IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR Evaluasi Kesesuaian Implementasi SIMRS Khanza Berdasarkan Model Human-Organization-Technology Fit (HOT-FIT) Nur Alamsyah1,. Erna Daniati2,. dan Aidina Ristyawan3,. Sistem Infrormasi. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Nusantara PGRI Kediri. Indonesia Author Emails Corresponding author: . ernadaniati@unpkediri. alamsyah090403@gmail. aidinaristi@unpkediri. Abstract. In the current digital era, the Hospital Management Information System (SIMRS) plays a crucial role in enhancing operational efficiency and the quality of healthcare services. Based on interviews with SIMRS users in the medical records unit of Bhayangkara Hospital Nganjuk, several issues were identified, including data inconsistencies, information display failures, and challenges in report preparation. To date, no systematic evaluation has been conducted to assess the success level of SIMRS implementation at the hospital. Therefore, this study aims to measure the success of SIMRS implementation based on user perceptions, as well as to identify the factors influencing its success using the HOTFIT model approach. The research was conducted at Bhayangkara Hospital Nganjuk with a population of 420 SIMRS The sample was selected using the Slovin formula. Data collection techniques included interviews, literature reviews, and the distribution of questionnaires developed based on HOT-FIT indicators. The collected data were analyzed using validity and reliability tests, t-test. F-test, and the coefficient of determination analysis with the assistance of SPSS software. The analysis results showed that the research instrument used in this study had a high level of validity and reliability (CronbachAos Alpha = 0. The t-test and F-test confirmed that the seven variables in the HOT-FIT model significantly influenced system success. The RA value of 0. 879 indicates that 87. 9% of the variability in SIMRS success can be explained by the model. Based on these findings, the implementation of SIMRS is considered successful, with recommendations to continuously improve the quality of the system, information, services, users, user satisfaction, and organizational aspects. Keywords. SIMRS. HOT-FIT. Measuring. System Success. Bhayangkara Hospital Nganjuk Abstraksi. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan kunci peningkatan efisiensi operasional dan mutu layanan. Wawancara dengan pengguna di unit rekam medis RS Bhayangkara Nganjuk mengungkap kendala seperti inkonsistensi data, kegagalan tampilan informasi, dan kesulitan penyusunan laporan. Penelitian ini mengevaluasi SIMRS model Human-Organization-Technology Fit (HOT-FIT). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi literatur, dan kuesioner HOT-FIT pada 420 pengguna . ampel ditentukan dengan rumus Slovi. AnalisisAidijalankan dengan SPSSAimencakup uji validitas, reliabilitas (CronbachAos Alpha 0,. , uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Ketujuh variabel HOT-FIT berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan sistem, dengan RA 0,879 yang menunjukkan 87,9 % variabilitas keberhasilan dapat dijelaskan oleh model. Hasil ini menegaskan bahwa implementasi SIMRS tergolong berhasil namun tetap memerlukan peningkatan pada mutu sistem, mutu informasi, mutu layanan, intensitas penggunaan, kepuasan pengguna, dan dukungan organisasi. Kata Kunci. SIMRS. HOT-FIT. Pengukuran. Keberhasilan Sistem. Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR PENDAHULUAN Pada era digital saat ini. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memainkan peranan krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan kesehatan. SIMRS merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat untuk mengatur dan menjalankan proses pengelolaan secara efektif, mengintegrasikan berbagai proses pelayanan di rumah sakit. Melalui mekanisme koordinasi, pelaporan, dan tata kelola administratif yang saling terhubung, sistem ini mampu menyajikan data yang akurat dan tersedia secara real-time. Di samping itu. SIMRS juga menjadi komponen penting dalam keseluruhan sistem informasi kesehatan. Pemerintah Indonesia mewajibkan penerapan SIMRS melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 82 Tahun 2013 sebagai upaya untuk mendukung pengelolaan rumah sakit secara terintegrasi . Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, sebagai institusi pelayanan kesehatan di bawah Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah mengimplementasikan SIMRS untuk mendukung layanan dan manajemen rumah sakit. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dimaksudkan untuk mereduksi kendala operasional sekaligus memperkuat daya saing rumah sakit. Secara nasional. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pada 2024 baru 56 % rumah sakit menggunakan SIMRS secara komprehensif dan hanya 38 % yang menilainya Ausangat efektifAy (Pusdatin, 2. Dengan data real-time. SIMRS semestinya memperlancar alokasi sumber daya, perencanaan layanan, pemantauan indikator kinerja, dan pemenuhan standar akreditasi. Namun, wawancara dengan petugas rekam medis RS Bhayangkara Nganjuk menemukan inkonsistensi data, kegagalan tampilan, dan kesulitan pembuatan laporanAimenurunkan efektivitas kerja staf serta kualitas layanan Tanpa evaluasi formal, tingkat keberhasilan implementasi dan penyebab masalah tersebut belum terpetakan secara sistematis. Model Human-Organization-Technology Fit (HOT-FIT) yang dikembangkan Yusof. Kuljis. Papazafeiropoulou, dan Stergioulas . menggabungkan dimensi manusia, organisasi, dan teknologi untuk menilai kesesuaian sistem Berbagai studi melaporkan bahwa kepuasan pengguna, mutu sistem, dan dukungan organisasi merupakan penentu dominan keberhasilan SIMRS. Penelitian ini mengevaluasi keberhasilan implementasi SIMRS di RS Bhayangkara NganjukAiserta menentukan faktor determinannyaAidengan kerangka HOT-FIT. Temuan diharapkan menjadi dasar peningkatan performa sistem, kepuasan pengguna, dan mutu layanan kesehatan rumah sakit. TINJAUAN PUSTAKA Model Human-Organization-Technology Fit (HOT-FIT) merupakan kerangka evaluatif yang digunakan untuk mengukur keberhasilan implementasi sistem informasi dengan mempertimbangkan tiga komponen utama: aspek manusia . , organisasi . , dan teknologi . , serta keterpaduan atau fit antar ketiganya. Model ini telah digunakan dalam berbagai penelitian terdahulu yang mengkaji penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di berbagai institusi layanan kesehatan. Penelitian oleh . yang dilakukan di RSUP H. Adam Malik mengidentifikasi sejumlah permasalahan teknis seperti lambatnya pemuatan data, inkonsistensi informasi, serta ketergantungan pada vendor. Dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Melalui analisis regresi linier berganda, studi ini mengungkapkan bahwa elemen manusia, teknologi, dan organisasi secara bersamaan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap hasil yang diteliti. memberikan kontribusi sebesar 63,5% terhadap manfaat bersih dari SIMRS. Hal ini menegaskan pentingnya ketiga aspek utama dalam implementasi sistem informasi yang efektif. Studi kualitatif oleh . di Rumah Sakit Jiwa Soeprapto Bengkulu menyoroti keterbatasan personel TI, minimnya evaluasi sistem, dan kendala teknis dalam pengelolaan data. Meskipun demikian. SIMRS tetap dinilai memberikan dampak positif terhadap efisiensi kerja dan peningkatan layanan. Namun, faktor organisasi menjadi titik lemah utama, terutama karena kurangnya dukungan dari manajemen. Sementara itu, . melakukan penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat dan menemukan bahwa SIMRS cukup efektif dalam meningkatkan efisiensi layanan. Akan tetapi, kendala tetap muncul dalam aspek manusia, seperti kurangnya pelatihan pengguna, dan dalam aspek teknologi, seperti gangguan jaringan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya dukungan organisasi sebagai faktor penentu keberhasilan implementasi sistem. Selanjutnya, penelitian oleh . di RSUD Kabupaten Buton menegaskan bahwa kendala organisasi seperti