Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi PENGARUH FINANCIAL DISTRESS. DAN OPINION SHOPPING TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN DENGAN KOMITE AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI Cornelius Tona Manik1 *Universitas Sultan Ageng Tirtayasa *corneliustona@gmail. Muhamad Taqi2 *Universitas Sultan Ageng Tirtayasa * Muhamad. taqi@untirta. Denny Susanto3 *Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Denny9682@gmail. Revisions Required 2024-05-31 | Accept Submission 2024-06-22 An elaboration going concern audit opinion is submitted by the personal auditor if each effort is interpreted as having a direct business. The target of this study is to test the effect of opinion shopping & financial distress on the audit committee's obtaining going concern audit opinion in order to moderate it. Quantitative type study also secondary information, namely annual information on mining companies on the IDX from 2017 - 2021. The total sample was 23 individuals using purposive sampling. use of logistic regression analysis & Moderated Regression Analysis from IBM SPSS 25. The conclusion is that financial distress & opinion shopping have a bad effect on obtaining going concern audit opinions. because the moderation element is that the audit committee cannot moderate the effects of both in obtaining a going concern audit opinion. Keywords: Financial Distress. Opinion Shopping. Audit Committee. Going Concern Audit Opinion PENDAHULUAN Auditor mengeluarkan opini going concern tentang kelangsungan kehidupan sebuah perusahaan guna mengulas apakah terdapat kesangsian mengenai keahlian perusahaan guna menjaga keberlangsungan Opini going concern berupa hal yang vital bagi pemangku kepentingan untuk mengambil suatu keputusan. Berdasarkan status dan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Auditor mempunyai peran independen guna menilaikan keahlian perusahaan guna menjaga operasinya (Abbas et al. , 2020, . Pendapat ini seharusnya memberikan indikasi kepada mereka yang menggunakan laporan keuangan tentang buruknya kelangsungan hidup perusahaan sebelum terjadinya bangkrut. Selain itu, auditor perlu menunjukkan dengan jelas keberlangsungan kehidupan bisnis . oing concer. hingga setahun berikutnya sesudah CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi laporan (Effendi, 2019, . Namun, terkadang auditor masih memiliki keraguan dalam menggunakan peringatan kelangsungan usaha sebagai peringatan dini dalam praktiknya. Fenomena audit going concern tampaknya telah muncul pada perusahaan perbankan Indonesia sejak tahun 1995, yakni runtuhnya Bank Summa. Salah kliring terjadi karena tidak dapat mencairkan kertas perdagangan, promes, dan surat utang lainnya yang dijamin oleh Bank Summa senilai Rp 70 Fenomena lain terjadi pada perusahaan pertambangan yaitu kerugian yang dialami PT Ratu Prabu Energi Tbk selama tiga tahun berkala, yang diaudit dan mendapat opini audit going concern sejak 2019-2021. Hal serupa juga terjadi pada perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk dengan liabilitas jangka pendek melebihi total aset lancar dan defisit Akibatnya, auditor memberikan opini audit yang masih menjadi perhatian pada perusahaan tersebut. Selanjutnya, terdapat perusahaan di bidang tambang yang delisting di BEI karena memperoleh opini audit, dimana berupa PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus perusahaan pertambangan BORN pada 20 Januari 2020 karena kondisi yang secara signifikan menghambat kemampuan emiten tersebut untuk melanjutkan operasinya. Berdasarkan kejadian-kejadian ini, jelas bahwa opini ini diperlukan guna mempercepat penyelamatan bisnis yang dilanda ketidakpastian mengenai kemampuan mereka untuk melanjutkan operasi dan untuk memberi AusinyalAy kepada pengguna laporan keuangan supaya bisa melaksanakan putusan yang benar maka bisa membagikan provit pada pihak yang Dimana financial/nonfinancial diasumsikan bisa mendampaki opini audit going concern. Standar Audit (SA) 570 tahun 2021 menyebutkan bahwa ada beberapa kondisi suatu entitas yang dinyatakan mengalami kesangsian secara signifikan untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya . oing concer. Kondisi tersebut adalah salah satu dari banyak rasio keuangan yang buruk yang menunjukkan kesulitan keuangan. Ketika suatu perusahaan atau korporasi memiliki rasio keuangan yang buruk atau mengalami masalah keuangan, hal ini dapat mengganggu aktivitas operasional dan menyulitkan kelangsungan usaha. Opini audit sangat mungkin diterima himpunan yang menghadapi konflik keuangan. (Wenny, 2022. Pada penelitian sebelumnya, terdapat inkonsistensi hasil yang menyebabkan variabel ini layak untuk diteliti kembali. Studi yang dilakukan oleh Izazi dan Arfianti . 