Jurnal CyberTech Vol. No. Agustus 2020, pp. P-ISSN : E-ISSN : Sistem Pakar Mendiagnosa Kerusakan Alat Musik Gitar Elektrik dengan Menggunakan Metode Dempster Shafer Lasriani Br Sinaga* . Saiful Nur Arif**. Sri Murniyanti** * Program StudiSistemInformasi. STMIK Triguna Dharma ** Program StudiSistemInformasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Keyword: Sistem Pakar Keruskan Alat Gitar Elektrik Metode Dempstre Shafer ABSTRACT Gitar elektrik merupakan suatu alat instrumental yang banyak digunakan dalam bermusik, karena dengan gitar elektrik musik yang dimainkan akan semakin bervariasi. Gitar elektrik diperkenalkan pada tahun 1930an, bergantung pada penguat yang secara elektronik mampu memanipulasi bunyi gitar. Itu terjadi karena adanya perangkat pendukung yaitu efek pedal yang digunakan sebagai pengaturan suara dari gitar elektrik yang dimainkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang alat musik gitar, mengakibatkan masyarakat yang memiliki gitar listrik mengalami kendala dalam memperbaiki kerusakan yang Diperlukan suatu sistem pakar yang dapat membantu masyarakat yang memiliki gitar listrik dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Hasil dari penelitian ini berupa program dari sistem pakar yang digunakan teknisi dan masyarakat untuk mengatahui informasi mengenai kerusakan gitar elektik. Informasi yang didapatkan teknisi dari sistem mampu mengidentifikasi kerusakan gitar elektrik atau tidak dalam bentuk persentase. Copyright A 2020 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. First Author Nama : Lasriani Br Sinaga Kampus : STMIK Triguna Dharma Program Studi : Sistem Informasi E-Mail : lasrianisinaga@gmail. PENDAHULUAN Gitar elektrik merupakan suatu alat instrumental yang banyak digunakan dalam bermusik, karena dengan gitar elektrik musik yang dimainkan akan semakin bervariasi. Gitar elektrik diperkenalkan pada tahun 1930an, bergantung pada penguat yang secara elektronik mampu memanipulasi bunyi gitar. Itu terjadi karena adanya perangkat pendukung yaitu efek pedal yang digunakan sebagai pengaturan suara dari gitar elektrik yang dimainkan . Tak dapat dipungkiri bahwa gitar ikut berperan penting dalam berkembangnya musik dipenjuru dunia. Akan tetapi, tak jarang orang awam yang tidak tahu bagaimana memilih gitar yang berkualitas dan sesuai dengan yang Biasanya orang yang baru memulai keinginannya untuk memainkan instrument gitar cenderung salah dalam memilih. Oleh karena itu, sekarang ini banyak lembaga khusus seni menawarkan berbagai pilihan dari alat-alat musik yang ditawarkan untuk dipelajari, seperti: piano, biola, drum, bass, gitar akustik klasik dan gitar elektrik. Secara umum ada dua jenis gitar, yaitu gitar akustik dan gitar listrik . lectric guita. Gitar akustik memiliki body gitar yang terbuat dari kayu tipis, menggunakan lubang suara atau tabung resonansi . ound hol. Sistem Pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggabungkan pangkalan pengetahuan base dengan sistem inferensi untuk menirukan seorang pakar. Sistem pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang bisa dilakukan oleh para ahli. KAJIAN PUSTAKA 1 Sistem Pakar Sistem Pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggabungkan pangkalan pengetahuan base dengan sistem inferensi untuk menirukan seorang pakar. Sistem pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi Journal homepage: https://ojs. P-ISSN: E-ISSN: pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang bisa dilakukan oleh para ahli. Adapun beberapa pengertian dari sistem pakar dari pendapat ahli antara lain sebagai berikut : Menurut Turban Sistem yang menggunakan pengetahuan manusia di mana pengetahuan tersebut dimasukkan ke dalam sebuah Menurut Jackson Program komputer yang merepresentasikan dan melakukan penalaran dengan pengetahuan beberapa pakar untuk memecahkan masalah atau memberikan saran. Menurut Luger dan Stubblefield Program yang berbasiskan pengetahuan yang menyediakan solusi kualitas pakar Ao kepada masalah - masalah dalam bidang . yang spesifik. 