Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Desain Sistem Deteksi Asap dan Api Berbasis Sensor. Mikrokontroler dan IoT Design of Smoke and Flame Detection Systems Based on Sensors. Microcontrollers and IoT Jacquline M. S Waworundeng Universitas Klabat Informatika. Fakultas Ilmu Komputer. Airmadidi e-mail: jacquline. morlav@unklab. Abstrak Bahaya kebakaran dapat berdampak fatal seperti kehilangan harta benda bahkan korban jiwa. Tindakan preventif merupakan hal yang diperlukan guna menghindari, mencegah dan meminimalisir terjadinya bencana kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem deteksi asap dan api berbasis sensor, miktrokontroler dan IoT, yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya potensi bahaya kebakaran di dalam rumah maupun bangunan tertentu. Metode penelitian dalam perancangan sistem ini mengacu pada model Prototyping. Komponen yang digunakan berupa sensor asap, sensor api, mikrokontoler. LED, buzzer alarm, yang terintegrasi dengan plafform IoT Blynk. Hasil penelitian berupa sistem deteksi asap dan api berbasis IoT, yang berfungsi untuk memberikan peringatan dini mengenai adanya potensi kebakaran melalui alarm serta notifikasi pesan teks di smartphone. Sistem ini dapat digunakan untuk membantu mendeteksi dan menghindari potensi terjadinya bahaya Kata kunciAi alarm kebakaran, deteksi, peringatan dini, notifikasi. Blynk. Abstract Fire hazards can have fatal consequences such as loss of property or even life. Preventive action is needed in order to avoid, prevent and minimize the occurrence of fire disasters. This study aims to design and build smoke and fire detection systems using sensors, microcontrollers and IoT, which can be used to detect potential fire hazards in the house or buildings. The research method is based on the Prototyping model. The components used are smoke sensors, flame sensors, microcontoler. LEDs, buzzer alarms, which are integrated with the IoT Blynk platform. The results of the research are IoT-based smoke and fire detection systems, which serve to provide early warning about the potential for fire through alarms and text message notifications on This system can be used to avoid detect the potentially effects of fire disaster. KeywordsAifire alarm, detection, early warning, notification. Blynk. PENDAHULUAN ebakaran merupakan hal yang membahayakan dan dapat menyebabkan kerugian materi bahkan nyawa. Tindakan pencegahan merupakan hal yang mutlak diperlukan sehingga kebakaran dapat dihindari maupun diminimalisir akibatnya. Solusi yang ditawarkan lewat penelitian ini adalah dengan membuat sistem pemantau dan pendeteksi asap maupun titik api yang Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 berpotensi menyebabkan kebakaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana mendeteksi asap dan api dengan menggunakan sensor dan mikrokontoler dan platform Internet of Things (IoT). Tujuan penelitian yaitu untuk membuat detektor asap dan api yang terdiri dari sensor dan mikrokontroler yang terhubung ke mikrokontroler dan Blynk IoT platform untuk dapat memantau jika ada asap dan api di dalam ruangan dan memberikan notifikasi jika ada potensi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebakaran didefinisikan sebagai Auperistiwa terbakarnya sesuatu . umah, hutan dan sebagainy. Ay . Referensi . , menyebutkan bahwa kebakaran dapat terjadi dimana saja seperti di perumahan, kantor, jalan raya, pusat perbelanjaan, hutan, laut, jalan raya, kebun maupun persawahan. Kebakaran dapat disebabkan oleh adanya tiga komponen terjadinya proses kebakaran yaitu panas, bahan bakar dan oksigen. Sebagai contoh. Greenpeace. org menuliskan mengenai kebakaran yang menimbulkan banyak asap karena api yang membakar hutan . Kebakaran dapat pula terjadi di tempat kerja. Menurut Interntional Labour Office (ILO) Jakarta dalam publikasi berjudul AuManajemen Resiko KebakaranAy . , menuliskan bahwa, terdapat tiga syarat dasar terjadinya kebakaran