Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa1. Kunaenih2 Universitas Islam Jakarta1, 2 Email: sitiikhairunnisa@gmail. asnie2009@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian bertujuan tujuan untuk menjelaskan upaya guru Pendidikan Agama Islam ketika mereka menemui tantangan dalam membaca Al-QurAoan serta elemen-elemen yang memfasilitasi dan menghalangi mereka dalam membantu siswa di SMP Al Washliyah 1 Jakarta yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-QurAoan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Untuk mengumpulkan data, digunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh selama proses riset di SMP Al Washliyah 1 Jakarta adalah . tindakan yang diambil oleh guru Pendidikan Agama Islam untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran membaca AlQur'an di SMP Al Washliyah 1 Jakarta, yaitu . dengan menggunakan metode halaqah tahsin dan tahfiz seperti Muatan Lokal (Mulo. ketika kegiatan pembelajaran PAI sedang . selalu membiasakan diri untuk membaca ayat-ayat pendek sebelum memulai kelas yang diadakan oleh teman sejawat. setiap sabtu pagi, secara teratur diadakan kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa mengenai ilmu tajwid. Tantangan yang dihadapi oleh guru pendidikan agama Islam dalam membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur'an di SMP Al Washliyah 1 Jakarta adalah . variasi dalam kemampuan peserta didik. kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anak-anak mereka. jumlah pengajar serta waktu yang tidak mencukupi. faktor-faktor yang membantu guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi masalah membaca Al-Qur'an di SMP Al Washliyah 1 Jakarta adalah . adanya fasilitas dan infrastruktur pembelajaran yang memadai. motivasi serta semangat dari guru PAI. dukungan yang diberikan oleh kepala sekolah dan guru wali Kata Kunci: Upaya. Guru Pendidikan Agama Islam. Kesulitan Membaca Al-QurAoan. Peserta Didik http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Sebagaimana orang-orang yang hebat berupaya untuk mempelajari Al-QurAoan dan menyebarkannya. Al-QurAoan berfungsi sebagai panduan hidup bagi seluruh umat Islam, sehingga tidak ada alasan untuk melewatkannya, baik dalam keadaan sibuk maupun santai, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak, serta baik untuk mereka Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 1-9, 2025 | 1 Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa. Kunaenih Telah menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi ataupun rendah. Karenanya, hal ini wajib untuk dilaksanakan memulai proses Al-QurAoan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak awal menghadapi kehidupan di dunia ini dan Dalam agama Islam, membaca dan belajar adalah kunci pengetahuan. Maka dari memperkenalkan penanaman nilai-nilai AlQurAoan sejak usia dini berperan penting dalam pembentukan karakter anak. AlQurAoan menjadi kewajiban utama yang harus disampaikan sejak dini sebelum pelajaran Dengan mengajarkan anak dari awal, diharapkan cinta anak terhadap Al-QurAoan akan tumbuh subur sejak kecil dan terus berkembang hingga masa dewasa. Kemampuan Al-QurAoan merupakan salah satu aspek penting dalam Implementasi pembelajaran Al-QurAoan bisa berlangsung di mana saja, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, dan pesantren sebagai bentuk non-formal, pendidikan formal termasuk sekolah dan Pada institusi pendidikan formal kemampuan literasi Al-QurAoan, mencakup membaca telah menjadi komponen penting dalam struktur kurikulum di sekolah dan Pembelajaran PAI di sekolah meliputi berbagai aspek penting, termasuk penguasaan tajwid dan keterampilan membaca dan menulis Al-QurAoan secara tepat. Dengan demikian, pengajaran kedua materi memberikan bekal kepada peserta didik yang berkaitan dengan kemampuan literasi AlQurAoan secara optimal. Penguasaan terhadap baca tulis Al- QurAoan oleh siswa akan mempermudah proses menghafal, memahami, menyalin, dan menerjemahkan ayat-ayat AlQurAoan, serta mendorong penerapan nilainilai Al-QurAoan dalam perilaku sehari-hari peserta didik. Hal ini berkontribusi