CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN DISMINORE PRIMER PADA MAHASISWI ANGKATAN 2018 DAN 2019 FAKULTAS KEDOTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM Baiq Ilmiya Maghfirah1. Danang Nur Adiwibawa2. Ida Ayu Made Mahayani3. Yolly Dahlia4 1,2,3,4 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram Email: mayobq0@gmail. Received:22-02-2023. Revised: 09-05-2023. Accepted: 16-06-2023 Abstract Dysmenorrhea is menstruation accompanied by pain that can interfere with daily activities. Dysmenorrhea is generally classified into primary and secondary dysmenorrhea. One of the factors that can cause dysmenorrhea is stress. Stress is one of the physiological, psychological and behavioral responses in adapting to internal and external pressures that can be caused from within and outside the surrounding environment. The purpose of this study was to determine the relationship between stress and the incidence of primary dysmenorrhea in 2018 and 2019 students of the Faculty of Medicine. Al-Azhar Islamic University. Mataram. This study used an observational analytic method with a cross sectional design. The sampling technique in this study used the Probability Sampling technique with Simple Random Sampling, the total number of samples was 84 people. Research data were analyzed using chisquare statistical test 2x2 table. The results obtained were 26 people . 4%) experienced primary dysmenorrhea and stress, 12 people . 6%) experienced primary dysmenorrhea and were not stressed, 36 people . 3%) did not experience primary dysmenorrhea and stress, and 10 people . 7%) not primary dysmenorrhea and not stress. It can be concluded that there is no significant relationship between stress and primary dysmenorrhea in the class of 2018 and 2019 students of the medical faculty of the Islamic University of Al-Azhar Mataram. Keywords: stress. primary dysmenorrhea. Abstrak Dismenore merupakan menstruasi yang disertai rasa nyeri sampai dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore secara umum diklasifikasikan menjadi dismenore primer dan Salah satu faktor yang dapat menyebabkan dismenore adalah stress. Stres merupakan salah satu respon fisiologis, psikologis dan perilaku dalam beradaptasi terhadap tekanan internal dan eksternal yang dapat disebabkan dari dalam diri maupun luar lingkungan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi angkatan 2018 dan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Probability Sampling Dengan Cara Simple Random Sampling, jumlah total sampel adalah 84 orang. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square tabel 2x2. Hasil yang didapatkan adalah terdapat 26 orang . 4 %) mengalami dismenore primer dan stres, 12 orang . 6%) mengalami dismenore primer dan tidak stress, 36 orang . 3%) tidak mengalami dismenore primer dan stres, serta 10 orang . 7%) tidak dismenore primer dan tidak stres. Dapat disimpulkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara stres dengan dismenore primer pada mahasiswi ang katan 2018 dan 2019 fakultas kedokteran universitas islam al-azhar mataram. Kata kunci: stres. dismenore primer. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI PENDAHULUAN Dismenore adalah nyeri saat menstruasi, (Handayani dkk, 2. Saat stress, tubuh akan disertai rasa kram dan terpusat di abdomen Dismenore disebabkan pelepasan Meningkatnya hormone estrogen, dapat menyebabkan terjadinya peningkatan mengakibatkan peningkatan kontraksi uterus kontraksi uterus yang berlebihan. Peningkatan sehingga terjadi rasa nyeri (Anwar, 2. Dismenore dibagi menjadi dismenore primer terjadinya ketegangan otot rahim, kondisi ini dan sekunder. Dismenore primer adalah nyeri membuat kontraksi berlebihan sehingga akan haid tanpa adanya kelainan patologi yang menimbulkan rasa nyeri (Indria, dkk . berhubungan dengan siklus ovulasi dan Saat seseorang mengalami stres terjadi kontraksi myometrium. Disminore primer respon neuroendokrin tersebut menyebabkan disebabkan oleh peningkatan produksi dan Corticotrophin Releasing Hormone (CRH) pelepasan prostaglandin yang menyebabkan yang merupakan regulator hipotalamaus utama kontraksi dan aktivitas uterus meningkat, menstimulasi sekresi Adrenocorticotrophic sehingga terjadi penurunan aliran darah uterus Hormone (ACTH). ACTH akan meningkatkan yang mengakibatkan iskemia dan nyeri sekresi kortisol adrenal. Hormon-hormon (Petraglia et al, 2. Dismenore sekunder adalah nyeri haid disertai kelainan patologis Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing pada organ genitalia (Rohma, 2. Hormone Terdapat Faktor-faktor (LH) Follicle perkembangan folikel terganggu. Hal ini berhubungan dengan kejadian dismenore salah satunya yaitu adalah stress. Stres adalah segala progesteron terganggu. Kadar progesteron rangsangan atau aksi dari tubuh manusia baik yang berasal dari luar maupun dari dalam prostaglandin F2 dan E2. Ketidakseimbangan tubuh itu sendiri yang dapat menimbulkan antara prostaglandin F2 dan E2 dengan bermacam-macam dampak yang merugikan prostasiklin (PGI. menyebabkan peningkatan mulai dari menurunnya kesehatan sampai kepada dideritanya suatu penyakit (Pradana. Stress terhadap nyeri saat menstruasi miometrium dan peningkatan kontraksi uterus. Peningkatan neuroendokrin sebagai sistem yang besar Sandayanti, dkk, 2. Wanita PGF2. Peningkatan sel-sel (Vira E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 167 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj METODE PENELITIAN Penelitian Kedokteran Universitas Fakultas Islam Al-Azhar VOL. 01 NO. JUNI Tabel Karakteristik Berdasarkan Dismenore Primer Frekuensi Dismenore Primer Dismenore Tidak Dismenore Total Mataram pada tanggal 6-10 Oktober 2021. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sampel Responden sebanyak 84 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memiliki kriteria eksklusi. Data yang diperoleh kemudian akan diolah menggunakan program komputer SPSS. Tabel 4. Hubungan Stres Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Mahasiswi Angkatan 2018 Dan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram. HASIL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Dismi Prime Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al- Azhar Mataram, diperoleh sampel sebanyak Tidak HASIL DAN PEMBAHASAN 84 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan Total tidak memiliki kriteria eksklusi. Tabel 1. Karakteristik Sampel Berdasarkan Usia Stres Tidak Jumlah PValu PEMBAHASAN Pada hasil tabel 1 berdasarkan karakteristik Usia 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun 24 Tahun Total Frekuensi Tabel Karakteristik Berdasarkan Stress Stres Stress Normal Total Responden Frekuensi usia dari 84 responden, didapatkan prevalensi tertinggi adalah usia 21 tahun. Hal ini juga Unizar menyatakan bahwa usia dismenore primer paling banyak terjadi pada usia 15-25 tahun (Pande & Purnawaty, 2. Pada karakteristik stres, terdapat 62 orang . 8 %) mengalami stress dan 22 orang . 2 %) lainnya adalah normal. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswi angkatan 2018 dan 2019 fakultas kedokteran universitas islam al-azhar mataram sebagian besar mengalami stres. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Pada VOL. 01 NO. JUNI status gizi dengan kejadian dismenore primer. Dalam dismenore primer, didapatkan 38 orang . responden yang mengalami stres akan tetapi %) mengalami dismenore dan 46 orang . tidak mengalami dismenore primer. Hal %) lainnya tidak mengalami dismenore. Hal tersebut dapat disebabkan karena dismenore ini menunjukkan bahwa mahasiswi angkatan primer bukan hanya disebabkan oleh stres akan 2018 dan 2019 fakultas kedokteran universitas islam al-azhar mataram sebagian besar tidak ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh mengalami dismenore primer. yang meningkat seperti estrogen, progesterone Pada Selain hubungan stres dengan kejadian dismenore menggunakan analisis Chi square, terlihat angka kefisiensi korelasi chi square sebesar seperti menggunakan obat untuk mengurangi 0,440 artinya kekuatan korelasi antara dua rasa nyeri yang dapat diminta ke bagain klinik variabel penelitian tidak saling berhubungan sehingga saat mahasiswi stres, tidak akan atau tidak terdapat hubungan antara stres berpengaruh terhadap gangguan menstruasi dengan kejadian dismenore primer pada khususnya dismenore primer. mahasiswi angkatan 2018 dan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Dapat diasumsikan bahwa ada faktor Al-Azhar lain yang memengaruhi seseorang mengalami Mataram. Hal ini sesuai dengan penelitian dismenore primer, salah satunya adalah usia yang dilakukan oleh Yufika Pialiani, dkk. Usia responden pada penelitian ini tahun 2018 yang menyatakan tidak ada merupakan termasuk usia remaja yaitu 15-25 tahun yang banyak mengalami menstruasi. Hal dismenore primer. Hal tersebut menunjukkan ini sejalan dengan penelitian Kazama dkk ada beberapa faktor yang mempengaruhi . yang menyebutkan bahwa tahap remaja kejadian dismenore primer, sehingga faktor awal banyak yang mengalami dismenore stres tidak dapat menjadi faktor tunggal khususnya dismenore sedang dan berat. Hal ini penyebab terjadinya dismenore primer. Dalam pun didukung oleh Gagua dkk . yang penelitian lain oleh Nurwana dkk . juga menyatakan bahwa perempuan yang berusia menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan muda sering antara stres dengan kejadian dismenore primer. Akan dismenore pada usia 15-25 tahun. Islam mengalami dismenore dan menarche pada usia awal, lama menstruasi dan E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 169 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI SIMPULAN Berdasarkan Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Hubungan Stres Manado . Ejournal Keperawatan . -K. Dengan Kejadian Disminore Primer Pada Volume 3 Nomor 2, 1-6. Mahasiswi Angkatan 2018 Dan 2019 Fakultas Kazama. Maruyama. , & Nakamura. Kedokteran Universitas Islam Al-Azahar Prevalence of Dysmenorrhea and Its Mataram maka dapat diambil kesimpulan Correlating Lifestyle Factors in Japanese bahwa tidak terdapat Hubungan Antara Stres Female Junior High School Students. Dengan Kejadian Disminore Primer Pada Tohoku J. Exp. Med 2015. 236:107-113 Mahasiswi Angkatan 2018 Dan 2019 Fakultas Nurwana, dkk, . Analisis Faktor Yang Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan nilai p value > 0,05. Berhubungan Dengan Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Di SMA Negri 8 Kendari Tahun 2016. Jurnal Ilmiah REFERENSI