2 Gitar Listrik Gitar elektrik merupakan suatu alat instrumental yang banyak digunakan dalam bermusik, karena dengan gitar elektrik musik yang dimainkan akan semakin bervariasi. Gitar elektrik diperkenalkan pada tahun 1930an, bergantung pada penguat yang secara elektronik mampu memanipulasi bunyi gitar. Itu terjadi karena adanya perangkat pendukung yaitu efek pedal yang digunakan sebagai pengaturan suara dari gitar elektrik yang dimainkan . 3 Dempster Shafer Metode Dempster Shafer pertama kali diperkenalkan oleh Dempster, yang melakukan percobaan model ketidakpastian dengan range probabilities dari pada sebagai probabilitastunggal. Kemudian pada tahun 1976 Shafer mempublikasikan teori Dempster itu pada sebuah buku yang berjudul Mathematical Theory Of Evident. DempsterShafer Theory OfEvidence, menunjukkan suatu cara untuk memberikan bobot kenyakinan sesuai fakta yang Pada teori ini dapat membedakan ketidakpastian dan ketidaktahuan. Secara umum teori Dempster-Shafer ditulis dalam suatu interval [Belief. Plausibilit. Belief (Be. adalah ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpunan proposisi. Jika bernilai 0 maka mengindikasikan bahwa tidak ada evidence, dan jika bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian. Bel (X) = Oc m ( Y ) YOX Plausibility (P. dinotasikan sebagai: ycEyco. = 1OeyaAyceyco. Plausibility juga bernilai 0 sampai 1. Jika kita yakin akan x, maka dapat dikatakan bahwa Bel. =1, dan Pl. =0. Plausibility akan mengurangi tingkat kepercayaan dari Keterangan : = densitas untuk gejala pertama = densitas gejala kedua = kombinasi dari kedua densitas diatas yuE = semesta pembicaraan dari sekumpulan hipotesis (X'Y') = jumlah konflik terbukti X dan y = subset dari Z X' dan y = subset dari yuE 5 Unifield Modeling Language (UML) Unifed Modeling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendekskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek. 1 Use Case Diagram Use case diagram yang dibuat pada sistem adalah use case diagram master admin, use case diagram pelanggan, use case diagram transaksi admin, use case diagram transaksi pelanggan, dan use case diagram pembuatan laporan. Diagram use case menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Hal ini ditekankan pada diagram ini adalah AuapaAy yang diperbuat sistem, dan bukan AubagaimanaAy. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem. Use case menyatakan sebuah aktivitas atau pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan tertentu. Journal homepage: https://ojs. P-ISSN: E-ISSN: Activity Diagram Activity diagram menggambarkan workflow . liran kerj. atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa diagram aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh system. Class Diagram Class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian. Kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki atribut dan metode atau operasi. Atribut merupakan variable - variable yang dimiliki oleh suatu kelas. 