Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 165 Ae 173 KELUARGA PEMODERASI KETERAMPILAN DAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA ANGGOTA KARANG TARUNA DESA SIULAK KECIL KAB. KERINCI Oleh : Melifia Liantifa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci. Sungai Penuh email : mel. liantifa@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract This research is conducted to determine the moderating effect of family on the relationship between skill and self confidence on interest in entrepreneurship on youth organization members in Siulak Kecil. Kerinci Districts. The research of sample was all youth organization members in Siulak Kecil. Kerinci districts which accounted for 100 peoples from all populations 100 peoples with prabability 5% and using full sampling. Data was colected through questionnaire with likertAos scale which analysis using deskriptive qualitative and quantitative as test of validity and reliability, average score and TCR, classic assumption test, coefisien of determination, hypothesis testing performs moderated regression analysis (MRA) by processing the data using SPSS for windows. Based on the results of the study indicate that: skill has a positive and significant effect on interest in entrepreneurship 0,000 <0,05. Self Confidence has a positive and significant effect on interest in 012> 0. The family has a positive and significant effect on interest in entrepreneurship 0. 005 <0. The family as a moderating variable between skill on interest in 022 <0. The Family as a moderating variable between Self Confidence on interest in entrepreneurship 010 <0. Keyword : Third Party Funds. LDR. ROA. ROE, and Total Loans. begitu banyak tumbuh di kalangan generasi muda. Untuk itu minat berwirausaha perlu terus menerus dilakukan oleh siapapun yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, untuk melahirkan sebanyak-banyaknya calon wirausaha baru dan membantu mengurangi pengangguran terdidik bahkan pengangguran yang tidak terdidik. Minat berwirausaha adalah keinginan, keingintahuan, ketertarikan dan kesediaan dari diri seseorang untuk bekerja lebih keras, mandiri, berani mengambil resiko maupun menghadapi tantangan dalam keterbatasan, dengan bertindak kreatif guna memenuhi kebutuhan hidupnya serta kemajuan Generasi muda adalah sumber daya manusia yang sangat berpotensi untuk berkembang. Namun, sebesar apapun potensi diri yang dimiliki jika tidak ada motivasi untuk terus memperbaiki diri dan PENDAHULUAN Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kerinci terutama generasi muda terus berkembang sementara lapangan kerja tidak mengikuti perkembangan sumber daya manusia tersebut, yang pada akhirnya akan menciptakan Semakin meningkatnya angka pengangguran, memaksa seseorang harus lebih kreatif dalam memenuhi tuntutan kebutuhan Salah satu langkah aman untuk terhindar dari pengangguran adalah dengan berwirausaha. Pendidikan nonformal di desa yang dilaksanakan melalui dana desa diantaranya program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan juga kewirausahaan. Pilihan menjadi wirausaha, sesungguhnya merupakan salah satu alternatif yang paling menjanjikan untuk kehidupan akan datang. Sayangnya pilihan menjadi wirausaha belum memperbaiki hidup, maka potensi diri yang besar tidak bisa menjadi kekuatan yang maha dahsyat. Pada kenyataannya, tidak mudah untuk mendorong seseorang untuk mau mengambil langkah menjadi seorang wirausaha. Hal ini bukannya tanpa sebab, terjun ke dunia wirausaha menjadi masalah tersendiri bagi seseorang, mulai dari faktor personal seperti takut rugi, kurangnya percaya diri, tidak adanya pengetahuan dan keterampilan, faktor sociological yang kurang mendukung seperti keluarga sampai pada faktor environmental yang tidak memberikan dukungan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi diri. Sementara menurut Bygrave . alam Alma, 2. adalah faktor Sosiological seperti keluarga serta faktor Personal yang dalam hal ini adalah keterampilan dan kepercayaan diri. Keluarga