An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 1 No 1 April 2022 Page 63-76 E-ISSN 2829-4122 Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Muh. Yusuf*. Rizal Awaludin. Eko Nursalim Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta. Indonesia Email: yusufpinrang098@gmail. com*, hamrzal101@gmail. ekonursalim99@gmail. ABSTRACT This research is motivated by the influence of globalisation so that the lack of religious character in public elementary schools. One of the formal education institutions that hold religious character cultivation activities is public elementary school 011. North Sangatta sub-district. East Kutai district. This research method is qualitative field with data collection techniques in the form of observation and Character cultivation has an important meaning in the field of education, especially in relation to religious character. Therefore, this article aims to explore the impact of Islamic Religious Education (PAI) teachers in shaping students' religious This research uses a qualitative approach, focusing on understanding the distinctive features of the phenomenon, including causes, effects, relationships, and all intrinsic factors. The article explores how the role of Islamic Education teachers in shaping students' religious character is exemplified through the exemplary work of the teachers themselves and the implementation of habituation programmes at school, which contribute to the development of strong religious values among Keywords: Teacher. Islamic Education, religious character ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pengaruh globalisasi sehingga minimnya karakter religius di sekolah dasar negeri. Lembaga pendidikan formal yang mengadakan kegiatan penanaman karakter religius salah satunya adalah sekolah dasar negeri 011, kecamatan Sangatta Utara, kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian ini bersifat kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Penanaman karakter memiliki arti penting dalam bidang pendidikan, terutama dalam kaitannya dengan karakter religius. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus pada pemahaman tentang ciri-ciri khas dari fenomena ini, termasuk sebab, akibat, hubungan, dan semua faktor intrinsik. Artikel ini menggali bagaimana peran guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa yang dicontohkan melalui keteladanan guru itu sendiri dan pelaksanaan program pembiasaan di sekolah, yang berkontribusi pada pengembangan nilai-nilai religius yang kuat di kalangan siswa. Kata Kunci: Guru. Pendidikan Agama Islam. Karakter Religius. Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa PENDAHULUAN Pendidikan, sebagai bidang yang terkait dengan kemajuan masyarakat dan pengembangan pribadi manusia, membutuhkan fokus yang lebih tinggi di era globalisasi saat ini. 1 Masalah pergaulan remaja memerlukan perhatian khusus dari berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, orang tua, dan masyarakat Di era kemajuan pendidikan saat ini, banyak pihak yang berkontribusi terhadap keberhasilan pendidikan, terutama dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak-anak. Salah satu tokoh kunci yang memegang tanggung jawab penting dalam pendidikan agama dan moral adalah guru. Pendekatan yang penting dalam menumbuhkan nilai-nilai agama adalah dengan menumbuhkan kebiasaan beribadah, seperti salat zuhur berjamaah, salat duha, dan membaca Al Qur'an. Institusi pendidikan berfungsi sebagai lembaga yang memfasilitasi proses pendidikan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan karakter seseorang melalui interaksi dengan sekitar lingkungannya. 