JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. No. IRWNS 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 35313/jitel. p-ISSN: 2774-7972 e-ISSN: 2775-6696 Sistem perpindahan gigi otomatis untuk penghematan baterai pada sepeda listrik berbantuan pedal Hadrian Anwar1*. Toto Tohir2. Endang Darwati3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir. Ciwaruga. Kec. Parongpong. Kabupaten Bandung Barat. Jawa Barat. Indonesia tlis22@polban. id, 2toto. tohir@polban. id, 3endang. darwati@polban. ABSTRAK Sepeda listrik berbantuan pedal . sebagai solusi transportasi ramah lingkungan dan mendukung gaya hidup sehat. Dalam penggunaannya, pengendara perlu menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur jalan yang bervariasi, seperti tanjakan, turunan, dan medan datar, sering kali mengharuskan pengendara untuk melakukan perpindahan gigi. Proses perpindahan gigi secara manual dianggap merepotkan, sehingga pengendara lebih sering mengandalkan bantuan tenaga listrik secara terus-menerus dan mempercepat konsumsi daya baterai. Penelitian ini membahas perancangan dan implementasi sistem perpindahan gigi otomatis pada sepeda listrik berbantuan pedal dengan memanfaatkan data kemiringan jalan dan kecepatan sepeda yang diproses oleh mikrokontroler untuk menyesuaikan posisi gigi terhadap kondisi medan secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan sistem otomatisasi perpindahan gigi dapat mencapai tingkat keberhasilan sebesar 60,37% dalam menyesuaikan gigi terhadap kondisi jalan aktual. Selain itu, sistem ini mampu menghemat baterai sebesar 2,1% dibandingkan sistem manual pada rute dan kondisi jalan yang sama. Dilengkapi dengan sistem monitoring dan data logging yang dapat membaca dan menyimpan parameter kelistrikan serta performa sepeda setiap 1 detik. Dengan sistem otomatisasi ini, memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan menghemat penggunaan baterai sepeda listrik. Kata kunci: pedelec, perpindahan gigi otomatis, penghematan baterai, monitoring dan data logging ABSTRACT Pedal electric cycle . offer an environmentally friendly transportation alternative that also promotes a healthy lifestyle. However, riders often encounter varying road conditions such as inclines, descents, and flat terrain, which require frequent gear shifting. Manual gear shifting is considered inconvenient, causing riders to rely more on continuous electric assistance and resulting in increased battery consumption. This study presents the design and implementation of an automatic gear shifting system for Pedelecs, utilizing road slope and bicycle speed data processed by a microcontroller to adjust gear positions in real time according to terrain conditions. Test results show that the system achieved a 60. 37% success rate in matching gear shifts to actual road conditions. Furthermore, the system reduced battery consumption by approximately 2. 1% compared to manual gear shifting under the same route and terrain conditions. The system is equipped with monitoring and data logging capabilities that can read and store electrical parameters and bicycle performance every second. This automation system provides a more comfortable riding experience and reduces battery usage in electric bicycles. Keywords: pedelec, automatic gear shifting, battery saving, monitoring and data logging PENDAHULUAN Sepeda menjadi alat transportasi pribadi yang digemari oleh masyarakat, terutama di daerah Selain ramah lingkungan, sepeda juga efisien digunakan untuk mobilitas sehari-hari, terutama di tengah kemacetan lalu lintas . Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan efisiensi transportasi, minat terhadap sepeda semakin meningkat. Hal ini didukung dengan berbagai inovasi teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dalam penggunaannya. Salah satu inovasi teknologi yang saat ini semakin populer adalah sepeda listrik. Perkembangan sepeda listrik semakin didorong dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019 yang mengatur percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai . attery electric vehicl. , sehingga regulasi dan dukungan pemerintah turut Naskah diterima tanggal 11 Juli 2025, dipresentasikan tanggal 23 Juli 2025 *E-mail korespondensi Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 berperan dalam mempercepat penerapan kendaraan listrik di masyarakat . Sepeda listrik menawarkan solusi bagi pengguna yang ingin tetap mendapatkan manfaat bersepeda dengan tambahan bantuan tenaga listrik. Terdapat dua jenis sepeda listrik, yaitu sepeda listrik yang motornya dapat bekerja tanpa perlu mengayuh, dan sepeda listrik berbantuan pedal atau pedelec . edal electric cycl. Sepeda listrik berbantuan pedal atau pedelec merupakan tipe sepeda listrik yang hanya memberikan bantuan tenaga listrik ketika pengendara mengayuh pedal . Jenis ini lebih disukai karena memberikan pengalaman bersepeda yang lebih alami dan efisien dalam penggunaan daya listrik. Namun, di Indonesia, tantangan medan seperti tanjakan, turunan, dan jalan berbukit menyebabkan beban kayuhan yang berubah-ubah, sehingga pengendara perlu menyesuaikan rasio gigi secara manual agar tetap nyaman dan efisien saat berkendara. Proses perpindahan gigi manual ini sering dianggap tidak praktis, terutama bagi pengguna yang ingin fokus menikmati perjalanan tanpa harus terus-menerus melakukan penyesuaian rasio gigi. Akibatnya, sebagian besar pengendara cenderung mengandalkan bantuan listrik secara terus-menerus tanpa mengatur rasio gigi, yang menyebabkan pemborosan energi dan mempercepat habisnya baterai. Beberapa penelitian sebelumnya terkait dengan sistem perpindahan gigi otomatis telah dilakukan. Sistem otomatisasi perpindahan gigi dengan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali perpindahan gigi pada sepeda listrik dengan pendekatan berdasarkan elevasi serta pola kayuhan pengendara . Dalam penelitian tersebut, digunakan sensor cadence untuk mengukur frekuensi kayuhan pedal yang dilengkapi dengan servo motor untuk menggerakkan mekanisme perpindahan gigi. Parameter utama yang diamati dalam penelitian ini mencakup nilai cadence (RPM) serta besar sudut servo motor yang digunakan untuk pengaturan posisi gigi secara otomatis. Selanjutnya terdapat penelitian mengenai perpindahan gigi sepeda otomatis dengan servo yang menggunakan masukan kecepatan sepeda untuk memindahkan transmisi giginya . Penerapan nilai kemiringan juga dilakukan untuk mempengaruhi transmisi gigi sepeda secara otomatis menyesuaikan kondisi medan, sehingga dapat digunakan untuk membuat efesiensi penggunaan baterai, dengan pembatasan arus pada motor listrik . Selain itu, terdapat penelitian yang berfokus pada pengembangan sistem perpindahan gigi otomatis dengan mempertimbangkan kondisi fisiologis pengendara dan data lingkungan sekitar. Sistem tersebut menggunakan pendekatan dari sensor kecepatan, pedal, detak jantung . IMU, dan GPS untuk mendeteksi kondisi pengendara dan medan . Terdapat juga penelitian mengenai smart ebike monitoring system (SEMS) yang berfungsi untuk merekam data penggunaan sepeda listrik seperti, tingkat dan durasi bantuan tenaga listrik, waktu tempuh, serta topografi. SEMS menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan untuk analisis performa dan pengembangan sistem kontrol yang lebih adaptif pada sepeda listrik di medan berbukit . Berdasarkan kajian terhadap penelitian-penelitian sebelumnya, bahwa tren pengembangan sistem perpindahan gigi otomatis pada sepeda listrik terus bergerak menuju pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis data real-time. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya berfokus pada satu aspek perpindahan gigi atau monitoring saja, seperti kemiringan medan, kondisi fisiologis pengendara, atau pemantauan penggunaan energi, pada penelitian ini dikembangkan sistem perpindahan gigi otomatis yang mengintegrasikan data kemiringan dan kecepatan sepeda, serta dilengkapi dengan sistem monitoring dan data logging terhadap performa pengendara dan parameter kelistrikan secara real-time. Sistem ini memungkinkan sepeda untuk menyesuaikan transmisi gigi berdasarkan kondisi medan dan kebutuhan pengendara. Sistem tersebut mampu menentukan waktu yang tepat serta pemilihan gigi yang paling cocok dalam jangka waktu yang singkat. Saat sepeda menghadapi tanjakan, pemindah gigi akan aktif dan secara otomatis menurunkan gigi ke ukuran yang lebih kecil untuk mempermudah kayuhan. Sebaliknya, ketika melintasi jalan datar atau menurun, sistem akan menaikkan gigi ke ukuran yang lebih besar guna meningkatkan efisiensi kayuhan . Sistem yang dikembangkan mampu melakukan penyesuaian rasio gigi secara otomatis sekaligus memantau berbagai variabel. Parameter yang dimonitor mencakup kecepatan, kemiringan jalan, cadence, jarak tempuh, waktu tempuh, serta daya listrik seperti arus, tegangan, daya, dan energi yang digunakan. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem perpindahan gigi otomatis yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi medan, melihat dan menyimpan data karakteristik performa pengendara, serta mengurangi ketergantungan terhadap bantuan motor listrik yang berlebihan. Dengan demikian, sistem yang diharapkan dapat menghemat penggunaan daya baterai dan meningkatkan efisiensi penggunaan daya dan energi listrik serta kenyamanan dalam penggunaan sepeda listrik berbantuan pedal atau pedelec. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A METODE PENELITIAN Menjelaskan tahapan perancangan pedelec, sistem perpindahan gigi otomatis, perangkat keras, serta algoritma perpindahan gigi otomatis sebagai dasar pengembangan sistem. 1 Perancangan Sepeda Listrik Berbantuan Pedal (Pedele. Pedelec adalah sepeda yang dilengkapi dengan motor listrik untuk memberikan bantuan tenaga saat pengendara mengayuh pedal. Pedelec bekerja dengan memberikan bantuan tenaga listrik saat pengendara mengayuh pedal. Sensor PAS mendeteksi gerakan pedal dan mengirim sinyal ke pengontrol untuk mengaktifkan motor . Hal ini memungkinkan pengendara mendapatkan bantuan tenaga yang sesuai dengan intensitas kayuhan . Gambar 1 merupakan diagram blok sepeda listrik berbantuan pedal . Baterai Li-Ion 36V 13Ah menyuplai daya ke motor BLDC dan sistem kontrol, dilengkapi BMS dan MCB untuk perlindungan. Gambar 1. Diagram blok sepeda listrik berbantuan pedal . Controller BLDC 350 W berfungsi sebagai unit pengendali yang mengatur distribusi daya dari sumber energi ke motor, memastikan kinerja yang optimal dan efisien mengatur motor berdasarkan input dari Pedal Assist Sensor (PAS) dan throttle . PAS menyesuaikan bantuan motor sesuai tenaga kayuhan, sedangkan throttle memberikan kontrol manual. HMI menampilkan kecepatan, daya baterai, dan mode berkendara . 2 Perancangan Sistem Perpindahan Gigi Otomatis Diagram blok untuk sistem perpindahan gigi otomatis ditunjukan pada Gambar 2. Pada Gambar 2, dibagi menjadi 2 sub-sistem: perpindahan gigi otomatis/manual, dan monitoring. ESP32 bertindak sebagai pusat kontrol otomatisasi perpindahan gigi serta monitoring dan data logging energi. Beberapa sensor yang terhubung ke ESP32 meliputi sensor MPU6050 untuk mendeteksi sudut kemiringan. Modul PZEM-017 untuk pemantauan penggunaan tegangan, arus dan daya penggunaan daya baterai . Pada modul RTC DS3231 yang memberikan pencatatan waktu . untuk penyimpanan data ke Memory SD Card. Selain itu, parameter kecepatan, jarak tempuh dan kayuhan sepeda diproses juga oleh ESP32 dengan sensor proximity, dan cadence sebagai input dari kayuhan pedal yang selanjutnya data akan ditampilkan pada OLED Display sebagai interface dengan pengendara. Sementara itu, perpindahan gigi dilakukan oleh actuator servo, yang menerima sinyal dari kontrol ESP32 untuk menarik atau mendorong derailleur gear shifter melalui media kawat, yang memungkinkan pengendara beralih antara mode otomatis . erbasis sensor kemiringan dan kecepata. atau mode manual menggunakan push button (Up and Dow. Hal ini memberikan fleksibilitas kepada pengendara untuk menyesuaikan mode perpindahan gigi sesuai kebutuhan melalui selektor mode auto/manual. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 Gambar 2. Diagram blok sistem perpindahan gigi otomatis 3 Perancangan Perangkat Keras Desain perancangan perangkat keras pada sepeda listrik berbantuan pedal ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi dan kenyamanan pengguna dengan penempatan komponen yang strategis. Gambar 3. Desain arsitektur sistem Seperti ditunjukan pada Gambar 3, pada bagian sepeda belakang. Motor BLDC 350W ditempatkan pada hub roda yang dilengkapi dengan sensor proximity magnetic pada jari-jari untuk mengukur kecepatan dan jarak sepeda, lalu aktuator servo 25 Kg ditempatkan pada sisi frame bawah agar bisa menarik kawat rear dealieur yang digunakan untuk perpindahan gigi baik secara JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A manual/auto. Sementara pada bagian tengah, pedal assist sensor (PAS) atau cadence sensor dipasang di poros pedal untuk mendeteksi kayuhan dan mengaktifkan bantuan motor secara otomatis. Baterai 36V 13Ah diposisikan di bagian tengah frame sepeda untuk menjaga keseimbangan dan titik berat sepeda, sedangkan controller BLDC terletak di bawah sadel untuk memudahkan pengaturan dan pembacaan modul PZEM 017 yang membaca arus dan tegangan dari distribusi daya baterai ke motor. Untuk sensor MPU6050 diletakan pada bagian atas tengah frame sepeda yang membaca kemiringan sepeda berdasarkan kondisi aktual jalan. Pada bagian depan terdapat interface yang diletakkan di stang. Baik HMI BLDC dan interface pengaturan gigi manual atau otomatis ditempatkan untuk memudahkan komunikasi antar pengguna dan sistem kontrol yang terdapat pada bagian depan box sepeda. 4 Algoritma Sistem Perpindahan Gigi Otomatis Proses inisialisasi pada parameter seperti slope, gigi, arus, tegangan, daya, kecepatan, jarak tempuh, mode, dan cadence terlebih dahulu dilakukan berdasarkan diagram alir pada Gambar 4. Setelah itu, sistem memeriksa power switch dalam keadaan ON, maka sistem aktif dan memeriksa dua kondisi: apakah push button (PB) Calibration atau push button (PB) Record diaktifkan. Jika PB Calibration aktif, nilai kemiringan . diatur ke nol sebagai proses kalibrasi. Jika PB Record aktif, sistem mencatat data seperti timestamp, slope, arus, tegangan, daya, kecepatan, jarak tempuh, mode, dan cadence ke dalam kartu memori SD setiap 1 detik. Alur selanjutnya, sistem memeriksa mode selector, apakah dalam mode manual atau otomatis, untuk menentukan jalur proses selanjutnya (C untuk Auto dan D untuk Manua. Gambar 4. Flowchart inisialisasi sistem dan mode manual Proses mode manual seperti pada Gambar 4, dimulai dari titik D dengan kondisi awal gigi = 8. tombol PB Down ditekan (PB Down= . , lalu sistem akan memeriksa dengan apakah gigi > 1. Jika ya, gigi akan dikurangi satu (Gigi = Gigi - . , dan jika tidak, tombol PB Up dapat ditekan (PB Up = . , sistem akan memeriksa apakah gigi < 8. Jika ya, gigi akan bertambah satu (Gigi = Gigi . , dan jika tidak, maka akan kembali ke proses PB Down. Setelah pernambahan atau pengurangan gigi, sistem akan JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 mengecek apakah pencatatan data (Recor. dan tombol daya dimatikan. Jika ya, maka sistem akan menghentikan pencatatan dan proses berakhir pada kondisi Stop. Gambar 5 menjelaskan mode otomatis dari sistem perpindahan gigi pada sepeda listrik berbantuan pedal (Pedele. Dimulai dari titik C, dimana sistem membaca kecepatan sepeda terlebih dahulu antara kecepatan 0 km/h, kecepatan < 10 km/h. kecepatan 10-15 km/h dan kecepatan > 15 km/h. Selanjutnya pembacaan nilai kemiringan . Setiap perpindahan gigi memiliki delay 1,25 detik untuk memastikan kestabilan pembacaan sensor. Algoritma gigi