Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio PENGGUNAAN MODIFIKASI PERMAINAN TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 10 PADA MATA PELAJARAN PJOK DI SMK NEGERI 1 JEMBER Bayu Mardika Dinarta SMK Negeri 1 Jember e-mail: bayudian1922@gmail. ABSTRAK Berdasarkan hasil pengamatan guru PJOK di SMK Negeri 1 Jember diperoleh gambaran bahwa masih terdapat siswa yang kurang serius dalam mengikuti materi yang diberikan. Siswa cenderung hanya sekedarnya saja dalam mempraktikkan gerakan. Cenderung siswa merasa bosan dengan materi yang disampaikan guru selama kegiatan belajar. Dengan kondisi tersebut maka guru beranggapan untuk mencari cara dalam rangka memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan modifikasi permainan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas 10 pada mata pelajaran PJOK di SMK Negeri 1 Jember. Desain penelitian yang digunakan yaitu one groub pretest-postest design dengan populasi dan sampel yaitu siswa kelas 10 SMK Negeri 1 Jember. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket kuesioner dan data selanjutnya dianalisis dengan ujia t paired sampel ttest. Hasil penelitian menggambarkan bahwa, bahwa penerapan modifikasi permainan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran PJOK sebesar 6,7%. Selanjutnya, dalam pengujian hipotesis diperoleh nilai Siqnifikansi . -tailde. yaitu 0,000 kurang dari 0,05, sehingga dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa penggunaan modifikasi permainan berpengaruhi dan meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 10 SMK Negeri 1 Jember dalam pembelajaran PJOK. Kata Kunci: Modifikasi Permainan. Motivasi Belajar. PJOK ABSTRACT Based on the observations of PJOK teachers at SMK Negeri 1 Jember, it was found that there were still students who were not serious in following the material given. Students tend to be modest in practicing the movements. Students tend to feel bored with the material presented by the teacher during learning activities. With these conditions, the teacher thinks to find a way to solve the problem. The purpose of this study is to know how the effect of using game modification to increase student motivation in grade 10 in PJOK subjects at SMK Negeri 1 Jember. The research design used was a one groub pretest-postest design with a population and a sample of the 10th grade students of SMK Negeri 1 Jember. The instrument in this study used a questionnaire and the data were analyzed using paired sample t-test. The results showed that Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio the application of game modification to increase student motivation in PJOK subjects was 6. Furthermore, in testing the hypothesis, the value of Siqnifikansi . -tailde. is obtained, namely 000 less than 0. 05, so it can be said that H0 is rejected and Ha is accepted. Based on the results of the hypothesis testing that has been carried out, it can be said that the use of game modification affects and increases the learning motivation of 10th grade students of SMK Negeri 1 Jember in learning PJOK. Keywords: Game Modification. Learning Motivation. PJOK Pendahuluan Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran di tingkat SMA dan SMK. Dalam rangka mencapai fungsi dan tujuan pendidikan nasional, dibutuhkan suatu komponen yang utuh dan saling melengkapi dalam sebuah sistem di setiap satuan pendidikan agar kualitas siswa yangn unggul dalam segala bidang. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa, untuk mewujudkan fingsi pendidikan nasional, setiap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah memiliki peran masing-masing dimana semua itu tentunya saling melengkapi, tidak terkecuali dalam pembelajaran PJOK. Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan fokus kajian yang berkaitan dengan gerak manusia, proses perkembanga jasmani dan psikis. Artinya, pendidikan jasmani mengajak anak untuk melakukan aktivitas gerak sekaligus mendapatkan pendidikan, itulah kenapa dalam pendidikan jasmani mengenal istilah belajar gerak dan belajar melalui gerak. Sejalan dengan hal tersebut, pendapat Hartono, dkk . mengulas terkait peran pendidikan jamani yaitu melalui pendidikan jasmani maka anak melakukan aktifitas fisik sekaligus belajar, dengan begitu maka terjadi proses perkembangan potensi dan mengoptimalkan gerak serta berbagai ragam karakter. Kontribusi PJOK di sekolah tentunya