GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Pengembangan dan Validasi Skala Emotionally Intelligent Leadership Siswa SMA/SMK: Pendekatan Rasch Model Berlima Pasaribu1*. Ahman Ahman2 . Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia. Abstract Emotionally Intelligent Leadership (EIL) plays a crucial role in equipping adolescents with the competencies needed to become future leaders who are self-aware, sensitive to others, and attentive to their surrounding environment. It is essential for schools to assess the emotionally intelligent leadership capacities of high school and vocational school students so that teachers can design appropriate interventions to nurture emotionally intelligent leadership skills. This study aims to examine the construct and provide validation evidence for the Emotionally Intelligent Leadership Scale among high school and vocational school The research employs a mixed-method approach: qualitative methods were used for instrument development, while quantitative methods were applied for validity and reliability testing. Data analysis involved descriptive statistics and Rasch Model validation to ensure the instrumentAos validity and reliability. The findings indicate that the Emotionally Intelligent Leadership Scale demonstrates strong construct validity and reliability. Furthermore, the scale accurately measures leadership aspects including self-awareness, awareness of others, and awareness of the surrounding environment. The results of this study contribute significantly to the fields of education, psychology, and guidance and Keywords: Development. Validity. Emotionally Intelligent Leadership. Rasch Model. Inventory Info Artikel Histori Artikel: Dikirim: 2024-05-29 | Diterbitkan: 2024-09-30 DOI: http://dx. org/10. 24127/gdn. Vol 14. No 3 . Halaman: 770 - 778 (*) Penulis Korespondensi: Berlima Pasaribu. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia. Email: berlimap@upi. Ini adalah artikel akses terbuka yang disebarluaskan di bawah ketentuan Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi 4. 0, yang mengizinkan penggunaan, penyebaran, dan reproduksi tanpa batasan di media mana pun dengan mencantumkan karya asli secara benar. PENDAHULUAN Kepemimpinan pada siswa masih lebih banyak menggunakan teori dan konsep kepemimpinan orang dewasa. Selain itu, perhatian terhadap pengembangan dan pemahaman yang mendalam tentang kepemimpinan terhadap siswa menengah masih Page | 770 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA tergolong kurang. Walaupun penelitian terbaru menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki hubungan dengan pembelajaran menengah (Demspters & Lizzio, 2. Namun topik leadership masih sangat minim dibahas pada siswa jenjang sekolah menengah. Bagi siswa yang merupakan pilar pemimpin di masa depan, memiliki jiwa kepemimpinan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan dan akademik (Wang, 2. Selanjutnya (Hay & Dempster, 2. mengemukakan bahwa kepemimpinan siswa merupakan gabungan dari kompetensi interpersonal dengan kognitif yang mencakup keterampilan seperti perencanaan proyek, refleksi, pemecahan masalah, membangun tim, pengambilan keputusan dan penetapan tujuan. Senada dengan yang dikemukakan oleh Wagner . Change Leadership Group Universitas Harvard keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 dan diperlukan oleh siswa dalam menghadapi kehidupan, dunia kerja, dan Masyarakat global meliputi: berpikir kritis dan kterampilan pemecahan masalah, kemampuan berkolaborasi dan kepemimpinan, ketangkasan dan kemampuan beradaptasi yang tinggi, memiliki inisiatif dan semangat kewirausahaan, selain itu kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tertulis serta mengakses dan mengevaluasi informasi, terakhir memelihara rasa ingin tahu dan imajinasi sebagi atribut yang cukup penting di masa depan. Maka kepemimpinan