9, . menemukan bahwa diterimanya opini audit going concern didampaki signifikan atas kesusahan financial. Di sisi lain, penelitian Wahyudi dkk. 2, . bertentangan dengan hal ini, menemukan bahwa kesulitan keuangan suatu perusahaan tidak berdampak pada dikeluarkan atau tidaknya opini audit going concern. Pertimbangan mempengaruhi apakah opini audit ini diterima atau tidak ialah biaya opini. Melalui asumsi SEC/Securities Exchange Commission, opinion shopping adalah tindakan yang dilaksanakan perusahaan untuk menelusuri auditor yang akan mendorong strategi akuntansi yang digunakan manajemen guna meraih targetnya. Sebuah entitas yang melakukan tindakan ini pada umumnya untuk meghindari opini audit ini. Ini berpotensi pada himpunan guna mempekerjakan berbagai auditor yang dapat memberikan hasil yang sesuai dengan harapan manajemen. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa opinion shopping dapat mempengaruhi hasil audit mengenai going concern. Selaras pada kajian Analia dan Puspaningsih . 0, . yang menunjukkan bila pembelian opini atau belanja opini dapat berdampak positif pada penerimaan opini audit yang sedang Di sisi lain, temuan tersebut CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi bertolak belakang dengan temuan Febriyanti dan Mujiyati . 1, . yang membuktikan bahwa belanja opini atau opinion shopping tidak berefek pada diperolehnya opini audit. Pengkajian pengkajian Simamora dam Hendarjatno . 9, . Ada penambahan variabel financial distress dan variabel moderasi, komite audit, yang membedakan penelitian ini dari penelitian sebelumnya. Komite audit menaikan peran audit eksternal/internal juga mengembangkan mutu data financial, yang menjadi alasan mengapa mereka digunakan sebagai variabel moderasi (Tandungan dan Mertha, 2016, . dan alasan penambahan variabel fiancial distress dikarenakan masih terdapat banyak inkonsistensi hasil penelitian mengenai pengaruh variabel ini pada opini audit going concern serta atas saran dari peneliti terdahulu. Perbedaan selanjutnya yakni terletak pada objek yang diteliti. Pengkajian ini mengacu terhadap perusahaan Alasan diambilnya perusahaan ini sebab maraknya kasus opini audit going concern serta perusahaan pertambangan belakangan ini sedang mengalami kerugian yang diakibatkan pandemi COVID-19. KAJIAN PUSTAKA PENGEMBANGAN HIPOTESIS DAN Dampak Financial Distress Pada Penerimaan Opini Audit Going Concern Menurut teori keagenan, asimetri informasi muncul saat kepentingan principal & agen berbeda. Akibat kurangnya mengungkapkan informasi keuangan yang tidak akurat. Sehingga data financial yang dibentuk manajemen perlu dievaluasi dan diperiksa oleh pihak ketiga yang independen agar data financial tersebut berkualitas tinggi. Kesehatan finansial merupakan salah satu tolak ukur kesejahteraan suatu perusahaan (Izazi. Rizka Indri Arfianti, 2019. Financial distress ialah sebuah keadaan suatu perusahaan terjadi kesusahan financial yang diakibatkan adanya kerugian dalam jangka beberapa tahun secara beruntun. Financial distress yang dialami perusahaan pastinya bisa mendampaki auditor untuk memberi opini auditor going concern. Menurut Puspita . bila perusahaan merasakan kesusahan financial berarti bila perusahaanya tidak bisa mencukupi utangnya. Melalui penjabaran tersebut, diusulkan hipotesis awal berupa: H1: Financial Distress berdampak negatif pada penerimaan Opini Audit Going Concern. Dampak Opinion Shopping Pada Penerimaan Opini Audit Going Concern Opinion Shopping terkait erat dengan konsep teori keagenan yang menjabarkan bila terdapatnya