yaitu. Auadanya bahan bakar atau bahan mudah terbakar, terdapat sumber pemantik api dan oksigen di udara yang mendukung pembakaranAy. Publikasi . tersebut juga menuliskan bahwa kemampuan pengelolaan yang mengurangi resiko kebakaran, akan mengurangi bahaya kebakaran yang lebih serius di tempat Kebakaran pun dapat terjadi di lokasi sekitar pemukiman. Secara khusus di wilayah Manado . enurut data dari Dinas Pemadam Kebakaran kota Manado pada Januari sampai Agustus 2. , tercatat 48 kasus kebakaran yang terjadi di rumah dari 110 kasus kebakaran . Menurut artikel . , terdapat lima cara pencegahan kebakaran rumah yang dapat dilakukan diantarnya yaitu berhati-hati jika merokok, menjauhkan pemantik api dan bahan mudah terbakar dari jangkauan anak-anak, bijak dalam penggunaan alat-alat listrik, pasang alat pendeteksi asap untuk mencegah kabakaran di rumah, dan membuat jalur evakuasi yang jelas. Melalui data dan referensi-referensi tersebut, tersirat bahwa kasus kebakaran dapat terjadi dimanapun dan kapan saja, sehingga memerlukan solusi preventif untuk pecegahan potensi kebakaran dan meminimalisir dampak dari kebakaran yang mungkin terjadi. Salah satu cara pencegahan adalah dengan memasang alat pendeteksi di dalam rumah atau bangunan tertentu. Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, deteksi adalah Auusaha menemukan dan menentukan keberadaan, anggapan atau kenyataanAy . Deteksi merupakan proses untuk memerikasa sesuatu sesuatu yang menggunakan cara dan teknik tertentu. Menurut artikel . , jenis-jenis alat detektor kebakaran terbagi atas alat deteksi asap . moke detecto. , alat deteksi panas . eat detecto. , alat deteksi api . lame detecto. , dan alat deteksi gas . as detecto. Alat-alat tersebut memiliki fungsi untuk mendeteksi. Pada penelitian terdahulu, penulis telah membuat beberapa prototipe alat deteksi seperti alat deteksi asap rokok yang berbasis SMS . Selain itu, penulis juga telah membuat alat detektor gas . , alat detektor kualitas udara . , alat deteksi gerakan . , alat deteksi tekanan udara . yang ketiganya memanfaatkan IoT platform berupa Thingspeak dan atau Blynk. Beberapa penelitian lainnya juga menjadi tinjauan teknis mengenai perkembangan teknologi alat deteksi. Referensi . , membahas tentang sistem deteksi kebakaran rumah menggunakan mikrokontroler, sensor api, sensor asap, sensor suhu dan aplikasi Blynk. Penelitian . , membahas sistem deteksi api menggunakan Raspberry Pi berbasis vision system yang mendeteksi api yang tampak dengan memberikan peringatan melalui aplikasi Android. Referensi . , menjelaskan mengenai model deteksi asap untuk aplikasi IoT real-time. Jurnal . , membahas tentang sistem deteksi kebakaran yang menggunakan sensor PIR dan alarm untuk mengetahui lokasi korban dan dapat mempermudah proses evakuasi korban kebakaran. Referensi . , membahas sistem monitor kebakaran jarak jauh menggunakan NodeMCU, berbasis Android dan IoT yang dilengkapi dengan pompa air untuk memadamkan api. Referensi . , . membahas sistem deteksi api dengan sensor, mikrokontoler dan IoT. Referensi . , membahas sistem IoT dengan sensor asap MQ2. Raspbery Pi, dan deteksi lokasi melalui Google API. Referensi . Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 membahas tentang aplikasi pintar untuk peringatan kebakaran menggunakan IoT dan sistem inferensi Neuro-Fuzzy adaptif. Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan berbagai teknologi, karakteristik, komponen maupun metode yang sesuai dengan tujuannya masing-masing. Namun semuanya memilki ciri yang sama yaitu menghasilkan sistem maupun alat deteksi. Dalam desain sistem deteksi asap dan api berbasis sensor, mikrokontroler dan IoT, penulis merancang sebuah sistem yang sederhana, namun dalam implementasinya dapat bermanfaat untuk membantu memberikan peringatan dini kepada pengguna jika terdapat asap dan api sehingga dapat menghindari terjadinya bahaya kebakaran. Rancangan prototipe alat deteksi dengan IoT, dilengkapi