JEBI Vol. No. 2 pp. Copyrigt A 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia PENGARUH PROMOSI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL SUZUKI PADA PT. SEJAHTERA BUANA TRADA DI PEKANBARU Rahma Yulita1. Lisa Tinaria1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahaputra Riau Email: rahmayulita1982@gmail. Abstract This research aims to determine the influence of promotions and prices on the decision to purchase Suzuki cars at PT. Sejahtera Buana Trada in Pekanbaru The sample for this study was 85 people. The data analysis techniques used are quantitative and qualitative The technical data used is multiple linear regression using SPSS 27. Based on the research results, it was found that the Promotion variable had a significant effect on the decision to purchase a Suzuki Car at PT Sejahtera Buana Trada in Pekanbaru. And price has a significant influence onthe decision to purchase a Suzuki car at PT. Sejahtera Buana Trada in Pekanbaru. There is a significant influence between promotion and price simultaneously or together on the decision to purchase a Suzuki car at PT. Sejahtera Buana Trada Pekanbaru. Keywords: Promotion. Price. Purchase Decision ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh promosi dan harga terhadap keputusan pembelian mobil suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru Sampel penelitian ini adalah 85 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode kuantitatif dan Teknis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 27. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa variabel Promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Dan Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Terdapat pengaruh secara signifikan antara promosi dan harga secara simultan atau bersama-sama terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada Pekanbaru. Kata Kunci: Promosi. Harga. Keputusan Pembelian PENDAHULUAN Transportasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas sehari-hari setiap manusia. Oleh karena itu transportasi yang sesuai, nyaman dan baik dapat menunjang aktivitas mereka sehari-hari. Salah satu alat transportasi adalah Seiring dengan berkembangnya fungsi mobil sebagai alat transportasi, permintaan konsumen terhadap mobil juga yang terjadi di pasaran adalah persaingan antar merek mobil di jalan. Berdasarkan pentingnya kemauan membeli produk, maka perlu bagi perusahaan untuk mempertimbangkan efek promosi penjualan dan komunitas. Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandangbahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan dalam ingatannya . encarian interna. dan mencari informasi dari luar . encarian Tahap ketiga dari proses keputusan konsumen adalah evaluasi alternatif. Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan produk, merek dan harga sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Pada proses evaluasi alternatif, konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. PT. Sejahtera Buana Trada (SBT) yang terletak di Pekanbaru. PT. SBT berdiri sejak tahun 2009 dan hingga saat ini telah memiliki 1 main dealer, 7 outlet dan 2 diantaranya telah memiliki fasilitas 3S (Sales. Service. Spare part. Dalam rangka memperiuas jaringan penjualan, perbaikan dan suku cadang produk Suzuki dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan dan memenuhi kepuasan konsumen dan calon konsumen secara maksimal, maka PT. SBT telah melakukan standarisasi terhadap outlet 3S (Sales. Service. Sparepart. ke2 nya yang baru diresmikan ini di Pekanbaru. Dalam melakukan aktifitasnya. PT. Sejahtera Buana Trada (SBT) Pekanbaru menghadapi persaingan dari perusahaanperusahaan yang juga sama-sama bergerak sebagai dealer mobil Suzuki. Banyak jenis dan type mobilSuzuki yang telah diproduksi atau diluncurkan, tetapi pada penelitian ini peneliti fokus meneliti mobil Suzuki Ertiga. Seiring meningkatnya Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia permintaan konsumen terhadap mobil Suzuki Ertiga di Pekanbaru, maka dalam hal ini perusahaan mobil Suzuki Ertiga tersebut dituntut memberikan atau menghasilkan mobil yang lebih berkualitas yang benar- benar telah memenuhi standar sehingga konsumen merasa puas membeli mobil Suzuki Ertiga pada perusahaan tersebut. Penulis memilih Suzuki Ertiga sebagai objek penelitian dikarenakan Suzuki Ertiga merapakan market leader dalam pangsa pasar mobil MPV yang memiliki berbagai jenis bahan Keunggulan Suzuki Ertiga tidak hanya karena posisi merek yang baik, tetapi dari segi lain yang mendukung sehingga konsumen tertarik untuk membeli mobil Suzuki Ertiga. Untuk mengetahui jumlah konsumen yang membeli mobil Ertiga pada PT. Sejahtera Buana Trada (SBT) Pekanbaru selama bulan Januari sampai Oktober Tahun 2023 Diketahui jumlah konsumen yang membeli mobil Ertiga pada PT. Sejahtera Buana Trada (SBT) Pekanbaru yaitu secara