perbandingan keperluan antar pihak yang membagikan mandate serta yang Adanya asimetris informasi ini memicu pihak agent melakukan apapun untuk mendapatkan penilaian yang baik dari principal atas kinerja yang dilakukan oleh agent atau manajemen yang salah satunya adalah dengan melakukan opinion shopping. Melalui asumsi SEC/Securities and Exchange Commission, opini shopping ialah proses mencari auditor yang ingin mendorong tindakan manajemen terhadap akuntansi guna meraih target perusahaan. Praktik kegiatan ini dapat membuat pelaporan tidak andal dan laporan keuangan tidak kredibel, yang akan berdampak pada keputusan investasi investor. Tujuan dari praktik ini yakni untuk memanipulasi perolehan keadaan/operasi financial secara harapan mendapatkan opini unqualified opinion dari auditor. Selain itu, dalam situasi ini, manajemen diminta untuk mengganti auditor bila perusahaan mungkin memperoleh opini going concern. Selaras CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi pada pengkajian Simamora dan Hendarjatno . 9, . menjabarkan bila opinion shopping berefek terhadap diterimanya opini audit going concern. Melalui penjabaran tersebut, bisa diusulkan hipotesis berikutnya H2 : Opinion Shopping berdampak negative pada penerimaan Opini Audit Going Concern. Komite Audit Memoderasi Dampak Financial Distress Pada Penerimaan Opini Audit Going Concern Ada asimetris informasi sebab ada perbedaan keperluan antar pimpinan serta agen, menurut teori keagenan. Adanya asimetris informasi ini memicu pihak agent melakukan apapun guna melaksanakan tindakan manipulasi informasi keadaan perusahaan yang mana salah satunya adalah kondisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, menjembatani permasalahan pada pihak principal dengan pihak agent. Auditor dan komite audit adalah pihak independen Komite yang dibuat dewan komisaris guna memantau dikelolanya perusahaan dikatakan komite audit. Melalui Pasal 7 . OJK 55/POJK. 04/2015 Acuan Penyelenggaraan & Dibentuknya Kerja Komite Audit, peserta komite audit harus memiliki setidaknya 1 . anggota yang berpendidikan dan berpengalaman dalam Komite audit yang mencakup individu yang mempunyai pendidikan serta keahlian disektor akuntansi diinginkan bisa melaksanakan pemantauan yang optimal. Diharapkan komite audit juga dapat membantu dalam tugas mengkelola serta mengawasi juga berupaya maksimal guna Sehingga himpunanya yang mempunyai komite audit yang kompeten bisa meminimalisir total perusahaan yang menghadapi masalah financial (Nuresa dan Hadiprajitno, 2013, . Dengan demikian, komite audit dapat berperan dalam mengatasi permasalahan kondisi perusahaan yang berdampak pada keberlangsungan bisnis perusahaan tersebut. melalui penjabaran tersebut, diusulkan hipotesis berupa: H3 : Komite Audit bisa memoderasikan dampak Financial Distress pada penerimaan Opini Audit Going Concern. Komite Audit Memoderasi Dampak Opinion Shopping Pada Penerimaan Opini Audit Going Concern Ada asimetris informasi karena hubungan antara pemimpin dan agen, yang memiliki perbedaan kepentingan, menurut teori keagenan. Adanya asimetris informasi ini memicu pihak agent untuk menyembunyikan suatu informasi dari pihak principal. Dengan demikian, pihak agent akan melakukan apapun untuk mendapatkan penilaian yang baik dari principal atas kinerja yang dilakukan oleh pihak agent yang mana salah satunya adalah dengan melakukan opinion shopping. Melalui SEC, opinion shopping ialah proses mencari auditor yang ingin mendorong cara manajemen memperlakukan akuntansi guna meraih target perusahaan. Salah satu tujuan dari praktik ini ialah memalsukan mendapatkan opini unqualified opinion dari Maka dalam hal ini, diperlukan pihak yang independen agar dapat mengatasi atau menghindari praktik ini. Pihak independen itu adalah auditor dengan bantuan komite audit yang dibuat dewan komisaris & bertanggung Pengkajian yang diselenggarakan Melvin dan Nurdinah . 