4 Flowchart Flowchart adalah representasi secara simbolik dari suatu algoritma atau prosedur untuk menyelesaikan suatu masalah, dengan menggunakan flowchart akan memudahkan pengguna melakukan pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah, disamping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek. Flowchart membantu memahami urutan-urutan logika yang rumit dan panjang. Flowchart membantu mengkomunikasikan jalannya program ke orang lain . ukan pemrogra. akan lebih mudah. ANALISA DAN HASIL Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan suatu tahapan penting guna untuk mengetahui langkah-langkah yang dibuat pada sistem pakar yang akan dirancang. Pembobotan Nilai Probabilitas Kerusakan Honda Demi membantu pengembangan sistem pakar ini, maka ditampilkan data hubungan antara gejala kerusakan gitar elektrik ke dalam sebuah tabel. Tabel ini berfungsi menyimpan data kerusakan, pada tabel ini berisi kode kerusakan, data gejala dan probabilitas. Nilai probabilitas diambil berdasarkan pengalaman seorang pakar yang menangani kerusakan gitar elektrik. Data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 4 Nilai Idensitas Kerusakan gitar elektrik Nilai Kode Gejala Ciri Ae Ciri dan Gejala Kerusakan Densitas G01 Kabel yang tidak tersambung atau kurang sempurna G02 Kabel Putus atau tidak ada daya G03 Jack output yang longgar G04 Suara yang dihasilkan terdengar fals G05 Neck bengkok G06 Tremolo yang lepas G07 Batery dari pickup sudah lemah G08 Debu-debu yang menempel pada bagian Spool G09 Kontrol/amplinya yang bermasalah G10 Tali Gitar Berkarat (Sumber :Teknisi GBSOUND & STUDIO BAND) Terminologi Kepastian Adapun untuk membantu perkembangan sistem pakar ini, maka ditampilkan data solusi dari kerusakan. Tabel berikut ini berfungsi untuk memberikan solusi yang dapat dilakukan kerusakan pada mesin honda bead. Tabel 3. 5 Nilai Range Kerusakan Honda Nilai Densitas Gejala Persentase Nilai Densitas Keterangan 0,75 Ae 0,99 0,50 Ae 0,74 0,10 - 0,49 0 Ae 0,9 75% - 99% 50% - 74% 10% - 49 % 0Ae9% Sangat pasti Pasti Cukup pasti Kurang pasti Tidak Pasti A P-ISSN: E-ISSN: 3 Perhitungan Metode Dempster Shafer Setelah menentukan sumber pengetahuan melalui tabel diatas maka tahap selanjutnya yaitu menggunakan perhitungan dengan metode Demster Shafer. Adapun rumus yang digunakan untuk melakukan mendeteksi kerusakan Honda Beat sebagai berikut: Oc yco1. cU) . cU) ycU ycU = s yco3 ( ycs ) = 1Oe ya Keterangan : m1 = densitas untuk gejala pertama m2 = densitas gejala kedua m3 = kombinasi dari kedua densitas diatas s = semesta pembicaraan dari sekumpulan hipotesis (XAoYA. X dan y = subset dari Z XAo dan yAo = subset dari s Maka untuk menghitung nilai Dempster Shafer Kerusakan Gitar Elektrik yang dipilih dengan menggunakan nilai Belief yang telah ditentukan pada setiap gejala. Pl ( ) = 1 - Bel Dimana nilai Bel (Belie. meruapakan nilai bobot yang di input oleh pakar, maka untuk mencari nilai dari gejalagejala di atas, terlebih dulu dicari nilai dari seperti di bawah ini: Gejala 1: Kabel yang tidak tersambung atau kurang sempurna Maka: G01 (Be. = 0,8 G01 ( ) = 1 Ae 0,8= 0,2 Gejala 2: Kabel Putus atau tidak ada daya Maka: G02 (Be. = 0,9 G02 ( ) = 1 Ae 0,9= 0,1 Maka untuk mencari nilai Gn, digunakan rumus: Oc yco1. cU)yco2. cU) M1( )yco2. = Oc 1 Oe ycuOycOOI yco1. cU)yco2. cU) Jika diilustrasikan nilai keyakinan terhadap dua gejala maka: Tabel 3. 8 Contoh Studi Kasus 1 Gejala G01 Dan G02 G01 {K. = 0,8 = 0,2 G02 {K. = 0,9 {K. = 0,72 {K. = 0,18 {K. = 0,08 = 0,1 = 0,02 Maka nilai Gn dari gejala di atas adalah: G01 {K. * G02 {K. = 0,8 * 0,9 = 0,72 G02 {K. * = 0,9 * 0,2 = 0,18 * G01 {K. = 0,1 * 0,8 = 0,08 * = 0,1 * 0,2 = 0,02 Selanjutnya menghitung tingkat keyakinan . 0,72 0,18 ,0,08 = 0,98 1Oe0 0,02 M3 {K. = 0,02 1Oe0 M3 {K. PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI Tampilan Form Login Halaman Login ini memiliki fungsi sebagai tempat awal admin agar bisa masuk ke halaman utama. Berikut ini adalah halaman tampilan Login yaitu sebagai berikut : P-ISSN: E-ISSN: Gambar 4. 