Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH TADAH HUJAN PADA KELOMPOK TANI DI DESA SUNGAI ALAH KECAMATAN HULU KUANTAN Selvi Herawati1. Nariman Hadi2 dan Jamalludin2 Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIKS Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIKS ABSTRACT Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi padi dan untuk mengetahui efesiensi tekis dan ekonomis usahatani padi sawah tadah hujan. Metode analiss yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda fungsi coob-dounglas. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan. Berdasarkan hasil penelitian secara simultan faktor produksi berpengaruh secara signifikan terhadap produksi dengan uji F singnifikan sebesar 0,000 pada taraf nyata Nilai koefisien (R) yaitu sebesar 923% menujukkan hubungan faktor produksi terhadap produksi sangat nyata, koefisien determinasi (R. bernilai 85,1% hal ini menujukkan bahwa perentase sumbangan variasi luas lahan (X. , benih (X. , pupuk kandang (X3. , pupuk urea (X3. , pestisida (X. , tenaga kerja (X. secara serentak terhadap produksi sebesar 85,1% sedangkan sisinya 14,9% yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan kedalam model. Luas lahan berpengaruh nyata terhap produksi padi sawah tadah hujan, pupuk kandang, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh singnifikan terhadap produksi padi sawah tadah hujan. Secara teknis variabel luas lahan, pupuk kandang, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien secara teknis sedangkan benih tidak efisien secara teknis ekonomis variabel luas lahan belum efisien secara ekonomis, sedangkan variabel benih, pupuk kandang, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien secara ekonomis. Kata kunci: Faktor Produksi. Efesiensi Teknis dan Ekonomis. Padi Sawah Tadah Hujan ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING RICE PRODUCTION OF RAINFED RICE ON FARMING GROUP IN SUNGAI A VILLAGE. HULU KUANTAN DISTRICT ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the production factors that affect rice production and to determine the technical and economic efficiency of rainfed lowland rice farming. The analysis method used in this research is multiple linear regression analysis of the coob-dounglas function. This research was conducted for 4 months. Based on the results of the study simultaneously, the production factors have a significant effect on production with a significant F test of 0. 000 at the 1% real level. The coefficient (R) value of 923% shows the relationship between production factors and production is very real, the coefficient of determination (R. 1%, this shows that the percentage of contributions from land area variation (X. , seeds (X. , manure (X. , urea fertilizer (X3. , pesticides (X. , labor (X. simultaneously to production of 85. 1% while the side is 14. 9% which is influenced by other factors that are not included in the model. Land area has a significant effect on the production of rainfed lowland rice, manure, urea fertilizer, pesticides and labor have a significant effect on the production of rainfed lowland Technically, the variable of land area, manure, urea fertilizer, pesticide and labor is technically inefficient, while the seeds are technically inefficient, the variable of land area is not economically efficient, while the variables of seeds, manure, urea, pesticides and labor are not. economically efficient. Manure, urea fertilizer, pesticides and labor have a significant effect on the production of rainfed lowland Technically, the variable of land area, manure, urea fertilizer, pesticide and labor is technically inefficient while the seeds are technically inefficient, the variable of land area is not economically efficient, while the variables of seeds, manure, urea fertilizer, pesticides and labor are not economically efficient. Manure, urea fertilizer, pesticides and labor have a significant effect on the production of rainfed lowland Technically, the variable of land area, manure, urea fertilizer, pesticide and labor is technically inefficient while the seeds are technically inefficient, the variable of land area is not economically efficient, while the variables of seeds, manure, urea fertilizer, pesticides and labor are not economically efficient. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Keywords: Production Factors. Technical and Economic Efficiency. Rainfed Rice PENDAHULUAN Di Indonesia, sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan dan perekonomian Besarnya jumlah penduduk yang bekerja pada sektor pertanian didukung oleh lahan pertanian yang luas dan subur, dan faktor iklim yang mendukung. Hal ini dibuktikan sumberdaya alam tersebut yang menjadikan pertumbuhan perekonomian Indonesia sangat bertumpu pada perkembangan sektor pertanian. Adapun permaslahan pokok di subsektor pertanian tanaman pangan khususnya usahatani padi antara lain: . penguasa lahan semakin sempit karena peningkatan jumlah penduduk dan pewarisan lahan, . penciptaan terobosan teknologi usahatani padi untuk menigkatatkan produktivitas dan pendapatan petani semakin sulit, dan . petani menghadapi kendala teknis, sosial, dan ekonomi untuk mengembangkan komoditas padi yang lebih menguntungkan (Supriyati,. Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia perkebunan dan pertanian. Secara umum provinsi Riau memiliki potensi yang besar karena kondisi fisik lahan yang cocok untuk pengembangan komoditas pertanian khususnya Rp60,000 52,823. usahatani padi sawah. Sektor pertanian dalam proses produksinya memerlukan masukan seperti lahan, karena lahan merupakan salah satu aset terpenting untuk petani dalam berusahatani, tenaga kerja merupakan faktor produksi yang penting dan perlu diperhitungkan dalam proses produksi. Pupuk merupakan masukan input yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan produksi dan pestisida untuk mengendalikan berbagai hama dalam proses Kabupaten Kuantan Singingi merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Riau yang mempuyai wilayah pengembanggan pertanian sebagai sumber daya dengan luas areal persawahaan pada tahun 2015 adalah 11. Ha, dengan produksi 48. 681,66 ton dan produktivitas 4,31 Ton/Ha. Pada tahun 2016 luas lahan padi sawah di kuansing adalah sebesar 11, 177 Ha, dengan produksi 51. 986,09 produktivitas 4, 57 Ton/Ha. Pada tahun 2017 luas lahan padi sawah di Kabupaten Kuantan Singingi Sebesar 11, 698. Produksi 52,823,64 ton dengan Produktivitas sebesar 4, 48 Ton/Ha. ( Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, 2019 ). 47,669. Rp50,000 Rp40,000 31,079. Rp30,000 Rp20,000 Rp10,000 11,693 4,520 10,637 4,480 6,8254,480 Rp- Gambar 1. Luas Lahan. Produksi Dan Produktivitas Padi Sawah Di Kabupaten Kuantan Singingi (Dinas Pertanian Kabupaten Kuntan Singingi, 2. Kecamatan Hulu Kuantan merupakan salah satu Kecamatan yang mayoritas masyarakatnya bekerja pada sektor pertanian dan mempuyai luas lahan padi sawah seluas 199,65 Ha. Desa Sungai Alah sebagai salah satu Desa yang berada di Kecamatan Hulu Kuantan mempuyai luas lahan seluas 43,17 Ha dengan jumlah petani sebayak 129 orang. Luas areal ini tidak sebanding dengan hasil produksi yang dihasilkan. Dimana hasil produktivitas ratarata yang dihasilkan adalah 4,5 Ton/Ha pada tahun 2017. Tetapi hasil tersebut sulit dicapai Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 karnah adanya keadaan cuaca yang tidak menetu (Menurut UPTD Pertanian Kecamatan Hulu Kuantan 2017 ). METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilakukan selama 4 bulan mulai dari bulan November 2019 sampai bulan Februari 2020. Di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi pada kelompok tani padi sawah tadah Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive yaitu pemilihan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa persawahan yang berada di Desa Sungai Alah merupakan persawahan yang luas di Kecamatan Hulu Kuantan. fungsi Cobb-Douglas. Untuk mengestimasi faktor- faktor yang mempengaruhi output (Y), model Cobb-Douglas yang pantas dipakai, karena model ini merupakan model yang paling Untuk mencapai tujuan pertama dalam penelitian ini, maka model analisis yang digunakan, adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dengan persamaan sebagai Y= a b1 X1 b2 X2 b3 X3 b4 X4 b5 X5 ei Y = a0 (X1b1 X2b2 X31b31 X32b32 X33b33 X4 X5b. ei Untuk terhadap persamaan tersebut, maka diubahnya bentuk Log Linier Berganda dengan cara mentransformasika ke persamaan logaritme natural . LnY = Ln a Ln b1 X1 Ln b2 X2 Ln b3 X3 Ln b4 X4 Ln b5 X5 Ln ei LnY = Ln a0 B1 Ln X1 B2 Ln X2 B31 Ln X31 B32 Ln X32 B33Ln X33 B4 Ln X4 B5 Ln X5 ei Keterangan : = Produksi