2, 3. menjabarkan bila komite audit dapat memoderasi pengaruh opinion shopping pada diterimanya opini audit going concern. Dimana komite audit melemahkan dampak CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi opinion shopping pada diterimanya opini audit tersebut, yang mana menandakan bila komite audit dengan pengawasan dan kontrol terhadap kinerja manajemen membuat praktik opinion shopping dapat dihindari. Melalui penjabaran tersebut, diusulkan hipotesisnya H4 : Komite audit memoderasikan dampak opinion shopping pada penerimaan opini audit going concern. Financial Distress Opinion Shopping (-) Opini Audit Going Concern (-) Komite Audit Gambar 1. Model Penelitian METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Pengkajian ini bermetode asosiatif kuantitatif, yang berarti percobaan terhadap dampak/kaitan sebagian variabel. Populasi dan Sampel Pengkajian ini berpopulasi pelrulsahaan yang beroperasi di bidang pelrtambangan serta telrcatat di Bulrsa Elfelk Indonelsia (BElI) ulntulk masa waktul 2017-2021. Adapuln pelmilihan jangka waktul lima tahuln gulna mellihat konsistelnsi pelngarulh antar masing-masing variabell selrta dapat melngeltahuli keljadian relal dalam waktul delkat. Prosels pelneltapan sampell dilakulkan mellaluli meltodel pulrposivel sampling. Adapuln kritelria yang digulnakan yakni: Pelrulsahaan terverifikasi di BEI sejak 2017-2021. Pelrulsahaan melmpulblikasikan laporan tahunan . nnulal relpor. selcara lelngkap yang pengamatan, yakni periode 2017-2021 juga ada data auditor independen atas data financial perusahaan. Perusahaan pertambangan yang terjadi laba negatif atau kerugian pada periode laporan keuangan selama tahun pengamatan, yakni periode Teknik Pengumpulan Data Guna pengkajian ini bermetode studi pustaka yang dilaksanakan secara menghimpun, menelusuri serta mengkelola data yang bersumber melalui perolehan pengkajian sebelumnya, teori serta jurnal yang berhubungan pada topik lalu pengkajian ini memakai dokumentasi guna menganalisa informasi perusahaan ialah mencakup data financial tahunan yang sudah di audit oleh auditor untuk perusahaan tambang di Indonesia tahun 2017Ae Operasional Variabel Opini Audit Going Concern (Y) Auditor mengeluarkan opini going kehidupan sebuah perusahaan, yang mengulas apakah terdapat ciri kesangsian mengenai keahlian perusahaan guna bertahan. Opini ini juga dikenal sebagai opini audit wajar tanpa terkecuali secara pernyataan penjelas, yang ada di laporan auditor independen yang terdapat dalam laporan tahunan tahunan Berdasarkan pada penelitian Simamora dan Hendarjatno . 9, . Variabel dummy digunakan untuk mengukur variabel ini. Himpunan yang memperoleh opini audit going concern dibagikan nilai 1 serta yang tidak memperolehnya dibagikan CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi Financial Distress (X. Kondisi keuangan sebuah perusahaan diukur dengan tingkat kesehatannya. Tingkat kesehatan yang baik atau buruk dapat diukurkan secara memakai Z-score model Altman: Komite Audit (Z) Komite ini dibuat dewan komisaris guna mengkelola perusahaan (Febriyanti & Mujiyati, 2021, . Total pesertanya dibagi pada total dewan serta dikali 100% (Sulistya & Sukartha, 2013, . Bisa diamati rumusanya berupa: Oc yaycuyciyciycuycyca yaya Oc yayceycycaycu yaycuycoycnycycaycycnyc Keterangan: X1 = Jumlah Assets/ Working Capital X2 = Jumlah Assets/ Retained Earnings X3 = Earnings Before Interest and Taxes/Total Asse X4 = Book Value of Equity/Book Value of Debt Jika Z kurang dari 1,10, perusahaan tersebut dimasukkan ke dalam zona bangkrut. jika Z diatas 1,10 serta dibawah 2,60, perusahaan ini dimasukkan kezona grey area, di mana tidak jelas apakah perusahaan tersebut sehat atau tidak. Bila Z diatas 2,60, perusahaan tersebut dimasukkan ke dalam zona sehat (Suci & Pamungkas, 2022, . Teknik Analisis Data Pengkajian berpendekatan kuantitatif secara analisis regresi logistik, analisa statistik deskriptif, serta analisa regresi moderasi pada variabel Pengolahan informasi untuk teknik analisa datanya memakai software IBM SPSS Statistik 25. Opinion Shopping (X. Salah satu metode untuk menemukan auditor yang dianggap memiliki kemampuan guna mendorong prosedur akuntansi yang dibutuhkan manajemen guna mencukupi target penginformasian yang diinginkan perusahaan adalah dengan melakukan Praktik ini dilakukan saat himpunan memperoleh opini audit going concern dan ditahun berikutnya berusaha mendapatkan opini yang optimal dengan cara mencari pengganti auditor sebelumnya. Variabel ini diukur mengacu pada penelitian Simamora & Hendarjatno . 