4 Sesuai dengan pandangan Muhammad Fathurrahman dan Sulistyorini, pendidikan pada dasarnya adalah menanamkan nilai-nilai yang berfungsi sebagai prinsip-prinsip penuntun yang membentuk dan menentukan arah eksistensi manusia, yang pada akhirnya menuntun individu untuk meningkatkan nasib dan peradabannya. Tanpa pendidikan yang memadai, diyakini bahwa manusia masa kini tidak ada bedanya dengan manusia di masa lalu, karena mereka sangat tertinggal dalam hal kualitas hidup dan proses pemberdayaan jika dibandingkan dengan masyarakat Lembaga pendidikan, selain keluarga, merupakan lingkungan yang sangat penting dalam membentuk karakter religius siswa. Sekolah memainkan peran penting dalam mengimplementasikan pendidikan karakter karena banyaknya waktu yang dihabiskan anak di sekolah. Oleh karena itu, pengalaman dan pengajaran yang diterima di sekolah sangat berdampak pada internalisasi karakter Sekolah memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku etis anak-anak, berfungsi sebagai sumber pengetahuan dan memupuk kebiasaan 1 Eva Dewi. AuPotret Pendidikan Di Era Globalisasi Teknosentrisme Dan Proses Dehumanisasi,Ay Sukma: Jurnal Pendidikan 3, no. : 93Ae116. 2 Ali Taufik and Tatang Apendi. AuAnalisis Dampak Negatif Pergaulan Anak Remaja Di Era Globalisasi Dengan Kemajuan Teknologi,Ay Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan 5, no. : 26Ae33. 3 Dadan Suryana. Pendidikan Anak Usia Dini Teori Dan Praktik Pembelajaran (Prenada Media, 4 Kusni Ingsih et al. Pendidikan Karakter: Alat Peraga Edukatif Media Interaktif (Deepublish, 5 Nanih Machendrawaty and Agus Ahmad Safei. Pengembangan Masyarakat Islam (PT Remaja Rosdakarya OffsetAebandung, 2. 6 La Hadisi. AuPendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini,Ay Al-TAAoDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 8, no. : 50Ae69. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa yang bermanfaat. Untuk mencapai hal ini, sekolah menanamkan nilai-nilai agama untuk menumbuhkan individu yang taat di antara para siswa, sehingga memandu pertumbuhan dan perkembangan moral mereka. Dalam dunia pendidikan, seorang guru memiliki banyak peran seperti pendidik, pembimbing, konselor, fasilitator, motivator, dan organisator. Mereka bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal yang menyenangkan, memikat, dan menumbuhkan rasa aman. Tugas seorang guru juga mencakup membimbing siswa ke arah yang benar dan memberikan mereka kebebasan untuk berpikir secara aktif, kreatif, dan inovatif untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kemampuan mereka. Setiap orang tua menginginkan anak-anak mereka memiliki kualitas dan kebajikan yang mengagumkan. Menurut filsuf kuno Aristoteles, karakter yang baik dapat didefinisikan sebagai cara hidup yang melibatkan pengambilan keputusan yang tepat dan memperlakukan diri sendiri dan orang lain dengan integritas dan rasa hormat. 8 Imam Al-Ghozali menggambarkan pendidikan sebagai sebuah perjalanan transformatif yang membentuk individu sejak lahir hingga akhir Proses ini melibatkan pemberian pengetahuan dan keterampilan melalui pendekatan yang bertahap dan disengaja, dengan tanggung jawab utama berada di pundak orang tua dan masyarakat. Tujuan akhir dari pendidikan ini adalah untuk membimbing individu mencapai kesempurnaan spiritual dan hubungan yang lebih dekat dengan Allah. Oleh karena itu, menanamkan pendidikan karakter pada individu-individu muda sangat penting untuk menumbuhkan generasi masa depan dengan nilai-nilai etika yang kuat, yang penting untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Guru, yang berperan sebagai tokoh penting dalam domain ini, memainkan peran penting dalam membina karakter siswa. Mereka bertanggung jawab untuk mengatur dan membimbing siswa, membina lingkungan yang menumbuhkan kecintaan untuk belajar, dan memprioritaskan pengembangan kebajikan religius pada siswa. Pendidikan agama merupakan aspek integral dari kerangka kerja pendidikan nasional yang lebih luas, yang memikul tanggung jawab untuk memenuhi tujuan pendidikan nasional. Institusi pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk karakter, nilai, dan moral anak-anak, sehingga secara signifikan mempengaruhi perkembangan mereka secara keseluruhan. 10 Pendidikan agama memiliki posisi yang signifikan dalam membentuk karakter dan nilai manusia, yang mencakup aspek alam, agama, dan masyarakat. Dengan mempelajari Syamsul Hadi Syamsul Hadi. AuPembelajaran Sosial Emosional Sebagai Dasar Pendidikan Karakter Anak Usia Dini,Ay Jurnal Teknodik, 2011, 227Ae40. 8 Jerome Frank. Hukum Dan Pemikiran Modern (Nuansa Cendekia, 2. 9 Mohamad Mustari. Administrasi Dan Manajemen Pendidikan Sekolah (Prodi S2 Studi AgamaAgama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2. 