SERANGAN PENGGEREK BATANG KAKAO DI KOTA PAYAKUMBUH, SUMATERA BARAT Pajri Ananta Yudha. Indra Dwipa. Fakultas Pertanian. Jurusan Agroteknologi. Universitas Riau. Kampus Bina Widya. Jl. Soebrantas KM 12,5. Bina Widya. Pekanbaru. Riau. Telp . 63272, email:pajrianantayudha@gmail. Fakultas Pertanian. Departemen Agronomi. Universitas Andalas. Kampus Lima Manis. Pauh. Padang. Sumatera Barat. Telp . 71181, email:1965, indradwipa@gmail. Abstrak Penggerek batang kakao (Zeuzera coffea. merupakan hama utama pada tanaman kakao. Penelitian bertujuan untuk mempelajari tingkat serangan PBK pada tanaman kakao di Payakumbuh. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2023 sampai Februari 2024. Metode survei digunakan dalam penelitian ini dan pengambilan sampel secara acak terpilih (Purposive random samplin. digunakan untuk menentukan Kriteria lokasi sampel adalah perkebunan kakao yang memiliki luas A 0. 5 hektar dan umur tanaman A 4 tahun. Berdasarkan kriteria, 2 Kecamatan dipilih yaitu Lamposi Tigo Nagari dan Payakumbuh Timur. Pada tiap kecamatan, 5 kelurahan dipilih dan pada tiap kelurahan, dipilih 2 perkebunan kakao. Garis diagonal imajiner dibuat untuk menentukan tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tanaman kakao terserang oleh Z. coffeae sebesar 0,75% dan persentase batang dan cabang terserang sebesar 0,70%. Kata kunci: Payakumbuh. Penggerek batang kakao. Zeuzera coffeae Abstract Cocoa stem borer (CSB) (Zeuzera coffea. is a main pest on cocoa plant. The research aimed to study the CSB attack in cocoa plantation in Payakumbuh. The research was conducted in cocoa plantation of Payakumbuh from November 2023 to February 2024. Survey method was used in the study and purposive random sampling was used to determine sampling. The criteria to determine locations were A 0. 5 hectare of cocoa plantation and cocoa age was A 4 years. According to criteria, 2 districts were chosen. Lamposi Tigo Nagari and Payakumbuh Timur. In each district, 5 sub-districts were chosen and in each sub-district, 2 cocoa plantations were chosen. The imaginary diagonal line was formed to determine sampling plants. The result showed that the percentage of attacked plant by Z. coffeae was 0. 75% and percentage of attacked stem and branch was 0. Keywords: Cocoa stem borer (CPB). Payakumbuh. Zeuzera coffeae PENDAHULUAN Kakao (Theobroma cacao L. ) merupakan komoditi yang berperan strategis dalam perekonomian nasional karena kakao merupakan sumber penghasil devisa kelima dari bidang perkebunan setelah kelapa sawit, karet, kelapa dan kopi (Wijayati & Haqqi, 2. Pada tahun 2021, sumbangan devisa dari ekspor kakao sebesar US$ 1,21 millar atau 2,96% dari total nilai ekspor perkebunan (Kementerian Pertanian, 2. Sumatera Barat merupakan salah satu sentra produksi kakao di Indonesia wilayah barat, dan salah satu sentra produksi kakao di provinsi ini adalah Kota Payakumbuh. Produksi kakao di Kota Payakumbuh dari tahun 2019-2021 mengalami penurunan. Pada tahun 2019, produksi kakao di Kota Payakumbuh sebesar 3. 010,9 ton, dan mengalami penurunan pada tahun 2020 menjadi 940,26 ton. Penurunan kembali terjadi secara signifikan menjadi 528,84 ton pada tahun 2021 (Badan Pusat Statistik, 2. Salah satu penyebab turunnya produksi kakao di P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Yudha, 2024 Kota Payakumbuh adalah serangan Organisme pengganggu tanaman (OPT) dan salah satunya adalah serangan hama. Beberapa hama dilaporkan menyerang pertanaman kakao di Sumatera Barat diantaranya Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerell. , kepik penghisap buah kakao (Helopeltis ), tikus dan tupai (Sembiring & Dinata, 2. Keempat jenis hama tersebut merupakan hama utama yang menyerang buah kakao. Selain empat hama ini, ada salah satu hama yang signifikan berpengaruh terhadap produktivitas tanaman tanaman kakao, yaitu penggerek batang kakao. Penggerek batang kakao. Zeuzera coffeae (Lepidoptera: Cossida. merupakan