berdasarkan kecepatan dan slope. Pada mode auto, perpindahan gigi menggunakan nilai kecepatan dan kemiringan untuk mengubah level gigi sepeda secara otomatis berdasarkan nilai kemiringan dan nilai kecepatan yang telah ditentukan. Perubahan level gigi ini menggunakan servo sebagai aktuator dengan mengatur derajat putaran sesuai dengan nilai yang dibuat pada algoritma perpindahan gigi otomatis, dengan level 6 sebagai default. Gambar 5. Flowchart mode auto . Gambar 6. Flowchart mode auto . JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 Setelah pengaturan gigi selesai berdasarkan nilai kecepatan dan slope, pada Gambar 6 ditunjukan sistem akan mengecek apakah perekaman data dan status power switch. Jika dimatikan, sistem akan mati sepenuhnya dan berhenti di kondisi Stop. Dalam setiap mode terdapat hasil perekaman untuk setiap perpindahannya, hal ini memungkinkan untuk digunakan sebagai analisa dan penyesuaian otomatis gigi berdasarkan kecepatan dan kemiringan medan guna menjaga efisiensi dan kenyamanan berkendara. Parameter kemiringan . jalan yang digunakan pada algoritma menggunakan klasifikasi yang terdapat pada Tabel 1. Tabel 1. Derajat kemiringan jalan Class Deskripsi Rata Sangat Landai Landai Miring Sangat Miring Cukup Curam Curam Sangat Curam Persentase (%) 0,0 Ae 1,0 1,0 Ae 2,0 2,0 Ae 5,0 5,0 Ae 10,0 10,0 Ae 15,0 15,0 Ae 30,0 30,0 Ae 60,0 >60 Degree 0,0 Ae 0,57 0,57 Ae 1,15 1,15 Ae 2,86 2,86 Ae 5,71 5,71 Ae 8,53 8,53 Ae 16,70 16,70 Ae 30,96 >30,96 Gear Dalam Tabel 1, klasifikasi tingkat kemiringan jalan berdasarkan persentase (%) dan derajat (A) kemiringannya, yang dibagi menjadi 8 kelas. Setiap kelas memiliki deskripsi mulai dari "Rata" . Ae1%) hingga "Sangat Curam" (>60%), dengan nilai kemiringan derajat yang sesuai dari 0,0A hingga lebih dari 30,96A . Data ini digunakan untuk rekomendasi penggunaan gear . igi seped. untuk tiap tingkatan kemiringan, di mana kemiringan yang semakin tinggi disarankan menggunakan gigi yang lebih rendah . ari gear 8 ke gear . , untuk memudahkan kayuhan dan menjaga efisiensi tenaga saat mendaki. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan mencangkup pembahasan rute dan parameter pengujian, pengujian gigi otomatis, serta perbandingan penggunaan energi dan daya antara mode auto dan mode manual. 1 Rute dan Parameter Pengujian Pengujian algoritma perpindahan gigi dilakukan pada rute sejauh 16,66 Km seperti contoh hasil pengujian pada Tabel 2, dengan pengujian real-time sistem monitoring dan data logging mencatat setiap 1 detik pada nilai sensor dengan variabel yang telah ditentukan seperti waktu, tegangan, arus, daya, derajat kemiringan, level gigi serta kayuhan . Sedangkan pada Tabel 3 mencatat hasil akhir keseluruhan dari pengujian parameter yang telah ditetapkan seperti waktu, jarak tempuh, kecepatan, dan kemiringan jalan antara Mode Auto dan manual dengan Level Assist dan jarak yang sama. Tabel 2. Contoh parameter dan hasil pengujian Time 08:49 :32 08:49 :33 Voltage (V) Arus (A) Daya (W) 38,86 0,18 38,87 0,18 0,00 0,00 Slope . Level Gigi Speed . Distanc e . Cadence RPM/RPS Total Cadence 4,91 16,66 1397,67 6,29 16,66 1397,67 Tabel 3. Hasil pengujian rute dan performa Variabel Waktu tempuh Jarak tempuh Kecepatan rata-rata Total kayuhan Kayuhan rata-rata Kemiringan rata-rata Kemiringan tertinggi Kemiringan terendah Value Manual 00:40:27 16,61 23,95 26,90 0,879 16,33 -19,14 Auto 00:39:25 16,66 24,66 1397,67 34,84 0,699 -13,63 JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Satuan Jam: Menit: Detik Km/h RPM Derajat Derajat Derajat Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 2 Gigi Otomatis Terdapat 2366 data untuk setiap pengujian perpindahan gigi berdasarkan kemiringan . dan kecepatan yang dilakukan dengan persentase keberhasilan perpindahan otomatis pada Tabel 4. Tabel 4. Persentase keberhasilan mode otomatis Pengujian Gigi Otomatis Jumlah Persentase Sesuai 60 ,37 % Tidak Sesuai 39,63 % Sistem