10 Hamzah B Uno. Landasan Pendidikan (Bumi Aksara, 2. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa dan menginternalisasi ajaran agama, individu dapat menemukan solusi untuk kehidupan dunia dan akhirat. Pendidikan agama sangat penting dalam menciptakan individu holistik yang percaya dan meneladani ajaran-ajaran tersebut. Keberhasilan siswa dalam sistem pendidikan sangat dipengaruhi oleh kehadiran dan dedikasi para pendidiknya, seperti yang diutarakan oleh Lailatussaadah. Pendidikan Agama Islam adalah upaya yang disengaja dan terstruktur yang bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan, pemahaman, kekaguman, dan keyakinan terhadap prinsip-prinsip Islam. Selain itu, pendidikan ini juga memberikan bimbingan untuk menumbuhkan rasa hormat terhadap individu yang menganut agama yang berbeda untuk memupuk kerukunan antar umat beragama, yang pada akhirnya bermuara pada persatuan dan kesatuan bangsa. 11 Pendidikan Agama Islam adalah komponen penting dalam pengembangan karakter di sekolah, karena memainkan peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai moral siswa. Dengan memprioritaskan pengajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif, yang dianggap sangat penting, kita dapat berhasil memupuk perkembangan karakter Tujuan utama dari pelajaran PAI (Pendidikan Agama Isla. dan Budi Pekerti (Pendidikan Karakte. adalah untuk meningkatkan nilai-nilai moral dengan cara menanamkan nilai-nilai tersebut secara mendalam di dalam hati dan jiwa setiap Muslim. Jika digabungkan dengan bimbingan dari para pendidik yang terampil, terutama guru yang menjadi panutan, menanamkan kebiasaan yang baik akan menjadi pendekatan yang sangat efektif untuk membekali para siswa dengan pendidikan yang menyeluruh yang mencakup etika, kepercayaan diri, dan pengembangan sosial. Pendekatan pendidikan keteladanan . l-tarbiyah bi al-qudwa. dianggap sebagai metode yang sangat penting dan tak terpisahkan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keseluruhan proses pendidikan. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pendidikan Islam, dengan komponen-komponennya yang rumit, tetapi juga untuk berbagai sistem pendidikan di seluruh dunia. Namun demikian, sangat penting untuk menyadari bahwa seseorang dapat memperoleh kebiasaan yang terpuji dan akhlak yang mulia melalui contoh-contoh positif, yang dikenal sebagai qudwah hasanah. Sebaliknya, contoh-contoh negatif juga dapat menjadi sumber untuk memahami kebiasaan-kebiasaan yang tercela dan akhlak yang tidak pantas. Di antara berbagai bentuk teknik pendidikan . asa'il al-tarbiya. , salah satu yang paling penting adalah metode keteladanan . l tarbiyah bi al-qudwa. Pendekatan ini, seperti yang disoroti oleh cendekiawan kontemporer Muhammad Quthb. Meningkatkan kemampuan spiritual dan menumbuhkan kreativitas, inovasi, daya tanggap, dan pemikiran yang berorientasi pada masa depan di antara 11 Novianti Muspiroh. AuIntegrasi Nilai Islam Dalam Pembelajaran IPA (Perspektif Pendidikan Isla. ,Ay Jurnal Pendidikan Islam 28, no. : 484Ae98. 12 H Samsul Munir Amin. Ilmu Akhlak (Amzah, 2. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa individu-individu memiliki arti penting dalam pendidikan berbasis agama. Kualitaskualitas ini harus dipupuk dengan cara yang selaras dengan ketakwaan dan mengejar keridhaan Allah. Pendidikan karakter melibatkan upaya yang disengaja dan strategis untuk menanamkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai etika secara mendalam dalam diri individu, memastikan bahwa prinsip-prinsip dan nilai-nilai tersebut secara efektif diterjemahkan ke dalam tindakan dan perilaku yang positif. 14 Kepemilikan karakter yang baik oleh anak-anak pasti mengarah pada perwujudan perilaku positif. Hubungan antara karakter dan perilaku ini terkait erat dengan pengaruh eksternal seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Nilai-nilai agama, di antara berbagai nilai moral lainnya, merupakan komponen integral dari pendidikan karakter. Nilai-nilai religius mencakup keyakinan dan prinsip yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai ini menjadi nyata dalam ucapan dan perbuatan seseorang, yang berfungsi sebagai aspek dasar yang meresap ke dalam semua aspek kehidupan. 