AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENGARUH FUNDAMENTAL. TEKNIKAL DAN MAKRO EKONOMI TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR INFRASTRUKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2020-2024 1,2,3 Dwi Wandani1. Amin Tohari2. Hestin Sri Widiawati3 Universitas Nusantara PGRI Kediri. Jl. Ahmad Dahlan No. Mojoroto. Kota Kediri. Jawa Timur dwiwandani45@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor fundamental (ROA dan NPM), teknikal . ren harga saha. , dan makro ekonomi . nflasi dan suku bunga BI) terhadap harga saham sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI periode 2020-2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian diperoleh menggunakana metode purposive sampling berdasarkan pertimbangan yang sudah ditentukan, dengan populasi 53 perusahaan dan jumlah sampel yang sesuai dengan pertimbangan terdapat 21 perusahaan sektor infrastruktur yang dianalisis menggunakan model regresi data panel dengan software program Eviews 13. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa . Return on Assets (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Net Profit Margin (NPM) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Tren harga saham berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dan Suku bunga BI berpengaruh signifikan terhadap harga saham. ROA. NPM. Tren harga saham. Inflasi, dan Suku bunga BI berpengaruh secara simultan terhadap harga saham. Kata kunci: fundamental, teknikal, makro, harga saham. Abstract This study aims to analyze the influence of fundamental factors (ROA and NPM), technical factors . tock price trend. , and macroeconomic factors . nflation and BI interest rate. on the stock prices of infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020-2024 period. This research is a causal associative study using a quantitative The sample was selected by purposive sampling from a population of 53 companies, resulting in 21 infrastructure companies analyzed using panel data regression with Eviews 13 The results show that . Return on Assets (ROA) and Net Profit Margin (NPM) have no significant effect on stock prices, while stock price trends, inflation, and BI interest rates have significant effects on stock prices. ROA. NPM, stock price trends, inflation, and BI interest rates simultaneously influence stock prices. Key words: fundamental, teknikal, makro, stock price PENDAHULUAN Perkembangan pesat dunia bisnis di era globalisasi saat ini mendorong persaingan yang semakin ketat di berbagai sektor industri. Untuk memenangkan persaingan, perusahaan membutuhkan modal yang tidak sedikit, salah satunya dengan mengakses pasar modal melalui penawaran saham kepada publik. Pasar modal berfungsi sebagai sarana investasi yang memungkinkan investor memilih instrumen dan membentuk portofolio sesuai dengan risiko dan keuntungan yang diharapkan. Dalam konteks ini, teori sinyal . ignaling theor. menegaskan bahwa informasi yang disampaikan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 perusahaan, seperti laporan keuangan, menjadi sinyal penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi (Mafaza et al. , 2. Selain faktor internal, faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, dan situasi pasar juga memengaruhi persepsi investor terhadap prospek perusahaan dan berdampak pada harga saham. Pandemi COVID-19 yang menyebar secara global sejak awal tahun 2020 telah memberikan dampak signifikan terhadap pasar saham di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kebijakan pemerintah seperti social distancing, work from home. PSBB, dan PPKM yang diterapkan untuk menekan penyebaran virus, secara langsung mempengaruhi aktivitas ekonomi dan kinerja Akibatnya, harga saham mengalami pelemahan yang tajam dan bahkan menyebabkan kerugian bagi beberapa perusahaan, terutama di sektor-sektor yang terdampak langsung oleh pembatasan sosial tersebut. Data menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia mengalami penurunan drastis hingga 38% dalam dua bulan sejak awal pandemi, dengan titik terendah pada Maret 2020 . emenkeu, 2. Fenomena ini menegaskan bahwa pandemi COVID-19 menjadi faktor eksternal yang sangat mempengaruhi fluktuasi harga saham dan dinamika pasar modal secara keseluruhan. Saham yang dianalisis dalam penelitian ini adalah saham yang tergabung dalam sektor infrastruktur. Sektor ini dipilih karena perannya yang penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan tetap menjadi salah satu sektor yang paling diminati oleh investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Pembangunan infrastruktur di Indonesia mampu mendorong kemajuan nasional ke arah yang lebih baik, bahkan menjadi prioritas utama pemerintah guna meningkatkan produktivitas dan daya saing negara . id, 2. Perusahaan sektor infrastruktur masih cukup positif di tengah sentimen pemerintah yang berupaya mengembangkan pemerataan infrastruktur di Indonesia. Untuk memberikan gambaran nyata mengenai fenomena fluktuasi harga saham pada sektor infrastruktur, berikut disajikan data harga saham beberapa perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI tahun 2020-2023: Gambar 1. Harga Saham Sektor Infrastruktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari Tahun 2020-2023 Gambar 1. 1 memperlihatkan adanya fluktuasi harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur di BEI dari tahun 2020 hingga 2023. Beberapa perusahaan mengalami kenaikan harga saham pada tahun 2021, namun juga terdapat penurunan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 signifikan pada tahun 2023. Ketidakstabilan faktor internal dan eksternal inilah yang menyebabkan fluktuasi harga saham pada perusahaan-perusahaan infrastruktur. Adapun faktor-faktor yang diduga memengaruhi naik turunnya harga saham tersebut meliputi analisis fundamental, teknikal, dan makro ekonomi. Factor fundamental diukur melalui Return On Asset (ROA) dan Net Profit Margin (NPM). ROA merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki, sehingga semakin tinggi ROA menandakan efisiensi pengelolaan aset perusahaan. Sementara itu. NPM menggambarkan seberapa besar laba bersih yang dihasilkan dari setiap penjualan, sehingga NPM yang tinggi mencerminkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya dan pendapatan. faktor teknikal dalam penelitian ini diwakili oleh tren harga saham, yaitu pola pergerakan harga saham dalam periode tertentu yang dapat digunakan untuk memprediksi arah harga di masa depan. Adapun faktor makro ekonomi meliputi inflasi dan suku bunga Bank Indonesia (BI). Inflasi adalah tingkat kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan kinerja perusahaan, sedangkan suku bunga BI merupakan tingkat bunga acuan yang dapat memengaruhi biaya modal perusahaan serta keputusan investasi investor di pasar modal. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji pengaruh faktor fundamental, teknikal, dan makro ekonomi terhadap harga saham, namun hasilnya masih menunjukkan inkonsistensi. (Suwandi & Syarifudin, 2. menemukan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan (Susanti et al. , 2. menyatakan ROA tidak berpengaruh signifikan. Hal serupa juga ditemukan pada variabel NPM, di mana (Fachrul, 2. melaporkan bahwa NPM berpengaruh signifikan terhadap harga saham, namun (Susanti et al. , 2. menyatakan bahwa NPM tidak berpengaruh terhadap harga saham. Pada aspek makro ekonomi, (Mayasari, 2. menyimpulkan inflasi dan suku bunga berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan (Novita, 2. menemukan hasil sebaliknya yaitu bahwa inflasi dan suku bunga tidak berpengaruh terhadap harga saham. Sementara itu, (Prastio, 2. menunjukkan bahwa tren harga saham sebagai bagian dari analisis teknikal memiliki pengaruh positif terhadap harga saham. Berdasarkan adanya gap fenomena dan gap research tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul " Pengaruh Fundamental. Teknikal dan Makro Ekonomi Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar Di BEI Periode 2020-2024Ay dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor fundamental (ROA dan NPM), teknikal . ren harga saha. , dan makro ekonomi . nflasi dan suku bunga BI) terhadap harga saham sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI periode 2020-2024. TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Tinjuan Teoritis dan Penelitian Terdahulu . Harga Saham Harga sahaml mlerulpakan nilai pasar dari selemlblar sahaml seblulah perulsahaan ataul emliten pada waktul tertentul (Hermlawan, 2. Harga sahaml mlerulpakan harga penultulpan pasar sahaml selamla periode pengamlatan ulntulk tiap-tiap jenis sahaml yang dijadikan samlpel dan pergerakannya senantiasa diamlati oleh para investor (Widyastulti & Saptani, 2. Harga sahaml adalah harga sulatul sahaml pada pasar yang sedang blerlangsulng di blulrsa efek AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 (MLonalisa, 2. Dari bleblerapa pengertian diatas dapat disimlpullkan blahwa Harga sahaml adalah nilai pasar dari selemlblar sahaml sulatul perulsahaan ataul emliten pada waktul tertentul, yang ditentulkan oleh harga penultulpan pasar sahaml selamla periode pengamlatan. Return On Asset (ROA) Analisis fulndamlental adalah mletode yang digulnakan ulntulk mlengevalulasi nilai intrinsik sulatul perulsahaan dengan mlenganalisis faktor-faktor ekonomli, keulangan, dan lainnya yang dapat mlemlpengarulhi kinerja perulsahaan. Salah satul rasio yang sering digulnakan dalaml analisis fulndamlental adalah ROA. ROA mlerulpakan rasio yang digulnakan dalaml mlengulkulr tingkat kemlamlpulan mlodal yang telah diinvestasikan dalaml keselulrulhan aktiva ulntulk mlenghasilkan keulntulngan neto (Suljarweni, 2. ROA mlerulpakan rasio yang mlengulkulr kemlamlpulan mlanjemlen blank dalaml mlemlperoleh keulntulngan . secara keselulrulhan (Hermlawan, 2. ROA mlerulpakan rasio yang mlenulnjulkkan retulrn atas penggulnaan aset perulsahaan dalaml mlenghasilkan labla blersih (Rosikin & Nulrhidayati, 2. Net Profit Margin (NPM) NPM adalah Salah satu indikator utama dalam analisis fundamental. NPM adalah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya persentase laba bersih atas penjualan bersih (Kasmir, 2. NPM adalah kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, sumber yang ada sepeti kegiatan penjualan (Pambudi et al. , 2. NPM adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur persentase laba bersih suatu perusahaan terhadap penjualan bersih (Satria & Nina, 2. Dapat disimpulan bahwa NPM merupakan rasio yang mengukur persentase laba bersih terhadap penjualan bersih, yang mencerminkan seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari operasionalnya. Menghitung Net Profit Margin bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan perusahaan. Tren Harga Saham Tren adalah Kecenderungan pola pergerakan harga saham yang terjadi dalam jangka waktu tertentu dan dapat dikenali hingga pergerakan tersebut selesai (Marta, 2. Trend adalah pola kecenderungan pergerakan harga saham kearah tertentu dari waktu ke waktu (Mahendra et al. , 2. Tren harga saham adalah arah umum pergerakan harga saham yang dapat diidentifikasi melalui analisis grafik dan data historis . com, 2. Dapat disimpulkan dari ketiga pengertian diatas bahwa Tren harga saham adalah pola arah pergerakan harga saham dalam jangka waktu tertentu yang dapat diidentifikasi melalui analisis grafik dan data historis. Inflasi Salah satu komponen makroekonomi yang dapat memengaruhi perekonomian global adalah inflasi. Inflasi merupakan kondisi di mana harga-harga barang dan jasa mengalami peningkatan secara menyeluruh dan berlangsung secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu (Elmizan & AsyAoari, 2. Inflasi juga dapat diartikan kenaikan harga barang-barang secara umum yang disebabkan oleh turunnya nilai mata uang pada suatu periode tertentu (Ningsih et al. , 2. Inflasi adalah suatu peristiwa yang menunjukkan kondisi di mana AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 harga barang meningkat dan nilai mata uang melemah (Silalahi & Sihombing, . Suku Bunga BI Suku bunga adalah tingkat suku bunga kebijakan yang menunjukkan arah atau sikap kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan disampaikan kepada masyarakat (Suparmono, 2. Suku bunga adalah jumlah bunga yang dibayarkan per unit waktu yang disebut sebagai persentase dari jumlah yang dipinjamkan (Ependi, 2. Suku bunga merupakan suatu harga dari penggunaan investasi . onable fund. (Ningsih et al. , 2. Jadi dapat disimpulkan bahwa Suku bunga adalah biaya yang dibayarkan atas penggunaan dana yang dipinjam, diukur dalam persentase dari jumlah pinjaman. Kerangka konsep penelitian dan hipotesis Return On Asset (ROA) (X. Net Profit Margin (NPM) (X. Harga Saham Tren Harga Saham (Y) (X. Inflasi (X. Suku Bunga BI (X. H1: Diduga ROA secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI di periode 20202024 H2: Diduga NPM secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI di periode 20202024 H3: Diduga Tren Harga Saham secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI di periode 2020-2024 H4: Diduga Inflasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI di periode 20202024 AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 H5: Diduga suku bunga BI secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI di periode H6: Diduga ROA. NPM. Tren Harga Saham. Inflasi, dan Suku Bunga BI secara simultan terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI di periode 2020-2024 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Data diambil bersumber dari w. id dan w. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 53 perusahaan infrastruktur. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif kausal. Asosiatif kausal adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi data panel, dimana model ini merupakan gabungan antara data runtun waktu . ime serie. dan data silang . ross sectio. (Sihombing, 2. Regresi merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar satu variabel dependen dengan satu atau beberapa variabel independent (Tohari et al. , 2. (Tohari et al. , 2. Penelitian ini menggunakan data time series dan data crosection. Sehingga metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis regresi dengan data panel. Persamaan model data panel dapat dituliskan sebagai berikut Yit= 1X1it 2 X2it 3 X3it 4 X4it 5 X5it Ait. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemilihan model Ada tiga uji utama yang digunakan untuk memilih teknik estimasi dalam analisis regresi data panel yaitu uji Chow, uji hausman, uji Lagrange Multiplier (Putra et al. Uji chow Uji Chow digunakan untuk menentukan apakah model Common Effect (CEM) atau Fixed Effect (FEM). Tabel 1 Uji Chow Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Cross-section Chi-square Sumber: Output Eviews 13 Hasil dari uji chow pada tabel 1. 1 menunjukkan bahwa nilai probabilitas cross section F adalah 0. 2778 atau lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Oleh karena itu model yang dipilih adalah Common Effect Model. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Uji Hausman Metode Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM) dipilih berdasarkan hasil uji Hausman Tabel 2 Uji hausman Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Cross-section random Sumber: Output Eviews 13 Berdasarkan hasil uji Hausman yang telah dilakukan, terlihat bahwa nilai probabilitas pada Cross-section random sebesar 0. 3739, yang lebih besar dari 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga model yang tepat digunakan adalah Random Effect Model (REM). Uji Lagrange Multiplier Uji Lagrange Multiplier digunakan untuk menentukan apakah metode estimasi yang paling tepat pada data panel adalah Common Effect Model (CEM) atau Random Effect Model (REM). Tabel 3 Hasil uji Lagrange Multiplier (LM) Test Hypothesis Breusch-Pagan Honda King-Wu Standardized Honda Standardized King-Wu Gourieroux, et al. Cross-section Time Both . Sumber: Output Eviews 13 Berdasarkan hasil uji Lagrange Multiplier (LM) yang dilakukan menggunakan Eviews13, diperoleh probabilitas Breusch-Pagan sebesar 0. Karena nilai probabilitas ini lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05, maka H0 diterima dan H1 Dengan demikian, hasil uji LM menunjukkan bahwa model yang dipilih adalah Common Effect Model (CEM). AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah variabel residual dalam model regresi memiliki distribusi normal atau tidak. Tabel 4 Hasil Uji Normalitas Series : Standardized Res idual s Sa mpl e 2020 2024 Obs erva ti ons 105 Mea n Medi a n Ma xi mum Mi ni mum Std. Dev. Skewnes s Kurtos i s Ja rque-Bera 1. Proba bi l i ty 0. Sumber: Output Eviews 13 Hasil output E-views menunjukkan hasil probabilitas jarque-bera adalah sebesar 0,459294 Ou 0,05. Berdasarkan kriteria ini, dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi yang digunakan memenuhi asumsi normalitas, artinya distribusi residual tidak menyimpang secara signifikan dari distribusi normal. Uji multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mendeteksi adanya korelasi yang kuat antar variabel bebas dalam suatu model regresi. Tabel 5 hasil uji multikolinearitas Coefficient Uncentered Centered Variable Variance VIF VIF Sumber: Output Eviews 13 Karena seluruh nilai Centered VIF < 10, model memenuhi syarat bebas Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas signifikan dalam model regresi. Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada ketidaksamaan dalam model regresi dalam hal perbedaan residual antara pengamat (Ghozali, 2. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Tabel 6 hasil uji heteroskedastisitas F-statistic Prob. Obs*R-squared Prob. Chi-Square. Sumber: Output Eviews 13 Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas yang dilakukan, diperoleh nilai Probabilitas Obs*R-squared sebesar 0,0632, yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti yang cukup untuk menolak hipotesis nol, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan tidak mengalami masalah heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 7 Hasil uji autokorelasi R-squared Mean dependent var 99E-15 Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber: Output Eviews 13 Berdasarkan tabel 4. 16 menunjukkan bahwa nilai weighted Durbin-Watson (DWtes. Dengan n = 105, dengan k = 5 didapatkan DL = 1. 5837 dan DU = 1. Jadi nilai 4- DU = 2. 2173 dan 4-DL = 2. pada pengujian ini diperoleh nilai yaitu 1. 7827 < 1. 861277 < 2. 2173 yang berarti DU 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan dinyatakan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun, dalam penelitian ini, pengaruh ROA terhadap harga saham tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa sinyal yang diberikan oleh ROA kurang diperhatikan atau kurang kuat dalam memengaruhi keputusan investasi para investor pada konteks atau periode penelitian ini. Hal ini bisa terjadi karena investor tidak hanya menilai kemampuan internal perusahaan dalam menghasilkan laba, tetapi juga mempertimbangkan risiko eksternal serta kondisi Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Susanti et al. , (Batara et al. , 2. dan (Putri et al. , 2. yang menytakan bahwa return on asset tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap harga saham Berdasarkan uji t diketahui bahwa variabel NPM memiliki nilai probabilitas 8616 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak dan dinyatakan bahwa NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun, hasil penelitian ini menemukan bahwa NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, kondisi ini bisa terjadi apabila peningkatan NPM tidak diikuti oleh peningkatan laba yang cukup atau jika perusahaan menghadapi kenaikan biaya lain yang mengurangi daya tarik investasi, sehingga pasar tidak merespon secara signifikan terhadap perubahan NPM. Selain itu, faktor eksternal dan kondisi pasar modal juga dapat memengaruhi bagaimana NPM diterjemahkan oleh investor dalam menentukan harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Veny et al. , 2. , (Susanti et al. , 2. yang menytakan bahwa net profit margin tidak berpengaruh signifikan terhadap harga Pengaruh tren harga saham terhadap harga saham Berdasarkan uji t diketahui bahwa variabel Tren harga saham memiliki nilai 0000 C 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan dinyatakan bahwa tren harga saham berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Tren yang naik, atau bullish, biasanya mendorong investor untuk membeli saham, yang dapat menghasilkan kenaikan harga saham lebih lanjut. Tren harga saham yang positif atau naik dianggap sebagai sinyal baik . ood new. yang menunjukkan bahwa pasar menilai AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 perusahaan memiliki prospek yang menguntungkan, sehingga meningkatkan kepercayaan investor untuk membeli saham dan mendorong kenaikan harga saham lebih Hasil penelitian ini sejalan dengan peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh (Prastio, 2. yang menyatakan bahwa tren harga saham berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengaruh inflasi terhadap harga saham Berdasarkan uji t diketahui bahwa variabel inflasi memiliki nilai probabilitas 0018 C 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H4 diterima dan dinyatakan bahwa inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Ketika inflasi meningkat di atas batas normal, hal ini mengindikasikan adanya kenaikan biaya produksi yang dapat menekan profitabilitas perusahaan. Kondisi tersebut memberikan sinyal kepada investor bahwa prospek keuntungan perusahaan menurun, sehingga investor cenderung mengurangi investasi atau menjual sahamnya, yang pada akhirnya menurunkan harga Sebaliknya, inflasi yang rendah atau stabil memberikan sinyal positif yang mendorong investor untuk menanamkan modalnya sehingga harga saham cenderung Hasil penelitian ini sejalan dengan peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh (Ependi, 2. dan (Indrawati, 2. yang menyatakan bahwa inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengaruh suku bunga BI terhadap harga saham Berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa variabel suku bunga BI memiliki nilai 0408 C 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H5 diterima dan dinyatakan bahwa suku bunga BI berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Dalam konteks pasar modal, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rat. dianggap sebagai indikator utama kebijakan moneter yang memengaruhi biaya modal perusahaan dan tingkat pengembalian investasi yang diharapkan oleh investor. Kenaikan suku bunga BI biasanya dipandang sebagai sinyal negatif karena menandakan bahwa biaya pinjaman bagi perusahaan akan meningkat, sehingga profitabilitas perusahaan berpotensi menurun akibat beban bunga yang lebih tinggi. Selain itu, suku bunga yang lebih tinggi juga meningkatkan imbal hasil instrumen investasi berisiko rendah seperti deposito dan obligasi pemerintah. Akibatnya, investor cenderung mengalihkan investasinya dari pasar saham ke instrumen yang lebih aman dan memberikan imbal hasil tetap tersebut. Pergeseran preferensi ini menyebabkan penurunan permintaan saham dan peningkatan penawaran saham di pasar, yang pada akhirnya menekan harga saham secara Hasil penelitian ini sejalan dengan peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh (Prastio, 2. yang menyatakan bahwa suku bunga berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Return on Assets (ROA). Net Profit Margin (NPM), tren harga saham, inflasi, dan suku bunga BI terhadap harga saham. Berdasarkan hasil uji simultan . terdapat nilai probabilitas . -statisti. 000000 C sig 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi linier berganda diterima atau model ini menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap varibel dependen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ROA. NPM. Tren harga saham. Inflasi, dan Suku bunga BI berpengaruh secara simultan terhadap harga saham. Adapun besarnya pengaruh Return on Assets (ROA). Net Profit Margin (NPM), tren harga saham, inflasi, dan suku bunga BI terhadap harga saham yaitu AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 sebesar 98,3% dalam menjelaskan variabilitas variabel dependen yang ditunjukan oleh Adjusted R Square. Hasil ini menguatkan bahwa investor menggunakan berbagai sinyal baik dari kinerja keuangan perusahaan (ROA dan NPM), kondisi pasar . ren harga saha. , maupun faktor makroekonomi . nflasi dan suku bunga BI) secara simultan untuk membuat keputusan investasi. Kombinasi sinyal tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang prospek dan risiko perusahaan sehingga memengaruhi harga saham secara signifikan. PENUTUP Simpulan dan Keterbatasan Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh faktor fundamental (ROA dan NPM), teknikal . ren harga saha. , serta makro ekonomi . nflasi dan suku bunga BI) terhadap harga saham perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI periode Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dapat diambil Kesimpulan bahwa variabel ROA dan NPM tidak berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan variable tren harga saham, inflasi, dan suku bunga berpengaruh terhadap harga saham. ROA. NPM. Tren harga saham. Inflasi, dan Suku bunga BI berpengaruh secara simultan terhadap harga saham. Bagi Investor diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai salah satu acuan dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya dalam menilai sahamsaham sektor infrastruktur. Dengan memahami pengaruh kinerja fundamental seperti ROA dan NPM, serta tren harga saham dan kondisi makro ekonomi seperti inflasi dan suku bunga BI, investor dapat lebih bijak dalam memilih waktu dan saham yang potensial untuk investasi. Namun demikian, investor juga perlu mempertimbangkan bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti hanya menggunakan variabelvariabel tertentu dan data dalam periode tertentu, sehingga hasilnya belum tentu sepenuhnya mewakili kondisi pasar saham secara keseluruhan. Bagi Perusahaan sektor infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan, terutama ROA dan NPM, sebagai upaya untuk menarik minat investor dan meningkatkan harga sahamnya. Selain itu, perusahaan juga perlu memperhatikan kondisi makro ekonomi yang dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap saham Perusahaan juga harus menyadari bahwa faktor-faktor lain yang belum dianalisis dalam penelitian ini juga dapat berpengaruh terhadap minat investor dan harga saham. DAFTAR PUSTAKA