tidak dapat dianggap sederhana dalam proses perjalanan perkembangan peserta didik. PJOK berusaha melengkapi dari keseluruhan aspek pendidikan yang ada di sekolah. Mengingat pada dasarnya pendidkan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan bagian integral dari Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio keseluruhan pendidikan (Hartati, dkk. 2012: . Dasar pemikiran dari pandangan tersebut bahwa, tujuan PJOK pada dasarnya yaitu pengembangan aspek kesehatan, kebugaran, berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan, penalaranm dan tindakan moral. Peran guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan sangatlah penting dan menjadi ujung tombak. Sebagai seorang guru menantang, mampu memotivasi siswa ketika mengikuti pembelajaran. Tentunya disini bukanlah hal yang mudah, dimana guru harus menghadapi berbagai ragam karakteristik peserta didik yang dihadapi sehingga memaksa guru harus memiliki dan menentukan model pembelajaran. Jika dalam menentukan model pemebelajaran tidak sesuai, maka aktivitas pembelajaran akan terhambat, sehingga mempengarui hasil belajar siswa. Berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, guru PJOK kelas 10 SMK Negeri 1 Jember telah melakukan pemangamatan terhadap proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Dimana guru PJOK menemukan adanya siswa yang masih kurang serius dalam mengikuti materi yang diberikan. Siswa cenderung hanya sekedarnya saja dalam mempraktikkan gerakan. Cenderung siswa merasa bosan dengan materi yang disampaikan guru selama kegiatan belajar. Dengan kondisi tersebut maka guru beranggapan untuk mencari cara dalam rangka memecahkan masalah. Langkah awal yang perlu diselesaikan yaitu dengan meningkatkan motivasi siwa khususnya kelas 10 SMK Negeri 1 Jember. Untuk dapat meningkatkan motivasi siswa, diperlukan desain pembelajaran yang menarik, yaitu salah satunya dengan memodifikasi permainan-permainan yang telah ada. Pentingnya meningkatkan motivasi siswa dalam kegaitan pembelajaran yaitu dirasa modal awal untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Selain itu, motivasi merupakan salah satu faktor internal yang sangatlah penting dalam mempengaruhi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio prestasi siswa (Soedjatmiko, 2. Motivasi sebagai modal penggerak atau pendorong bagi seseorang untuk melakukan hal-hal tertentu meskipun pada dasarnya tidak menyukai. Sejalan dengan pendapat Maksum, . 8: . bahwa arah membawa seseorang pada pencarian, pendekatan, dan ketertarikan, sedangkan intensitas menuju pada kesungguhan seseorang dalam melakukan usaha dalam kondisi tertentu. Oleh sebab itu maka motivasi siswa perlu mendapat perhatian khusus sebelum melakukan langkah berikutnya. Motivasi pada prinsipnya merupakan modal penggerak tingkah laku seseorang untuk menuju ke arah tujuan yang didasari dengan adanya suatu kebutuhan yang sangat berperan dalam pembelajaran (Babenko dan Mosewich, 2. Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, untuk meningkatkan motivasi seseorang diperlukan pemahaman terkait dengan apa yang hendak dituju. Dengan pemahaman terhadap tujuan tersebut, diharapkan muncul motivasi yang sangat kuat pada setiap individu, dengan begitu ketika melakukan kegiatan dapat mencapai keberhasilan dan tercapainya tujuan dari suatu kegiatan tersebut (Pujianto, 2. Jika tujuan tersebut dikaitkan dengan pembelajaran PJOK, maka sesuai pendapat Auger et a, dkk. yaitu kurangnya pemahaman terhadap sesuatu yang belum pernah dipelajari ataupun dilakukan, terutama kegiatan praktek maka akan muncul suatu kebosanandan kurangnya motivasi. Untuk meningkatkan motivasi belajar PJOK siswa kelasn 10 di SMK Negeri 1 Jember, guru berfikir menggunakan modifikasi permainan. Penggunaan modifikasi permainan tertunya bukan tanpa alasan, semakin banyak modifikasi permainan yang dihasilkan dan diberikan pada siswa diharapkan dapat meningkatkan motivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Sejalan dengan harapan guru PJOK, sesuai dengan pendapat Santrock . 7: 216-. permainan merupakan bentuk aktivitas yang menyenangkan dan dilakukan memang berujuan untuk bersenang-senang. Meskipun menurut Supendi dan Nurhidayat . 7: . berpendapat bahwa tidak Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio semua jenis permainan bermanfaat dan mendidik. Itulah pentingnya guru untuk dapat memilih permainan dan memodifikasi sesuai kebutuhan serta tetap berpengang pada aspek-aspek membelajaran. Terkait modifikasi permainan. Lutan . 