4461 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 PENERAPAN METODE TOPSIS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN BEASISWA PENDIDIKAN Oleh Edy Prayitno1. Rachmat Ardian Prayoga Putra2 1,2Universitas Teknologi Digital Indonesia e-mail: 1edyprayitno@utdi. Article History: Received: 23-05-2023 Revised: 17-06-2023 Accepted: 24-06-2023 Keywords: Beasiswa. Keputusan. Topsis Abstract: Beasiswa pendidikan merupakan salah satu upaya baik pemerintah maupun lembaga swasta dalam membina dan meningkatkan prestasi akademik, sehingga memacu peningkatan kualitas pendidikan Penentuan penerima beasiswa menjadi bagian proses yang sangat penting, untuk memastikan penerima beasiswa adalah pihak yang berhak. Perhitungan manual untuk dalam penentuan penerima beasiswa beresiko menghasilkan keputusan yang tidak tepat. Hal ini dapat disebabkan karena kurang akurat dalam perhitungan, atau karena hal lain. Dukungan penggunaan teknologi informasi dalam pengambilan keputusan penentuaan penerima beasiswa pendidikan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Topsis. Dengan kriteria yang ditentukan, metode Topsis akan menghitung dan merekomendasikan pemberian beasiswa sesuai dengan perangkingan yang dihasilkan. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. Namun, tidak setiap orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di karenakan masalah Maka langkah yang tepat adalah memberikan bantuan biaya pendidikan berupa beasiswa Pendidikan. Beasiswa pendidikan merupakan pemberian bantuan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi kelangsungan pendidikan. Penentuan penerima beasiswa pendidikan dapat dilakukan dengan menilai calon penerima yang memenuhi kriteria yang ditentukan. Calon penerima beasiswa dengan nilai yang paling tinggi akan menjadi penerima beasiswa. Tapi jika calon penerima beasiswa berjumlah banyak, maka proses seleksi akan mengalami kesulitan dan membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan pilihan penerima beasiswa yang tepat. Objektivitas penentuan penerima beasiswa juga dapat menjadi masalah lain karena faktor di luar kriteria yang ditentukan, sehingga dapat terjadi beasiswa diberikan dengan tidak sesuai. Di dalam IT pengembangan sistem pendukung keputusan dapat membantu pengambilan keputusan yang terstruktur dengan menggunakan metode TOPSIS untuk membantu pengambilan keputusan tersebut. TOPSIS (Techique for Order Preference by Similarity to Ideal Solutio. merupakan metode pendukung keputusan yang dimana didasarkan pada konsep alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya memliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, namun juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negatif. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 LANDASAN TEORI Sistem Pendukung Keputusan (SPK), menurut Man dan Watson adalah suatu sistem yang melalui pengunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalahmasalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur . Aplikasi sistem pendukung keputusan (DSS) menggunakan CBIS (Computer Based Information System. yang fleksibel, interaktif, dan dapat diadaptasi, yang dikembangkan untuk mendukung solusi atas masalah manajemen spesifik yang tidak terstruktur. Aplikasi DSS menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna yang mudah, dan dapat menggabungkan pemikiran pengambilan keputusan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solutio. adalah salah satu metode pengambilan keputusan multi kriteria dengan ide dasarnya adalah negative20ve terpilih yang terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, namun juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negative (Kusumadewi dkk. Konsep ini banyak digunakan pada beberapa model MADM untuk menyelesaikan masalah keputusan secara praktis, hal ini disebabkan karena konsepnya sederhana dan sudah dipahami komputasinya efisien, dan memiliki kemampuan untuk mengukur kinerja relatif dari alternatif Ae alternatif keputusan dalam bentuk matematis yang sederhana . Metode TOPSIS menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif, kemudian diurutkan berdasarkan nilai kedekatan relatif sehingga alternatif yang memiliki jarak terpendek dengan solusi ideal positif adalah alternatif terbaik, dengan kata lain alternatif yang memiliki nilai yang lebih besar itulah yang lebih baik untuk dipilih . Topsis adalah metode pengambilan keputusan multi kriteria dengan dasar alternatif yang dipilih memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal positif dan memiliki jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Namun, alternatif yang mempunyai jarak terkecil dari solusi ideal positif, tidak harus mempunyai jarak terbesar dari solusi ideal negative . Tahapan metode TOPSIS adalah sebagai berikut . membuat matriks keputusan yang ternormalisasi, dengan menggunakan rumus ycycnyc = ycuycnyc ycn=1 ycu 1yc dengan i = 1, 2. A m, j = 1, 2. A n. dan rij = elemen matriks keputusan yang ternormalisasi R . membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot, dengan menggunakan rumus ycycnyc = ycycnyc . dengan bobot W = . 