Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENINGKATAN KAPASITAS TATA KELOLA DESA WISATA BERBASIS MASYARAKAT DAN BERKELANJUTAN Santi Palupi1*. Asep Syaiful Bahri2. Sri Fajar Ayuningsih3. Fitri Abdillah4. Timotius Agus Rahmat5 Universitas Podomoro e-mail: santi. palupi@podomorouniversity. syaiful@podomorouniversity. ayuningsih@podomorouniversity. abdillah@podomorouniversity. rachmat@podomorouniversity. ABSTRACT Cilember Tourism Village is a tourist destination in the administrative area of Cilember Village. Cisarua District. Bogor Regency. Cilember Tourism Village was initiated in early 2015 by the Cilember Village community tourism awareness group. In its development. Cilember Tourism Village still experiences various obstacles in realizing a sustainable tourism village, including related to the lack of understanding of tourism village managers regarding village governance. This community service is carried out with the aim of providing an understanding of tourism village The target of this community service is the manager of the Cilember Tourism Village. The method of implementing community service used is by using lectures, discussions and The results of community service were obtained, that the participants of the activity easily understood the training material Participants in the activity also gave assessments to community service implementers who were able to accommodate questions and discussions carried out. The suggestion from this activity is the need for additional time for activities and imitation study activities to villages that have developed and implemented good governance. The suggestion for the next training activity is to increase the capacity of homestay governance in tourist Keywords: Governance. Village. Tourism. Community Service. Community Capacity. Tourism Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 ABSTRAK Desa Wisata Cilember adalah destinasi wisata yang berada di wilayah administratif Desa Cilember. Kecamatan Cisarua. Kabupaten Bogor. Desa Wisata Cilember di inisasi pada awal tahun 2015 oleh kelompok sadar wisata masyarakat Desa Cilember. Pada perkembangannya Desa Wisata Cilember masih mengalami berbagai macam kendala dalam mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan, diantaranya adalah terkait kurangnya pemahaman pengelola desa wisata mengenai tata kelola desa Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tata kelola desa Adapun sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengelola Desa Wisata Cilember. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah dengan menggunakan ceramah, diskusi dan praktek. Hasil pengabdian kepada masyarakat diperoleh, bahwa peserta kegiatan mudah memahami materi pelatihan yang diberikan. Peserta kegiatan juga memberikan penilaian kepada pelaksana pengabdian kepada masyarakat mampu mengakomodir pertanyaan serta diskusi yang Adapun saran dari kegiatan ini adalah perlunya tambahan waktu kegiatan serta kegiatan studi tiru ke desa yang sudah maju dan menerapkan tata kelola yang baik. Adapun saran untuk kegiatan pelatihan selanjutnya adalah peningkatan kapasitas tata kelola homestay di desa wisata. Kata kunci: Tata Kelola. Desa. Wisata. Pengabdian Kepada Masyarakat. Kapasitas Masyarakat. Desa Wisata Santi Palupi. Asep Syaiful Bahri. Sri Fajar Ayuningsih. Fitri Abdillah, dan Timotius Agus Rahmat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENDAHULUAN Perkembangan desa wisata saat ini memang terus mengalami peningkatan, data menunjukkan bahwa saat ini desa yang berpartisipasi dalam kegiatan anugerah desa wisata Indonesia berjumlah 6. 016 desa . ttps://jadesta. id/). Bahri, . , mengungkapkan bahwa wisata desa merupakan berbagai macam potensi wisata yang terdapat di desa yang dijadikan sebagai atraksi wisata masyarakat yang khusu mengelola potensi wisata yang berada didesanya. Guna mengembangkan potensi wisata yang terdapat di desa wisata, maka proses peningkatan kapasitas dan pengembangan wisata perlu dilakukan. Bahri. , & Suyatno. , menyatakan bahwa pengembangan kapasitas ekonomi berbasis masyarakat di desa wisata memiliki peran yang penting dalam menumbuh kembangkan kreatifitas masyarakat dalam berinovasi menciptakan berbagai macam peluang ekonomi untuk menambah pendapatannya. Kabupaten Bogor saat ini terus mengalami peningkatan dalam jumlah desa wisata. Pada tahun 2022 desa wisata di Kabupaten Bogor berjumlah 64 desa wisata, jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan pada tahun 2021 yakni 42 desa wisata dan pada tahun 2020 jumlah desa wisata hanya 38 desa wisata (Gambar . Gambar 1. Perkembangan Desa Wisata Di Kabupaten Bogor Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor . Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Berdasarkan gambar 1 tersebut dapat diinformasikan bahwa perkembangan desa wisata di Kabupaten Bogor terus mengalami peningkatan dalam jumlah desa wisatanya. Salah satu desa wisata yang sedang berkembang di Kabupaten Bogor adalah Desa Wisata Cilember. Desa Wisata Cilember adalah destinasi wisata yg ada di wilayah administratif Desa Cilember. Kecamatan Cisarua. Kabupaten Bogor. Desa Wisata Cilember di inisasi pada awal tahun 2015 oleh kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Desa Cilember. Tugas utama dari POKDARWIS ini adalah mengelola berbagai macam potensi daya tarik, diantaranya adalah daya tarik wisata baik alam, budaya dan buatan untuk dijadikan sebagai atraksi wisata dan produk wisata yang ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Desa Cilember tersebut. Pada perkembangannya POKDARWIS Desa Wisata Cilember mengalami berbagai permasalahan diantaranya adalah masih banyak masyarakat yang tergabung dalam POKDARWIS belum megetahui dan memahami mengenai tata kelola desa wisata, belum mengetahui mengenai mengintegrasikan berbagai macam potensi wisata menjadi atraksi wisata dan menjadi produk wisata. Hal inilah yang menjadikan gap/kesenjangan dari perkembangan Desa Wisata Cilember. Bahri. mengungkapkan bahwa jika desa wisata di kelola dengan baik akan mewujudkan serta melestarikan peradaban yang terdapat di desa serta dapat meningkatkan kepuasan wisatawan. Berdasarkan permasalah tersebut, maka dilaksakanlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai tata kelola desa wisata. Adapun tujuan kegiatan pengadian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada POKDARWIS mengenai tata kelola desa wisata yang baik serta memberikan pemahaman mengenai integrasi potensi wisata menjadi Santi Palupi. Asep Syaiful Bahri. Sri Fajar Ayuningsih. Fitri Abdillah, dan Timotius Agus Rahmat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 atraksi wisata. Tata kelola yang baik dan terintegrasi inilah yang menjadi novelty . dari kegiatan pengabdian kepada masyaraka ini. PELAKSANAAN DAN METODE Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabdian kepada masyaraka. dilaksanakan di Desa Wisata Cilember. Kecamatan Cisarua. Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Indonesia. Sasaran masyarakat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengelola Desa Wisata Cilember. Hal Berdasarkan hasil diskusi dengan pengelola desa wisata maka pengabdian kepada masyarakat ini layak dilakukan untuk memberikan solusi penyelesaian permasalahan yang ada pada Desa Wisata Cilember. Adapun permasalahan mitra saat ini sebagai berikut : . Pengetahuan mengeni tata kelola desa wisata belum dipahami oleh pengelola desa wisata, . integrasi potensi wisata belum diimplementasikan di desa Kegiatan mengenai peningkatan tata kelola desa wisata dilaksanakan di Desa Wisata Cilember. Kabupaten Bogor pada tanggal 10 sampai dengan 12 September 2024. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini terdiri dari 3 . metode pelaksanaan, yaitu: Pertama: Metode penyuluhan dilakukan dengan cara memberikan ceramah kepada masyarakat terkait pada hal-hal pemecahan masalah yang dihadapi oleh mitra yang berdasarkan pada kondisi saat ini . dengan mengedepankan keberlanjutan program pengabdian. Adapun materi dalam pelatihan ini disajikan pada tabel berikut: Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Tabel 1. Materi. Isi Materi dan Tujuan Materi yang Disampaikan Materi yang disampikan Isi Materi Tujuan Materi Pengantar Pariwisata Dasar-dasar dari pengertian Memberikan penjelasan dan pemahaman mengenai pariwisata, motivasi wisata serta motivasi wisatawan, komponen wisata kepada masyarakat desa jenis-jenis daya tarik