positif terhadap peningkatan prestasi mereka dalam pelajaran PAI. Karena proses ini memerlukan waktu yang lama, kegiatan mengajarkan Al-QurAoan sebaiknya dimulai dari usia awal agar anak mampu melafalkannya secara tepat dan sistematis sesuai kaidah tajwid saat memasuki masa belajar. Membaca secara baik menuntut ketepatan dalam menerapkan setiap aturan bacaan dengan seksama, ini menunjukkan bahwa dengan metode ini membaca Al-QurAoan dapat mencerminkan bahwa melafalkan Al-QurAoan secara tepat sesuai kaidah tajwid berdasarkan standar dan ketentuan yang telah ditentukan secara Setiap remaja mengalami tingkat kesulitan yang bervariasi saat melakukan penelitian ini berfokus pada kemampuan peserta didik dalam membaca Al-QurAoan mengenai masalah ini mengungkapkan bahwa di antara berbagai tantangan yang ada termasuk kesalahan dalam pengucapan huruf hijaiyyah di lokasi yang tepat, kesulitan dalam membedakan lama dan pendeknya bacaan, ketidakpastian saat membaca, kesulitan dalam memahami kaidah tajwid, serta kebingungan yang timbul dari kombinasi huruf hijaiyyah. keberhasilan peserta didik dalam pendidikan agama sering diukur melalui keterampilan pembelajaran membaca Al-QurAoan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagaimana tercantum dalam silabus: AuSiswa memiliki kemampuan membaca dan menginterpretasikan isi Al-QurAoanAy. Silabus membuktikan sekolah wajib memberikan dukungan terhadap guru PAI bertanggung jawab besar dalam kegiatan membaca AlQurAoan sebagai media pembentukan karakter religius peserta didik. Temuan dari sejumlah penelitian terdahulu mengungkapkan upaya guru PAI dalam membantu siswa mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan. Pengajian atau pembacaan ayat suci sebelum proses belajar mengajar, menyediakan waktu pelaksanaan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 1-9, 2025 | 2 Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa. Kunaenih kegiatan di luar jadwal pelajaran formal dengan menerapkan metode Tahsin. Penelitian mengenai kesulitan dalam aktivitas membaca Al-QurAoan serta strategi proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam. Selain itu, strategi yang dapat diperoleh guru PAI sebagai langkah solusi terhadap perihal ini perlu diperkuat agar dapat memastikan bahwa masalah ini dapat diselesaikan sebelum muncul lagi pernyataan yang mengatakan AuSiswa SMP sering mengalami tantangan saat membaca Al- QurAoanAy. Sebagai bagian dari Provinsi DKI Jakarta. Jakarta Timur berada di sisi timur wilayah ibu kota dan termasuk dalam struktur pemerintahan kota. Di tahun 2021, jumlah penduduk di Jakarta Timur mencapai 139 orang dengan kepadatan penduduk sebesar 16. 152 orang per kilometer persegi. Warga di area ini bekerja pengusaha, tenaga kerja dari luar daerah, dan lain-lain, sementara sejumlah orang lainnya berprofesi sebagai pedagang, peternak, tukang, serta buruh konstruksi. Keadaan ekonomi yang kurang baik dan rendahnya tingkat pendidikan membuat orang tua tidak sepenuhnya memahami dan menyadari seberapa pentingnya kegiatan pembelajaran yang meliputi kemampuan membaca serta memahami kandungan makna Al-QurAoan. Sebagian orang tua turut berperan dalam kemampuan membaca Al-QurAoan anak selama proses pembelajaran di lingkungan rumah tetap dilanjutkan hingga mereka tumbuh dewasa. Namun, sebagian orang tua merasa tidak memiliki kemampuan atau kepercayaan diri untuk mengajar anak-anak mereka di rumahhingga mereka memilih untuk memasukkan anak-anak mereka ke pesantren. TPQ, atau program membaca AlQurAoan di mushola agar memperoleh bimbingan dari para ustadz dan ustadzah. Peneliti memilih SMP Al Washliyah 1 Jakarta sebagai lokasi penelitian disebabkan dari banyaknya peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca AlQurAoan, dan sekolah tersebut berkomitmen untuk memberikan solusi atas sebagai bentuk respon terhadap permasalahan tersebut, guru PAI mengambil tindakan, salah satunya adalah menyelenggarakan ekstrakurikuler wajib setiap hari Sabtu diperuntukkan bagi peserta didik yang belum menguasai bacaan Al-QurAoan dengan baik. Perhatian serius diperlukan sebagai bentuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam membaca Al-QurAoan. Permasalahan yang dihadapi peserta didik bisa diselesaikan jika guru menerapkan metode yang tepat untuk mereka. Kontribusi guru sangat vital dalam mencapai keberhasilan peserta didik. Keberhasilan ini dapat terlihat dari hasil evaluasi anak. METODE Metode yang akan diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan case study dengan fokus pada penelitian kualitatif fenomenologi untuk mengamati bagaimana guru di SMP Al Washliyah 1 Jakarta diharapkan dapat mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan. Dengan demikian, penelitian ini akan mengadopsi metode penelitian yang bersifat kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al Washliyah 1 Jakarta, yang beralamat di Jl. Al-Washiliyah No. RT. 3/RW. Jatirawamangun. Kec. Pulo Gadung. Kota Jakarta Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220. Waktu yang digunakan peneliti untuk meneliti ini berlangsung selama 6 bulan mulai dari Januari - Juli 2025. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan cara : Wawancara (Intervie. Wawancara merupakan metode kegiatan komunikasi dua arah di mana pewawancara mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi dari orang yang diwawancarai. Wawancara digunakan sebagai metode untuk memperoleh informasi langsung dari subjek penelitian melalui penyampaian data di Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 1-9, 2025 | 3 Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa. Kunaenih Peneliti menargetkan Kepala Sekolah. Guru PAI. Guru Sejawat, dan Peserta Didik sebagai objek yang akan diwawancarai. Melalui wawancara ini diharapkan dapat diperoleh data mengenai keterampilan peserta didik dalam membaca Al-QurAoan serta tindakan yang telah dilakukan untuk mendukung peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-QurAoan. Observasi Dalam penelitian kualitatif melibatkan langsung mengamati mendengar, atau merasakan informasi di lapangan. Dengan melakukan pengamatan, peneliti masuk langsung ke lokasi untuk melihat berbagai hal terkait objek, aspek kondisi, latar situasi, tahapan proses, maupun pola perilaku, dengan mengamati secara langsung semua aktivitas yang terjadi. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan observasi bersifat nonpartisipatif, dengan peneliti memposisikan diri sebagai pengamat tanpa melakukan kontak langsung dengan subjek, melainkan mengamati dari luar tanpa keterlibatan aktif. Teknik dokumentasi Penulis turut mengumpulkan data dari evaluasi kegiatan upaya penilaian yang dilakukan guru PAI terhadap kemampuan baca Al-QurAoan siswa disertai penambahan pertimbangan seperti latar belakang sekolah, data terkait organisasi sekolah, visi-misi, pendidik dan peserta didik, serta kelengkapan fasilitas dimanfaatkan untuk memperkuat konten dalam skripsi ini Dalam riset ini, peneliti memanfaatkan analisis catatan interaktif, suatu teknik pengolahan informasi dimana data awal dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dianalisis dengan tahapan sebagai berikut: Reduksi Data: Data yang diperoleh di lapangan cenderung berjumlah besar, sehingga peneliti dituntut untuk melakukan pencatatan secara teliti dan rinci. Seiring bertambahnya waktu di lapangan, volume data yang diperoleh akan semakin meningkat, kompleks, dan bervariasi. Oleh karena itu, peneliti perlu segera melakukan analisis awal melalui proses reduksi data. Reduksi data menitikberatkan pada aspek-aspek utama dan relevan serta mengidentifikasi pola dan tema yang muncul. Proses ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam memahami data yang telah dihimpun selama penelitian Penyajian Data: Penelitian kualitatif menyajikan data dalam bentuk deskripsi Penyajian ini bertujuan untuk fenomena yang diteliti serta menjadi dasar dalam merencanakan langkah tindak lanjut. Penyajian data sebaiknya tidak hanya dalam bentuk teks naratif, tetapi juga diperkuat dengan grafik, matriks, jejaring kerja, atau chart agar lebih informatif dan komunikatif. Menarik kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini ditarik melalui