keseluruhan berjumlah 572 mobil. Pada bulan Juni sampai bulan Oktober 2023 jumlah penjualan mengalami penuruan dan tidak tercapainya target yang telah ditentukan, hal ini disebabkan menurunnya daya beli konsumen yang tetntunya berhubungan dengan perkembangan ekonomi dan bisnis tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan ditambah lagi dengan persaiangan yang semakin ketat sesama dealer mobil, sehingga perusahaan harus mengulang kembali strategi pemasaran yang dilakukan selama ini agar dapat meningkatkan jumlah pembelian unit mobil. Perusahaan perlu mengetahui perilaku konsumen sebagai strategi untuk menarik pasar. Strategi pemasaran adalah dasar dari rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan melalui pasar yang dimasukinya dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut. Strategi pemasaran memberikan arahan terkait variabel-variabel seperti segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran, positioning, unsur bauran pemasaran, dan biaya bauran pemasaran (Tjiptono, 2016: . Permasalahan yang terjadi mengenai keputusan pembelian yang berhubungan dengan promosi dan harga hasil pengamatan sementara peneliti diantaranya sebagai berikut : Masih kurang kreatifnya tenaga pemasaran dilapangan sehingga konsumen belum bisa memberikan kepastian untuk membeli sebuah unit kendaraan, hal ini dikarenakan tenaga pemasaran selalu merasa tertekan akibat taget yang telah ditentukan perusahaan. Kurangnya melakasanakan pekerjaan, hal ini kunci utamanya adalah pembagian setiap bonus yang dihasilkan tidak merata sehingga setiap personil berlomba-lomba untuk kepentingan pribadinya. Harga produk yang ditawarkan pada saat ini sangat berat bagi konsumen untuk membuat suatu keputusan pembelian karena factor ekonomi tidak stabil. Kurang maksimalnya promosi yang diadakan oleh perusahaan sehingga produk-produk baru yang di luncurkan kurang diminati oleh konsumen, sehingga dapat mampu untuk meningkatkan penjualan. Belum maksimalnya pelayanan yang diberikan pada saat konsumen berkunjung untuk melihat-lihat produk yang JEBI Vol. No. 2, pp. ada diperusahaan, karena para karyawan sibuk dengan aktivitas pribadinya sehingga terkesan melalaikan pelayanan terhadap konsumen. Dari masalah yang telah dikemukan maka penulis dapat menyimpulkan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai adalah pertama, untuk mengetahui pengaruh promosi secara parsial terhadap keputusanpembelian mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru. Kedua, untuk mengetahui pengaruh harga secara parsial terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru. Ketiga, untuk mengetahui pengaruh promosi dan harga secara simultan terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru. METODE PENELITIAN Sukardi . menjelaskan desain penelitian merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam konteks ini, komponen desain dapat mencakup semua struktur penelitian yang diawali sejak ditemukannya ide sampai diperoleh hasil penelitian. Desain penelitian secara arti sempit yaitu desain penelitian adalah penggambaran secara jelas tentang hubungan antara variabel, pengumpulan data, dan juga analisis data. Sehingga dengan desain yang baik, peneliti maupun orang lain yang berkepentingan mempunyai gambaran tentang bagaimana keterkaitan antar-variabel dan bagaimana mengukurnya. Penelitian ini menggunakan meotde kuantitatif sebagai metode positivistic kerena berdasarkan pada filsafat Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrti/empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Objek penelitian adalah promosi dan harga dan kepuusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan selama 6 . bulan yaitu dari bulan Januari hingga Juli 2024. Variabel penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu dua variabel bebas . ndependent variabe. dan satu variabel terikat . ependent variabe. , variabel bebas adalah promosi (X. dan harga (X. , sedangkan variabel terikat adalah keputusan pembeian (Y). Pengembangan instrumen ditempuh melalui beberapa cara sebagai berikut Mendefinisikan operasional variabel penelitian. Menyusun indikator variabel penelitian. Menyusun kisi-kisi instrumen. Melakukan uji coba instrumen. Populasi dan Sampel Sugiyono . berpendapat populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berkenaan dengan penelitian ini, maka akan dijadikan populasi ini adalah konsumen yang membeli mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada berjumlah sebanyak 572 orang pada tahun 2023. Pemilihan populasi merupakan objek pokok dalam penelitian. Oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif . Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus dari Taro Yamane atau Slovin dalam Riduwan . sebagai berikut: ycA ycu= 1 ycA. 2 Keterangan : = Jumlah sampel = Jumlah populasi = 572 Orang = Presisi . itetapkan 10%) Pernyataan Skor Sangat Baik 4,21 Ae 5,00 Baik 3,41 Ae 4,20 Cukup Baik 2,61 Ae 3,40 Kurang Baik 1,81 Ae 2,60 Sangat Tidak Baik 1,00 Ae 1,80 untuk menunjang objek yang diteliti berupa: laporan atau informasi dari PT. Sejahtera Buana Trada. Jadi sampel yang diambil berdasarkan rumus TaroYamene atau Slovin sebesar 85 orang yang dijadikan respnonden. Jenis Data Data Kualitatif Data primer kualitatif ini pada umumnya berupa variasivariasi persepsi bisa dari para responden atau dari pelanggan. Sehingga sifat data kualitatif ini sangat beragam dengan berbagai skala yang diberlakukan untuk dapat menentukan bobot sesuai dari suatu persepsi pilihan responden. Data Kuantitatif Data ini berupa angka atau bilangan yang absolut dapat dikumpulkan dan dibaca dengan relatif mudah. Dengan melihat pada jumlah masing-masing angka seorang peneliti dapat membuat persepsi. Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Metode Wawancara Metode wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas baik terstruktur maupuntidak terstruktur dengan tujuan untuk memperoleh informasi secara luas mengenai obyek penelitian. Metode Kuesioner Metode kuesioner adalah metode pengumpulan data dengan cara menggunakan daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden untuk dijawab dengan memberikan angket. Pada umunya isi materi kuesioner meliputi identitas responden dan butir-butir pertanyaan variabel beserta alternatif jawaban. Metode pengumpulan data melalui angket pada peneltian ini disajikan dalam bentuk skala likers yang diberikan kepada responden dengan memberikan pernyataan- pernyataan untuk dijawab seperti berikut ini : Tabel 3. 3 Instrumen Skala Likers Untuk Jawaban Pernyataan Data Primer Data primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh penelitian untuk menjawab masalah penelitian secara khusus. Pada umum data primer ini sebelumnya belum tersedia, sehingga seorang peneliti harus melakukan pengumpulan sendiri data ini berdasarkan kebutuhan. Berdasarkan sifatnya data primer dikategorikan menjadi dua macam, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Pada penelitian ini data primer diperoleh melalui kuesioner penelitian yang disebarkan kepada masayarakat yang datang ke kantor Kelurahan Tenayan Raya. Data Sekunder Berdasarkan sumbernya, menjadi dua macam yaitu: Data sekunder adalah data yang bersumber dari catatan yang ada pada perusahaan dan dari sumber lain yaitu dengan mengadakan studi kepusakaan dengan mempelajari bukubuku yang ada hubungannya dengan objek penelitian. Diperolehh keterangan sumber Ae sumber lainnya yang berguna Data Sekunder Internal Data sekunder internal adalah data sekunder yang didapat dari internal obyek penelitian atau data yang dikumpulkan dari dalam suatu perusahaan yang dijadikan obyek penelitian. Data Sekunder Eksternal Data sekunder eksternal adalah data sekunder yang diperoleh dari pihak lain, artinya bahwa data penelitian telah dikumpulkan oleh pihak luar perusahaan atau lembaga, misalkan dapertemen pemerintah, yayasan, serikat kerja, advertising, penelitian, dan sebagainya. JEBI Vol. No. 2, pp. Sumber : Sugiyono . Responden harus memilih salah satu dari kategori jawaban yang mewakili perasaannya, kemudian masing-masing jawaban akan diberikan skor (Sugiyono, 2015:. Skor tersebut akan dijumlahkan dan hasil penjumlahannya akan diolah menggunakan SPSS Versi 27. Sehingga diperoleh kategori jawaban dengan interval ratarata sebagai berikut: Tabel 3. 4 Instrumen Skala Likers Untuk Kriteria Pernyataan Skor Sangat Setuju Setuju Cukup Setuju Kurang Setuju Sangat Tidak Setuju Sumber : Sugiyono . Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam statistik juga dapat dilakukan mencari kuat hubungan antara variabel melalui analisis korelasi, melakukan prediksi dengan analisis regresi,dan membuat perbandingan dengan membandingkan rata-rata data sampel atau populasi menurut Sugiyono . Uji Asumsi Klasik Analisis Inferensial Menurut Sunyoto . dalam menentukan data berdistribusi normal atau tidak, cukup membandingkan antara dara ril atau nyata dengan garis kurva yang berbentuk, apakah mendekati normal atau memang normal sama sekali , jika data ril membentuk garis kurva cenderung tidak simetri terhadap mean (U), maka dapat dikatakan data berdistribusi tidak normal dan sebaliknya. Statistik inferensial sering juga disebut statistik induktif atau statistik probabilitas, adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data dan sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi menurut Sugiyono . Metode Analisa Data Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda adalah suatu teknik yang digunakan untuk membangun suatu persamaan yang menghubungkan variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X) dan memiliki fungsi mengetahui pengaruh sutu atau beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial maupun secara simultan. Disamping itu, analisis berdasarkan variabel terikat dengan variabel bebas dan dapat digunakan untuk menentukan dominan salah satu variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisa data menggunakan regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua variabel bebas yaitu kualitas pelayanan publik (X. dan disiplin kerja (X. serta satu variabel terikat adalah kepuasan masyarakat (Y). Uji Validitas Riduwan . menjelaskan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandaalan atau kesahihan suatu alat ukur. Alat ukur yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Untuk menguji validitas alat ukur, terlebih dahulu daicari harga kolerasi antara bagianbagian dari alat ukur dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Distribusi . untuk a = 0,05 dan derajat kebebasan . k = n- . Kaidah kepuasan jika : r-hit > r tab berarti indikator valid r-hit < r tab-berarti indikator tidak valid Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks kolerasinya . sebagai berikut: Nyoto . uji asumsi klasik merupakan terjemahan dari clasical linear regression model (CLRM) yang merupakan asumsi yang diperlukan dalam analisis regresi linear dengan ordinary least square (OLS). Uji Normalitas Uji Multikolenieritas Menurut Sunyoto . uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terdiri dari dua atau lebih variabel bebas atau independen variabel (X1,2,A. dimana diukur keeratan hubungan antara variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien kolerasi . Menurut Sunyoto . uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terdiri dari dua atau lebih variabel bebas atau independen variabel (X1,2,A. dimana diukur keeratan hubungan antara variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien kolerasi . Uji Heterodekastisitas Menurut Sunyoto . dalam persamaan regresi berganda perlu juga diuji mengenai sama atau tidak varian dari observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika residul mempunyai varian yang sama disebut homoskedasitisitas dan jika variannya tidak sama atau berbeda disebut Persamaan regresi yang baik jika tidak terjadi heterokedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Model penelitian ini menggunakan analisis liner berganda pada hipotesis pertama dan hipotesis kedua serta hipotesis ketiga, tujuan dari model penelitian dengan menggunakan rumus ini yaitu untuk mengetahui apakah pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut ini merupakan persamaan regresi linier berganda pada hipotesis pertama dan kedua, rumusnya sebagai berikut ini: Antara 0. 800 Ae 1. : Sangat Tinggi Y = a b1X1 b2X2 e Antara 0. 600 Ae 0,799 : Tinggi Dimana : Antara 0. 400 Ae 0. : Cukup = Keputusan Pembelian Antara 0. 200 Ae 0,399 : Rendah = Koefisien variabel bebas Antara 0. 000 Ae 0. : Sangat Rendah (Tidak Vali. = Promosi = Koefisien variabel bebas Uji Reliabilitas = Harga Riduwan . uji reliabilitas dilakukan untuk mendapatkan tingkat ketetapan alat pengumpulan data . yang digunakan. Untuk menguji reliabilitas digunakan metode alpha crombachAos dimana suatu pengukuran dikatakan reliabel apabila alpha crombachAos lebih besar dari 0,6. = Standar error JEBI Vol. No. 2, pp. Pengujian Hipotesis Menurut Sekaran . studi yang termasuk dalam pengujian hipotesis biasannya menjelaskan sifat hubungan Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Jumlah Persentase (%) Laki-laki 69,4% Perempuan 30,6% Uji Reliabilitas. Gambaran Umum Responden. Analisis Deskriptif. Uji T (Secara Parsia. Uji F (Secara Simulta. Analisis Regresi Linier Berganda dan Koefisien Determinasi (RA). Total Analisis Deskriptif Responden Kategori tertentu, atau menentukan perbedaan anatara kebebebasan dua atau lebih faktor dalam suatu situasi. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji T) Pengujian secara parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang diberikan masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat secara individual . dan juga melihat variabel bebas yang mempunyai pengaruh yang Kategori Jumlah Persentase% 26 Ae 30 Tahun 16,4% 31 Ae 35 Tahun 26,0% 36 Ae 40 Tahun 42,3% 41 Tahun > 15,3% Total paling kuat terhadap variabel terikat. Uji parsial ini dilakukan dengan melihat ketentuan sebagai berikut ini: Jika T hitung > T tabel, berarti variabel bebas secara parsial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel Jika T hitung < T tabel, berarti variabel bebas secara parsial tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Gambaran umum responden yang dimaksud dalam hal ini adalah identitas seluruh sampel penelitian yang menyangkut jenis kelamin, umur dan tingkat pendidikan. Deskriptif Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4. 1 Jenis Kelamin Responden Sumber: PT Sejahtera Buana Trada 2024 Berdasarkan tabel 5. 