tidak adanya standar prosedur operasional (SOP), keterbatasan fasilitas, serta lemahnya dukungan manajemen, masih menjadi hambatan serius. Di sisi teknologi. IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR gangguan jaringan dan keterbatasan perangkat keras juga memperlambat optimalisasi SIMRS, meskipun pelatihan telah diberikan kepada staf. Penelitian kualitatif oleh . di sebuah rumah sakit di Kabupaten Demak yang melibatkan 38 responden menemukan bahwa gangguan jaringan dan rendahnya integrasi antar unit menjadi hambatan utama. Meskipun tingkat kepuasan terhadap aspek HOT-FIT cukup tinggi, tetap diperlukan peningkatan pada manajemen jaringan dan integrasi sistem untuk menunjang kinerja SIMRS secara optimal. Berdasarkan berbagai hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model HOT-FIT telah banyak digunakan dalam mengukur keberhasilan penerapan SIMRS di berbagai rumah sakit di Indonesia. Secara umum, meskipun SIMRS memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi layanan dan pengambilan keputusan, tantangan pada aspek teknologi, sumber daya manusia, dan organisasi masih perlu mendapatkan perhatian serius. Oleh karena itu, model HOT-FIT dianggap relevan dan komprehensif untuk mengevaluasi keberhasilan implementasi SIMRS, termasuk dalam konteks Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk yang menjadi fokus dalam penelitian ini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan dalam penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Khanza di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk pada bulan Januari tahun 2025. Evaluasi dilakukan menggunakan kerangka kerja HOTFIT (Human. Organization. Technology Ae Fi. , yang dipilih karena mampu memberikan pendekatan penilaian yang komprehensif dengan mempertimbangkan faktor manusia, teknologi, organisasi, serta keselarasan di antara ketiganya. Populasi dan Sampel Penelitian ini mencakup partisipasi dari semua pengguna SIMRS Khanza di lingkungan rumah sakit RS Bhayangkara Nganjuk sebagai populasi penelitian. Metode pemilihan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, di mana penentuan responden dilakukan berdasarkan kriteria tertentu atau pertimbangan khusus yang telah ditetapkan sebelumnya, khusus yang telah ditentukan sebelumnya. Jumlah responden yang dijadikan sampel ditetapkan menggunakan rumus Slovin, dengan margin of error sebesar 10% dari total populasi sebanyak 420 orang. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menerapkan skala Likert lima tingkat, dengan nilai berkisar dari 1 . angat tidak menyetuju. hingga 5 . angat menyetuju. TABEL 1. Range skala likert Jawaban STS Singkatan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Nilai Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dirancang berdasarkan requirement engineering melalui use case dan user story, dengan indikator-indikator yang telah ditentukan sebelumnya dan terdiri dari delapan variabel HOT-FIT : Human : pengguna sistem, kepuasan pengguna Oranization : struktur organisasi, lingkungan organisasi Technology : kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan Net Benefit : manfaat sistem IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR Teknik Analisis Data Metode analisis data dalam penelitian ini menerapkan pendekatan statistik deskriptif guna menggambarkan karakteristik data secara terstruktur . Pengujian validitas dilakukan menggunakan metode korelasi Pearson Product Moment, yang bertujuan untuk menilai sejauh mana setiap item pertanyaan dalam kuesioner mampu mengukur variabel yang dimaksud. Hasil korelasi kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 16. Suatu item dianggap valid jika nilai r hitung lebih besar daripada r tabel. Sementara itu, untuk menguji reliabilitas, digunakan teknik Suatu instrumen dikategorikan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha yang diperoleh lebih besar dari 0,7. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t . ecara parsia. Uji ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana setiap variabel independen secara terpisah memberikan dampak terhadap variabel dependen. Di samping itu, pengujian F secara simultan digunakan untuk menilai pengaruh gabungan dari seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Di samping itu, analisis koefisien determinasi diterapkan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel dependen dalam model penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Requirement Engineering Diagram Use Case digunakan untuk mengidentifikasi peran para aktor pada penerapan Sistem Informasi Manajemen di rumah sakit serta dalam rangka menjelaskan berbagai aktivitas atau peran yang dapat dijalankan oleh setiap aktor secara spesifik sistem . User stories berfungsi untuk menjelaskan peran pengguna sistem, tugas-tugas yang mereka lakukan, serta hasil yang diharapkan dari penggunaan sistem tersebut . Pada bagian rekayasa kebutuhan yang terkait dengan Gambar 1 hingga Gambar 3, butir-butir kuesioner dirancang berdasarkan pendekatan rekayasa kebutuhan yang merujuk pada use case dan user story, dengan tujuan untuk mencerminkan kebutuhan dan harapan pengguna terhadap sistem. Setiap butir disusun berdasarkan variabel dan indikator yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga memberikan landasan logis, teoritis, dan empiris untuk mendeskripsikan konteks implementasi SIMRS secara komprehensif. GAMBAR 1. Use Case & User Story dari Aktor Petugas Rekam Medis IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR GAMBAR 2. Use Case & User Story dari Aktor Paramedis GAMBAR 3: Use Case & User Story untuk Aktor Dokter Analisis Data Uji Validitas Uji validitas dilakukan guna memastikan bahwa setiap butir dalam instrumen secara akurat merepresentasikan dan mengukur aspek yang dimaksud relevan dengan kerangka penelitian yang telah dirancang . Suatu instrumen Sebuah item dinyatakan valid apabila nilai r-hitung melebihi r-tabel dan tingkat signifikansinya berada di bawah 0,05, yang berarti bahwa pertanyaan tersebut sah dan sesuai untuk digunakan dalam penelitian ini. Indikator KS1 KS2 KS3 KS4 KS5 KS6 KS7 TABEL 1. Hasil Uji Validitas R Talble 5% . R Hitung Sig Keterangan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR KS8 KI1 KI2 KI3 KI4 KI5 KI6 KI7 KI8 KI9 KI10 KL1 KL2 KL3 KL4 PS1 PS2 PS3 PS4 KP1 KP2 SO1 SO2 LO1 LO2 NB1 NB2 NB3 NB4 NB5 NB6 NB7 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Val id Berdasarkan hasil analisis validitas yang ditampilkan dalam Tabel 1, seluruh item dalam instrumen penelitian menunjukkan nilai korelasi yang berada di atas batas minimal yang dipersyaratkan, sehingga secara umum memenuhi kriteria validitas konstruk. Meskipun semua item valid, terdapat beberapa pernyataan dengan nilai korelasi yang relatif lebih rendah dibandingkan item lainnya, yang dapat mengindikasikan potensi kelemahan dalam mengukur dimensi tertentu. Hal ini perlu menjadi perhatian pada tahap interpretasi hasil, terutama jika ditemukan ketidakkonsistenan dalam respons pengguna. Secara keseluruhan, instrumen dinilai sahih dan dapat digunakan pada tahap penelitian selanjutnya tanpa kekhawatiran signifikan terhadap kesalahan dalam proses pengumpulan data, namun tetap disarankan untuk mempertimbangkan evaluasi lebih lanjut terhadap butir dengan korelasi paling rendah. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas Pengukuran konsistensi internal dari instrumen penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan CronbachAos Alpha untuk menilai sejauh mana item-item dalam kuesioner memiliki keterkaitan yang kuat secara internal. Menurut . Sebuah instrumen dianggap memiliki reliabilitas yang baik apabila nilai koefisien alpha () yang dihasilkan berada di atas 0,7. yang menandakan bahwa instrumen tersebut telah memenuhi standar reliabilitas. TABEL 2 Hasil Uji Reliabilitas CronbalchAos ALlphal N of Itemls Tabel 2 menyajikan hasil pengujian reliabilitas dengan nilai nilai sebesar 0,984 menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi dan memenuhi syarat konsistensi IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR dalam proses pengukuran. Seluruh butir pertanyaan dalam kuesioner memperoleh nilai di atas 0,7, yang mencerminkan tingkat konsistensi internal yang kuat pada masing-masing item. Hasil ini menunjukkan bahwa setiap pertanyaan telah memenuhi standar reliabilitas yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kuesioner yang digunakan dapat dikategorikan sebagai alat pengumpulan data yang valid dan reliabel. TABEL 3 Hasil Keseluruhan Uji Reliabilitas Scal e MLalen If Iteml Deleted Scal e Valrialnce If Iteml Deleted Corrected Iteml- Total Correlaltion CronbalchAos ALlphal if Iteml Deleted KS1 157,6500 622,484 0,765 0,983 KS2 157,6250 623,149 0,782 0,983 KS3 157,7125 620,764 0,789 0,983 KS4 157,7625 622,006 0,827 0,983 KS5 157,5875 624,423 0,818 0,983 KS6 157,8125 620,990 0,790 0,983 KS7 157,6000 625,889 0,766 0,983 KS8 157,8125 622,483 0,719 0,984 KI1 157,6750 624,247 0,760 0,983 KI2 157,7375 620,880 0,858 0,983 KI3 157,6875 623,863 0,824 0,983 KI4 157,7500 622,595 0,737 0,983 KI5 157,6375 622,031 0,799 0,983 KI6 157,6625 623,315 0,844 0,983 KI7 157,5750 626,602 0,791 0,983 KI8 157,6750 623,842 0,785 0,983 KI9 157,6750 624,627 0,781 0,983 KI10 157,7125 620,764 0,832 0,983 KL1 157,7375 622,475 0,773 0,983 KL2 157,6000 623,585 0,827 0,983 KL3 157,6875 624,344 0,794 0,983 KL4 157,6500 622,711 0,759 0,983 PS1 157,8250 623,893 0,704 0,984 PS2 PS4 158,0625 157,6250 630,718 626,794 0,421 0,808 0,985 0,983 KP1 157,6250 619,402 0,802 0,983 KP2 157,6500 620,939 0,831 0,983 SO1 157,6750 622,754 0,754 0,983 SO2 157,6375 623,247 0,770 0,983 LO1 157,6250 621,554 0,778 0,983 LO2 157,5375 624,404 0,785 0,983 NB1 157,8250 627,235 0,687 0,984 NB2 157,5875 625,233 0,779 0,983 IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR NB3 157,5250 622,987 0,854 0,983 NB4 157,6000 624,066 0,833 0,983 NB5 157,5750 621,463 0,822 0,983 NB6 157,6375 621,247 0,819 0,983 NB7 157,6125 622,063 0,837 0,983 Pengujian Hipotesis Uji T (Parsia. TABEL 4 Hasil Uji-T (Parsia. Unstd. Coef. (B) Std. Error Std. Coef. (Beta. 1,088 0,095 0,209 0,091 0,195 -0,074 1,278 0,096 0,104 0,179 0,128 0,267 0,113 0,298 0,054 0,113 -0,025 0,852 0,986 2,014 0,511 1,523 -0,276 0,397 0,328 0,048 0,611 0,132 0,783 0,374 1,077 0,228 0,259 0,126 0,357 1,640 4,163 0,105 0,000 (Constaln. Kualitas Sistem Kualitas Informasi Kualitas Layanan Pengguna Sistem Kepuasan Pengguna Struktur Organisasi Lingkungan Organisasi Uji t digunakan untuk menilai seberapa besar pengaruh setiap variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dalam analisis regresi . Nilai t pada distribusi diperoleh berdasarkan Pada tingkat signifikansi 5% ( = 0,. dan dengan derajat kebebasan . sebanyak 72, diperoleh nilai t tabel yang digunakan sebagai acuan dalam pengujian adalah 0,2287. TABEL 5 Hipotesis Uji-T Hipotesis T Hitung T talbel Sig. <0,05 Hasil KSIePS 0,986 0,2287 0,328 Positif KIIeKP 2,014 0,2287 0,048 Positif KLIeLO 0,511 0,2287 0,611 Positif PSIeNB 1,523 0,2287 0,132 Positif KPIeNB -0,276 0,2287 0,783 Positif SOIeNB 1,640 0,2287 0,105 Positif LOIeNB 4,163 0,2287 0,000 Positif Secara keseluruhan, uji-t digunakan untuk mengevaluasi kontribusi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya hubungan **KI Ie KP** dan **LO Ie NB** yang signifikan secara statistik pada taraf signifikansi 5%. Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas informasi berpengaruh nyata terhadap kepuasan pengguna, dan lingkungan organisasi secara signifikan memengaruhi net benefit atau manfaat bersih dari sistem. Namun, beberapa hubungan seperti **KP Ie NB** menunjukkan nilai t negatif dan tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kepuasan pengguna tidak serta-merta berdampak pada peningkatan manfaat Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah adanya *gap* antara kepuasan jangka pendek pengguna dan manfaat sistem yang dirasakan dalam jangka panjang. Pengguna mungkin merasa puas karena antarmuka yang IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR sederhana atau pelayanan cepat, namun sistem belum secara optimal membantu kinerja atau efisiensi mereka dalam konteks organisasi. Demikian pula, hubungan **KL Ie LO**, **PS Ie NB**, dan **SO Ie NB** juga tidak signifikan, meskipun secara teoritis diharapkan memiliki pengaruh. Hal ini dapat disebabkan oleh persepsi pengguna yang bervariasi terhadap struktur organisasi atau budaya kerja yang belum mendukung penuh penggunaan sistem. Kelemahan dalam pelatihan, sosialisasi, atau minimnya insentif juga dapat menjadi faktor penghambat pengaruh signifikan dari variabel-variabel tersebut. Dengan demikian, meskipun arah hubungan seluruh variabel positif . ecuali KP Ie NB), penting untuk menggali lebih lanjut konteks internal rumah sakit yang mungkin memoderasi pengaruh variabel-variabel tersebut, seperti kesiapan organisasi, literasi digital pengguna, atau dukungan manajerial. Dalam menentukan nilai dari tabel distribusi t, analisis ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% ( = 0,. Karena pengujian bersifat dua arah . wo-taile. , nilai alpha tersebut dibagi menjadi dua bagian, sehingga masing-masing sisi memiliki nilai 0,025 atau 2,5%. Derajat kebebasan . dihitung menggunakan rumus n Ae k Ae 1, di mana n adalah jumlah sampel . dan k menunjukkan jumlah variabel bebas . Maka, derajat kebebasan diperoleh sebesar 72 . Ae 7 Ae . Berdasarkan nilai df tersebut, nilai t tabel yang relevan adalah 0,2287. Berdasarkan Tabel 5 dari Berdasarkan hasil uji hipotesis t, diketahui bahwa nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel, dan seluruh variabel memiliki tingkat signifikansi di bawah 0,05. Dalam analisis ini, nilai dari tabel distribusi t ditentukan dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% ( = 0,. Karena pengujian bersifat dua arah (*two-tailed*), nilai alpha dibagi menjadi dua bagian masing-masing sebesar 0,025. Derajat kebebasan . dihitung dengan rumus *n Ae k Ae 1*, di mana *n* adalah jumlah sampel . dan *k* adalah jumlah variabel independen . , sehingga diperoleh df = 72. Berdasarkan nilai df tersebut, nilai t-tabel yang relevan adalah 0,2287. Hasil uji-t pada Tabel 5 menunjukkan bahwa beberapa variabel memiliki *t-hitung* lebih besar dari *t-tabel* dan tingkat signifikansi di bawah 0,05, yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. antara variabel-variabel tersebut, **lingkungan organisasi (LO)** menunjukkan pengaruh paling dominan terhadap keberhasilan implementasi SIMRS, dengan nilai t-hitung tertinggi . dan signifikansi 0,000. Ini menegaskan bahwa dukungan dan kesiapan lingkungan organisasi sangat berperan dalam memastikan keberhasilan sistem. Selain itu, kualitas informasi (KI) juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna . -hitung = 2,014. sig = 0,. , sedangkan variabel lain seperti kualitas sistem, kualitas layanan, struktur organisasi, dan kepuasan pengguna menunjukkan arah hubungan positif tetapi tidak signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun semua variabel berkontribusi terhadap sistem, **lingkungan organisasi merupakan faktor kunci** yang perlu diprioritaskan dalam pengembangan dan implementasi SIMRS yang optimal. Uji F Simultan Pengujian F digunakan untuk menilai apakah seluruh variabel bebas secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat . Melalui pembandingan antara nilai F dari hasil analisis data dan nilai F yang tercantum dalam tabel yang dijadikan sebagai tolok ukur. Suml Of Squalres Regression Residual Total 1579,538 218,012 1797,550 TABEL 6. Hasil Uji F Simultan Mlealn Squalre 225,648 3,028 Sig. 74,522 Selanjutnya, hasil uji F yang ditampilkan pada Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai F-hitung sebesar *74,522* lebih besar dibandingkan F-tabel sebesar *2,143* pada tingkat signifikansi 5%. Nilai signifikansi sebesar *0,000* mengindikasikan bahwa seluruh variabel independen secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Artinya, secara kolektif, elemen-elemen seperti kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, frekuensi penggunaan, kepuasan pengguna, struktur organisasi, dan lingkungan organisasi berperan penting dalam menentukan keberhasilan implementasi SIMRS. Namun, bila dianalisis lebih lanjut berdasarkan nilai *t-hitung* dari masing-masing variabel, *lingkungan organisasi (LO)* muncul sebagai faktor yang paling dominan dalam memengaruhi keberhasilan sistem, dengan nilai *t-hitung* IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR tertinggi (*4,163*) dan tingkat signifikansi yang sangat kuat (*0,000*). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun seluruh variabel independen berkontribusi secara kolektif, *dukungan dan kesiapan organisasi secara struktural dan kultural menjadi penentu utama keberhasilan sistem*. Oleh karena itu, perhatian khusus perlu diberikan pada penguatan elemen-elemen organisasi untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan implementasi SIMRS. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi secara fundamental mengindikasikan sejauh mana model mampu menggambarkan atau menjelaskan variasi atau perubahan yang terjadi pada variabel yang diamati. TABEL 7 Hasil Uji Kofisien Determinasi MLodel Sumlmlalry Val ue R Squalre ALdjusted R Squalre Std. Error of the Estimlalte Berdasarkan Tabel 7, nilai koefisien korelasi (R) sebesar **0,937** menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel independen dan variabel dependen. Sementara itu, nilai **R Square sebesar 0,879** mengindikasikan bahwa **87,9% variasi keberhasilan implementasi SIMRS** dapat dijelaskan oleh tujuh variabel: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, frekuensi penggunaan, kepuasan pengguna, struktur organisasi, dan lingkungan organisasi. Sisanya, **12,1%**, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data, penerapan SIMRS Khanza di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk pada Januari 2025 menunjukkan performa yang cukup baik, ditinjau dari hasil pengujian statistik. Nilai koefisien determinasi (**RA = 0,879**) menunjukkan bahwa 87,9% variasi dalam keberhasilan implementasi sistem dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang diuji, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, intensitas penggunaan, kepuasan pengguna, struktur organisasi, dan lingkungan organisasi. Namun, hasil uji-t menunjukkan bahwa **hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan secara statistik**, yaitu **kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna** dan **lingkungan organisasi terhadap keberhasilan sistem**. Variabel lain, termasuk kepuasan pengguna dan kualitas layanan, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam model ini. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua aspek yang diuji memberikan kontribusi langsung yang kuat terhadap keberhasilan implementasi SIMRS. Oleh karena itu, disarankan agar manajemen rumah sakit memberi perhatian khusus pada penguatan kualitas informasi dan lingkungan organisasi, sebagai faktor kunci yang terbukti signifikan. Untuk penelitian selanjutnya, pendekatan kualitatif dapat digunakan guna menggali lebih dalam pengalaman pengguna dan hambatan implementasi sistem yang tidak tercakup dalam analisis kuantitatif ini. TINJAUAN PUSTAKA Demlinur Putri and D. Mulyanti. AuTantangan SIMRS dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Permenkes 24 Tahun 2022: Literature Review,Ay Jurnal Medika Nusantara, vol. 1, no. 1, pp. 19Ae27. Feb. Husnaeni and A. Susanti. AuAnalisis penerimaan SIMRS menggunakan metode TAM (Technology Acceptance Mode. di RS Hermina Arcamanik Bandung,Ay Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, vol. 01, pp. 107Ae116. Jun. 2023, doi: 10. 34305/jikbh. Dewi. Ginting, and R. Gultom. AuEvaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Instalasi Rekam Medis RSUP H. Adam Malik Dengan Metode Human Organization Technology Fit (HOT-FIT) Tahun 2019,Ay Online. Feb. IJCSR: The Indonesian Journal of Computer Science Research E-ISSN 2963-9174 DOI prefix 10. Volume 4. No. 2 Juli 2025 https://subset. id/index. php/IJCSR . [Onlin. Available: http://jurnal. id/index. php/JIPIKIA73Journalhomepage:http://jurnal. id/index. php/JIPIKI Erintan. Putra. Dewi, and N. Yulia. AuTINJAUAN PENGELOLAAN REKAM MEDIS MENGGUNAKAN TEORI HOT-FIT DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO BENGKULU,Ay vol. 3, no. 4, pp. 541Ae549. Dec. Alfath Kusuma and Y. Yunengsih. AuANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI UNIT REKAM MEDIS RSUD KESEHATAN KERJA PROVINSI JAWA BARAT,Ay vol. 8, no. 3, pp. 4673Ae4681. Dec. Pratiwi. Ode Ali Imran Ahmad, and D. Savitri Effendy. AuANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) PADA UNIT REKAM MEDIS DI RSUD KABUPATEN BUTON TAHUN 2023 Kata kunci: Implementasi SIMRS. Rekam medik,Ay JURNAL ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN, vol. 5, no. 1, pp. 92Ae101. Apr. 2024, [Onlin. Available: http://ojs. id/index. php/jakkJ. Kesehatan. Raharjo. Wulandari, and A. Kurniadi. AuPublisher : Politeknik Negeri Jember Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit di Kabupaten Demak Menggunakan Model Hot-Fit,Ay Jurnal Kesehatan, vol. 12, no. 1, pp. 7Ae13. Apr. 2024, doi: 10. 25047/j-kes. Martias. AuSTATISTIKA DESKRIPTIF SEBAGAI KUMPULAN INFORMASI,Ay Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, vol. 16, no. 1, pp. 40Ae59. Jun. 2021, doi: 10. 14421/fhrs. Hamzah and I. Kurniawan. AuPENGARUH PENGETAHUAN ZAKAT DAN KEPERCAYAAN KEPADA BAZNAS KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TERHADAP MINAT MUZAKKI MEMBAYAR ZAKAT,Ay Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance, vol. 3, no. 1, pp. 30Ae40. May 2020. Ristyawan and D. Harini. AuPROSES ICONIX DALAM ANALISA RANCANGAN APLIKASI INFORMASI JADWAL DAN TUGAS BERBASIS ANDROID,Ay Jurnal SIMETRIS, vol. 10, no. 1, pp. 33Ae46. Apr. Andipradana Aryanata and Hartomo Kristoko Dwi. AuRancang Bangun Aplikasi Penjualan Online Berbasis Web Menggunakan Metode Scrum,Ay Jurnal Algoritma, vol. 19, no. 1, pp. 161Ae172. Aug. Heri. Santa, and G. Rorimpandey. AuIMPLEMENTASI ALGORITMA HAVERSINE PADA APLIKASI PENCARIAN LAYANAN KESEHATAN BERBASIS ANDROID,Ay Jurnal Innovation and Future Technology (IFTECH) P-ISSN, vol. 6, no. 2, pp. 2656Ae1719, 2024. Validitas dan Uji Reliabilitas Instrument Penilaian Kinerja Dosen Yulia Utami. Muslim Rasmanna. Utami, and Pelita Nusantara Medan. AuUji Validitas dan Uji Reliabilitas Instrument Penilaian Kinerja Dosen,Ay Jurnal Sains dan Teknologi, vol. 4, no. 2, pp. 21Ae24. Ardiansyah. Daniati, and D. Harini. AuSISTEM INFORMASI PENJUALAN PLAY STATION DENGAN PENDEKATAN STRUKTURAL,Ay 2024. Aliyyah. NurAoaini. Daniati, and A. Ristyawan. AuPenilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Simple,Ay Filipus Nanda Kurniawan and Eva Zuraidah. AuAnalisa Kualitas Website SMK Negeri 1 Mandor Terhadap Kepuasan Pengguna Dengan Metode Webqual 4. 0,Ay Bulletin of Computer Science Research, vol. 3, no. 1, pp. 73Ae82. Dec. doi: 10. 47065/bulletincsr. Khalid. Firliana, and E. Daniati. AuManajemen Proyek Pengembangan Game Kasur Rusak dengan Menggunakan Agile Scrum,Ay JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer, vol. 2, no. 2, pp. 141Ae149. Jun. doi: 10. 53624/jsitik. Nabila et al. AuJurnal Mirai Management Pengaruh Content Marketing Aplikasi Tiktok. Online Customer Review, dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Masker Camille Beauty,Ay Jurnal Mirai Management, vol. 8, no. 2, pp. 590Ae601, 2023. Suryanto. Daniati. Wibowo. Mijiarto. Nuryananda, and A. Nurharyana. AuPemanfaatan Integrasi Smartwatch dan Aplikasi Forza dalam Meningkatkan Kinerja Tim Sepak Bola Putra Mangun Jaya F. ,Ay I-Com: Indonesian Community Journal, vol. 4, no. 3, pp. 2365Ae2372. Sep. 2024, doi: 10. 33379/icom. Hamzah and I. Kurniawan. AuPENGARUH PENGETAHUAN ZAKAT DAN KEPERCAYAAN KEPADA BAZNAS KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TERHADAP MINAT MUZAKKI MEMBAYAR ZAKAT,Ay Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance, vol. 3, no. 1, pp. 30Ae40. May 2020. Nurul Ichsan and A. Karim. AuKUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PT. JASA RAHARJA MEDAN,Ay 1. May 2021.