Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) Rima Eka Putri. Sri Lestari Adriyanti. Rahmi Hidayanti. Wijayantono. Erdi Nur. Firwandra Marza (Politeknik Kesehatan Kemenkes Padan. Abstract Improved knowledge of Clean and Healthy Behavior (PHBS) in schools can be acquired through health education. One of the activities in health education is dissemination using interesting learning media, such as media booklets. The aim of this study is to determine the impact of health dissemination on the level of knowledge of clean and healthy life behavior (PHBS) students in MTSN 6 Kerinci Year 2023. This type of research is analytical research with an experimental design. This is a one-group pretest-posttest design. The population and sample of the study consisted of 63 respondents. Univariate and bivariate data analysis with correlation tests The results of the study obtained a p value (P Valu. for knowledge before and knowledge after given health certification of 0,000 indicating that there is a significant influence of medical certification on the level of knowledge of Clean and Healthy Behavior (PHBS) students in MTSN 6 Kerinci in 2023. Health education has a significant impact on improving the knowledge of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) among MTsN 6 Kerinci students. This is evidenced by the increase in the studentsAo average knowledge score from 60. 16 before the education to 84. 29 after, with a p-value of 0. (<0. It is recommended that students continue to develop awareness in applying clean and healthy living behaviors within the school environment. Keywords: Health Disclosure. Knowledge. PHBS. Booklet Abstrak Peningkatan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dapat diperoleh dari edukasi kesehatan. Salah satu edukasi kesehatan yaitu kegiatan penyuluhan menggunakan media pembelajaran yang menarik, seperti media booklet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa MTSN 6 Kerinci Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain penelitian Quasi Eksperimen. Rancangan penelitian yaitu one-group pretest-posttest design. Populasi dan sampel penelitian yaitu sebanyak 63 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi. Hasil penelitian didapatkan nilai p (P Valu. untuk pengetahuan sebelum dengan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan adalah sebesar 0,000 maka terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa MTSN 6 Kerinci tahun 2023. Kesimpulannya penyuluhan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa MTsN 6 Kerinci. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 60,16 sebelum penyuluhan menjadi 84,29 sesudah penyuluhan, dengan nilai p sebesar 0,000 (<0,. Disarankan agar siswa terus menumbuhkan kesadaran dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan. Pengetahuan. PHBS. Booklet Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 PENDAHULUAN Kesehatan adalah suatu keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis1. Kesehatan penting bagi semua orang agar terhindar dari berbagai penyakit. Namun terkadang tidak semua orang dapat melakukannya, bisa karena kurangnya pengetahuan, kesadaran yang rendah ataupun karena godaan luar yang lebih kuat. Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia tersebut rentan terhadap masalah Masalah kesehatan khususnya terkait perilaku hidup bersih dan sehat yang menimbulkan berbagai penyakit erutama yang berhubungan dengan pencernaan, seperti diare, kecacingan, dan gangguan pencernaan lainnya pada anak usia sekolah. Pencegahan masalah ini dapat dilakukan melalui program perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh siswa, pengajar serta warga di lingkungan Sekolah atas dasar kesadaran meningkatkan kesehatan, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat3. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sebetulnya telah memperkenalkan pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak tahun 1996, akan tetapi cakupan pelaksanaan PHBS diketahui masih rendah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, cakupan PHBS di sekolah yang telah melaksanakan PHBS hanya 35,8% sedangkan target nasional sebesar 70%4. Tingkat pengetahuan seseorang merupakan salah satu faktor pembentuk perilaku. Pengetahuan atau ranah kognitif ialah domain yang sangat krusial untuk terbentuknya tindakan seseorang . ver bahavio. , sebab dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perihal yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku tidak didasari oleh pengetahuan5. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yaitu berupa edukasi kesehatan. Pemberian edukasi dapat membantu meningkatkan pengetahuan seseorang. Edukasi dapat diberikan dengan cara penyuluhan kesehatan yang menarik, seperti penyuluhan melalui media booklet tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tatanan Sekolah. MTSN 6 Kerinci merupakan sekolah yang berada di Kabupaten Kerinci dan merupakan salah satu sekolah yang banyak diminati oleh siswa karena mempunyai prestasi yang cukup baik dibidang pendidikan dan juga merupakan sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten Kerinci dan provinsi Jambi6. Berdasarkan penelitian di MTSN 6 Kerinci dengan melakukan pretest dan posttest tentang PHBS terhadap 63 orang siswa diperoleh hasil sebagian besar tidak mengetahui apa itu PHBS, siswa tidak tahu cara menerapkan PHBS dengan baik di sekolah seperti kebiasaan siswa tidak melakukan CTPS, jajan sembarangan di luar sekolah, dan tidak adanya pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di sekolah. Terdapat sarana dan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 prasarana pendukung kesehatan lingkungan yang baik di lingkungan sekolah, seperti tersedianya tempat pembuangan sampah, tempat CTPS, toilet, kantin, dan UKS/UKM. Akan tetapi pelaksanaan PHBS belum juga terlaksana dengan baik. Hal tersebut besar kemungkinan dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan siswa tentang pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa MTSN 6 Kerinci Tahun 2023. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain penelitian Quasi Eksperimen. Rancangan penelitian yaitu one-group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di MTSN 6 Kerinci. Kecamatan Keliling Danau. Kabupaten Kerinci. Provinsi Jambi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 Ae Juni 2023 termasuk tahap survey awal, pelaksanaan penelitian, dan pembuatan laporan. Populasi dan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 63 responden berasal dari kelas Vi. Pengumpulan data diperoleh dari responden melalui pengisian kuesioner sebelum . re tes. dan sesudah . ost tes. diberikan penyuluhan kesehatan melalui media booklet. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan PHBS yang telah di uji validitas dan reabilitas. Untuk mengolah data dilakukan dengan editing, coding, entry data, dan cleaning. Kemudian hasil pengolahan data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti dan disajikan berupa nilai statistik deskriptif pengetahuan responden, sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa MTSN 6 Kerinci tahun 2023 dengan menggunakan uji korelasi. Untuk analisis bivariat dimana sebelum dilakukan uji korelasi dilakukan uji prasyarat analisis. Uji prasyarat yang dilakukan meliputi uji normalitas dan uji linieritas. Hal ini telah memenuhi uji prasyarat analisis karena hasil uji normalitas data yaitu normal dan hasil uji lineritas yaitu linier. HASIL PENELITIAN Pengetahuan PHBS Siswa Sebelum Diberikan Penyuluhan Kesehatan Tabel 1. Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa MTSN 6 Kerinci Sebelum Diberikan Penyuluhan Kesehatan Variabel Rata-rata Standar Deviasi (SD) Min Max Pengetahuan Sebelum Diberikan Penyuluhan Kesehatan 60,16 10,73 Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 Tabel 1 Menunjukkan rata-rata pengetahuan PHBS responden sebelum diberikan penyuluhan kesehatan adalah 60,16 dengan standar deviasi 10,73 , nilai minimum 40 dan Pengetahuan PHBS Siswa Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan Tabel 2. Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa MTSN 6 Kerinci Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan Variabel Rata-rata Standar Deviasi (SD) Min Max Pengetahuan Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan 94,29 7,39 Tabel 2 Menunjukkan rata-rata pengetahuan PHBS responden sesudah diberikan penyuluhan kesehatan adalah 94,29 dengan standar deviasi 7,39 , nilai minimum 75 dan Uji Korelasi Tabel 3. Uji Korelasi (Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Variabel Koefesien Koefesien P Value Korelasi . Determinan . Pengetahuan sebelum diberikan 0,514 0,264 0,000 penyuluhan kesehatan * Pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan Tabel 3 Menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi . variabel adalah 0,514 sehingga dikategorikan memiliki tingkat korelasi sedang yaitu berada pada rentang 0,41 s/d 0,60. Nilai ini juga menunjukkan terdapat hubungan positif antara pengetahuan sebelum dengan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan karena bernilai positif. Hubungan positif artinya semakin tinggi atau sering penyuluhan kesehatan melalui media booklet PHBS diberikan, maka akan meningkatkan pengetahuan PHBS siswa MTSN 6 Kerinci. Nilai p (P Valu. untuk pengetahuan sebelum dengan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan adalah sebesar 0,000 artinya (<0,. maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan kesehatan terhadap tingkat Pengetahuan PHBS siswa MTSN 6 Kerinci tahun 2023. Nilai koefisien determinan . sebesar 0,264. Hal ini diartikan bahwa pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan PHBS siswa adalah sebesar 26,4% dan 73,6% ditentukan oleh faktor lain. PEMBAHASAN Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa Sebelum Diberikan Penyuluhan Kesehatan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan kesehatan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah terdiri dari 8 indikator, yang mana materi 8 indikator PHBS tersebut telah dituangkan pada pertanyaan kuesioner pretest sebanyak 20 butir pertanyaan. Pertanyaan dengan skor item rata-rata terendah terkait materi dari 3 indikator PHBS di sekolah yaitu tentang memberantas jentik nyamuk di sekolah, tentang menimbang berat dan mengukur tinggi badan 6 bulan sekali, dan tentang membuang sampah pada tempatnya11,12. Hasil pengetahuan awal yang termasuk kurang ini diperkuat oleh pendapat Notoatmodjo yang menyatakan bahwa terdapat faktor yang mempengaruhi pengetahuan, yaitu informasi, tingkat pendidikan, budaya, pengalaman, dan sosial ekonomi. Suatu proses dalam belajar tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal jika tidak didukung dengan kemampuan serta kemauan dalam belajar dan juga didukung dengan teknologi dalam proses belajar tersebut7. Berdasarkan pengalaman responden 100% sebelumnya belum pernah mendapatkan informasi mengenai PHBS di sekolah, selain itu kurangnya penyediaan media informasi kesehatan di sekolah seperti booklet, leaflet, dan poster yang berisi tentang PHBS sehingga menyebabkan pengetahuan responden rendah pada hasil pretest. Untuk itu perlu diberikan penyuluhan kesehatan tentang PHBS di sekolah dengan menggunakan media yang dapat membantu informasi tersebut dapat tersampaikan dengan lebih baik13,14. Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan Berdasarkan hasil penelitian sesudah diberikan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS di sekolah, responden mengalami peningkatan pengetahuan yang baik sesudah diberikan perlakuan yaitu dengan penyuluhan kesehatan melalui media booklet PHBS di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan hasil pretest dan posttest responden yang mengalami peningkatan pada hasil posttest. Terutama terkait materi dari 3 indikator PHBS di sekolah yaitu tentang memberantas jentik nyamuk di sekolah, tentang menimbang berat dan mengukur tinggi badan 6 bulan sekali, dan tentang membuang sampah pada tempatnya. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, dimana sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan telinga7. Peningkatan pengetahuan juga diakibatkan oleh keterlibatan banyak unsur yang antara lain yaitu materi, manusia, fasilitas, dan perlengkapan yang dapat mempengaruhi atau meningkatkan proses dan hasil dalam Hal ini sejalan dengan pendapat Notoatmodjo bahwa perubahan pengetahuan pada seseorang dapat terjadi akibat dari proses belajar, sehingga akan memberikan dampak pada perilaku seseorang tersebut5. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa MTSN 6 Kerinci Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan analisis korelasi product moment menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan kesehatan terhadap tingkat Pengetahuan PHBS siswa MTSN 6 Kerinci tahun 2023 . apat dilihat pada tabel . Hasil penelitian tersebut memiliki arti bahwa penyuluhan kesehatan mempunyai bagian dalam meningkatkan pengetahuan Perilaku Hidup dan Bersih (PHBS) siswa MTSN 6 Kerinci. Penyuluhan PHBS sangat penting dilakukan di sekolah, terutama sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) karena mempunyai beberapa keuntungan, yaitu anak-anak mempunyai pemikiran terbuka dibandingkan dengan orang dewasa sehingga pengetahuan yang diberikan dapat menjadi dasar bagi pembinaan hidup sehat. Selain itu melalui penyuluhan PHBS di sekolah merupakan langkah yang strategis dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. karena: . anak usia sekolah . tahun-18 tahu. mempunyai persentase yang paling tinggi dibandingkan dengan kelompok umur yang lain. sekolah merupakan komunitas yang telah terorganisasi, sehingga mudah dijangkau dalam rangka pelaksanaan upaya kesehatan masyarakat. Anak sekolah terutama SD dan SMP merupakan kelompok yang sangat peka untuk menerima perubahan atau pembaruan. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang . vert behavio. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan5. Keberhasilan perubahan perilaku sangat tergantung pada kualitas dari rangsangan yang diberikan . aya bicara, kredibilitas dan kepemimpinan selama proses penyuluha. Dalam Penelitian ini penyuluhan kesehatan melalui media booklet PHBS berperan sebagai stimulus yang diberikan kepada responden. Sehingga hal ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan responden setelah dilakukan pemberian penyuluhan kesehatan. Hal ini dikaitkan dengan penelitian Sembiring. Fitri NB tahun 2021 yang menyatakan bahwa pemberian penyuluhan PHBS di sekolah memiliki makna dan pengaruh positif kepada Hal ini juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni tentang pengaruh penyuluhan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan sekolah pada siswa kelas V SDN Sribitan Kasihan Bantul Yogyakarta15. Hasil analisis penelitian tersebut diperoleh dengan nilai p-value 0,000 < =0,05. Hasil tersebut menunjukkan Terdapat pengaruh penyuluhan kelompok terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan sekolah pada siswa kelas V SDN Sribitan Kasihan Bantul Yogyakarta10. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan Penelitian Pengaruh Penyuluhan Kesehatan E-ISSN 2964-0857 Terhadap Tingkat Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa MTSN 6 Kerinci Tahun 2023 dapat disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan PHBS siswa MTSN 6 Kerinci sebelum diberikan penyuluhan kesehatan yaitu rata-rata 60,16 dengan Standar Deviasi 10,73, nilai minimum 40 dan maksimum 80. Pengetahuan PHBS siswa MTSN 6 Kerinci sesudah diberikan penyuluhan kesehatan yaitu rata-rata 84,29 dengan Standar Deviasi 7,39, nilai minimum 75 dan maksimum 100. Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa nilai p (P Valu. untuk pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dengan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan adalah sebesar 0,000 artinya (<0,. maka terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan kesehatan terhadap tingkat Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa MTSN 6 Kerinci tahun 2023. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa MTsN 6 Kerinci. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan ratarata nilai pengetahuan siswa dari 60,16 sebelum penyuluhan menjadi 84,29 sesudah penyuluhan, dengan nilai p sebesar 0,000 (<0,. Oleh karena itu, disarankan agar siswa terus menumbuhkan kesadaran dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. DAFTAR PUSTAKA