CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI HUBUNGAN LAMA MENDERITA ULKUS DIABETIK DENGAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PASIENDIABETES MELITUS DI RUMAH PERAWATAN LUKA UNIT BEKASI TIMUR TAHUN 2022 Gusnerita1. Ika Juita Giyaningtyas2 Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Email: ritagusne@gmail. Received:11-05-2023. Revised:23-05-2023. Accepted:23-06-2023 Abstract Diabetic ulcers are one of chronic complications of diabetes mellitus (DM) in the form of wounds on the skin surface of diabetics. The IDF notes that 1 in 10 people areliving with diabetes worldwide. The prevalence of diabetes in Indonesia is 10,6%. , in West Java in 2020 is 1 million people and the precentage of people with diabetes mellitus in Bekasi district is 9,32%. This research method is quantitative analytic with cross sectional approach. The sample in this study used total sampling, namely the entirre population could be sampled with a total of 50 diabetic ulcer patients treated at the Rumah Perawatan Indonesia East Bekasi Unit. Analysis used univariate and bivariate test statistics using chi-square. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between the duration of suffering from diabetic ulcers and emotional mental disorders in diabetes mellitus patients at the wound care unit in East Bekasi with a P-Value of 0,014. The P-Value obtained was P< 0,05. The conclusion is that there is a relationship between long suffering from diabetic ulcers and emotional mental disorders in diabetes mellitus pastients at the East Bekasi Wound Care Unit in 2022. Its hoped that nurses at Rumah Perawatan Indonesia and other health workers can provide motivation to diabetes mellituspatients to reduce the risk of emotional distrubances in diabetes mellitus patient. Keyword : Long suffering from diabetic ulcers, emotional distrubances Abstrak Ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis dari penyakit Diabetes melitus (DM) berupa luka pada permukaan kulit penderita diabetes. IDF mencatat 1 dari 10 orang hidup yang menderita diabetes di seluruh dunia. prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 10,6 % , di Jawa Barat sekitar 1 juta penderita pada tahun 2020 dan persentase penderita diabetes melitus di Kabupaten Bekasi sebesar 9. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 50 Pasien dengan Luka Ulkus Diabetik yang dirawat di Rumah Perawatan Indonesia Unit Bekasi Timur. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus di rumah perawatan luka unit Bekasi Timur dengan nilai P-Value 0,014, yaitu nilai P-Value yang didapatkan P< 0,05. Terdapat hubungan antara lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus di rumah perawatan luka unit Bekasi Timur Tahun 2022. Diharapkan bagi Rumah Perawatan Indonesia dan tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan informasi kepada keluarga pasien tentang pentingnya E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 206 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI perawatan pasien dan memberikan motivasi pada pasien guna mengurangi resiko gangguan emosional pasien diabetes melitus. Kata kunci: Lama Menderita Ulkus Diabetik. Gangguan Emosional PENDAHULUAN Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh pankreas tidak cukup memproduksi insulin atau tubuh tidak efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Insulin merupakan hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah . emenkes RI, 2. Hiperglikemia yang terjadi dalam kurun waktu lama dan tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada sistem tubuh khususnya sistem saraf dan pembuluh darah misalnya arterosklerosis, penebalan membran basalis dan perubahan pada saraf perifer (Apriliyani, 2. Hal inilah yang dapat memicu terjadinya ulkus diabetik atau gangren (Hudiyawati & Rizki, 2018. Triyoga & Hutabarat, 2. Keadaan ulkus diabetik bervariasi mulai dari ringan sampai berat (Permadani, 2. Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis dari penyakit Diabetes melitus (DM) berupa luka pada permukaan kulit kaki penderita diabetes disertai dengan kerusakan jaringan bagian dalam atau kematian jaringan, baik dengan ataupun tanpa infeksi, sehingga dapat menyebabkan amputasi pada ekstremitas 2 bawah yang berhubungan dengan adanya neuropati atau penyakit arteri perifer pada penderita diabetes melitus (Oktorina et al, 2. Jika responden mengalami cedera dan kadar gula darah tidak terkontrol, maka mikroorganisme akan mudah masuk dan dapat hidup lama, karena glukosa yang tinggi dan lemahnya pertahanan tubuh, sehingga memudahkan terjadinya infeksi (Aprilina Sartika et al, 2. Pada tahun 2021. International Diabetes Federation (IDF) mencatat 537 juta orang dewasa . sia 20-79 tahu. , atau 1dari 10 orang hidup yang menderita diabetes di seluruh Diabetes juga menyebabkan 6,7 juta kematian, atau satu setiap lima detik. Cina adalah negara dengan jumlah penderita diabetes dewasa tertinggi di dunia. 140,87 juta orang Cina akanmenderita diabetes pada tahun Selain itu, terdapat 74,19 juta penderita diabetes di India, 32,96 juta di Pakistan, dan 32,22 juta di Amerika Serikat. Indonesia berada di urutan kelima dengan total 19,47 juta penderita diabetes. Dengan jumlah penduduk 179,72 juta jiwa, yang berarti prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 10,6 persen. Jumlah penderita diabetes melitus di Jawa Barat sebesar 1,078,857 pada tahun 2020 . Prevalensi ulkus diabetikum secara global sebanyak 16,6%. Di Indonesia kejadian ulkus diabetikum sebesar 12% dan risiko ulkus sebesar 55,4% (Shofia,2. Diperkirakan 15 Ae 25% orang dewasa dengan diabetes tipe 2 mengalami ulkus pada kaki, dan sebanyak 70% mengalami amputasi non- traumatik yang disebabkan oleh komplikasi Diabetes melitus (DM) (Ainur, 2. Pada tahun 2020 persentase penderita diabetes melitus di Kabupaten Bekasi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar berjumlah 22. 573 dengan persentase 32%, serta jumlah penderita yakni sebesar (Profil kesehatan kabupaten Bekasi tahun 2. Tingginya jumlah penderita diabetes melitus (DM) disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor keturunan atau genetik, obesitas, gaya hidup, dan pola makan yang salah, sehingga melalui proses jangka waktu tertentu bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius pada sistem tubuh penderita Salah satu komplikasi diabetes melitus yaitu ulkus diabetikum yang E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 207 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj disebabkan oleh neuropati perifer (Oktorina et al, 2. Kaki penderita diabetes apabila tidak dirawat akan mudah terjadi luka dan cepat berkembang menjadi ulkus karena kurangnya sensasi nyeri sehingga penderita tidak menyadari dan mengabaikan terjadinya luka (Rahmawati, 2017. Srimiyati, 2. Ulkus diabetik tidak hanya dapat berbeda lokasi/letak saja, namun juga berat ringannya ulkus yang Pengklasifikasian diabetikum digunakan untuk mengetahui kondisi luka dan menentukan terapi yang tepat. Pada pasien ulkus diabetik lama pasien menderita luka dihitung berdasarkan awal pasien memiliki luka ulkus dan didiagnosa oleh dokter/ tenaga kesehatan. Pada pasien dengan Luka Ulkus Diabetik biasanya memiliki rasa emosional yang tinggi, memiliki rasa depresi dan kecemasan terhadap lukaulkus diabetik yang tidak kunjung sembuh. Gangguan interaksi sosial pada pasien Ulkus dapat mempengaruhi harga diri seseorang, menurut Harry Stack Sullivan . kita akan diterima, dihormati, dan disenangi orang lain. karena keadaan diri kita maka kita akan cenderung menghargai dan menerima diri kita namun sebaliknya jika orang lain menolak, meremehkan dan menyalahkan diri kita maka kita tidak akan menyenangi diri kita (Sobur, 2. Masalah psikologis yang paling sering dialami pasien ulkus diabetik adalah depresi (Lloyd et. al,2. Sekitar 50-60 % pasien diabetes melitus dengan ulkus diabetik mengalami depresi (Ahmedani et al, 2017 : Iversen et al, 2. Klasifikasi wagner bisa disebut dengan klasifikasi yang menentukan derajat ulkus diabetes yang dimana dihitung dari kedalaman luka dan sangat bermafaat dalam penentuan pengelolaan ulkus diabetik untuk menentukan adanya penanganan operasi. Klasifikasi wagner terbagi menjadi lima derajat ialah derajat 0 . ulit intak atau utu. , derajat 1 . ukak superficia. , derajat 2 . ukak dalam sampai tulang/tendo. , derajat 3 . ukak