didefinisikan sebagai dua orang atau lebih yang dikaitkan oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi yang tinggal bersama-sama. Para individu yang merupakan satu keluarga dapat digambarkan sebagai anggota kelompok sosial paling dasar yang hidup bersama-sama dan berinteraksi untuk memuaskan kebutuhan pribadi bersama. Dimana, dalam penelitian Lubis . menyatakan bahwa keluarga sebagai variabel moderator yang memberikan rujukan bagi individu dalam pengambilan keputusan. Fenomena membludaknya pendaftar ketika pemerintah membuka pendaftaran pegawai negeri sipil (PNS) setiap tahun bisa menjadi salah satu Dengan membludaknya pendaftar tentu membuat peluang untuk menjadi PNS semakin kecil lagi. Keterbatasan terserapnya lulusan Perguruan Tinggi di sektor pemerintah menyebabkan perhatian beralih pada peluang bekerja pada sektor swasta, namun beratnya persyaratan yang diminta kadang membuat peluang untuk bekerja di sektor swasta juga semakin terbatas. Walaupun demikian, keluarga di Kabupaten Kerinci tetap menginginkan anaknya setelah kuliah bisa mendapat pekerjaan sebagai PNS. Satu-satunya peluang yang besar adalah bekerja dengan memulai usaha mandiri. Hanya saja, jarang kita temukan seorang sarjana yang mau mengawali kehidupannya setelah lulus dari perguruan tinggi dengan mulai mendirikan usaha. Kecenderungan yang demikian berakibat pada tingginya angkatan kerja berupa pengangguran Jumlah lulusan Perguruan Tinggi setiap tahun semakin meningkat tidak sebanding dengan peningkatan ketersediaan kesempatan kerja yang akan menampung mereka. begitupun bagi generasi muda karang taruna Desa Siulak Kecil yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, lebih banyak mengikuti orang tua atau keluarga lain untuk ikut bekerja seperti buruh bangunan, pekerjaan serabutan dan lain sebagainya. Faktor lain yang mempengaruhi minat berwirausaha adalah Keterampilan. Terampil biasanya digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan seseorang yang bervariasi. Menurut Joseph . keterampilan kewirausahaan merupakan kemampuan seseorang menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam menciptakan mengembangkan usahanya. Istilah terampil juga diartikan sebagai suatu perbuatan atau tugas, dan sebagai indikator dari suatu tingkat kemahiran. Di sisi lain, faktor yang tidak kalah penting mempengaruhi minat berwirausaha adalah kepercayaan diri generasi muda itu sendiri. Menurut Lauster . alam Yusuf dan Hamzah 2. kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dengan penilaian kepada diri, bahwa sebagai generasi muda mereka belum cukup mempunyai keterampilan softskill dan hardskill dengan sendirinya generasi muda tentu akan merasa diri tidak mampu. Hal ini pada akhirnya menimbulkan rasa tidak percaya dengan diri sendiri, padahal ketika menjadi seorang wirausaha seseorang di tuntut untuk mempunyai kepercayaan diri yang KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Minat Berwirausaha Minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu obyek, maka seseorang akan cenderung memberikan perhatian lebih pada obyek Menurut Harini dan Yulianeu . Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan upaya yang diperlukan, menanggung resiko serta menerima kepuasan dan kebebasan pribadi. Menurut Harini dan Yulianeu . Minat berwirausaha adalah keinginan, keingintahuan, ketertarikan dan kesediaan dari diri seseorang untuk bekerja lebih keras, mandiri, berani mengambil resiko maupun menghadapi tantangan dalam keterbatasan, dengan bertindak kreatif guna memenuhi kebutuhan hidupnya serta kemajuan usahanya. Dimana menurut Ermawati dan Widodo . seseorang dikatakan memiliki minat berwirausaha yang tinggi dapat dilihat dari berbagai aspek kepribadian seperti watak, sikap dan perilaku seseorang. Keluarga Menurut Schiffman dan Kanuk . mendefinisikan keluarga didefinisikan sebagai dua orang atau lebih yang dikaitkan oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi yang tinggal bersama-sama. Sementara menurut Pamungkas et al . keluarga adalah kelompok masyarakat terkecil yang terdiri dari ayah, ibu anak dan anggota keluarga lainnya. Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi minat seseorang untuk berwirausaha. Faktor-faktor yang terkandung dalam lingkungan keluarga terdiri dari: Cara orang tua mendidik. Relasi antar anggota . Suasana rumah. Keadaan ekonomi Semakin baik cara orang tua mendidik, keadaan antar relasi keluarga yang harmonis, suasana rumah yang damai dan keadaan ekonomi keluarga yang mendukung tentu saja memberikan dukungan tersendiri bagi individu dalam menjalani Keterampilan Istilah terampil biasanya digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan seseorang yang bervariasi. Menurut Adeyemo . alam Sabella. Fibriani Masruroh Keterampilan berwirausaha adalah keterampilan dasar yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang untuk memulai, mengembangkan, membiayai dan sukses dalam suatu perusahaan. Keterampilan dapat menunjukkan pada aksi khusus yang ditampilkan atau pada sifat dimana keterampilan itu dilaksanakan. Banyak kegiatan dianggap sebagai suatu keterampilan, terdiri dari beberapa keterampilan dan derajat penguasaan yang dicapai oleh seseorang menggambarkan tingkat keterampilannya. Kepercayaan Diri Menurut Lauster . alam Yusuf dan Hamzah 2. kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Lauster menggambarkan bahwa orang yang mempunyai kepercayaan diri memiliki ciri-ciri tidak mementingkan diri sendiri . , tidak membutuhkan dorongan orang lain, optimis dan Berdasarkan latar belakang penelitian dan tujuan penelitian, maka penulis menyajikan kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 1. Keluarga (M) Keterampilan (X. Minat Berwirausaha Kepercayaan Diri (X. Gambar 1. Kerangka Konseptual (Y) terhadap minat berwirausaha siswa SMK tersebut. Pengembangan Hipotesis Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Pengaruh Keterampilan Terhadap Minat dari Sabella. Fibriani dan Masruroh . yang Berwirausaha Hasil penelitian Pamungkas et all . berjudul pengaruh keterampilan berwirausaha tentang pengaruh kepercayaan diri, peran orang terhadap minat berwirausaha melalui sikap tua, keterampilan terhadap minat berwirausaha berwirausaha dan perceived behavior control pada studi kasus pada siswa SMK di Kabupaten Bogor santri di Pondok Pesantren Kabupaten Kediri yang menyatakan bahwa keterampilan berpengaruh membuktikan bahwa keterampilan berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Hal ini juga sejalan dengan tujuan penelitian dari Aziz. Ninghardjanti dan Susantiningrum . kewirausahaan dan persepsi peluang kerja terhadap minat berwirausaha siswa SMK Negeri 1 Banyudono keterampilan berpengaruh terhadap minat Dengan dikembangkan hipotesis pertama : H1 : Keterampilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha anggota karang taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Minat Berwirausaha Semakin tinggi kepercayaan diri yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula minat berwirausaha mahasiswa karena membuka sebuah kemampuan diri sendiri bahwa usahanya akan berhasil, hal inilah yang akan memotivasi seseorang untuk berani memulai suatu usaha. Apabila seseorang tidak percaya akan kemampuan yang dimiliki, kecil kemungkinan orang tersebut akan berminat dalam berwirausaha. Penelitian Supriyatno . yang berjudul Pengaruh Kepercayaan Diri Dan Motivasi Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Ngawi menunjukkan bahwa kepercayaan diri berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Begitupun penelitian Sani. Syahrial dan Isnaniah . yang berjudul pengaruh kepercayaan diri dan berani mengambil resiko terhadap niat berwirausaha pada masyarakat kelurahan SEKIP Kecamatan Medan Petisah menyatakan bahwa kepercayaan diri berpengaruh terhadap niat Dengan demikian dapat dikembangkan hipotesis H2 : Kepercayaan Diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha anggota karang taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Pengaruh Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Penelitian