ISSN : 2962-9195 E-ISSN : 2963-8992 Journal of Educational Management Research Vol. 01 No. : 95-104 Available online at https://serambi. org/index. php/jemr The Roler of The Principal in The Establishment of Student Character in The Era Covid-19 Lilis Wati*. Agung Setiabudi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Email: liliswati2610@gmail. ABSTRACT Keywords: Covid-19. The Role of The Principal. Student Character *Corresponding Author The role of the Principal in strengthening character education (Character Educatio. plays an important and crucial role because it becomes a policy maker and guide in the implementation of character education in schools. The purpose of this study is to see how the principal carries out his role in character building in the school he leads. This study uses a type of field review research using a qualitative approach, with data collection through. observation, interview and literature study. Then analyze the data, reduce the data, and encode the data. The subject of the research is the principal of the MIN 1 Nagan Raya school. Research Location MIN 1 Nagan Raya (Ace. Based on the results of the study, it was shown that the school principal gave an example before applying the regulations made. Instilling character values both to students and members in other school environments such as honesty, responsibility, discipline, high social and so The principal also considers several things in character building, such as planning, curriculum development, learning management and so on. Article History: Received: 6 August 2022. Recieved in Revised Form 14 September 2022. Accepted: 21 November 2022. Available online: 27 December 2022 Please cite this article in APA style as: Wati. , & Setiabudi. The Roler of The Principal in The Establishment of Student Character in The Era Covid-19. Journal of Educational Management Research, 1. , 95-104. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 mengguncang seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dengan adanya wabah tersebut, otomatis tidak akan ada pertemuan tatap muka untuk menghindari penyebaran COVID-19, atau setidaknya meminimalisir pertemuan, termasuk pertemuan guru-murid (Yunus, 2. Pandemi COVID19 adalah wabah penyakit yang membawa perubahan besar pada dunia saat Mulai akhir tahun 2019 hingga sekarang. Di masa-masa awal Covid-19, terjadi lockdown besar-besaran, yang membuat kami merasakan perubahan yang sangat drastis. Di masa pandemi COVID-19, kita sangat membutuhkan manajer yang cakap dan cerdas dalam menghadapi berbagai situasi yang ada saat ini (Matdio Siahaan, 2. Tujuan Pendidikan Nasional yang termuat dalam UU no 20 tahun 2003 pasal 3 yakni Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan Journal of Educational Management Research This journal is an open-access article under a CC BY-NC-SA 4. 0 license. A 2022, the author. membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Usaha untuk mencapai tujuan pendidikan di atas bukanlah sesuatu yang mudah, namun diperlukan upaya yang optimal dalam penyelenggaraan pendidikan agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kualitas dan kuantitas pendidikan yang dilakukan pada saat ini akan menentukan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di masa dating (Lazwadi, 2. Kepala sekolah dapat memainkan perannya dalam proses pendidikan karakter di sekolah, selain penjabat administratifn dan structural di sekolah. kepala sekolah juga berfungsi sebagai supervisor, dan bimbingan untuk dinamika kelompok guru (Hengki Wijaya, 2. Di MIN 1 Nagan Raya adalah salah satu sekolah yang terletak di Aceh, sekolah ini memiliki keunikan, kedisiplinan dalam pendidikan karakter yang dapat dicontoh oleh sekolahsekolah lain, hal ini dapat dilihat dalam beberapa kebiasaan yang diterapakan dan juga terdapat dalam visi-misi sekolah. METODE PENELITIAN Dalam penulisan ini penulis menggunakan jenis penelitian tinjauan lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui. observasi, wawancara dan studi pustaka. kemudian menganalisis data,mereduksi data, dan pnyadian data. Dubjek penelitian kepala sekolah MIN 1 Nagan raya. Lokasi Penelitian MIN 1 Nagan Raya (Ace. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia. Karakter ialah budipekertiatau ahklak seseorang yan membedakan satu sama lain sepertiwatak dantabiat. Adapun berkarakter bearti memiliki tabiat, memiliki kepribadian dan berwatak (Dedi Lazwadi, 2. Menyadari tugas dan fungsi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang yang berciri khas agama Islam pengemban amanat umat Islam di bidang pendidikan. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Satu Nagan Raya berupaya memenuhi harapan para orang tua atau wali murid, siswa, stakeholder, dan masyarakat pada umumnya yaitu Untuk melahirkan Pribadi muslim yang sholeh dan sholehah, sehat, berprestasi, kreatif, dan inovatif. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan adalah jenis kepercayaan, yang letaknya berpusak pada system kepercayaan Tentang bagaimana yang pantas atau tidak pantas dalam Journal of Educational Management Research Vol. 01 No. : 95-104 Available online at https://serambi. org/index. php/jemr melakukan sesuatu. Soemantri menyebutkan bahwa: Au nilai adalah hal yang terkandung dalam diri manusia yang lebih memberi dasar pada prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisien atau keutuhan kata hati titik dari beberapa pengertian tentang nilai, dapat disimpulkan bahwa nilai adalah rujukan untuk bertindak nilai merupakan standar untuk mempertimbangkan dan meraih perilaku tentang baik atau tidak baik yang dilakukan Titik maka yang dimaksud nilai-nilai karakter berarti suatu nilai dapat dilaksanakan karena pertimbangan di Ay Kepala sekolah menyadari dirinya sebagai pemimpin yang mana pemimpin adalah panutan yang akan di ikuti oleh bawahannya, maka dari hal tersebut kepla sekolah selalu menerapkan nilai-nilai positif didalam dirinya sebelum memberi arahan kepada bawahannya hal ini dilakukan agar bawahan atau siswa dapat melihat bahwa seorang pemimpin tidak hanya menyuruh bawahan dan siswa saja tetapi juga menerapkannya sendiri. Adapun nilai-nilai yang dimaksud adalah religious, jujur, disiplin, adil, peduli, visioner, tanggung jawab, kerjasama. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ari Ginsnjardala, konsep AuEmotionalSpiritual QuestionAy yang menyatakan bahwa. Setiap karakter positif sesungguhnya akan merujuk pada sifat-sifat Allah yang terdapat dalam asma maul husna yang berjumlah 99. Asmaul Husna ini harus menjadi sumber inspirasi perumusan karakter oleh karena dalam Asmaul Husna terkandung tentang sifat-sifat Allah SWT yang baik titik menurut ahli Ginanjar dari sekian banyak karakter yang dapat diteladani dari nama-nama Allah SWT tersebut ia merangkum menjadi 7 karakter dasar yakni: . tanggung jawab. ( . Kerjasama (Heri Gunawan, 2. Hal ini juga dikemukakan oleh eh Muarif dalam jurnalnya yang berjudul Aupengarus utamaan pendidikan karakter di sekolahAy adalah seperti berikut ini. Religius: sikap dan perilaku yang patut dalam pelaksanaan ajaran agama yang dianutnya toleransi terhadap pelaksanaan ibadah agama lain serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Jujur: perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan tindakan dan pekerjaan. Toleransi: tindakan atau sikap perbedaan agama, etnis. Suku, pendapat, tindakan, dan sikap orang lain yang berbeda dari dirinya. Disiplin: perilaku yang menunjukkan tertib dan patuh pada berbagai Ketentuan dan peraturan peraturan yang telah ditetapkan. Journal of Educational Management Research Vol. 01 No. : 95-104 Available online at https://serambi. org/index. php/jemr Kerja keras: perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar penyelesaian tugas dan tugas dengan sebaik-baiknya. Mandiri: sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. kreatif: berfikir Atau melakukan sesuatuYang menghasilkan cara atau hasil baru berdasarkan sesuatu yang telah dimiliki. rasa ingin tahu: sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari didengar dan Demokratis: cara bersikap cara berpikir, dan cara bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya atau orang lain. Cinta tanah air: cara berbuat cara berfikir dan cara bersikap yang menunjukkan kesetiaan penghargaan dan kepedulian yang tinggi terhadap bahasa sosial ekonomi budaya politik bangsa dan lingkungan fisik. Semangat kebangsaan : cara bertindak, berwawasan dan cara berpikir yang menempatkan kepentingan negara dan bangsa atas kepentingan diri dan Bersahabat atau komunikatif: tindakan yang memperlihatkan rasa senang bergaul , bekerjasama, dan berbicara dengan orang lain. Menghargai prestasi: tindakan dan sikap yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain. Gemar membaca: kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Cinta damai: perkataan tindakan dan sikap yang disebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Peduli lingkungan: sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upayaupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Peduli sosial sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Tanggung jawab: perilaku atau sikap seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya dilakukan terhadap dirinya sendiri, masyarakat, lingkungan, negara, dan tuhan yang maha esa (Muarif,2. Sekolah diberikan kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan . choll based plane. Oleh karena itu, kepala sekolah harus melakukan analisis kebutuhan mutu untuk mengembangkan perencanaan peningkatan mutu pendidikan karakter. untuk meningkatkan mutu kerja kerja madrasah diperlukan perencanaan yang baik berdasarkan kan data dan Journal of Educational Management Research Vol. 01 No. : 95-104 Available online at https://serambi. org/index. php/jemr informasi yang benar dan jelas. hasil laporan analisis konteks 8 . standar nasional pendidikan dapat digunakan sebagai alat mengukur kinerja madrasah dari SPM dan SNP sehingga rencana pengembangan madrasah didasarkan pada data yang solid dan bukan berdasarkan atas perkiraan asumsi atau bahkan kebiasaan saja. Peran kepala sekolah dalam pembentukan karakter siswa merupakan salah satu factor yang dapat mendorong perwujudan visi, misi dan tujuan sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara berharap dan Dalam menyukseskan pengembangan pendidikan karakter di sekolah, kepala sekolah paling tidak harus melakukan berbagai program kegiata,baik yang berkait dengan program sekolah secara keseluruhan maupun yang terkait dengan tugas sehari-hari kepala sekolah. kepemimpinan kepala sekolah dalam perencanaan dapat dilihat pada visi misi dan tujuan sekolah. dari Hasil studi dokumen, didapatkan bahwa visi MIN 1 Nagan Raya adalah Unggul dalam prestasi dan berakhlakul sedangkan misi MIN 1 Nagan Raya adalah: Menanamkan keyakinan/ akidah melalui pengamalan ajaran agama Islam Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan. Mengembangkan pengetahuan di bidang IPTEK, bahasa, olahraga dan seni budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi siswa. Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan. Visi tersebut mencerminkan harapan MIN 1 Nagan Raya sebagai lembaga pendidikan dasar yang berciri khas agama Islam. sedangkan misi tersebut menggambarkan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai sebuah visi. VISI MIN 1 Nagan Raya adalah Unggul dalam prestasi dan berakhlakul karimah. Pada setiap misi tersebut tersirat nilai-nilai karakter yang ingin dikembangkan di sekolah. Pada misi pembentukan karakter anak sholeh, sekolah menanamkan nilai religius dan kejujuran. yaitu sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. hal ini nampak dalam kebiasaan perilaku Islami yang dilakukan antara lain pembiasaan mengucap salam dan dan bersalaman baik itu dari awal sampai di gerbang sekolah kepala sekolah dan guru menyambut siswa untuk bersalaman dan memasuki perkarangan sekolah, membiasakan siswa melalukan pengajian rutin, melakuan jumAoat berkah dengan berbagi ke fakir miskin dengan mengumpulkan dana oleh siswa dan siswa sendiri yang memeberikan sumbangan tersebut, hal ini adalah sebuah kebiasaan rutin sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru untuk mendidik karakter siswa lebih baik. Journal of Educational Management Research Vol. 01 No. : 95-104 Available online at https://serambi. org/index. php/jemr Kepala sekolah juga menyadari bahwa kurikulum juga dibutuhkan oleh guru sebagai pedoman, baik sebelum melakukan proses belajar mengajar di kelas, sedang berlansung pembelajaran dan sesudah melakukan proses belajar Sebagai pemimpin kepala sekolah