RITORNERA: JURNAL TEOLOGI PENTAKOSTA INDONESIA Vol 05. No 01. April 2025. Hal: 1-16 ISSN (Online: 2797-717X) (Print:2797-7. Available at: pspindonesia. Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini Yakobus Pascasarjana STT Intheos Surakarta Email: yakobusselomerbabu@gmail. Abstract Growing is a natural stage that must be passed by every living creature, including humans. Paul considered that in order to maximize their function as God's instruments, it is a must for believers to grow in Christ. This article attempts to describe growing in Christ from the portrait of today's Pentecostal youth. The method used in working on this article is qualitative narrative and literature review. This article narrates various examples of growing in God that the Bible records, narrates growing in Christ according to Colossians 2, and the portrait that Pentecostal youth narrate about growing in Christ today. It is concluded that Pentecostal youth portray growing in Christ as meaning diligent in worship, harmony between words and deeds, a consistent life in following God, and being an example for other believers. Keywords: church. Pentecostal theology. Abstrak Bertumbuh merupakan tahapan alamiah yang mesti dilewati oleh setiap mahluk hidup tak terkecuali manusia. Paulus menilai bahwa untuk maksimal melaksanakan fungsinya sebagai alat Tuhan, bagi orang percaya adalah sebuah keharusan untuk bertumbuh dalam Kristus. Artikel ini berupaya untuk menjabarkan bertumbuh dalam Kristus dari potret kaum muda pentakostal masa kini. Metode yang digunakan dalam mengerjakan artikel ini adalah kualitatif naratif dan kajian literatur. Artikel ini menarasikan berbagai contoh bertumbuh dalam Allah yang Alkitab catat, menarasikan bertumbuh dalam Kristus menurut Kolose 2, serta potret yang kaum muda pentakostal narasikan tentang bertumbuh dalam Kristus pada masa kini. Disimpulkan bahwa kaum muda pentakostal memotret bertumbuh dalam Kristus itu berarti rajin beribadah, selaras antara perkataan dan perbuatan, kehidupan yang konsisten dalam mengiring Tuhan, dan menjadi contoh untuk orang percaya lain. Kata Kunci: bertumbuh. kaum muda. kaum pentakostal. teologi pentakostal PENDAHULUAN Mengutip ungkapan Paus Gregory. Yuval Harari berpandangan bahwa Tuhan adalah sumber tertinggi seni dan keindahan. 1 Akan hal ini peneliti sepakat sepenuhnya, namun sebagai orang percaya merujuk pemahaman Manurung dan rekan yang meyakini bahwa Tuhan Yuval Noah Harari. Homo Deus (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia bukanlah sekedar sumber tertinggi seni dan keindahan, melainkan sumber dari segala sumber yang terlihat maupun yang tidak terlihat, termasuk juga sumber kehidupan manusia. 2 Manusia baik sebagai ras maupun sebagai pribadi mengalami namanya pertumbuhan. Sejatinya dalam konteks semesta pun, pertumbuhan merupakan sesuatu yang alamiah sifatnya, mahluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuhan pastinya mengalami namanya pertumbuhan. Ini juga bisa dimaknai bahwa tidak ada pilihan lain karena mahluk hidup seharusnya bertumbuh, selain itu bagi manusia pertumbuhan baik fisik maupun rohani sangatlah diharapkan. 3 Contohnya saja seorang bayi yang lahir normal, tidak tinggal tetap dalam kondisi sebagai bayi melainkan akan bertumbuh menjadi kanak-kanak, remaja, dewasa dan seterusnya. Pertumbuhan jasmani manusia ini, kalau disejajarkan dengan pertumbuhan rohani, ada banyak kemiripan. Misalkan Alkitab memberikan istilah lahir baru yang dijulukkan pada orang yang baru percaya Tuhan, artinya masih kanak-kanak rohani, sebagai kanak-kanak rohani tentu harus bertumbuh. Orang percaya itu juga bisa dimaknai gereja yang juga dipahami sebagai orang yang dipanggil keluar untuk mengenapi rencana Tuhan . Pet. Di bagian lainnya. Alkitab mengibaratkan orang percaya seperti sebatang pohon yang baik di mana harus memiliki akar yang kuat agar dapat bertahan dari goncangan maupun badai, serta selalu berbuah pada musimnya. Gambaran ini, merujuk pada pemahaman Marius Nel, tentunya mengingatkan orang percaya untuk memiliki kehidupan yang terus bertumbuh di dalam Kristus dalam artian menjadi lebih kuat agar tidak mudah goyah dengan tantangan dan cobaan yang menghadang. Alkitab sebagai pendoman tertulis tertinggi yang orang percaya miliki di mana orang percaya membangun pemahaman iman dan kesehariaan hidupnya, juga mengulas berbagai hal terkait dengan orang percaya yang dalam hidupnya berupaya menyelaraskan diri dengan Allah. 