Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 474-480 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Analisis Kemampuan Guru dalam Merancang Program Pembelajaran Efektif Sesuai Kebutuhan Anak Annisa Fitriani. A1. Dinda Anisol Fitri2. Feony Adhari3. Tasya Salsabila4. Rita Kurnia5 Info Artikel Abstract Keywords: Teacher Competence. Differentiated Learning. Early Childhood Education. Learning Planning. Professional Development. This study aims to analyze teachersAo ability to design effective learning programs according to the needs of children at TK Humairoh 4 Pekanbaru. A qualitative approach with a case study method was employed to explore the phenomenon in depth. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and validated using triangulation techniques to ensure accuracy and credibility. The findings reveal that teachers have made efforts to implement differentiated learning by adjusting activities, providing varied learning options, and using methods such as play, storytelling, and experimentation to make learning more engaging and aligned with each childAos characteristics. However, the implementation of differentiated learning has not yet been fully optimized, as teachers still face difficulties in integrating observation results on childrenAos developmental levels into daily learning plans. Limited time and resources also hinder reflection and post-learning evaluation. The study recommends strengthening teachersAo competencies in analyzing child development data, planning learning based on individual needs, and managing time for reflection. Such improvements are expected to enhance the effectiveness of differentiated learning implementation so that the learning process becomes more adaptive, meaningful, and enjoyable for Kata kunci: Kemampuan Guru. Pembelajaran Berdiferensiasi. Pendidikan Anak Usia Dini. Perencanaan Pembelajaran. Abstrak Tujuan penelitian ini yakni guna membuat analisa mengenai kemampuan guru dalam merancang program pembelajaran yang efektif menurut kebutuhan anak di TK Humairoh 4 Pekanbaru. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif berdasarkan pendekatan studi kasus guna menggambarkan fenomena yang lebih mendalam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang divalidasi dengan teknik triangulasi agar hasil penelitian akurat dan dapat dipercaya. Hasil Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email: annisa. a5732@student. Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email: dinda. anisol3340@student. Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email: feony. adhari5737@student. 4 Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email: tasya. salsabila1980@student. 5 Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email: rita. kurnia@lecturer. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Kompetensi Profesional. E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan menyediakan variasi aktivitas, serta menggunakan metode seperti bermain, bercerita, dan eksperimen agar pembelajaran lebih menarik dan sesuai karakteristik anak. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi belum sepenuhnya optimal karena guru masih mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan hasil observasi perkembangan anak ke dalam perencanaan pembelajaran harian. Keterbatasan waktu dan sarana juga menjadi faktor penghambat refleksi dan evaluasi pascapembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kompetensi guru dalam analisis data perkembangan anak, perencanaan pembelajaran berbasis kebutuhan individual, serta manajemen waktu untuk refleksi. Upaya penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penerapan pembelajaran berdiferensiasi sehingga proses belajar anak lebih adaptif, bermakna, dan menyenangkan. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 27 Oktober 2025 27 November 2025 07 Desember 2025 15 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: firtiani. , fitri. Adhari. , salsabila. Kurnia. Analisis Kemampuan Guru dalam Merancang Program Pembelajaran Efektif Sesuai Kebutuhan Anak. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 474-480, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Annisa firtiani. A, annisa. a5732@student. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan landasan krusial guna membangun karakter serta keterampilan dasar anak. Kesuksesan pembelajaran di PAUD sangat dipengaruhi oleh keterampilan guru dalam merancang dan melaksanakan program yang sesuai dengan perkembangan anak. Namun, analisis situasi di lapangan menunjukkan bahwa banyak tenaga pendidik di PAUD masih menghadapi tantangan dalam menyusun program pembelajaran yang efektif, terutama dalam menilai kebutuhan anak, menetapkan tujuan pembelajaran, dan memilih metode serta alat yang sesuai (Khairunisa & Qalbi, 2. Hal ini juga terjadi di TK Humairah 4 Pekanbaru, di mana guru masih menghadapi tantangan dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang mampu mengakomodasi karakteristik dan kebutuhan individual anak. Berdasarkan hasil wawancara awal, guru menyatakan bahwa mereka menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan anak yang berbeda melalui pendekatan berdiferensiasi, seperti memvariasikan kegiatan, menyediakan pilihan, dan menggunakan metode beragam seperti bermain, bercerita, diskusi, tanya jawab, serta eksperimen untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Namun, penjelasan ini masih kurang mendalam karena tidak menyertakan contoh spesifik implementasi, strategi evaluasi, atau adaptasi terhadap tantangan seperti perbedaan tingkat perkembangan anak, yang menunjukkan bahwa aplikasi pendekatan tersebut belum optimal dalam praktik sehari-hari. Permasalahan ini tak hanya memiliki pengaruh pada proses pembelajaran, namun pada pencapaian perkembangan anak secara optimal. Guru yang tidak mampu merancang program pembelajaran yang sesuai berisiko menghambat stimulasi perkembangan anak, baik dari aspek kognitif, sosial-emosional, motorik, maupun bahasa. Tantangan ini semakin kompleks karena kurangnya pemahaman mendalam tentang diferensiasi instruksi, di mana guru perlu menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran berdasarkan minat, bakat, dan profil belajar anak, sebagaimana direkomendasikan dalam prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan upaya Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 guna menganalisis lebih mendalam mengenai kemampuan guru dalam merancang program pembelajaran yang efektif, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, termasuk keterbatasan dalam mengintegrasikan observasi anak ke dalam rencana harian. Dalam konteks ini, perencanaan pembelajaran PAUD harus dirancang secara sistematis untuk memastikan pencapaian Capaian Pembelajaran (CP) yang menjadi acuan utama dalam pembelajaran Seperti dijelaskan dalam dokumen Capaian Pembelajaran untuk Satuan PAUD (Kemendibudristek, 2. CP dirancang berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) dan Standar Isi, sehingga pendidik tidak perlu merujuk dokumen lain selain CP untuk merancang pembelajaran. Dokumen ini menekankan bahwa perencanaan harus fleksibel, termasuk modifikasi untuk anak berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual, agar pembelajaran tetap adaptif dan inklusif. Selain itu, strategi pembelajaran yang efektif harus mempertimbangkan keunikan anak, seperti yang dibahas dalam Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini (Ngalim, 2. di mana perencanaan pembelajaran diartikan sebagai seperangkat rencana yang mencakup tujuan, isi serta bahan ajar guna memperoleh tujuan pendidikan berdasarkan tertentu. Buku ini menyoroti pentingnya prinsip relevansi, di mana perencanaan harus disesuaikan dengan kebutuhan individual anak, serta manfaatnya sebagai panduan guru dalam mengelola kelas secara optimal. Rita Kurnia . juga menegaskan pentingnya perencanaan pembelajaran yang terstruktur melalui contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang disusunnya. Dalam contoh tersebut, ia menunjukkan bagaimana guru dapat merancang kegiatan pembelajaran secara runtutAimulai dari kegiatan pembukaan, inti, hingga penutupAidengan memperhatikan tema, tujuan, serta nilai-nilai pembiasaan Panduan praktis ini mencerminkan penerapan nyata prinsip perencanaan yang efektif dan relevan dengan konteks PAUD, sebagaimana dibutuhkan guru untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam di kelas. Lebih lanjut, konsep dasar perencanaan pembelajaran PAUD juga ditekankan dalam Perencanaan Pembelajaran Kreatif Anak Usia Dini(Lestariningrum. , 2. yang menggambarkan perencanaan sebagai proses pengambilan keputusan untuk mempersiapkan tindakan pembelajaran yang sistematis. Buku ini menjelaskan bahwa perencanaan yang baik harus mencakup komponen seperti tujuan pembelajaran, kegiatan, media, dan asesmen, serta prinsip-prinsip seperti akuntabilitas dan fleksibilitas untuk menanggapi dinamika kelas. Sementara itu, dalam Panduan Guru: Pembelajaran untuk Fase Fondasi (Maryati & Suryawati, 2. Perencanaan pembelajaran di tingkat satuan dan kelas digambarkan sebagai siklus yang memuat perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi, dengan penekanan pada pengorganisasian tujuan pembelajaran yang selaras dengan