proses bertahap, dimulai dari kesimpulan sementara. Ketika data semakin lengkap, peneliti melakukan verifikasi dengan mengkaji ulang data yang ada serta membandingkannya dengan informasi dari sumber lain. Tahapan ini membantu memastikan validitas data sebelum akhirnya menghasilkan kesimpulan akhir yang merepresentasikan hasil penelitian secara utuh. HASIL DAN PEMBAHASAN Perspektif Guru PAI: Teknik dan Penilaian untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan Menurut teori Vygotsky, prinsip scaffolding mengharuskan siswa memahami fondasi sebelum melanjutkan ke tahap Strategi ini selaras dengan prinsip Pembelajaran Baca Tulis QurAoan (BTQ) menggunakan model hierarkis. Guru juga menekankan pentingnya evaluasi yang imbang dan motivasi. Penilaian yang dilakukan oleh guru memiliki tujuan tidak hanya untuk menilai keterampilan siswa, tetapi juga untuk mengidentifikasi aspekaspek di mana mereka mengalami tantangan afektif . otivasi sisw. , dan psikomotorik Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 1-9, 2025 | 4 Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa. Kunaenih dimasukkan dalam evaluasi ini. Hal ini sesuai dengan model evaluasi formatif oleh Black & Wiliam . , yang menyatakan bahwa penilaian yang dilakukan secara aktif selama proses belajar akan memberikan umpan balik yang signifikan untuk menentukan strategi Guru Pendidikan Agama Islam diperlukan untuk memberikan arahan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-QurAoan. Namun, faktor pendukung yang tak kalah penting adalah bantuan dari manajemen sekolah, terutama Kepala Sekolah. Ini menunjukkan bahwa guru PAI secara aktif dan sistematis menjalankan tugas Selain keterampilan membaca, mereka juga memberikan perhatian serius pada bimbingan yang dilakukan secara terus-menerus. Salah satu jenis pembinaan intensif yang harus dilakukan adalah aktivitas ekstrakurikuler, yang harus disertai dengan sistem evaluasi Tujuan evaluasi formatif ini adalah untuk memantau perkembangan siswa secara konsisten dan menyesuaikan strategi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan Hal ini menunjukkan bahwa ada upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengembangan kemampuan literasi interaksi peserta didik dengan Al-QurAoan tuntutan kurikulum dan dorongan tanggung jawab spiritual dan moral. Upaya Guru PAI Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan Ini adalah upaya nyata untuk menyelesaikan kesulitan membaca Al-QurAoan yang keterlibatan bukan hanya dari guru Pendidikan Agama Islam, tidak hanya dari guru PAI, tetapi juga mendapat respons positif dari guru mata pelajaran lainnya yang kolaborasi lintas bidang dalam penerapan strategi pendidikan. Program pembinaan membaca AlQurAoan tidak hanya dirancang secara sistematis, akan tetapi dilakukan secara terstruktur serta mencerminkan efek positif dalam keseharian siswa, baik secara sikap maupun tindakan. Pengorganisasian siswa memungkinkan pendekatan yang lebih efisien dan fleksibel. Di sisi lain, memasukkan kegiatan membaca ke dalam pelajaran umum menumbuhkan kebiasaan yang baik. Melalui pendekatan yang berbeda ini, guru PAI tidak hanya mengajar mereka, tetapi juga membimbing mereka secara kemampuan masing-masing. Penggunaan pendekatan seperti latihan ulang, demonstrasi, dan pendekatan individu menunjukkan komitmen yang kuat untuk memastikan bahwa setiap siswa menerima bimbingan yang tepat. Kegiatan tadarus pagi juga membantu orang belajar membaca dan menjadi lebih baik secara konsisten. Metodemetode tersebut membuktikan bahwa pembelajaran membaca Al-QurAoan disusun secara adaptif sesuai karakter dan kapasitas peserta didik. Di SMP Al Washliyah 1 Jakarta, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan berbagai pendekatan untuk membantu siswa mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan. Strategi-strategi ini termasuk praktik tadarus, pendekatan individu, kegiatan ekstrakurikuler, dan penggunaan metode yang menyenangkan dan Pembiasaan Membaca Al-QurAoan Guru Pendidikan Agama Islam menerapkan rutinitas tadarus sebelum memasuki kegiatan pembelajaran utama. Rutinitas