5 Seumpama Abraham, jika ditelisik perjalanan hidupnya sejak mengalami panggilan Allah bukanlah sebuah kehidupan yang seperti melewati jalan tol melainkan ada banyak proses atau jalan memutar yang dia lalui. Namun jika dicermati dengan mendalam, meminjam istilah Gary Schnittjer sesungguhnya ada upaya dari diri Abraham untuk berusaha hidup selaras dengan anugerah Allah. 6 Kehidupan yang Daud jalani pun memaparkan sebuah kisah yang Kosma Manurung and Ristan Rakim. AuRefleksi Teologis Kisah Pergumulan Yakub Dan Allah Dari Bingkai Kaum Pentakostal,Ay TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 2 (December 12, 2. : 77Ae88. Andreas Folkers and Sven Opitz. AuLow-Carbon Cows: From Microbial Metabolism to the Symbiotic Planet,Ay Social Studies of Science 52, no. 3 (February 22, 2. : 330Ae352. Marius Nel. AuPentecostal Engagement with the Concept of Salvation Employed by African Neopentecostalism,Ay Journal of Pentecostal Theology 30, no. 2 (August 17, 2. : 282Ae300. Kosma Manurung and Steven Palilingan. AuMembaca Narasi Panggilan Samuel Dari Pemahaman Kaum Pentaksotal,Ay EUANGGELION Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. : 24Ae38. Gary Edward Schnittjer. The Torah Story (Malang: Gandum Mas, 2. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia senada, di mana Daud dalam berbagai pergumulan hidup yang dia jalani terus berupaya untuk tetap dalam jalur yang Allah inginkan. 7 Di Perjanjian Baru, rasul Paulus adalah seorang tokoh fenomenal yang mencerminkan sebuah kehidupan yang berakar kuat pada Tuhan. Rasul Paulus dalam salah satu tulisannya memberikan nasihat yang bijak bagi orang percaya, di mana Paulus mewanti setiap orang percaya untuk tetap berjaga-jaga, secara khusus terkait ajaran yang bisa merusak iman dan membuat orang percaya tersesat (Kolose 2:. Kesesatan yang Paulus bicarakan dalam konteks ini, juga bisa berdampak secara komunal dalam artian bukan sekedar merusak orang percaya sebagai pribadi saja, melainkan hal ini dinilai Estefanus dan rekan juga bisa menjadi toksit bagi komunitas orang percaya. Sudah menjadi rahasia umum di kalangan Kristiani bahwa kuam muda merupakan generasi penerus yang akan meneruskan keberlanjutan bergulirnya roda gerejawi. Anak muda dengan berbagai kreativitas dan energi mereka, sudah sepatutnya disalurkan pada hal yang positif dan membangun, juga tentunya bersumbangsih baik pada gereja dan komunitas masyarakat yang lebih luas. Sejarah mencatat bahwa kaum muda selalu menjadi instrumen penting yang mewarnai berbagai kegerakan peradaban manusia dari musik, perfilman, dunia olah raga, hingga industri digital, dan berbagai hal lainnya. Sayangnya, fakta lapangan menunjukan gereja masih belum maksimal bahkan terkesan sangat minim, juga belum menaruh hal ini sebagai prioritas utama dalam pelayanannya, terkait dengan pembinaan untuk pertumbuhan kerohanian kaum muda ini. 9 Minimnya keterlibatan gereja, dalam hal ini para gembala sidang juga terbaca di gereja beraliran pentakostal, yang kadang kalau pun gembala hadir hanya sebatas kewajiban menyampaikan firman saja. Kurang ada upaya untuk mendekati kaum muda, membina dan mengarahkan mereka sehingga siap bersaing di market place ketika di lepas. Seperti ada tembok entah berupa gap culture, membedakan gengsi pelayanan, kemalasan beradaptasi, tidak mau menyusahkan diri, atau berbagai alasan lainnya yang membuat gembala sidang di kalangan pentakostal kadang kurang terlibat dengan kaum muda. Kebanyakan malah melimpahkan tugas pelayanan ini hanya pada departemen kaum muda saja. Padahal menurut Manurung, kaum muda ini suka atau tidak akan segera mengambil alih peran Steven Tubagus. AuMakna Kepemimpinan Daud Dalam Perjanjian Lama,Ay KINAA Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat 2, no. : 56Ae67. Christopher Sigar Estefanus and Kosma Manurung. AuTransformasi Kehidupan Paulus Oleh Roh Kudus Studi Hermeneutika Kisah Para Rasul 9:17,Ay ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. : 34Ae43. Leif Petterson. AuThe Landscape of Pentecostals and Charismatics in Denmark,Ay Journal of Pentecostal and Charismatic Christianity 43, no. 1 (January 2, 2. : 44Ae62. Alex Shiells. AuA Critical Examination of Christian Leadership in the Light of Recent Trends within the Church of England,Ay Journal of the European Pentecostal Theological Association 39, no. 1 (January 2, 2. 39Ae47. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia pendahulunya baik dalam konteks gerejawi maupun pelayanan market place di mana mereka 11 Adalah tindakan yang sangat bijak apabila para pelayan Tuhan dalam hal ini dimulai dari gembala bernuansa pentakostal mulai memperhatikan dan menyediakan sebanyak mungkin waktunya untuk kaum muda di gereja mereka. Ada beberapa penelitian terdahulu yang topiknya bersinggungan kuat dengan artikel ini, seumpama penelitian yang dilakukan oleh Jelsy Nurlatu dan rekan yang membingkai pembinaan kaum muda demi mencegah degradasi moral,12 dan penelitian yang dilakukan oleh Evendy Tobing yang menilik ketertarikan kaum muda pada ibadah pasca pendemik Tobing et al. , 2. Juga penelitian Jhonnedy Simatupang dan rekan yang menelisik penggunaan musik keroncong dalam ibadah kaum muda. 13 serta penelitian Claudya Rondonuwu dan rekan yang menyoroti perilaku pemuda dalam ibadah. 14 Kajian terhadap penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa belum ada yang secara khusus membahas perspektif kaum muda tentang pertumbuhan rohani. Artikel ini berupaya untuk memotret perspektif kaum muda pentakostal masa kini terkait perihal bertumbuh dalam Kristus. METODE PENELITIAN Sudah menjadi hal yang lumrah di mana setiap penelitian apalagi dalam konteks karya akademik membutuhkan metode penelitian. Dalam artikel ini, peneliti memilih menggunakan metode kualitatif naratif dan kajian literatur. Pemilihan metode kualitatif didasarkan pada keunikannya yang sanggup mengambarkan secara lengkap, terstruktur, dan terperinci obyek yang diteliti sehingga memudahkan dalam pemaparan. Naratif digunakan dalam membahas narasi bertumbuh dalam Allah yang Alkitab contohkan, seumpama dalam kehidupan Abraham. Yusuf, maupun Daud. Naratif juga digunakan untuk menelisik seperti apa bertumbuh menurut Kolose 2 dan apa saja yang menjadi point-point yang rasul Paulus tekankan terkait pertumbuhan dalam Kristus dalam perikop ini. Serta, naratif peneliti gunakan untuk membahas potret anak muda masa kini. Kajian literatur dalam artikel ini digunakan sebagai landasan Kosma Manurung. AuAlkitab Dan Hubungan Pertemanan Kajian Teologi Pentakosta Memaknai Hubungan Pertemanan Dalam Alkitab,Ay VOX DEI: Jurnal Teologi dan Pastoral 2, no. 1 (June 30, 2. : 31Ae49. Jesly Nurlatu et al. AuUpaya Pembinaan Warga Gereja Dalam Mengatasi Degradasi Moral Pada Kaum Muda,Ay CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 2, no. 2 (November 23, 2. : 269Ae282. Jhonnedy Kolang Nauli Simatupang. Jhon Wesley Boiman Parasian Aritonang, and Hizkia Lumban Tungkup. AuDominasi Dan Perkembangan Musik Keroncong Dalam Ibadah Kaum Muda-Mudi Gereja Injili Di Tanah Jawa Di Era Disrupsi,Ay Jurnal Mebang Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik 4, no. : 33Ae Claudya Mutrika Rondonuwu and Evi Stans Evlin Tumiwa. AuKajian Etis Tentang Perilaku Pemuda Dalam Ibadah Di Jemaat GMIM AoDamai SejahteraAo Lahendong Wilayah Tomohon Tiga,Ay Educatio Christi 2, no. : 36Ae48. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia akademik yang berfungsi menopang berbagai pandangan yang peneliti coba angkat, yang mana kebanyakan literatur bersumber dari jurnal maupun buku yang relevan dengan ide pembahasan. HASIL DAN PEMBAHASAN Narasi Bertumbuh dalam Allah di Alkitab Abraham merupakan tokoh yang sangat terkenal dan secara pribadi Abraham sendiri telah mencatatkan keharuman namanya baik dalam konteks kepercayaan Kristen maupun rumpun Samawi lainnya. 15 Alkitab mulai memperkenalkan Abraham pada Kejadian 11 bagian akhir sebagai anak Terah (Kej. Kemudian pada Kejadian 12. Allah berfirman kepada Abraham memerintahkannya untuk pergi serta Allah berjanji untuk memberkati Abraham, membuat namanya masyur, dan menjadikan dia bangsa yang besar (Kej. 12:1-. Namun, sesuai catatan Alkitab dalam perjalanan panjang mengikuti Allah. Abraham juga mengalami berbagai persoalan yang kadang sempat membuatnya getir, terperosok, bahkan jatuh dalam perbuatan yang tidak pantas, baik dalam sudut pandang etika moral waktu itu maupun dalam pandangan Alkitab. Ketakutannya mengakui Sara istrinya misalnya atau perbuatannya yang menyetubuhi Hagar pembantunya. Kedua kisah ini mencerminkan betapa Abraham pun bukanlah orang yang sempurna. Namun, point penting yang seharusnya menjadi sorotan adalah bukan pada satu atau dua kejatuhannya melainkan bagaimana Abraham bangkit dan terus berusaha bertumbuh dalam hubungannya dengan Allah hingga menjadikannya sahabat Allah (Pareira, 2. Tentang kisah Abraham ini. Christoph Bart dan Marie Claire Barth menilai bahwa hanya perkenanan Allah lah yang kemudian menjadikan Abraham terpilih bukan jasajasa Abraham. Yusuf dan kisah hidupnya merupakan hal lain yang Alkitab bicarakan tentang orang yang hidupnya bertumbuh dalam Allah. Merujuk pada yang Alkitab kisahkan. Yusuf dari seorang pangeran atau paling tidak diperlakukan bagaikan pangeran di rumah orang tuanya, hanya dalam beberapa waktu kemudian berubah menjadi seorang budak di Mesir. 