9, . memakai dummy secara membagikan nilai 1 guna himpunan sektor pertambangan yang melaksanakan pengubahan auditor serta 0 guna yang tidak melaksanakan perubahan auditor. Analisis Statistik Deskriptif Analisa ini menampilkan penjabaran informasi melalui standar deviasi, mean, maksimum-minimum & varian. Terdapat perolehan ujinya berupa: yaya = HASIL DAN PEMBAHASAN Pengkajian ini populasinya mencakup 48 kelompok bidang pertambangan yang terverifikasi di BElI. Dalam pelnellitian ini sampell diambil dari popullasi melnggulnakan telknik pulrposivel sampling. Adapuln prosels elliminasi sampell belrdasarkan kritelria pulrposivel sampling yang tellah diteltapkan. Julmlah pelrulsahaan yang dijadikan sampell yakni selbanyak 23 pelrulsahaan delngan pelriodel pelnellitian sellama 5 tahuln. Sampell akhir yang telrkulmpull yakni selbanyak 115 data obselrvasi. Tabel 1. Hasil Analisa Statistik Deskriptif CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi Sumber : Data Output SPSS . Uji Kelayakan Model (Goodness of Fit Tes. Guna menetapkan apakah data empiris selaras pada model pengkajian, pengujianya dilaksanakan memakai chi square. Model yang dianggap fit bila tidak terdapat perbandingan model/data maka diasumsikan fit (Ghazali, 2016, . Jika nilai Goodness of Fit Statistics Lemeshow & Hosmer melampaui 05. Ho tidak ditolak. Ini menunjukkan bila model bisa menduga nilai yang diamati, begitu juga sebaliknya. Hasil uji kelayakan tiap model tercantum ditabel berupa: Tabel 2. Hasil Uji Kelayakan Model 1 Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sig. Sumber: Data Output SPSS . Tabel 3. Hasil Uji Kelayakan Model 2 Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sig. Sumber: Data Output SPSS . Tabel 2 menampilkan chi-squared 8,559 secara sign 0,381, dan tabel 3 menampilkan bila chi-squared 9,878 secara sign 0,274. Dimana menampilkan bila sig. diatas 0,05, maka kedua model regresi yang dipakai diterima. Uji Keseluruhan Model (Overall Model Fi. Uji ini guna mengulas keselarasan model pada data statistic, ujinya dilaksanakan secara membedakan -2log potensi pada awal 0 dengan -2log potensi di blok 1. Dalam model regresi, bila -2 LL pada awal . lok nomor = . lebih besar dari -2 LL pada akhir . lok nomor = . atau menurun, itu menunjukkan hasil yang baik. Sebaliknya, apabila nilai -2 LL pada akhir . lok nomor = . lebih rendah dari -2 LL pada awal. Hasil uji model keseluruhan untuk data penelitian model 1 disajikan ditabel Tabel 4. Block Number = 0 Iteration Historya,b,c Iteration Step 0 -2 Log likelihood Coefficients Constant Sumber: Data Output SPSS . Tabel 5. Block Number = 1 Iteration Historya,b,c,d Coefficients -2 Log Const Financial Opinion Distress Shopping Iteration Step 1 Sumber: Data Output SPSS . Jumlah blok = 0 . lok pertam. memperoleh nilai -2 log kemungkinan sebesar 157,462 dan nomor blok = 1 . lok kedu. memperoleh nilai -2 log kemungkinan sebesar 99,592, yang menunjukkan penyusutan nilai blok awal-kedua sejumlah 57,87, seperti yang ditunjukkan oleh tabel 4 dan 5. Dengan penurunan ini, simpulanya bila peningkatan variabel bebas kemodel menampilkan model regresi yang optimal sehingga H0 diterima. Tabel ini menampilkan perolehan kerja perolehan pengujian model keseluruhan dari data pengkajian pada model 2: Tabel 6. Block Number = 0 Iteration Historya,b,c Iteration Step 0 -2 Log likelihood Coefficients Constant Sumber: Data Output SPSS . Tabel 7. Block Number = 1 CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi Iteration Historya,b,c,d Iterati St 1 Log Coefficients Fina Opini Ko on mite Cons Distr Shop Aud KA_ KA_ FD OS 575 -. - . 808 -. - . 875 -. - . 879 -. - . 