Ardiyani . yang berjudul Pengaruh Sikap. Pendidikan Dan Keluarga membuktikan keluarga berpengaruh terhadap Terhadap Minat Berwirausaha dan penelitian dari Pratiwi . juga membuktikan bahwa keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Serta, penelitian dari Wiani. Ahman dan Machmud . juga memperkuat bahwa lingkungan keluarga mempengaruhi minat berwirausaha peserta didik SMK di Kabupaten Subang. Sementara penelitian Lubis . yang menjadikan variabel keluarga sebagai variabel moderator terbukti berperan memperkuat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dengan demikian dapat dikembangkan hipotesis ketiga, keempat & kelima : H3 : Keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha anggota karang taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. H4 : Keluarga berperan sebagai pemoderasi keterampilan terhadap minat berwirausaha anggota karang taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. H5 : Keluarga berperan sebagai pemoderasi kepercayaan diri terhadap minat berwirausaha anggota karang taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah anggota karang taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci yang berjumlah 100 orang dengan menggunakan metode full sampling atau sampel jenuh, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian, yakni berjumlah 100 responden (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara memberikan kuesioner berupa pernyataan yang diberikan langsung kepada anggota karang taruna, dengan data yang diperlukan data primer dan data sekunder (Sujarweni,2. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang, tentang suatu atau gejala fenomena, dengan interval 1-5. Sangat tidak sutuju . , tidak setuju . , ragu-ragu . , setuju . , sangat setuju . , dengan indikator variabel sebagai berikut No Tabel 1. Indikator Variabel Penelitian Variabel Indikator Minat Berwirausaha 1. Watak (Y) Sikap Perilaku Keluarga Dukungan informasional (M) Dukungan penilaian Dukungan instrumental Dukungan emosional Keterampilan (X. Technical Skills Management Skills Entrepreneurship Skills Personal Maturity Skills Kepercayaan Diri Individu merasa kuat terhadap tindakan yang (X. Individu merasa diterima oleh kelompoknya. Individu memiliki ketenangan sikap Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, sementara alat analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, rata-rata skor dan tingkat capaian responden (TCR), koefisien determinasi, uji hipotesis dengan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan software SPSS 19. 0 for Uji Validitas dan Reliabilitas Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan nilai ambang batas corrected itemtotal correlation Ou 0,30, dimana semua item pertanyaan dari 4 variabel disimpulkan valid dan untuk mengetahui reliabilitas masing-masing variabel penelitian yaitu digunakan nilai CronbachAos alpha Ou 0,60 Maholtra dan Dash . Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian Variabel Keterampilan (X. Kepercayaan Diri (X. Keluarga (M) Minat Berwirausaha (Y) Sumber : Data Primer diolah, 2022 Jumlah Item Pertanyaan CronbachAos 0,853 0,915 0,923 0,859 Keterangan Reliable Reliable Reliable Reliable Keluarga pemoderasi Keterampilan (X. Kepercayaan Diri (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Hipotesis Moderated Regression Analysis (MRA) Menurut Liana Moderated Regression Analysis digunakan untuk Tabel 1 Hasil Moderated Regression Analysis (MRA) Konstanta Variabel Bebas dan Moderasi Konstanta Keterampila n (X. Model 1 Koefisie Signifikan Regresi 53,246 0,000 0,279 0,000 Model 2 Koefisien Signifikan Regresi Model 3 Koefisien Signifikan Regresi 50,429 0,000 244,989 0,000 0,294 0,000 -0,413 0,171 Model 1 Konstanta Variabel Koefisie Signifikan Bebas dan Moderasi Regresi 0,808 0,012 Kepercayaan Diri (X. Keluarga (M) X1M X2M 13,092 0,000 Fhitung 0,213 Sumber : Data primer diolah, 2022 Model 2 Koefisien Signifikan Regresi Model 3 Koefisien Signifikan Regresi 0,931 0,004 -5,132 0,002 0,135 0,031 -3,526 0,005 