konteks satuan Buku ini juga menyoroti pentingnya refleksi dan peninjauan ulang perencanaan untuk memastikan kesinambungan dan perbaikan, sehingga pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan anak. Suatu solusi yang bisa ditawarkan yakni dengan mengembangkan kompetensi profesional guru, khususnya dalam hal perencanaan pembelajaran. Kompetensi profesional mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap tahapan perkembangan anak, serta kemampuan merancang pembelajaran yang kreatif dan inovatif (Silalahi & Sahara, 2. Selain itu, pendekatan saintifik yakni aktivitas mengamati, bertanya, bernalar, mencoba serta mengomunikasikan juga dapat menjadi panduan bagi para guru ketika membuat rencana pembelajaran dengan lebih terstruktur serta bermakna (Khairunisa & Qalbi, 2. Pendekatan berdiferensiasi, sebagaimana dijelaskan dalam wawancara, dapat diperkuat melalui pelatihan yang fokus pada adaptasi instruksi untuk kelompok kecil anak, sehingga mengatasi ketidakoptimalan aplikasi di lapangan (National Association for the Education of Young Children [NAEYC], 2. Contoh pelatihan serupa di Kabupaten Kampar. Riau, yang melibatkan media pembelajaran berbasis teknologi mekatronik, berhasil meningkatkan kompetensi Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 pemahaman dan keterampilan guru PAUD hingga 100%, menunjukkan bahwa intervensi pelatihan dapat secara efektif mengoptimalkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan media inovatif sesuai kebutuhan anak (Kurnia et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru TK Humairah 4 Pekanbaru guna membuat rancangan mengenai program pembelajaran yang efektif menurut kebutuhan anak. Selain itu, penelitian ini pula berupaya melakukan identfikasi faktor pendukung serta faktor yang menghalangi kemampuan tersebut. Temuan studi ini diharapkan mampu dijadikan landasan untuk merancang program pelatihan dan bimbingan bagi pengajar, sehingga bisa meningkatkan mutu pendidikan di PAUD. Kajian teoritik menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam merancang pembelajaran meliputi kemampuan merumuskan tujuan, menganalisis kebutuhan anak, memilih metode dan media, serta mengevaluasi proses pembelajaran (Nurhaqia et al. , 2. Disamping hal tersebut, peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru berdasarkan pelatihan, workshop serta pendampingan juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kompetensi tersebut, khususnya dalam mengimplementasikan diferensiasi untuk mengakomodasi keberagaman anak (Anggraini, 2. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan nilai untuk perbaikan mutu pendidikan di TK Humairah 4 Pekanbaru, serta dijadikan acuan bagi peningkatan kemampuan guru PAUD secara umum. METODE Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif guna mendeskripsikan secara rinci fenomena kemampuan guru dalam merancang program pembelajaran efektif di TK Humairoh 4 Pekanbaru. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan pengumpulan data yang kaya melalui interaksi langsung dengan subjek, sesuai dengan tujuan penelitian untuk memahami pengalaman dan praktik guru dalam konteks nyata. Penelitian dilakukan di TK Humairoh 4 Pekanbaru. Riau. Indonesia, pada Senin, 22 September 2025, dengan jadwal yang disesuaikan agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar harian di sekolah. Subjek utama penelitian adalah guru di TK Humairoh 4 Pekanbaru yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembelajaran, didukung oleh informan tambahan seperti staf sekolah, misalnya kepala sekolah atau tenaga pendidik lainnya, untuk melengkapi informasi dan memberikan konteks lebih luas mengenai praktik pembelajaran di sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam yang dilakukan secara semi-struktur dengan subjek utama untuk menangkap pengalaman, pandangan, dan strategi guru dalam merancang program pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, observasi langsung dilakukan oleh peneliti yang terlibat di lapangan untuk mengamati aktivitas sehari-hari di kelas, seperti interaksi guru-anak, penerapan metode pembelajaran, dan respons anak terhadap kegiatan diferensiasi, untuk memvalidasi data wawancara serta literatur pendukung(Enggar Kencana Dewi et al. , 2. Untuk memastikan validitas data, peneliti mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan isu penelitian, dan menerapkan metode penyaringan serta pemeriksaan untuk menjamin kevalidannya. Kredibilitas analisis ini bergantung pada sumber-sumber yang bisa dibuktikan kredibilitasnya yang diambil beradasar pada berbagai materi yang bereputasi di bidang pendidikan serta akademik, dengan harapan dapat memberikan perspektif yang tepat sebagai referensi untuk meningkatkan efektivitas pengajaran guru (Ramadani et al. , 2. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berlandaskan hasil wawancara yang dilaksanakan di TK Humairoh 4 Pekanbaru, diperoleh gambaran bahwa guru telah berupaya merancang program pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan profil belajar anak melalui penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Setiap anak mempunyai karakteristik serta kemampuan yang tak sama, sehingga diperlukan strategi yang fleksibel agar semua anak dapat mencapai perkembangan optimal sesuai potensi masing-masing. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dengan cara memvariasikan kegiatan belajar, menyediakan pilihan aktivitas, serta menggunakan metode yang beragam seperti bermain, berdiskusi, bercerita, tanya jawab, dan eksperimen. Strategi ini bertujuan untuk mencegah kebosanan anak, menjaga motivasi belajar, serta memastikan keterlibatan aktif setiap anak dalam proses pembelajaran. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran juga telah disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak melalui hasil observasi harian dan interaksi langsung di kelas. Namun, penerapan pendekatan ini belum sepenuhnya optimal, karena pada tahap perencanaan masih ditemukan keterbatasan dalam mengintegrasikan hasil observasi terhadap perbedaan tingkat perkembangan anak ke dalam rencana pembelajaran harian (RPPH). Upaya Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Hasil wawancara mengindikasikan bahwa guru di TK Humairoh 4 telah menunjukkan langkah awal yang positif dalam merancang program pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Upaya ini dibuat untuk mengadaptasi proses belajar sesuai dengan kebutuhan, ketertarikan, dan jenis cara belajar siswa, mengingat bahwa setiap anak memiliki sifat dan kemampuan yang beragam. Dari segi konsep, tindakan ini selaras dengan pengertian dasar Pembelajaran Berdiferensiasi, di mana metode ini dirancang untuk mengakomodasi, memenuhi, dan mengakui keberagaman siswa berdasarkan tingkat kesiapan, minat, dan pilihan belajar mereka. Guru telah mengimplementasikan diferensiasi terutama melalui diferensiasi proses dengan memvariasikan kegiatan belajar, menyediakan pilihan aktivitas, dan menggunakan metode yang beragam seperti bermain, berdiskusi, bercerita, tanya jawab, dan eksperimen. Metode-metode ini juga merefleksikan prinsip-prinsip pembelajaran PAUD yang berorientasi pada aktivitas, individualitas, interaktif, inspiratif, dan menyenangkan (Kartika et al. , 2. Tujuan guru untuk mencegah kebosanan, menjaga motivasi, dan memastikan keterlibatan aktif anak sepenuhnya didukung oleh konsep Strategi Pembelajaran Aktif. Strategi ini membuat siswa dapat terlibat secara aktif, memperoleh rangsangan yang lebih baik, dan memahami pembelajaran dengan cepat karena belajar dianggap sebagai suatu kesenangan (Jf & Azmi, 2. Tantangan dan Keterbatasan Pengaplikasian Data Perkembangan Anak Meskipun aspek pelaksanaan di kelas telah berjalan positif, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan berdiferensiasi ini belum sepenuhnya optimal, khususnya pada tahap Keterbatasan utama yang ditemukan adalah kurangnya pengaplikasian hasil observasi terhadap perbedaan tingkat perkembangan anak ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Tantangan ini menunjukkan adanya hambatan dalam melaksanakan siklus berdiferensiasi yang utuh, yang seharusnya dimulai dari pemetaan kebutuhan anak. Dalam konteks Sekolah Penggerak dan Kurikulum Merdeka, perencanaan pembelajaran (Modul Ajar/RPPH) harus didasarkan pada data perkembangan anak untuk memastikan diferensiasi yang adaptif (Fitriani & Fajriana, 2. Kesulitan dalam menerjemahkan data observasi harian ke dalam rencana konkret mengindikasikan bahwa diferensiasi yang dilakukan guru mungkin lebih bersifat umum dan belum menyentuh perbedaan kesiapan belajar individu secara spesifik. Selain itu, kondisi ini diperparah oleh keterbatasan waktu dan sarana yang memengaruhi kemampuan guru untuk melakukan refleksi serta penyesuaian strategi pembelajaran setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Padahal, refleksi adalah tahap krusial untuk mengukur dampak diferensiasi yang telah diberikan dan merencanakan adaptasi yang lebih tepat di masa mendatang. Secara garis besar, praktik di TK Humairoh 4 telah mencerminkan upaya serius dalam mengimplementasikan pembelajaran berpusat pada anak dan Kurikulum Merdeka. Keberhasilan ini terlihat dari variasi metode yang mendorong aktivitas dan keterlibatan. Namun, agar