Indonesian Journal of Marine Engineering Volume Issue Pages Year 47 - 59 Optimalisasi Perawatan Sistem Bahan Bakar Guna Menunjang Kinerja Dari Mesin Induk di MV. Thomas Selmer Optimizing Fuel System Maintenance to Support the Performance of the Main Engine on MV. Thomas Selmer Figo Pratama U Mustholiq U Riyadini Utari U Hendro Sulistio U Hermono U Slamet Riyadi U Eka Setia BudiU MafrisalU Iwan Kurniawan Abstract: The engine or prime mover on the ship is a device used to move the ship in its operation to carry cargo from one place to another. The fuel system is one of the systems that support the operation of the main engine, therefore it is very important to maintain the quality of the fuel used on The purpose of this thesis research is to find out what factors can affect the poor quality of the fuel system, find out what impact is caused by not optimizing the maintenance of the fuel system, and find out how efforts are made to optimize the maintenance of the fuel system to support the performance of the main engine on the MV. Thomas Selmer. The research uses a qualitative descriptive method with fishbone data processing techniques to describe and explain the object under Data obtained in this study through observation, and interviews, fishbone diagram is a data processing technique used to improve quality. This diagram shows the relationship between cause and effect of a problem. The results showed that the decline in the quality of HFO on board MV. Thomas Selmer was caused by several things, namely: Not optimal performance of the HFO purifier. Limited fuel oil chemical treatment, and HFO that is not in accordance with ISO 8217 standards. The impact of not optimizing maintenance on the fuel system is a decrease in pump pressure, a lot of sediment in the purifier, an increase in the volume of the sludge tank, and incomplete combustion in the main Carrying out fuel oil analysis and fuel oil treatment procedures in accordance with the manual book and setting point temperatures in accordance with laboratory results are efforts that can be made to maintain fuel quality so that the performance of the main engine becomes optimal. Keywords: Fishbone. Fuel oil quality. Maintenance. HFO Abstrak: Mesin atau mesin penggerak utama pada kapal adalah alat yang digunakan untuk menggerakkan kapal dalam pengoperasiannya membawa muatan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Sistem bahan bakar merupakan salah satu sistem yang mendukung pengoperasian mesin induk, maka dari itu sangatlah penting untuk menjaga kualitas dari bahan bakar yang digunakan di atas kapal. Tujuan penelitian skripsi ini adalah Untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi buruknya kualitas sistem bahan bakar, untuk mengetahui dampak apa yang ditimbulkan dari tidak optimalnya perawatan sistem bahan bakar dan untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasi perawatan sistem bahan bakar untuk menunjang kinerja dari mesin induk di MV. Thomas Selmer. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengolahan data fishbone untuk menggambarkan dan menjelaskan objek yang diteliti. Data yang diperoleh dalam Figo Pratama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia Email: figopratama93@gmail. Mustholiq Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia Email: mustholiqpipsmg@yahoo. Riyadini Utari Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia Email: riyadini. utari@pip. Hendro Sulistio, et. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia Email: hendro_sulistio@pip-semarang. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 penelitian ini melalui observasi, dan wawancara, fishbone diagram adalah sebuah teknik pengolahan data yang digunakan untuk meningkatkan kualitas. Diagram ini menunjukan hubungan antara sebab dan akibat dari suatu permasalahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kualitas HFO di kapal MV. Thomas selmer disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: Tidak optimalnya kinerja pada HFO purifier. Terbatasnya fuel oil chemical treatment, dan HFO yang tidak sesuai dengan standart ISO Dampak yang ditimbulkan dari tidak optimalnya perawatan pada sistem bahan bakar adalah terjadinya penurunan tekanan