notifikasi alarm suara dan cahaya LED . ecara real-tim. , maupun notifikasi teks melalui Blynk App yang dapat digunakan di dalam rumah ataupun di bangunan sehingga dapat melakukan pemantauan serta deteksi adanya potensi bahaya kebakaran. METODE PENELITIAN Pada bagian ini dijelaskan mengenai model Prototyping, komponen perangkat keras, dan Internet of Things. Prototyping Penelitian ini mengacu pada paradigma Prototyping . yang meliputi: Communication, dimana developer mengidentifikasi syarat dan keperluan, . Quick plan, terkait dengan iterasi prototyping yang direncanakan secara cepat dan kemudian . Modeling Quick design, menyangkut representasi aspek-aspek software yang terlihat oleh pengguna . nd-use. , . Construction of prototype, terkait dengan konstruksi prototype, . Deployment Delivery and Feedback, terkait dengan evaluasi dan feedback untuk pengembangan selanjutnya. Iterasi terjadi dalam prototype untuk memenuhi kebutuhan stakeholders, dan untuk mendapatkan pemahaman mengenai apa yang perlu dilakukan. 2 Komponen perangkat keras alat deteksi dan IoT platform Sistem deteksi asap dan api dibangun oleh komponen-komponen elektronik yang kemudian terhubung dengan platform IoT, yang dijelaskan sebagai berikut. 1 Prototipe alat deteksi Prototipe alat deteksi terdiri atas komponen perangkat keras yaitu: Sensor asap (Smoke senso. Tipe sensor asap yang digunakan adalah sensor MQ2 yang cocok digunakan untuk deteksi tipe gas yang mudah terbakar. Sensor ini dapat mendeteksi H2. LPG. CH4. CO. Alkhol dan asap . Sensor MQ2 dapat mendeteksi lebih dari satu zat, namun dalam desain alat deteksi pada penelitian ini, sensor MQ2 secara khusus difungsikan untuk mendeteksi asap. Asap merupakan komponen gas yang terdiri atas karbondioksida (CO. dan karbonmonoksida (CO). Namun selain CO2 dan CO, asap hasil pembakaran juga mengandung metana (CH. dimana ketiga gas tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan . Sensor api (Flame senso. Tipe sensor api yang digunakan adalah KY-026 Flame Sensor Module . , yang dapat mendeteksi cahaya inframerah yang dipancarkan oleh api. KY-026 memiliki output digital dan analog serta potensiometer untuk pengaturan sensitivitas. KY-026 Flame Sensor Module memiliki tegangan operasi: 3. 3V Ae 5. deteksi panjang gelombang Inframerah 760 nm Ae 1100 nm. sudut deteksi sensor 600 dan dimensi: 1. 5 cm x 3. 6 cm. Sensor ini biasanya digunakan untuk sistem deteksi kebakaran. Mikrokontroler Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Mikrokontroler yang digunakan adalah jenis Wemos D1 Board . , yang di dalam boardnya memiliki module Wifi ESP8266. Dalam penelitian ini Wemos D1 Board digunakan sebagai komponen yang diprogram untuk fungsi deteksi asap dan api serta sebagai modul yang memproses data ke Blynk IoT plaform via jaringan internet. Wemos Board D1 dapat diprogram dengan Arduino IDE (Integrated Development Environmen. Light-emitting diode (LED) LED merupakan diode yang dapat memancarkan cahaya . Dalam desain alat deteksi. LED digunakan sebagai indikator, dimana jika ada asap dan api yang terdeteksi, maka LED dapat memancarkan cahaya. Buzzer alarm Buzzer . , digunakan sebagai alarm suara. Modul Buzzer memiliki piezo buzzer yang terhubung ke output digital dan akan mengeluarkan suara jika outputnya tinggi. Sumber daya . ower sourc. Sumber daya dari listrik digunakan untuk menunjang penggunaan prototipe alat deteksi yang telah dibuat. 