wisata. Keterkaitan Antar Lintas Industri pariwisata Memberikan Sektor Pariwisata keterkaitan antaran wisatawan, transportasi, akomodasi, objek/atraksi, souvenir, makan dan minuman serta hiburan Wisata Pedesaan Dan Desa Wisata Wisata Pedesan Menjelaskan mengenai definisi mendasar Desa Wisata tentang wisata perdesan dengan 6 . komponen yakni, apa yang dapat dilihat, apa yang dapat dikerjakan, apa yang dapat dibeli, apa yang dapat dipelajari, dimana tinggal serta kesan selama berkunjung Peta jalan desa wisata Roadmap Desa Wisata Menjelaskan bahwa dalam membangun desa wisata harus menerapkan tata kelola yang komponen pariwisata atraksi, dengan daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan serta aktivitas wisata yang dilakukan sehingga terwujudlah desa wisata yang Sumber : Data Primer . Kedua Metode diskusi dilaksanakan dengan melakukan diskusi terfokus pada masing-masing kelompok sasaran. Cara yang dilakukan adalah kelompok sasaran memetakan kondisi saat ini, permasalahan yang terjadi, proses pemecahan masalah, rencana aksi yang akan dilakukan, dan siapa yang terlibat, serta penyusunan paket atraksi. Dengan cara seperti kelompok sasaran akan melakukan self problem solving (SPS). Ketiga Metode memperaktekkan materi-materi yang telah disampaikan oleh pelaksana Adapun akktivitas praktek tata kelola desa wisata adalah Santi Palupi. Asep Syaiful Bahri. Sri Fajar Ayuningsih. Fitri Abdillah, dan Timotius Agus Rahmat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 dengan membuat kelompok kecil dan kelompok kecil tersebut akan membuat paket wisata yang terintegrasi dengan potensi wisata yang dimiliki Desa Wisata Cilember. Sehingga akan terjadi partisipatori dalam menerapkan apa yang sudah disampaikan. Adapun masyarakat mengenai tata keloa desa wisata di Desa Wisata Cilember, disajikan pada gambar berikut: Gambar 2. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Evaluasi yang dilakukan pada saat kegiatan adalah dengan menggunakan intrumen pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 92% peserta pelatihan menyatakan tidak memahami mengenai tata kelola desa wisata dan hanya 8% yang memahaminya. Setelah dilakukan pelatihan dan dilakukan post-test diperoleh hasil bahwa 98% peserta pelatihan telah memahami mengenai tata kelola desa wisata. Hal ini menandakan bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami dan di mengerti oleh para peserta. Untuk mengetahui hasil pre test dan pos test disajikan pada gambar 2 berikut. Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Gambar 2. Hasil Pre Test dan Post Test Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mengenai Tata Kelola Desa Wisata Aktivitas ini pre-test dan post-test ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta mengenai materi pelatihan yang diberikan (Damayanti. , dkk. , . Monitoring yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada peserta guna melihat umpan balik dari peserta terkait dengan kegiatan ini (Palupi. Santi & Ridwan M. Belu, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa wisata merupakan wilayah desa yang memiliki keunikan khas dari komunitas masyarakatnya yang dapat menciptakan perpaduan beberapa daya tarik wisata dan fasilitas pendukungnya untuk menarik kunjungan wisatawan, termasuk kampung wisata karena keberadaannya di daerah kota (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Guna menciptakan desa wisata yang berkelanjutan maka dibutuhkan tata kelola desa wisata (Arcana. , dkk. , 2. Untuk memperoleh gambaran terkait dari keberhasilan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan maka dibuatlah kuesioner yang diberikan kepada para peserta kegiatan peningkatan tata kelola desa Berdasarkan jenis kelamin peserta yang mengikuti kegiatan tata kelola desa wisata berjumlah Dari data berjumlah 23 orang, yang terdiri dari 52,2% laki-laki dan 47,8% perempuan. Dapat dikatakan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan hampir berimbang antara laki-laki dan Perempuan. Dalam hal kisaran usia dapat dilihat bahwa peserta pelatihan Santi Palupi. Asep Syaiful Bahri. Sri Fajar Ayuningsih. Fitri Abdillah, dan Timotius Agus Rahmat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 terbanyak didominasi usia 23 th atau 12. 