10,661 0,000 0,013 0,079 9,130 0,022 0,010 0,000 0,226 Hasil analisis diatas dapat dikemukakan persamaan MRA sebagai berikut : Y = 53,246 0,279X1 0,808 X2 A (Model Y = 50,429 0,294 X1 0,931 X2 0, 135 M A . (Model . Y = 244,989 - 0,413 X1 - 5,132 X2 - 3,526 M 0,013 X1M 0,079 X2M A (Model . Hasil MRA pada tabel 12 dapat di uraikan sebagai berikut : Model 1 . Koefisien Keterampilan (X. sebesar 0,279 dengan signifikan sebesar 0,000 . ebih kecil dari 0,. dan koefisien regresi variabel Kepercayaan Diri (X. sebesar 0,808 dengan signifikan 0,012 . ebih kecil dari 0,. dan dapat diartikan Keterampilan (X. berpengaruh dan Kepercayaan Diri (X. berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha (Y) Pada Anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Dengan demikian, hipotesis pertama (H. diterima dan hipotesis kedua (H. Besaran Fhitung adalah 13,092 dan signifikan 0,000 . ebih kecil dari 0,. Hal ini dapat disimpulkan bahwa model penelitian tentang Keterampilan (X. Kepercayaan Diri (X. terhadap Minat Berwirausaha Anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci dikatakan berpengaruh. Model 2 . Koefisien regresi variabel Keluarga (M) sebesar 0,135 dengan signifikan 0,031 . ebih kecil dari 0,. dapat diartikan Keluarga (M) berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha (Y) 0,291 Pada Anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Dengan demikian, hipotesis ketiga (H. Besaran Fhitung adalah 10,661 dan signifikan 0,000 . ebih kecil dari 0,. Dapat disimpulkan secara simultan pengaruh Keluarga (M) terhadap Minat Berwirausaha (Y) Pada Anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci dikatakan Model 3 . Variabel interaksi X1. M . erkalian Keterampilan (X. , dengan Keluarga (M) memiliki koefisien regresi positif 0,013 dan signifikan 0,022 . ebih kecil dari 0,. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Keluarga (M) berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh antara Keterampilan (X. terhadap Minat Berwirausaha Anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Dengan demikian, hipotesis keempat (H. Variabel interaksi X2. M . erkalian Kepercayaan Diri (X. , dengan Keluarga (M) memiliki koefisien regresi positif 0,079 dan signifikan 0,010 . ebih kecil dari 0,. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Keluarga (M) berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh antara Kepercayaan Diri (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) Anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Dengan demikian, hipotesis kelima (H. Besaran Fhitung adalah 9,130 dan signifikan 0,000 . ebih kecil dari 0,. Hal ini dapat disimpulkan bahwa model penelitian tentang pengaruh Keterampilan (X. Kepercayaan Diri (X. terhadap Minat Berwirausaha di moderasi oleh Keluarga (M) Pada Anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci dikatakan Pembahasan Pengaruh keterampilan terhadap Minat Berwirausaha Pengujian Keterampilan (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) diperoleh koefisien regresi sebesar 0,279 dengan signifikan = 0,000 (Signifikan < 0,. Jadi dapat disimpulkan bahwa Keterampilan (X. berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha (Y), sehingga semakin tinggi Keterampilan (X. yang dimiliki anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci terhadap Minat Berwirausaha (Y) akan semakin tinggi juga. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Pamungkas et all. tentang pengaruh kepercayaan diri, peran orang tua, keterampilan terhadap minat berwirausaha studi kasus pada siswa SMK di Kabupaten Bogor menyatakan bahwa keterampilan berpengaruh terhadap minat berwirausaha siswa SMK tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Sabella. Fibriani dan Masruroh . yang berjudul pengaruh keterampilan berwirausaha terhadap minat berwirausaha melalui sikap berwirausaha dan perceived behavior control pada santri di Pondok Pesantren Kabupaten Kediri yang membuktikan bahwa keterampilan berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Hal