17 Manurung menilai bahwa pemaparan awal Alkitab terkait kehidupan Yusuf ini, di mana memaparkan dua sisi kehidupan manusia yang Yusuf alami dalam awal kisah yang dimuat Alkitab, sungguh merupakan sesuatu yang menarik untuk di dalami sekaligus mengandung nilai-nilai kebenaran Judy Fentress-Williams. AuAbraham and the Multiverse,Ay Interpretation: A Journal of Bible and Theology 77, no. 1 (December 25, 2. : 33Ae39. Christoph Barth and Marie-Claire Barth-Frommel. TEOLOGI PERJANJIAN LAMA 1 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Osian Orjumi et al. AuPerdagangan Manusia Dalam Kisah Yusuf: Kajian Hermeneutik Terhadap Kejadian 37:12-36,Ay KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 7, no. 2 (December 31, 2. : 219Ae244. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia yang pastinya berguna untuk orang pecaya secara khusus kaum muda. 18 Terkait pembahasan ini, peneliti berupaya menilik kisah Yusuf dalam kaitan keinginan Yusuf untuk selalu bertumbuh dalam Tuhan. Hal ini terbaca sangat jelas dalam narasi penolakan Yusuf ketika nyonya Potifar memintanya untuk melakukan perbuatan asusila. Yusuf berkata bagaimana mungkin aku berbuat dosa terhadap Allah (Kej. Seandainya Yusuf menerima ajakan itu, bisa jadi dia akan terbebas dari berbagai penderitaan hidup yang selama ini dia alami. Namun. Yusuf menyadari benar waktu itu bahwa jika dia bersedia melayani godaan sang nyonya maka itu merupakan suatu kejahatan yang besar di mata Allah. Tindakan yang Yusuf yang penolak permintaan istri Potifar ini dimaknai Magnus Rebel sebagai karakter sejati yang Alkitab gambarkan sangat menyenangkan Allah. 19 Ini artinya Yusuf pun dalam perjalanan hidupnya selalu berupaya memilih untuk bertumbuh dalam Allah. Daud sepertinya menjadi contoh yang sangat cocok terkait orang percaya di zamannya yang bertumbuh dan melekat pada Allah. Dalam perjalanan hidupnya raja Daud pun mengalami lika-liku yang bahkan dalam sebuah peristiwa di mana Daud perbah terjerumus dalam kesombongan, perselingkuhan, hingga pembunuhan yang keji. Namun, merujuk pada pemahaman John Herbst, yang menarik dari Daud adalah keberaniannya untuk bangkit dari keterpurukan dan keputusannya untuk terus melekat pada Allah. 20 Pernyataan-pernyataan maupun deklarasi yang Daud nyatakan tentang Allah dalam nyanyian Mazmurnya berkumandang keras, dipahami John Griffiths bahwa kehidupan yang Daud inginkan adalah sebuah kehidupan yang didalamnya ada selalu kehadiran Allah. 21 Daud dengan lantang menyatakan bahwa Tuhan adalah gembalanya, dalam konteks masyarakat pengembala yang Daud jalani waktu itu, seorang gembala bagi sang domba dalam hal tertentu bisa berarti Seumpama untuk makan, minum, dan perlindungan maka keberadaan seorang gembala mutlak diperlukan oleh sang domba. Keyakinan Daud yang menempatkan Tuhan sebagai gembalanya, merupakan sebuah inspirasi maupun teladan penting bagi orang percaya masa kini, untuk terus menempatkan Tuhan sebagai gembala dan pemilik kehidupan orang Kosma Manurung. AuMendalami Makna Tafsir Yusuf Terhadap Mimpi Firaun Dari Bingkai Kaum Pentakostal,Ay ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. 1 (July 31, 2. : 60Ae74. Magnus Rabel. AuDreaming Big: On Expanding Dreams. Hubris, and the Character of the Biblical Joseph,Ay Journal for the Study of the Old Testament 48, no. 4 (May 26, 2. : 494Ae512. John William Herbst. AuValuing Leadership and Love: David Exceeding Samson,Ay Journal for the Study of the Old Testament 43, no. 3 (May 7, 2. : 491Ae505. John D. Griffiths. AuTongues as of Fire: Pentecost as a Temple Inauguration Theophany,Ay Journal of Pentecostal Theology 32, no. 2 (April 24, 2. : 195Ae213. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia percaya. 22 Terkait Daud ini, peneliti sebagai seorang gembala pun kerap mengkhotbahkan kisah Daud ini, pada penekanan bahwa ketidaksepurnaan kita jangan dijadikan alasan untuk terus jatuh dan berbuat dosa, melainkan berupaya cepat untuk bertobat dan memperbaiki diri seperti yang Tuhan inginkan. Narasi Bertumbuh dalam Kristus Menurut Kolose 2: 6-7 Membaca dengan teliti apa yang rasul Paulus tulis, secara khusus pada pembukaan surat di kitab Kolose ini, rasul Paulus sudah bersyukur kepada Allah karena gereja Kolose memiliki iman di dalam Kristus. Ini juga bisa dimaknai bahwa sejatinya orang percaya di kolose waktu itu bukanlah orang percaya yang baru bertobat, merujuk pada diksi yang Paulus pilih, patut diduga orang percaya di Kolose sudah pernah bersentuhan dengan pengajaran yang sehat tentang Kristus. 