2 Internet of Things (IoT) Kevin Ashton . mengemukakan konsep IoT yang menyebutkan bahwa AuIoT was refereed as the objects that are interoperable and exclusively identifiable and are connected with radio-frequency identification technologyAy . IoT juga telah didefinisikan oleh banyak peneliti. Dikutip dari literatur . , menyebutkan bahwa AuA global infrastructure for the information society enabling advanced services by interconnecting . hysical and virtua. things based on, existing and evolving, interoperable information and communication technologiesAy. Selanjutnya dalam referensi . IoT didefinisikan sebagai AuA concept: anytime, anywhere and any media, resulting into sustained ratio between radio and man aroundAy. Referensi . mengartikan IoT sebagai Aua dynamic global network infrastructure with selfconfiguring capabilities based on standard and interoperable communication protocols where physical and virtual AoThingsAo have identities, physical attributes, and virtual personalities and use intelligent interfaces, and are seamlessly integrated into the information networkAy. Evolusi dari IoT berkembang dari waktu ke waktu dan dimulai dari era Aupre-internet. Internet of Content. Internet of Services. Internet of People, dan. Internet of ThingsAy dengan berbagai teknologi yang menandainya seperti yang dijelaskan di Gambar. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Gambar 1. Evolusi Internet of Things Gambar 2. Blynk Internet of Things Dalam penelitian ini, selain membuat alat deteksi, dibuat pula sistem yang menunjang pengolahan data melaui platfrom IoT. Blynk dirancang untuk IoT, untuk pengontrolan perangkat keras jarak jauh, menampilkan data sensor, menyimpan data, data visualisasi dan lain-lain . Komponen utama dari Blynk terdiri atas Blynk App. Blynk Server dan Blynk Libraries. Blynk App digunakan untuk pembuatan antarmuka dengan widgets yang tersedia. Blynk Server mengatur relasi antara smartphone dengan perangkat keras. Blynk Libraries digunakan pada perangkat keras untuk pengaturan komunikasi ke Blynk Server dan digunakan dalam pemrosesan perintah masuk dan keluar. Gambar. 2 menunjukan arsitektur dari Blynk . HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian berikut, dijelaskan mengenai hasil desain dan implementasi sistem. 1 Desain Sistem Sistem deteksi asap dan api yang dirancang serta korelasi antara bagian dan komponen di dalamnya, secara umum dijelaskan sebagai berikut. input dari lingkungan di deteksi oleh sensor berupa asap dan api, sensor asap (MQ-. dan sensor api adalah dua sensor yang terkoneksi dengan mikrokontroler Wemos board, sensor mengirimkan input yang selanjutnya diproses di mikrokontroler. Wemos board merupakan jenis mikrokontroler yang diprogram dan memiliki modul Wifi ESP8266 yang dapat terhubung ke jaringan internet. Blynk App merupakan aplikasi yang digunakan untuk memantau alat pendeteksi asap dan api. Jika di tempat dimana alat pendeteksi terpasang, terdapat asap dan api yang terdeteksi maka pemberitahuan akan dikirimkan kepada pengguna melalui smartphone yang telah di setup dengan Blynk App. Secara detail, gambaran alur sistem deteksi, ditunjukkan oleh Gambar 3. Sistem yang dirancang dapat memberikan peringatan langsung melalui LED yang memancarkan cahaya dan Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 alarm yang berbunyi jika terdeteksi ada asap dan api. Namun untuk notifikasi pesan teks ke smartphone dapat berfungsi ketika alat deteksi maupun smartphone terhubung ke jaringan Gambar 3. Desain Sistem Deteksi Asap dan Api berbasis IoT Gambar 3. menunjukkan dua bagian dalam sistem deteksi asap dan api yang terbagi atas perangkat keras . ardware device. dan sistem IoT (IoT syste. Perangkat keras terdiri atas komponen-komponen yaitu mikrokontroler (Wemos Boar. , sensor asap . moke senso. , sensor api . lame senso. , indikator LED, alarm Buzzer, dan juga sumber daya listrik . ower sourc. Perangkat keras yang sudah di rangkai menjadi detektor asap dan api, dapat mengirimkan data ke Blynk Server lewat internet. Blynk server meneruskan data yang dikirimkan dari alat deteksi ke Blynk App yang telah di setup di smartphone Android. Dalam penelitian ini, bagian yang dikonfigurasi adalah di sisi Blynk Apps. Pengguna . dapat melihat notifikasi di smarphone melalui Blynk App. Ketika alat deteksi menangkap/mendeteksi input asap dan api dari lingkungan sekitar, maka notifikasi akan di teruskan ke Blynk App di smartphone user. User dapat mengecek notifikasi pemberitahuan mengenai indikasi adanya asap dan api yang terjadi di ruangan dengan cara mengecek status deteksi melaui smartphone. Gambar. 