implementasi berdiferensiasi mencapai tahap optimal, diperlukan penguatan pada kompetensi perencanaan berbasis data dan manajemen waktu untuk refleksi. Fokus pada peningkatan kemampuan guru dalam menganalisis hasil observasi secara mendalam dan mentransformasikannya menjadi diferensiasi konten dan produk yang spesifik di dalam RPPH. KESIMPULAN Berlandaskan temuan penelitian serta pembahasan yang dilaksanakan di TK Humairoh 4 Pekanbaru, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi telah menunjukkan langkah awal yang positif dalam upaya menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan, minat, dan profil belajar anak. Guru telah berusaha menerapkan prinsip diferensiasi, terutama pada aspek proses pembelajaran, dengan memvariasikan kegiatan, menyediakan pilihan aktivitas, dan menggunakan metode yang beragam seperti bermain, berdiskusi, bercerita, dan eksperimen. Upaya ini sejalan dengan prinsip pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan berorientasi pada anak sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka. Namun demikian, pelaksanaan pendekatan ini belum sepenuhnya optimal, khususnya pada tahap perencanaan pembelajaran (RPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih menghadapi keterbatasan dalam mengintegrasikan hasil observasi perkembangan anak ke dalam rencana pembelajaran harian, sehingga proses diferensiasi belum sepenuhnya didasarkan pada data yang konkret tentang kesiapan belajar individu. Tantangan ini diperkuat oleh keterbatasan waktu, sarana, serta proses refleksi pascapembelajaran yang belum berjalan maksimal. Dengan demikian, agar implementasi pembelajaran berdiferensiasi dapat mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan penguatan kompetensi guru dalam analisis data perkembangan anak, perencanaan berbasis kebutuhan individual, serta manajemen waktu untuk refleksi dan penyesuaian strategi pembelajaran. Peningkatan kemampuan ini akan memastikan bahwa diferensiasi tidak hanya terjadi dalam pelaksanaan, tetapi juga dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran secara DAFTAR KEPUSTAKAAN Anggraini. Peningkatan Kompetensi Keprofesionalan Guru PAUD. Jurnal Usia Dini, 8. , https://doi. org/10. 24114/jud. Enggar Kencana Dewi. Pratiwi. Saputri. Kuernianti. , & Yuliani. Analisis Peran Guru Dalam Meningkatkan Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan Dan Bermakna di Kelas Rendah. FingeR: Journal Elementary School, 4. , 12Ae21. https://doi. org/10. 30599/k56bjx50 Fitriani. , & Fajriana. Pembelajaran Berdiferensiasi pada PAUD Sekolah Penggerak di Banda Aceh. Aulad: Journal Early Childhood, 8. , 321Ae331. https://doi. org/10. 31004/aulad. Jf. , & Azmi. Strategi Pembelajaran Aktif Pada Anak Usia Dini. BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 2. , 60Ae72. https://doi. org/10. 24952/alathfal. Kartika. Arini. , & Wiguna. Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini. Kumaracitta : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1. , 27Ae37. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 https://doi. org/10. 63577/kum. Khairunisa. Delrefi. , & Qalbi. Kemampuan Merancang Perencanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik. RECEP: Research in Early Childhood Education and Parenting, 3. , 1Ae10. Kurnia. Riau. Rusandi. , & Pernantah. Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Mekatronik untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD di Kabupaten Kampar. Riau Yeni Solfiah. Jurnal Pengabdian Dan Penerapan IPTEK, 6. , 9Ae16. https://doi. org/10. 31284/j. jpp-iptek. Kurnia. , . Bahasa Anak Usia Dini. Yogyakarta : Deepublish Kemendibudristek. Capaian Pembelajaran untuk Satuan PAUD (TK/RA/BA. KB. SPS. TPA). Kemendibudristek, 1Ae16. Lestariningrum. Perencanaan Pembelajaran Kreatif Anak Usia Dini. Maryati. , & Suryawati. Pembelajaran Untuk Fase Fondasi. https://buku. Ngalim. Strategi Pembelajaran. Nurhaqia. Eriani. Kencana. , & Siagian. Analisis Kompetensi Guru Paud Dalam Mengajar Dan Kompetensi Penunjang. Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini, 2. , 74Ae87. https://doi. org/10. 51544/sentra. Ramadani. Hidayah. , & Belajar. Kompetensi Sosial Guru Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Positif Di Era Digital Teacher Social Competence in Creating a Positive. Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah. Vi, 67Ae75. Silalahi. , & Sahara. Upaya Pengembangan SDM Guru PAUD Berbasis Kompetensi Profesional. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. , 6478Ae6491. https://doi. org/10. 31004/obsesi. https://w. org/resources/position-statements/dap/enhance-development