Padi Sawah (Kg/H. = Luas Lahan (H. = Penggunaan Benih (Kg/H. X31 = Penggunaan Pupuk Kandang (Kg/H. X32 = Penggunaan Pupuk SP36(Kg/H. X33 = Penggunaan Pupuk Urea(Kg/H. X34 = Penggunaan Pupuk NPK(Kg/H. = Penggunaan Pestisida (Rp/K. Penggunaan Tenaga Kerja (Rp/HOK/H. b1 Ae b5 = Parameter Penduga = Komponen Pengganggu = Konstanta Metode Penentuan Sampel Sistem pengambilan sampel pada masing-masing kelompok dilakukan sacara acak sederhana (Sistem Random Samplin. dengan mengambil 30% dari 129 orang populasi maka jumlah sampel yang di ambil sebanyak 40 orang responden dari 129 petani. Di Desa Sungai Alah terdapat 4 kelompok tani dengan jumlah anggota keseluruhan sebanyak 129 orang dengan sistem persawahan tadah hujan. Jenis dan Sumber Data Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder, data primer adalah data yang diambil lansung dari para petani padi sawah Tadah Hujan yang terpilih sebagai responden . , menggunakan daftar pertayaan . dan wawancara lansung dengan responden ( umur, pengalaman usahatani, pendidikan, tanggungan keluarg. , faktor-faktor produksi yang digunakan . uas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerj. , produksi, pendapatan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penelitian. Metode Tingkat Efisiensi Teknis Menurut Arif . Tingkat efisiensi teknis (ET) dari usahatani padi dianalisis dengan membandingkan besaran produksi di lapangan dengan besaran produksi yang dapat dicapai di daerah tersebut atau dapat dituliskan sebagai Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah tadah hujan di analisis menggunakan liner berganda fungsi cobb-douglas 2. Efesiensi teknis dan ekonomis mengunakan analisis secara matematik. Efesiensi Teknis = PM = Koefisien . Keterangan : Analisis Regresi Linear Berganda Model yang digunakan dalam penelitian ini menggambarkan hubungan antara input dan output dalam proses produksi dikenal dengan PM = 0 secara teknis Sudah efisien Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 PM > 0 Belum efisien secara PM < 0 Tidak efisien secara Pupuk Urea adalah pupuk kimia mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang Pupuk urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih yang digunakan petani sampel di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Pupuk NPK adalah adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan petani sampel di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Pupuk SP36 adalah merupakan pupuk tunggal yang memiliki fosfor yang cukup tinggi dalam bentuk P205 sebesar 36% dan terbuat dari batuan fosfat yang ditambang yang digunakan petani sampel di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Pestisida merupakan sejenis zat kimia yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama (L) Proses produksi yang digunakan petani sampel di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Jumlah tenaga kerja adalah banyaknya tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi selama satu kali musim tanam yang diukur dalam satuan hari orang kerja (HOK) yang Digunakan Petani Sampel di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Sistem irigasi desa adalah suatu bangunan irigasi yang sumber airnya berasal dari sawah-sawah irigasi teknis yang dibendung dan dikelola oleh masyarakat di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Benih adalah varietas padi yang digunakan petani dalam berusahatani padi sawah (K. di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Produksi adalah hasil atau output yang dihasilkan dari proses produksi padi sawah yang berbentuk Gabah Kering Giling (Kg/ Satu kali Produks. di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Faktor produki adalah faktor- faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah (Luas Lahan (X. Benih (X. Pupuk (X. Pestisida (X. dan Tenaga Kerja (X. di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Kelompok Tani orang petani atau peternak yang menghimpun diri dalam suatu kelompok Jika efisiensi teknis (ET) tidak sama dengan 1 maka produksi tidak dikatakan efisien. Akan tetapi jika ET = 1 maka produksi dikatakan Metode Tingkat Efisiensi Ekonomis Menurut Soekartawi . , efisiensi penggunaan faktor produksi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: . Efisiensi teknis, . Efisiensi alokatif, . Efisiensi ekonomis. Namun yang