3 menunjukkan desain sistem deteksi asap dan api berbasis IoT dengan detail proses yang dijelaskan sebagai berikut: Sensor asap dan sensor api dalam keadaan aktif dan siap melakukan fungsi deteksi jika dalam ruangan terindikasi adanya asap dan api. Sensor asap dan sensor api terhubung ke mikrokontroler Wemos board yang merupakan komponen pengontrol yang melakukan fungsi pemrosesan data. Data yang diproses di triggered dari input yang terbaca oleh sensor asap dan sensor api. Selain sensor asap dan api, komponen seperti LED dan buzzer juga dikontrol oleh Wemos board. Dimana jika sensor mengirim input bahwa ada asap dan api, maka Wemos D1 board akan memproses data dan kemudian mengaktifkan indikator secara langsung melalui LED yang menyala dan buzzer yang membunyikan suara alarm jika ada tanda potensi bahaya kebakaran. Kode program yang dimasukkan di dalam Wemos D1, mengatur fungsi dari komponenkomponen . LED, dan Buzze. yang ada dan juga mengatur akses ke Blynk Libraries. Blynk Server dan Blynk App. Wemos D1 board, tidak hanya mengatur keseluruhan proses yang dilakukan oleh komponen perangkat keras, namun juga mengatur bagian koneksi dan komunikasi ke jaringan internet . alam hal ini komunikasi dengan Blynk Serve. tekait proses input dan juga output. Wemos D1 memiliki modul Wifi yang built-in di dalam board, sehingga dalam implementasinya Wemos D1 perlu untuk terhubung dengan wireless access point ke jaringan internet untuk dapat memproses data ke dalam Blynk Server. LED berfungsi sebagai indikator yang dapat memberikan indikasi langsung . i tempat dimana alat ditempatka. , ketika terdeteksi adanya asap dan api. Jadi jika ada orang yang Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 berada di dalam ruangan yang terindikasi ada asap dan api, maka orang tersebut dapat mengetahui jika ada potensi bahaya dari status indikator LED. Ada dua LED terhubung ke Wemos Board. LED yang pertama yaitu LED hijau, yang merupakan indikator alat deteksi aktif . alam kondisi ON) dan juga sekaligus indikator jika alat deteksi tidak mendeteksi asap dan api. LED yang kedua adalah LED merah, yang akan menyala jika terdeteksi adanya asap dan api. Kedua LED ini menyatu dengan komponen lainnya yaitu sensor dan alarm melalui Wemos Board. Alarm Buzzer terhubung ke Wemos Board, dan difungsikan sebagai notifikasi suara jika ada indikasi asap dan api. Buzzer dan LED dapat memberikan notifikasi baik melalui suara alarm yang berbunyi maupun cahaya yang dapat menyala. Perangkat keras pada alat deteksi, terdiri atas komponen-komponen elektronika (Wemos Board, sensor. LED, dan Buzze. , yang memerlukan sumber daya untuk dapat berfungsi. Sumber daya yang digunakan berasal dari listrik. Perangkat keras . ardware devic. yang telah dirakit, perlu terkoneksi dengan jaringan internet dalam hal ini secara khusus ke Blynk Server. Blynk Server mengatur komunikasi antara smartphone dan perangkat keras . lat deteks. Blynk sebagai IoT platform perlu di konfigurasi sesuai dengan perangkat keras yang dirancang, untuk dapat memproses setiap data yang di kirimkan mulai dari sensor ke mikrokontoler Wemos Board, dilanjutkan dengan pemrosesan di Blynk Server dan kemudian ke Blynk App di smartphone. Blynk App ter-instal di Android Smartphone user, dan perlu di setup di awal sesuai dengan program yang tersimpan di Wemos Board. Blynk App perlu diaktifkan dan terhubung ke Blynk Server melalui jaringan internet. Jadi dalam proses deteksi asap dan api, terdapat sinkronisasi pengolahan data antara input yand didapat dari sensor, program di Wemos Board, data yang diolah di Blynk Server maupun data yang terbaca di Blynk App. Output kepada penguna . , berupa pesan teks notifikasi jika terindikasi adanya potensi asap dan api di dalam Pesan teks tesebut dapat terkirim ke smartphone pengguna. Pengguna . dapat melihat, mengecek dan mengetahui adanya indikasi asap dan api, melalui Blynk App yang terinstal dan telah di konfigurasi secara khusus di smartphone. Dengan demikian, walaupun pengguna tidak berada di dalam ruangaan, maka dapat mamantau dan mendeteksi adanya potensi bahaya kebakaran. Sistem deteksi asap dan api ini dapat digunakan untuk sistem peringatan dini . arly warning syste. sebagai cara pencegahan bahaya kebakaran. 