7: . mendefinisikan modifikasi sebagai perubahan dari keadaan lama menjadi keadaan baru. Perubahan itu dapat menyerupai bentuk, fungsi atau cara penggunaan dan pemanfaatnnya tanpa sepenuhnya menghilangkan karakteristik semula. Selanjutnya, berkaitan dengan pengertian permainan modifikasi Ngasmain & Soepartono . mendefinisikan sebagai bentuk perubahan dalam permainan dari teknik bermain yang baku menjadi teknik yang sederhana sesuai dengan perkembangan anak atau sesuai dengan Artinya bahwa, dalam memodifikasi permainan harus lebih sederhana dari permainan aslinya, aspek kesederhanaan peraturan, mudah dipahami, dan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. Beberapa hasil penelitian terkait dengan peningkatan motivasi belajar pendidikan jasmani melalui modifikasi permainan menyimpulkan positif dalam Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sahroni dan Hartati. S . menyimpulkan bahwa dalam penerapan permainan kecil berpengaruh terhadap motivasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Penelitian serupa yang dilakukan oleh Febri Yuniasnyah dan Hartati . menyimpulkan bahwa modifikasi permainan bolavoli berpengaruh secara siqnifikan terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran Penjasorkes siswa kels Vi SMP Negeri 2 sukorejo Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan urian yang telah dipaparkan, untuk menjawab permasalahan yang terjadi diperlukan serangkaian penelitian sehingga dapat memperoleh solusi permasalahan tersebut. Penelitian ingin mengetaui bagaimana penerapan modifikasi permainan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 10 pada mata pelajaran PJOK di SMK Negeri 1 Jember. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian one groups pretest-posttest design yang didalamnya tidak ada kelompok kontrol dan subjek tidak ditempatkan secara acak (Maksum, 2012: . Disini sebelum diberikan perlakuan, diawali dengan pemberian pretest. Setelah diberikan perlakukan baru kemudian diberikan posttest. Populasi menurut Maksum . merupakan keseluruhan individu atau objek yagn dimaksudkan untuk diteliti, yang nantinya akan digeneralisasikan. Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi yaitu 1 kelas 10 SMK Negeri 1 Jember yang meliputi 6 jurusan dengan rincian 4 jurusan ada 3 kelas, dan 2 jurusan dengan 2 kelas, sehingga total kelas yaitu 16 kelas dengan jumlah siswa total 560 siswa. Untuk sampel penelitian menggunakan cluster random sampling. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu angket motivasi belajar dengan skala likert. Angket yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Apip Amaludin . tentang Motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran Penjas melalui permainan kecil. Data yang diperoleh meliputi analisis menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil data yang telah diperoleh, selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan program SPSS 21. Gambaran deskriptif data statistik secara rinci tampak pada tabel 1. hasil perhitungan pretest dan postest berikut ini. Tabel 1. Hasil perhitungan pretest dan postest. Descriptive Statistics Pre_Test Post_Test Valid N . Minimum Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Maximum Mean Std. Deviation Variance Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Gamabaran Tabel 1 di atas, dapat disampaikan bahwa pada pretest skor ratarata sebesar 42,54 dengan standar deviasi sebesar 3,673, varian sebesar 13,491 dengan nilai minimum 36 dan nilai maksimumnya yaitu 48. Sedangkan hasil data pada posttest, skor rata-rata sebesar 58,54 dengan standar deviasi sebesar 3,980, varian sebesar 15,844 dengan nilai minimum 49 dan nilai maksimum 63. Berpijak pada gambaran data tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan modifikasi permainan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran PJOK sebesar 6,7%. Jadi dengan begitu dapat dikatan bahwa penerapan modifikasi permainan mempengaruhi dan meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 10 di SMK Negeri Jember dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Selanjutnya, untuk menjawab hipotesis penelitian, maka dilakukan uji paired sampel t-test. Sebelum melakukan uji t tersebut, diperlukan uji persaratan data yang harus dilakukan terlebih