Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. POTENSI TANAMAN JAMBLANG (Syzygium cumini L) SEBAGAI ANTIDIABETES : LITERATUR REVIEW Potential of Jamblang Plant (Syzygium cumini L) as Antidiabetic: Literature Review Irma Rahmayani1. G Jeni Christi A2. Nur Hasnah AR3 1,2Fakultas Kedokteran. Universitas Pendidikan Ganesha 3Fakultas Pertanian. Universitas Riau E-mail korespondensi: irmarahmayani@undiksha. ABSTRACT The use of medicinal plants is now recommended treating various diseases including diabetes. Jamblang (Syzygium cumini L. ) is one of herbs with an antidiabetic activity. Research on the antidiabetic activity of the jamblang plant is still limited, so this article aims to provide information about the potential of jamblang as an antidiabetic. The literature used electronic databases such as PubMed and Google Scholar by searching "Antidiabetic" and "Syzygium cumini L. The morphology of leaves and seeds are the most parts widely used. Phytochemical screening showed the presence of secondary metabolites such as alkaloids, flavanoids and saponins which have hypoglycemic activity. In vitro studies provide antidiabetic activity through the mechanism of inhibition of -Amylase and -Glucosidase enzymes while in vivo studies provide improvements through lowering blood glucose, repairing the histopathological structure of the liver, pancreas and normalizing lipid profiles. Keywords: Antidiabetic, jamblang, syzygium cumini L. ABSTRAK Penggunaan tanaman obat kini direkomendasikan untuk mengatasi berbagai penyakit termasuk diantaranya diabetes. Salah satu tanaman yang diketahui memiliki aktivitas antidiabetes adalah jamblang (Syzygium cumini L. Penelitian mengenai aktivitas antidiabetes tanaman jamblang masih terbatas, sehingga artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang potensi jamblang sebagai antidiabetes. Literatur yang digunakan bersumber dari database elektronik seperti PubMed dan Google Scholar dengan pencarian kata kunci AuAntidiabeticAy dan AuSyzygium cumin L. Ay. Bagian morfologi daun dan biji merupakan bagian yang paling banyak digunakan. Skrining fitokimia terhadap tanaman ini menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavanoid dan saponin yang diduga memiliki aktivitas Studi in vitro dalam memberikan aktivitas antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim -Amylase dan -Glucosidase sedangkan pada studi in vivo memberikan perbaikan melaui penurunan glukosa darah, perbaikan struktur histopatologi hepar dan pankreas serta menormalkan profil lipid. Kata kunci: Antidiabetes, jamblang, syzygium cumini L. PENDAHULUAN Diabetes Mellitus masih menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian dunia. Diabetes menjadi salah satu dari empat penyakit prioritas tidak menular yang menjadi target para pemimpin dunia untuk ditindaklanjuti. Angka penderita penyakit ini terus meningkat setiap waktu, pada 2021 prevalensi diabetes global pada usia 20-79 tahun mencapai 10,5% . ,6 juta oran. dan diperkirakan akan meningkat menjadi 12,2% . ,2 juta oran. pada 2045 (Duncan et al. , 2. Dampak dari penyakit diabetes yaitu dapat menurunkan kualitas hidup, memperburuk kesehatan serta dapat mengurangi usia harapan hidup (Natsir & Natsir, 2. Secara umum diabetes diklasifikasikan kedalam dua tipe yaitu diabetes melitus tipe satu (DMT. dan diabetes melitus tipe dua (DMT. Perbedaan diantara kedua tipe tersebut berdasarkan usia onset, tingkat hilangnya fungsi sel beta, derajat resistensi insulin, adanya autoantibodi terkait diabetes dan kebutuhan terhadap pengobatan insulin untuk bertahan hidup. Akan tetapi, tidak membedakan dengan jelas mana yang termasuk karakteristik dari DMT1 maupun DMT2 sehingga WHO pada tahun 2019 diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, hybrid diabetes, tipe spesifik lainnya, diabetes yang tidak terklasifikasi, dan hiperglikemia yang terdeteksi pertama kali selama kehamilan (WHO, 2. Semua jenis diabetes dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai bagian