pada pompa, banyaknya endapan pada purifier, naiknya volume pada sludge tank dan pembakaran pada mesin induk menjadi tidak sempurna. Melaksanakan prosedur fuel oil analysis dan fuel oil treatment yang sesuai dengan manual book serta melakukan set point temperature sesuai dengan hasil laboratorium adalah upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas bahan bakar agar kinerja mesin induk menjadi optimal. Kata kunci: Fishbone, kualitas bahan bakar, perawatan. HFO PENDAHULUAN Salah satu mesin penggerak kapal yang paling banyak digunakan oleh pengguna jasa transportasi laut adalah mesin diesel (Wijaya & Hadi, 2. Hampir seluruh moda transportasi baik berukuran kecil, menengah dan besar memilih mesin diesel sebagai opsional pertama. Pemilihan mesin diesel sebagai mesin penggerak utama kapal disebabkan karena karakteristik yang dimiliki cocok dengan kondisi perairan tempat kapal tersebut beroperasi. Seperti konstruksi yang kuat, ringan dan tidak memerlukan ruangan mesin yang luas. Instalasi mesin diesel terdiri dari berbagai sistem pendukung yang berfungsi untuk menghasilkan power atau daya dorong kapal, sehingga dapat berjalan atau beroperasi maju atau mundur (Faulina Khusniawati, 2. Mesin diesel adalah motor bakar dengan proses pembakaran yang terjadi didalam mesin itu sendiri . nternal combustion engin. dan pembakaran terjadi karena udara murni dimampatkan . dalam suatu ruang bakar . sehingga diperoleh udara bertekanan tinggi serta panas yang tinggi, bersamaan dengan itu disemprotkan / dikabutkan bahan bakar sehingga terjadilah pembakaran. Prosedur pengoperasian sistem bahan bakar merupakan langkah-langkah kerja yang mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuat mesin agar pengoperasian mesin dapat berjalan normal, umur pemakaian serta daya yang dihasilkan dapat maksimal dengan pemakaian bahan bakar yang minimal (Samlawi, 2. Salah satu faktor penting dalam kelancaran operasional kapal adalah penggunaan HFO . eavy fuel oi. HFO lebih murah dibandingkan dengan harga diesel oil yang digunakan sebagai bahan bakar mesin penggerak utama. Pemeliharaan dan perawatan bahan bakar yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara teratur akan dapat mencegah kerusakan yang parah dan menurunkan kerja mesin. Penanganan dan pemeliharaan bahan bakar yang terintegrasi dan terpadu akan memudahkan pengoperasian kapal. Di mana dalam upaya, pemeliharaan dan perawatan yang teratur dan terencana akan memperpanjang umur operasi kapal (Suwarso dkk. MV. Thomas Selmer memiliki 3 jenis bahan bakar yaitu: HFO (Heavy Fuel Oi. LSHFO (Low Sulfur Heavy Fuel Oi. , dan MDO (Marine Diesel Oi. Dalam pengoperasian seharihari HFO . eavy fuel oi. digunakan untuk bahan bakar mesin induk (Main Engin. dan mesin bantu (Auxiliary Engin. Dan digunakan hanya ketika awal . pada mesin Incenerator dan dalam pengoperasian pada Emergency Generator. Permasalahan yang ditemukan tidak hanya terjadinya permasalahan pada purification tetapi ada faktor internal lain seperti bahan bakar yang memang tidak sesuai standar yaitu HFO yang kotor dan terdapat solid particles dan faktor eksternal lain yaitu kurangnya suku cadang untuk HFO treatment tersebut sehingga menjadi kurang optimal. Ketika kapal melakukan bunkering di Brunstbuttel. HFO yang diterima kualitasnya buruk karena memiliki banyak sedimen dan kotoran hal ini diketahui bahwa kandungan sedimen pada HFO memiliki kualitas di bawah standart yaitu 0,11 %m/m. Peristiwa ini menyebabkan filter dari sistem bahan bakar menjadi kotor dengan banyak kandungan sedimen yang terdapat pada bahan bakar tersebut. Hal ini juga menyebabkan penurunan tekanan pada pompa bahan bakar dan menimbulkan masalah pada sistem pemurnian bahan bakar di purifier sehingga menghasilkan output yang Peristiwa ini dapat menyebabkan tersumbatnya nozzle pada injector sehingga . Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 mempengaruhi pada pembakaran mesin induk. Berdasar kejadian yang dialami penulis selama praktik laut, penulis terdorong untuk menulis skripsi dengan judul "Optimalisasi perawatan sistem bahan bakar guna menunjang kinerja dari mesin induk di MV. Thomas Selmer. " Penulis memfokuskan pada optimalisasi sistem bahan bakar jenis HFO . eavy fuel oi. karena bahan bakar jenis ini membutuhkan perawatan secara tepat dan akurat sehingga dapat dipastikan bahwa mesin induk dapat bekerja dengan lancar. Menurut Marsudi & Palippui . sistem bahan bakar adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar secara aman, menyalurkan bahan bakar ke mesin dan mengkabutkan bahan bakar agar bercampur dengan udara. Kuantitas dari bahan bakar yang akan dilakukan proses bunker harus dihitung berdasarkan perbandingan bahan bakar yang tersisa di storage tank, ini dilakukan untuk menghindari terjadinya fuel oil incontabillity dari bahan bakar baru dan bahan bakar yang tersisa. Berdasar dasar inilah maka dibuatlah Bunker Pre-Loading Plan, aspek pemanas dan kesiapan dari kondisi storage tank juga menentukan keberhasilan dari treatment yang akan diberikan. Standar ISO 8217 ada pada tahun 1987 untuk memenuhi persyaratan bahan bakar minyak yang dipasok untuk seluruh kapal di seluruh dunia, undang-undang lingkungan yang baru mengubah sifat bahan bakar laut dari produk minyak tradisional dari pengolahan minyak mentah tetapi kemungkinan produk minyak yang berasal dari sumber alternatif. Setiap edisi baru memiliki amandemen untuk memenuhi persyaratan lingkungan yang lebih ketat (Shrivastava, 2. Menurut CIMAC . menyatakan bahwa kualitas bahan bakar minyak pada saluran masuk engine berhubungan langsung dengan sistem pengolahan bahan bakar dan pengaturan penyimpanan bahan bakar. Berikut merupakan faktor dan dampak dari buruknya kualitas HFO buruknya kualitas HFO: Tabel 1. Fuel contaminant and problem Fuel contaminant Problem High viscosity Masalah pada fuel transfer dan injection High specific Dapat mengurangi tingkat efesiensi pada pengoperasian sentrifugal High carbon High sulfur High ash content High vanadium Sodium . ir asi. High aluminium and silica Incompatibility Peningkatan kotoran pada saluran gas, endapan turbin gas buang, penyumbatan filter yang berlebihan, dan pembakaran yang buruk Korosi pada bagian silinder Meningkatkan keausan abrasif komponen mesin, katup buang, alur piston, dan endapan turbin buang Meningkatkan korosi pada komponen panas dan penumpukan Meningkatkan endapan pada gas buang, korosi katup buang, penumpukan lumpur sentrifugal yang berlebihan, endapan injektor, dan endapan alur piston Meningkatkan keausan ring piston, alur piston, cylinder liner, dan pompa injeksi yang berlebihan Meningkatkan lumpur pada sentrifugal yang berlebihan, keausan pompa injeksi dan endapan pada injektor, jika pada pembakaran meningkatkan turbin gas buang dan endapan katup buang juga dapat terjadi METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut Wada dkk . menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantifikasi lainnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah fishbone analysis. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 Fishbone Diagram secara umum adalah sebuah gambaran grafis yang menampilkan data mengenai faktor penyebab dari kegagalan atau ketidak sesuaian hingga menganalisa ke sub paling dalam dari faktor penyebab timbulnya masalah (Aristriyana. , & Ahmad Fauzi. Penelitian ini dilakukan pada 25 November 2022 sampai 17 Mei 2023 di kapal MV. Thomas Selmer. Kapal ini berjenis bulk carrier yang dimiliki oleh perusahaan Oscar Wehr. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Observasi Berikut merupakan faktor-faktor yang menyebabkan menurunya kualitas dari bahan bakar HFO: Menurunya preassure pada pompa FO transfer pump berfungsi memompa bahan bakar dari storage tank menuju ke settling tank, transfer pump yang ada di kapal MV. Thomas selmer ini menggunakan pompa gear pump dengan kapasitas 20 x 3 m3/h x kg/cm2 dan dilengkapi simplex strainer dengan kerapatan 32 mesh yang diletakan pada suction line sebelum menuju ke FO transfer pump. Gambar 2. Menurunya tekanan HFO transfer pump dan HFO purifier feed pump Sumber: Dokumen pribadi Ketika masinis i dan penulis mentransfer bahan bakar dari storage tank menuju settlink tank untuk dilakukan proses purifikasi di purifier. Namun sebelum dijalankannya pompa, dilakukan pembersihan pada strainer untuk memastkan kelancaran pada proses transfer bahan bakar tetapi setelah dijalankannya transfer pump setelah beberapa menit pompa mengalami penurunan tekanan. Pada gambar 2 menunjukan menurunya tekanan dari HFO transfer pump dan HFO purifier feed pump yang tidak sesuai dengan standart pada manual yaitu bertekanan 3 kg/cm2 sehingga masinis tiga memutuskan untuk mematikan pompa. Tidak optimalnya kinerja dari purifier Purifier merupakan pesawat bantu di atas kapal yang berfungsi untuk memurnikan atau membersihkan bahan bakar kapal dari air, lumpur ataupun zat lain dengan memanfaatkan perbedaan massa jenis melalui putaran tinggi. Gambar 3. Banyaknya endapan di dalam purifier . Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 Sumber: Dokumen pribadi Pada gambar 3 menunjukan banyaknya sludge/solid particles yang ada di dalam Pada saat melakukan penelitian, penulis sering menemukan masalah pada purifier yaitu sering timbulnya alarmAytoo much sludge in bowlAy pada monitor purifier yang disebabkan oleh menumpuknya lumpur di dalam purifier sehingga menyebabkan tidak bergeraknya bowl pada purifier, bowl pada purifier digerakan oleh electrical motor yang ada pada purifier dan juga terdapat alarm Auoil leaking from bowlAy. Namun terbatasnya spare part pada purifier menjadi masalah untuk dilakukan perbaikan, kondisi seperti ini penulis alami ketika melakukan perawatan pada permesinan di kapal MV. Thomas selmer ,hal ini tentunya mempengaruhi kinerja dari purifier tersebut sehingga menjadi tidak optimal. Bahan bakar HFO dalam keadaan kotor Pada saat proses mengisi/transfer bahan bakar atau biasa kita sebut dengan bunker di kapal ada kemungkinan terdapat campuran dari zat-zat lain seperti lumpur, air atau zatzat lainnya. Gambar 4. Terdapat banyak sludge/endapan pada strainer HFO transfer pump Sumber: Dokumen pribadi Pada gambar 4 menunjukan banyaknya sludge/solid particle pada filter HFO transfer pump yang diletak pada suction line sebelum menuju transfer pump yang akan dilakukan transfer dari storage tank menuju settlink tank untuk kebutuhan purifikasi pada purifier. Hal ini dapat menimbulkan masalah pada kebersihan penyimpanan tangki bahan bakar hingga menganggu proses aliran bahan bakar dari tangki penyimpanan hingga bahan bakar di kompresikan ke mesin induk menjadi tidak sempurna dan dapat menyebabkan kerusakan yang berkelanjutan pada permesinan seperti heater, pompapompa, purifier serta injector. Pembahasan hasil penelitian Faktor yang mempengaruhi buruknya kualitas dari bahan bakar Dalam hal ini penulis akan menjabarkan faktor-faktor yang mempengaruhi buruknya kualitas dari bahan bakar dengan diagram fishbone, berikut ini adalah faktor Aefaktor yang mempengaruhi buruknya kualitas dari bahan bakar: Tabel 2. faktor penyebab kerusakan Faktor yang diamati Manusia . Mesin . Masalah yang terjadi A Tidak berjalannya fuel analysis di kapal Purifier bekerja kurang optimal A Terdapat banyak endapan pada purifier dan filter Terbatasnya suku cadang dari permesinan dan stock dari fuel oil treatment Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 Bahan . A Bahan bakar HFO dalam keadan kotor Bahan bakar HFO tercampur air Prosedur fuel oil analysis tidak berjalan Prosedur . A Ketidaksesuain perawatan pada purifier dan juga pada bahan bakar Berdasar tersebut selanjutnya penulis akan mengaplikasikan ke dalam fishbone diagram sebagai metode untuk menganalisa data. Berikut fishbone diagram dari permasalahan kualitas dari bahan bakar Man Machine Purifier bekerja kurang optimal Terbatasnya stok spare part pada permesinan dan Tidak berjalannya fuel oil analysis di atas kapal fuel oil treatment Terdapat endapan lumpur pada purifier dan Bahan bakar HFO dalam keadaan kotor Prosedur fuel Bahan bakar HFO tercampur Ketidaksesuaian perawatan pada purifier dan bahan bakar Menurunnya kualitas dari bahan bakar oil analysis tidak berjalan Gambar 5. Diagram fishbone Berdasarkan diagram fishbone yang telah penulis susun di atas dan penulis akan menjabarkan faktor-faktor apa yang mempengaruhi kualitas dari bahan bakar, sehingga hasilnya adalah: Faktor manusia . Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis, penulis mendapati tidak berjalannya standar prosedur dalam menjalankan fuel oil treatment dengan tidak pernah dilakukannya fuel oil analysis di atas kapal sebagai pembanding hasil analisis dari Hal ini dikarenakan tidak tersedianya fuel test analysis di atas kapal, pentingnya menjalankan prosedur ini agar mengetahui beberapa parameter penting seperti viskositas, densitas, kandungan air dan sulfur. Serta untuk memastikan kualitas bahan bakar guna mengoptimalkan kinerja permesinan seperti heater, purifier dan viscorator yang bertujuan agar tidak merugikan perusahaan. Faktor mesin . Faktor mesin adalah faktor yang berdampak besar pada kualitas dari bahan bakar HFO di kapal MV. Thomas selmer, setiap permesinan yang dibuat manusia memiliki usia pakai berdasarkan karakteristik material yang digunakan. Apabila usia pakai sebuah . Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 mesin sudah lebih dari batas usia pakainya maka kerusakan dapat terjadi, faktor mesin yang dimaksud adalah pompa, heater, purifier dan juga spare part pada permesinan. Namun terkhusus purifier dan filter merupakan faktor mesin yang sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas bahan bakar, kualitas bahan bakar yang baik dapat diperoleh apabila purifier sebagai alat purification air, lumpur dan benda-benda lain yang tercampur ke dalam bahan bakar bekerja dengan optimal. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga performa purifier dengan melakukan perawatan dengan benar dan sesuai dengan manual book. Perawatan biasanya dilakukan dengan membersihkan bowl dari purifier agar output bahan bakar yang dihasilkan bersih. Sebagaimana purifier, filter juga memegang peran penting dalam menentukan kualitas bahan bakar yang dialirkan menuju mesin induk di kapal MV. Thomas selmer. Namun masalah yang ada di atas kapal MV. Thomas selmer yaitu terbatasnya spare part untuk purifier sehingga menyebabkan tidak optimalnya kinerja bagi purifier. Hal ini berdampak pada kualitas dari bahan bakar, dalam hal ini crew menanggulanginya dengan memakai spare part bekas yang masih layak pakai. Ketika ditemukannya penurunan tekanan pada pompa dari aliran bahan bakar, dapat dilakukan pembersihan pada filter tersebut dengan mematikan pompa dan menutup suction dan discharge valve terlebih dahulu agar aliran bahan bakar terhenti dan dapat dibersihkan filter tersebut agar bisa digunakan sebagaimana mestinya. Faktor bahan . Bahan bakar yang diterima pada saat bunker di Brunsbuttel memiliki kadar sedimen yang melebihi standar, hal ini diketahui dari hasil uji laboratorium dan mendapat catatan dari pihak laboratorium. Yang mana menjadi perhatian yaitu kandungan sulfur pada bahan bakar yaitu 0,50 %m/m yang mana angka ini merupakan angka maksimal dari spesifikasi dari bahan bakar tipe RMG380 dan total sediment existent memiliki nilai 0,11 %m/m. Dengan hasil dari uji tes laboratorium tersebut, pihak laboratorium memberikan beberapa catatan yaitu peningkatan pembentukan lumpur mungkin terjadi, jangan campur dengan bahan bakar lain dan hindari penyimpanan dalam waktu yang lama serta memonitor tratment bahan bakar dan periksa drain tank secara berkala . Faktor prosedur . Faktor prosedur . dalam hal ini merupakan panduan yang digunakan dalam melaksanakan perawatan yang tepat untuk bahan bakar. Berdasar hasil wawancara penulis dengan narasumber yang berperan langsung dalam perawatan bahan bakar di kapal yaitu masinis i. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan penting dilakukannya fuel oil analysis bahan bakar diatas kapal dan juga dari laboratorium untuk mengetahui karateristik dari bahan bakar tersebut sebelum digunakan yang nantinya menjadi parameter untuk mengatur rekomendasi pada heater sebelum masuk ke dalam purifier dan mengatur parameter pada viscosity controller. Pada kapal MV. Thomas selmer penulis pernah melakukan penambahan fuel oil chemical treatment yaitu UNITOR fuel power conditioner pada settling tank yang dapat membantu membersihkan bahan bakar dari lumpur,kontaminasi, dan endapan pada settling tank. Hal ini tentu mempengaruhi kualitas bahan bakar menjadi lebih baik. Dampak yang ditimbulkan dari tidak optimalnya perawatan pada sistem bahan bakar bagi kinerja mesin induk . Terjadinya preassure drop Kasus ini terjadi akibat penumpukan sedimen baik yang berupa kotoran ataupun sedimen dari bahan bakar yang tersaring dan mengalami pengendapan pada filter, pernyataan ini berdasar hasil observasi dan hasil wawancara yang dilakukan dengan masinis i George Ulloa. Dalam operasionalnya, preassure drop sering terjadi pada sistem regulasi HFO yaitu: Preassure drop pada HFO transfer pump HFO transfer pump pada kapal MV. Thomas selmer menggunakan pompa berjenis gear pump dengan tekanan normal berdasarkan manual yaitu 3 kg/cm2 namun ketika terjadi penumpukan sendimen dan kotoran pada filter seperti yang penulis alami di kapal, maka terjadi penurunan tekanan kerja pada pompa menjadi 2 kg/cm2 apabila . Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 hal ini terjadi maka langkah yang harus dilakukan yaitu mematikan pompa transfer pump dan menutup suction dan discharge valve untuk menghentikan aliran bahan bakar, setelah itu filter dapat dibersihkan agar mengoptimalkan tekanan pompa. Preassure drop pada purifier feed pump HFO purifier feed pump di kapal MV. Thomas selmer memiliki 2 pompa menggunakan pompa berjenis screw pump dengan tekanan normal berdasar manual yaitu 3 kg/cm2 dengan kapasitas 2,1 m3/h, namun ketika tekanan menurun pompa tersebut hanya mampu bekerja pada tekanan 2 kg/cm2 yang mana kapasitas juga Apabila hal ini terjadi maka langkah yang harus dilakukan yaitu melakukan perpindahan posisi . hange ove. pada filter yang mengalami preassure drop dan menggantinya pada filter yang telah standby dan membersihkan filter yang mengalami preassure drop dikarenakan banyaknya kotoran yang ada pada filter. Preassure drop pada supply pump Pada kapal MV. Thomas selmer memiliki 2 buah supply pump yang berjenis screw pump dengan tekanan optimal berdasarkan manual yakni 4 kg/cm2 dengan kapasitas 2,6 m3/h, apabila terjadi preassure drop maka tekanan akan berkurang menjadi 3 kg/cm2 sampai dengan 2 kg/cm2. Sedimen dan kotoran yang mengendap di dalam filter akan menutup sisi dari suction side, hal ini akan menghalangi masuknya bahan bakar yang diserap oleh pompa, ketika hal ini terjadi pembersihan filter merupakan langkah yang diambil untuk mengembalikan pada tekanan normal dan mencegah terjadinya menurunnya tekanan yang lebih jauh. Meningkatnya volume dari sludge tank Hal ini terjadi disebabkan oleh sering terjadinya purifier failure yang berdampak pada banyaknya bahan bakar yang terbuang ke sludge tank. Pada saat proses purifikasi terdapat perubahan fuel temperature yang mendekati pada nilai yang diberikan terhadap set point, maka akan terjadi purifier failure dan mengakibatkan bahan bakar yang sedang mendapatkan treatment akan masuk ke sludge tank ketika proses discharge berlangsung. Permasalahan ini mengakibatkan naiknya volume dari sludge tank yang menyebabkan kuantitas dari sludge yang nantinya akan dibuang pada saat kapal melakukan discharge sludge tank ketika di pelabuhan menjadi lebih banyak. Terjadinya alarm pada purifier Berdasarkan manual book hal ini disebabkan banyaknya sludge/solid particle yang berada di dalam bowl dan menyebabkan bowl berhenti berputar dan pada kondisi seperti ini purifier akan otomatis berhenti begitu juga electrical motor. Gambar 6. Banyaknya endapan yang membuat bowl tidak bi berputar Sumber: Dokumentasi pribadi Tersumbatnya nozzle pada injector Dampak berikutnya dari buruknya kualitas dari bahan bakar yaitu menyebabkan tersumbatnya lubang nozzle pada injector. Apabila lubang pada nozzle terjadi penumpukan kotoran/karbon akan menutupi lubang pada nozzle injector yang mana berfungsi sebagai jalan keluarnya bahan bakar yang akan dikabutkan. Jika hal ini terjadi proses pengabutan menjadi terganggu dan mengakibatkan pembakaran menurun sehingga berdampak buruk terhadap performa mesin induk. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 Gambar 7. Tersumbatnya nozzle pada injector Sumber: Dokumentasi pribadi Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasi perawatan sistem bahan bakar untuk menunjang kinerja mesin induk Kualitas bahan bakar yang baik memang menjadi hal yang mutlak untuk dijaga sebagai upaya memaksimalkan daya sebuah mesin yang digunakan. Agar dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dilakukan perawatan terhadap bahan bakar. Perawatan juga bertujuan untuk memberi tindakan pencegahan yang diakibatkan terkontaminasinya bahan bakar dengan zat lain baik sebelum atau sudah diterimanya bahan bakar di atas kapal. Ada 3 jenis perawatan yang dapat dilakukan, antara lain: Perawatan kimia Perawatan kimia yang dilakukan penulis ketika melakukan praktek laut di atas kapal MV. Thomas selmer yaitu dengan cara menambahkan chemical fuel oil treatment yang berfungsi antara lain untuk memperbaiki komposisi bahan bakar serta dapat membersihkan bahan bakar dari kotoran atau deposit padat sehingga bahan bakar akan dapat dialirkan dengan pompa dan kotoran tidak mengendap pada pipa-pipa ataupun tangki dan juga mempercepat proses pemurnian bahan bakar pada purifier akan lebih cepat dan meringankan beban dari purifier itu sendiri. Ketika di kapal penulis melakukan pemberian chemical treatment yaitu UNITOR fuel power conditioner yang diberikan pada settling tank atau pada storage tank sebelum melakukan bunkering berdasar instruksi pemakaian dari manual dosis rata-rata pemakaian 1 : 15 000. Perawatan thermis Perawatan thermis dilakukan dengan cara pemberian pemanasan terhadap bahan bakar, dalam hal ini media yang digunakan adalah uap . Uap yang dihasilkan dari boiler yang selanjutnya dialirkan melalui pipa-pipa menuju tangki bahan bakar, uap ini juga dialirkan kepada FO heater. Perawatan mekanis Perawatan mekanis yang dimaksud adalah perawatan pada pompa purifier, heater, filter, dan cerat pada tangki bahan bakar sehingga kualitas yang dihasilkan dari fuel oil treatment menjadi optimal sehingga pembakaran yang dihasilkan menjadi sempurna. Overhauling pada purifier . Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 Overhauling pada purifier dilakukan untuk melakukan pengecekan dan investigasi pada purifier pemasangan gravity disc, pemasangan bowl disk serta clearance. Selain itu overhauling dilakukan juga untuk pengecekan komponen pada purifier apakah masih layak pakai atau butuh pergantian. Perawatan pada purifier sebaiknya dilakukan sesuai dengan instruksi manual book dan sebaiknya juga menggunakan spare part yang asli . agar purifier bekerja dengan baik. Gambar 8. Overhauling dan Pembersihan pada komponen purifier Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar di atas merupakan foto yang penulis ambil ketika melakukan overhauling dan pembersihan pada komponen purifier untuk dilakukan pengecekan dan penggantian o-ring. Namun fakta yang ditemukan di atas kapal adalah terbatasnya spare part untuk purifier sehingga engineer memutuskan tidak mengganti spare part tersebut dikarenakan tidak tersedianya dan terkadang menggunakan spare part yang tidak sesuai dengan arahan maker yang menyebabkan kurang optimalnya kinerja dari purifier . Perawatan pada filter Perawatan pada filter termasuk bagian penting yang mana pada filter akan tersaringnya kotoran atau solid particle yang terletak sebelum masuk ke pompa . uction lin. sehingga menjaga pompa tetap dalam keadaan baik dengan tetap menjaga kerapatan dari filter tersebut. Selain itu perawatan pada auto back flushing filter juga harus diperhatikan dengan melakukan pengecekan kondisi serta melakukan pembersihan yang terjadwal agar tekanan tetap dalam kondisi normal. Penyumbatan pada filter dapat menyebabkan penurunan tekanan pada pompa dan menghambat aliran pada bahan bakar. Apabila hal ini terus berlanjut dengan waktu yang lama maka dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa tersebut, maka perlu dilakukannya pengawasan secara visual apabila sedang melakukan transfer bahan bakar dengan memerhatikan tekanan pada . Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 Gambar 9. Pembersihan rutin pada filter HFO transfer pump dan purifier feed Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar 10. Pengecekan dan pembersihan rutin pada autoback filter Sumber: Dokumentasi pribadi . Perawatan pompa Sebagai permesinan untuk memindahkan liquid dari satu tempat ke tempat lain permesinan ini juga memiliki peranan penting pada HFO treatment yang mana bila terjadi kerusakan pada permesinan ini akan menganggu jalannya sistem dari bahan bakar maka dari itu pentingnya melakukan perawatan serta pengecekan secara berkala pada pompa agar pompa bekerja secara optimal dan dengan tekanan yang normal. Perawatan pada pompa dalam sistem bahan bakar yang pernah dilakukan penulis