dahulu. Uji persyaratan data meliputi uji normalitas data dan uji homogenitas. Secara rinci selanjutnya akan dijelaskan pada paragraf Uji normalitas data dilakukan untuk menguji apakah data yang dianalisis berdistribusi normal apa tidak. Berdarkan hasil uji normlitas data, nampak diperoleh gambaran sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data Tests of Normality PreTes & Postest Motivasi Pretest Belajar Posttest Kolmogorov-Smirnov. Statistic Sig. a Lilliefors Significance Correction Jika dilihat dari hasil tabel 2 hasil uji normilitas data dengan kolmogorovsmirnov, diketahu nilai signifikansi pada pretest sebesar 0,150 lebih besar dari 0,05 sehingga data dapat dikatakan berdistribusi normal. Sedangkan nilai signifikansi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio pada posttest sebesar 0,129 lebih besar dasri 0,05, artinya data dapat dikatakan berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas maka simpulkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas data, uji persyaratan berikutnya yaitu uji Uji homogenitas data nampak pada tabel 3. Hasil uji homogenitas data pretest dan posttest. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Data pretest dan Postest Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Motivasi Belajar Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Sig. Berdasarkan nilai based on mean, nampak bahwa nilai signifikansi 0,958 dan 0,961 yang keduanya lebih besar dari 0,05. Dengan begitu maka kedua data pretest dan posttest dapat dikatakan homogen. Setelah uji persyaratan data telah terpenuhi, maka selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis. Seperti yang telah disampaikan pada ulasan sebelumya, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t . aired sampel t-tes. Dalam pengambilan keputusan pada pengujian hipotesis, jika nilai siqnifikansi . -taile. kurang dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan jika nilai siqnifikansi . -taile. lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Berikut hasil uji t . aired sampel t-tes. yang telah dilakukan. Tabel 4. Hasil Uji t . airet sampel T-tes. Paired Sampels Test Mean Std. Deviation Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Std Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lover Upper Sig. Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 Pair PretestPostest e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Berdasarkan hasil uji t . airet sampel T-test, diketahui nilai Siqnifikansi . yaitu 0,000 kurang dari 0,05, sehingga dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa penggunaan modifikasi permainan berpengaruhi dan meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 10 SMK Negeri 1 Jember dalam pembelajaran PJOK. Berdasarkan hasil pengujian tersebut maka, temuan dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang juga menjadi pijakan untuk melaksanakan Tentunya dalam memodifikasi permainan, guru tidak melupakan aspekaspek dalam memodifikasi permainan yang akan diberikan pada siswa. Dari hasil pengamatan ketika pemberian perlakukan, guru menemukan adanya perubahan periaku, dari yang semula kurang antusias, kurang termotivasi, namu ketika mengikuti pembelajarn penjas dengan menggunakan modifikasi permainan semakin aktif dan bersemangat. Catatan yang perlu diingat dalam proses pengambilan data, guru tidak hanya memodifikasi permainan tanpa alat, namun juga memodifikasi permainan dengan menggunakan alat. Penggunaan permainan yang telah dimodivikasi disesuaikan dengan materi pembelajaran yang telah ditertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan temuan yang dalam kegiatan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan modifikasi permainan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran PJOK sebesar 6,7%. Selanjutnya, dalam pengujian hipotesis diperoleh nilai Siqnifikansi . -tailde. yaitu 0,000 kurang dari 0,05, sehingga dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa penggunaan modifikasi permainan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio berpengaruhi dan meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 10 SMK Negeri 1 Jember dalam pembelajaran PJOK. Catatan penting yang perlu diketahui dalam memodifikasi permainan perlu memperhatikan karakteristik siswa, kesesuaian dengan perangkat pembelajaran, sarana dan prasarana yang ada di sekolah masing-masing. Daftar Pustaka