tubuh dan dapat meningkatkan resiko kematian dini. Komplikasi kronis yang diakibatkan oleh diabetes dibagi menjadi Komplikasi sedangkan komplikasi makrovaskular terdiri dari penyakit kardiovaskular, stroke dan penyakit arteri perifer (Papatheodorou et al. Efek yang ditimbulkan dari penyakit ini tidak hanya menyerang penderitanya secara fisik namun juga secara psikologis, oleh sebab itu pencegahan dan penanganan yang tepat dibutuhkan untuk meminimalisir terjadinya komplikasi lebih lanjut. Awal mula yang baik untuk hidup dengan diabetes adalah melakukan pemeriksaan sejak dini, semakin lama seseorang tidak melakukan Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar pemeriksaan dan tidak ditangani maka akan semakin buruk kesehatannya. Bagi mereka serangkaian intervensi hemat biaya dapat dilakukan meliputi kontrol gula darah melalui kombinasi diet, aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan jika dibutuhkan serta kontrol tekanan darah dan lipid untuk mengurangi resiko kardiovaskular dan komplikasi lainnya (WHO, 2. Berbagai penelitian terus dilakukan dan dikembangkan untuk dapat menangani penyakit ini seperti pemberian obat oral Penggunaan obat-obatan -glukosidase, non-sulfonylurea secretagogues telah digunakan sebagai obat hypoglikemia oral. Sulfonylurea berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah, terutama melalui peningkatan pelepasan insulin dari sel islet Langerhans. Biguanida berperan dalam menurunkan glukoneogenesis hati dan meningkatkan sensitivitas jaringan perifer terhadap insulin. Inhibitor -glukosidase menghambat enzimenzim yang bertanggung jawab dalam memecah karbohidrat pada usus halus. Golongan ini pada umumnya bekerja dalam menurunkan laju penyerapan karbohidrat dalam tubuh. Golongan tiazolidindion bekerja dalam mengurangi resistensi insulin dengan meningkatkan ambilan glukosa dan metabolise dalam otot dan jaringan adiposa. Golongan terakhir yaitu non sulfonylurea secretagogues yang berperan dalam meningkatkan sekresi insuli dari sel aktif beta dengan cara yang sama seperti mekanisme pada sulfonilurea (Salehi et al. Akan tetapi, penggunaan obatobatan sintetik ini memiliki kekurangan seperti adanya resistensi obat . fisiensi berkuran. , memiliki efek samping dan bahkan bersifat toksik (Kooti et al. , 2. Penggunaan tanaman obat kini berbagai penyakit termasuk diantaranya diabetes (Kooti et al. , 2. , hal ini dikarenakan tanama-tanaman tersebut senyawa-senyawa seperti flavanoid, terpenoid, saponin, karatenoid, alkaloid dan glikosida yang memiliki aktivitas antdiabetes (Afrisham et , 2. Efek antihiperglikemik yang dihasilkan dari tanaman-tanaman tersebut biasanya berkaitan dengan kemampuannya meningkatkan kinerja jaringan pankreas dengan meningktakan sekresi insulin atau ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. dengan mengurangi penyerapan glukosa di usus (Arumugam et al. , 2. Salah satu tanaman yang dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes adalah jamblang (Syzygium Pemanfaatan tanaman jamblang di masyarakat sejauh ini masih sangat terbatas dimana sebagian besar hanya dikonsumsi dalam bentuk segar saja. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat pada tanaman jamblang pada berbagai bagian seperti daun, biji, buah, dan batang. Aini et . dalam penelitiannya melaporkan bahwa skrining fitokimia terhadap kulit jamblang menggunakan ekstrak metanol positif terhadap alkaloid, terpenoid, saponin, flavanoid, fenolik dan tanin. Daun jamblang juga dilaporkan memiliki efektivitas dalam menormalkan kadar glukosa serta mampu mengontrol stress oksidatif (Sari et al. Penulisan artikel review ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang potensi jamblang sebagai antidiabetes untuk dapat dikembangkan selanjutnya. METODE Artikel ini merupakan studi literatur yang diperoleh melalui berbagai sumber database artikel ilmiah seperti PubMed dan Google Scholar. Pencarian menggunakan kata kunci AuAntidiabeticAy dan AuSyzygium Cumini LAy. Artikel yang didapat dari