salah satu hama yang sering dihadapi petani. Berbeda dengan hama yang menyerang buah kakao, hama ini menyerang cabang dan bahkan batang kakao dengan menggerek pembuluh empelur . Serangan hama ini mengakibatkan tanaman mudah patah atau pertumbuhan tanaman terhambat (Roychoudhury & Mishra, 2. Pada serangan berat, serangan hama ini dapat mengakibatkan patahnya cabang, kematian tanaman muda dan mengelupasnya kulit batang pada tanaman (Lestari & Purnomo, 2018. Kingsley-Umana et al. , 2. Lestari & Purnomo . melaporkan bahwa intensitas serangan penggerek batang kakao di Cipadang. Kabupaten Pesawaran. Provinsi Lampung sebesar 9,53% pada kakao yang berumur 4 tahun dan sebesar 6,25% pada tanaman yang berumur 9 tahun. Tingkat serangan hama dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang berbeda di setiap daerah. Oleh karena itu, informasi tentang tingkat serangan penggerek batang kakao di Payakumbuh diperlukan untuk dijadikan acuan untuk tindakan pengendalian sebelum menimbulkan kerugian yang lebih Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari tingkat serangan penggerek batang kakao di Kota Payakumbuh. BAHAN DAN METODE 1 Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman kakao yang berusia A 4 tahun. Alat yang digunakan adalah kantong plastik, tali plastik, kertas koran, kertas label, gunting, pisau, alat tulis, penggaris dan kamera. 2 Metode Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao rakyat di Kota Payakumbuh dari bulan November 2023-Februari 2024. Metode survei digunakan dalam penelitian ini dan penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara acak terpilih (Purposive random samplin. Kriteria yang digunakan untuk penentuan lahan adalah lahan pertanaman kakao dengan luas A 0,5 ha dan umur tanaman A 4 tahun. Penentuan lokasi penelitian Berdasarkan kriteria luasan pertanaman kakao, 2 Kecamatan dipilih yaitu Lamposi Tigo Nagari dan Payakumbuh Timur. Di Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, 5 Kelurahan dipilih yaitu Koto Panjang Dalam. Koto Panjang Padang. Padang Sikabu. Parik Muko Aia dan Sungai Durian. Pada Kecamatan Payakumbuh Timur, 5 Kelurahan dipilih yaitu Balai Jariang. Balai Batimah. Koto Baru. Padang Alai dan Payobasung. Pada tiap kelurahan, dipilih 2 perkebunan kakao dengan luas A 0,5 (A 400 tanaman kaka. P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Yudha, 2024 Pelaksanaan penelitian Pada tiap perkebunan kakao, 10% tanaman diambil sebagai tanaman sampel dari 400 tanaman kakao pada satu lahan sehingga pada tiap perkebunan terdapat 40 tanaman sampel. Penentuan tanaman sampel dilakukan secara sistematis dengan membuat garis diagonal dan garis lurus terpanjang imajiner. Pada tiap garis diagonal, dipilih 15 tanaman sampel dan pada garis lurus terpanjang, dipilih 10 tanaman sampel. Sebelum penelitian, survei pendahuluan dilakukan terlebih dahulu. Survei pendahuluan bertujuan peninjauan lokasi penelitian sekaligus wawancara dengan petani. Wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi lahan kakao. Pada tahap awal, ditentukan lahan pertanaman kakao yang memenuhi kriteria sebagai lokasi pengamatan dan tanaman sampel yang diamati. Kemudian, dilakukan pengamatan gejala serangan penggerek batang kakao. Penentuan serangan penggerek batang kakao dilakukan dengan mengamati gejala khas yang ditumbukan oleh hama tersebut. Pengamatan Persentase tanaman kakao terserang Pengamatan tanaman kakao terserang dilakukan dengan cara menghitung tanaman sampel bergejala. Untuk menghitung persentase serangan tanaman bergejala, digunakan rumus sebagai berikut : x 100% Keterangan : = persentase tanaman terserang = jumlah tanaman terserang = jumlah tanaman keseluruhan Persentase batang dan cabang terserang Pengamatan persentase cabang terserang pada tiap tanaman sampel dilakukan bersamaan dengan pengamatan persentase tanaman terserang. Persentase batang dan cabang terserang dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Pb = x 100 % Keterangan : = persentase batang/cabang terserang per tanaman sampel = jumlah batang/cabang yang terserang = jumlah keseluruhan cabang per tanaman sampel P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Yudha, 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Gejala Serangan Gejala serangan Penggerek batang kakao di Payakumbuh yaitu di sekitar lubang gerekan ditemukan kotoran larva dengan serpihan jaringan yang digerek oleh larva (Gambar . Lestari & Purnomo . juga melaporkan bahwa tanaman yang terserang Z. coffeae menunjukkan gejala terdapat liang gerek di permukaan batang. Larva hama ini merusak bagian batang/cabang dengan cara menggerek menuju empelur . Hama ini lebih menyukai menyerang tanaman muda. Pada permukaan lubang yang baru digerek sering terdapat campuran kotoran dengan serpihan Akibat gerekan ulat, bagian tanaman di atas lubang gerekan akan merana, layu, kering dan mati. Persentase Tanaman Terserang Dan Persentase Batang/ Cabang Terserang Hasil pengamatan menunjukkan bahwa persentase tanaman terserang oleh Z. coffeae sebesar 0,75% dengan persentase batang dan cabang terserang sebesar 0,7% (Tabel . Hasil ini mengindikasikan bahwa tingkat serangan penggerek batang kakao di Kota Payakumbuh tergolong Berdasarkan hasil di lapangan menunjukkan bahwa batang atau tanaman yang terserang hama penggerek batang dan cabang adalah tanaman yang berada pada kondisi lahan yang cukup kering dan tidak lembab. Hama ini tidak tahan terhadap kondisi yang lembab dan menyukai kondisi lahan yang kelembabannya rendah (Suheri et al. , 2. Secara umum, tanaman kakao di Kota Payakumbuh belum dibudidayakan dengan baik sehingga tanaman kakao menjadi rimbun. Tanaman kakao yang rimbun menyebabkan kondisi mikro menjadi lembab. Roychoudhury & Mishra . menyatakan bahwa penggerek batang dan cabang kakao menyerang pada saat batang/cabang kering dan menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, meranggas dan mati. Keberadaan hama ini masih belum dianggap sebagai hama yang berbahaya seperti hama yang menyerang buah kakao bagi petani. Hama ini masih dianggap sebagai hama minor yaitu hama yang relatif kurang penting karena kerusakan yang ditimbulkan masih dapat ditoleransi oleh tanaman (Sianipar et al. , 2. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keberadaan hama ini pada pertanaman kakao di Payakumbuh juga masih dianggap sebagai hama minor karena serangan hama ini pada tanaman kakao kurang dari 1% (Tabel . Rendahnya tingkat serangan hama kakao di Payakumbuh tetap perlu diwaspadai. Kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan hama ini bisa membuat hama ini bisa menjadi hama penting dimasa akan datang. Salah satu faktor lingkungan yang perlu diwaspadai adalah tanaman pelindung kakao dan tanaman yang berada disekitar pertanaman Hama ini memiliki kisaran inang yang cukup banyak. Selain tanaman kakao, tanaman inang coffeae adalah Suren (Cedrella sinensi. Jati (Tectona grandi. Mahoni (Swietenia mahagon. Kopi (Coffea sp. Kina (Chinchona spp. Jambu Biji (Psidium guajav. Sirsak (Annona muricat. dan Kapok (Ceiba petandr. , jati, lada, dan Eucalyptus (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 2010. Roychoudhury & Mishra, 2. Pada tanaman jati, intensitas kerusakan mencapai 5,2% pada tanaman berumur 11 bulan (Herdiana, 2. Pada tanaman lada, kerusakan yang ditimbulkan oleh Z. coffea sebesar 80% pada umur 2 tahun dan 60% pada umur 3 Pada tanaman Eucalyptus, hama ini menyerang pada tanaman yang berumur 2-3 tahun P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Yudha, 2024 (Prat & Haneda, 1. Kewaspadaan petani akan tanaman-tanaman ini perlu dilakukan agar tidak ada inang alternatif yang berada disekitar pertanaman kakao sehingga bisa menekan tingkat serangan penggerek batang kakao. SIMPULAN Persentase tanaman kakao terserang oleh Z. coffeae di Kota Payakumbuh sebesar 0,75% dengan persentase batang dan cabang terserang sebesar 0,7% . DAFTAR PUSTAKA