879 -. - . Sumber: Data Output SPSS . Berdasarkan tabel 6 dan 7 yang mana merupakan hasil uji kesuluruhan untuk model 2, didapatkan hasil bahwa di block number = 0 memperoleh -2 log likelihood sejumlah 157,462 melainkan di blok 1 didapati -2 log 96,852. Dimana terdapatnya penyusutan nilai antar blok sejumlah 60,61. Secara dialami penyusutan -2 log likelihood simpulanya bila peningkatan variabel bebas menampilkan model regresi yang optimal atau H0 diterima. Uji Koefisien Determinasi (The Determinant Coefficient Tes. Pada uji ini dilaksanakan guna mengamati kebaikan variabel independen menjabarkan serta mendampaki variabel dependennya memakai uji ini. Nilai uji ini berkisar antara 0 dan 1, dan hasilnya untuk kedua model disiapkan ditabel berupa: Sumber: Data Output SPSS . Nilai R Square Nagelklerke ialah 0,530, serta Cox & Snell ialah 0,395, menurut tabel 8. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai variabel dependen, sebesar 53% dan sebesar 47%, digambarkan aspek diluar pengkajian. Namun, untuk model 2, tabel 9 menampilkan Cox & Snell R Square sejumlah 0,410 serta Nagelklerke's R Square sejumlah 0,549. Perolehan menampilkan bila variabel dependen yang tidak selaras didampaki variabel independen lain, yang tiapnya sejumlah 54,9% & 45,1%. Matriks Klasifikasi Hal ini bertarget guna menampilkan bila memperoleh opini audit going concern adalah Angka 1 . menampilkan bila perusahaan memperoleh opini audit going concern dari auditor independen, serta 0 Perolehan keduanya bisa diamati ditabel berupa: Tabel 10. Matriks Klasifikasi (Model . Classification Tablea Tabel 8. NagelklerkeAos R Square (Model . Model Summary Step -2 Log Cox & Snell R Nagelkerke R Square Square Sumber: Data Output SPSS . Tabel 9. NagelklerkeAos R Square (Model . Model Summary Step Observed Predicted Opini Audit Going Concern Bukan Opini Opini Audit Audit Going Going Concer Concer Percentag e Correct -2 Log Cox & Snell R Nagelkerke R Square Square CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi Ste Opini Audit Going Concer Bukan Opini Audit Going Concer Opini Audit Going Concer Overall Percentage Sumber: Data Output SPSS . Tabel 11. Matriks Klasifikasi (Model . Classification Tablea Ste Observed Opini Bukan Audit Opini Going Audit Concer Going Concer Opini Audit Going Concer Overall Percentage Predicted Opini Audit Going Concern Bukan Opini Opini Audit Audit Going Going Concer Concer Percentag e Correct tabel 11 menunjukkan bahwa perusahaan yang diamati tidak memperolehnya sejumlah 87,7% dari 115 data cakupan semua, sementara model perusahaan memperolehnya sejumlah 78% dari 115 data cakupan semua. Secara keseluruhan, kemampuan untuk memprediksi model regresi adalah 83,5%, yang menunjukkan tingkat persentase yang besar melalui tabel klasifikasi yang menampilkan bila tidak terdapat perbandingan yang dialami antar data prediksi serta observasi menampilkan bila model regresi logistik bekerja dengan baik. Uji Hipotesis Tabel 12. Hasil Uji Regresi Logistik (Model . Variables in the Equation Ste Financial p 1a Distress Opinion Shopping Constant Sumber: Data Output SPSS . Tabel 10 menampilkan bila himpunan yang diamati tidak mendapati opini audit going concern sejumlah 89,2% dari 115 lalu yang memperolehnya sejumlah 76% dari 115 data total. Secara keseluruhan, kemampuan untuk memprediksi model regresi adalah 83,5%, yang menunjukkan tingkat persentase yang besar melalui tabel klasifikasi yang menampilkan tidak terdapatnya perbandingan yang dialami diprediksi serta observasi menampilkan bila model regresi logistik bekerja dengan baik. Sebagai perbandingan. Wal - . - . - . Exp( Sig. Sumber: Data Output SPSS . Tabel 12 menampilkan bila financial distress mendapati koefisien regresi negatif sejumlah -0,622 tergolong negatif. Ini menunjukkan bahwa, dengan asumsi nilai variabel independen lainnya dipengkajian ini tetap konstan, diterimanya audit going concern atau opini akan menurun sebesar 0,622 jika variabel financial distress meningkat 1 satuan. Adapun nilai signifikasi variabel ini sebesar 0,000 yang menunjukkan tingkat signifikasi ini dibawah 0,05 . %). Menampilkan bila financial distress dapat memengaruhi diterimanya opini audit going Simpulanya bila financial distress berefek signifikan negative untuk diterimanya opini audit going concern. Sehingga hipotesis awal diterima. Selanjutnya, guna opinion shopping mendapati koefisien regresi negatif sejumlah 21 CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi 1,984 tergolong negatif yang menunjukkan bila opinion shopping menaik sejumlah 1 satuan, sehingga penerimaan atau opini audit going concern menaik sejumlah 1,984 secara nilai variabel independen lainnya pada penelitian ini dalam keadaan konstan. Adapun nilai signifikasi pada variabel ini sebesar 0,037 yang menunjukkan tingkat signifikasi tersebut kurang dari 0,05 . %). Dimana bila opinion shopping dapat memengaruhi diterimanya opini audit going concern, maka hipotesis kedua dipengkajian ini diterima. Uji Moderated Regression Analysis / MRA Tabel 13. Hasil Uji MRA (Model . Variables in the Equation Ste p 1a Exp(B Wald f Sig. Financial -. 