menjadi kompetensi yang harus dimiliki setiap siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan Namun demikian kepemimpinan yang efektif memerlukan keterampilan memahami diri sendiri dan orang lain yang merupakan unsur dari kecerdasan emosional. Goleman . menyatakan bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Lebih lanjut. Goleman . kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk mengenali emosi dan mengelola emosi diri sendiri dan orang Mayer & Salovery . menegaskan bahwa kecerdasan emosional kemampuan untuk memahami secara akurat, mengekpresikan emosi. kemampuan untuk memahami emosi dan kemampuan untuk mangatur emosi untuk mendorong pertumbuhan emosional dan intelektual. Kecerdasan emosional merupakan core dari kepemimpinan Shankman . Hal itu juga mendasari Shankman & Allen dengan teori Emotionally Intelligent Leadership (EIL), dengan memadukan kecerdasan emosional dengan kepemimpinan. Teori tersebut kemudian mengkonseptualisasikan EIL sebagai kombinasi dari proses kognitif, ciri-ciri kepribadian, perilaku, dan kompetensi yang berinteraksi satu sama lain dan memprediksi hasil kritis dalam situasi kepemimpinan (Allen, 2. Selanjutnya Shankman . mendefinisikan EIL sebagai kemampuan individu yang disengaja dengan berfokus pada kesadaran akan diri sendiri, kesadaran terhadap orang lain dan kesadaran akan konteks atau lingkungan. Profil pengembangan Emotinally Intelligent Leadership dapat diidentifikasi melalui inventori Emotionally Intelligent Leadership Inventory (EILI) yang dikembangkan oleh Allen . Haigt . melakukan pengukuran EIL pada mahasiswa Farmasi yang bertujuan melihat frekwensi distribusi Emotionally Intelligent Leadership pada mahasiswa Pengukuran tersebut terbukti reliabel dan valid serta memberi kontribusi kepada mahasiswa untuk mengembangkan karakter pribadi mahasiswa. Meskipun demikian inventori yang dikembangkan lebih sering mengukur EIL pada siswa yang memiliki kesuksesan, kalangan professional bidang kemahasiswaan, mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana dan alumni universitas (Miguel & Allen, 2. Sejauh ini belum ada yang mengembangkan inventori dan mengukur EIL pada siswa SMA/SMK. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menguji konstruk instrumen dan memberikan bukti validasi instrumen Emotionally Intelligent Leadership pada siswa menengah. Selain itu pengukuran EIL bisa mengeksplorasi kepemimpinan yang dimiliki oleh siswa. Sehingga Page | 771 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA dengan hasil ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi dan rekomendasi kepada pendidik untuk mengembangkan sikap kepemimpinan yang cerdas secara emosional kepada peserta didik khususnya pada jenjang sekolah menengah umum atau kejuruan. METODE Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method, yaitu suatu prosedur dalam mengumpulkan, menganalisis, dan AumencampurAy metode kuantitaif dan kualitatif dalam suatu penelitian atau serangkaian penelitian untuk memahami permasalahan dalam penelitian Creswell & Plano Clark . Desain penelitian yang digunakan adalah the explanatory sequential design yaitu desain penelitian dengan mengawali pengumpulan data kualitatif , kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kuantitatif (Creswell, 2. Pada desain ini, tahap pertama dilakukan dengan mengeksplorasi Emotionally Intelligent Leadership melalui literature review serta kosultasi dengan pakar terkait aspek yang akan dikembangkan untuk dijadikan sebagai instrumen. Selanjutnya dilakukan uji keterbacan dan jugdement dari ahli. Langkah berikutnya, dilakukan pengumpulan data dengan menyebarkan inventori kepada partisipan. Data yang terkumpul akan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rasch model. Hal ini dilakukan untuk melihat kualitas dari instrument termasuk yang berkaitan dengan keseusaian item, dimensi instrument