bertanggung jawab dalam memerhatikan kurikulum agar semua guru yang berada di bawah pimpinannya memahami setiap kurikulum yang sedang berjalan saat ini, dan kemudia kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap guru. Kepala sekolah menjelaskan bahwa sekolah sudah menggunakan K13, sudah disusun dengan memperhatikan acuan operasional atas agama, peningkatan iman dan takwa, serta berahklaktul qarimah, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan keampuan peserta didik, keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Dinamika perkembangan global kesetaraan gender, karakteristik satuan pendidikan, dan kodisi social budaya masyarakat setempat. Kepala sekolah memerhatikan kurikulum dalam pembentukan seperti silabus. RPP, bahan/buku pembelajaran. Kepala sekolah memberikan kebebasan kepada guru untuk pelajaran,karakteristik guru dan karakteristik peserta didik itu sendiri dan kondisi nyata dari sumber daya yang ada untuk memilih strategi, metode dan teknik dalam pendidian yang efektif agar bisa diterapkan pada peserta didik sehingga tercipta proses pembelajaran yang menyenangkan, menantang, inspiratif, interaktif dan memotivasi siswa agar lebih maju. Kepala sekolah MIN 1Nagan raya menyadari perannya sebagai pengelola, maka dari hal tersebut kepala sekolah melakukan analisis kebutuhan, rekruitmen, perencanaan, pengembangan hingga pemberian penghargaan baik dilakukan untuk guru maupun siswa. Untuk meningkatkan dan mengembangkan kopetensi guru baik secara pedagogic, social, professional, dan kepribadian. Sekolah melakukan pelatihan rutin, setiap tiga bulan sekali dan melakukan studitour setahun sekali guna meningkan pengetahuan guru agar bisa menerapkan pembelajaran dengan baik kepada peserta didik. Kepala sekolah juga selalu memberikan penghargaan setiap senin setelah upacara hal ini dilakukan untuk memotifasi siswa-siswa lain agar dapat berprestasi kedepannya. Hal di atas sama dengan pendapat Endang Mulyana Aumanajemen pendidikan karakterAy yang mengemukakan bahwa: Journal of Educational Management Research Vol. 01 No. : 95-104 Available online at https://serambi. org/index. php/jemr Perencanaan dan evaluasi. Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan (School-based-pla. Seperti kebutuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama karakter di Pengembangan pembelajaran. Pengembangan pembelajaran adalah unsurutama dalam implementasi pendidikan karakter sebagai interaksi edukasi antara peserta didik dengan lingkungan sekolah. Dalam hal inisekolah diberi kebebasan dalam menyusun strategi, tekni-tehnik dan metode pendidikan karakter yang paling efektif sesuai dengan karakteristik Dan kondisinyata sumber daya yang tersedia di sekolah dan Pengembangan kurikulum. Implementasi pendidikan karakter disekolah memberikan kewenangan daerah dan sekolahuntuk mengembangkan kurikulum pendidikan karakter, terutama dalam mengidentifikasi karakter, dan mengembangkan silabus sesuai dengan kebutuhan daerah dan karakteristik peserta didik. Dengan demikian pembelajaran yang dilakukan akan memberi makna bagi peserta didik dalam mengembangkan potensinya masing-masing. Pengelolaan sarana dansumber pembelajaran. Sarana dan sumberbelajar yang memadai akan sangat membantu kelancaran implementasi pendidika karkter di sekolah. Selainitu juga membantu mempercepat sosialisasi pendidikan karakter kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat Pengelolaan ketenagaan. Pengelolaan ketenagaan, mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan rekruitmen, pengembangan, hadiah dan sanksi. Hubungan kerja sampaievaluasi kineja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dapat dilakukan oleh sekolah, kecuali yang menyangkut dengan penggajian atau upah, dan rekruitmen guru pegawai negeri, karena sampai saat ini masih di lakukan oleh pemerintah, dalam pelaksanaannya,pengembangan ketenagaanini dapat dilakukan melalui kerja sma berbagai pihak dan antar lembaga secara berkesinambungan. Pelayanan peserta didik. Hal ini dilakukan mulaidari penerimaan peserta didik, pengembangan, pembinaan, pebimbingan, penempatan, untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja, sampai pada pengurusan alumni, sepenuhnya merupakan kewenangan sekolah, yag menuntut kemampuan kepala seklah untuk mengembangkannya. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter disekolah, pelayanan siswa ini, bisa dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling, atau oleh walikelas, atas nama kepala sekolah. Pelayanan siswa yag optimal dari berbagai pihak akan snagat membantu implementasi pendidikan karakter sekolah. Journal of Educational Management Research Vol. 01 No. : 95-104 Available online at https://serambi. org/index. php/jemr Pelayanan keuangan. Pengelolaan uang, terutama pengalokasian atau penggunaan uang sudah sepatutnya dilakukan oleh sekolah. Hal ini juga didasari oleh kenyataan bahwa sekolahlahyang memahami kebutuhannya, sehingga desentralisasi pengalokasian dan penggunaan keuangan dilimpahkan kesekolah. Sekolah diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan kegiatan yang mendatangkan penghasilan,sehingga sumber keuangan tidak semata-mata bergantung pada pemerintah. Penciptaan iklim sekolah. Iklim sekolah yang kondusif-akademik merupakan persyaratan bagi terselenggaranya pendidikan karakter yang Kondisi ligkungan sekolah yang aman dan tertib, optimisme dan lain-lain merupakan tugas sekolah untuk menunjang kelancaran implementasi pendidikan karakter dibawah kepemimpinan kepala sekolah, dengan demikian, keberhasilan , implementasi pendidikan karakter sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan,dan evaluasi terhadap implementasi pendidikan karakter disekolah dituntut untuk memiliki karakter yang terpuji dan mampu mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di sekolah maupun dilingkungannya (E. Mulyasa, 2. KESIMPULAN Menyadari tugas dan fungsi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang yang berciri khas agama Islam pengemban amanat umat Islam di bidang pendidikan. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Satu Nagan Raya berupaya memenuhi harapan para orang tua atau wali murid , siswa, stakeholder, dan masyarakat pada umumnya yaitu Untuk melahirkan Pribadi muslim yang sholeh dan sholehah, sehat, berprestasi, kreatif, dan inovatif. Soemantri menyebutkan bahwa: Au nilai adalah hal yang terkandung dalam diri manusia yang lebih memberi dasar pada prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisien atau keutuhan kata hati titik dari beberapa pengertian tentang nilai, dapat disimpulkan bahwa nilai adalah rujukan untuk bertindak nilai merupakan standar untuk mempertimbangkan dan meraih perilaku tentang baik atau tidak baik yang dilakukan Maka yang dimaksud nilai-nilai karakter berarti suatu nilai dapat dilaksanakan karena pertimbangan di atas . Ay kepala sekolah menyadari dirinya sebagai pemimpin yang mana pemimpin adalah panutan yang akan di ikuti oleh bawahannya, maka dari hal tersebut kepla sekolah selalu menerapkan nilai-nilai positif didalam dirinya sebelum memberi arahan kepada bawahannya hal ini dilakukan agar bawahan atau siswa dapat melihat bahwa seorang pemimpin tidak hanya menyuruh bawahan dan siswa saja tetapi juga menerapkannya Journal of Educational Management Research Vol. 01 No. : 95-104 Available online at https://serambi. org/index. php/jemr Peran kepala sekolah dalam pembentukan karakter siswa merupakan salah satu factor yang dapat mendorong perwujudan visi, misi dan tujuan sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara berharap dan Dalam menyukseskan pengembangan pendidikan karakter di sekolah, kepala sekolah paling tidak harus melakukan berbagai program kegiata,baik yang berkait dengan program sekolah secara keseluruhan maupun yang terkait dengan tugas sehari-hari kepala sekolah. hal ini nampak dalam kebiasaan perilaku Islami yang dilakukan antara lain pembiasaan mengucap salam dan dan bersalaman baik itu dari awal sampai di gerbang sekolah kepala sekolah dan guru menyambut siswa untuk bersalaman dan memasuki perkarangan sekolah, membiasakan siswa melalukan pengajian rutin, melakuan jumAoat berkah dengan berbagi ke fakir miskin dengan mengumpulkan dana oleh siswa dan siswa sendiri yang memeberikan sumbangan tersebut, hal ini adalah sebuah kebiasaan rutin sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru untuk mendidik karakter siswa lebih DAFTAR PUSTAKA