pembacaan Al-QurAoan bersama di awal kegiatan belajar mengajar tidak hanya menanamkan kebiasaan religius, tetapi juga meningkatkan suasana hati dan kesiapan mental siswa untuk menerima bahan Teori behavioristik B. Skinner mengatakan bahwa pengulangan repetition dan penguatan positif reinforcement dapat membantu membuat kebiasaan yang bertahan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 1-9, 2025 | 5 Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa. Kunaenih lama, seperti membaca Al-Qur'an (Arends. Studi kuantitatif di SMAN 8 Bandung menunjukkan hubungan positif antara kesiapan mental siswa untuk belajar dengan rutinitas tadarus sebelum KBM, kegiatan ini menyumbang 55,6 persen dari variasi kesiapan mental peserta didik. Studi ini mendukung gagasan bahwa kesiapan emosional dan kognitif peserta didik dipengaruhi secara signifikan oleh kebiasaan membaca Al-Qur'an. Tadarus menenangkan dan meningkatkan konsentrasi. Membaca atau menyimak lantunan AlQurAoan memiliki efek menenangkan stres, meningkatkan fokus belajar, menurut sebuah tinjauan telah dipublikasikan melalui jurnal internasional International Journal of Public Health. Dalam pendidikan Al-Qur'an, metode merupakan bagian dari pendekatan memori. Sebuah tinjauan literatur berjudul AuStrategi Pendidikan untuk Mengingat Al-QurAoanAy menekankan penggunaan pengulangan suara dan visual sebagai metode yang efektif untuk menciptakan ingatan yang tahan lama tentang Al-QurAoan. Selain nilai-nilai keagamaan, tadarus pagi turut membantu mengingat dan menyiapkan fungsi kognitif secara optimal. Ekstrakurikuler QiroAoah Guru PAI mendorong peserta didik yang memiliki kompetensi kemampuan literasi AlQurAoan yang masih terbatas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler QiroAoah. Kegiatan ekstrakurikuler ini memberikan waktu tambahan di luar kelas, di mana siswa dapat mendapatkan pembinaan intensif dalam BTQ (Baca Tulis Al-QurAoa. secara sistematis dan berkala. Menurut Vygotsky . , konsep Zone of Proximal Development (ZPD) Dengan bimbingan dari guru dan tutor QiroAoah yang lebih berpengalaman, siswa memperoleh pemahaman pada tingkat yang lebih tinggiAi sesuatu yang mungkin tidak dapat mereka capai sendiri. Dalam hal praktis, beberapa penelitian terbaru mendukung efektivitas BTQ/QiroAoah: Studi kuantitatif di SMPN 2 Banjaran . 9/2. menemukan korelasi yang sangat tinggi . = 0,. antara keikutsertaan siswa secara aktif dalam ekstrakurikuler BTQ yang sejalan dengan peningkatan prestasi belajar PAI keikutsertaan siswa secara aktif dalam ekstrakurikuler BTQ yang sejalan dengan peningkatan prestasi belajar PAI. Studi lain di SMPN 9 Rejang Lebong tahun 2021 menemukan bahwa dari 25 siswa yang berpartisipasi dalam BTQ, 14 menunjukkan peningkatan pengaruh besar terhadap keterampilan membaca Al-QurAoan Hasil praktis menguatkan argumen teoretis bahwa program QiroAoah dengan tutor yang lebih mahir memberikan scaffold berdampak besar pada BTQ siswa. Selain itu, intensitas latihan yang lebih tinggi dan lingkungan belajar yang memadai, seperti ruang khusus dan jadwal rutin, mendorong siswa untuk lebih berkomitmen dan lebih Pendekatan Individual Guru PAI dengan memberikan perhatian khusus kepada siswa yang mengalami dengan menggunakan pendekatan langsung melalui komunikasi dan pembinaan yang berkelanjutan. Cara ini menunjukkan upaya pembelajaran yang bertujuan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pembaca Al-QurAoan setiap siswa. Metode bimbingan individual ini sesuai dengan teori konstruktivisme dan Zone of Proximal Development (ZPD) Vygotsky. Teori-teori ini menegaskan bahwa peran guru merupakan aspek penting dalam menunjang proses penyelesaian masalah belajar siswa dan mengembangkan keterampilan yang mereka tidak dapat capai sendiri. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 1-9, 2025 | 6 Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa. Kunaenih Pendekatan individual juga membantu mengenali kesalahan siswa tertentu, seperti makharijul huruf, jenis tajwid yang belum dipahami, atau kecanggungan teknis saat Dengan demikian, guru dapat menyesuaikan materi dan pendekatan pengajaran mereka dengan lebih cepat dan efektif dengan menggunakan alat peraga visual, latihan audio, atau pengulangan Secara teori dan efektif dalam penelitian baru-baru ini. Siswa yang awalnya mengalami kesulitan mampu mengejar dalam meningkatkan mutu pelafalan AlQurAoan yang diasah melalui pola bimbingan intens dan berintensitas tinggi. komponen penting dalam proses pembinaan, dan keterlibatan orang tua dan sinergi antara sekolah dan rumah menjadi komponen Guru PAI menghadapi banyak tantangan dalam tahapan selain proses pembelajaran membaca Al-QurAoan, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter religius peserta didik mendapatkan dukungan dari lingkungan sekolah dan siswa. Untuk membuat strategi pembelajaran yang efektif, harus memahami faktor pendukung dan Salah satu faktor utama yang membuat siswa merasa nyaman dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur'an adalah ketersediaan fasilitas ibadah seperti musholla dan perlengkapan salat. Ia bahkan tidak Faktor Penghambat dan Pendukung merasa ada hambatan apa pun selama proses Ada banyak hal dapat memengaruhi belajar, menunjukkan bahwa sumber daya efektivitas program pembinaan membaca Al- yang cukup memiliki peran strategis dalam Qur'an. Sekolah mendukung guru PAI secara membentuk suasana belajar yang kondusif moral dan kelembagaan. Kepala Sekolah dan menyenangkan. Pembelajaran menggunakan pendekatan yang melibatkan langsung oleh lingkungan sekolah. Menurut siswa secara mental dan spiritual. Namun, teori Moore . tentang lingkungan masalah utama datang dari lingkungan rumah, pembelajaran, lingkungan belajar yang di mana sebagian siswa tidak mendapatkan terorganisir, bersih, dan memiliki sumber bimbingan yang memadai kurangnya peran daya yang relevan akan paling efektif aktif partisipasi keluarga, termasuk orang tua, mendukung pembelajaran dalam mendampingi kegiatan baca AlDalam pembelajaran agama, kehadiran QurAoan merupakan bagian dari salah satu musholla dan alat ibadah dapat meningkatkan faktor utama yang menghambat keberhasilan keterlibatan spiritual siswa, memberikan internalisasi pembelajaran Al-QurAoan. kenyamanan psikologis, dan membangun Sekolah telah suasana kelas yang kondusif untuk cukup konsentrasi dan penghayatan. mendukung, seperti musholla dan mushaf AlDua komponen utama membaca AlQurAoan, serta didukung oleh semangat guru. QurAoan. Pertama, memiliki bantuan dari khususnya guru PAI. Namun, tanpa sumber daya seperti musholla dan akses ke kebiasaan yang konsisten di rumah. QiroAoah ekstrakurikuler, yang memberi siswa kemajuan kemampuan membaca Al-QurAoan lebih siswa sulit dicapai. Oleh karena itu, faktor peningkatan efektivitas pembelajaran baca internal, seperti motivasi guru, ketersediaan Al-QurAoan di luar kelas. Kedua, menghadapi fasilitas, dan pendekatan pembelajaran yang kesulitan dalam bagian tajwid, terutama tepat, telah menjadi komponen utama dalam makharijul huruf bagi banyak siswa. proses pembinaan. Di sisi lain, faktor Sulitnya makharijul huruf menunjukkan eksternal, seperti lingkungan keluarga dan bahwa pendekatan fonetik dan multimodal kebiasaan membaca di rumah, telah menjadi diperlukan. Menurut teori banyak kecerdasan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 1-9, 2025 | 7 Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa. Kunaenih Howard Gardner . , siswa memiliki kecerdasan musikal dan linguistik. Ini sangat relevan dengan pengajaran Al-QurAoan, yang menekankan bunyi, ritme, dan pelafalan. Siswa dimotivasi oleh kegiatan tadarus yang dijadwalkan dengan pemimpin bacaan yang berubah-ubah. Lihat teman sekelasnya yang mahir membaca memberinya inspirasi untuk berusaha lebih baik. Sebaliknya, ia mengakui bahwa ia masih menghadapi masalah dalam hal makharijul huruf. Teori pembelajaran socio-kultural Lev Vygotsky mengacu pada kegiatan pembiasaan seperti tadarus dan contoh teman sebaya. Menurut teori ini, pembelajaran terjadi melalui interaksi sosial dan pengamatan model perilaku yang lebih kompeten. Bantuan sosial yang mendorong pencapaian individu dikenal sebagai scaffolding dalam proses