memiliki tingkat keberhasilan 60,37% dalam menyesuaikan perpindahan gigi secara otomatis, meskipun masih terdapat kondisi dimana keputusan sistem masih kurang optimal yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti delay perpindahan, batas kecepatan dan kemiringan, serta respon aktuator. Penjelasan lebih lanjut tentang keberhasilan pada setiap gigi dijelaskan pada Tabel 5. Tabel 5. Keberhasilan perpindahan otomatis pada setiap gigi Level Gigi Sesuai Tidak Sesuai Keberhasilan (%) 67,23 13,75 62,50 36,43 28,57 28,57 3 Perbandingan Penggunaan Energi dan Daya antara Mode Auto dan Mode Manual Hasil perbandingan diperoleh dari pengujian pada level assist yang sama. Parameter yang dibandingkan meliputi penggunaan energi dan daya listrik antara mode manual dan mode auto. Berikut Tabel 6 merupakan hasil perbandingan energi dan daya dari pengujian mode manual dan auto. Tabel 6. Perbandingan energi dan daya antara mode auto dan manual Variabel Waktu Tempuh Jarak Tempuh Total Pemakaian Daya Pemakaian daya rata-rata Daya Tertinggi Daya Terendah Kapasitas total energi Penggunaan energi Sisa energi Value Manual 00:40:27 16,61 340,43 140,21 631,39 3,096 94,56 373,43 Auto 00:39:25 16,66 305,02 128,92 665,27 3,22 84,72 383,27 81,89 Satuan Jam: Menit: Detik Dengan jarak pengujian yang berbeda 50-meter atau 0,05 Km menghasilkan perbedaan dari penggunaan energi (W. yang berbeda. Pada Mode manual menghasilkan penggunaan energi sebesar 94,56 Wh dengan persentase penggunaan 20,2 % dan mode auto menghasilkan penggunaan energi 84,72 Wh dengan persentase 18,1 %. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 Selanjtunya jika dilihat dari hasil perbandingan pengujian antara penggunaan energi mode manual dan auto menghasilkan persentase perbedaan dari penggunaan energi sebesar 2,1 % dengan perbedaan penggunaan energi sebesar 9,84 Wh antara mode manual dan mode auto yang dapat dilihat pada Gambar 7 tentang grafik perbandingan energi (W. terhadap jarak tempuh (K. pada mode auto dan manual. Energi (W. Perbandingan Energi Listrik (W. = Jarak Tempuh (K. Auto dan Manual 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Jarak tempuh (K. Auto Mode Manual Mode Gambar 7. Grafik perbandingan energi (W. terhadap jarak tempuh (K. pada mode manual dan auto Pada parameter penggunaan daya dari perbedaan mode manual dan auto dapat dilihat pada Gambar 8 di bawah, dihasilkan perbedaan penggunaan daya dengan selisih 35,41 KW. Daya (KW) Perbandingan Daya (KW) = Jarak Tempuh (K. Auto dan Manual 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Jarak tempuh (K. Auto Mode Manual Mode Gambar 8. Grafik perbandingan daya (KW) terhadap distance (K. pada mode manual dan auto KESIMPULAN Dari hasil perancangan dan pengujian pada sistem perpindahan gigi otomatis untuk penghematan baterai menghasilkan sistem perpindahan gigi otomatis dengan tingkat keberhasilan perpindahan gigi sebesar 60,37% terhadap kondisi aktual kemiringan jalan dan kecepatan sepeda. Lalu pada penggunaan sistem perpindahan gigi otomatis dapat mengurangi penggunaan energi baterai sebesar 2,1%, dengan selisih energi sebesar 9,84 Wh dan selisih daya sebesar 35,41 KW pada level assist yang sama dibandingkan dengan sistem manual pada rute dan kondisi jalan yang sama. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Hadrian Anwar: Sistem perpindahan gigi otomatis untuk A Vol. 5 No. 2 IRWNS 2025 Adapun pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan pada algoritma perpindahan gigi otomatis, seperti pada pembacaan kemiringan dan perpindahan gigi otomatis berdasarkan metode Ae metode kendali tertentu untuk lebih meningkatkan akurasi keberhasilan perpindahan gigi otomatis yang berpengaruh pada penghematan baterai. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Negeri Bandung khususnya bidang akademik dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Polban, atas Bantuan Dana Tugas Akhir 2025 yang telah diberikan. REFERENSI