5%, dilanjutkan dengan usia 25 Ae 26 tahun, 36 tahun dan 47 tahun. Mayoritas peserta generasi muda dan masih produktif Berdasarkan status peserta, sebagian besar peserta adalah sudah menikah yakni 56,6% dan 43,5% belum menikah. Dalam hal SMA/SMK/Sederajat. Sedangkan 13% berpendidikan D4/S1. Temuan ini menggambarkan bahwa peminatan terhadap aktivitas desa wisata telah diikuti baik oleh kaum laki-laki maupun perempuan, berusia muda kurang dari 47 tahun, dengan berbagai latar belakang pendidikan di Desa Wisata Cilember. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengembangan Desa Wisata Cilember dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Berdasarkan kuesioner yang diberikan diperoleh hasil bahwa 12 orang . ,2%) menyatakan materi pelatihan baik sesuai dengan kebutuhan peserta mudah, sedangkan 9 orang . ,1%) menyatakan materi pelatihan baik sekali, sisanya 2 orang . ,7%) menyatakan cukup baik. Materi pelatihan yang diberikan dapat diterima dan diterapkan dengan mudah. Hal ini terlihat dari 23 responden 12 orang . ,2%) menyatakan materi pelatihan baik dan dapat diterima dan diiterapkan dengan mudah, sedangkan 10 orang . ,1%) menyatakan materi pelatihan baik sekali dan dapat diterapkan dengan mudah, sisanya 1 orang . ,3%) menyatakan cukup baik. Hasil kuesioner juga menggambarkan bahwa 23 responden, 11 orang . ,8 %) menyatakan materi pelatihan disampaikan dengan baik sekali, urut dan sistematikanya jelas. Sedangkan 11 orang . ,8%) menyatakan baik, urut dan sistematikanya jelas. , sisanya 1 orang . ,3%) menyatakan cukup baik. Dari 23 responden, 16 orang . ,6%) menyatakan narasumber menguasai materi yang disampaikan dengan baik sekali. Sedangkan 7 orang . ,4%) menyatakan narasumber menguasai materi Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 yang disampaikan dengan baik. Dari 23 orang responden, 15 . ,2%) menyatakan narasumber baik sekali memberikan kesempatan tanya jawab. ,4%) menyatakan baik bahwa nara sumber memberikan kesempatan tanya jawab. Dari 23 orang responden, 21 . ,3 %) menyatakan nara sumber baik sekali dalam menyajikan materinya, jelas dan berurutan. Hanya 2 ( 8,7%) yang menyatakan baik. Dari segi kenyamanan ruang pelatihan, 8 . ,8%) menyatakan baik sekali, 10 or. ,5%) menyebutkan baik dan 5 . ,7%) mengatakan cukup nyaman. Dalam konsumsi pelatihan yang disediakan oleh panitia, 4 . mengatakan cukup memuaskan, 11 . ,8%) memuaskan, dan 8 . ,8%) menyatakan sangat Peserta Pengabdian pendapatnya mengenai pelatihan yang akan datang yang dibutuhkan oleh kebutuhan desa wisata. Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan diperoleh hasil bahwa untuk pelatihan berikutnya adalah mengena tata kelola homestay. Homestay merupakan salah satu sarana akomodasi yang disediakan oleh desa wisata untuk kebutuhan wisatawan menginap. Keberadaan homestay menjadi penting agar wisatawan dapat berinteraksi lebih mendalam dengan masyarakat desa. DAMPAK DAN KEBERLANJUTAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan memberikan dampak pada bertambahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai dasar-dasar desa wisata serta bagaiama melakukan tata kelola desa wisata dari mulai perencanaan sampai pada keterlibatan masyarakat dalam pengembagan desa wisata. Pada kegiatan ini juga, masyarakat telah menetapkan bahwa Desa Wisata Cilember berada pada ketegori rintisan. Tarunajaya . , mengatakan bahwa desa wisata yang Santi Palupi. Asep Syaiful Bahri. Sri Fajar Ayuningsih. Fitri Abdillah, dan Timotius Agus Rahmat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 masuk dalam kategori rintisan adalah desa yang potensial untuk dapat dikembangkan, terbatasnya sarana prasarana wisata, wisatawan yang berkunjung belum ada/masih sedikit sekali atau baru dari masyarakat sekitar, belum ada kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata yang ada, perlu pendampingan dari pihak pemerintah/swasta, pemanfaatan dana desa untuk pengembangan desa wisata sera sifat pengelolaan desa wisata Adapun rencana tindak lanjut untuk pengembangan Desa Wisata Cilember adalah menjadikan Desa Wisata Cilember menjadi desa wisata yang berkembang, maju, mandiri dan unggul. Untuk mewujudkan Desa Wisata Cilember masuk dalam kategori