32 1 . Distress Opinion - 4. 08 1 . Shoppin 4. Komite 03 1 . Audit KA_FD 15 1 . KA_OS 363 1 . Constant -. 21 1 . Sumber: Data Output SPSS 2023 Tabel 13 menunjukkan bahwa variabel moderasi KA_FD mempunyai koefisien positif sejumlah 0,311 serta sign sejumlah 0,283, diatas sig. = 0,05 . %). Nilai-nilai ini menampilkan bila komite audit tidak dapat mengurangi dampak finansial distress pada diterimanya opini audit going concern. Maka, hipotesis ketiga ditolak. Selanjutnya. Variabel KA_OS mempunyai koefisien sejumlah 2,333 serta sign 0,547, yang menunjukkan bahwa nilai ini diatas sig. = 0,05 . %). Sehingga, hipotesis keempat ditolak. Bisa dibentuk persamaan berupa: yaycu ycCyayaya = Oe0,148 Oe 0,622FD 1 Oe ycCyayaya Oe 1,984OS At yaycu ycCyayaya = Oe0,879 Oe 0,911FD 1 Oe ycCyayaya Oe 4,308OS 0,739KA 0,311(KA O FD) 2,333(KA O OS) At Pembahasan Dampak Financial Distress Pada Peneriman Opini Audit Going Concern Perolehan uji (H. menampilkan bila finansial distress yang diproyeksikan menggunakan model dugaan Altman Z-score berdampak signifikan negative untuk diterimanya opini audit going concern, sehingga H1 diterima. Selaras pada teori agensi menjabarkan bila pihak agent memiliki andil paling besar dalam menyajikan data financial dapat melakukan tindakan yang tersendiri dengan cara melaporkan data financial yang tidak selaras pada kondisi perusahaan secara nyata, seperti melakukan pencatatan fiktif mengenai aset dan melakukan kesalahan pencatatan yang disengaja pada kewajiban perusahaan Karena itu, fungsi pihak ketiga yang independen sangat penting guna mengulas kewajiban financial manajemen juga mengungkapkan masalah yang dihadapi perusahaan terkait kelangsungan hidup bisnis. Temuan pada penelitian ini, keadaan financial perusahaan digambarkan taraf Ketika keadaan keuangan perusahaan buruk, mereka pasti akan terjadi kesusahan financial, yang bisa berdampak pada keberlangsungan hidup atau usaha CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi Selaras pengkajian Widiatami et al. , . 0, . menjabarkan bila financial distress yang Z-score berdampak negative untuk diterimanya opini audit going concern yang menandakan semakin rendah nilai Z-score, terutama nilai yang berada < 1,10 sehingga makin besar potensi perusahaan menerima opini audit going concern. Dampak Opinion Shopping Pada Penerimaan Opini Audit Going Concern Perolehan uji (H. menampilkan bila opinion shopping diproksikan pada variabel dummy secara bernilai 1 bila perusahaan merubah auditor atau KAP sesudah mendapati opini audit going concern, serta 0 bila tidak Ini menunjukkan bahwa H2 Selaras pada teori agensi mengamati keadaan perusahaan daripada Pasti memunculkan konflik kepentingan, dimana pihak manajemen dapat melakukan praktik manipulasi informasi keuangan supaya tercegah dari opini audit going concern. Sebuah tehnik yang dilaksanakan manager supaya mencegah opini audit going concern yakni dengan melaksanakan opinion shopping. Simpulanya pengkajian perusahaan yang melaksanakan opinion shopping bertujuan guna menghindari pengungkapan opini audit going concern. Opinion shopping ialah cara yang ditempuh manajerial guna meraih target yang dihendaki perusahaan ketika perusahaan memiliki kecenderungan memperoleh opini audit tersebut. Sehingga praktiknya ini bertujuan guna menurunkan atau menghindari diungkapkanya opini audit going concern. Selaras pada pengkajian Simamora & Hendarjatno . 