digunakan dalam penelitian ini adalah efisiensi Tingkat efisiensi ekonomis diperoleh bila turunan pertama dari faktor pendapatan bersih sam dengan nol. Dapat dituliskan sebagai A = Y . Py Ae X . Px Ae TFC yccyuU yccycU = PyyccycUAe Px = 0 yccycU = Py. MPPx Ae Px NPMx Ae Px = 0 NPMx NPM = Px atau ycEycu Konsep Operasional Konsep operasional mencakup semua batasan yang dipergunakan untuk mendapatkan data : Petani padi sawah adalah petani sampel yang melakukan usahatani padi sawah di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Sawah tadah hujan adalah persawahan yang tidak memiliki irigasi di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Luas lahan adalah besarnya areal tanam yang digunakan petani untuk melakukan usahatani padi selama satu kali musim tanam yang diukur dalam satuan hektar . di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Pupuk merupakan input yang diberikan agar tanaman padi tumbuh dengan baik (K. di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Pupuk olahan kotoran hewan, biasanya ternak, yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Pupuk kandang adalah pupuk organik, sebagaimana kompos dan pupuk hijau yang digunakan petani sampel di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 karena memiliki keserasian dalam tujuan, motif, dan minat. Kelompok tani dibentuk berdasarkan surat keputusan dan dibentuk dengan tujuan sebagai wadah komunikasi antar petani di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Umur adalah usia petani yang menjadi objek dalam penelitian (T. di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Pendidikan adalah tingkat pengetahuan petani (T. di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan Biaya total adalah total biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total diukur dalam satuan (RP) di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Biaya tetap adalah biaya yang relatif tetap jumlahnya dalam memproduksi padi sawah (Kg/H. di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Biaya variabel adalah biaya yang besar kecilnya akan mempengaruhi produksi, misalnya ingin produksi tinggi maka pupuk perlu ditambah (Kg/H. di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Efesiensi teknis adalah penggunaan faktor produksi yang optimal untuk menghasilkan produksi yang maksimal di Desa Sungai Alah Kcamatan Hulu Kuantan. Efesiensi ekonomis adalah penggunaan faktor optimal untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. (X. 0,200, pupuk NPK (X. 0,000, pestisida (X. 0,038 dan tenaga kerja (X. 0,200. Karena signifikasi untuk seluruh variabel besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa populasi data produksi, luas lahan, beni, pupuk kandang, pupuk SP36, pupuk urea, pupuk NPK, pestisida dan tenaga kerja berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan liner atau variabel indenpenden . uas lahan, benih, pupuk SP36, pupuk Urea, pupuk NPK, pestisida dan tenaga kerj. dalam medel regresi. Maslah multicolinierity pada sutau model menjadi sangat serius jika nilai VIF lebih besar dari 10 sedangkan jika lebih kecil dari 10 dianggap tidak serius (Rasyidin et al, 2. dilakukan pada luas lahan VIF Lebih besar dari 10 maka dilakukan spesifikasi model terjadi multikolinierity maka pada model penelitian dikeluarkan pada model hasil uji dan spesifikasi 11 coefficients hasil dari model regresi masi ditemukan lagi masalah multikoliniaritas. Dapat dilakuan lagi spesifikasih model kedua pada pupuk NPK (X. Setelah dilakukan spesifikasi model pada pupuk NPK maka. Diperoleh nlai VIF luas lahan (X. , benih (X. , pupuk Kandang (X. , pupuk urea (X. , pestisida (X. dan tenaga kerja (X. semua nilainya sudah kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik ASUMSI KLASIK Uji asumsi klasik dilakukan jika kita engguakan model analisi regresi berganda dengan mengunakan data sekunder dan time series. Model regrsesi liner berganda harus memiliki syarat asusi klasik yang memenuhi. Uji Linieritas Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel atau lebih mempuyai hubungan yang liner atau tidak sacara Hubungan dua vaiabel atau lebih dikatakan linear bila signifikasih kurang dari 0,05. Hasil uji linieritas dapat kita lihat pada output Anova Table. Dapat diketahui bahwa siginifikasi pada linearity sebesar 0,000. Karena signifikasi kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel Produksi luas lahan(X. , benih (X. , pupuk kandang (X. , pupuk Urea (X33 pestisida (X. , tenaga kerja (X. terdapat hubungan yang linear. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan unt mentahui apakah pulasidata berdistribusi normal atau Uji ini biasanya digunakan untuk mengukur data berskla ordinar,interval atau pun rasio, jika analisis menggunakan metode pramitik mkaa persyaratan normallitas harus terpenuhi, yaitu data bersal dari distribusi nilai signifikasi untuk produksi,luas lahan (X. 0,019, benih (X. 0,013, pupuk kandang (X. 0,009, pupuk SP36 (X. 0,200, pupuk urea Uji Autokorelasi Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Uji autokorelasi adalah keadaan dimana terjadinya korelasi antara rasidual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi yang terjadi persaratan yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi pada model regresi. Untuk digunakan uji Durbin-Watson . ji DW) dengan ketentuan sebagai berikut :1. Jika DW lebih kecil dari dl atau lebih besar dari . -d. , maka hipotesisi no ditolak, yang berarti terdapatat jika DW terletak antara du dan . -d. , maka hpotesis nol diterima, yang berarti tidak ada autokorelasi. Jika DW terletak antara dl dan du atau di antara . -d. -d. , maka tidak menghasilkan kesimpulan yang Nilai Durbin-Watson sebesar 1,750. Karena nilai DW terletak di antara DU dan 4-DU atau DU. Benih memiliki nilai produk marjinal (PMX. sebesar -22,11 ini berarti bahwa penggunaan benih oleh petani telah berlebih dan tidak efisien, karena produk marjinalnya kecil dari nol (-22,11<. Pengunaan pupuk kandang memiliki nilai produk marjianal (PMX. sebesar 22,85 ini berarti jumlah pupuk kandang yang dialokasikan oleh petani belum efisien karena produk marjinalnya lebih besar dari nol . ,85 >. pupuk urea yang dialokasikan harus dikurangi Penggunaan pupuk urea memiliki nilai produk marjina (PMX. sebesar 17,58, ini bearti jumlah penggunaan pupuk urea yang dialokasikan oleh petani belum efesien karena nilai produk marjinalnya besar dari nol . ,58>. Pestisida memiliki nilai produk marjinal (PMX. sebesar 9,611, ini berarti jumlah pestisida yang dialokasikan petani belum sfesien secara teknis karena nilai produk marjinalnya besar dari nol . ,611>. Pupuk Urea Secara parsial pupuk urea memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produksi padi sawah tadah hujan di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Dengan nilai thitung = 0,646 dengan p = 0,523 (O 0,. dan nilai b3X3. 3 = 17,58, yang berarti jika variabel pupuk urea mengalami penambahan 1 kg maka akan menyebabkan kenaikan produksi padi sawah tadah hujan di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan sebesar 17,58 kg. Hal ini disebabkan kegunaan pupuk urea akan memperbaiki tekstur tanah menjadi lebih subur adapun anjuran penggunaan pupuk organik 150 kg/ha. adupun anjuran pengunaan pupuk urea 200 kg/ha. Pestisida Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Tenaga kerja memiliki nilai produk marjinal (PMX. sebesar 11,514, ini bearti penggunaan tenaga kerja oleh petani belum efesien secara teknis karena produk marjinalnya lebih besar dari nol . ,514>. untuk mencapai efisiensi ekonomis maka jumlah pengunaan pestisida harus dikurangi, karena penambahan pestisida akan menyebabkan berkuranganya produksi yaitu setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan untuk pestisida akan mengurangi pendapatan sebesar 0,549, karea pegunaan pestisida sudah berlebih. Ini berarti secara ekonomis pngunaan pestisida tidak efesien karena nilai raso yang diperoleh lebih kecil dari satu . ,549<. Rasio antara nilai produk marjial teaga kerja (NPMX. dengan harga X. Px sebesar 0,016 untuk emncapai efesiensi teknis ekonomis maka julam tenaga kerja harus dikurangi, karena penambahan jumlah tenaga kerja akan menyebabkan berkuranya produksi yaitu Rp. biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja akan mengurangi pendapatan sebesar 0,016 karean penggunaan tenaga kerja sudah berlebih. Ini berarti secara ekonomis penggunaan tenaga kerja tidak efisien karena nilai rasio yang diperoleh lebih kecil dari satu . Dari uraian sebelumnya maka secara umum dapat diartikan bahwa pengunaan faktor produksi oleh petani sampel belum efesien secara ekonomis, dengan demikian secara ekonomis, maka