1, w2, . Menentukan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif, dengan menggunakan rumus ya = . c1 , yc2 . A ycyc ). ycyc = kolom ke Oe j dari ya . Oe Oe Oe Oe Oe Oe ya = . c1 , yc2 . A ycyc ). ycyc = kolom ke Oe j dari ya . Menentukan jarak antara nilai setiap negatif dengan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif, dengan menggunakan rumus a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 yaycn = ocyco yc=ycn . cyc Oe ycycnyc ) , dengan i = 1,2,3. A, m yaycnOe = ocyco yc=ycn . cyc Oe ycycnyc ) , dengan i = 1,2,3. A, m Menentukan nilai preferensi untuk setiap negative, dengan menggunakan rumus yaycnOe ycOycn = yaOe ya , dengan i = 1,2,3. A, m METODE PENELITIAN Tahapan dalam penelitian ini adalah . menentukan kebutuhan fungsional sebagai gambaran mengenai fungsi-fungsi yang dapat dilakukan oleh sistem ini. menentukan kebutuhan non fungsional yaitu kebutuhan sistem meliputi kinerja, kelengkapan operasi pada fungsi-fungsi yang ada. melakukan perancangan system, yaitu Diagram Arus Data (DAD), relasi antar tabel, dan struktur program sistem pendukung keputusan pemberian beasiswa dengan jarak terdekat . deal positi. , dan . melakukan implementasi sistem. Gambar 1. Arsitektur Sistem Sistem pendukung keputusan pemberian beasiswa dikembangkan berbasis web dengan menggunakan database untuk menyimpan data-data yang dibutuhkan berkaitan dengan pemberian beasiswa tersebut. Dalam sistem pendukung keputusan pemberian beasiswa terdapat 2 entitas eksternal yaitu admin dan mahasiswa. Masing Ae masing entitas eksternal tersebut memiliki hak akses yang berbeda. Entitas eksternal admin dapat menginputkan data kriteria, data bobot, data mahasiswa, data admin. Dan entitas eksternal mahasiswa akan mendapatkan info hasil. Kriteria yang digunakan adalah semester. IPK, penghasilan orang tua, dan keaktifan dalam a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Gambar 2. DFD Level 1 Diagram Arus Data Level 1 menggambarkan urutan proses dari sistem yang dikembangkan, yaitu login admin, pengolahan data kriteria siswa, pengolahan data subkriteria, perhitungan Topsis dan pembuatan laporan Sistem pendukung keputusan pemberian beasiswa yang dikembangkan membutuhkan beberapa tabel untuk mempermudah penyimpanan data yang akan di proses. Tahap berikutnya dilakukan proses transformasi dari data manual kedalam bentuk basis data yang akan dibagi menjadi berbagai tabel, yang di dalamnya terdapat field-field. Untuk lebih jelasnya akan di lakukan beberapa rancangan database, tabel-tabel field serta relasi antar tabel yang dibutuhkan dalam membuat sistem ini. Relasi antar tabel pada sistem pendukung keputusan pemberian beasiswa terdiri dari 9 tabel yaitu tabel admin, tabel kriteria, tabel subkriteria, tabel alternatif, tabel dplus, tabel dmin, tabel hasil, tabel normalisasi r dan tabel normalisasi y. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Gambar 3. Relasi antar Tabel HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis dan perancangan sistem yang telah dilakukan, maka penulisan kode program dapat dilakukan untuk menghasikan program yang memenuhi kebutuhan secara optimal. Halaman antar muka dari menu utama yang akan muncul ketika melakukan proses login admin. Halaman lihat perangkingan . digunakan untuk mencari atau melakukan perangkingan dalam menentukan rekomendasi pemberian beasiswa berdasarkan nilai dari kriteria yang telah ditentukan, pada halaman ini akan ditampilkan proses perhitungan dan hasil perankingan dari algoritma TOPSIS dalam menentukan siapa mahasiswa terbaik pada periode tertentu, halaman lihat perangkingan . dapat dilihat seperti pada Gambar 3. Gambar 3. Halaman Perangkingan Sedangkan hasil perangkingan dapat dilihat pada Gambar 4. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Gambar 4. Halaman Hasil Perangkingan Halaman alternatif digunakan untuk admin ketika akan mengelola data mahasiswa dalam sistem pendukung keputusan rekomendasi pemberian beasiswa. Data yang akan diinputkan dalam menu ini adalah data nama mahasiswa. NPM. Jurusan dan beberapa nilai subkriteria dari setiap kriteria yang akan dinilai, halaman alternatif dapat dilihat seperti pada Gambar 5. Gambar 5. Halaman Alternatif. Halaman kriteria digunakan untuk admin ketika akan mengelola data kriteria yang akan digunakan untuk penilaian dalam mencari mahasiswa terbaik pada sistem pendukung keputusan rekomendasi pemberian beasiswa. Data yang akan dimasukan adalah data kriteria, bobot, dan keterangan, halaman kriteria dapat dilihat seperti pada Gambar 6. Halaman subkriteria digunakan untuk admin ketika akan mengelola data subkriteria yang akan digunakan, yang terdiri dari data sub kriteria, bobot, dan keterangan. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Gambar 6. Halaman Kriteria. KESIMPULAN Berdasarkan implementasi sistem yang ada, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa metode TOPSIS dapat digunakan untuk membantu menentukan penerima beasiswa Nilai calon penerima beasiswa pendidikan yang telah diurutkan dapat dijadikan pertimbangan dalam proses penyeleksian penerimaan beasiswa pendidikan. DAFTAR PUSTAKA