9, . menjabarkan bila opinion shopping berefek terhadap opini audit yang dimana praktik ini dilakukan agar mendapat opini yang lebih baik dan menghindari adanya opini audit going Komite Audit Memoderasi Dampak Financial Distress pada Penerimaan Opini Audit Going Concern Melalui (H. menampilkan bila komite audit tidak bisa memoderasikan dampak financial distress pada penerimaan opini audit going concern, sehingga H3 ditolak. Perolehan temuan penulis dalam pengkajian ini yakni komite audit tidak berkontribusi menuntaskan konflik terdapat di manajemen perusahaan, sehingga ketika terjadi masalah yang berkaitan dengan keberlangsungan usaha, dimana pada kasus ini yakni terjadinya kesulitan keuangan, komite audit tidak dapat mengatasi permasalahan tersebut dan pada akhirnya opini audit going concern pun dikeluarkan. Selaras pada pengkajian yang dilaksanakan Suci & Pamungkas . 2, . menjabarkan bila komite audit yang besar membantu perusahaan merawat kredibilitas sejak perancangan data financial emiten. Jumlah komite audit yang lebih besar Ada kemungkinan kecil bahwa opini audit going concern akan diperoleh emiten yang dapat mengatasi konflik kondisi keuangan mereka Selaras pada pengkajian Widiatami et , . 0, . menjabarkan bila peran komite audit tidak mampu memperkuat perusahaan yang terjadi kesusahan financial guna mendapati opini audit. Hal tersebut diindikasikan komite audit belum efektif dalam merawat objektivitas & independensi auditor dalam mengeluarkan opini audit yang dimana diharapkan komite audit yang efektif dapat menekan auditor guna mengeluari opini audit mengenai paragraf penjelasan going concern tentang perusahaan yang terjadi financial distress. Selaras pada pengkajian Widiatami et al. 0, . dan (Izzatullaeli CompetitivetJurnaltAkuntansitdantKeuangan,tVol. t8t(No. ,t2024 Cornelius Tona Manik. Muhammad Taqi. Denny Susanto / Pengaruh Financial Distress. Dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi & Triyanto, 2021, 5. menjabarkan bila komite audit tidak dapat mengefekan diterimanya opini audit. Dimana komite audit tidak merevisi masalah keuangan perusahaan yang berdampak untuk menerima opini audit going concern. Komite Audit Memoderasi Dampak Opinion Shopping pada Penerimaan Audit Going Concern Perolehan uji (H. menampilkan bila komite audit tidak bisa memoderasikan dampak opinion shopping pada pemerolehan opini audit going concern. Komite ini dibuat pengkelolaan perusahaan. Selain itu, komite audit memiliki kemampuan untuk melakukan penelaahan tentang bagaimana Direksi merespons temuan auditor internal. Penelitian ini pasti akan mencegah praktik opinion shopping serta membantu mengungkapkan opini audit going concern jika ada kekhawatiran tentang keberlangsungan bisnis. Hasil penelitian ini komite audit diindikasikan belum berkontribusi secara langsung dalam hal menjaga independensi dan objektivitas auditor dalam mengeluarkan opini audit serta peran komite audit hanya sebatas kepada pemenuhan peraturan dalam lingkup good corporate gorvanence. Selain itu, hal ini menyebabkan komite audit tidak mendampaki pemerolehan opini audit. Artinya, komite audit tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol dampak opini shopping pada pemerolehan opini audit. Selaras pada pengkajian yang dilaksanakan Izzatullaeli & Triyanto, . 1,5. menjabarkan komite audit tidak berdampak pada opini audit. SIMPULAN Perolehan pengkajian ini menampilkan bila financial distress dan opinion shopping berpengaruh negatif signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern melainkan komite audit tidak dapat memoderasikan efek financial distress dan opinion shopping pada pemerolehan opini audit going concern. Belrdasarkan hasil kelsimpullan pelnellitian, maka telrdapat saran dan masulkan gulna pelnelliti sellanjultnya mellakulkan pelnellitian selrulpa, diantaranya Bagi peneliti berikutnya diinginkan bisa meluaskan populasi, serta pengamatan agar hasil penelitian memperoleh kesimpulan yang lebih akurat dan dapat digeneralisasikan secara luas. Bagi pengkaji berikutnya diinginkan bisa mendampaki pemerolehan opini audit going concern, misalnya manajemen laba, prior opinion dan variabel serupa lainnya. Bagi peneliti berikutnya diinginkan bisa mempertimbangan variabel moderasi lain diluar dari variabel yang digunakan pada pengkajian ini. REFERENSI