23 Namun, seiring perjalanan waktu, ada berbagai hal terjadi pada komunitas jemaat ini, sehingga kemudian rasul Paulus menasehati mereka untuk melakukan segala hal di dalam Yesus Kristus, juga jelas surat ini ditujukan kepada orang percaya untuk berhati-hati terhadap mereka yang tertawan filsafat kosong dan palsu, karena hal itu sangat mungkin mengacaukan pengenalan mereka atas Firman Allah (Kol 2:. Merujuk pada pemahaman Andy Lord, bisa dimaknai bahwa rasul Paulus menasehati mereka bukan hanya melakukan segala hal di dalam Kristus, tetapi agar mereka juga waspada dan menjaga diri untuk kelangsungan hidup di dalam Kristus. 24 Ini juga bisa dimakani bahwa Paulus mulai dengan jmenyatakan bahwa ada ancaman bagi gereja yang ada di Kolose, tampak jelas adanya suatu bidat yang menyerang ajaran tentang sifat keunggulan yang unik di dalam Kristus. Padahal, bagi rasul Paulus tuhan Yesus Kristus adalah gambaran Allah yang tidak kelihatan, di dalam Dia berdiam seluruh kepenuhan Allah, tersimpan segala hikmat dan pengertian, juga di dalam Kristus secara jasmaniah berdiam lengkap sempurna seluruh keilahian Allah (Kol. 1:15,19. 2:2-. Seumpama sebuah pohon yang baik harus memiliki akar yang kuat agar dapat bertahan dari goncangan maupun badai, begitu pulalah dengan kaum muda sebagai anak Tuhan, juga harus memiliki pondasi yang kuat agar tidak mudah goyah dengan tantangan dan cobaan yang Natanael S. Prajogo. AuImplementasi Kepemimpinan Gembala Yang Melayani Berdasarkan 1 Petrus 5:2-10 Di Kalangan Gembala Jemaat Gereja Bethel Indonesia Se-Jawa Tengah,Ay HARVESTER Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 4, no. : 1Ae21. Adam White and Lily A. Arasaratnam-Smith. AuThe Messenger Now and Then: A Socio-Cultural Analysis of the Roles and Responsibilities of the AoPreacher,AoAy Journal of Pentecostal Theology 27, no. 1 (March 12, 2. : 146Ae158. Andy Lord. AuHistorical Pneumatology: A Review of Paul and the Faithfulness of God,Ay Journal of the European Pentecostal Theological Association 36, no. 1 (January 2, 2. : 94Ae101. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia menghadang. Kisah pentingnya iman yang kuat juga pernah Tuhan Yesus kumandangkan di waktu Tuhan masih melayani dalam rupa manusia yang dicatat dengan sangat apik oleh Matius (Mat. 7: 24-. Tuhan Yesus mengibaratkan orang yang kuat adalah orang yang mendirikan rumah di atas batu, dalam artian ketika bencana datang rumah itu tidak rubuh. Paulus menyadari benar apa yang Tuhan ajarkan, sehingga dia menyatakan bahwa sangat penting orang peraya untuk bertumbuh kuat dalam Tuhan. 25 Sebagai seorang yang terdidik dalam Tanakh. Paulus tahu betul bahwa fondasi yang kuat serta paling baik untuk bertumbuh dalam iman adalah dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan (Maz. 1: 1-. Dalam konteks masa kini, pemahaman Alkitab yang orang percaya miliki akan memampukan orang percaya tersebut tetap kuat walaupun mendapatkan terjangan dari berbagai persoalan kehidupan. Terkait kaum pentakostal, seperti kata Evan Siahaan kesukaan akan firman Tuhan sudah menjadi karakteristik kaum ini. 26 Serupa itu Manurung pun menyepakati dan menyebut kaum pentakostal ini sebagai kaum yang gemar membaca Alkitab serta berupaya menyisihkan sebanyak mungkin waktu untuk itu. 27 Di tempat pengembalaan pun, peneliti selalu menasihati dan mengingatkan jemaat yang dalam konteks penelitian ini mengingatkan kaum muda untuk terus membaca, merenungkan, dan menyesuaikan perilaku hidup dengan yang firman Tuhan Terkait tentang bertumbuh dalam Kristus dari topik pembahasan dalam Kolose 2 ini, rasul Paulus melihat bahwa untuk bisa bertumbuh dalam Kristus maka haruslah dimulai dengan menyerahkan hidup dengan berbagai keinginannya untuk Kristus dan kemuliaanNya. Merujuk pemahaman Dale Coulter, bertumbuh dalam Kristus dapat dipahami sebagai tindakan menerima Kristus sebagai Tuhan atas hidup kita yang merupakan permulaan kehidupan bersama Kristus. 