tokek dalam kamus Arab-Indonesia diartikan juga dengan Sammun Abrasu yaitu jenis tokek dewasa. Akan tetapi wazagh juga diartikan dengan hewan cicak. 34 Dalam kitab al-MuAojam al-Wasith menjelaskan bahwa Sammun Abrash dengan wazagh adalah satu jenis. Dari beberapa redaksi kamus-kamus bahasa Arab dapat disimpulkan bahwa tokek . ammun abras. merupakan bagian dari jenis cicak. Dengan perbedaan bahwa tokek merupakan jenis cicak besar sedangkan wazagh merupakan jenis cicak Imam al-Nawawi dalam Syarah Muslim-nya menjelaskan bahwa kata wazagh yang dimaksud dalam hadis diatas merupakan sejenis sammul abrash, yakni cicak yang dapat mendatangkan penyakit. Atau sebagai hewan alhasyaratul muAodzi . ewan yang dapat menyakit. aACEaNE a EEaEOaOIaIaAIaEAaNOaENa OACOaEOaEIaEOaIIaEaIEaOA a AOINaOaOOIaOIaEIOaEOaEEaEONaOEIaCENaOaEONaOaAONaEEOINaIIaIEaOA Artinya: AuPara ahli bahasa mengatakan bahwa cicak dan tokek belang adalah satu jenis, sedangkan tokek belang merupakan jenis cicak yang besar. Para ahli bahasa sepakat bahwa cicak merupakan binatang yang menyakiti. Bentuk jamaknya adalah auzagh dan wazaghan. Nabi Saw memerintahkan dan menganjurkan untuk membununya karena ia merupakan salah satu hean yang bisa membuat sakitAy. Achmad Warson Munawwir. Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia, (Surabaya: Pustaka Progressi. , hlm. Ibnu Hajar al-Asqalani. Fathul Bari Syarh Sahih al-Bukhari, (Jakarta: Pustaka Azza. , hlm. Mahmud Yunus. Kamus Bahasa Arab-Indonesia, (Jakarta: PT. Hidakarya Agun. , hlm. Al-Nawawi. Syarah Sahih Muslim, (Jakarta: Darus Sunnah Pres. Jilid 10, hlm. Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf al-Nawawi. Al-Minhaj Syarhu Sahih Muslim, (Beirut: DarihyaAoit Turat. Juz 14, hlm. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. Berdasarkan pendapat Imam al-Nawawi cicak yang dianjurkan dibunuh merupakan jenis cicak yang dapat menyakiti atau membawa penyakit, bukan cicak yang hidup di rumah-rumah seperti yang kita jumpai saat ini. Adapun selain perintah dan anjuran membunuh cicak, dalam redaksi hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjelaskan bahwa Nabi Saw menyebut cicak dengan hewan fuaisiq, hal ini dikarenakan adanya kesamaan dengan lima hewan perusak yang diperbolehkan dibunuh diluar tanah haram. 37 Selain menyebut cicak dengan hewan fuaisiq . i penjahat keci. Nabi Saw juga menjelaskan pahala kebaikan bagi seseorang yang membunuh cicak dengan satu, dua, bahkan tiga kali pukulan. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud: aCEa eO EaEEA:AaNeO sEa eIaaeO aNa eIaa eaa NOeaCEA a aII ae IaEAA AO I A AaEe a IauaeeO Eae IaE aaOa eI A s a a AaIIaC EaOA:AAEOaEEaEO aNaOEIA aE e aaEIaO a ENaEA e AA e AaOI eIaC ENAUaOEaa eaA ENaEaOaEaIA aEa eO aIaEIaO aAUaE e aaEEa a ENaEaOEaIA e AaEa eO aIAUAOEaIA e a AaOu eIaC ENAUAaE eOEA Artinya :AyTelah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah Al Bazzaz berkata,telah menceritakan kepada kami IsmaAoil bin Zakariyya dari Suhail dari ayahnya dari Abi Hurairah berkata, bahwa Nabi Saw. bersabda: Siapa yang membunuh wazagh pada pukulan pertama, maka dia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini. Siapa yang membunuhnya pada pukulan kedua, maka dia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini, kurang dari pahala yang pertama. Dan jika ia membunuhnya pada pukulan ketiga, maka ia mendapat kebaikan seperti ini dan seperti ini, kurang dari yang kedua. Hadis diatas menjelaskan bahwa pada setiap pukulan dalam membunuh cicak maka berbeda-beda pahala kebaikan yang di dapatkan. Dalam redaksi hadis diatas pahala kebaikan tersebut hanya disebutkan dengan lafadz A( E O EASekian dan sekia. , akan tetapi tidak dijelaskan dengan seberapa, kadar atau bilangan Hal ini dikarenakan bahwa jika hanya melakukan satu pukulan maka dikhawatirkan pada pukulan tersebut belum tentu cicak tersebut akan mati dan Al-Nawawi. Syarah Sahih Muslim, hlm. Sulaiman bin Al-AsyAoats As-Sijistani. Sunan Abu Dawud. Bab Membunuh Cicak. No. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful dikhawatirkan kemudian kabur, sehingga pada pukulan pertama diberi kebaikan yang lebih tinggi dari pukulan kedua. Dalam meriwayatkan suatu hadis Nabi Saw memiliki alasan dan tujuan Seperti halnya perintah Nabi Saw untuk membunuh wazagh atau cicak. Karena jika semua cicak di dunia ini dibunuh maka populitas nyamuk semakin menjadi dan ekosistem cicak akan berkurang, sehingga dikhawatirkan banyak terdapat penyakit demam berdarah karena disebabkan oleh nyamuk. Dan adapun cicak atau wazagh yang disebutkan Nabi Saw bukanlah sembarang cicak yang kita temui saat ini, cicak tersebut merupakan cicak jenis purba yang memiliki tubuh besar seperti halnya tokek. Cicak jenis ini dalam bahasa latin disebut dengan Ptychozoon Kuhli atau cicak purba. Cicak tersebut memiliki kotoran yang dapat membahayakan manusia. Jika kotoran cicak tersebut terkonsumsi oleh manusia maka akan menimbulkan banyak penyakit, salah satunya adalah diare. Dalam kotoran cicak mengandung mikroorganisme yang dikeluarkan lewat proses pencernaannya. Dalam pengidentifikasiannya kotoran cicak mengandung bakteri Escherichia Coli. Escherichia Coli merupakan suatu organisme bakteri yang membangun segala patogenitasnya pada saluran pencernaan. Bakteri ini merupakan bakteri anaerob dan bisa hidup normal pada suhu 27AC. Selain itu cicak pada zaman Nabi Saw saat itu dianggap dapat menimbulkan penyakit kusta. Sebagaimana yang disebutkan oleh Badrudin alAini dalam Umdatul Qari: a a AOOAeOaEEaIaEOEaEA Artinya: Au Cicak tersebut terdapat zat yang dapat menimbulkan penyakit kustaAy. Mengenai binatang cicak para ahli sains khususnya para ahli biologi menjelaskan, bahwa binatang cicak atau yang berjenis tokek dapat menimbulkan penyakit berbahaya, karena tokek mengandung parasit yang dapat menunjukkan Tulus Ariyadi. Isolasi dan Uji Bioassay Bakteri Kotoran Cicak yang Berpotensi Sebagai Pengendali Larva Aedes sp. Seminar Hasil Hasil Penelitian, (LPPM UNIMUS,2. , hlm. Ghulam Izza Zakki. Pengetahuan dan Prilaku Preventif Terhadap Bakteri E-Coli Pada Masyarakat Kecamatan Gondomanan di Kota Yogyakarta, (Semarang: Skripsi UNS,2. , hlm. Badrudin al-Aini. Umdatul Qari: Syarah Sahih Bukhari, (Beirut: Dar Ihya Turat. Juz 17. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Pemahaman Hadis Melalui A. beberapa gejala seperti muntah, tinja, kehilangan nafsu makan, infeksi saluran pernafasan, kembung, dan bahkan penyakit menular. Hal ini berdasarkan makanan yang dikonsumsi oleh hewan tersebut seperti lalat, jangkrik dan serangga lainnya. KESIMPULAN Setelah dilakukan penelitian terhadap pemahaman hadis mengenai anjuran membunuh cicak, peneliti dapat menyimpulkan bahwa hadis yang disabdakan oleh Nabi Saw mengenai cicak bukanlah cicak yang sekarang ini kita temui di rumah-rumah. Akan tetapi cicak atau wazagh yang dimaksud dalam redaksi hadis tersebut merupakan jenis tokek besar. Adapun latar belakang diriwayatkannya hadis tersebut karena wazagh disini menyebabkan banyak madharat bagi kehidupan manusia pada zaman Nabi Saw. salah satunya yaitu dapat menyebabkan penyakit kusta pada zaman itu. Jika dikorelasikan pada zaman sekarang cicak berjenis tokek besar tersebut mengandung parasit yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Hal ini membuktikan bahwa ketika Nabi Saw menganjurkan untuk melakukan sesuatu tidak sewenang-wenang, artinya terdapat tujuan atau maksud tertentu yang dapat menjauhkan umat manusia dari Ahmad Kamal al-din Abdul Jawad. Mukjizat Ilmiah dalam Hadis. Fakultas Sains Al-Azhar, diakses pada 6 November 2011. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Muhammad Syaiful DAFTAR PUSTAKA