ini juga sejalan dengan tujuan penelitian dari Aziz. Ninghardjanti dan Susantiningrum . yang berjudul pengaruh keterampilan kewirausahaan dan persepsi peluang kerja terhadap minat berwirausaha siswa SMK Negeri 1 Banyudono keterampilan berpengaruh terhadap minat Pengaruh kepercayaan diri terhadap Minat Berwirausaha Pengujian hipotesis hubungan antara Kepercayaan Diri (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) diperoleh koefisien regresi sebesar 0,808 dengan signifikan = 0,012 (Signifikan < 0,. Jadi dapat disimpulkan bahwa Kepercayaan Diri (X. berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha (Y). Dengan demikian hipotesis 2 diterima sebab terdapat korelasi antara Kepercayaan Diri (X. dan Minat Berwirausaha (Y). Dimana semakin tinggi kepercayan diri anggota karang taruna maka semakin tinggi minat Penelitian ini didukung oleh penelitian Supriatno . yang berjudul Pengaruh Kepercayaan Diri Dan Motivasi Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Ngawi menunjukkan bahwa kepercayaan diri berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Begitupun penelitian Sani. Syahrial dan Isnaniah . yang berjudul pengaruh kepercayaan diri dan berani mengambil resiko terhadap niat berwirausaha pada masyarakat kelurahan SEKIP Kecamatan Medan Petisah menyatakan bahwa kepercayaan diri berpengaruh terhadap niat berwirausaha. Pengaruh Minat Berwirausaha Pengujian hipotesis hubungan antara Keluarga (M) terhadap Minat Berwirausaha (Y) diperoleh koefisien regresi sebesar 0,135 dengan signifikan = 0,031 (Signifikan < 0,. Jadi dapat disimpulkan bahwa Keluarga (M) berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha (Y), sehingga hipotesis 3 diterima. Dimana, semakin baik dukungan keluarga maka semakin meningkatkan minat dalam berwirausaha. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Ardiyani . yang berjudul Pengaruh Sikap. Pendidikan dan keluarga membuktikan keluarga berpengaruh terhadap minat berwirausaha terhadap minat berwirausaha dan penelitian dari Pratiwi . juga membuktikan bahwa keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Serta, penelitian dari Wiani. Ahman dan Machmud . juga memperkuat bahwa lingkungan keluarga mempengaruhi minat berwirausaha peserta didik SMK di Kabupaten Subang. Keluarga sebagai pemoderasi Pengujian pemoderasi antara Keterampilan (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) diperoleh koefisien regresi sebesar 0,013 dengan signifikan = 0,022 (Signifikan < 0,. Jadi dapat disimpulkan bahwa Keluarga (M) memberikan pengaruh moderasi kepada Keterampilan (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y), sehingga peran Keluarga (M) memperkuat hubungan Keterampilan (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) pada anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Artinya jika semakin baik dukungan keluarga yang didapatkan maka akan memperkuat Keterampilan anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci dalam menumbuhkan Minat Berwirausaha. Pengujian pemoderasi antara Kepercayaan Diri (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) diperoleh koefisien regresi sebesar 0,079 dengan signifikan = 0,010 (Signifikan < 0,. Jadi dapat disimpulkan bahwa Keluarga (M) memberikan pengaruh positif sebagai variabel pemoderasi kepada Kepercayaan Diri (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y), sehingga peran Keluarga (M) memperkuat hubungan Kepercayaan Diri (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) pada anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Artinya jika semakin baik dukungan keluarga yang diberikan akan memperkuat Kepercayaan Diri terhadap Minat Berwirausaha anggota Karang Taruna Desa Siulak Kecil Kab. Kerinci. Hasil penelitian ini di dukung oeh penelitian Lubis . yang menjadikan variabel keluarga sebagai variabel moderator terbukti berperan memperkuat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. dengan adanya peran keluarga yang memperkuat anggota karang taruna untuk menumbuhkan minat berwirausaha. REFERENSI