1 Tampilan Form Login Tampilan Halaman Menu Utama Halaman Menu Utama merupakan tampilan awal setelah pengguna berhasil login. Berikut ini adalah halaman tampilan Menu Utama yaitu sebagai berikut : Gambar 4. 2 Tampilan Form Menu Utama Tampilan Data Kerusakan Halaman ini memiliki fungsi untuk menyimpan, mengedit, dan menghapus data kerusakan. Berikut ini tampilan dari Data Kerusakan. P-ISSN: E-ISSN: Gambar 4. 3 Tampilan Form Data Kerusakan Tampilan Form Data Gejala Halaman ini berfungsi untuk menyimpan, mengubah, menghapus dan membersihkan data gejala. Berikut ini adalah tampilan dari Form Data Gejala. P-ISSN: E-ISSN: Gambar 4. 4 Tampilan Form Data Gejala 5 Tampilan Form Basis Aturan Halaman ini berfungsi untuk menyimpan, mengubah, dan menghapus data kerusakan. Berikut ini adalah tampilan dari Basis Aturan. Gambar 4. 5 Tampilan Form Basis Aturan 6 Tampilan Form Diagnosa Halaman ini berfungsi untuk mendiagnosa dari gejala kerusakan. Mendiagnosa dan mencetak laporan. Berikut ini adalah tampilan dari Form Diagnosa. Gambar 4. 6 Tampilan Form Diagnosa P-ISSN: E-ISSN: 7 Tampilan Laporan Hasil Diagnosa Halaman ini hanya menampilkan hasil dari seluruh diagnosa kerusakan. Berikut ini tampilan dari Laporan Hasil Penelitian. Gambar 4. 7 Tampilan Laporan Hasil Diagnosa KESIMPULAN Analisa dan pembahasan Sistem Pakar Mendiagnosa kerusakan alat musik gitar elektrik menggunakan metode Dempster Shafer maka dapat ditarik sebagai berikut: Penarapan Dempster Shafer data gejala yang didapat dari seorang pakar. Dalam Dempster Shafer berdasarkan diagnosa kerusakan alat musik gitar elektrik. Berdasarkan implementasi Sistem Pakar pada metode Dempster Shafer dalam mendiagnosa kerusakan gitar elektrik untuk nilai gejala berdasarkan nilai Range yang sudah ditentukan. Bagaimana mempermudah mendiagnosa kerusakan alat musik gitar elektrik, sehingga pemilik bisa memperbaiki secara mandiri. Bagaimana menerapkan Metode Dempster Shafer untuk mendiagnosa kerusakan pada alat musik gitar elektrik Bagaimana membangun aplikasi sistem pakar yang dapat digunakan untuk mendiagnosa kerusakan alat musik gitar elektrik Bagaimana mengimplementasikan aplikasi sistem pakar dalam mendiagnosa kerusakan pada alat musik gitar UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas izin-Nya yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini. Pada kesempatan ini diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua Orang Tua tercinta yang selama ini memberikan doAoa dan dorongan baik secara moril maupun materi sehingga dapat terselesaikan pendidikan dari tingkat dasar sampai bangku perkuliahan dan terselesaikannya jurnal ini. Di dalam penyusunan jurnal ini, banyak sekali bimbingan yang didapatkan serta arahan dan bantuan dari pihak yang sangat mendukung. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Rudi Gunawan. SE. Si. , selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Dr. Zulfian Azmi. ST. Kom. , selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Marsono. Kom. Kom. , selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Saiful Nur Arif. SE. Kom. selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan saran, arahan dan dukungannya serta motivasi, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Ibu Sri Murniyanti. SS. MM, selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan saran, arahan dan dukungannya serta motivasi, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Seluruh Dosen. Staff dan Pegawai di STMIK Triguna Dharma Medan. P-ISSN: E-ISSN: REFERENSI