berkembang maka harus memenuhi kriteria sebagai berikut: . mulai dikenal dan dikunjungi oleh masyarakat sekitar dan dari luar daerah. terdapat pengembangan fasilitas pariwisata serta sarana prasarana. mulai tercipta aktivitas ekonomi di masyarakat dan lapangan pekerjaan. Untuk masuk dalam klasifikasi maju, kriteria yang perlu dipenuhi adalah: . masyarakat sudah sadar sepenuhnya terhadap potensi wisata dan pengembangannya. menjadi destinasi wisata yang dikenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. fasilitas pariwisata serta sarana prasarana sudah memadai. masyarakat sudah mampu untuk mengelola usaha pariwisata melalui pokdarwis/kelompok kerja lokal. masyarakat sudah mampu memanfaatkan dana desa untuk pengembangan desa wisata. sistem pengelolaan desa wisata berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa dan pendapatan asli desa. Untuk masuk dalam klasifikasi mandiri, kriteria yang perlu dipenuhi adalah: . masyarakat sudah memberikan inovasi. mengembangkan potensi wisata desa . iversifikasi produ. menjadi unit kewirausahaan yang mandiri. sudah menjadi destinasi wisata yang dikenal oleh mancanegara dan sudah Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 menerapkan konsep keberlanjutan yang diakui oleh dunia. sarana dan prasarana mengikuti standar inernasional minimal ASEAN. mengelola desa wisata secara kolaboratif antarsektor dan pentahelix berjalan baik. dana desa menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi diversifikasi produk wisata di desa wisata. sudah memanfaatkan digitalisasi sebagai alat promosi dan penjualan mandiri. Berikut adalah posisi Desa Wisata Cilember serta rencana pengembangan Desa Wisata Cilember. Tabel 2. Posisi Desa Wisata Cilember dan Keberlanjutan Pengembangan Desa Wisata Cilember Posisi Desa Wisata Keberlanjutan Pengembangan Desa Wisata Cilember Cilember Tahun 2024 Rekomendasi Keberlanjutan Program Klasifikasi Desa Rintisan Berkembang Maju dan Mandiri Unggul Sudah terdapat pengelola. Pertambahan Deskripsi atraksi Jumlah Terwujud sudah terdapat komitmern wisata, sudah terdapat meningkat. UMKM relation management, pengelola desa wisata, meningkat. SDM green tourism, digital potensi wisata, keragaman tourism, peningkatan aktivitas, sudah terdapat wisatawan, sudah terjalin produk POKDARWIS kunjungan meningkat, dengan meningkat, amenitas industri pariwisata masyarakat, terwujud CHSE . lean, health, safety, environmen. Sumber : Data Primer . KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan sebagai berikut: . Sebagian besar pengurus POKDARWIS yakni 98% dapat memahami mengenai tata kelola desa wisata. Para peserta kegiatan pengabdian kepada masyaraka Santi Palupi. Asep Syaiful Bahri. Sri Fajar Ayuningsih. Fitri Abdillah, dan Timotius Agus Rahmat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 memilki persepsi atau tangapan yang baik mengenai pelaksanaan kegiatan ini. Peserta kegiatan telah mampu menyusun beberapa potensi wisata menjadi atraksi wisata. Masyarakat Desa Wisata Cilember telah mampu membuat peta jalan pengembangan desa wisata secara sederhana. Tingkat pendidikan, pengetahuan dan pemahaman mengenai pengembangan desa wisata menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaksana pengabdian untuk mampu menyampaikan materi yang dapat dipahami oleh masyarakat. Tantangan yang dihadapi oleh pengelola desa wisata adalah mencari solusi terbaik dalam meningkatkan partisipasi masyarakat agar lebih terlibat dalam pengembangan desa wisata. SARAN Adapun saran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: . Waktu kegiatan yang relatif singkat menyebabkan tidak semua materi dapat disampaikan terutama mengenai materi praktek dalam meningkatkan fasilitas dan aksesibilitas di desa . Melakukan kegiatan pengabdian masyarakat lebih lanjut, agar dapat Desa Wisata Cilember masuk dalam klasifikai berkembang. Untuk mewujudkan desa wisata yang berkambang maka, berdasarkan hasil diskusi dengan peserta maka peserta menyarankan perlunya pelatihan dalam tata kelola homestay sebagai akomodasi utama di desa wisata agar wisatawan yang berkunjung dapat memanfaatkan akomodasi sebagai tempat tinggal atau menginap. Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 DAFTAR PUSTAKA