ini. Peran Guru PAI sebagai Motivator dan Evaluator Guru PAI di SMP Al Washliyah 1 Jakarta tidak hanya mengajar teknik membaca Al-QurAoan diajarkan sekaligus memacu siswa untuk terus melangkah maju dalam belajarnya. Upaya guru PAI sebagai motivator dalam mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan sangat penting dan sudah berlangsung di berbagai sekolah. Guru PAI tidak hanya memberikan motivasi, selain itu membimbing, mengevaluasi, serta mendorong penerapan strategi pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan benar sesuai kaidah yang berlaku diperlukan lingkungan belajar yang kondusif dan memotivasi. Guru PAI sebagai seorang evaluator, tugasnya bukan sekadar menilai capaian belajar, di samping itu menggunakan hasil evaluasi untuk merancang tindak lanjut yang Dengan demikian, setiap peserta didik mendapatkan perhatian sesuai kebutuhannya, dan kesulitan membaca Al-QurAoan dapat diatasi secara bertahap dan terukur. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa guru PAI di SMP Al Washliyah 1 Jakarta menjalankan dua tugas, mengajar dan membina karakter. Mereka bukan sekedar meningkatkan kemampuan membaca AlQurAoan pada siswa melainkan membentuk mental dan spiritual yang kuat sebagai bagian dari pendidikan karakter Islam melalui penghargaan yang membangun motivasi dan bimbingan tambahan yang dapat disesuaikan secara individual. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendorong perkembangan spiritual dan keterampilan keagamaan siswa serta mengevaluasi perkembangan belajar siswa secara keseluruhan, terutama selama Al-QurAoan. Penghargaan dan perhatian khusus digunakan untuk mendorong siswa, dan evaluasi dilakukan secara bertahap untuk menilai kemampuan mereka dan memberikan bimbingan yang tepat. Guru PAI tidak hanya memberikan motivasi melalui nilai tambahan, namun, mereka juga memfokuskan perhatian pada siswa yang membutuhkan pendampingan membaca Al-QurAoan masih terbatas. Ini menunjukkan pendekatan humanistik dalam Pendidikan seperti yang dijelaskan Carl Rogers di mana hubungan empati antara guru dan siswa menjadi dasar proses belajar yang Salah satu cara guru PAI meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar adalah melalui pemberian hadiah bagi peserta lomba serta menambahkan nilai sebagai bentuk Penghargaan terhadap pencapaian, juga dikenal sebagai kebutuhan penghargaan, sangat penting dalam teori Abraham Maslow untuk membentuk motivasi faktor dari dalam diri siswa. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yaang telah dilakukan maka dapat disimpulkan : Guru PAI berusaha mengalami kesulitan Al-QurAoan menyelenggarakan aktivitas tadarus bersama Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 1-9, 2025 | 8 Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan: Survei di SMP Al Washliyah 1 Jakarta Siti Khairunnisa. Kunaenih sebelum kelas dimulai. Kegiatan ini keterampilan membaca Al-QurAoan secara rutin dan menciptakan suasana keagamaan di lingkungan sekitar sekolah. Pendekatan guru PAI melibatkan pendampingan khusus bagi peserta didik yang belum mahir membaca Al-QurAoan dilakukan secara perorangan maupun dalam kelompok belajar kecil. Di samping itu, lembaga pendidikan juga menetapkan kewajiban untuk mengadakan program kemampuan Baca Tulis Al-QurAoan setiap akhir pekan sebagai langkah tambahan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-QurAoan. Guru PAI memberikan penghargaan serta apresiasi kepada siswa yang menunjukkan kemajuan atau pencapaian Al-QurAoan, pemberian sertifikat, atau pujian di depan Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa selama mengikuti pembelajaran membaca AlQurAoan. Penelitian ini mengungkap bahwa kesulitan membaca Al-QurAoan pada peserta pengetahuan huruf hijaiyyah, kesalahan makharijul huruf, minimnya pemahaman tajwid, dan kurangnya latihan di luar kelas. Untuk itu, penting adanya upaya yang konsisten dari para pendidik dan lembaga pendidikan untuk menyediakan bimbingan, latihan, dan dorongan supaya perkembangan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa dapat terjaga dan terus meningkat. DAFTAR PUSTAKA