dan juga reabilitas dari item dan partisipannya. Hasil dari analisis dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan pemahaman tentang instrument EIL yang dikembangkan. Partisipan Partisipan dari penelitian ini merupakan siswa SMA/SMK yang berasal dari tiga sekolah negeri di Kabupaten Karo. Sumatera Utara. Metode yang dipilih adalah metode purposive sampling yang bertujuan memudahkan peneliti untuk melakukan analisis sesuai tujuan dari penelitian dan mewakili geografis daerah yang dituju yaitu Kabupaten Karo dengan mayoritas Suku Karo. Terdapat 145 siswa yang terlibat dalam penelitian, dengan 58 orang responden laki-laki dan 87 orang responden perempuan dan rentang usia 16-19 tahun. Rincian partisipan dijabarkan sebagai berikut: Tabel 1. Data Partisiapan Nama Sekolah SMK N 1 Merdeka SMK N 1 Kabanjahe SMA N 1 Kabanjahe Total Laki-laki Perempuan Total Instrumen Penelitian Intrumen EIL dikembangkan oleh Allen & Shankman . dengan mengacu pada teori kecerdasan emosional dan leadership dan dirancang sebagai survei laporan diri. Pada awalnya mengembangkan inventori dengan 21 indikator. Namun, berdasarkan hasil keandalan analisis skala dan analisisi faktor eksplorasi (EFA), terdapat dua indikator yang terbukti tidak layak dan bersifat tumpeng tindih. Sehingga, selanjutnya dikerucutkan menjadi 19 indikator. Instrumen asli memiliki 57 item pernyataan dan diukur dengan skala Likert mulai 1 (Tidak Perna. sampai 7 (Selal. (Miguel & Allen, 2. Namun, pada penelitian ini penulis mengembangkan inventori dengan menyesuaikan pada kebutuhan Page | 772 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA dan kondisi siswa SMA/SMK di Kabupaten Karo. Terdapat 3 aspek dengan 19 indikator dan 52 item pertanyaan yang diukur dengan skala 1 (Sangat Tidak Sesua. 2(Tidak Sesua. 3 (Sesua. dan 4 (Sangat Sesua. pada item favorable, 1 (Sangat Sesua. , 3 (Sesua. , 2 (Tidak Sesua. dan 4 (Sangat Tidak Sesua. pada item unfavorable. Tabel 2. Indikator untuk setiap aspek Emotionally Intellingent leadership Aspek Consciousness of self Consciousness of Consciousness of Indikator Favorable Item Unfavorable Emotional self perception Emotional self control Authenticity Healthy self esteem Flexibility Optimism Initiative Achievement Displaying empathy Inspiring others coaching others Facilitating change Developing relationships Building teams Demonstrating citizenship Managing conflict Capitalizing on difference Analyzing the group Assessing the environment Teknik Analisis Data Analisis data penelitian menggunakan aplikasi Winstep veris 3. 37 yang bertujuan untuk melakukan proses statistic dalam menguji kualitas instrument psikometrik. Teknik Rasch Model dapat memberikan akurasi dan validitas yang tepat (Bond & M. Fox, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan dari penelitian uji tes inventori emotionally intelligent leadership terhadap siswa SMK/SMK dengan menggunakan aplikasi Winstep. Applikasi winstep dapat digunakan untuk melakukan prosedur statistik yang bertujuan mengevaluasi sifat psikometrik melalui penerapan analisis faktor umum dan model Rasch (Ilfiandra, et. , 2. Analisis dilakukan untuk memastikan tingkat ketetapan skala, kesesuaian item, dimensionality inventori, pengukuran person dan item realibity berdasarkan nilai outfit mean square, outfit Z- standar, point measure correlation, raw varience explain by measure, unexplained by measure, unexplain varience in 1 st, alpha cornbach, person reability serta item reability dirumuskan sebagai berikut. Gambar 1. Keteapan Skala SUMMARY OF CATEGORY STRUCTURE. Model="R" ------------------------------------------------------------------|CATEGORY OBSERVED|OBSVD SAMPLE|INFIT OUTFIT|| ANDRICH |CATEGORY| |LABEL SCORE COUNT %|AVRGE EXPECT| MNSQ MNSQ||THRESHOLD| MEASURE| |------------------- ------------ ------------ --------- --------| | 1 915 . 