2 Implementasi Sistem Gambar. 4 merupakan implementasi perangkat keras prototipe detektor asap dan api. Gambar 4. menunjukkan komponen-komponen yang digunakan dalam prototipe sistem deteksi asap dan api yang terdiri atas mikrokontroler Wemos Board. MQ2 smoke sensor, flame sensor KY-026. LED indicators, alarm Buzzer, dan jumper wires. Gambar 4. menunjukkan prototipe alat deteksi . ang terhubung ke sumber listri. dalam kondisi aktif dan stand-by untuk melakukan fungsi pemantauan dan fungsi deteksi terhadap potensi bahaya kebakaran. Ketika prototipe alat mendeteksi adanya asap dan api, maka buzzer alarm membunyikan suara dan LED menyala, sehingga dapat memberikan peringatan langsung kepada orang yang ada di dalam rumah atau bangunan, mengenai adanya potensi bahaya kebakaran. Gambar. 5 menunjukan notifikasi berupa pesan teks: AuFlame Notify: Fire in the HouseAu yang diterima oleh smartphone yang telah di konfigurasi dengan Blynk App, saat prototipe alat mendeteksi adanya asap dan api. Pesan teks tersebut diteruskan ke smartphone pengguna, dengan tujuan memberikan informasi peringatan dini adanya indikasi potensi bahaya kebakaran. Berdasarkan pegujian akhir yang dilakukan pada prototipe alat maupun Blynk App, maka didapati bahwa sistem deteksi asap dan api yang dibuat dapat menjalankan fungsi deteksi dini potensi bahaya kebakaran, sesuai dengan tujuan awal penelitian. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Melalui sistem yang dirancang ini, ketika diimplementasikan maka diharapkan dapat menghindari dan mencegah terjadinya bahaya kebakaran di dalam rumah atau banggunan tertentu. Komponen perangkat keras . Prototipe detektor dalam kondisi aktif Gambar 4. Implementasi prototipe detektor asap dan api Gambar. 5 Notifikasi teks di Blynk App Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 KESIMPULAN Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: sistem deteksi asap dan api yang dirancang dapat menjalankan fungsi deteksi melalui konfigurasi prototipe detektor yang terhubung dengan platfrom IoT Blynk, input dari sensor asap dan sensor api yang terhubung ke mikrokontroler Wemos Board dapat diproses menjadi informasi berupa notifikasi secara real-time melalui alarm suara dan cahaya LED, sebagai peringatan terhadap asap dan api di dalam rumah atau bangunan tertentu sebagai indikasi adanya potensi kebakaran, notifikasi pesan teks peringatan dini mengenai potensi bahaya kebakaran, dapat dikirimkan ke smartphone yang telah di setup dengan Blynk App, sehingga walaupun tidak berada di lokasi, pengguna dapat memperoleh informasi adanya indikasi bahaya kebakaran. SARAN Saran pengembangan penelitian lanjutan yaitu: prototipe detektor dapat dikembangkan dengan menambah jumlah sensor asap dan sensor api untuk dapat menjangkau area yang lebih luas di rumah maupun di bangunan tertentu, merancang wadah . ase component. yang efisien untuk penempatan detektor, menambahkan platform IoT lainnya seperti Thingspeak sebagai fitur perekaman data di platform yang berbeda dan dianalisis hasil pengolahan datanya, mengembangkan prototipe detektor asap dan api yang terintegrasi dengan alat deteksi lainnya, seperti alat deteksi gas, alat kualitas udara, alat deteksi gerakan, alat deteksi suhu dan kelembaban, serta alat deteksi lokasi, untuk menghasilkan suatu detektor dengan fungsi deteksi yang kompleks. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Universitas Klabat yang telah memberi dukungan finansial terhadap penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA