Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SANTRI DI PESANTREN DARUL IHSAN SAMARINDA Iqbal Alfiandy*. Kautsar Eka Wardhana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Indonesia Jl. KH. Abul Hasan No. 03 Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia *Korespondensi Penulis : Iqbalalfiandy. 97@gmail. ABSTRACT This research explores the implementation of servant leadership values in developing student character in the Islamic boarding school environment. Islamic boarding schools as Islamic educational institutions have a strategic role in shaping students' character through formal and nonformal learning which is influenced by the leadership style of Islamic boarding school caregivers. This research used a qualitative approach with participatory observation methods and in-depth The research informants were Islamic boarding school leaders, caregivers, and students at the Darul Ihsan Islamic boarding school in Samarinda. The research results show that servant leadership values, such as empathy, commitment to student development, and example, are applied consistently by Islamic boarding school leaders in developing students' character. These values are transformed through daily interactions, spiritual formation, and religious-based self-development Implementing servant leadership in Islamic boarding schools is not only influences students' moral and spiritual improvement but also increases their sense of social responsibility and discipline. This research concludes that servant leadership plays an important role in the character formation of students in Islamic boarding schools, and recommends this approach as an effective strategy for character education in Islamic educational institutions. Keywords: Servant leadership. Islamic boarding school. Character building ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi nilai-nilai kepemimpinan melayani dalam pengembangan karakter santri di lingkungan pesantren. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam mempunyai peran strategis dalam membentuk karakter santri melalui pembelajaran formal dan nonformal yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan pengasuh pondok Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Informan penelitian adalah pimpinan ponpes, pengasuh dan santri di ponpes Darul Ihsan Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kepemimpinan yang melayani seperti empati, komitmen terhadap pengembangan santri, dan keteladanan diterapkan secara konsisten oleh pimpinan pesantren dalam mengembangkan karakter santri. Nilai-nilai tersebut ditransformasikan melalui interaksi sehari-hari, pembinaan spiritual, dan program pengembangan diri berbasis agama. Penerapan kepemimpinan yang melayani di pesantren tidak hanya berdampak pada peningkatan moral dan spiritual santri, namun juga meningkatkan rasa tanggung jawab sosial dan kedisiplinan santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan pelayan berperan penting dalam proses pembentukan karakter santri di pesantren, dan merekomendasikan pendekatan ini sebagai strategi efektif dalam pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: Kepemimpinan Melayani. Pondok Pesantren. Pendidikan karakter transform Vol. No. Oktober 2024: 1-9 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PENDAHULUAN Kepemimpinan yang melayani . ervant leadershi. dalam pendidikan Islam adalah pendekatan kepemimpinan yang berfokus pada pelayanan dan pengabdian kepada peserta didik, guru, dan masyarakat pendidikan secara luas. Dalam konteks Islam, kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau otoritas, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan niat tulus dan tanggung jawab. Pemimpin dalam pendidikan Islam diharapkan mampu menjadi pelayan yang intelektual, dan spiritual para peserta didik, sebagaimana diteladani oleh Rasulullah SAW (Fansori et al. , 2. Kepemimpinan yang melayani dalam pendidikan Islam menekankan pentingnya pemimpin pendidikan yang bersikap rendah hati, penuh empati, dan mendahulukan kepentingan peserta didik dan (Nugraha et al. , 2. Pemimpin yang melayani adalah sosok yang tidak hanya memberikan instruksi dan keputusan, tetapi juga membantu mengembangkan potensi individu dalam komunitas Penelitian terbaru menyoroti bagaimana kepemimpinan yang melayani Islam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa dan guru, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, serta mendorong pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. (Amin, 2. Kepemimpinan yang melayani merupakan konsep kepemimpinan yang menekankan pada pelayanan terhadap kebutuhan orang (Yuliani et al. , 2. Pemimpin yang melayani berfokus pada pengembangan individu, kesejahteraan sosial, dan peningkatan kualitas hidup orang lain. Dalam konteks pesantren, nilainilai kepemimpinan yang melayani, seperti empati, keteladanan, komitmen terhadap pengembangan santri, dan kerendahan hati, menjadi bagian integral dari bagaimana pemimpin mengarahkan dan membina para santri. Pengasuh pesantren yang menerapkan nilai-nilai ini tidak hanya bertindak sebagai pemimpin yang mengatur kegiatan, tetapi juga sebagai teladan moral yang dapat memengaruhi perkembangan spiritual dan sosial (Hamidah, 2. Meskipun konsep kepemimpinan yang melayani sudah diakui secara luas dalam dunia pendidikan, penerapannya di pesantren masih memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Pesantren memiliki struktur hierarki yang khas, dengan kiai dan pengasuh sebagai figur otoritas, nilai-nilai kepemimpinan yang melayani mungkin memiliki tantangan tersendiri. (Oktafiani et , 2. Selain itu, pengembangan karakter santri di pesantren tidak hanya melalui interaksi formal di kelas, tetapi juga melalui proses pembinaan informal dan kegiatan sehari-hari. Pendidikan Islam memiliki tujuan untuk mencetak insan kamil, atau manusia sempurna yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Oleh karena itu, kepemimpinan yang melayani memainkan peran penting dalam mengintegrasikan tujuan spiritual, moral, dan akademis yang selaras dengan ajaran Islam. (Marjuni, 2. Lebih lanjut, studi-studi terkini kepemimpinan yang melayani dalam pendidikan Islam dapat meningkatkan kinerja guru dan menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan kolaborasi Hal ini tercermin dalam kepemimpinan yang tidak hanya memfasilitasi transfer pengetahuan, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan karakter siswa. (Anita & Wardhana, 2. Dengan demikian, pemimpin yang melayani tidak hanya bertanggung jawab terhadap pencapaian akademik, tetapi juga terhadap pembentukan nilai-nilai moral transform Vol. No. Oktober 2024: 1-9 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. dan spiritual yang kuat dalam diri peserta (Waruwu, 2. Kepemimpinan yang melayani mampu mempengaruhi iklim organisasi pendidikan Islam secara positif, di mana lingkungan yang kondusif dan inklusif tercipta melalui keterbukaan, dialog, dan kolaborasi antara pemimpin (Ramadhina & Wardhana. Pemimpin yang melayani berfokus pada membantu orang yang dipimpin. Mereka berfokus pada pengembangan individu, kesejahteraan sosial, dan peningkatan kualitas hidup orang lain. Pengasuh pesantren menggunakan nilainilai kepemimpinan yang melayani, seperti empati, keteladanan, komitmen terhadap pengembangan santri, dan kerendahan hati, untuk mengarahkan dan membina (Pratiwi & Idawati, 2. Pengasuh pesantren yang menerapkan nilai-nilai ini juga bertindak sebagai pemimpin yang mengatur kegiatan, tetapi juga sebagai teladan moral yang dapat memengaruhi (Romdoni & Malihah, 2. Melalui penerapan nilai-nilai kepemimpinan yang melayani ini, pendidikan Islam tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan tanggung jawab sosial yang (Dalimunthe, 2. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak (Istiqlaliyani. Selain mengajarkan ilmu agama dan pengetahuan umum, pesantren juga fokus pada pengembangan karakter siswa . melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kehidupan sehari-hari yang diatur secara disiplinPondok pesantren menggunakan pendekatan unik dan komprehensif untuk memberikan pendidikan karakter Islami. Pendekatan pengajaran agama dengan pembentukan (Apiyah & Suharsiwi, 2. Pondok pesantren juga membuat lingkungan yang mendukung disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati. Santri belajar untuk menerapkan ajaran Islam dalam konteks yang lebih luas melalui aktivitas seharihari, aktivitas (Lesmana et al. , 2. Pengasuh atau kiai berfungsi sebagai model bagi santri dengan menawarkan nasihat dan bimbingan yang berkembang menjadi individu yang Tujuan pendidikan karakter Islami di pondok pesantren dengan pendekatan holistik ini adalah untuk menghasilkan orang yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga berakhlak mulia dan siap berkontribusi (Abidin, 2. Pendidikan karakter Islami di pondok pesantren juga mengutamakan kebersamaan dan komunitas. Santri hidup dalam lingkungan yang saling mendukung di mana mereka belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, dan membangun solidaritas (Alam et al. , 2. Oleh karena itu, pendidikan karakter Islami di pondok pesantren tidak hanya mendidik siswa menjadi orang-orang yang bermoral secara spiritual, tetapi juga mendidik mereka untuk menjadi pemimpin moral yang baik dan berperan aktif dalam pembangunan (Wasilah et al. , 2. Pondok Pesantren Darul Ihsan Samarinda adalah lembaga pendidikan yang memadukan kurikulum umum dengan pondok yang artinya pembelajaran di pondok ini lebih banyak dibandingkan dengan pembelajaran sekolah umum. Selain pembelajaran didalam kelas pondok darul ihsan juga menerapkan pembelajaran diluar kelas yang berkaitan dengan kajian kitab-kitab salafi guna menambah pengetahuan santri tentang agama dan Selain itu juga terdapat kegiatan muhadhoroh guna melatih santri untuk dapat berdakwah didepan orang banyak transform Vol. No. Oktober 2024: 1-9 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Penelitian ini bertujuan untuk nilai-nilai kepemimpinan yang melayani untuk membina karakter santri dan sejauh mana nilai-nilai mempengaruhi pembentukan karakter santri, khususnya dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak serta untuk mengetahui tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi dalam peembinaan karakter santri ini. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya kepemimpinan yang melayani dalam pembentukan karakter santri. Penelitian ini bukanlah penelitian pertama sebelumnya ada Minarsih Eka Yuliani. Ahmad Hariyadi, dan Sri Utaminingsih, dari Universitas Muria Kudus melakukan penelitian pada tahun AuPengaruh Kepemimpinan Yang Melayani (Servant Leadershi. Terhadap Kinerja Guru dan Budaya OrganisasiAy. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan yang melayani . ervant leadershi. signifikan terhadap kinerja guru, budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja guru dalam artian budya organisasi tidak memperkuat atau melemahkan kinerja guru disekolah tersebut. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena yang dialami objek penelitian melalui kata-kata dalam konteks yang alami (Umrati & Wijaya, 2. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan studi kasus, yang diharapkan dapat memberikan gambaran mendalam tentang implementasi nilai-nilai kepemimpinan yang melayani Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala Madrasah MTs Darul Ihsan. Pembina asrama dan salah satu santri yang tinggal diasrama. Untuk mengumpulkan data yang relevan, peneliti menggunakan Observasi dilakukan dengan cara berpartisipasi langsung dalam kegiatan subjek. Wawancara menggunakan teknik mendalam untuk mengajukan pertanyaan kepada Kepala Madrasah MTs Darul Ihsan. Pembina asrama dan salah satu santri yang tinggal HASIL DAN PEMBAHASAN Perolehan data pengembangan karakter santri dalam implementasi nilainilai kepemimpinan yang melayani dilakukan melalui wawancara kepada beberapa pihak terkait yang terlibat dalam Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan kepala madrasah. Pembina asrama, dan perwakilan santri peneliti menemukan bahwa pondok pesantren Darul ihsan adalah sebuah lembaga