15 Karakter mengacu pada kualitas, sifat, atau kepribadian yang khas dari seorang individu yang berkembang melalui internalisasi beragam Kebajikan-kebajikan ini berfungsi sebagai kerangka kerja bagi cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku seseorang. 16 Karakter religius adalah perilaku dan sikap individu yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama yang dianutnya, serta berusaha hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Di Indonesia, sangat penting bagi setiap warga negara untuk memeluk salah satu agama yang diakui secara resmi seperti yang diamanatkan oleh Pancasila. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi setiap orang untuk dengan sepenuh hati menjalankan prinsip-prinsip dan ajaran agama yang mereka pilih. Penanaman karakter religius memiliki arti penting bagi siswa, terutama mengingat perkembangan zaman yang sering kali mengarah pada penurunan nilai-nilai moral dan etika. Oleh karena itu, diharapkan para siswa dapat menunjukkan perilaku yang terpuji sesuai dengan norma-norma masyarakat dan ajaran agama. Guru yang bertanggung jawab atas keberhasilan pembelajaran PAI harus menyadari bahwa tujuan mereka lebih dari sekedar mengajarkan konten kognitif. Selain itu, sangat penting bagi mereka untuk menanamkan rasa pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya pendidikan agama, sehingga mereka dapat menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah kreativitas guru menjadi sangat penting, karena pembelajaran PAI seharusnya tidak 13 Imam Musbikin. Penguatan Pendidikan Karakter: Referensi Pembelajaran Untuk Guru Dan Siswa SMA/MA (Nusamedia, 2. 14 Warni Tune Sumar. Strategi Pemimpin Dalam Penguatan Iklim Sekolah Berbasis Budaya Kearifian Lokal:(Budaya Huyul. (Deepublish, 2. 15 Imam Subqi. AuPola Komunikasi Keagamaan Dalam Membentuk Kepribadian Anak,Ay INJECT (Interdisciplinary Journal of Communicatio. 1, no. : 165Ae80. 16 S Pd I Sukatin and M Shoffa Saifillah Al-Faruq. Pendidikan Karakter (Deepublish, 2. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa terbatas pada empat dinding kelas. Para pendidik harus mencari metode untuk menginspirasi dan memfasilitasi pembelajaran agama di luar waktu pembelajaran formal, dengan memasukkan kegiatan keagamaan dan menumbuhkan suasana religius dalam lingkungan sekolah. Karakter mengacu pada nilai-nilai etika dan perilaku yang ditampilkan seseorang terhadap penciptanya, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan Nilai-nilai ini terlihat jelas dalam pola pikir, cara pandang, perasaan, ekspresi, dan perilaku seseorang, yang semuanya dipengaruhi oleh standar agama, peraturan, etika, adat istiadat, dan praktik. Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan kemampuan dasar individu untuk berpikir cerdas, bertindak secara etis, dan berkontribusi secara positif kepada diri sendiri, keluarga, dan Masyarakat. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ulfa Nurul Sangadah . yang berjudul "Peran Guru Pendidikan Agama Islam dan Orang Tua dalam Membentuk Kedisiplinan Ibadah Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Rembang Kabupaten Purbalingga" dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pembentukan kepribadian siswa di SMA sudah cukup baik. Hal ini terlihat pada sikap dan tingkah laku siswa yang sudah memiliki akhlak yang baik. Sedangkan penelitian ini lebih memfokuskan pada peran guru dalam menanamkan nilai-nilai Agama dan Moral pada anak usia dini di TK. 19 Pada penelitian sebelumnya yang telah disebutkan memiliki kesamaan dengan penelitian ini yakni bagaimana peran guru dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian lain juga yang dilakukan oleh Edi Kuswanto dengan judul AuPeranan Guru PAI dalam Pendidikan Akhlak di SekolahAy menyatakan bahwa Dalam pendidikan moral di sekolah, guru memiliki peran yang sangat dominan, sedangkan peran yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut: . peran sebelum proses pembelajaran adalah: guru sebagai desainer instruksional, guru sebagai penjaga system nilai . serta guru pengganti orang tua. peran dalam proses pembelajaran adalah: organizer, fasilitator, motivator, inovator dan mentor. peran setelah proses pembelajaran adalah: evaluator. 