dalam dengan infeks. , derajat 4 . ukak dengan VOL. 01 NO. JUNI gangrene pada 1-2 jari kak. dan derajat 5 . ukak dengan gangren luas seluruh kak. (Yuliansari et al. , 2. Pada klasifikasi sesuai dengan derajat ulkus diabates dapat menunujkan bahwa semakin tinggi grade dapat mempengaruhi gangguan mental emosional mulai dari gangguan mental emosional ringan seperti menarik diri secara sosial, depresi, sedih atau Peningkatan grade yang dialami terus menerus sampai dengan grade 5 dapat menyebabkan gangguan mental emosional berupa Anxiety disorders atau kecemasan yang Dampak Gangguan mental emosional (Depres. pada luka ulkus diabetik dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka karena mempengaruhi pola perilaku kesehatan . eperti pilih makanan yang buruk, merokok, kecenderungan untuk merawat diri dan mematuhi perawatan penyakitnya serta program pengobatan (Cezaretto et al. ,2016: Iversen et al. , 2. Ganguan Emosional penyembuhan luka ulkus diabetik salah satunya adalah pasien mengalami lamanya proses penyembuhan luka ulkus diabetik yang komplikasi luka sehingga berdampak pada durasi penyembuhan luka. (Rosyid, 2. Kualitas hidup pasien luka ulkus diabetik mengalami pembatasan yang nyata dalam aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan mengganti pakaian dan mandi sehingga menyebabkan frustasi pada penderita ulkus. Penderita melakukan perawatan luka di klinik, salah satu klinik yang banyak dikunjungi oleh penderita ulkus diabetik adalah Rumah Perawatan Indonesia (RUMAT). Jenis perawatan luka di RUMAT yaitu perawatan ganggren basah, perawatan ganggren kering dan perawatan luka Berdasarkan hasil studi pendahuluan, di bulan November 2022 dengan menggunakan kuisioner dari jumlah pasien luka diabetes melitus yang berkunjung ke Rumah Perawatan E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 208 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Indonesia (RUMAT) peneliti mengambil sampel sebanyak 10 . kasus pasien yang menderita ulkus diabetik, 6 . diantaranya mengalami gangguan mental emosional seperti memiliki gejala rasa cemas, tidur tidak nyenyak, merasa takut serta sulit beraktifitas dan mudah marah. Lama menderita ulkus pada pasien diabetes mellitus rata Ae rata dari ke 10 pasien yang menderita diabetes mellitus tersebut mengalami ulkus diabetik selama 3 . tahun dengan luas luka pada grade derajat 5 . ukak dengan gangren luas seluruh kak. Dari penjelasan di atas. Maka peneliti tertarik untuk mempelajari hubungan lama menderita luka ulkus diabetik dengan ganguan mental emosional pasien diabetes melitus di Rumah Perawatan Indonesia (RUMAT) Unit Bekasi Timur. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Analitik. jenis penelitian dimana peneliti melakukan analisis hubungan antar variabel dengan Yaitu perkembangan motorik halus pada anak sebagai variabel dependen nya dengan pola asuh dan pengetahuan sebagai variabel independen nya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dimana variabel independen dan dependen diobservasi dan dikumpulkan dalam saat yang bersamaan (Notoatmodjo, 2. Penelitian ini dilakukan di Rumah Perawatan Indonesia (RUMAT) Unit Bekasi Timur tahun 2022. Waktu Penelitian sekitar 4 bulan mulai dari survey awal, pengambilan data, analisis data sampai dengan seminar Skripsi. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasien Ulkus Diabetik di Rumah Perawatan Indonesia (RUMAT) Unit Bekasi Timur dengan jumlah pasien sebanyak 50 orang. Penelitian ini mengunakan total sampling yaitu jumlah sample sama dengan jumlah populasi. Jenis data yang digunakan data kuantitatif. VOL. 01 NO. JUNI Data Kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari hasil penghitungan dan menyatakan kuantitas. Sumber data yang digunakan yaitu data Data sekunder adalah data primer yaitu data basis atau utama yang digunakan dalam penelitian. Data primer adalah jenis data yang dikumpulkan secara langsung dari sumber utama nya melalui wawancara. Data primer biasanya bersifat spesifik karena disesuaikan oleh kebutuhan peneliti. (Affandi. Pengumpulan data dilakukan bulan November - Desember di Rumah Perawatan Indonesia (RUMAT) Unit Bekasi Timur. Pengolahan data menggunakan