pendidikan yang agama dan pendidikan umum dimana pendidikan umum berdasarkan dengan mata pelajaran dari kementrian agama sedangkan untuk pelajaran agama diambil dari kitab-kitab kuning. Guru untuk pelajaran pondok ini diisi oleh guru-guru yang telah menuntut ilmu di pondokpondok pesantren tradisonal di Kalimantan Selatan dan pulau Jawa. Tujuan pembelajaran yang berbasis agama adalah untuk memperdalam pemahaman santri dalam bidang agama terkait ibadah harian, akhlak dan lain sebagainya sehingga pengetahuan agama yang mendalam karena santri-santri ini akan terjun transform Vol. No. Oktober 2024: 1-9 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. penyambung dakwah. Pembelajaran di pondok ini tidak hanya berdasarkan pembelajaran dikelas saja tetapi ada pembelajaran yang dilakukan diluar kelas tambahan-tambahan keterampilan santri. contohnya seperti drumb band, muhadharah, bimbingan olimpiade dan bimbingan baca kitab kuning dimana semua ekstrakulikuler ini didukung penuh oleh pondok pesantren dengan menghadirkan pelatih-pelatih yang menguasai dibidanganya serta santri di ikutsertakan lomba-lomba yang ada diluar Selanjutnya, kepala madrasah dan Pembina asrama tidak menerapkan kepemimpinan yang hireraki dimana keputusan dan ketentuan mutlak dimilki oleh pimpinan tetapi ada asas keterbukaan dimana santri dilibatkan dalam kegiatankegiatan dan didengarkan saran dan masukkannya terkait pendidikan yang ada di lingkungan pondok seperti dibentuknya pengurus asrama yang diisi oleh santrisantri yang telah duduk dijenjang madrasah Aliyah yang mana sistem ini akan terus berlanjut dengan adanya pergantian kepengurusan ketika santri tersebut telah lulus dari pesantren ini. Diadakannya sistem kepengurusan asrama ini adalah agar santri dapat berlatih bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan santri lain serta melatih santri untuk selalu bersosialisasi dan bekerjasama dengan santri lain. Peneliti juga menemukan bahwa santri di pondok ini memiliki kebebasan dalam kegiatan hari-hari dengan catatan sesuai dengan ketentuan-ketentuan pondok dalam artian bahwa pimpinan pondok dan Pembina asrama tidak mengekang santri untuk harus selalu ada didalam lingkungan Santri di perbolehkan untuk melakukan kegiatan diluar pondok seperti mengunjungi pasar malam yang biasanya diadakan oleh masyarakat pada malam rabu atau olahraga futsal di luar pondok yang biasanya diadakan hari minggu yang tentunya di dampingi oleh Pembina Pembentukan tentunya tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginian, ada banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh Kepala Madrasah dan Pembina asrama dalam membina santri diasrama diantaranya adalah latar belakang santri yang berbedabeda. Santri datang dengan latar bekang yang berbeda-beda, ada yang dari madrasah ada yang dari sekolah umum, ada yang dari keluarga memberikan perhatian yang cukup kepada santri tersebut dan ada yang keluarganya kurang memberikan perhatian terhadap santri tersebut dengan berbagai macam alasan. Sehingga perbedaan-perbedaan menimbulkan banyak perbedaan dari prilaku santri tersebut. Meskipun terdapat kesulitan dalam pembentukan karakter santri dalam penerapan nilai-nilai kepemimpinan yang melayani secara perlahan tapi pasti terus menunjukkan hasil yang baik. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pelanggaran yang dilakukan santri perlahan-lahan mulai menurun serta minat dari wali santri yang ingin memasukkan anaknya dipondok semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat saat penerimaan santri baru. Berdasarkan penuturan salah satu santri asrama diketahui bahwa tantangan tidak hanya ditemui oleh guru dan Pembina asrama tetapi juga ditemui oleh santri yaitu dalam kehidupan menjadi tantangan-tantangan dibandingkan dengan sekolah umum. Diantaranya adalah kegiatan yang lebih banyak, jumlah mata pelajaran yang lebih banyak dan mayoritas menggunakan bahasa Arab sehingga perlu pembiasaan dalam mempelajari dan pelajaran-pelajaran agama yang ada transform Vol. No. Oktober 2024: 1-9 