20 Penelitian ini juga memiliki kesamaan dengan yang dilakukan oleh penulis yakni membahas tentang peran seorang guru PAI dalam membentuk karakter atau akhlak peserta didik. 17 Agung Pramujiono et al. Kesantunan Berbahasa. Pendidikan Karater. Dan Pembelajaran Yang Humanis (Indocamp, 2. 18 Sodiq Anshori. AuKontribusi Ilmu Pengetahuan Sosial Dalam Pendidikan Karakter,Ay Edueksos Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi 3, no. 19 Ulfa Nurul Sangadah. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dan Orang Tua Dalam Membentuk Kedisiplinan Ibadah Siswa Kelas XI IPA Di SMA Negeri 1 Rembang Kabupaten PurbalinggaAy (IAIN, 2. 20 Edi Kuswanto. AuPeranan Guru PAI Dalam Pendidikan Akhlak Di Sekolah,Ay Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam 6, no. : 194Ae220. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa METODE PENELITIAN Pelaksanaan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian 21 Penelitian kualitatif merupakan penelitian lapangan . ield researc. karena data yang dihasilkan berupa kata-kata tertulis atau lisan dari obyek dan perilaku yang dapat diamati. Sedangkan desaindalam penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif, deskriptif kualitatif digunakan untuk meneliti masalahmasalah yang membutuhkan studi mendalam mengenai suatu penelitian. 22 Teknik pengumpulan data mengunakan tekhik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa pemaparan data secara tertulis mengenai data-data Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai upaya yang dilakukan oleh SD N 011 Sangatta Utara dalam menanamkan nilai-nilai karakter religius kepada para siswanya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yang berfokus pada pemahaman aspek-aspek unik dari sebuah fenomena, termasuk penyebab, efek, hubungan, dan semua faktor yang melekat. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, karena meneliti isu-isu dan fenomena yang terjadi dalam konteks SDN 011 Sangatta Utara. Subjek penelitian adalah seorang guru agama di sekolah tersebut. Untuk mengumpulkan informasi yang dapat diandalkan, penelitian ini menggunakan berbagai metode pengumpulan data, termasuk observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini bersifat kualitatif, yang melibatkan interpretasi data yang tidak dapat dinilai secara numerik . on statisti. Analisis data wawancara diuraikan secara kualitatif dengan menggunakan metode deduktif, yang melibatkan penarikan kesimpulan atau keputusan yang bersifat khusus dari kesimpulan atau keputusan yang bersifat HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di SDN 011 Sangatta Utara Pengaruh guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa sangat Dalam perannya sebagai pendidik, guru harus menunjukkan perilaku yang dapat diteladani, menanamkan nilai-nilai moral dalam pelajaran mereka, sadar diri dan terbuka untuk mengakui kesalahan, memenuhi tanggung jawab 21 Dr Sugiyono. AuMetode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D,Ay 22 Farida Nugrahani and Muhammad Hum. AuMetode Penelitian Kualitatif,Ay Solo: Cakra Books 1, 1 . : 3Ae4. 23 Bakhrudin All Habsy. AuSeni Memehami Penelitian Kuliatatif Dalam Bimbingan Dan Konseling: Studi Literatur,Ay Jurnal Konseling Andi Matappa 1, no. : 90Ae100. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa mereka dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran, serta menunjukkan kesopanan dan kesantunan, di antara hal-hal lainnya24. Oleh karena itu, perilaku dan pola pikir siswa di lingkungan sekolah sangat erat kaitannya dengan pengaruh dan teladan yang diberikan oleh para guru Siswa sering kali mencerminkan sikap dan tindakan yang ditunjukkan oleh para pendidik mereka, seperti halnya anak-anak yang sering kali menjadi cerminan orang tua mereka dan masyarakat yang mencerminkan para Keterkaitan antara guru dan murid ini menghasilkan pertukaran ide dan perilaku yang saling menguntungkan. Akibatnya, hasil akhir dari pengalaman belajar siswa pada akhirnya akan menentukan apakah mereka mengalami kemajuan positif dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka secara