SPSS 22 for windows dengan beberapa tahapan, editing yaitu memeriksa kebenaran, kelengkapan data yang telah diperoleh dan dikumpulkan. Coding yaitu mengklasifikasi jawaban dari responden ke dalam kategor atau klasifikasi, klasifikasi dilakukan dengan memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing-masing Processing, setelah semua isian checklist hasil observasi terisi penuh dan benar, dan juga sudah melewati proses pengkodean, langkah selanjutnya adalah memproses data agar dapat dianalisis. Pemrosesan data dilakukan dengan cara mengentry data dari checklist ke paket program komputer (SPSS). Cleaning yaitu pengecekan kembali data yang sudah di-entry, apakah ada kesalahan atau tidak (Notoatmodjo, 2. Analisa data penelitian ini menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Analisa univariat digunakan untuk melihat gambaran distribusi frekuensi masing-masing variabel pada penelitian (Notoatmodjo, 2. Analisa Univariat yaitu dengan menampilkan tabel Ae table distribusi frekuensi untuk melihat gambaran distribusi frekuensi responden menurut variabel yang diteliti, baik variable dependen maupun variable independen. Pada penelitian ini analisa univariat disajikan dalam bentuk mean dan frekuensi masing-masing E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 209 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Gangguan Mental Emosional dan Lama Menderita Ulkus Pasien Diabetes Melitus di Rumah Perawatan Luka Unit Bekasi Timur Variabel Gangguan Mental Emosional Tidak Gangguan Mental Gangguan Mental Emosional Lama Menderita Ulkus Luka Diabetik <3 Tahun Luka Diabetik Ou3 Tahun Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa yang paling banyak adalah respondenyang Tidak Gangguan Mental Emosional sebanyak 22 responden . ,0%), sedangkan Gangguan Mental Emosional terdapat 28 responden( 56,0%). Diketahui bahwa yang paling banyak adalah responden yang Luka Diabetik < 3 tahun sebanyak 40 responden . ,0%), sedangkan yang mengalami Luka Diabetik Ou 3 tahun terdapat 10 responden . ,0%). Analisa bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel yaitu variabel hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus di rumah perawatan luka unit bekasi timur. (Notoatmodjo, 2. Dalam penelitian ini untuk membuktikan adanya hubungan antara variabel yang diteliti digunakan uji hipotesis Chi Square dengan rumus (Notoatmodjo, 2. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bivariat yaitu bertujuan untuk melihat dua variabel yang diduga berhubungan atau Uji statistik yang dilakukan adalah Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS Versi 22. Dengan C. I (Confident Interva. atau derajat kemaknaan 95%, artinya apabila nilai P value < . dapat diartikan bahwa ada hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, dan sebaliknya apabila P VOL. 01 NO. JUNI value > . artinya tidak ada hubungan antara variabel independen dengan variabel Hasil uji dari chi square hanya dapat menyimpulkan ada atau tidaknya perbedaan proporsi antara kelompok mana yang memiliki resiko lebih besar disbanding kelompok lain. Untuk mengetahui derajat hubungan dua variable digunakan odds rasio (OR). Nilai OR merupakan nilai estimasi untuk terjadinya outcome sebagian pengaruh adanya variable independen, perubahan satu unit variable independen akan menyebabkan perubahan sebesar nilai OR pada variable independen, estimasi confidance interval. Analisa Bivariat Tabel 2 Hubungan Lama Menderita Ulkus Diabetik dengan Gangguan Mental Emosional di Rumah Perawatan Luka Unit Bekasi Timur Dari tabel 2 menunjukkan hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan didapatkan dari 50 responden yang dilakukan perawatan di rumah perawatan luka Unit Bekasi timur. Diperoleh responden yang tidak gangguan mental emosional dan luka diabetik < 3 tahun yaitu sebanyak 14 responden . ,6%) lebih sedikit dibandingkan dengan responden yang mengalami gangguan mental emosional dan E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 210 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj luka diabetik < 3 tahun yaitu 26 responden . ,9%). Sedangkan responden yang tidak gangguan mental emosional dan luka diabetik Ou 3 tahun yaitu sebanyak 8 ,4%) dibandingkan gangguan mental emosional dan luka diabetik Ou 3 tahun yaitu sebanyak 2 responden . ,1%). Dari total responden yang mengalami gangguan mental emosional data yaitu 22 responden lebih sedikit dibandingkan responden yang tidak gangguan mental emosional yaitu 28 responden. Hasil uji statistik dengan Chi Ae Square diperoleh nilai P = 0,014 (P< 0,. Berdasarkan nilai P value maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus di Rumah Perawatan Indonesia (RUMAT) Unit Bekasi Timur. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR adalah 0,135 yang artinya lama menderita ulkus diabetik 0,135 kali tidak ada efek proteksi atau perlindungan. Hasil analisa hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional, diperoleh responden yang tidak gangguan mental emosional dan memiliki luka diabetik < 3 tahun yaitu sebanyak 14 responden . ,6%) dibandingkan dengan responden yang gangguan mental emosional dan memiliki luka diabetik < 3 tahun yaitu 26 responden . ,9%). Sedangkan responden yang tidak gangguan mental emosional dan memiliki luka diabetik Ou 3 tahun yaitu sebanyak 8 responden . ,4%) dibandingkan gangguan mental emosional dan memiliki luka diabetik Ou 3 tahun yaitu sebanyak 2 responden . ,1 %). Hasil uji statistik dengan Chi Ae Square diperoleh nilai P = 0,014 (P< 0,. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR adalah 0,135 yang artinya lama pasien yang menderita ulkus diabetik 0,135 kali tidak ada efek proteksi atau Berdasarkan teori menyatakan bahwa seseorang yang mengidap penyakit DM dalam jangka waktu yang lama akan beresiko mengalami kejadian ulkus yang berulang- VOL. 01 NO. JUNI ulang sehingga kurang berkualitas (Ramadhan et al. , 2. Lamanya durasi DM menyebabkan keadaan Keadaan menginisiasi terjadinya hiperglisolia yaitu keadaan sel yang kebanjiran glukosa. Hiperglosia homeostasis biokimiawi sel tersebut yang kemudian berpotensi untuk terjadinya perubahan dasar terbentuknya komplikasi kronik DM (Roza et al. , 2. Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis dan tidak dapat Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar penderita mengalami beberapa reaksi psikologis yang negatif diantaranya adalah marah, merasa tidak berguna, kecemasan yang meningkat dan depresi. Konflik psikologis, seperti kecemasan, depresi, dan stres dapat menyebabkan memburuknya kondisi kesehatan atau penyakit yang diderita oleh individu. Individu yang menderita diabetes berisiko 2 kali lebih besar untuk mengalami kecemasan dan depresi daripada individu yang tidak menderita diabetes (Kodakandla et al. , 2. Pada saat diajukan pertanyaan responden mengalami perasaan pasrah dengan kondisi luka yang dialaminya sekarang setelah mereka melakukan berbagai upaya dalam menghadapi ulkus diabetik dengan menerima kondisinya. Berdasarkan opini peneliti yaitu banyak sekali kasus penderita DM dengan jangka waktu lama menderita 5 - 10 tahun. Lama menderita DM dengan luka ulkus menjadi satu faktor yang mempengaruhi ganguan mental emosional kategori ringan, seperti depresi dan Ansietas. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai "Hubungan Lama Menderita Ulkus Diabetik dengan Gangguan Mental Emosional pada Pasien E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Diabetes Melitus di Rumah Perawatan Luka Unit Bekasi Timur", maka ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pada pasien Diabetes Melitus di Rumah Perawatan Luka Unit Bekasi Timur. Saran Hasil penelitian ini diharapkan para pasien dapat mengetahui gejala Ae gejala gangguan mental emosional yang terjadi sehingga pencegahan dapat dilakukan agar tidak terjadi gangguan mental emosional yang lebih serius. Diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam merencanakan asuhan keperawatan agar meminimalisirkan gangguan mental emosional pasien dengan memberikan edukasi mengenai gangguan mental emosional pada pasien Luka ulkus diabetik yang menjalani perawatan luka. Ucapan Terima Kasih Peneliti mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing, dosen penguji, keluarga, teman-teman serta responden yang telah membantu serta memberikan motivasi sehingga terselesaikan skripsi ini. DAFTAR PUSTAKA