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Selain itu karena santri hidup tanpa irang tua dan melakukan semuanya serba sendiri tentunya perlu managemen waktu yang baik agar semua kegiatan dapat berjalan lancar karena semua keperluan santri harus disiapkan sendiri. Disinilah salah satu cara yang diterapkan pondok untuk santri belajar mandiri . Selain itu berdasarkan penuturan salah satu santri, peneliti menemukan bahwa sejauh ini para santri merasa betah dan menilai bahwa pendidikan dipesantren ini sudah sangat baik dimana pendidikan umum dan agama diajarkan seimbang di pondok ini sehingga santri tidak ketinggalan dengan anak-anak yang bersekolah diluar. Cara kepemimpinan kepengurusan asrama juga diterima santri sebagai ajang untuk melatih kerjasama, sosialisasi dan yang lainnya. Adanya sikap pemimpin yang tidak mengekang dan fasilitas-fasilitas mendukung minat dan bakat santri membuat santri merasa nyaman ketika kedisiplinan akan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh pesantren bisa dilakukan sebaik mungkin. Berdasarkan wawancara diketahui bahwa dengan memberikan pelayanan yang baik kepada santri, tidak menekan mereka serta, mendengar masukan mereka, melibatkan mereka dalam kegiatan dan kepengurusan asrama serta dengan bekal pelajaran agama yang baik terutama dalam hal akhlak membuat mereka merasa nyaman dengan keadaan dipondok tersebut. Brawal dari rasa nyaman dan ketentraman sehingga tidak ada perasaan untuk melanggar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Berdasarkan itu juga secara tidak langsung mengajarkan santri sikap berdisiplin dan bertanggung jawab atas dirinya dan orang lain yang berada dilingkungan pondok. Sikap pemimpin merupakan salah satu faktor penting guna menciptakan lingkungan yang nyaman bagi santri ketika hidup di pondok pesantren. Ketika pemimpin itu bersikap menekan, tidak mau mendengarkan saran dan masukan, tidak mau melibatkan santri dalam berbagaihal tentunya akan menciptakan santri yang ingin bebas tidak ingin dikekang dan berujung pada pelanggaranpelanggaran ketentuan-ketentuan pondok Hasil dari penelitian ini memiliki persamaan dan perbedaan dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yang telah disebutkan diawal. Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya adalah dari objek Objek penelitian di penelitian sebelumnya adalah kinerja guru sedangkan objek dipenelitian ini adalah karakter Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian sebelumnya, yaitu dampak positif dari penerapan nilai-nilai kepemimpinan yang melayani. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data-data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai kepemimpinan yang melayani pengembangan karakter santri. Segala bentuk pelayanan, sikap disiplin , bertanggung jawab, serta akhlak yang baik dapat dibentuk melalui pelayanan yang baik dari Pembina asrama. Pembinaan karakter tidak hanya melalui pembelajaran teori di dalam kelas, tetapi perlu adanya contoh yang baik dan lingkungan yang mendukung. Pendidikan dilingkungan asrama memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter santri yang mandiri, bertanggung jawab dan berdisiplin karena dalam kehidupan sehari-hari mereka mengandalkan diri sendiri tanpa bantuan orang tua, mereka transform Vol. No. Oktober 2024: 1-9 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan orang lain yang tinggal disekitarnya. UCAPAN TERIMA KASIH Kami ucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Darul Ihsan Samarinda atas kesempatan yang diberikan kepada kami dalam menyelesaikan penelitian yang singkat ini. Peneliti menyadari bahwa penelitian singkat ini masih jauh dari kata sempurna dan memilki banyak kekurangan baik dari segi penulisan maupun yang Peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat sebagai salah satu sarana dalam memperkenalkan Pondok Pesantren Darul Ihsan ke masyarakat . Banyak doa dan harapan yang kami haturkan agar pondok ini bisa lebih maju dan berkembang guna membanggakan kota samarinda umumnya dan pondok ini sendiri khususnya. DAFTAR PUSTAKA