keseluruhan. Oleh karena itu, pendidikan Islam menawarkan berbagai teknik yang dapat digunakan untuk membentuk karakter religius siswa. Metode-metode ini, seperti pendekatan keteladanan dan pembiasaan, diimplementasikan oleh guru PAI di SDN 011 Sangatta Utara untuk mendorong pengembangan nilai-nilai moral dan identitas agama siswa. Metode keteladanan adalah memberikan contoh atau teladan yang positif kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari. Teknik ini berfungsi sebagai cetak biru perilaku dalam mencapai tujuan pendidikan. Siswa secara alami cenderung meniru guru mereka, dan praktik ini harus dijunjung tinggi oleh semua profesional pendidikan. Hal ini terutama disebabkan oleh kecenderungan psikologis siswa untuk meniru, tidak hanya sifat-sifat yang diinginkan tetapi juga sifat-sifat yang tidak diinginkan25. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, jelaslah bahwa memberikan teladan atau contoh yang positif kepada siswa dapat mempengaruhi perkembangan agama mereka secara positif. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pendidik untuk secara konsisten menunjukkan perilaku yang baik saat mereka berinteraksi dengan siswa mereka setiap hari. Karena siswa memiliki kecenderungan alami untuk meniru perilaku, perkataan, dan sikap guru mereka, maka menjadi sangat penting bagi para guru untuk menjadi teladan yang positif. Guru dan sekolah juga harus mengadopsi teknik pembiasaan ketika membentuk karakter religius siswa. Jika siswa secara konsisten terpapar dan didorong untuk menunjukkan sifat-sifat terpuji, sifat-sifat ini akan tertanam kuat dan diingat oleh siswa dalam tindakan mereka. Oleh karena itu, penting 24 Jessy Amelia. AuPeran Keteladanan Guru Pai Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa SMP Negeri 07 Lubuk LinggauAy (UIN Fatmawati Sukarno, 2. 25 Ali Mustofa. AuMetode Keteladanan Perspektif Pendidikan Islam,Ay CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman 5, no. : 23Ae42. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa untuk menciptakan lingkungan di mana siswa dibiasakan untuk mewujudkan sifat-sifat terpuji26. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru harus menggunakan teknik pembiasaan dalam membentuk karakter religius siswa. Hal ini dikarenakan siswa cenderung meniru dan mencontoh sikap, perilaku, dan tutur kata positif yang ditampilkan oleh guru mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk secara konsisten mencontohkan sifat-sifat tersebut karena siswa akan menirunya. Keteladanan Guru dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Menjadi teladan berarti menunjukkan perilaku terpuji yang selaras dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, sehingga dapat diterima dengan baik oleh semua orang. Sangat penting bagi para pendidik untuk secara aktif menunjukkan perilaku seperti itu karena berfungsi sebagai katalisator untuk menginspirasi siswa agar berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan mereka. Perilaku teladan harus dilakukan oleh berbagai orang dewasa dalam lingkungan pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, staf, dan anggota komite sekolah. Perilaku teladan ini dihargai karena memberikan contoh positif bagi individu yang berada di bawah bimbingan mereka, yaitu para siswa. Sebagai seorang pendidik, kewajiban dan peran utama seorang guru meliputi mendidik dan memberikan pengetahuan, dengan tujuan akhir untuk memfasilitasi pertumbuhan siswa menjadi individu yang utuh. Dalam ranah perjalanan pembelajaran, fungsi utama guru lebih dari sekadar mengajar, mereka juga berperan sebagai pemandu. Sangat penting bagi guru untuk memiliki pemahaman yang komprehensif tentang karakteristik individu setiap siswa, baik dari segi fisik maupun psikologis. Pemahaman ini termasuk mengenali dan memahami tahap perkembangan siswa, yang mencakup kebutuhan, sifat pribadi, kemampuan, dan kesejahteraan mental mereka27. Nilai religius adalah nilai karakter yang berhubungan erat dengan Tuhan Yang Maha Esa. Kata AureligiusAy berasal dari bahasa Inggris Aureligioun,Ay sebuah kata benda yang berarti kepercayaan pada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur manusia. Istilah AureligiusAy