23 -. | NONE |( -2. | 1 | 2 71 | 2 | 3 68 | 3 | 4 14 |( 2. | 4 ------------------------------------------------------------------OBSERVED AVERAGE is mean of measures in category. It is not a parameter Page | 773 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Analisis pada tabel Andrich Threshold digunakan untuk menilai ketepatan skala pada inventori EIL, dengan kriteria nilai pergerakan harus berurutan dari AunoneAy ke negative, kemudian ke positif untuk memenuhi standar penilaian yang telah ditetapkan (Suminto & Widhiarso, 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata observasi dari AunoneAy menjadi -1. 05, kemudian -0. 09 lalu mencapai 1. Perubahan ini menunjukkan bahwa alternatif pilihan yang diberikan dalam inventori EIL telah terbukti valid dan tidak menimbulkan kebingungan bagi responden. Gambar 2. Kesesuian Item Item STATISTICS: MISFIT ORDER ------------------------------------------------------------------------------------------|ENTRY TOTAL TOTAL MODEL| INFIT | OUTFIT |PT-MEASURE |EXACT MATCH| |NUMBER SCORE COUNT MEASURE S. |MNSQ ZSTD|MNSQ ZSTD|CORR. EXP. | OBS% EXP%| Item | |------------------------------------ ---------- ---------- ----------- ----------- ------| . A-. I0. B-. I0. C-. I0. D . I0. E . I0. F . I0. G-. I0. H . I0. I . I0. J . I0. K-. I0. L . I0. M . I0. N . I0. O . I0. P . I0. Q . I0. R . I0. S . I0. T . I0. U . I0. V-. I0. W . I0. X . I0. Y . I0. Z . I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. I0. |------------------------------------ ---------- ---------- ----------- ----------- ------| | MEAN | 45. | S. | 6. ------------------------------------------------------------------------------------------- Page | 774 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Untuk memeriksa kesesuaian item . tem fi. terdapat tiga kriteria untuk melihat kesesuaian setiap item yaitu: Nilai Outfit Mean Square (MNSQ): 0,5 0. menunjukkan bahwa interaksi antara person dan item secara keseluruhan bagus. Nilai person reliability yang diperoleh . 72, dapat disimpulkan bahwa konsistensi jawaban siswa Selain itu, nilai item reliability diperoleh . 96 > 0. 94, menunjukkan bahwa kualitas item dalam inventori memiliki aspek reliabilitasnya istimewa. Dalam konteks ini, temuan penelitian menunjukkan inventori yang dikembangkan memiliki reliabilitas yang bagus. Hasil ini memberikan keyakinan bahwa inventori dapat digunakan untuk mengukur Emotionally Intelligent Leadership siswa SMA/SMK. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan inventori Emotionally Intelligent Leadership bagi siswa SMA/SMK versi Indonesia dengan menggunakan pendekatan pemodelan Rasch telah menghasilkan alat ukur yang valid dan Temuan penelitian menunjukkan bahwa inventori ini memenuhi kriteria tingkat kesesuain item, dimensionalitas inventori, serta reabilitas person dan item. Aspek EIL yang diukur meliputi consciousness of self consciousness of others serta consciousness of context Berdasarkan hasil analisis tingkat kesesuaian item, diidentifikasi 1 item yang tidak Page | 776 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA memenuhi kriteria yang selanjutkan digugurkan dari inventori EIL. Selanjutnya, uji dimensionalitas menunjukkan bahwa inventori secara memadai dapat mengukur EIL siswa SMA/SMK. Lebih lanjut, hasil uji reabilitas menunjukkan bahwa interaksi antara person dan item, konsistensi jawaban dari siswa dan kualitas item dalam inventori cukup bagus. Dengan demikian, inventori EIL siswa SMA/SMK yang dikembangkan telah teruji secara empiris dan dapat digunakan sebagai alat ukur yang valid dan reliabel. Inventori ini juga dapat menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya dalam memberikan intervensoi yang tepat untuk mengembangkan emotionally intelligent leadership pada SMA. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan berupa ukuran yang sampel yang kurang dan jenis demografi yang belum beragam. REFERENCES