1 dapat dilihat jumlah responden lakilaki sebanyak 59 orang . ,4%) dan responden perempuan sebanyak 26 orang . ,6%). Hal ini menunjukkan bahwa konsumen laki-laki lebih banyak dari konsumen perempuan. Berdasarkan identifikasi menurut usia, hasilnya dapat dilihat pada tabel 5. 2 sebagai berikut: Deskriptif Responden Berdasarkan Tingkat Usia Tabel 5. 2 Usia Responden Sumber: PT Sejahtera Buana Trada 2024 Dari tabel 5. 2 dapat dilihat bahwa, dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa responden yang berusia 26 Ae 30 tahun sebanyak 14 orang responden . ,4%), responden 31 Ae 35 tahun sebanyak 22 orang responden . ,0%), 36 Ae 40 tahun sebanyak 36 orang responden . ,3 %) dan responden yang berusia 41 tahun > sebanyak 13 orang responde . ,3% Deskriptif Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Uji signifikan . ji F) atau uji simultan, digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas . ang terdiri dari dua variabel atau lebi. secara bersama-sama . mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat . ependent Untuk membuktikan hal tersebut, maka dilakukan uji statistik F yaitu membandingkan F hitung dengan F tabel, dengan ketentuan sebagai berikut ini: Jika F hitung > F tabel, maka variabel bebas secara simultan memberikan pangaruh yang signifikan terhadap variabel Jika F hitung < F tabel, maka variabel bebas secara simultan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Koefisien Determinasi (RA) Menurut Ghozali . koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisian determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecik berarti kamampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi dependen amat terbatas. Hasil Dalam bab ini akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan mengenai "pengaruh promosi dan harga terhadap keputusan pembelian mobil suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru". Secara garis besar bab ini terdiri dari Uj Validitas. JEBI Vol. No. 2, pp. Tabel 5. 3 Pendidikan Responden Kategori Jumlah Persentase% SMA Total Sumber: PT Sejahtera Buana Trada 2024 Dari tabel 5. 3 dapat diketahui bahwa rata-rata pendidikan responden adalah S2 sebanyak 41 responden dengan persentase sebesar . 3%), diikuti oleh SMA sebanyak 28 responden dengan persentase sebesar . 9%), dan yang terakhir adalah S1 sebanyak 16 responden dengan persentase sebesar . ,8%). Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa responden pada PT Sememiliki pendidikan yang cukup Analisis Deskriptif Variabel Promosi (X. Dalam penelitian ini promosi memiliki empat . indikator yang terdiri dari periklanan, penjualan perseorangan, hubungan masyarakat dan promosi penjualan. Sehubungan dengan tanggapan responden terhadap promosi. Skor rata-rata tertinggi terdapat pada pernyataan PT Buana Trada melakukan periklanan melalui media sosial yaitu sebesar 3,84. Ini berarti bahwa perusahaan melakukan promosi di media sosial dengan Skor rata-rata terendah yaitu sebesar 3,31, terdapat Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia promosi yang dilakukan oleh sales mampu menarik konsumen untuk membeli. Analisis Deskriptif Variabel Harga (X. Dalam penelitian ini harga memiliki empat . indikator yang terdiridari daftar harga, diskon, potongan harga khusus, periode pembayaran. Sehubungan dengan tanggapan responden terhadap harga maka dapat dilihat hasil penelitian. Skor rata-rata tertinggi terdapat pada pernyataan Harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas mobil yang dijual sosial yaitu sebesar 4,00. Ini berarti bahwa perusahaan mengikuti menetap harga dengan baik. Skor rata-rata terendah yaitu sebesar 3,51, terdapat Harga yang ditawarkan mampu bersaing dengan harga mobil sejenis dari pesaing yang bergerak dalam bisnis yang sama. Ini berarti harga tidak menjadi pilihan Mampu Konsumen Membeli Saya Membeli Mobil 0,376 Melalui Media Sosial Iklan Facebook Mobil Suzuki Memiliki 0,431 Keunggulan Produk Baik Sehinga Saya Memutuskan Untuk Membeli Mobil Suzuki Promosi Berupa 0,417 Potongan Harga Atau Diskon Oleh PT. SBT Mampu Menarik Keputusan Konsumen Untuk Membeli Analisis Deskriptif Variabel Keputusan Pembelian (Y) Keputusan pembelian ialah tindakan konsumen sebagai upaya agar apa yang ia butuhkan bisa terpenuhi dalam mengonsumsi suatu produk yang disertai dengan kepuasan yang dirasa konsumen terkait (Kotler dan Armstrong, 2015:. Nilai total skor rata-rata tanggapan responden terhadap 8 pernyataan yang berhubungan dengan keputusan pembelian memiliki nilai rata- rata yaitu 3,73. Jadi berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan variabel keputusan pembelian pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru yang memiliki mobil suzuki baik. Artinya bahwa adanya peningkatan terhadap keputusan pembelian mobil suzuki terhadap konsumen. Skor rata-rata tertinggi terdapat pada pernyataan Saya merasa tepat mengambil keputusan dalam pembelian mobil Suzuki yaitu sebesar 3,96. Ini berarti bahwa perusahaan tepat meningkatkan keputusan konsumen, ini terlihat dari banyaknya pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Skor rata-rata terendah, terdapat pada pernyataan Saya memiliki kebutuhan akan mobil yaitu sebesar 3,53, ini berarti bahwa masih banyaknya konsumen berpikir untuk membeli. Menarik Untuk Promo Berupa Hadiah 0,271 Mampu Menarik Konsumen Membeli Mobil Suzuki Promosi Penjualan 0,334 Berpengaruh Terhadap Peningkatan Pembelian Sumber : Data Olahan Tahun 2024 Berdasarkan pada Tabel 5. 