berasal dari kata AureligiAy dan berkaitan dengan kecenderungan alami dan keyakinan dari kepercayaan seseorang. Nilainilai religius mencakup hubungan seseorang dengan pencipta mereka, yang dicontohkan melalui ajaran-ajaran yang terinternalisasi yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Menurut Kementerian Pendidikan Nasional, agama dianggap sebagai fondasi moral yang mendasar bagi masyarakat. Hal ini mencakup ketaatan dalam menjalankan ajaran agama yang dianutnya, 26 Vebri Angdreani. Idi Warsah, and Asri Karolina. AuImplementasi Metode Pembiasaan: Upaya Penanaman Nilai-Nilai Islami Siswa SDN 08 Rejang Lebong,Ay At-TaAolim: Media Informasi Pendidikan Islam 19, no. : 1Ae21. 27 Ismail Darimi. AuPeningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAI Dalam Pembelajaran,Ay Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 5, no. : 309Ae24. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa menunjukkan sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta membina kerukunan dengan pemeluk agama lain. Selain itu. Ngainum Naim memberikan penjelasan yang mendalam tentang pengertian nilai religius, yang melibatkan pengakuan dan penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengertian yang diberikan oleh banyak ahli, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai religius mencakup prinsip-prinsip yang berasal dari doktrin agama yang dianut seseorang, yang kemudian dimanifestasikan dalam tindakan sehari-hari. Akhmad Muhaimin Azzet menekankan perlunya para mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir dan perilaku yang berpedoman pada nilai-nilai ketuhanan atau ajaran agama masing-masing. Diharapkan para mahasiswa dapat memahami dan menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mengembangkan hubungan yang kuat dengan Tuhan melalui karakter seseorang dapat mengarah pada peningkatan keseluruhan dalam kehidupan seseorang, karena ajaran agama tidak hanya mengajarkan individu untuk memiliki hubungan yang harmonis dengan Tuhan tetapi juga dengan orang lain. Namun, sangat disayangkan bahwa tidak semua orang, meskipun memiliki afiliasi agama, memiliki sifat-sifat karakter yang mencerminkan individu yang religius28. Hal ini terjadi karena tidak adanya pengakuan dan persetujuan atas Lebih menyedihkan lagi ketika afiliasi keagamaan seseorang hanya sebatas permukaan, tanpa ada upaya yang tulus untuk mempersonifikasikan ajaran agamanya dalam perilaku, penampilan, dan tindakan sehari-hari. Karakter religius mencakup nilai-nilai yang berhubungan dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan kebangsaan. Nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat29. Program Pembiasaan Siswa di Sekolah Untuk menumbuhkan karakter religius, program pembiasaan siswa yang diterapkan di SDN 011 SANGATTA UTARA antara lain dengan menanamkan kebiasaan salat Dzuhur dan Ashar berjamaah. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nurrotun Nangimah dengan judul AuPeran Guru Pai Dalam Pendidikan Karakter Religius Siswa SMA N 1 SemarangAy Mengungkapkan bahwa Peran guru PAI dalam pendidikan karakter religius Peran guru PAI dalam pendidikan karakter religius siswa SMA Negeri 1 28 Achmad Yusuf. Pesantren Multikultural Model Pendidikan Karakter Humanis-Religius Di Pesantren Ngalah Pasuruan-Rajawali Pers (PT. RajaGrafindo Persada, 2. 29 Jimmy Oentoro. Indonesia Satu. Indonesia Beda. Indonesia Bisa (Gramedia Pustaka Utama. Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Semarang terdiri dari 5 peran guru yaitu: Pengajar. Pendidik. Teladan. Motivator dan Sumber belajar. Faktor Pendukung dan Penghambat Pembentukan Karakter Religius Siswa Dalam melakukan pembentukan karakter religius pada peserta didik tentu ada saja faktor pendukung maupun penghambat. Oleh karena itu, penulis menjabarkan hal tersebut sebagai berikut: Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan karakter siswa berasal dari keluarga, lingkungan, dan sekolah. Sangat penting bagi sekolah dan orang tua untuk bekerja sama dalam menumbuhkan karakter religius pada siswa. Kolaborasi antara kedua entitas ini sangat penting dalam memastikan keberhasilan penanaman nilai-nilai religius. Faktor-faktor yang menghambat perkembangan karakter religius siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai elemen. Di antaranya adalah keluarga yang lalai dalam memperhatikan sikap dan perilaku anak, sehingga sulit untuk membimbing para siswa. Selain itu, pengaruh teman sebaya, lingkungan tempat tinggal, dan teknologi juga dapat menyebabkan siswa ingin mengadopsi kebiasaan-kebiasaan gaul, seperti membawa ponsel ke sekolah. Kurangnya keterlibatan orang tua dapat menghambat pembentukan karakter religius pada siswa, karena orang tua mungkin mengabaikan perilaku buruk anak-anak mereka dan membiarkannya terus berlanjut. Akibatnya, anak-anak cenderung menyimpang dari perilaku yang Oleh karena itu, sangat penting bagi guru dan sekolah untuk berkolaborasi dalam mengembangkan karakter siswa. Pengembangan karakter religius pada siswa tidak bisa hanya dilakukan oleh sekolah, kerja sama dan keterlibatan keluarga juga sama pentingnya. Keluarga adalah faktor yang paling signifikan dalam membentuk karakter siswa karena siswa dilahirkan dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga mereka. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Melinda Pridayani dan Ahmad Rifauzi . yang berjudul AuFaktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan ProgramPenguatan Pendidikan Karakter Religius Terhadap SiswaAy Mengugkapkan bahwa ada Empat faktor yang mendukung implementasi karakter religius adalah: tersedianya buku yang memperkuat karakter siswa, kemauan siswa, dukungan kegiatan keagamaan, serta sarana dan prasarana yang memadai. Faktor-faktor ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan karakter religius Di sisi lain, terdapat lima faktor penghambat, yaitu lingkungan, teman sebaya, penggunaan handphone yang berlebihan, kesadaran diri siswa, dan kurangnya pengawasan guru. 30 Nurrotun Nangimah. AuPeran Guru PAI Dalam Pendidikan Karakter Religius Siswa SMA N 1 Semarang,Ay Skripsi Sarjana. Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2018. 31 Melinda Pridayani and Ahmad Rivauzi. AuFaktor Pendukung Dan Penghambat Pelaksanaan Program Penguatan Pendidikan Karakter Religius Terhadap Siswa,Ay An-Nuha 2, no. : 329Ae Jurnal An-Nafis Vol. No. 1 April 2022 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Penelitian lain juga yang dilakukan oleh Apriliana Krisnawanti dengan judul AuKerjasama Guru Dengan Orang Tua Membentuk Karakter Disiplin Kelas V SD Negri GembonganAy mengungkapkan bahwa Faktor yang mendukung upaya guru diantaranya adalah keterlibatan orang tua mendukung upaya guru dalam membina kerjasama dan juga tersedianya sarana dan prasarana di sekolah yang dapat oleh guru dalam membina kerjasama dengan orang tua. Sedangkan Faktor yang menghambat upaya guru diantaranya adalah kurangnya kesadaran orang tua akan pendidikan dan perkembangan. disiplin siswa, kurangnya komunikasi antara orang tua dan guru, dan sebagian orang tua belum bisa meluangkan waktunya untuk mengahadiri pertemuan atau SIMPULAN Para guru memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada para siswa, karena keteladanan mereka sangat mempengaruhi mereka. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para guru untuk menunjukkan hal ini adalah dengan berdoa bersama dengan murid-muridnya. Dengan memberikan contoh yang baik melalui tindakan mereka sendiri, para guru menunjukkan perilaku terpuji, termasuk kerendahan hati, kesabaran, ketulusan, kejujuran, ketergantungan pada Tuhan, dan menghindari perilaku negatif. Sangat penting bagi para pendidik untuk menumbuhkan karakter yang baik dalam diri mereka. Hal ini karena siswa melihat segala sesuatu yang dilakukan guru sebagai teladan, yang membuat mereka mencerminkan dan meniru sikap, tindakan, dan perilaku guru, yang mencakup watak bawaan, ekspresi verbal, dan perilaku. Program pembiasaan siswa di sekolah ini secara konsisten mengikuti jadwal harian, yang meliputi salat Dhuha, salat Dzuhur berjamaah, dan infak. Selain itu, ada kegiatan bulanan seperti Kultum Jum'at dan ekstrakurikuler Rohis, serta acara tahunan untuk memperingati hari-hari besar Islam dan mempromosikan nilai-nilai agama siswa. Tujuannya adalah untuk menanamkan fondasi agama yang kuat di antara para siswa. DAFTAR PUSTAKA