hipotesis 3: Ha yang menyatakan bahwa pengalokasian faktor prouduksi oleh petani belum mencapai tingkat efisien secara ekonomis dapat diterima dan hipotesis 3 : Ha ditolak. Efesiensi Ekonomis Rasio antara produk marjinal luas lahan (NMP X. dengan harga X. Px adalah sebesar 34,459 rasio ini memiliki makna bahwa setiap 1 Rp biaya yag dikeluarka untuk luas lahan akan menambah produksi sebesar 33,459 karena luas lahan masi perlu ditambah. Hal ini secara ekonomis belum efisien karena nilai rasio yang diperoleh labeih besar dari 1 . ,459>. Rasio antara nilai produk marjinal benih (NPMX. dengan harga X. Px adalah sebesar 2,389 untuk mencapai sfesiensi teknis ekonomis maka jumlah penggunaan benih harus , karena penambahan penggunaan produksi yaitu Rp. 1 biaya yag dikeluarka untuk benih akan mengurangi pendapatan sebesar 2,389 karena penggunaan benih sudah berlebih. Ini berarti secara ekonomis penggunaan benih tidak efisien karena nilai rasio yang diperoleh lebih kecil dari satu (-2,389<. Rasio antara nilai produk marjinal pupuk kandang (NPMX3. 1 ) dengan harga X,Px adalah sebesar 0,223 untuk mencapai efesien teknis ekonomis maka jumlah penggunaan pupuk kandang harus dikurangi, karena penambahan menyebabkan berkurangnya produksi yaitu Rp. biaya yang dikeluarkan untuk pupuk kandang akan mengurangi pendapatan sebesar 0,223 karena penggunan pupuk kandang sudah Ini penggunaan pupuk kandang tidak efisein karena nilai rasio yang diperoleh lebih kecil dari satu . ,223<. Rasio untuk pengunaan pupuk urea (NPMX3. denan harga X. Px sebesar 0,027 untuk mencapai efesien teknis ekonomis maka jumlah penggunaan pupuk urea harus dikurangi, karena penambahan penggunaan pupuk urea akan menyebabkan berkurangnya produksi yaitu Rp. 1 biaya yang dikeluarkan untuk pupuk urea akan mengurangi pendapatan sebesar 0,027 karena penggunan pupuk urea sudah berlebih. Ini berarti secara ekonomis penggunaan pupuk urea tidak efisein karena nilai rasio yang diperoleh lebih kecil dari satu . ,027<. Rasio (NPMX. dengan harga X. Px sebesar 0,547 KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah tadah hujan Di Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan, maka dapat disimpulkan bahwa Besarnya pengaruh faktor produksi yaitu uas lahan b1x1 yaitu sebesar 3018,475, artinya setiap penambahan luas lahan akan menyebabkan produksi sebesar 3018,475. Nilai koefisien regresi variabel benih x2b2 sebesar -22,11, artinya setiap peningkatan 1 kg benih akan produksi sebesar 22,11 kg. Nilai koefisien pupuk kandang b3x3. 1 adalah sebesar 22,85, artinya setiap peningkatan 1 kg pupuk kandang akan menyebabkan kenaikan produksi sebesar 22,85 kg. Nilai koefisien pupuk urea b3x3. 3 sebesar 17,85, artinya setiap peningkatan 1 kg pupuk urea akan menyebabkan kenaikan sebesar Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 17,85 kg. Nilai koefisien pestisida b4x4 sebesar 9,6111 artinya setiap peningkatan 1 kg pestisida akan menyababkan peningkatan produksi sebesar 9,611 kg. Nilai koefisien tenaga kerja b5x5 sebesar 23,73 yang artinya setiap peningkatan tenaga kerja akan menyebakan kenaikan produksi sebesar 23,73 kg. Secara teknis variabel luas lahan, pupuk kandang, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien dan perlu ditingkatkan sedangkan benih tidak efisien secara teknis dan perlu dikurangi. Secara ekonomis variabel luas lahan belum efisien secara ekonomis, sedangkan variabel benih, pupuk kandang, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien secara ekonomis. Untuk pemerintah daerah Kabupaten Kuantan Singingi terutama Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan agar lebih pengeluaran dalam bidang pertanian. Sehingga bisa mensejahterakan para petani, terutama petani padi secara merata pada tiap desa yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi. Untuk petugas penyuluh pertanian, agar lebih intensif memberikan penyuluhan, bimbingan dan pengetahuan. Khususnya bagi petani padi agar lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil produksinya. DAFTAR PUSTAKA Arif. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Surabaya Usaha Nasional Diaset dari http//CandrZulisman. Blogspot,com. Soekartiwi. Agribisnis Teori dan Aplikasihnya. Raja Grafindo Perseda Jakarta. Soekartiwi. Analisis Usahatani. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Saran