7 diatas dapat disimpulkan bahwa nilai corrected item - total correlation . dan hasil pengujian data lebih besar dibandingkan 0,213 . ilai rtabe. maka semua item pernyataan yang digunakan valid. Hasil Uji Validitas Harga (X. Pernyataan Harga produk yang 0,498 PT. SBT terjangkau Daftar harga PT. SBT 0,530 kebutuhan konsumen Mobil Suzuki 0,561 0,213 Ket Valid UJI VALIDITAS Tabel 5. 6 Hasil Uji Validitas Promosi (X. Pernyataan PT Buana Trada 0,285 Melakukan Periklanan Melalui Media Sosial Iklan Yang 0,419 Disampaikan Oleh PT. SBT Membuat Saya Tertarik Untuk Membeli Produknya Rhitung Periklanan Sangat 0,495 Berperan Dalam Melakukan Promosi Mobil Suzuki Sales Yang Bertugas 0,620 Membantu Onsumen Rtabel 0,213 Ket Valid dengan tipe dan jenis yang ditawarkan Harga yang 0,638 dengan kualitas mobil yang dijual Diskon harga mobil 0,441 Suzuki PT. SBT lebih murah dibandingkan mobil merek Mengetahui Harga Suatu Produk Yang Tersedia Promosi Yang 0,463 Dilakukan Oleh Sales JEBI Vol. No. 2, pp. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Harga yang 0,395 bersaing dengan harga bergerak dalam bisnis yang sama Saya akan menceritakan 0,359 kendaraan yang saya beli sangat Jika ada 0,431 kesempatan dan dana saya mencukupi saya akan membeli kembali Harga mobil Suzuki 0,342 unit Suzuki Harga produk yang 0,520 dengan manfaat Harga mobil Suzuki 0,505 terjangkau oleh semua Sumber : Data Olahan Tahun 2024 Berdasarkan pada Tabel 5. 9 diatas dapat disimpulkan bahwa nilai corrected item - total correlation . dan hasil pengujian data lebih besar dibandingkan 0,213 . ilai rtabe. maka semua item pernyataan yang digunakan valid Sumber : Data Olahan Tahun 2024 Berdasarkan pada Tabel 5. 8 diatas dapat disimpulkan bahwa nilai corrected item - total correlation . dan hasil pengujian data lebih besar dibandingkan 0,213 . ilai rtabe. maka semua item pernyataan yang digunakan valid. Tabel 5. 8 Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian (Y) Pernyataan Saya merasa puas setelah 0,418 Suzuki dan sesuai dengan Saya tepat 0,354 mengambil keputusan dalam pembelian mobil Suzuki Ket 0,213 Valid UJI RELIABILITAS Uji Reliabilitas merupakan alat uji untuk mengetahui tingkat kestabilan dari satu alat sikur dalam mengukur suatu Suatu alat ukur dikatakan reliabel apabila dalam beberapa kali penggunaannya untuk mengukur kelompok atau subjek yang sama akan menghasilkan data yang relatif sama, selama aspek dalam diri kelompok atau subjek yang diukur belum berubah. Untuk menguji reliabilitas digunakan metode alpha cronbach's dimana suatu pengukuran dikatakan reliabel apabila alpha cronbach's lebih besar dari 0,6. Berikut ini adalah tabel hasil uji reliabilitas untuk penelitian ini. Tabel 5. 9 Hasil Uji Reabilitas Keputusan Pembelian (Y) Variabel a hitung a standar Keterangan kebutuhan saya Setelah 0,548 masi,Saya bahwa salah satu merek yaitu Suzuki Saya memiliki 0,576 kebutuhan akan mobil Membeli karena 0,502 mendapat rekomendasi dari orang lain Saya akan 0,340 Promosi 0,427 Reliabel Harga 0,608 Reliabel Keputusan Pembelian 0,415 Reliabel Berdasarkan Tabel 5. 10 diatas menunjukkan hasil dari perhitungan melalui SPSS terlihat bahwa nilai alpha cronbach's dari variabel Keputusan Pembelian (Y). Promosi (X. , dan Harga (X. , keseluruhannya lebih dari 0,6( a Uji Asumsi Klasik Analisis regresi linier berganda di dalam penggunaannya tidak bisa estimasi apabila dipenuhi tiga asumsi, diantaranya data distribusi normal, tidak ada gejala multikolonieritas dan heteroskedastisan pengjuian terhadap tiga asumsi klasik ini Uji Normalitas Pengujian terhadap distribusi data yang dilakukan adalah dengem menggunakan statiska non parametrika Z dari Kolmogorov Smimov dengan kriteria bahwa data dinyatakan berdistribusi normal apabila harga taraf signifikansi dari nilai JEBI Vol. No. 2, pp. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Kolmogorov Smirnov tersebut > 0,05. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 5. 11 berikut ini: Tabel 5. 10 Hasil Uji Normalitas One-Sampel KolmogorovSmirnov Test Gambar 5. 2 Scatterplot Normalitas. Berdasarkan Tabel 5. 11 uji normalitas diatas terlihat bahwa nilai signifikan variabel > a yaitu ,084c > 0,05 dapat disimpulkan bahwa model berdistribusi normal. Histogram Sumber: Data Olahan Tahun, 2024. Dari gambar 5. 