28 Tetapi orang percaya harus terus mengikuti kepemimpinan-Nya dan bertumbuh, di bangun serta diteguhkan di dalam iman. Kristus ingin memimbing dan menolong orang percaya mengatasi berbagai permasalahan hidup. Tetap dalam Kristus adalah hal selanjutnya yang rasul Paulus inginkan untuk orang percaya lakukan agar bisa bertumbuh maksimal dalam Kristus. Tetap dalam Kristus di sini bisa juga dimaknai sebagai menyelaraskan pilihan hidup sesuai denggan yang Alkitab katakan. Sie Fung Wu memahami bahwa rasul Wen Low. AuTowards a Pentecostal. Postcolonial Reading of the New Testament,Ay Journal of Pentecostal Theology 29, no. 2 (September 21, 2. : 229Ae243. Harls Evan R. Siahaan. AuKarakteristik Pentakostalisme Menurut Kisah Para Rasul,Ay DUNAMIS: Jurnal Penelitian Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 1 (November 4, 2. : 12. Kosma Manurung. AuCara Pandang Kaum Pentakostal Mencermati Pelayanan Petrus Sang Tokoh Kontraversi,Ay DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 5, no. : 71Ae83. Dale M. Coulter. AuHoliness in Pentecostal Discourse: Becoming Like God,Ay Journal of Pentecostal Theology 33, no. 2 (September 26, 2. : 178Ae200. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Paulus mengajarkan supaya orang percaya memiliki paradigma baru dalam melihat persoalan, dalam artian persoalan bukan dimaksudkan Tuhan untuk meruntuhkan atau menghancurkan, melainkan ujian yang membuat orang percaya semakin bersinar. 29 Selain itu, untuk bisa bertumbuh dengna baik maka orang percaya harus dipenuhi pengucapan syukur pada Allah. Pengucapan syukur ini penting karena itu adalah tanda kedewasaan orang percaya, ketika orang mampu bersyukur bahkan pada saat-saat tersulit dalam hidupnya, maka ini bisa menjadi indikator bahwa orang percaya sudah bertumbuh dalam Kristus. Bertumbuh dalam Kristus Menurut Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini Kaum muda dalam keunikan mereka punya cara pandang maupun penilaian tersendiri dalam berbagai hal terkait kehidupan, termasuk juga perihal ibadah dan yang seirama dengan itu, hal ini pun berlaku di kaum muda pentakostal. 31 Buat kaum muda pentakostal, bertumbuh dalam Kristus bisa dimakani ada rasa atau keinginan yang besar dalam diri seseorang untuk datang dan beribadah. Dalam artian sederhananya adanya niat untuk selalu dekat sama Tuhan. Ini artinya anak muda di lingkungan pentakostal yang tadinya penuh gairah untuk berolah raga, atau untuk menikmati berbagai kesukaan lainnya, dalam konteks ini si anak muda tersebut mulai mengurangi penyaluran hobi yang biasanya. Ada hobi baru dalam diri kaum muda itu untuk berupaya membenamkan diri dengan berdoa, membaca Alkitab, atau mendengar firman Tuhan. Merujuk pada pemahaman Zaluchu, kaum muda ini lagi tertarik-tertariknya dengan bau aroma terkait Tuhan. 32 Artinya hobi untuk mendekat pada Tuhan lewat baca Firman, doa, maupun bersekutu dalam ibadah komunitas mampu menggantikan kesenangan yang selama ini menyedot waktu maupun perhatiannya. Tentunya pergantian hobi ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dalam perspektif anak muda pentakostal, disinyalir bahwa faktor utama hal ini terjadi karena buah karya Roh Kudus. Meminjam istilah Lauren Raley, kerinduan yang ditanamkan oleh Roh Kudus betul-betul mempengaruhi hati dan pikiran anak muda tersebut untuk menghabiskan sebanyak mungkin waktunya untuk bersama Tuhan melalui doa, baca Siu Fung Wu. AuPaul, the Spirit-People, and People on the Margins,Ay Australasian Pentecostal Studies 22, no. : 260Ae278. Jean-Daniel Plyss. AuConformed to the Image of Christ,Ay Australasian Pentecostal Studies 25, no. : 19Ae33. Karl Inge Tangen and Rakel Ysteby Alegre. AuPentecostal Movements in Norway,Ay Journal of Pentecostal and Charismatic Christianity 43, no. 1 (January 2, 2. : 5Ae25. Julianus Zaluchu. AuImplementasi Mengasihi Allah Sesuai Markus 12:30 Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Bethany Surabaya,Ay Journal Kerusso 3, no. 2 (September 25, 2. : 30Ae38. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia firman, dan persekutuan dengan komunitas. 33 Di komunitas gereja peneliti melayani pun di gereja Gpdi Negeri Di A tas Awan berlokasi di Selo Duwur Boyolali, penelitijuga menemukan karya Roh Kudus yang mempengaruhi hati dan pikiran kaum muda yang hobi maupun perilakunya berubah setelah mengalami sentuhan kasih Tuhan. Namanya anak muda, sebelumnya mereka lebih suka mengikuti trens kekinian dari mulai musik K-Pop, drakor, sesuatu yang bernuansa modern dan viral selalu mempengaruhi mereka. Namun, ketika mereka mengalami ataub ersentuhan secar pribadi dengan Tuhan, ada hobi baru yang mendominasi hidupnya, seumpama lebih banyak waktu membaca Alkitab, lebih sering berdoa, hingga lebih suka beribadah. Perubahan seperti itu kerap peneliti lihat di gereja di mana peneliti melayani Tuhan. Selarasnya perkataan dan perbuatan adalah karakteristik lainnya yang kaum muda potret terkait bertumbuh dalam Tuhan. 34 Seperti Yusuf, walaupun mendapatkan godaan dari salah satu wanita paling menarik mata pria zaman itu, peristiwa ini juga terbaca kaum muda pentakostal sebagai peluang untuk mengangkat derajat diri Yusuf, dalam artian jalan pintas menuju kesuksesan waktu itu. Namun. Yusuf menolak dan tetap memilih kebenaran firman Tuhan dan menghormati Tuhan. Bagi kaum muda pentakostal, meminjam pemahaman Chammah Kaunda, bertumbuh dalam Kristus artinya berperilaku dan bertindak benar. Tentunya hal ini dimulai dari pikiran yang benar, bertutur kata yang benar, serta berperilaku yang benar. Artinya hati dan pikiran kaum muda pentakostal penting untuk dijaga terus menerus agar selaras dengan firman Tuhan yang Alkitab nyatakan. Pengalaman peneliti, menujukkan bahwa kaum muda tak terkecuali di lingkup pentakostal, paling anti melihat orang yang muna, istilah yang biasa digunakan di kalangan kaum muda untuk mengambarkan orang yang munafik. Hal ini tentunya tidak mengherankan. Karl Tangen berangapan bahwa kaum muda penuh dengan keterbukaan dan keterus terangan. 36 Maka dari itu ketika melihat ada orang yang ucapan-ucapannya selalu berbau kebaikan namun bertingkah laku tidak sesuai dengan perkataannya, bagi kaum muda juga di lingkup kaum muda pentakostal, hal ini terlihat sangat Sekedar saran dari peneliti yang sudah cukup lama terlibat pelayanan kaum muda Lauren Raley. AuEmpowering Love: Spirit Baptism. Divine Power, and the Pursuit of Gender Equity in Pentecostal-Charismatic Communities,Ay Journal of Pentecostal and Charismatic Christianity 44, no. 1 (January 2, 2. : 70Ae82. Hendi Hendi. AuEmpat Peristiwa Penting Di Dalam Kehidupan Yusuf: Sebuah Kajian Terhadap Kecerdasan Yusuf,Ay DUNAMIS: Jurnal Penelitian Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 1 (November 4, 2. Chammah J. Kaunda. AuAoThe Christic ModelsAo: African Pentecostalism. Hegemonic Messianisms, and the Two-Natures Messianicity,Ay Journal of Pentecostal Theology 32, no. 2 (April 24, 2. : 290Ae307. Karl Inge Tangen. AuLeadership as Participation in the Hospitality of God: A Reading of LukeAeActs,Ay Journal of Pentecostal Theology 27, no. 2 (September 14, 2. : 284Ae306. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia di lingkup pentakostal, ketika melayani kaum muda, pastikan diri kita bertindak seperti yang terucap, jangan pernah menggunakan topeng atau berakting, cukup apa adanya saja. Bertumbuh dalam Kristus juga dipotret kaum muda pentakostal sebagai sebuah sikap yang konsisten. Dalam artian, tindakan ini bukanlah musiman sifatnya melainkan tindakan yang dilakukan secara berkelanjutan. Namanya manusia, sangat mudah terjatuh dalam berbagai hal yang bisa saja menjatuhkan dia. Tentunya konsisten dalam konteks ini bukan berarti berbuat benar terus tanpa terjerumus pada tindakan yang salah seumpama marah, kecewa, atau tindakan dosa lainnya. Melainkan, penekanan konsisten ada pada keinginan kaum muda untuk terus berusaha menyelaraskan hidup seperti yang Allah inginkan. 37 Bisa juga dimaknai adanya komitmen diri untuk hidup berdasarkan yang Alkitab nyatakan. Contohnya Daud, dari kisah hidupnya yang Alkitab ungkap. Daud hanyalah manusia biasa yang juga pernah terjerumus pada dosa yang memalukan, katakan saja perzinahan dengan Bersheba istri Uria. Tak cukup dengan itu, untuk menutupinya. Daud melakukan pembunuhan. Namun, ketika teguran Tuhan tiba melalui nabi Natan. Daud bersungguh-sungguh mencari wajah Allah dan berupaya lagi untuk hidup seperti yang Allah mau. Narasi kejatuhan Daud, memperlihatkan dengan gamblang bahwa kaum muda di lingkup pentakostal sangat mungkin jatuh. Namun, seperti yang Manurung yakini bahwa konsistensi yang ada pada dirinya yang sudah terbangun tidak akan membiarkan kaum muda tetap terpuruk. 38 Bisa juga dimaknai bahwa konsisten dalam artikel ini bukan berarti menyatakan bahwa kaum muda tidak pernah jatuh atau menjadikannya peluang untuk berbuat dosa, melainkan adanya niat yang diupayakan sedemikian rupa dengan pertolongan Roh Kudus, untuk menjalani kehidupan hari lepas hari yang menyenangkan Tuhan. David Amstrong dan rekan menilai bahwa sikap konsisten untuk terus menyenangkan Tuhan adalah point penting yang perlu kaum muda pentakostal miliki dan hidupi. 39 Terkait konsistensi ini pun, peneliti temukan di komunitas kaum muda di mana peneliti melayani yaitu Gpdi Negeri Di Atas Awan, konsistensi kaum muda terlihat. Seumpama dalam konteks beribadah mereka lebih konsisten di banding sebelumnya, selain itu dalam konteks pembelajaran di sekolah pun ada perubahan dalam arti peningkatan keinginan untuk belajar, bahkan ada kesaksian dari para orang tuanya, kaum muda ini mulai suka membantu pekerjaan Hendi Wijaya. AuPertobatan Di Dalam Philokalia: Artikel Ulasan,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 3, no. 1 (November 30, 2. : 52. Kosma Manurung. AuPembinaan Jemaat: Kisah Hidup Rahab Dari Pemaknaan Kaum Pentakostal,Ay Diakoneo: Journal of Community Service 1, no. 1 (July 1, 2. : 9Ae18. David Armstrong. Shane Clifton, and Ingrid Ryan. AuLearning to Dream: An Urban Pentecostal Embraces His Aboriginal Identity,Ay Australasian Pentecostal Studies 20 . : 18Ae34. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia di rumah. Sebuah konsistensi dari kaum muda yang terimplementasi dalam perilaku spritual juga perilaku yang terkait keseharian hidupnya. Menjadi contoh adalah potret lainnya yang dimaknai kaum muda pentakostal terkait dengan bertumbuh dalam Kristus. 40 Yonatan Alex memandang bahwa seseorang yang sudah bertumbuh Kristus, akan dengan sendirinya menjadi contoh teladan bagi orang-orang di 41 Umpamanya saja, sebelumnya kaum muda tersebut adalah seorang yang memiliki temperamen pemarah, suka dengan seenaknya mengucapkan kata-kata yang menyakitkan bagi orang lain. Namun, setelah mengalami Kristus dan mulai aktif membaca Alkitab, suka berdoa dan mulai rajin beribadah, ada hal yang berbeda dari dirinya sekarang dia lebih penyabar, suka memotivasi, bahkan mulai suka menolong. Sebuah model kehidupan yang berbeda sedang dipertontonkan oleh orang tersebut. Akan berbeda ceritanya, jika orang percaya dalam hal ini kaum muda pentakostal mengaku sudah dalam Tuhan, malah baik ucapan maupun perkataannya tidak menjadi contoh orang lain, artinya kaum muda tersebut hanya mengakungaku saja namun belum ada perubahan dalam perilaku maupun perkataannya. Manurung dan rekan menelisik adanya kehidupan yang berbeda dari kehidupan sebelumnya yang orang percaya pertontonkan, tentunya kehidupan berbeda di sini dalam artian positif dan yang selaras dengan ajaran Alkitab merupakan ciri orang yang bertumbuh dalam Kristus. 42 Apalagi kalau didaratkan dalam konteks komunitas kaum muda pentakostal, merujuk pada pemahaman Andrew Hardy, yang sangat mengharapkan contoh hidup yang bisa terlihat dan berinteraksi dengan mereka serta yang bisa mereka ikuti 43. Karena bagi kaum muda, omongan tanpa tindakan sangat melukai. Sebagai seorang gembala di lingkup pentakostal dan juga aktif dalam pelayanan kaum muda, peneliti berupaya menjadikan diri contoh hidup bagi kaum muda di gereja, baik dalam bertutur kata, berperilaku, maupun dalam menjalankan iman Kristiani. KESIMPULAN Pertumbuhan adalah proses alamiah yang dialami semua mahluk hidup tak terkecuali Rasul Paulus menyinggung ada jenis ataupun proses pertumbuhan lain yang Truls yIkerlund and yIse Miriam Smidsryd. AuWhen Dominant Models Become Dominating: A Narrative Identity Approach to Female Leadership in Pentecostal Organizations,Ay Journal of Pentecostal and Charismatic Christianity 44, no. 2 (July 2, 2. : 110Ae130. Yonatan Alex Arifianto. AuKonsep Memuliakan Tuhan Berdasarkan Lukas 17:11-19 Dan Signifikansinya Dalam Kehidupan Abad Modern,Ay Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 1, no. (December 31, 2. : 88Ae100. Kosma Manurung and Berlina Lumban Gaol. AuMembaca Narasi Nazar Yefta Dari Cara Pandang Kaum Pentakostal,Ay FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 2 (October 29, 2. : 562Ae579. Andrew R. Hardy. AuDeveloping Pentecostal Church Planting Pedagogy That Responds to Social Need and Ecological Crisis,Ay Journal of Pentecostal and Charismatic Christianity 43, no. 2 (July 3, 2. : 170Ae189. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia semestinya dialami oleh semua manusia dalam konteks ini orang percaya yaitu bertumbuh dalam Kristus. Menilik hasil pembahasan, kaum muda di lingkup pentakostal memotret bahwa bertumbuh dalam Kristus itu berarti memiliki kerinduan yang besar untuk dekat dengan Tuhan. Maksudnya seseorang yang hidupnya bertumbuh dalam Kristus pastilah akan lebih banyak menyisihkan waktunya untuk berdoa, membaca firman Tuhan, serta rajin datang beribadah. Kaum muda pentakostal juga memotret bahwa orang yang bertumbuh dalam Kristus akan tergambar jelas dari keselarasan antara perkataan dan perbuatannya. Dalam artian sederhananya, antara perkataan dan perbuatan orang itu saling berkesesuaian. Konsisten adalah potret lainnya yang kaum muda pentakostal potret dari orang yang bertumbuh dalam Kristus. Ini artinya ada satu keinginan yang kuat untuk terus berupaya selaras dengan Allah dalam keterbatasan kemanusiannya. Selain itu, bagi kaum muda pentakostal bertumbuh dalam Kristus membuat seseorang menjadi contoh yang bisa diteladani oleh orang disekitarnya. DAFTAR PUSTAKA