adalah overhaul pada supply pump yang berjenis screw pump. Perawatan yang dilakukan yakni penggantian screw . pada pompa sebagai komponen utama pada pompa tersebut, serta gasket dan juga o-ring yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja pada pompa sebagai pemeliharaan rutin dikarenakan keausan pada ulir. Gambar 11. Penggantian ulir serta gasket dan o-ring pada supply pump Sumber: Dokumentasi pribadi . Perawatan pada heater Heater sebagai permesinan yang mempengaruhi kualitas dari bahan bakar yang berfungsi untuk memanaskan bahan bakar yang bertujuan untuk menurunkan viskositas dari bahan bakar tersebut agar bahan bakar mudah untuk dialirkan. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 Apabila terjadi kerusakan pada heater maka dapat menganggu proses fuel oil treatment, perawatan yang dilakukan biasanya meliputi pembersihan endapan atau kotoran untuk mncegah terjadinya endapan, pemeriksaan kondisi fisik pada komponen heater untuk memastikan tidak adanya kebocoran atau kerusakan, serta penggantian suku cadang sesuai PMS. Perawatan pada injector Injector sebagai alat untuk mengabutkan bahan bakar memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan pembakaran di atas kapal maka dari itu pentingnya perawatan sesuai dengan petunjuk manual book. Berdasar hasil wawancara dengan engineer, injector pada mesin induk harus dapat mengabut dengan baik pada tekanan 300 kg/cm2. Pada kejadian tersumbatnya nozzle pada injector penanganan yang dapat dilakukan yaitu pembersihan pada lubang yang terdapat pada nozzle dari kotoran-kotoran atau karbon yang tersumbat pada Serta lakukan pengecekan pada lubang sesuai dengan petunjuk manual book apabila nozzle sudah tidak memungkinkan untuk kembali digunakan maka harus diganti dengan yang baru. Gambar 12. Penggantian nozzle yang baru Sumber: Dokumentasi pribadi . Melakukan fuel oil analysis di atas kapal Pentingnya melakukan fuel oil analysis di atas kapal guna mengetahui nilai dari kandungan bahan bakar tersebut apakah sesuai dengan standar ISO 8217. Dan juga hal ini sebagai tindakan yang tepat untuk mengidentifikasi potensi masalah yang akan terjadi pada kualitas pada bahan bakar tersebut serta menjadi pembanding dari hasil analisis yang didapat dari hasil laboratorium nantinya. Apabila bahan bakar yang nantinya akan digunakan di atas kapal tidak sesuai dengan standar ISO 8217 akan mengakibatkan masalah pada sistem bahan bakar dan juga mesin induk. Gambar 13. Wilhemsen fuel oil test kit Sumber: (WILHELMSEN, 2. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae August 2024 SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dibahas, maka dapat disimpulan sebagai Faktor yang mempengaruhi kualitas bahan bakar di MV. Thomas selmer. Tidak optimalnya kinerja pada proses pemurnian bahan bakar yaitu HFO purifier. keterbatasan pada fuel oil chemical treatment sebagai perawatan kimia yang mempengaruhi kualitas dari bahan bakar. Bahan bakar yang tidak sesuai dengan standar ISO 8217. Tidak berjalannya fuel oil analysis di atas kapal. Dampak yang ditimbulkan akibat dari tidak optimalnya perawatan pada sistem bahan . Terjadinya penurunan tekanan pada pompa. Terjadinya alarm failure pada purifier. Meningkatnya volume dari sludge tank. Tersumbatnya nozzle pada injector. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasi perawatan sistem bahan bakar . Meningkatkan kesadaran crew mengenai pentingnya penyediaan fuel oil test kit dan melakukan fuel oil analysis di atas kapal. Melakukan pemberian fuel oil chemical treatment pada tangki storage dan settlink bahan bakar. Melakukan perawatan secara rutin sesuai dengan PMS . lan maintennance syste. mengenai permesinan seperti purifier, heater, pompa serta komponen pendukung lainnya seperti injector dan filter. Serta bagi perusahaan untuk menyediakan suku cadang yang sesuai dengan arahan maker. PENGAKUAN Dalam penyusunan jurnal ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan,dukungan dan saran serta bantuan dari berbagai pihak, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang Bapak H. Mustholiq M. Mar. E selaku Dosen pembimbing materi penulisan jurnal Ibu Riyadini Utari. Si. selaku Dosen pembimbing metode penulisan jurnal. DAFTAR PUSTAKA