2 diatas dapat diketahui bahwa titik-titik mendekati garis diagonal sehingga data berdistribusi Uji Heteroskedastisitas Dependent Variable: Keputusan Pembelian Dari gambar 5. 1 di bawah ini dapat diketahui bahwa grafik histogram berbentuk lonceng fan tidak mengalami kemencengan ke kiri maupun ke kanan sehingga data berdistribusi dengan normal. Pengujian ini bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variasi dari residual data pengamatan yang satu ke data pengamatan yang lain, jika variasi residual tetap maka bersifat homokedastisitas dan jika berbeda maka heteroskedastisitas. Untuk mengetahui apakah mode statistik mengalami problem heteroskedastisitas, salah satu caranya dengan menggunakan Rank Spearman. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Gambar berikut ini: Gambar 5. 1 Histogram Normalitas. Sumber: Data Olahan Tahun, 2024. Uji Multikolinieritas Multikolinieritas berarti terjadi korelasi linier yang mendekati sempurna antar lebih dari dua variabel bebas. Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi yang terbentuk, ada korelasi yang tinggi atau sempurna diantara variabel bebas atau tidak. Jika dalans model regresi yang terbentuk terdapat korelasi yang tinggi atau sempurna diantara variabel bebas maka model regresi tersebut mengandung makna multikolinieritas Uji multikolinieritas dapat digunakan dengan melihat nilai VIF (Variance Inflation Facto. dari masing-masing variabel bebasnya terhadap variabel terikat. Jika nilai VIF (Variance Inflation Facto. tidak lebih dari 10, maka model regresi dinyatakantidak terdapat gejala multikolinieritas JEBI Vol. No. 2, pp. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Tabel 5. 12 adalah tabel pengujian multikolinieritas dengan melihat nilai VIF (Variance Inflation Facto. dengan menggunakan SPSS dalam penelitian ini adalah sebagai Tabel 5. 11 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Sumber: Data Olahan Tahun, 2024. Sumber : Data Olahan Tahun, 2024 Dependent Variabel : KEPUTUSAN PEMBELIAN Dari hasil tabel 5. 12 di atas nilai dari toleransi pada harga sebesar 0,763 dan nilai VIF sebesar 1,310 nilai dari harga pada harga sebesar 0,763 dan nilai VIF sebesar 1,310. Dengan demikian kedua variabel independen dalam penelitian ini masih lebih kecil dari pada 10 (VIF < . Maka dapat disimpulkan bahwa dapat disimpulkan bahwa kedua variabel independen penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas. Analisis Regresi Linier Berganda Berdasarkan dari tabel 5. 15 menunjukan bahwa nilai fhitung sebesar 17,589 dengan taraf signifikan 0,000 sedangkan ftabel sebesar 2,72 dengan df pembilang = 3 di penyebut 81 dan taraf signifikana a = 0. 05 sehingga fhitung > ftabel Maka diketahui fhitung = 17,589 > ftabel = 2,72 dengan signifikan . < . Dengan demikian maka artinya terdapat pengaruh secara signifikan antara promosi dan harga secara simultan atau bersama-sama terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada Pekanbaru. Koefisien Determinasi (RA) Berikut ini hasil dari koefisien determinasi sebagai berikut : Tabel 5. 14 Hasil Koefisien Determinasi (RA) Pada model regresi linier berganda ini menggunakan variabel Y (Keputusan Pembelia. sebagai variabel terikat dan variabel bebasnya adalah X (Promosi dan Harg. Hasil Perhitungan pada tabel 5. 13 sebagai berikut: Tabel 5. 12 Hasil Uji T (Parsia. Sumber : Data Olahan Tahun, 2024 Berdasarkan pada tabel 5. 16 yaitu hasil koefisien determinasi maka di dapatkan nilai adjusted r square sebesar 0,283 atau 28,3% hal ini berarti 28,3% dari variabel keputusan pembelian bisa dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel harga dan promosi sedangkan sisanya 71,7% dipengaruhi oleh variabel - variabel lain yang tidak diteliti. Sumber : Data Olahan Tahun, 2024 Dari Tabel 5. 14 diatas dapat diketahui dari pengujian hipotesis secara parsial sebagai berikut ini: Promosi dengan nilai sebesar thitung 3,007 dan nilai ttabel sebesar 1,663 sehingga thitung > ttabel Bangabetta 3,007 > 1,663 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05 yang Artinya promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mobil suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru. Harga dengan nilai sebesar thitung 3,004 dan nilai ttabel sebesar 1,663 sehingga thitung > ttabel Bangabetta 3,004 > 1,664 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05 yang Artinya harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mobil suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen . romosi dan harg. secara bersama-sama berpengaruh secara siginifikan terhadap variabel dependen . eputusan pembelia. Berikut tabel 5. 15 sebagai berikut Tabel 5. 13 Hasil Uji F (Simulta. JEBI Vol. No. 2, pp. PEMBAHASAN Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Suzuki Padapt. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Promosi merupakan salah satu faktor penunjang dalam mencapai keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam promosi adalah sebagai berikut periklanan, penjualan perseorangan, hubungan masyarakat dan promosi penjulan. Jadi ini dapat membuat keputusan pembelian lebih efektif. Berdasarkan hasil uji t penelitian ini menunjukan bahwa promosi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Promosi dengan nilai sebesar thitung 3,007 dan nilai ttabel sebesar 1,663 sehingga thitung > ttabel atau 3,007 > 1,663 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian maka artinya promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Samudra & Wijayanto . Wahyuningsih . Nurma . , mengungkapkan bahwa promosi dan Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada Pekanbaru. Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian Mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Fernando . Nazarudin dkk . Japlani . Samudra . Asshiddiqy dkk . , bahwa harga dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Harga merupakan faktor yang penting dalam mendorong konsumen atau pembeli melakukan aktifitas keputusan pembelian disini konsumen PT. Sejahtera Buana Trada Riau menjadi konsumen yang menentukan keputusan pembelian dengan pertimbangan harga. Ini dibuktikan dari hasil kuesioner diketahui bahwa respon tertinggi dengan pertanyaan yang menyatakan bahwa AuHarga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas mobil yang dijual". Hal ini berarti bahwa harga dari PT Sejahtera Buana Trada Pekanabaru yang sesuai dengan kualitasnya menjadi faktor dalam keputusan Dengan demikian untuk meningkatkan keputusan pembelian dibutuhkan penentuan harga yang baik yaitu harga harus sesuai dengan kualitas dari produk tersebut. Harga dengan nilai sebesar thitung 3,004 dan nilai ttabel sebesar 1,663 sehingga thitung > ttabel atau 3,004 > 1,663 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian maka artinya harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa harga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru Artinya adanya pertimbangan harga bagi konsumen yang mengikat menentukan keputusan pembelian. KESIMPULAN Sebagai akhir penulisan pada bab ini berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan di bab sebelumnya, dapat disimpulkan dan saran sebagai berikut: Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Yulizar . Islami dkk . Aristo . mengungkapkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengaruh Promosi dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada di Pekanbaru Pengaruh promosi juga merupakan hal yang penting dalam penentuan keputusan pembelian dengan melakukan promosi yang baik dengan cara penyebaran informasi yang mampu meningkatkan keputusan pembelian. Sedangkan pengaruh harga dapat memberikan gambaran baru untuk meningkatkan keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru atas dasar keputusan pembelian dapat ditandai dengan mengendalikan harga dengan kebutuhan pasar. Harga dapat menjadi penentuan konsumen PT Sejahtera Bauna Trada dalam menentukan keputusan pembelian. Berdasarkan hasil uji f penelitian ini menunjukan bahwa promosi decara sama-sama mempunyai pengaruh positif dan signifikanterhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Hasil ini dapat melalui penelitian faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian Bahwa nilai fhitung sebesar 17,589 dengan taraf signifikan 0,000 sedangkan ftabel sebesar 2,72 dengan df pembilang = 3 di penyebut 81 dan taraf signifikana a = 0. 05 sehingga fhitung > ftabel Maka diketahui fhitung = 17,589 > ftabel = 2,72 dengan signifikan . < . Dengan demikian maka artinya terdapat pengaruh secara signifikan antara promosi dan harga secara simultan atau bersama-sama terhadap keputusan JEBI Vol. No. 2, pp. Promosi dengan nilai sebesar thitung 3,007 dan nilai ttabel sebesar 1,663 sehingga thitung > ttabel atau 3,007 > 1,663 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru. Harga dengan nilai sebesar thitung 3,004 dan nilai ttabel sebesar 1,663 sehingga thitung > ttabel atau 3,004 > 1,663 dan tingkat signifikan sebesar 0,005 < 0,05. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Sejahtera Buana Trada Di Pekanbaru Bahwa nilai fhitung sebesar 17,589 dengan taraf signifikan 0,000 sedangkan ftabel sebesar 2,72 dengan df pembilang = 3 di penyebut 81 dan taraf signifikana a = 05 sehingga fhitung > ftabel Maka diketahui fhitung = 17,589 > ftabel = 2,72 dengan signifikan . < . Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh secara signifikan antara promosi dan harga secara simultan atau bersama- sama terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Sejahtera Buana Trada Pekanbaru. Hasil koefisien determinasi maka di dapatkan nilai adjusted r square sebesar 0,283 atau 28,3% hal ini berarti 28,3% dari variabel Keputusan pembelian bisa dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel harga dan promosi sedangkan sisanya 71,7% DAFTAR PUSTAKA