pencarian sumber literatur awal sebanyak 68 artikel. Artikel sebelum tahun 2015, selain antidiabetes dan artikel dalam bentuk review di eksklusi. Dari 68 artikel, didapat 18 artikel dengan 9 artikel nasional dan 9 artikel Artikel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu artikel yang membahas mengenai skrining fitokimia, pengujian in vitro serta pengujian in vivo aktivitas antidiabetes tanaman jamblang. Bagan alir dari pencarian sumber literarur terdapat pada Gambar 1. HASIL Ditemukan enam artikel mengenai skrining fitokimia tanaman jamblang, enam artikel tentang aktivitas antidiabetes tanaman jamblang secara in vitro, dan antidiabetes tanaman jamblang dengan pengujian in vivo. PEMBAHASAN Fitokimia Tanaman Jamblang Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Tabel 2 menunjukkan 6 artikel mengenai hasil skrining fitokimia tanaman Skrining fitokimia merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk metabolit sekunder sehingga didapatkan gambaran mengenai kandungan tertentu senyawa metabolit sekunder dari bahan alam yang akan diteliti. Skrining fitokimia dapat dilakukan secara kualitatif, semi kuantitatif maupun kuantitatif. Skrining fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan menggunakan reaksi warna (Vifta & Advistasari, 2. Berdasarkan menggunakan kulit batang jamblang, 2 artikel menggunakan biji jamblang dan 2 artikel menggunakan daun jamblang untuk uji skrining fitokimia. Hasil uji skrining fitokimia pada ekstrak kulit batang jamblang menunjukkan bahwa kulit batang jamblang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, fenolik dan tanin (Indrisari & Zulham, 2017. Aini et al. , 2. Biji flavonoid, saponin, terpenoid, tanin, steroid, fenolik, glikosida, kardiak glikosida dan resin (Prabakaran Shanmugave. Puspitasari & Dira, 2. Ekstrak daun jamblang mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, steroid, fenolik, dan glikosida (Fadhilah et al. , 2021. Wijaya et al. , 2. Alkaloid, flavonoid dan saponin yang terkandung di dalam ekstrak etanol kulit batang jamblang diduga mempunyai efek hipoglikemik. Alkaloid, flavonoid dan defisiensi insulin dengan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, meregenerasi sel-sel beta pankreas yang rusak, dan memperbaiki sensitifitas reseptor insulin (Indrisari & Zulham, 2. Selain itu, tingginya kandungan flavonoid, fenol dan antioksidan pada ekstrak etanol biji jamblang diduga mampu menghambat enzim alfa amilase (Puspitasari & Dira. Studi In Vitro Tanaman Jamblang Berdasarkan tabel 3 terdapat enam artikel terkait dengan aktivitas antidiabetes jamblang (Syzygium Cumin. secara in vitro. Dari keenam artikel tersebut bagian yang digunakan dari tanaman jamblang adalah biji . dan daun . dengan ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. metode penghambatan enzim alfa amilase dan uji penghambatan enzim alfa Pengujian in vitro dengan metode penghambatan enzim alfa amilase dan alfa glukosidase dapat digunakan untuk melihat peningkatan kadar glukosa darah yang abnormal pada penderita diabetes melitus akibat dari aktivitas enzim alfa Aktivitas glukosidase serta penguraian glukosa dapat dihambat oleh inhibitor alfa amilase dan alfa glukosidase sehingga kadar glukosa darah dapat dikontrol (Prisdiany et al. , 2. Pengujian secara in vitro pada daun diklorometan, etil asetat, n-butanol dan air mampu menghambat enzim alfa amilase hingga 100 % dan menghambat enzim alfa glukosidase lebih dari 50 % (Franco et al. Fraksi aktif etil asetat yang diperoleh menghambat enzim alfa amilase pankreas babi dengan nilai IC50 sebesar 39,9 AAg/mL dan enzim alfa glikosidase dengan nilai IC50 sebesar 28,2 AAg/mL. Fraksi aktif etil asetat merupakan campuran dari asam ursolat dan asam oleanolat dengan perbandingan 3:1. Fraksi murni dari asam ursolat dan asam oleanolat menunjukkan nilai IC50 masingmasing sebesar 6,7 AAg/mL dan 57,4 AAg/mL terhadap alfa amilase pankreas babi dan nilai IC50 masing-masing sebesar 3,1 AAg/mL dan 44,1 AAg/mL terhadap alfa glukosidase (Poongunran et al. , 2. Pada pengujian secara in vitro pada biji jamblang dilaporkan bahwa flavonoid yang terkandung dalam biji jamblang bertanggung jawab terhadap aktivitas Penghambatan enzim alfa amilase dapat mencapai 95,4 % tergantung dari dosis yang digunakan (Prabakaran & Shanmugave, 2. Ekstrak air dari biji jamblang dapat menghambat alfa amilase dan alfa glukosidase masing-masing sebesar 9,03 AAg/mL dan 7,13 AAg/mL (Mahindrakar & Rathod, 2. Sedangkan menunjukkan aktivita penghambatan enzim amilase dengan nilai tertinggi sebesar 73,33 % jika dibandingkan dengan standar . Dari hasil analisis TLC dijelaskan bahwa ekstrak etanol biji jamblang mengandung lima senyawa, yang salah satunya adalah asam ellagik yang mungkin merupakan senyawa biokatif (Bansode et al. , 2. Studi In Vivo Aktivitas Antidiabetes Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Jamblang Berdasarkan tabel 4 terdapat delapan artikel terkait dengan aktivitas antidiabetes jamblang (Syzygium Cumin. secara in vivo. Dari kedelapan artikel tersebut bagian yang digunakan dari tanaman jamblang adalah biji . dan daun . menggunakan hewan coba tikus dan mencit. Dari ketiga artikel yang melaporkan aktivitas antidiabetes biji jamblang tersebut ketiganya menggunakan Tikus yang diberi diet tinggi lemak (HFD) dengan komposisi lemak babi 5%, bubuk kuning telur 10%, kolesterol 0,2% dan empedu 0,5% selama sepuluh hari kemudian diinduksi streptozotocin (STZ) 40 mg/kg untuk memberikan efek diabetes dan diberi perlakuan ekstrak air biji jamblang dengan dosis 100, 200 dan 400 mg/kg BB selama 21 hari. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak air biji jamblang pada kerusakan akibat inflamasi, mencegah kerusakan sel beta dan meningkatkan sekresi granul-granul insulin dengan mencegah kerusakan dan disfungsi sel beta yang disebabkan oleh toksisitas glukosa, lipotoksisitas dan stres oksidatif (Sharma et , 2. Pada perlakuan ekstrak petroleum eter serbuk biji jamblang dengan dosis 1,25 g/kg BB selama 22 hari, tikus diinduksi STZ untuk memberikan efek Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak petroleum eter serbuk biji jamblang mampu menurunkan kadar kolesterol total sebesar 23%, trigliserida 28%, dan LDL sebesar 35% serta meningkatkan kadar HDL sebesar 22% (Proma et al. , 2. Artikel ketiga yang melaporkan aktivitas antidiabetes biji jamblang secara in vivo menggunakan tikus yang diinduksi aloksan dengan dosis tunggal 120 mg/kg BB. Aloksan bekerja dengan menghancurkan sel beta secara cepat sehingga mengurangi sekresi insulin Pemberian jamblang 500 mg/kg BB selama 21 hari pada tikus diabetes yang dinduksi aloksan menunjukkan penurunan kadar glukosa darah secara signifikan. Penelitian ini juga melakukan pengujian terhadap profil serum darah pada tikus diabetes yang diberi perlakuan ekstrak biji jamblang, dan hasilnya menunjukkan bahwa serum kolesterol, trigliserida. LDL, kreatinin, urea, alkalin fospat (ALP), bilirubin. SGOT dan ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. SGPT menurun secara signifikan serta meningkatkan kadar HDL dan albumin. Selain itu, gambaran histopatologi pankreas dan hati menunjukkan adanya perbaikan (Saifi et al. , 2. Terdapat lima artikel pada tabel 4 yang melaporkan aktivitas antidiabetes daun jamblang. Tiga diantara artikel tersebut melakukan pengujian ekstrak etanol daun jamblang dengan dosis 100, 150 dan 200 mg/kg BB terhadap tikus diabetes yang diinduksi STZ. Pemberian perlakuan ekstrak etanol daun jamblang dilakukan selama 14 hari berturut-turut, kemudian dilakukan analisis terhadap kadar gkukosa darah, gambaran histopatologi pankreas dan hati Hasil yang diperoleh terhadap analisis glukosa darah setelah 14 hari perlakuan berturut-turut pada tiap kelompok adalah 110,33 mg/dL. 448 mg/dL. 100 mg/dL. 103,33 mg/dL dan 92 mg/dL. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa pemberian ekstrak etanol daun jamblang mampu menormalkan kadar glukosa darah pada tikus diabetes yang diinduksi STZ (Mustika et al. , 2. Perbedaan pankreas tikus normal yang tidak diinduksi STZ dengan yang diinduksi STZ dapat dilihat melalui gambaran histopatologis yang dilakukan pada penelitian ini. Tikus yang tidak diinduksi STZ memiliki bentuk sel yang seragam, ukuran pulau Langerhans normal serta teraturnya sebaran sel pankreas di pulau Langerhans. Pada tikus yang STZ, seperti adanya rongga atau ruang intraseluler pada daerah endokrin . ulau Langerhan. dan daerah eksokrin . el-sel Selain itu juga terdapat ketidak teraturan bentuk pulau Langerhans dan berkurangnya jumlah sel pankreas akibat adanya degenerasi sel endokrin. Pemberian ekstrak etanol daun jamblang diketahui Langerhans dengan meningkatkan jumlah sel yang tersebar diseluruh bagian pulau hingga menyerupai bentuk normalnya (Dinullah et al. , 2. Adapun kondisi hati tikus yang diinduksi STZ memperlihatkan perubahan secara struktur mikroskopik berupa nekrosis, infiltrasi lemak, hemoragi, kongesti dan dilatasi pada daerah sinusoid. Setelah diberi perlakuan ekstrak etanol daun jamblang, gambaran histopatologi hepar tikus diketahui mengalami perbaikan struktur mikroskopik berupa sinusoid yang tersusun rapi, nekrosis yang sangat sedikit Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar hingga gambaran histopatologi yang terlihat seperti kelompok tikus yang tidak diinduksi STZ (Ningrum et al. , 2. Pengujian aktivitas antidiabetes menggunakan hewan coba mencit yang diinduksi aloksan sebanyak dua artikel seperti yang terdapat pada tabel 4. Pada pengujian pertama, mencit diinduksi aloksan dengan dosis 50 mg/kg BB untuk merusak sel-sel pankreas yang menyebabkan meningkatnya kadar glukosa darah. Perlakuan yang diberikan pada pengujian ini adalah dengan memberikan ekstrak etanol 90% daun jamblang dengan dosis 200 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa pemberian ekstrak etanol daun jamblang mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit, hal ini juga ditunjukkan dengan penurunan kadar glikosilat hemoglobin yang biasa digunakan sebagai indikator kontrol diabetes dimana kadar glikohemoglobin mendekati nilai normal seperti pada kelompok mencit yag tidak diinduksi Selain itu, ekstrak etanol daun jamblang juga berperan dalam menurunkan kadar laktat dehidrogenase dan kreatinin kinase dalam serum. Berkurangnya laktat dehidrogenasi dan kreatinin dalam serum tikus yang diberi perlakuan ekstrak etanol daun jamblang dianggap penting sebagai manifestasi dari penurunan kadar glukosa Ekstrak etanol daun jamblang pada penelitian ini juga menunjukkan adanya aktivitas antioksidan melalui peningkatan aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD) dan katalase (CAT) pada jaringan pakreas mencit diabetes (Sari et al. , 2. Penelitian yang berbeda tentang efektifitas ekstrak etanol daun jamblang pada mencit yang diinduksi aloksan juga memberikan hasil yang positif terhadap penurunan kadar glukosa darah. Pada penelitian ini dosis ekstrak etanol daun jamblang yang diujikan adalah 200 mg/kg BB, 400 mb/kg BB dan mg/kg BB. Hasil menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan adalah 600 mg/kg BB (Wijaya et al. , 2. KESIMPULAN Dari ke 18 artikel yang digunakan pada Literatur Review ini diketahui bahwa tanaman jamblang memiliki aktivitas Biji dan daun merupakan bagian tanaman yang sering digunakan. ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Hasil skrining fitokimia pada tanaman ini menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid dan Studi in vitro dalam memberikan aktivitas antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim -Amylase dan Glucosidase sedangkan pada studi in vivo memberikan perbaikan melaui penurunan histopatologi hepar dan pankreas serta menormalkan profil lipid. Pemanfaatan bagian dari tanaman jamblang seperti biji dan daun sebagai antidiabetes memerlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat diaplikasikan pada manusia. SARAN Disarankan untuk melakukan studi lanjutan mengenai aktivitas antidiabetes tanaman jamblang ke tahap uji klinis. DAFTAR PUSTAKA